cover
Contact Name
Hafidh 'Aziz
Contact Email
hafidh.aziz@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aciece.piauduinsuka@gmail.com
Editorial Address
Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Lt. 3 jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education
ISSN : -     EISSN : 35484516     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ICIECE) merupakan konferensi yang diadakan secara rutin setiap tahun oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tema yang dikaji dalam konferensi ini adalah tema-tema mutakhir yang relevan dengan pengembangan pendidikan anak usia dini. Kami mengundang pendidik, peneliti, praktisi, dan pemerhati pendidikan anak usia dini untuk mengirimkan artikel yang relevan dan mempresentasikanya dalam forum konferensi. Artikel terpilih yang telah diseminarkan akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding (print dan online).
Articles 215 Documents
Kompetensi Sosial Pendidik dalam Menerapkan Komunikasi Persuasif di Paud Harapan Bunda Purwosari Pasuruan Dyah Wisnaini; Susi Maulida
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol 6 (2022): The 6th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana kompetensi sosial pendidik dalam menerapkan komunikasi persuasif di POS PAUD Harapan Bunda Purwosari Pasuruan. Program komunikasi persuasif di PAUD Harapan Bunda Purwosari dapat dilihat dari Salah satu Visi Misi di lembaga ini yaitu kebijakan inklusif, pembelajaran inklusif, dan budaya inklusif. Dengan harapan agar anak-anak memiliki budaya inklusif, menghargai temannya, tidak mendiskriminasi dalam pembelajaran dan menganggap semua sama. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melakukan analisis data dengan empat tahapan yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap display data, serta melakukan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga orang pendidik di POS PAUD Harapan Bunda memiliki kompetensi sosial yang baik yang terwujud dalam keberhasilan komunikasi dengan para peserta didik maupun dengan lingkungan sekitar. Dampak dari banyak bersosial dengan masyarakat maka kemampuan komunikasi persuasif bisa berjalan dengan baik, sehingga kompetensi sosial guru terhadap kemampuan berkomunikasi bagus dalam proses pembelajaran. Anak sudah dapat menerapkan beberapa indikator diantaranya: a) hubungan dengan teman sebaya b) manajemen diri, yang mana anak sudah dapat mengatur dirinya agar tidak emosi c) kemampuan akademis, dalam pembelajaran pun akademin anak juga bagus, anak dengan keterbatasan fisik dapat menyamai anak legular, d) kepatuhan anak dapat mematuhi aturan dan tata tertip yang ada di sekolah, e) perilaku assertif anak di PAUD Harapan Bunda Purwosari dapat mengekspresikan dirinya di depan temannya tanpa adanya rasa malu. Sebagai bukti kompetensi sosial pendidik mempengaruhi penerapan komunikasi persuasif dalam proses pembelajaran adalah para pendidik telah memenuhi indikator kompetensi sosial.
Peran Orang tua pada Kegiatan Screen time Anak Usia Dini Nidaul Munafiah; Muhammad Abdul,Latif
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol 6 (2022): The 6th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua kalangan baik orang tua, anak muda sampai pada anak usia dini merasakan perkembangan teknologi yang terus berkembang. Untuk mencari segala informasi dengan mudah dapat ditemukan dengan teknologi. Anak usia dini lebih suka melakukan screen timedengan perangkat digital untuk belajar atau sekedar hiburan. Perlu adanya peran orang tua dalam kegiatan screen time anak usia dini sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh para ahli sehingga anak tidak kecanduan atau terkena dampak negatif dari pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner atau angket kepada orang tua TK A Nurul ImamIslamic School kecamatan Majalaya kabupaten Karawang. Tujuan penelitian ini untuk mendapat informasi mengenai peran orang tua dalam kegiatan screen time anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan semua orang tua memberikan waktu kepada anak untuk memanfaatkan teknologi digital dengan alasan untuk hiburan sampai pada untuk pembelajaran. Durasi screen time yang diberikan orang tua pada anak usia 4-5 tahun menunjukkan 40% screen time anak memiliki durasi 2 jam, 32% screen time berdurasi 1 jam, 24% menunjukkan durasi screen time < 1 jam dan 4% menunjukkan screen time anak berdurasi >3 jam. Dan peran orang tua dalam kegiatan screen time anak usia dini antara lain: melakukan pembatasan waktu screen time anak sesuai dengan kesepakatan waktu, 2) membatasi tontonan anak, 3) memberikan arahan tontonan atau game yang sebaiknya diakses, 4) mengajak anak melakukan kegiatan bersama, 5) Mengatur time off televisi atau perangkat digital lain, 6) mengajak anak bermain di luar, dan 7) memberikan teguran atau sanksi Ketika anak melakukan screen time melebihi batas kesepakatan
Pembelajaran Kolaboratif dalam Meningkatkan Kemampuan Belajar Matematika di Madrasah Aliyah Miftahul Jannah Selatbaru Kabupaten Bengkalis Ilmiah Sholihah, Oktaviani; Yusuf Muhtarom; Muhakkamah M. Ahdad
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol 6 (2022): The 6th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kolaboratif mayoritas dapat diterapkan pada semua jenis mata pelajaran yang diberikan dalam pendidikan di sekolah, salah satunya matematika. Sifat dasar matematika adalah perhitungan untuk memecahkan suatu masalah. Saat pandemi Covid- 19 proses pembelajaran masih dapat dilakukan secara online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pembelajaran kolaboratif untuk meningkatkan kemampuan belajar matematika semester genap selama pandemi covid-19 di MA Miftahul Jannah Selatbaru Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa MA Miftahul Jannah Selatbaru. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan teknik induktif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa. Berdasarkan pengamatan penulis bahwa dengan menggunakan teknologi siswa dengan mudah berbagi informasi dan membentuk komunitas belajar, berbagi pengalaman belajar dan saling berkolaborasi menemukan trik-trik baru menyelesaikan masalah matematika dari berbagai platform. Kemudian kegiatan yang bersifat kolaboratif juga akan mendorong motivasi dan semangat kompetitif dalam arti positif bagi siswa.
Relationship Between Smartphone Addiction and Emotional Dysregulation on Early Childhood Jhoni Warmansyah; Setri Monalisa; Khairunnisa Khairunnisa; Lailatul Fadillah; Afriyane Ismandela; Dinda Fatma, Nabila; Widya Putri, Pratiwi
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol 6 (2022): The 6th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One aspect that can affect emotion dysregulation is the smartphone addiction. This study aims todetermine the relationship between smartphone addiction with emotion dysregulation early childhood.This type of research uses a quantitative approach with correlational methods. The sampling techniqueused total sampling with 40 children. Data collection techniques using a questionnaire. The data analysistechnique uses the product-moment correlation test. Findings of this study show that there is arelationship between smartphone addiction with emotion dysregulation early childhood. Smartphoneaddiction has a positive relationship with emotional dysregulation in early childhood. Its mean, thehigher the smartphone addiction level in children, the higher the emotional dysregulation in earlychildhood.
Coding Kids Sebagai Langkah Pengembangan Literasi Digital Bagi Anak Usia Dini Eko Suhendro
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol 6 (2022): The 6th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai codding kids sebagai Langkah pengembangan literasi digital bagi anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif analisis. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis terhadap proses pembelajaran coding kids yang dilakukan kepada anak usia dini sebagai wujud pengembangan literasi di era digital. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni melakukan observasi disertai wawancara kepada guru yang mengajar coding kids bagi anak usia dini. Tujuan dilakukannya observasi adalah untuk mengetahui proses pembelajaran coding kids sebagai upaya pengembangan literasi digital.Hasil penelitian menyatakan bahwa Langkah pengembangan literasi digital bagi anak usia dini dapat dilakukan dengan implementasi codding kids dengan melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan dan tahap evaluasi. dengan program ini akan memberi ruang dan melatih anak dalam mengembangkan beberapa keterampilan dasar dalam teknologi sebagai dasar mengembangkan kemampuan literasi digital agar kelak mereka menjadi pribadi unggul yang siap bersaing di era serba teknologi ini
Best Practice Manajemen Ekstrakurikuler Literasi Anak dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini Syakuro, Moh. Abdan
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 7 (2023): The 7th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The decrease in children's learning interest is a problem that occurs within early childhood, thereby disrupting the learning comfort in school. This research aims to describe the best practices of children's literacy extracurricular management in enhancing the learning interest of early childhood. The research method employed is qualitative descriptive with a case study approach. The research subjects consist of four tutoring teachers, the head of the tutoring center, and seven tutoring participants aged 3-6 years. The data collection for this research utilizes interview, observation, and documentation methods. The research technique employs source triangulation and method triangulation. The results of this research indicate that the tutoring activities at Les Privat Kedatim provide significant benefits to the development of early childhood. Through tutoring, children enhance their learning motivation, acquire better repetition and understanding of teaching materials, and develop problem-solving skills. The comprehensive teaching materials cover all subjects taught in school and are delivered through various activities. The management of tutoring centers also plays a crucial role in the success of this program. Government support in the form of funding and facilities needs to be considered to enhance the institutionalization and sustainability of this program. Overall, tutoring at Les Privat Kedatim has a significant positive impact on learning motivation and early childhood development.
Game Edukatif: Aplikasi Quizizz Untuk Evaluasi Hasil Belajar Mahasiswa Terhadap Pemahaman Materi Pembelajaran Kamil, Nurhusni
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 7 (2023): The 7th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi pada pembelajaran sudah banyak ditemukan. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan saat ini adalah aplikasi quizizz. Kelebihan dari aplikasi ini adalah tampilan yang menarik karena fitur yang berwarna-warni tidak hanya itu saat membuat tugas pendidik dapat bebas memilih model tampilan yang akan digunakan. Selain itu ketika dalam pengerjaan aplikasi ini didukung oleh sound yang menyebabkan peserta didik tida jenuh saat menyelesaikan soal. Namun dibalik kelebihan tersebut, aplikasi ini juga mempunyai beberapa kekurangan seperti menggunakan jaringan internet yang stabil, kesempatan mengakses browser lain saat mengerjakan soal untuk mencari jawaban serta guru tidak mengawasi peserta didik secara langsung jika penugasan yang diberikan tidak pada satu tempat yang sama karena aplikasi ini bersifat online. Artinya dimana saja dan kapan saja aplikasi ini bisa diakses. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui apakah aplikasi quizizz dapat dijadikan sebagai bentuk bahan evaluasi belajar mahasiswa terhadap pemahaman materi pada mata kuliah sosial emosional. Tujuan dari artikel ini untuk mengetahui pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan yang dilakukan mulai dari bulan September sampai dengan November 2023 dengan tema pembelajaran berbeda setiap minggunya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta semester 3 menjadi peserta penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara,observasi dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini memiliki beberap implikasi pada tahap awal pemahaman mahasiswa terhadap materi pada mata kuliah Sosial Emosional Anak Usia Dini. Mahasiswa memahami materi yang telah dipelajari dibuktikan dengan perolehan skor yang terus meningkat secara meningkat pada setiap pertemuan. Meskipun pada pertemuan terakhir performa kelas sedikit terjadi penurunan yang disebabkan salah satu partisipan tidak dapat menyelesaikan soal hingga selesai dikarenakan terkendala sinyal.
Peran Guru di Sekolah dalam Perlindungan dan Kesejaheraan Anak Usia Dini Amalia, Nadia Farah
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 7 (2023): The 7th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesejahteraan adalah kondisi pada kebutuhan hidup seseorang bisa terpenuhi. Guru memiliki peran penting seperti melakukan perlindungan dan kesejahteraan anak saat berada disekolah. Terdapat upaya yang dilakukan oleh guru agar menjamin kesejahteraan anak yang menjadi aspek pada perkembangan dan pertumbuhannya. Di Indonesia pada kenyataanya terdapat kasus kesejahteraan ataupun kekerasaan saat disekolah. Adanya kekerasan tersebut berarti pada layananan kesejahteraan dan perlindungan anak sedang mengalami sebuah resiko yang tidak baik pada tumbuh kembang anak. Pemerintah juga sudah mulai melakukan upaya untuk menanggulangi permasalahan mengenai perlindungan dan kesejahteraan anak. Anak merupakan generasi masa depan yang harus lebih diperhatikan kesejahteraanya. Salah satu yang harus diperhatikan mengenai perlindungan dan kebutuhan hak anak dalam undang-undang perlindungan anak dijelaskan bagaimana cara kita memperlakukan anak agar hidup sejahtera, mendapat perlindungan dan pemenuhan dalam hidupnya. Oleh karena itu,peneliti melakukan penelitian tersebut untuk mengetahui terdapat regulasi terbaru dari pemerintah yang menjelaskan mengenai pembentukan Tim pencegahan kekerasan di sekolah yang sejalan dengan peran guru dalam upaya memberikan perlindungan dan kesejahteraan anak. Metode yang digunakan yaitu kualitatif. Hasilnya adalah peran guru di TK Wijaya Danu dalam melakukan perlindungan dan kesejahteraan anak saat disekolah sudah mulai diterapkan seperti membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang dalam pembentukannya melibatkan guru dan perwakilan dari orang tua, peran guru untuk meningkatkan kesejahteraan dengan memperhatikan kesehatan gizi, perkembangan kognitif, sosial emosional, lingkungan belajar yang aman dan kerja sama dengan orang tua dalam proses pendidikan. Peran guru dalam melakukan perlindungan bagi anak usia dini memastikan anak merasa sehat, aman, nyaman, dicintai, didukung serta merasa memiliki kesempatan untuk berkembang dengan optimal.
Parenting Patterns Ala Rasullulah SAW pada Perkembangan Anak Usia Dini dalam Era Digital Firdausy, Annisa Nur; Noormawanti, Noormawanti
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 7 (2023): The 7th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan sekolah pertama yang dimiliki oleh anak dalam awal pendidikan yang diterimanya. Setiap keluarga memiliki gaya atau pola pengasuhan dengan karakteristik yang berbeda beda sesuai dengan kemampuan orangtua. Parenting Patters atau disebut dengan pola pengasuhan,di setiap aspek-aspek perkembangan anak dalam pola pengasuhan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Di era digital saat ini, khususnya pada anak usia 3-6 tahun, pola asuh seringkali tercermin dalam penggunaan gadget sebagai respons cepat terhadap perilaku anak yang rewel atau menangis. Alasannya gadget yang diberikan kepada anak memberi respon anak seketika diam dan fokus terhadap gadgetnya. Akibat yang terjadi adalah akan menjadi suatu kemalasan secara intelektual dan minim interaksi sosial terhadap lingkungan sekitar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui parenting patters sesuai Rasullulah Saw terhadap perkembangan anak di era digital. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan tehnik pengumpulan informasi dari berbagai sumber yang tertulis. Berdasarkan hasil penelitian dari sumber yang didapat, ditarik kesimpulan bahwa Parenting Patters Ala Rasullulah dalam perkembangan anak di era digital adalah Pertama, sebelum usia anak memasuki 3 tahun dalam keterkaitanya dengan perkembangan anak. Kedua,sebelum anak memasuki usia 3 tahun, di dalam kandungan respon pertama anak adalah pendengaran. Ketiga, Memuliakan mereka dengan gelar. Nabi Muhammad adalah orang yang paling mulia akhlaknya.
Penerapan PAUD Inklusi dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama Anak Berkebutuhan Khusus Usia 5-6 Tahun di TK Islam Pembangunan Sapitri, Ayi; Hasanah, Hasanah
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 7 (2023): The 7th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap warga Negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali, begitu juga anak berkebutuhan khusus. Masyarakat sekitar masih banyak yang tidak peduli dan memperhatikan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus mengenai betapa pentingnya memberikan pendidikan akademik, jasmani, rohani, terlebih pendidikan agama pada anak berkebutuhan khusus. Permasalahan yang diangkat penelitian ini ialah kurangnya hak yang didapatkan anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam belajar dan kurangnya pemahaman anak berkebutuhan khusus mengenai agamanya. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber datanya adalah Kepala Sekolah, Guru kelas, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam menanamkan nilai-nilai agama di sekolah anak berkebutuhan khusus terlihat cukup baik dengan indikasi-indikasi anak mampu mengikuti kegiatan shalat dhuha meskipun belum tertib, mampu mengenal huruf hijaiyah dengan cukup baik, mampu menghafal surat pendek meskipun tidak sama targetnya dengan anak reguler. Faktor pendukung adanya shadow teacher dikelas, dukungan orang tua dan teman disekolah, dan menjalankan terapi secara rutin. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus dalam memahami suatu pelajaran, dan keterbatasan waktu disekolah.