cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM PENURUNAN STUNTING PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) Wahida, Wahida; Idayati , Idayati; Mahardany, Beauty Octavia; Gusriani, Gusriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.28297

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, memiliki prevalensi stunting yang tinggi, mencapai 30,3% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program penurunan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kabupaten Mamuju. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah (FGD), dan studi dokumen. Informan kunci terdiri dari pejabat Dinas Kesehatan, petugas puskesmas, serta pemangku kepentingan lintas sektor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program meliputi tiga komponen utama, yaitu input, proses, dan output. Dari sisi input, ditemukan keterbatasan alokasi dana khusus untuk program stunting, distribusi tenaga gizi yang tidak merata, serta kendala akses di wilayah blank spot. Proses pelaksanaan melibatkan perencanaan berbasis rembuk stunting, pengorganisasian lintas sektor melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S), serta pengawasan berbasis aplikasi e-PPGBM. Inovasi program, seperti MyssGlowing dan Grebek Chatting, telah terbukti efektif dalam meningkatkan cakupan konsumsi tablet tambah darah (TTD) remaja putri dan deteksi dini balita stunting. Pada komponen output, cakupan intervensi gizi pada ibu hamil dan balita masih di bawah target nasional.Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran lintas sektor, pengalokasian dana khusus, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya tenaga gizi. Rekomendasi strategis meliputi penguatan peran TP2S, optimalisasi sistem pencatatan berbasis teknologi, serta pengembangan inovasi berbasis lokal untuk meningkatkan efektivitas program. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah prioritas.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH Fridayani, Willy Ananda; Sutrisminah, Emi; Rahmawati, Alfiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31990

Abstract

Kepatuhan konsumsi tablet zat besi adalah kepatuhan ibu hamil terhadap anjuran tenaga kesehatan mengenai penggunaan tablet zat besi. Kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet zat besi merupakan faktor penting untuk menjamin kadar hemoglobin ibu hamil meningkat. Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019, proporsi ibu hamil yang mengonsumsi tablet zat besi sebesar 64,0%. Cakupan ini masih jauh dari tujuan 98% rencana strategis. Peneltian ini merupakan Literature Review dengan menggunakann referensi dari jurnal dan artikel menggunakan database yang diambil dari Google Scholar, Pubmed dan Science direct. Data yang diambil dari waktu 5 tahun terakhir dari 2018-2023 dengan kata kunci “kehamilan” , “anemia”, “kepatuhan”, “tablet fe”. Artikel yang direview diperoleh sebanyak 140 yang kemudian direview dengan membaca bagian judul dan abstrak hingga ditemukan 9 artikel yang relevan 5 artikel international dan 4 artikel nasional. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah yaitu usia (AOR=2.27, 95% CI (1.21, 4.28),Pendidikan (p value = 0,044), sikap (p = 0.003), pengetahuan tentang tablet fe (p value = 0,031), dukungan keluarga (p value = 0,002), dan kunjungan antenatal(p value= 0,025). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe yaitu pendidikan, pengetahuan tentang tablet fe, dukungan keluarga, dan kunjungan antenatal. Didapatkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah usia, pengetahuan tentang tablet fe, dan kunjungan antenatal.
ANALISIS PERSEPSI DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT KUSTA DI KELURAHAN MASARANG, KABUPATEN MINAHASA, SULAWESI UTARA Pati, Josefa M.; Wungouw, Herlina I. S.; Pertiwi, Junita Maja
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33858

Abstract

Kabupaten Minahasa masih menjadi salah satu kabupaten di Indonesia dengan masalah kusta yang belum mencapai target eliminasi nasional. Rendahnya angka kesembuhan dan jumlah penderita yang terus bertambah menjadi masalah kesehatan klasik yang belum terselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit kusta di Kelurahan Masarang, Kabupaten Minahasa dengan menggunakan pendekatan kualitatif. 13 informan yang terdiri atas petugas kesehatan, tokoh masyarakat, tetangga dan penderita kusta dipilih untuk mendapatkan gambaran tentang persepsi dan pengetahuan. Menggunakan metode wawancara mendalam dan content analysis, kami menemukan disparitas pengetahuan pada kelompok informan. Petugas kesehatan selaku ujung tombak penganggulangan kusta memiliki pengetahuan yang sangat baik tentang kusta, namun pada kelompok tokoh masyarakat hingga penderita, pengetahuan cenderung menurun kearah kurang baik. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan tingkat pendidikan dan keterpaparan akan informasi kusta. Kami juga menemukan hal menarik pada persepsi informan, meskipun pengetahuan mereka kurang namun kami menemukan secara umum persepsi mereka baik. Hal ini tergambar dalam interaksi sosial mereka, dimana mereka memperlakukan penderita kusta dengan baik. Rasa takut akan kusta hanya terjadi di fase awal saja, seiring berjalan waktu keberterimaan dalam lingkungan sosial menjadi baik. Untuk meningkatkan kualitas penelitian di masa depan, kami menyarankan perlunya pelibatan mediator dan penggunaan metode wawancara mendalam yang lebih baik untuk mengatasi kesulitan mendapatkan informasi pada penderita kusta.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KESEHATAN REPRODUKSI PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA KATOLIK FRATER DONBOSCO MANADO Adam, Hilman; Jenifer Anti, Berliana Brighitta; Engkeng, Sulaemana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37730

Abstract

Kesehatan reproduksi mencakup kondisi kesehatan Yang berhubungan dengan sistem reproduksi, termasuk fungsi dan prosesnya, berada dalam keadaan optimal secara fisik, mental, dan sosial, bukan hanya bebas dari penyakit atau gangguan. Kesehatan reproduksi tidak hanya fokus pada penyakit yang dapat mengganggu fungsi reproduksi, tetapi juga meliputi langkah-langkah pencegahan dan perlindungan diri terhadap gangguan pada sistem reproduksi. Kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi dapat memicu berbagai masalah, seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi, pernikahan dini, infeksi menular seksual (IMS atau PMS), serta HIV/AIDS. Penelitian ini dilakukan di SMA Katolik Frater Don Bosco Manado dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian dan analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian berdasarkan uji t paired sample test nilai pre-test dan post-test pada variabel pengetahuan diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) dan pada nilai sikap pre-test dan post-test diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulannya, penyuluhan mempunyai pengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap peserta didik mengenai kesehatan reproduksinya.
HUBUNGAN FUNGSI MENGENAL MASALAH KESEHATAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KABUPATEN BANJAR Widniah, Any Zahrotul; Hidayat, Taufik; Febriana, Annisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38033

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global, Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan keluarga terkait hipertensi dan diet DASH. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif analitik korelasional dengan desain cross-sectional, Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik kuota sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 112 orang, Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah dinyatakan valid, diperoleh nilai r > 0,386. Reliabilitas instrumen ini diperoleh Koefisien Chronbach alpha r = 0,675 sehingga instrumen penelitian ini dinyatakan valid dan dapat diandalkan. Data penelitian dianalisis menggunakan uji spearman rho. Terdapat signifikan hubungan antara fungsi pelayanan kesehatan keluarga yaitu pengetahuan dengan kepatuhan diet DASH di Keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita hipertensi dengan nilai Sig= 0,000. Nilai tes ini belih kecil dari nilai alpha (≤0.05). Menunjukkan bahwa fungsi mengenal masalah kesehatan keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan diet DASH. Implementasi program kesehatan berbasis keluarga yang komprehensif diperlukan untuk mengatasi tantangan ini di Kabupaten Banjar
ISTIMNA’ TERHADAP PERSPEKTIF AGAMA ISLAM DAN DUNIA KESEHATAN Davina, Fayla; Ibtisamah, Nailah; Andriansyah, Pasha Aprillya; Herdiyanti, Rinda Exsantri; Amelia, Safira Putri; Fitrianov, Wanda; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38490

Abstract

Istimna’ merupakan isu yang kompleks dalam pandangan agama Islam dan dunia kesehatan, dengan sebagian ulama mengharamkannya sementara lainnya memberikan pengecualian dalam kondisi tertentu. Konflik psikologis dapat muncul akibat larangan ini, yang bertentangan dengan  manfaat kesehatan yang diakui oleh dunia medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan agama Islam mengenai istimna serta dari sudut pandangan tenaga kesehatan profesional mengenai manfaat dan juga kesehatan mental serta fisik bagi orang yang melakukan istimna’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur  dengan ahli agama dan tenaga kesehatan profesional. Metode ini menggunakan teknik purposive sampling yang digunakan untuk memilih partisipan yang berpengetahuan relevan, terdiri dari ahli agama dan tenaga kesehatan profesional. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pandangan tentang istimna menurut perspektif agama Islam dan kesehatan. Dari hasil wawancara didapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian kami baik itu dari ahli agama maupun tenaga kesehatan profesional bahwa istimna’ boleh dilakukan jika memiliki tujuan yang baik bagi tubuh serta bergantung pada kondisi dan situasi. Tetapi dalam dunia kesehatan dan pandangan islam dianjurkan untuk melakukan kegiatan lainnya seperti berolahraga dan melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat agar tidak terjadinya ketergantungan dalam hidupnya. Karena selain dapat menurunkan kualitas sperma pada kesehatan, dalam pandangan islam yaitu pada Mazhab Hanafi, istimna' dianggap haram jika dilakukan hanya untuk memuaskan syahwat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TUJUH ULU PALEMBANG TAHUN 2024 Rulya, Helda Okti; Dewi, Ratna; Amalia, Rizki; Aisyah, Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40520

Abstract

Menurut WHO, angka anemia pada ibu hamil pada tahun 2019 mencapai 41,8%, menjadikannya masalah gizi dan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Pemerintah mewajibkan ibu hamil mengonsumsi minimal 90 tablet tambah darah (TTD) selama kehamilan untuk mencegah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tujuh Ulu, Palembang, tahun 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 63,5% ibu memiliki pengetahuan baik, 56,8% patuh mengonsumsi tablet Fe, dan 64,9% memiliki status gizi baik. Hasil uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,002), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,001), dan status gizi (p=0,005) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian menyimpulkan bahwa pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, dan status gizi secara simultan berhubungan dengan kejadian anemia. Saran diberikan kepada Puskesmas Tujuh Ulu untuk memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan evaluasi dan dasar peningkatan program edukasi serta penyuluhan kepada ibu hamil terkait pentingnya pencegahan anemia. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan memperbaiki status gizi ibu hamil, sehingga angka kejadian anemia dapat diminimalkan.
CHARACTERISTICS TRAUMATIC OPTIC NEUROPATHY PATIENTS AT RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR YEAR 2022 - 2023 Priwinandari, Ni Made; Triningrat, Anak Agung Mas Putrawati; Yuliawati, Putu; Utari, Ni Made Laksmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40649

Abstract

Traumatic optic neuropathy (TON) adalah kondisi langka yang dapat mengancam fungsi penglihatan hingga menyebabkan kebutaan. sering kali akibat cedera pada mata atau kepala. Kondisi ini berhubungan erat dengan cedera kraniofasial yang dapat merusak saraf optik secara langsung maupun tidak langsung. Penanganan TON masih kontroversial dan memerlukan pemahaman lebih lanjut mengenai karakteristik pasien untuk mengoptimalkan perawatan dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dengan traumatic optic neuropathy di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar selama tahun 2022-2023. dengan fokus pada faktor-faktor seperti jenis kelamin. usia. domisili. visus awal dan akhir. jenis cedera. jenis trauma. mekanisme trauma. dan tatalaksana. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar pada periode 2022-2023. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dengan total sampling untuk memperoleh gambaran yang representatif. Mayoritas pasien adalah laki-laki (94.7%) dengan rentang usia terbanyak 19-59 tahun (73.7%). Sebagian besar pasien berasal dari daerah Tabanan (31.6%). Visus awal dan akhir pasien lebih banyak terdeteksi pada rentang 6/60 hingga 1/60 (31.6%). Cedera kepala disertai trauma maksilofasial dan fraktur dasar tengkorak merupakan jenis cedera yang paling umum. dengan kecelakaan lalu lintas sebagai mekanisme trauma utama (68.4%). Penggunaan steroid menjadi tatalaksana yang paling umum (47.4%). Traumatic optic neuropathy lebih sering terjadi pada laki-laki dengan usia produktif dan sering kali disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Penurunan visus yang signifikan terjadi pada sebagian besar pasien. dan tatalaksana menggunakan steroid masih menjadi pilihan utama meskipun pengobatan lebih lanjut masih membutuhkan penelitian lebih mendalam.  
PENGARUH EDUKASI GIZI SEIMBANG TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP GIZI ANAK SEKOLAH DI SD MUHAMMADIYAH LEDOK KULON PROGO DIY Safitri, Nurul; Hasanah, Laeli Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40652

Abstract

Masalah gizi pada anak usia sekolah masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengetahuan dan sikap gizi yang kurang memadai dapat mempengaruhi perilaku makan yang berisiko terhadap status gizi anak sekolah. Edukasi gizi seimbang menjadi strategi penting untuk meningkatkan kesadaran anak tentang pentingnya pola makan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi seimbang melaui media video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap gizi anak sekolah di SD Muhammadiyah Ledok, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sejumlah 34 siswa kelas 4 dan 5 SD. Edukasi gizi dilakukan dengan memberikan video animasi gizi seimbang berdurasi 8.48 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap gizi sebelum dan setelah pemberian. Analisis data menggunakan paired t-test untuk membandingkan skor pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan (p<0,05) dan sikap gizi (p<0,05) setelah intervensi. Nilai rata-rata pengetahuan gizi sebelum intervensi sebesar 59,0 menjadi 73,5 atau naik 14,5 poin. Sedangkan rata-rata nilai sikap gizi sebelum intervensi edukasi gizi seimbang adalah 55,7 menjadi 79,6 atau naik menjadi 23,9 poin. Sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep gizi seimbang. edukasi gizi seimbang terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi anak sekolah. Intervensi semacam ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin di lingkungan sekolah guna mendukung pembentukan pola makan sehat sejak dini. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengevaluasi dampaknya pada perilaku makan dan status gizi
INTERSEX/DISORDERS OF SEXUAL DEVELOPMENT (DSD), GENDER DYSPHORIA (GD), SOGIESC CULTURE AND THEIR CONTROVERSY IN INDONESIA Zuraidy, Novia Angelina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40728

Abstract

Androgen Insensitivity Syndrome (AIS) dan Disorders of Sexual Development (DSD) merupakan kelainan bawaan yang mempengaruhi perkembangan anatomi organ reproduksi. Pengobatan AIS seringkali menimbulkan tantangan medis dan sosial, terutama yang berkaitan dengan konstruksi gender. Operasi rekonstruksi gender pada usia dini masih kontroversial karena risiko trauma psikologis dan ketidakpuasan di kemudian hari. Disforia gender (GD), yang terjadi pada 8,5–20% individu dengan DSD, mencerminkan ketidaksesuaian antara identitas gender dan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir, dan dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial. Di Indonesia, wacana Orientasi Seksual, Identitas dan Ekspresi Gender, dan Karakteristik Seks (SOGIESC) masih menghadapi resistensi yang kuat karena norma budaya dan agama yang konservatif. Akibatnya, individu dengan perbedaan SOGIESC rentan mengalami diskriminasi fisik, psikis, dan seksual. Dalam konteks kebudayaan Indonesia, terdapat sejarah pengakuan gender non-biner seperti yang terjadi pada masyarakat Bugis, namun norma tersebut terkikis oleh dominasi nilai-nilai agama sejak era kolonialisme. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis hak asasi manusia dalam pengelolaan AIS dan GD, termasuk menghormati keputusan individu terkait identitas gendernya. Kesadaran pemerintah dan pengakuan hukum diperlukan untuk mengatasi stigma dan diskriminasi, serta mendorong masyarakat untuk menerima keberagaman gender sebagai bagian integral dari hak asasi manusia.