cover
Contact Name
Prof. Dr. Rajab Ritonga, M.Si.
Contact Email
redaksi@pewarta.org
Phone
+62811133471
Journal Mail Official
redaksi@pewarta.org
Editorial Address
Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia Gedung Dewan Pers lt. 4 Jl. Kebon Sirih No. 34 Telp. 3453131; 3862041 Faks. 3453175
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pewarta Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26566893     DOI : https://doi.org/10.25008/jpi
Core Subject : Education, Social,
JURNAL PEWARTA INDONESIA adalah Open Journal berkala ilmiah, diterbitkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setiap bulan April dan Oktober tahun berjalan. Jurnal ini dikelola dengan prinsip peer-reviewed dan merupakan wadah bagi para wartawan, peneliti, dosen, serta para pemerhati media, ataupun jurnalisme untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian ataupun kajian teortis terkait media dan jurnalisme, ataupun ilmu komunikasi secara umum. Fokus terbitan Pewarta Indonesia adalah segala sesuatu yang terkait dengan media, baik media cetak, elektronik maupun siber, media sosial, termasuk juga media luar ruang. Penelitian yang terkait bidang ilmu komunikasi juga dimungkinkan sepanjang berisisan dengan media massa dalam arti luas (radio, televisi, suratkabar, film, ataupun buku).
Articles 179 Documents
Pembentukan Citra Kepemimpinan Digital: Analisis Retorika William Tanuwijaya di Podcast Deddy Corbuzier Aptalitha, Thenatha Lintang; Ahmad Toni
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.224

Abstract

Kepemimpinan merupakan bentuk pengaruh sosial yang kompleks dan menuntut kajian multidisipliner untuk memahaminya secara utuh. Dalam konteks ini, retorika menjadi aspek penting dalam membentuk citra kepemimpinan, terutama di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi retorika yang digunakan oleh William Tanuwijaya, pendiri dan CEO Tokopedia, dalam membangun citra sebagai pemimpin digital Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah metode analisis isi kualitatif dengan mengacu pada teori retorika Aristoteles, khususnya tiga elemen utama: ethos, logos, dan pathos. Data diperoleh dari transkrip percakapan dalam video podcast yang diunggah di YouTube melalui teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, William Tanuwijaya memanfaatkan ketiga aspek retorika tersebut secara seimbang, sehingga mampu membangun kredibilitas, menyampaikan pesan secara logis, dan menyentuh sisi emosional audiens. Strategi retorika ini tidak hanya memperkuat citra pribadinya sebagai pemimpin, tetapi juga menjadi model inspiratif dalam kepemimpinan digital di Indonesia.
Pemaknaan Nilai-Nilai Budaya Perusahaan Kompas Gramedia pada Generasi Z di Grid Network Anastasia Herawati; Muwarni, Endah; Rismi Juliadi
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.257

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses komunikasi budaya perusahaan dan pembentukan makna nilai-nilai budaya dalam konteks pekerjaan sehari-hari. Informan berjumlah enam orang, berusia 23-28 tahun, dan telah bekerja di Grid Network 3-6 tahun. Data dikumpulkan pada bulan September 2025, melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipasi, dan dokumen internal perusahaan. Data yang terkumpul ditranskip dan dilakukan pengkodean tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul, terkait pemaknaan nilai-nilai budaya perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya perusahaan 5C di Grid Network tidak dimaknai secara tunggal, melainkan dikonstruksikan melalui proses interaksi sosial yang berlangsung secara kontekstual dan berkelanjutan. Keberagaman pemaknaan nilai-nilai budaya perusahaan dipengaruhi oleh pengalaman kerja, komunikasi, relasi dengan atasan-rekan kerja, dan nilai personal karyawan. Penelitian ini menemukan pemaknaan baru terhadap nilai budaya perusahaan, yaitu Collaborative, yang dimaknai sebagai bagian penting dari praktik kerja dan interaksi sehari-hari. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi perusahaan dengan menekankan pentingnya proses internalisasi budaya dan perspektif interaksionisme simbolik dalam memahami pemaknaan nilai-nilai budaya perusahaan oleh Generasi Z.
Komunikasi Krisis Bawaslu pada Penundaan Pengumuman Hasil Seleksi Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Taufiq, Muhamad; Swarnawati, Aminah
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi krisis yang dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam menghadapi krisis reputasi akibat penundaan pengumuman hasil seleksi anggota Bawaslu Kabupaten/Kota periode 2023–2028. Krisis ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan persepsi negatif terhadap transparansi lembaga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dari W. Timothy Coombs sebagai kerangka analisis, penelitian ini menggali langkah komunikasi krisis yang ditempuh oleh Bawaslu untuk mempertahankan kredibilitasnya. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pejabat humas Bawaslu serta analisis dokumen dan publikasi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu menerapkan strategi komunikasi krisis adaptif dengan mengombinasikan pendekatan denial, diminishment, dan rebuilding. Bawaslu menegaskan alasan administratif dan teknis di balik penundaan, mengklarifikasi tanggung jawab lembaga, serta berupaya memulihkan kepercayaan publik melalui komunikasi terbuka dan berjenjang. Faktor penting dalam keberhasilan strategi ini adalah koordinasi internal, konsistensi pesan, serta keterbukaan informasi kepada publik. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip SCCT secara tepat dapat membantu lembaga publik mempertahankan reputasi dan legitimasi di tengah tekanan krisis.
Strategi Public Relations Berbasis CRM dalam Pemulihan Loyalitas Pelanggan di Kafe Box Koffies, Tangerang Nacita, Azizah; Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Public Relations berbasis Customer Relationship Management (CRM) dalam pemulihan loyalitas pelanggan pasca fluktuasi di Kafe Box Koffies, Ciledug, Tangerang. Fluktutuasi jumlah kunjungan pelanggan pada periode 203-2024 menunjukkan adanya ketidakstabilan loyalitas yang memerlukan strategi komunikasi dan hubungan pelanggan yang lebih terarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematik dengan mengacu pada komponen CRM. Hasil penelitian menunjukkan lima fokus utama strategi public relations, yaitu personalisasi pelanggan, database pelanggan, kualitas pelayanan, kualitas pelayanan, feedback pelanggan, dan segmentasi pelanggan. Meskipun penerapan CRM masih bersifat informal dan belum tersrtuktur secara sistematis, strategi tersebut terbukti mampu membangun kembali kepercayaan dan kedekatan emosional pelanggan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi public relations berbasis CRM berperan penting dalam pemulihan loyalitas pelanggan serta perlu didukung oleh pengelolaan database pelanggan yang lebih terintegrasi.
Pengaruh Citra Destinasi Wisata dan Pemasaran di Media Sosial Instagram terhadap Keputusan Kunjungan Wisatawan ke Taman Mini Indonesia Indah Khairuddin, Hafidh; Rajab Ritonga
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran melalui media sosial Instagram dan citra destinasi terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke Taman Mini Indonesia Indah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh dari 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form, kemudian dianalisis dengan metode regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra destinasi dan pemasaran melalui media sosial Instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,488 mengindikasikan bahwa kedua variabel independen tersebut mampu menjelaskan 48,8% variasi keputusan berkunjung wisatawan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi strategi pemasaran digital melalui Instagram serta penguatan citra destinasi merupakan upaya strategis dalam meningkatkan keputusan kunjungan wisatawan ke Taman Mini Indonesia Indah.
Strategi Storynomics Dalam Program Pemasaran Digital Kedai Kopi dan Teh Titilaras Melalui Platform Instagram Arienda, Muhammad Poetra; Tuti Widiastuti
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi Storynomics pada akun Instagram Kedai Kopi dan Teh Titilaras (@titilaras.solo) dalam membangun keterikatan audiens, serta mengukur efektivitasnya menggunakan model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori Paradigma Naratif Walter Fisher dan konsep Storynomics Robert McKee. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedai Titilaras menerapkan storynomics dengan mendekonstruksi fungsi akun bisnis menjadi sebuah “buku harian digital” yang menonjolkan narasi reflektif dan kekuatan visual fotografi jalanan (street photography). Strategi komunikasi naratif ini terbukti efektif memandu audiens melewati tahapan AIDA secara organik: menarik perhatian (Attention) melalui anomali visual, mempertahankan minat (Interest) melalui relevansi emosional narasi, memicu hasrat (Desire) dengan mengubah komoditas menjadi pengalaman, dan mendorong tindakan (Action) melalui curiosity gap (celah keingintahuan) akibat ketiadaan informasi harga secara eksplisit. Kesimpulannya, penerapan storynomics berhasil menjadi strategi diferensiasi yang kuat bagi UMKM untuk menciptakan ikatan emosional jangka panjang dengan konsumen.
Strategi Komunikasi Intergenerasional dalam Membangun Kohesi Sosial Generasi Millenial, Z dan Alpha A.A Aditya Kusuma Patera; Limarandani, Ni Putu
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi intergenerasional dalam membangun kohesi sosial antara Generasi Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha. Perbedaan karakteristik, pola komunikasi, serta preferensi media di setiap generasi seringkali memunculkan kesenjangan pemahaman yang berpotensi menghambat terciptanya kohesi sosial. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang adaptif, inklusif, dan partisipatif guna memperkuat hubungan antar generasi di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tiga narasumber yang merepresentasikan masing-masing generasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang efektif dalam membangun kohesi sosial meliputi: (1) penggunaan media digital sebagai ruang dialog lintas generasi, (2) pendekatan empatik dan kesetaraan dalam komunikasi interpersonal, (3) pemanfaatan storytelling dan konten visual yang relevan dengan karakteristik generasi muda, serta (4) penguatan nilai toleransi dan kolaborasi dalam lingkungan keluarga dan pendidikan. Generasi Milenial berperan sebagai jembatan komunikasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, Generasi Z menunjukkan kecenderungan komunikasi yang cepat, terbuka, dan berbasis digital, sedangkan Generasi Alpha lebih responsif terhadap komunikasi visual-interaktif dan pembelajaran berbasis teknologi dengan kajian komunikasi lintas generasi yang menekankan pentingnya adaptasi pesan, pemilihan media, serta pembangunan empati sosial dalam menciptakan kohesi sosial dengan strategi komunikasi yang tepat, perbedaan generasi tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas dan integrasi sosial di masyarakat.
Peran Fitur Monetisasi Facebook dalam Mentransformasi Ibu Rumah Tangga Menjadi Konten Kreator Anjani, Rida; Reza Ardian Hidayat
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.280

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah posisi pengguna dari konsumen pasif menjadi produsen konten aktif (prosumer), terutama melalui kehadiran fitur monetisasi platform. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fitur monetisasi Facebook dalam mentransformasi peran ibu rumah tangga (IRT) dari pengguna konsumtif menjadi konten kreator, serta menjelaskan perubahan ekologi media Facebook yang mendukung transformasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat IRT yang telah memonetisasi akun Facebook serta observasi terhadap aktivitas konten pada akun mereka. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur monetisasi seperti Iklan Reels, Bonus, Bintang, dan Langganan berperan sebagai pemicu transformasi karena menghadirkan insentif ekonomi, orientasi produksi konten, serta pola interaksi baru dengan audiens. Selain itu, kehadiran dasbor profesional, data analitik, alat kreator, dan komunitas sesama kreator mempercepat pembentukan keterampilan digital IRT. Temuan ini menegaskan bahwa Facebook tidak hanya berfungsi sebagai saluran komunikasi, tetapi sebagai lingkungan media yang membentuk perilaku, strategi, dan relasi sosial- ekonomi penggunanya. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat relevansi perspektif ekologi media dalam membaca transformasi peran pengguna pada platform digital. Secara praktis, temuan ini menunjukkan potensi media sosial sebagai ruang pemberdayaan ekonomi bagi perempuan di ranah domestik.
Analisis Multimodal dan Resepsi Khalayak Poster Digital Boikot Produk Terafiliasi Israel Fakhrullah, Andi; Yuliarti, Dwi Arini
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v8i1.299

Abstract

Penelitian ini menelaah peran poster digital sebagai medium kampanye boikot produk terafiliasi Israel di Instagram. Fokus kajian diarahkan pada karya visual seniman Amal Jamaludin untuk mengungkap bagaimana pesan dibangun (encoding) dan dimaknai khalayak (decoding). Metode kualitatif dengan strategi triangulasi digunakan, menggabungkan Analisis Wacana Multimodal Kress dan van Leeuwen melalui konsep Information Value, Salience, dan Framing untuk mengurai strategi visual. Selain itu, Teori Resepsi Khalayak Stuart Hall diterapkan guna memetakan posisi pembacaan audiens (dominan, negosiasi, oposisi) melalui diskusi kelompok terpumpun. Hasil penelitian menunjukkan, poster pertama yang menggunakan metafora universal (Jenga) berhasil menciptakan hegemoni makna (Dominant-Hegemonic), di mana khalayak menginternalisasi logika kausalitas ekonomi secara mutlak. Sebaliknya, poster kedua yang menggunakan provokasi afektif melalui simbol tabu (babi dan anjing) memicu disonansi kognitif, sehingga mayoritas audiens berada pada posisi Negotiated Code akibat penolakan terhadap logika penyampaian pesan. Temuan juga menyingkap paradoks aktivisme digital, di mana persetujuan ideologis di ruang virtual sering gagal bertransformasi menjadi tindakan material konsisten akibat hambatan rasionalitas ekonomi pasar (slacktivism). Secara teoretis, kajian ini memperluas model analisis terpadu poster digital dalam media baru. Secara praktis dan sosial, temuan ini menjadi rujukan bagi penyusunan kampanye persuasif serta mendorong peningkatan literasi media agar audiens lebih kritis terhadap konstruksi pesan.