cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DENGAN KUALITAS HIDUP DI RSUD PEMANGKAT Putro, Wiradianto; Barlia, Gusti; Yuniar, Lily
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36693

Abstract

Keberhasilan adekuasi dialisis tergantung juga pada kepatuhan pasien. Ketidakpatuhan akan menyebabkan  penumpukan zat-zat sisa hasil metabolisme dalam darah yang dapat menyebabkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Pemangkat Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional . Besar sample 86 orang , dengan teknik pengambilan sampel Estimating The Population Mean, dianalisis dengan uji korelasi Spearman. metode sampel yang digunakan adalah consecutive sampling.Hasil analisis yang diperoleh menunjukan r 0,125 dan p value 0,247 (>0,05). Hasil penelitian menunjuka gambaran umum kualitas hidup pasien penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa mengalami penurunan yang sangat signifikan  dengan nilai rata-rata (mean) 952,07 dan simpangan baku (SD) 243,841. Domain kualitas hidup yang mempunyai nilai rata rata paling rendah adalahh status pekerjaan yaitu 21,87 (simpangan baku 30,903). Domain kualitas hidup yang memiliki nilai rata-rata yang paling tinggi adalah energi/kelelahan yaitu 82,00 (simpangan baku 19,482). Health education dapat diberikan  kepada pasien dan keluarga agar pasien dapat mengontrol asupan cairan sesuai kebutuhan. Tidak ada hubungan antara kepatuhan pembatasan cairan dengan kualitas hidup (Ho diterima). Tidak ada hubungan antara karakteristik pasien dengan kepatuhan pembatasan cairan.
HUBUNGAN PEMERIKSAAN ANTIGEN NONSTRUKTURAL 1 (NS1) DAN JUMLAH NILAI HEMATOKRIT PADA PASIEN POSITIF DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS TUMPANG Wijaya, Anastasya; Husnah, Yeni Avidhatul; Rahmawati, Previta Zeizar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36736

Abstract

Kasus DBD banyak terjadi di Indonesia karena wilayah tropis dan memiliki curah hujan cukup tinggi, menyebabkan penyebaran Aedes aegypti yaitu nyamuk penyebab DBD berkembang pesat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jumlah nilai hematokrit dengan pemeriksaan Antigen NS1 pada pasien demam berdarah dengue. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 116 data rekam medis di Puskesmas Tumpang Kabupaten Malang dari Januari – 15 Mei 2024. Hasil analisis data menggunakan Uji Korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan Antigen NS1 dengan jumlah nilai hematokrit pada pasien DBD (p > 0,05).  Pasien dengan hasil pemeriksaan NS1 positif dan negatif memiliki nilai hematokrit yang tidak jauh berbeda, tetapi didapati perbedaan jumlah nilai hematokrit balita dan dewasa berdasarkan nilai persentase, balita tergolong lebih rendah dari orang dewasa tetapi masih diangka normal. Remaja lebih banyak terserang DBD persentasenya mencapai 45%, DBD paling banyak terjadi pada perempuan persentasenya yaitu 53%, pemeriksaan Dengue positif NS1 sebesar 97% dan 3% negatif NS1 tetapi positif IgM/IgG. Saran penelitian selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menambah variabel seperti hubungan pemeriksaan NS1 Ag dengan hematokrit dan trombosit berdasarkan omset demam dengan melihat terjadi/tidaknya hemokonsentrasi dan trombositopenia sebagai antisipasi terjadinya fase kritis demam berdarah dengue.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SUNGAI TUAN ULU Pusparina, Iis; Ikasari, Filia Sofiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36753

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan di Indonesia. Stunting berdampak pada menurunnya kualitas generasi penerus bangsa sehingga perlu kita cegah sedini mungkin. Pencegahan stunting bukan hanya tugas petugas kesehatan dan kader posyandu saja, ibu balita juga berperan penting karena ibu merupakan orang yang terdekat dengan anaknya dalam memberikan asah, asih, dan asuh. Pengetahuan dan sikap ibu tentang pencegahan stunting pada balita perlu diteliti agar memberikan gambaran bagi tenaga kesehatan yang berkepentingan dalam menyusun program pengentasan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan gambaran pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pencegahan stunting di Desa Sungai Tuan Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Desa Sungai Tuan Ulu, tepatnya di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu pada bulan Mei 2024. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki balita di Desa Sungai Tuan Ulu, dengan jumlah sampel 30 orang responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu tentang pencegahan stunting pada balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa pengetahuan ibu balita berada pada kategori cukup sebesar 80% dan berada pada kategori baik sebesar 20%, sedangkan sikap ibu balita berada pada ketegori cukup sebesar 100%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan ibu balita tentang pencegahan stunting berada pada kategori cukup dan sikap ibu balita tentang pencegahan stunting di Desa Sungai Tuan Ulu seluruhnya berada pada kategori cukup.
KARDIOMIOPATI HIPERTROFI: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Nurhaliza, Siti; Hazaa, Saskia Safarinaa; Nur Rifa'i, Ahmad; Fadila, Amila; Nugraha, Kadek Nandita; Syamsuddin, Muhammad Zaim Muflih; Wenilia, Rosita; Yahya, Najla Aulia; Putra, Rifky Sandya Rakadi; Kadarisma, Sofia; Safira, Siska Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36755

Abstract

Kardiomiopati hipertrofi (HCM) adalah kelainan genetik miosit jantung yang mengakibatkan hipertrofi ventrikel kiri, fibrosis dan hiperkontraktilitas jantung. Kelainan ini diduga akibat mutasi gen sarkomer dominan autosomal. dan merupakan penyebab kematian mendadak paling sering pada usia muda. Berdasarkan data ekokardiografi yang berasal dari Amerika Serikat teridentifikasi sebanyak 0.2% dari keseluruhan populasi menderita kardimiopati hipertrofi. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dengan mengumpulkan data dari basis data online seperti PubMed, ScienceDirect, MDPI, dan Google Scholar. Tinjauan literatur ini secara komprehensif membahas definisi, etiologi, epidemiologi, faktor risiko, patofisiologi, diagnosis, tatalaksana, komplikasi dan prognosis kardiomiopati hipertrofi.
HIPOTIROIDSME : ETIOLOGI, FAKTOR RISIKO DAN TATALAKSANA KOMPREHENSIF Salsabilah, Maida Sania; Iqlima, Aisya Yafis; Harliza, Baiq Fanindya; Lukman, Dian Azizah; Azmi, Naurah Arika; Fariztia, Alifia Intan; Rahman, Moch. Aulia; Islamy, Habiel; Humam, Anang Muh. Nufal; Akbar, Nugraha Malik; Rahmat, Basuki
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36775

Abstract

Hipotiroidisme adalah keadaan dimana kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon tiroid yang dibutuhkan oleh tubuh. Gejala hipotiroidisme dapat ringan dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Gejala paling umum dari hipotiroidisme adalah kelelahan, kelesuan, intoleransi dingin dan kenaikan berat badan.  Metode yang digunakan dalam penulisan tinjauan pustaka ini adalah studi literatur dari berbagai referensi. Pencarian literatur ini menggunakan basis data online yaitu, PubMed, Google Scholar, ProQuest dan Mendeley Search. Hipotiroidisme merupakan salah satu penyakit paling umum di seluruh dunia. Diperkirakan sekitar 5% dari populasi yang mengalami hipotiroidisme prevalensi lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan laki-laki dan prevalensi lebih rendah ditemukan pada populasi berusia dibawah 22 tahun. Hipotiroidisme dapat dikalsifikasikan menjadi 3 yaitu, hipotiroidisme primer, hipotiroidisme sentral dan hipotiroidisme perifer. Penyebab paling umum dari hipotiroidme adalah kekurangan yodium. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk hipotiroidisme adalah dengan menghitung skor berdasarkan skala Billewicz dan Zulewski dan diperlukan juga pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan TPO Ab untuk kecurigaan tiroiditis autoimun. Terapi yang digunakan dalam tatalaksana hipotiroidisme adalah livotiroksin yang menjadi standar baku emas, selain terapi farmokologi terdapat terapi non farmakologi seperti membatasi konsumsi gula, konsumsi zinc, konsumsi selenium, konsumsi vitamin B12, diet bebas gluten dan tidur yang cukup. Hipotiroidisme berat yang tidak diobati dan berlangsung lama akan menimbulkan komplikasi berupa miksedema.
PENGARUH BIMODAL STIMULASI SENSORI TERHADAP NILAI GCS PADA PASIEN STROKE DENGAN PENURUNAN KESADARAN Faozi, Ekan; Oktaviana, Wita; Anjarsari, Rizki; Nur Janah, Sherly
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36801

Abstract

Penurunan fungsi sensorik merupakan efek yang merugikan yang terjadi pada pasien stroke yang mengalami penurunan kesadaran,  70% pasien  yang menderita stroke mengalami penurun kesadaran. Penurunan kesadaran merupakan akibat yang terjadi jika rangsang sensorik spesifik pada forebrain dihentikan atau terputus sehingga akan mempengarui ascendence retricular activating system (ARAS). Salah satu penyebab terhenti atau terputusnya sensorik spesifik adalah serangan stroke. Stimulasi sensorik merupakan salah satu tindakan keperawatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh bimodal stimulasi sensorik terhadap nilai GCS pada pasien stroke dengan penurunan kesadaran. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment with Pretest-posttest control group. Sampel pada kelompok kontrol dan intervensi diambil dengan metode Non Probality Sampling Secara Conscecutive Sampling dengan jumlah 44 responden, kelompok intervensi (n: 22) dan kelompok kontrol (n:22). Kelompok intervensi diberikan bimodal  stimulasi sensori (auditory dan gustatory) sebanyak 5 kali sehari dengan durasi 10 menit setiap sesi dan dilakukan selama 3 hari. Kelompok kontrol mendapatkan perawatan rutinitas dari rumah sakit tanpa diberikan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada nilai GCS  post test pada kelompok intervensi yaitu dari nilai  9,5 menjadi 13,5 dengan p value = 0,001 dan untuk kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari 10,09 menjadi 10,54 dengan p value = 0,85. Kesimpulan penelitian ini adalah  bimodal  stimulasi sensori adalah tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan nilai GCS pasien stroke dengan penurunan kesadaran.
ANALISIS RISIKO ERGONOMIS DAN KELUHAN KESEHATAN PEKERJA PRODUKSI ROKOK PT RAMPAGO JAYA SUKAMAKMUR ACEH BESAR TAHUN 2024 Khalidy, Maulana; Zakaria, Radhiah; Ariscasari, Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36824

Abstract

Seiring perkembangan industri di Indonesia, khususnya di sektor industri kecil di Aceh yang banyak mengandalkan pekerjaan manual, perhatian terhadap aspek kesehatan dan keselamatan kerja semakin penting. Industri rokok skala kecil menghadirkan risiko ergonomis tinggi bagi pekerja, seperti gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs), kelelahan, dan stres akibat aktivitas berulang seperti pengelintiran dan pengemasan rokok yang memerlukan postur tubuh statis dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko ergonomis dan keluhan kesehatan pada pekerja divisi produksi rokok di PT Rampago Jaya, sebuah industri rokok skala kecil. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 19 pekerja produksi. Instrumen yang digunakan mencakup Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk evaluasi risiko ergonomis, Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi keluhan kesehatan, serta Ergonomi Checkpoint untuk menganalisis desain tempat kerja dan pencahayaan. Hasil RULA menunjukkan 78,95% pekerja berada dalam kategori risiko sedang dan 21,05% dalam kategori risiko tinggi. NBM mengidentifikasi keluhan nyeri pada leher, bahu, punggung, dan bokong, meski risiko cedera muskuloskeletal tergolong rendah. Analisis Ergonomi Checkpoint menunjukkan perlunya penyesuaian pada desain tempat kerja dan pencahayaan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kerja. Disarankan untuk melakukan penyesuaian ergonomis, menilai risiko secara rutin, dan menerapkan audit ergonomi yang dapat diadaptasi pada industri lainnya. Studi lanjutan diharapkan dapat mengembangkan intervensi ergonomi komprehensif dan melakukan studi longitudinal untuk mengukur efektivitasnya.
EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS KEMILING DAN KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG Makhdalena, Makhdalena; Sariyanto, Iwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36829

Abstract

Tujuan penelitian memperoleh gambaran pengetahuan obat hipertensi yang benar pada pasien berdasarkan indikator Penggunaan Obat Rasional (POR) WHO di Puskesmas Kemiling dan Kedaton Kota Bandar Lampung, membandingkan tingkat pengetahuan pasien antara dua puskesmas, mengevaluasi hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan pasien. Rancangan penelitian cross sectional pengambilan data secara prospektif dengan observasi resep obat serta wawancara responden. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi rawat jalan dan seluruh resep di Puskesmas Kemiling dan Kedaton periode juni-juli 2023. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi rawat jalan yang memenuhi kiriteria inklusi dan ekslusi. Total responden 60 orang, masing-masing 30 orang di setiap puskesmas. Data deskriptif mencakup karakteristik sosio-demografi dan pengetahuan responden. Uji Chi-Square untuk membandingkan tingkat pengetahuan responden antara dua puskesmas, serta mengevaluasi hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan responden. Jenis kelamin terbanyak perempuan 43 (71,7 %) responden. Seluruh responden berumur > 41 tahun(100 %). Pendidikan lanjutan tertinggi 39 (65 %) responden. Responden tertinggi tidak bekerja 49 (81,7 %) orang. Rerata persentase pengetahuan responden di Puskesmas Kemiling 90±15,54 %, sedangkan di Puskesmas Kedaton 95±12,10 %. Responden dengan pengetahuan cukup 20 (66,7%) orang di Puskesmas kemiling dan 22 (73,3%) orang di Puskesmas Kedaton. Proporsi pengetahuan responden ‘cukup’ (97,4 %) lebih tinggi pada pendidikan lanjutan dibandingkan pendidikan dasar (19 %). Tidak ada hubungan yang signifikan antara puskesmas dengan tingkat pengetahuan responden (p=0,778). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan responden (p=0,000).
ANALISIS MOLEKULER SEKUENS DNA IS6110 MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DI DARAH DENGAN TEKNIK PCR Apriyani, Ria Khoirunnisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36862

Abstract

TBC merupakan penyakit infeksi Mycobacterium tuberculosis secara kronis, sehingga deteksi cepat berdampak positif pada pengobatannya. Salah satu metode diagnostik molekuler TBC adalah amplifikasi PCR terhadap DNA M.tuberculosis. Melalui metode ini, maka M.tuberculosis penyebab TBC dapat dideteksi dalam waktu <24 jam dan memberikan hasil akurat dengan sensitivitas 55-90% dan spesifitas ±99%. Penelitian dilakukan di Laboratorium Sandia Biotech Diagnostic Centre, Rumah Sakit Santosa Bandung pada Juni-Agustus 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan M.tuberculosis penyebab TBC melalui penanda sekuen DNA IS6110 pada sampel darah dengan teknik PCR sebagai perangkat diagnostik molekuler. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif eksperimental laboratorik. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, jumlah populasi 100 spesimen darah suspek TBC. Dari 100 populasi, digunakan 20 sampel darah yang memiliki kemurnian DNA dengan nilai rasio absorbansi (?260nm/?230nm) = 2,0-2,2. Tahapannya meliputi pengambilan sampel darah suspek TBC; isolasi DNA; mengukur kemurnian DNA; amplifikasi PCR pada sekuen DNA sampel, kontrol negatif, dan kontrol positif; dan elektroforesis DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis molekuler sekuen DNA IS6110 pada M.tuberculosis dengan teknik PCR menggunakan primer forward T4 dan primer reverse T5 mampu mengapit, mengenali, dan mengamplifikasi sekuen IS6110 menjadi pita DNA berukuran 123bp pada sampel darah suspek TBC. Dari 20 sampel darah suspek TBC yang diuji, 15 sampel (75%) membentuk sekuen IS6110 menjadi pita DNA berukuran 123bp, dan 5 sampel (25%) tidak menunjukkan terbentuknya sekuen IS6110 menjadi pita DNA 123bp.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI STATUS GIZI BALITA DI KOTA SURAKARTA Kusumawati, Dewi; Ma’rifah, Bahriyatul; Rose, Sophia; Avianty, Selma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36870

Abstract

Toddlers are one of the groups prone to experiencing nutritional problems such as macronutrient deficiencies, excess macronutrients and micronutrient deficiencies. Differences in the area of residence, socioeconomic and lifestyle of the population can create a risk of malnutrition in children. The causes of nutritional status problems are divided into basic causes, indirect causes and direct causes. The aim of this research is to analyze the factors that influence the nutritional status of toddlers in the city of Surakarta. This research is an observational study with a cross sectional design. The research subjects were selected by purposive sampling with 128 toddlers aged 12-59 months. Data on subject characteristics and mother's level of knowledge used a questionnaire. Data on nutritional status of toddlers was obtained from anthropometric measurements with H/A and W/H indicators. Food intake data was obtained using the Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ) method. The results of this study were abnormal nutritional status according to H/A (short and very short) of 14.9%, abnormal nutritional status according to W/H (under and over nutrition) of 29.7%. Birth weight, protein intake and maternal age influence the nutritional status of toddlers according to H/A. Birth weight, energ<y and protein intake influence the nutritional status of toddlers according to W/H (p<0,05). Acute nutritional problems for toddlers in urban areas are influenced by birth weight, energy and protein intake. Chronic nutritional problems for toddlers in urban areas are influenced by birth weight, protein intake and maternal age. Keywords: acute, chronic, nutritional status, toddlers, urban