cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS GIRIAN WERU KOTA BITUNG Damaris, Damaris; Fatimawali, Fatimawali; Umboh, Adrian; Surya, Welong S.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26879

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan beban kerja Terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Girian Weru Kota Bitung secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan melalui cara survei analitik kuantitatif, menggunakan regresi linear berganda yang dilaksanakan bulan September 2023-Maret 2024 di Puskesmas Girian Weru Kota Bitung. Sampel penelitian ialah total populasi dan instrumen penelitian ialah kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data pada penelitian ini yaitu regresi berganda dengan uji t (parsial), uji F (simultan), dan koefisien determinasi R square. Hasil penelitian berupa distribusi responden jenis kelamin laki-laki (18,03%) perempuan (81,97%). Berdasarkan usia, 25-35 tahun (47,54%), 36-45 tahun (27,87%) dan 46-55 tahun (24,59%). Berdasarkan jenjang pendidikan menunjukkan bahwa tidak ada responden yang memiliki pendidikan strata dua, sisanya strata satu (24,59%) diploma tiga (70,49%) dan SMA sederajat (4,92%). Hasil uji normalitas menunjukkan data terdistribusi normal. Hasil analisis Uji t menunjukkan gaya kepemimpinan nilai sig. 0,000 < 0,05 (X1) dan beban kerja (X2) 0,003 < 0,05 artinya berpengaruh Terhadap kinerja (Y). Hasil uji F menunjukkan nilai sig. 0,000 < 0,05 dan nilai F 35,755 yang secara bersama-sama berpengaruh Terhadap kinerja. Uji koefisien determinasi nilai R Square sebesar 0,552 atau 55,2%. Simpulan dari penelitian ini, bahwa gaya kepemimpinan dan beban kerja berpengaruh Terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Girian Weru Kota Bitung. Gaya kepemimpinan yang baik akan meningkatkan kinerja, begitu juga dengan pengelolaan beban kerja yang terkontrol. Gaya kepemimpinan yang baik dapat menginspirasi dan memotivasi pegawai, sementara beban kerja yang sesuai dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas.
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMPIMPINAN DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Naray, Gueen L. G.; Posangi, Jimmy; Fatimawali, Fatimawali; Surya, Welong S.; Rombot, Dina V.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26880

Abstract

Pegawai adalah aset utama dalam organisasi dan diharapkan setiap pegawai menghasilkan kinerja yang dapat menunjang tercapainya tujuan organisasi. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai seperti gaya kepemimpinan dan beban kerja pegawai. Tujuan  penelitian, adalah untuk mengetahui analisis pengaruh gaya kepemimpinan dan beban kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi cross sectional, sampel berjumlah 35 responden, teknik pengambilan sampel total sampling di Puskesmas Belang. Pengolahan data menggunakan uji Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunujukkan karakteristik responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 5 orang (14%) dan perempuan sebanyak 30 orang (86%), usia 25-35 tahun 10 orang (29%), 36-45 tahun 19 orang (54%), 46-55 tahun 6 orang (17%), jenjang Pendidikan S1 13 orang (37%), D3 21 orang (60%), SMA 1 orang (3%) variabel gaya kepemimpinan rata-rata 58,03, variabel beban kerja rata-rata 42,51, dan variabel kinerja rata-rata 61,49. Hasil uji regresi linier berganda menegaskan ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja nilai sig 0,029 (< 0,05), ada pengaruh beban kerja terhadap kinerja nilai sig 0,027 (< 0,05), dan ada hubungan secara simultan gaya kepemimpinan dan beban kerja terhadap kinerja 0,019 (< 0,05). Sebaiknya puskesmas melakukan evaluasi terhadap gaya kepemimpinan kepala Puskesmas dan juga beban kerja yang diberikan kepada pegawai sehingga kinerja pegawai bisa maksimal.
DINAMIKA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENEMPATAN TENAGA KESEHATAN DI DAERAH TERPENCIL: TANTANGAN DAN REALITAS LAPANGAN Pomeo, Wilem Reinhart Ridolof; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26883

Abstract

Penempatan tenaga kesehatan di daerah terpencil merupakan tantangan tersendiri dalam pembangunan kesehatan di berbagai negara. Tulisan ini menyajikan analisis mendalam mengenai implementasi kebijakan penempatan tenaga kesehatan di daerah terpencil, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberhasilannya. Tantangan utama yang dihadapi meliputi akses terhadap infrastruktur, kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai, dan kesenjangan dalam distribusi tenaga kesehatan. Dinamika implementasi kebijakan ini berbeda antara negara berkembang dan negara maju, dimana negara berkembang cenderung mengalami kendala lebih besar dalam hal sumber daya dan keuangan. Meskipun demikian, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penempatan tenaga kesehatan di daerah terpencil, termasuk program insentif, pelatihan, dan dukungan infrastruktur. Evaluasi terhadap upaya-upaya tersebut memberikan wawasan yang berharga untuk perbaikan lebih lanjut dalam implementasi kebijakan. Dengan memperhatikan faktor-faktor kunci dan evaluasi yang cermat, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah terpencil.
KARAKTERISTIK KEJADIAN MATI MENDADAK PADA USIA MUDA : LITERATURE REVIEW Damayanti, Andi Azizah; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Nur, Muh Jabal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26891

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kematian mendadak mengacu pada kematian yang terjadi dalam waktu 24 jam setelah timbulnya gejala, namun dalam beberapa kasus forensik, sebagian besar kematian mendadak terjadi dalam beberapa menit atau bahkan detik setelah gejala pertama muncul. Kematian jantung mendadak dapat terjadi pada  semua kelompok umur, termasuk orang muda. Kematian mendadak pada usia muda selalu merupakan salah satu  peristiwa tragis dan menyedihkan bagi keluarga dan masyarakat pada umumnya, sebab biasanya terjadi pada orang yang tampaknya sehat. Tujuan dari tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui karakteristi kejadian mati mendadak pada usia muda. Menggunakan Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Literature Review atau tinjauan pustaka. Kata kunci yang digunakan adalah “mati mendadak, “usia muda”. Telusuri Internet untuk artikel penelitian ini dilakukan melalui dengan mengakses seperti Google Scholar, Pubmed, dan ScienceDirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 jurnal meunjukkan bahwa kematian mendadak dapat terjadi pada segala usia. Namun pada usia muda kejadian paling banyak ditemukan yaitu pada kategori umur produktif yakni 25-35 tahun. Dimana laki-laki memiliki tingkat kejadian mati mendadak yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi perempuan yang sesuai usia. Dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kematian mendadak adalah akibat kardiovaskular.
STUDY EKSPLORATIF PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA A'yuni, Qurrata; Lastri, Surna; Hasnur, Hanifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27080

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pelaksanaan program Imunisasi Dasar Lengkap di Puskesmas Ulim Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2023.Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada tanggal 14-20 Oktober tahun 2023 dengan jumlah informan 21 orang. Data utama penelitian ini adalah data primer dilengkapi dengan data sekunder. Data sekunder di ambil dari Puskesmas Ulim. Data primer didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview) kepada Kepala Puskesmas, Kepala Program Imunisasi Puskesmas Ulim, Bidan Desa, Kader Posyandu, Ibu yang tidak membawa dan Ibu yang membawa anak ke posyandu, dianalisis menggunakan metode eksploratif dengan membandingkan informasi berdasarkan tinjauan pustaka (normatif) dengan fakta yang ditemukan dilapangan (empiris), sehingga akan diketahui dimana letak kesenjangannya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat Kebijakan khusus dalam Pelaksanaan Program Imunisasi Dasar, pendanaan kegiatan Pelaksanaan Program Imunisasi Dasar Lengkap berasal dari dana BOK dan JKN, sarana, prasarana, dan peralatan yang terdapat sudah baik dan mumpuni, namun perlu di tingkatkan lagi untuk fungsi dan kegunaannya. Pelaksanaan program IDL sudah terstruktur dengan baik, tetapi belum maksimal dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak bersedia untuk membiarkan anaknya di Imunisasi dengan berbagai macam alasan seperti : kesibukan dalam bekerja, tidak mendapat dukungan dari suami, terpengaruhi isu imunisasi haram, merasa imunisasi tidak penting. Saran pada penelitian ini kepada pihak Puskesmas Ulim agar dapat meningkatkan Pelaksanaan Program Imunisasi Dasar Lengkap khususnya pada penyuluhan tentang imunisasi dasar lengkap, penambahan jumlah petugas imunisasi yang berkompeten khususnya dalam tim Program peningkatan cakupan IDL agar memadai dan fokus dalam Pencapaian IDL diwilayah kerja Puskesmas Ulim.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA SISWA SMK NEGERI 1 GUNUNG MERIAH KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL TAHUN 2022 Fujianthi, Fujianthi; Azwar, Eddy; Ali amin, Fauzi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27132

Abstract

Perilaku seksual pada remaja dapat diwujudkan dalam tingkah laku yang bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik, berkencan, berpegangan tangan, mencium pipi, berpelukan, mencium bibir, memegang buah dada di atas baju, memegang buah dada di balik baju, memegang alat kelamin di atas baju, memegang alat kelamin di bawah baju, dan melakukan senggama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-Faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada Siswa SMK Negeri 1 Gunung Meriah Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain penelitian crosssection. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Gunung Meriah Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2022. Populasi penelitian ini remaja yang bersekolah di SMK Negeri 1 Gunung Meriah dari kelas 10 hingga 12 dengan jumlah total 490 siswa, dengan sampel sebanyak 58 orang siswa. Data diolah dengan menggunakan analisis uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan hasil analisis hubungan menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan perilaku seksual beresiko pada remaja siswa SMK Negeri 1 Gunung Meriah Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2022 dengan uji statistic Chi-Square diperoleh nilai ?=0,003 ?< ? 0,05. Karakteristik responden, pengetahuan kesehatan seksual dan sikap terhadap berbagai perilaku seksual dengan uji statistic Chi-Square diperoleh nilai ?=0,003 ?< ? 0,05. Tidak ada hubungan teman sebaya dengan perilaku beresiko pada remaja siswa SMK Negeri 1 Gunung Meriah Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2022, meliputi, frekuensi pertemuan dengan pacar, usia pacaran dan paparan terhadap media ha ini v dikarenakan uji statistic Chi-Square diperoleh nilai ?=0,961 ?> ? 0,05. Saran dalam penelitian ini adalah di sarankan agar peran sekolah yang dirasakan remaja sebagai penyedia informasi kespro, Kementerian kesehatan sebagai perancang regulasi dan program hendaknya membuat regulasi dan program intervensi yang dapat mengatasi masalah terkait perilaku seksual remaja
TATALAKSANA PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PASIEN ANAK DENGAN SINDROM NEFROTIK RESISTEN STEROID Ardiansyah, Miko; Muniroh, Lailatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27196

Abstract

Sindrom nefrotik merupakan salah satu sindrom yang ditandai adanya kelainan pada ginjal sehingga memerlukan asuhan gizi guna menurunkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi tatalaksana proses asuhan gizi terstandar pada pasien anak sindrom nefrotik resisten steroid, syok hipovolemik, vomiting, gastroenteritis, leukositosis, trombositosis, acute kidney injury (AKI), hiperuricemia, hipoalbumin, hiponatremia, dan asidosis metabolik. Studi kasus ini dilakukan di RS X berlokasi di Surabaya selama tiga hari pada 26 Oktober-28 Oktober 2023. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan desain observasional analitik. Tatalaksana asuhan gizi yang dilakukan meliputi asesmen, diagnosis gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi. Data yang diperoleh saat asesmen serta monitoring evaluasi berupa data asupan makan, hasil pengukuran antropometri, hasil pemeriksaan biokimia, dan hasil pemeriksaan fisik klinis yang didapatkan melalui wawancara dan data rekam medis pasien. Kemudian, data dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah pengamatan selama tiga hari menunjukkan bahwa asupan pasien belum memenuhi target asupan yang diberikan, hasil pemeriksaan biokimia menunjukkan mayoritas parameter terjadi penurunan menuju nilai normal apabila dibandingkan dengan hasil pemeriksaan biokimia saat dilakukan asesmen, hasil pemeriksaan fisik klinis pasien menunjukkan perbaikan meskipun masih terjadi penumpukan cairan di seluruh tubuh. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil tatalaksana proses asuhan gizi terstandar mampu membantu memperbaiki kondisi pasien meskipun belum memenuhi target yang ditetapkan. Dengan demikian, perlu dilakukannya pengkajian gizi secara berulang sesuai dengan hasil pemantauan kondisi pasien untuk memberikan asupan makanan yang sesuai sehingga memaksimalkan asupan pasien.
GAMBARAN PASIEN GAGAL JANTUNG YANG DIRAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ROYAL TARUMA JAKARTA BARAT Angelia, Dea; Ariwibowo, David Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27308

Abstract

Gagal jantung merupakan sindroma atau gejala klinis yang ditandai dengan sesak napas, kelelahan yang dapat disertai dengan meningkatnya tekanan vena jugular dan edema perifer yang disebabkan gangguan struktural dan atau fungsional yang menyebabkan penurunan cardiac output atau peningkatan intrakardiak saat istirahat maupun beraktivitas. Karakteristik pasien gagal jantung gagal jantung berkaitan dengan faktor risiko terjadinya gagal jantung. Faktor yang mempengaruhi antara lain jenis kelamin, usia, riwayat merokok, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia. Perbedaan karakteristik tersebut bisa menjadi alasan mengapa dampak pengobatan yang diberikan kepada pasien tersebut memiliki efektifitas yang berbeda. Faktor risiko berkaitan dengan kejadian gagal jantung, berperan besar dalam karakteristik yang muncul pada pasien yaitu semakin tinggi faktor risiko yang dialami oleh pasien, maka semakin rentan mereka terkena gagal jantung. Setelah mendapat perawatan di rumah sakit dan berhasil mengontrol gagal jantungnya, pasien masih mungkin mengalami kekambuhan gagal jantung jika tidak mematuhi terapi yang dianjurkan, seperti tidak mengikuti pengobatan secara benar, melanggar pembatasan diet, tidak mematuhi tindak lanjut medis, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan, dan tidak mengenali gejala kekambuhan. Berdasarkan proses pengambilan data dilakukan di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat, ditemukan 68.6% pasien gagal jantung adalah laki-laki dan 31.4% pasien dengan gagal jantung adalah perempuan. Rata-rata usia pasien dengan gagal jantung adalah 62.29 (standar deviasi 11,84). Peneliti juga menemukan bahwa terdapat 2% pasien mempunyai riwayat penyakit komorbid anemia dan 100% pasien yang patuh dalam mengikuti terapi pengobatannya. Diharapkan untuk para pasien agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang resiko maupun faktor pencetus terjadinya gagal jantung sehingga tidak terjadi kekambuhan.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN MEDIA BOOKLET TENTANG STUNTING Darmin, Darmin; Khatimah, Nur Husnul; Iksan, Muammar; Alkhair, Alkhair; Avila, Dea Zara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27336

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.Salah satu faktor yang behubungan dengan kejadian stunting dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu. Tujuan Penelitan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu balita sebelum dan sesudah menggunakan media booklet tentang stunting di Desa Mbawi. Jenis penelitian adalah kuantitatif metode analitik dengan design Eksperimen semu (Quasi Eksperimen). Pendekatan yang digunakan adalah One Group Pretest-Postest uji yang digunakan adalaha Uji T- Dependent. Populasi dalam penelitian seluruh ibu balita yang berada di Desa Mbawi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling sebanyak 50 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan booklet. Tehnik analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan Rata-rata nilai pre post pengetahuan ibu balita tentang Stunting sebelum diberikan media Booklet yaitu 0,440 dengan standar deviasi 0,501, Hasil penelitian menunjukan nilai p value sebesar 0.000 <? (0.05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai pengetahuan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan media Booklet. Sedangkan rata-rata nilai pre post sikap ibu balita tentang Stunting sesudah diberikan media Booklet yaitu 0,240 dengan standar deviasi 0,555, serta p value 0.004 >? (0.05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai sikap ibu balita sebelum dan sesudah diberikan media Booklet. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita agar melakukan perilaku pencegahan Stunting melalui kegiatan peningkatan pencarian informasi kesehatan melalui kegiatan seminar, penyuluhan, serta memanfaatkan media promosi kesehatan.
DETERMINAN BERAT BADAN LAHIR TERHADAP PREVALENSI UNDERWEIGHT PADA ANAK BALITA UMUR 12-59 BULAN DI DESA KARAMPI KECAMATAN LANGGUDU KABUPATEN BIMA Firmansyah, Muhd.; Noris, M.; Malik Darmin Asri, Abdul; Gloria Tutu, Christien; Darmin, Darmin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27340

Abstract

Underweight masih menjadi permasalahan di Indonesia.  Underweight merupakan masalah gizi multidimensi yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Underweight akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan serta dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian anak. Lokasi penelitian yaitu di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Waktu penelitian dilakukan pada bulan januari sampai april tahun 2024. Metode penelitian kualitatif desain Observational Analytic dengan rancang bangun Cross-Sectional. Populasi sebanyak 244 orang Anak Balita Umur 12-59 Bulan di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Sampel menggunakan teknik total sampling. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Pengolahan data berupa penyuntingan data (editing), pengkodean data (coding) dan memasukkan data (entri data). Analisis data menggunakan univariat, bivariat dan chi-square test. Variabel independen yaitu berat badan lahir,  sementara variabel dependen adalah prevalensi underweight anak balita umur 12-59 bulan. Distribusi berat badan lahir anak balita umur 12-59 bulan sebagian besar < 2500 gr yaitu 0.4%, sedangkan distribusi tinggi badan lahir anak balita umur 12-59 bulan Sebagian besar < 48 cm yaitu sebesar 3.7%. sedangklan hasil distribusi prevalensi Underweight anak balita umur 12-59 bulan sebagian besar berat badan normal < 48 cm yaitu 11.1%. Berat badan lahir < 2500 gr dengan prevalensi underweight sebagian besar memiliki berat badan normal yaitu 0.4 % berdasarkan hasil chi square test terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan prevalensi underweight dengan nilai signifikansi 0.045.