cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN TINGKAT STRESS TERHADAP HIPERMESIS GRAVIDARIUM PADA IBU HAMIL Syamsuryanita, Syamsuryanita; Ikawati, Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.17163

Abstract

Pada awal kehamilan, sering terjadi keluhan berupa mual dan muntah, namun beberapa kondisi mual dan muntah terjadi secara berlebihan dan menganggu aktivitas ibu di sebut hiperemesis gravidarum. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini yaitu salah satu nya psikologis. Faktor psikologis berupa stres dianggap berperan penting sebagai penyebab terjadinya hiperemesis gravidarum. Faktor tersebut dapat datang baik dari luar maupun dalam ibu itu sendiri. Hiperemesis gravidarum juga rentan terjadi pada ibu yang baru pertama mengalami kehamilan atau yang biasa disebut primigravida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hiperemesis gravidarum. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas kassi - kassi makassar. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode cross sectional. Popolasi penelitian yaitu ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas kassi - kassi makassar sebanyak 54 responden. Sampel penelitian yang di dapatkan sebanyak 30 responden. Sampel tersebut di tentukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menggunakan uji Mann-Whitney, dan di peroleh ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada primigravida ( p-value=0,001). berdasarkan hasil ini maka di perluhkan adanya konseling untuk primigravida, agar mampu beradaptasi serta dapat mempersiapkan kehamilannya.
PELUANG EFISIENSI LAYANAN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT TIPE C DENGAN SISTEM PEMBAYARAN JKN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Rismawan, Iwan; Renaningtyas, Nidia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17226

Abstract

Prevalensi Penyakit Ginjal Kronis (PGK) meningkat setiap tahunnya, membuat pelayanan hemodialisis di rumah sakit, terutama bagi pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sangat penting. Namun, terdapat tantangan dalam kualitas dan efisiensi layanan hemodialisis, khususnya di rumah sakit tipe C. Evaluasi dan pengoptimalan proses layanan, penyesuaian standar pelayanan, serta strategi pengelolaan biaya efektif diperlukan untuk memastikan pasien JKN mendapat perawatan optimal tanpa mengorbankan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis guna mengidentifikasi peluang efisiensi yang dapat diterapkan dalam konteks tersebut. Metode penelitian ini melibatkan pencarian artikel ilmiah terkait menggunakan basis data yang relevan, termasuk Google Scholar dan Publish or Perish, dengan menggunakan kombinasi kata kunci yang sesuai. Artikel-artikel yang relevan kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan Temuan utama mencakup perbedaan biaya dan efisiensi antar RS, pengaruh JKN terhadap aksesibilitas layanan, serta potensi strategi untuk meningkatkan efisiensi, seperti implementasi lean dan pengembangan sistem informasi. Selain itu, penggunaan metode Activity Based Costing (ABC) juga disorot sebagai alat untuk mengidentifikasi dan mengelola biaya dengan lebih akurat. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya efisiensi dalam pengelolaan biaya HD untuk memastikan layanan kesehatan berkualitas dan berkelanjutan, terutama dalam konteks JKN. Langkah-langkah peningkatan efisiensi layanan hemodialisis di rumah sakit meliputi implementasi strategi Lean, pengembangan sistem informasi terintegrasi, dan penerapan metode ABC untuk memastikan penggunaan sumber daya yang optimal dan meningkatkan kualitas serta aksesibilitas layanan kesehatan bagi pasien.
RANGE OF MOTION PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG Ginanjar, Rizal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.17601

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi dengan angka kejadia 85% dari penderita stroke. Penyakit stroke non hemoragik ini timbul karena adanya penimbunan plak atau lemak pada pembuluh darah sehingga mengakibatkan terhambatnya aliran darah ke otak dan mengakibatkan iskemia jaringan otak serta kerusakan jaringan neuron di sekitarnya karena hipoksia dan anoksia. Pada penderita stroke non hemoragik yang tidak segera mendapat penanganan medis dapat menyebabkan gangguan mobilitas fisik. Salah satu penyebab gangguan mobilitas fisik yaitu penurunan kekuatan otot. Upaya untuk meningkatkan kekuatan otot yaitu ROM (Range of Motion) bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot sehingga tidak terjadi kekakuan otot.Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kasus. Subjek yang digunakan yaitu 2 pasien stroke non hemoragik di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan selama 5 x 24 jam pada kedua pasien didapatkan hasil yaitu pada pasien 1 terjadi peningkatan 1 tingkat pada pergerakan ektremitas kanan atas dan bawah, sehingga masalah gangguan mobilitas fisik teratasi dan pasien 2 terjadi peningkatan 1 tingkat pada pergerakan ektremitas kiri atas dan peningkatan 2 tingkat untuk ekstremitas kiri bawah , sehingga masalah gangguan mobilitas fisik teratasi. Hasil evaluasi yang diperoleh selama 5 x 24 jam pada pasien 1 dan pasien 2, range of motion dapat meningkatkan kekuatan otot.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KABUPATEN MINAHASA Pratasik, Juwitly Yensy; Pertiwi, Junita Maja; Nelwan, Jeini Ester
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.18164

Abstract

Penyakit tidak Menular (PTM) merupakan problem kesehatan global dan Indonesia. Angka kematian karena PTM sebesar 72,3%, diatas angka rata-rata kematian PTM di negera-negara Asia Tenggara sebesar 70%. Diantara upaya pengendalian PTM di Indonesia yaitu melalui deteksi dini kasus PTM melalui Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). Namun data yang diperoleh di Kabupaten Minahasa menunjukkan bahwa tidak semua masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan masyarakat di posbindu tahun 2022 sebanyak 19.060 orang (18,1%) dari sasaran deteksi dini 104.974 orang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalilis faktor-faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan Posbindu PTM di Puskesmas Koya Kab. Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Penelitian ini dilakukan di 17 Posbindu yang ada di Puskesmas Koya Kabupaten Minahasa pada bulan November-Desember 2023. Total sampel yang dipilih banyaknya 175 orang. Teknik pengambilan sampel memakai teknik Accidental Sampling. Variabel penelitian yakni pengetahuan, sikap, dorongan tenaga kesehatan, jarak tempuh, dorongan keluarga, dorongan kader dan pemanfaatan Posbindu PTM. Instrumen Penelitian yaitu kuesioner diambil dari penelitian sebelumnya oleh Sri Natalia Ginting (2019). Analisis data secara bivariat memakai uji Chi Kuadrat. Hasil penelitian ini menerangkan bahwasanya ada hubungan signifikan diantara pengetahuan (p < 0.001), sikap (p < 0.001), dorongan tenaga kesehatan (p = 0.027) dan dorongan kader kesehatan dengan pemanfaatan Posbindu PTM (p < 0.001). Kesimpulan penelitian ini yaitu pengetahuan, sikap, dorongan tenaga kesehatan dan dorongan kader kesehatan merupakan faktor-faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan Posbindu PTM di Puskesmas Koya Kab. Minahasa.
PENGARUH PENYULUHAN MENGGUNAKAN MEDIA WHATSAPP TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK SADARI Anggraini, Arie; Nugraheny, Esti; Kasjono, Heru Subaris
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.18554

Abstract

Menurut WHO angka kematian disebabkan oleh kanker payudara yaitu sebesar 12,9%. DIY adalah provinsi dengan angka kejadian terbanyak di Indonesia sebesar 2,4%. Deteksi dini kanker payudara sangat berguna untuk mencegah penyakit kanker payudara, salah satunya dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Tujuan untuk menganalisis penyuluhan menggunakan media Whatsapp terhadap pengetahuan, sikap dan praktik SADARI pada remaja putri. Jenis penelitian quasi eksperimen, desain pretest- posttest with control group. Populasi 384 remaja putri, Sampel minimal 95 remaja putri, tekhnik sampel proportionate stratified random sampling. Kelompok eksperimen (Whatsapp) 98 responden dan kontrol (leaflet) 97 responden. Instrument penelitian, Whatsapp, kuesioner, SOP SADARI, leaflet. Analisis data dengan t-test dan Mancova. Sebagian besar responden berusia 14 tahun sebanyak 49 responden (50%), selisih pengetahuan pada kelompok Whatsapp 35,31±15,10 pada kelompok leaflet 22,06±14,71, t-hit=6,2, Lower=9,03 Upper=17,45 p-value=0,000. Selisih sikap pada kelompok Whatsapp 53,77±7,49 pada kelompok leaflet 12,18±7,05 t-hit=39,8, lower=39,53 Upper=43,64 p-value=0,000. Selisih praktik pada kelompok Whatsapp 63,94±10,60 pada kelompok leaflet 45,47±9,57 t-hit=12,7, lower=15,62 Upper=21,32 p-value=0,000. Tidak ada pengaruh variabel luar (pengaruh orang lain dan media massa) terhadap pengetahuan, sikap dan praktik SADARI p-value >0,000. Whatsapp lebih efektif mempengaruhi pengetahuan, sikap dan praktik SADARI dibandingkan leaflet.
HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DAN KEJADIAN PERDARAHAN PASCA SALIN DI RSUD BAHTERAMAS Sianturi, Cantika Salsabila Qatrunada; Susanto, Ricky
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.19690

Abstract

Di Indonesia, perdarahan pasca salin masih menjadi penyebab utama kematian maternal. Preeklampsia merupakan penyakit dengan tanda – tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang muncul saat kehamilan. Preeklampsia umunya terjadi pada kehamilan trismester ketiga dan dikaitkan menjadi penyebab perdarahan pasca salin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara preeklampsia dengan kejadian perdarahan pasca salin di RSUD Bahteramas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Bahteramas pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 dengan jumlah responden sebanyak 192 data rekam medis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data rekam medis yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian adalah Ibu bersalin yang mengalami kejadian preeklampsia di RSUD Bahteramas sebanyak 158 orang (82,3%), Ibu bersalin yang mengalami kejadian perdarahan pascasalin di RSUD Bahteramas sebanyak 43 orang (22,4%). Pada uji chi – square antara preeklampsia dengan perdarahan pasca salin diperoleh nilai p value 0,00 yang artinya terdapat hubungan bermakna antara preeklampsia dengan perdarahan pascasalin di RSUD Bahteramas.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS PADA KARYAWAN PT. SAMUDRA MANDIRI SENTOSA BITUNG Kromo, Lucky; Umboh, Adrian; Manampiring, Aaltje E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.20257

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronik telah menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi dan kematian yang meningkat. PTM menyumbang 71% kematian pada 2014, dengan faktor risiko utama seperti merokok, konsumsi alkohol, pola makan buruk, dan kurang aktivitas fisik. Pemerintah telah melakukan upaya pencegahan, namun belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang fokus pada faktor risiko hipertensi dan diabetes mellitus di kalangan karyawan PT.. Samudra Mandiri Sentosa Bitung, melibatkan 133 responden berusia di atas 40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi garam lebih dari satu sendok teh per hari signifikan sebagai faktor risiko hipertensi. Faktor risiko diabetes mellitus meliputi pengetahuan tentang DM, riwayat keluarga, dan aktivitas fisik, dengan pengetahuan sebagai faktor paling dominan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa konsumsi garam tinggi merupakan faktor risiko utama untuk hipertensi, sementara pengetahuan tentang DM membantu dalam pencegahan dan pengelolaan diabetes. Saran mencakup edukasi tentang konsumsi garam, peningkatan pengetahuan tentang DM, evaluasi riwayat keluarga, dan peningkatan aktivitas fisik untuk mengurangi risiko PTM dan meningkatkan kesehatan karyawan di PT. Samudra Mandiri Sentosa Bitung.
PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KERJA DAN KOMITMEN KARYAWAN RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Karida, Rahma; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.21007

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga yang memberikan pelayanan kesehatan yang kompleks dan membutuhkan kinerja karyawan yang optimal untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Budaya organisasi memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas kerja karyawan dan membangun komitmen pada karyawan. Ketika karyawan tidak mampu beradaptasi dengan budaya yang ada di rumah sakit, hal ini dapat memiliki dampak negatif yang signifikan. Selain itu kinerja karyawan yang buruk dapat merugikan pasien secara langsung. Dalam rangka mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas, penting bagi rumah sakit untuk mengembangkan budaya organisasi yang mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan. Dengan demikian, rumah sakit dapat memastikan bahwa karyawan memiliki lingkungan kerja yang baik, kinerja yang optimal, dan memberikan pelayanan yang responsif serta berkualitas kepada pasien. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendorong rumah sakit dan pemangku kepentingan terkait untuk memahami pentingnya budaya organisasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas kerja karyawan serta membangun komitmen karyawan. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review yaitu dengan menganalisis delapan artikel nasional. Pencarian literatur dilakukan menggunakan google scholar dengan kata kunci “Budaya Organisasi”, “Komitmen Karyawan”, “Kualitas Kerja”, dan “Rumah Sakit”. Berdasarkan delapan artikel yang telah dianalisis menunjukkan bahwa budaya organisasi yang kuat, komunikasi yang baik, motivasi kerja, komitmen atau loyalitas karyawan, dan kepuasan kerja saling terkait dan dapat berpengaruh positif terhadap kualitas kerja karyawan. Jika rumah sakit menerapkan budaya organisasi yang baik, karyawan akan memiliki arahan yang jelas mengenai perilaku dan interaksi dalam lingkungan kerja. Budaya organisasi yang kuat di rumah sakit memainkan peran yang signifikan dalam membangun komitmen karyawan dan meningkatkan kualitas kerja karyawan.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI Kurniati, Fitri Dian; Kusumasari, RR. Viantika; Riyadi, Muskhab Eko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.21063

Abstract

Masa pubertas merupakan masa yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan terutama fungsi reproduksi. Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan gangguan yang terjadi pada remaja pada periode menstruasi. Gangguan mentruasi dapat menjadi pertanda adanya penyakit ataupun adanya sistem hormon yang tidak normal. Hal ini berarti fungsi reproduksi terganggu yang dapat berpengaruh terhadap masa reproduksi pada saat dewasa. Penyebab dari ketidaknormalan hormon dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh asupan makanan dari remaja yang dapat diukur dengan melihat status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan Premenstrual Syndrome pada remaja putri di Pleret Bantul Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Pengambilan data pada variabel status gizi dengan mengukur tinggi badan dan berat badan dari remaja putri. Klasifikasi status gizi berdasarkan pada nilai tabel z-score IMT/U. Pengukuran variabel PMS menggunakan kuesioner Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Kendall’s Tau. Hasil penelitian didapatkan sejumlah 6 responden (9,68%) termasuk dalam status gizi kurang, 3 responden (4,84%) berada pada kategori gizi lebih, dan sebanyak 53 responden (85,48%) termasuk dalam gizi baik. Responden yang mengalami PMS ringan sejumlah 3 responden (4,84%) dan termasuk pada kategori PMS sedang sebanyak 59 responden (95,16%). Nilai p value antara dua variabel yaitu 0,845. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan PMS pada remaja putri di Pleret, Bantul, Yogyakarta.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PESERTA BPJS DAN NON BPJS PADA MASYARAKAT DESA TUNTUNGAN 1 TERHADAP LAYANAN PUSKESMAS TUNTUNGAN Lubis, Putri Ananda; Hafidzah, Fidiana; Agustina, Dewi; Silalahi, Suhayla Azhari; Syafitri, Adella; Hasibuan, Astrid Novitri Ramadhani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.21159

Abstract

Kesehatan adalah sebuah kebutuhan yang mendasar bagi manusia agar dapat hidup layak, maka daripada itu untuk mencapai derejat kesehatan yang diinginkan makan diperlukan sebuah sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terkendali dari sisi biaya hingga kualitas yang diberikan. BPJS kesehatan adalah sebuah terobosan yang diberikan pemerintah guna memberikan program jaminan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tingkat kepuasan memiliki hubungan yang erat dengan pelayanan yang diberikan fasiliats kesehatan. Seuatu pelayanan kesehatan dapat dikatakan memiliki kualitas yang bagus, apabila pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan ini mampu memenuhi kebutuhan pasien. Adapun target yang ingin dicapai melalui pelakasanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan respon berupa kepuasan yang diberikan peserta BPJS dan Non-BPJS terhadap layanan yang diberikan Puskesmas Tuntungan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Tuntungan pada bulan Oktober. Dalam pelaksanaan penelitian peneliti menerapkan deskriptif yang dikombinasikan dengan desain penelitian cross sectional, kemudian sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan metode accidental sampling dimana melalui metode didapati jumlah sampel sebanyak 50 orang dengan komposisi 25 sampel yang merupakan peserta BPJS dan 25 sampel bukan peserta BPJS. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebanyak 15 sampel yang merupakan peserta BPJS (60%) merasa puas dengan pelayanan yang diberikan puskemas dan sebanyak 10 orang responden (40%) merasa tidak puas dan sebanyak 80% pasien non-BPJS ataupun pasien umum merasa puas denga pelayanan yang diberikan oleh puskesmas, dan 20% sisanya merasa tidak puas.Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada perbedaan terhadap pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Tuntungan.