cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,473 Documents
Profil Karakter Temperamental Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Roose Meery; Harmanto; Siti Maizul Habibah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan siswa SMP bersikap tempramen saat pembelajaran dan mengidentifikasi faktor pemicu sikap tempramen tersebut, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat gambaran sikap tempramen siswa SMP, dimana kategorisasi sikap tempramen tersebut mengacu pada skala sikap tempramen oleh Wrench yang terbagi dalam sikap tempramen rendah, moderat dan tinggi. Pengumpulan data dipenelitian ini dilakukan melalui wawancara terhadap 2 guru dan 10 siswa SMP Surabaya, observasi oleh guru dan pengisian kuesioner oleh 14 siswa. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisi dalam penelitian ini memberi 3 simpulan yaitu (1) Alasan paling banyak siswa bersikap tempramen adalah karena stres akademik yang disebabkan oleh tugas, ujian, dan tekanan untuk berprestasi, serta masalah keluarga seperti konflik atau perpisahan orang tua. Selain itu, kurangnya keterampilan dalam mengelola emosi dan faktor sosial seperti perundungan serta lingkungan yang tidak mendukung akibat kesalahan pola asuh juga menjadi alasan siswa bersikap tempramen; (2) Faktor paling dominan yang memicu sikap tempramen siswa adalah Faktor sosial menjadi faktor paling dominan yang mempengaruhi temperamen siswa, terkait dengan pengaruh bullying, kesulitan bergaul, dan media sosial. Selain itu, faktor akademik juga memainkan peran penting, terutama terkait dengan kesulitan memahami pelajaran dan tekanan akademik seperti pekerjaan rumah dan persaingan dengan teman sejawat; (3) Sikap tempramen siswa di SMP Surabaya cenderung pada kategori moderat.
Analisis Sikap Kolaboratif Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Atas Rima Ristiarni; Harmanto Harmanto; Raden Roro Nanik Setyowati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alasan siswa SMA bersikap kolaboratif saat pembelajaran Pendidikan Pancasila dan mengidentifikasi sikap yang muncul dalam sikap kolaboratif, selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk melihat gambaran sikap. Sikap kolaboratif siswa SMA. dimana kategorisasi sikap kolaboratif tersebut mengacu pada skala sikap kolaboratif yang terbagi dalam sikap kerja sama tim, komunikasi, tanggung jawab, kepercayaan, kemampuan beradaptasi, saling menghargai, dan pemecahan masalah bersama. Data dipenelitian ini dilakukan melalui wawancara terhadap 15 siswa SMA Sidoarjo, observasi oleh guru dan pengisian kuesioner oleh 30 siswa. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis dalam penelitian ini memberi 3 simpulan yaitu (1) Sikap Kolaboratif paling banyak siswa bersikap kolaboratif adalah kerja sama tim, komunikatif, dan tanggungjawab, serta kemampuan beradaptasi. Selain itu, kurangnya keterampilan dalam mengelola sikap kolaboratif dan faktor sosial seperti kurang pandai bergaul serta kurang komunikatif akibat sifat yang suka menyendiri dan individu juga menjadi alasan siswa bersikap kurang komunikatif; (2) Guru masih menggunakan metode ceramah dan bahan ajar konvensional saat pembelajaran 3) Diharapkan dengan adanya multimedia pembelajaran interaktif dapat meningkatkan sikap kolaboratif peserta didik pada pelajaran Pendidikan Pancasila, faktor akademik juga memainkan peran penting, terutama terkait dengan kesulitan memahami pelajaran dan tekanan akademik seperti tugas-tugas di rumah dan persaingan dengan teman sejawat
Revitalisasi Sejarah Maritim: Penggunaan Bahan Ajar Digital untuk Memperkuat Rasa Nasionalisme di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Bagus Subagja; Sariyatun; Deny Tri Ardianto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital berbasis sejarah maritim Indonesia guna memperkuat rasa nasionalisme di kalangan siswa SMA yang berada di wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg dan Gall, yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan pengembangan, hingga evaluasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital yang dikembangkan secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap peran penting sejarah maritim dalam pembentukan identitas nasional. Siswa menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi dalam pembelajaran sejarah melalui media interaktif dibandingkan dengan metode konvensional. Guru juga merespons positif penggunaan media ini karena mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan kontekstual. Implikasi dari penelitian ini adalah penggunaan teknologi pendidikan berbasis konten lokal dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan nasionalisme dan relevansi pembelajaran sejarah bagi siswa di wilayah pesisir. Kontribusi utama artikel ini terletak pada integrasi narasi sejarah maritim lokal dengan pendekatan digital interaktif, yang belum banyak dikembangkan dalam konteks pendidikan di daerah pesisir Indonesia.
Pengaruh Peran Kepala Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Mohammad Setya Asih; Widya Kusumaningsih; I Made Sudana
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2232

Abstract

Mutu pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan yang kompleks, terutama di tingkat sekolah dasar. Berbagai faktor memengaruhi kualitas pendidikan, salah satunya adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Di Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, rendahnya mutu pendidikan tercermin dari hasil rapor pendidikan yang belum optimal dalam aspek literasi, numerasi, serta kualitas pembelajaran. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum maksimalnya peran kepala sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai educator, manager, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran kepala sekolah berpengaruh terhadap mutu pendidikan di sekolah dasar di Kecamatan Bogorejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel penelitian terdiri dari 113 guru sekolah dasar yang dipilih secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peran kepala sekolah dan mutu pendidikan, dengan koefisien korelasi sebesar 0,704 yang termasuk dalam kategori kuat. Selain itu, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa peran kepala sekolah berkontribusi sebesar 49,6% terhadap mutu pendidikan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kompetensi guru, fasilitas sekolah, dan dukungan kebijakan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi kepala sekolah dalam kepemimpinan dan manajerial agar dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas.
How Beliefs and Performance Influence Professional Identity Formation: Insight from Indonesian ELT Graduate Student Sintia Marlina Urbaq; Ngadiso; Dewi Rochsantiningsih
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2237

Abstract

Master's programs present a unique challenge to professional identity development. Students concurrently engage in academic pursuits, research activities, and frequently part-time employment. This confluence of responsibilities creates a dynamic environment where role conflict can disrupt the clarity and coherence of their developing professional identity. The purpose of this research was to explore the development of professional identity among Master's students, focusing on the interplay between their beliefs about their identity image and their actual performance in identity development activities. This study explored two key aspects of ELT graduate student development: How do ELT graduate students envision themselves as future educators? and What strategies do ELT graduate students employ to develop their professional competence? This study utilized a qualitative approach to amplify the data derived from participants' own words through in-depth descriptions of their experiences. The data for this study was ELT graduate students who actively pursued master's programs. Moreover, the researchers s used interactive model analysis to analyze the data. This study revealed two key findings related to the research question: 1) Students envision themselves as effective teacher: 2) Professional identity development through academic and non-academic activities. This study implies that PID is a continuous process requiring ongoing learning and growth. ELT graduate students should actively engage in professional development and utilize structured self-reflection (e.g., journals, portfolios) to identify strengths and weaknesses.
Penerapan Program Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal: Systematic Literatur Review Nesya Wulan Sari; Pramono; Ajeng Putri Pratiwi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2254

Abstract

Pendidikan karakter pada usia dini merupakan aspek penting dalam membangun kepribadian dan nilai-nilai moral yang akan menjadi pedoman sepanjang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Dengan menganalisis seratus artikel terkait dari tahun 2019 hingga 2024, studi ini mengidentifikasi berbagai strategi dan metode yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini. Analisis menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman anak-anak tentang nilai-nilai moral, tetapi juga memperkuat identitas budaya mereka. Berbagai metode, seperti penggunaan media pembelajaran berbasis budaya lokal, pengembangan kurikulum terintegrasi, dan penciptaan lingkungan sekolah yang mencerminkan budaya lokal, terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Namun, studi ini juga mengungkapkan kesenjangan antara kebijakan nasional dan praktik di lapangan, yang disebabkan oleh keterbatasan pemahaman para pendidik dan sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu, evaluasi berkelanjutan terhadap program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sangat diperlukan untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis kearifan lokal tidak hanya berkontribusi pada pembentukan karakter yang kuat, tetapi juga membantu anak-anak memahami dan menghargai budaya mereka. Dengan demikian, hal ini membangun generasi yang memiliki moralitas yang baik dan identitas budaya yang kokoh. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam merancang program pendidikan yang relevan dan efektif.
Pengaruh Komunitas Belajar, Supervisi Akademik dan Motivasi Kerja Terhadap Kompetensi Pedagogik di Sekolah Dasar Nofita Wulandari; Ngurah Ayu Nyoman Murniati; Dyah Nugrahani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2255

Abstract

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunitas belajar, supervisi akademik, dan komunitas belajar baik secara parsial maupun secara simultan terhadap kompetensi pedagogik guru di SD Negeri Kecamatan Boja Kabupaten Boja. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Kecamatan Boja, Kabupaten Boja yang terdiri dari 16 Sekolah Dasar dimulai sejak Agustus 2024 hingga Maret 2025. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket dengan instrument penelitian berupa kuisioner. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas, uji linearitas, analisis regresi linier berganda dan regresi linier sederhana, sedangkan uji hipotesis meliputi uji t dan uji f. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pengaruh komunitas belajar terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 72,9% dan sisanya 27,1% dipengaruhi oleh variabel lain dengan persamaan regresi Ŷ = 41,276 + 0,568X. (2) Pengaruh supervisi akademik terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 38,4% dan sisanya 62,6% dipengaruhi oleh variabel lain dengan persamaan regresi Ŷ = 48,567 + 0,899X2. (3) Pengaruh motivasi kerja terhadap kompetensi pedagogik guru sebesar 39,1% dan sisanya 60,9% dipengaruhi oleh variabel lain dengan persamaan regresi Ŷ = 93,039 + 0,441X3. (4) Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas belajar, supervisi akademik dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh terhadap kompetensi pedagogik guru di SD Negeri Boja, Kabupaten Kendal sebesar 74,0%.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dan Kolaboratif bagi Siswa Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman Ernis Hidayati; Yoto; Wahyu Sakti Gunawan Irianto
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2256

Abstract

Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman khususnya pertelevisian membutuhkan kerjasama tim dalam berbagai produksi acara terutama dalam pembelajaran. Hal ini juga sejalan dengan adanya berkembangnya teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah sesuai perkembangan jaman, sehingga penting bagi siswa untuk memiliki kompetensi yang relevan dan up-to-date. Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan kolaboratif pada program keahlian Broadcasting dan Perfilman di SMK Negeri 1 Blitar. Penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif, serta teknik triangulasi untuk validitas data dari pengumpulan data yang diperoleh dari wawancara, dokumen dan observasi di kelas pada saat praktik pembelajaran diferensiasi dan kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat dan potensi yang dimiliki siswa sebagai fondasi yang kuat untuk dapat berkolaborasi dalam tim sesuai dengan job description yang dimiliki masing-masing.
Mewujudkan PAUD Berkualitas: Kepemimpinan Kepala PAUD dalam Mengelola Layanan Khusus di Era Modern Lutfiatul Izzah; Imron Arifin; Ajeng Putri Pratiwi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kepala PAUD dalam mengelola layanan khusus untuk mewujudkan lembaga PAUD yang berkualitas di era modern. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian Kepala PAUD Al Izzah, pendidik, dan orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala PAUD yang visioner, inklusif, dan kolaboratif mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, terutama dalam pengelolaan layanan khusus seperti layanan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), layanan deteksi dini tumbuh kembang, layanan kesehatan dan gizi, layanan teknologi, layanan pendidikan karakter, serta layanan konseling. Dengan adanya kepemimpinan yang kuat, PAUD Al Izzah yang sebelumnya biasa saja, kini mampu menjadi lembaga pendidikan yang diakui masyarakat sebagai lembaga berkualitas karena layanan-layanan yang inklusif, ramah anak, dan pendidikan karakter yang kuat. Sehingga, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala PAUD memiliki peran yang sangat krusial dalam mewujudkan layanan pendidikan yang optimal di era modern saat ini.
Pengaruh PjBL Terintegrasi Kearifan Lokal Tri Hita Karana untuk Meningkatkan Keterampilan Bergotong-Royong Siswa SD Pada Pembelajaran PPKn Ni Luh Made Sriariani; Dewa Bagus Sanjaya; I Nengah Suastika
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2261

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Model PjBL Terpadu Kearifan Lokal Tri Hita Karana untuk Meningkatkan Keterampilan Bergotong-royong dalam Pembelajaran PPKn Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one sample post test control group design. Populasi penelitian adalah SD Gugus Yos Sudarso Sanur Provinsi Bali. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik random sampling yaitu SD N 2 Sanur sebagai kelas kontrol dan SD N 5 Sanur sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data melalui angket keterampilan kolaborasi dengan skala empat. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi equal variances diasumsikan sebesar 0,001 < 0,05, artinya terdapat pengaruh yang signifikan model PjBL terpadu Tri Hita Karana terhadap keterampilan kolaborasi siswa pada pembelajaran PPKn. Kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan model PjBL terpadu dengan kearifan lokal Bali Tri Hita Karana terhadap keterampilan bergotong-royong. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan PjBL untuk mengukur aspek keterampilan lainnya sesuai kebutuhan abad 21 dan disisipkan dengan kearifan lokal daerah sekitar. Implikasi dari penelitian ini adalah dengan mengintegrasikan kearifan lokal Tri Hita Karana ke dalam model pembelajaran PjBL, kegiatan pembelajaran menjadi aktif dan harmonis dalam perbedaan sehingga siswa dapat meningkatkan keterampilan bergotong-royong siswa sekolah dasar dan kearifan lokal tidak mudah luntur. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat menerapkan model inovatif lainnya dengan kearifan lokal di daerah setempat untuk meningkatkan keterampilan bergotong-royong dan daya tanggap budaya.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue