cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
STRATEGI MARKETING DENGAN MENGOPTIMALISASIKAN SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZATION) UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN PASIEN : LITERATURE REVIEW setyawati, devi; Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38859

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kesehatan mengalami transformasi signifikan akibat perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi. Perubahan ini paling terlihat dalam cara pasien mencari informasi layanan kesehatan, di mana banyak calon pasien kini menggunakan mesin pencari seperti Google untuk menemukan rumah sakit dan dokter. Oleh karena itu, visibilitas online dan optimalisasi mesin pencari (SEO) menjadi krusial bagi rumah sakit untuk menarik perhatian pasien baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengoptimalan SEO dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan. Dengan menerapkan strategi SEO yang efektif, rumah sakit tidak hanya dapat meningkatkan visibilitas mereka di dunia maya tetapi juga memberikan informasi yang relevan bagi pasien. Metode penelitian ini menggunakan studi literature review terhadap jurnal yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir, dengan fokus pada hubungan antara SEO dan peningkatan kunjungan pasien. Penelitian dilakukan dengan menganalisis artikel dari berbagai database seperti Google Scholar dan Scopus, menggunakan kata kunci "SEO". Kriteria inklusi berdasarkan pendekatan PICOS diterapkan untuk memilih studi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi SEO on-page dan lokal dapat memperkuat citra rumah sakit di dunia digital, serta meningkatkan jumlah pasien yang datang. Kesimpulannya diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi manajemen rumah sakit dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif di era digital, serta membantu mereka meningkatkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan secara signifikan.
PENGARUH ROTASI KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT : LITERATURE REVIEW Zhafira, Antung Farah; Qonitati, Fathia; Nugraha, Jeri; Firdayanti, Rina; Putri, Tiara; Ridwan, Heri; Sutresna, Iyos
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38864

Abstract

Kinerja perawat merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan, setidaknya 50% pelayanan kesehatan diberikan oleh perawat Kinerja tenaga keperawatan yang tidak kompeten dapat menimbulkan kejadian yang tidak terduga sehingga mempengaruhi mutu pelayanan keperawatan. Rotasi kerja merupakan salah satu strategi manajemen sumber daya manusia yang digunakan untuk meningkatkan kinerja karyawan, termasuk perawat. Namun masih banyak perawat khususnya pendatang baru mungkin menghadapi konteks kerja yang ambigu dan memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan norma kelompok kerja dan pola komunikasi.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam pengaruh rotasi kerja terhadap kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak rotasi kerja terhadap kinerja perawat melalui tinjauan literatur. Artikel diperoleh dari database PubMed dan Google Scholar. Dari 258 artikel yang ditemukan, delapan artikel yang memenuhi kriteria dianalisis lebih lanjut. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa rotasi kerja berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi, kolaborasi antar departemen, motivasi kerja, dan kepuasan perawat. Rotasi juga membantu mencegah kejenuhan kerja dan masalah fisik seperti gangguan muskuloskeletal. Namun, tantangan berupa stres saat adaptasi, sistem rotasi yang kurang terstruktur, serta minimnya dukungan supervisi menjadi hambatan yang perlu diatasi. Pendekatan holistik dan dukungan organisasi yang memadai diperlukan untuk memaksimalkan manfaat rotasi kerja. Secara keseluruhan, rotasi kerja berpotensi meningkatkan kinerja perawat secara signifikan, sekaligus mendukung pengembangan karir dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
POTENSI ERITROPOIETIN : IMPLIKASI TERAPEUTIK SELAIN ANEMIA GAGAL GINJAL KRONIS (GGK) Yupita, Helgina; Fadilati, Nabila; Alfina, Luluk; Adindia, Putri; Salman, Kholilah Lailatil Qadri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38869

Abstract

Eritropoietin merupakan hormone glikoprotein yang diproduksi oleh ginjal untuk meningkatkan eritropoiesis di sumsum tulang. Implikasi terapeutik EPO telah lama dikenal untuk penyakit anemia khususnya pada pasien anemia dengan Gagal Ginjal Kronis (GGK). Tingkat keberhasilan terapi menggunakan EPO mencapai 55,55% pada pasien GGK yang rutin menjalani hemodialisis. Akan tetapi, EPO tidak hanya berperan dalam GGK, EPO juga memberikan efek angiogenik, kardioprotektif, dan neuroprotektif. Review literatur ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai potensi terapeutik EPO selain anemia pada GGK. Review ini menggunakan jurnal yang diterbitkan paling maksimal 10 tahun terakhir melalui fitur pencarian pada google.com, google scholar, ncbi, PubMed, MEDLINE. Pencarian sumber data dilakukan dengan menggunakan kata kunci “Eritropoietin”, “implikasi”, “terapeutik”,”Erythropoietin”, “implications”, “clinical”, therapeutic. Jurnal yang sesuai dengan keyword pencarian selanjutnya dilakukan analisis dan identifikasi sesuai dengan luaran literatur yang akan di inklusi. Dari 15 peneliti, dapat disimpulkan bahwa EPO tidak hanya berfungsi dalam hematopoiesis, tetapi juga memiliki efek non-hematopoietik seperti angiogenik, kardioprotektif, dan neuroprotektif. EPO menunjukkan potensi dalam terapi berbagai kondisi medis, termasuk trauma otak, penyakit neurodegeneratif (Parkinson dan Alzheimer), fraktur tulang, bronkopulmoner displasia (BPD) pada bayi prematur, serta infark miokard. Efek terapeutik non-hematopoietik EPO melibatkan perbaikan kerusakan jaringan, mengurangi sitokin inflamasi dalam tubuh, memberikan efek neurogenerasi yang baik pada system saraf pusat maupun system saraf perifer, dan peningkatan regenerasi sel-sel penting.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MEREK RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Rahmadini, Indah Mustika; Ayuningtyas, Dumilah; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38883

Abstract

Pemanfaatan media sosial telah terbukti menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan brand awareness rumah sakit, khususnya di tengah persaingan industri kesehatan yang semakin kompetitif.. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial dapat meningkatkan kesadaran merek rumah sakit melalui tinjauan literatur. Metode penulisan tinjauan literatur ini berdasarkan database Google Scholar, ProQuest,  Scopus, dan Science Direct dengan rentang tahun publikasi 2019–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial seperti Instagram dan Facebook secara signifikan meningkatkan brand recall dan recognition, memungkinkan rumah sakit menjangkau audiens lebih luas, menyampaikan informasi kesehatan secara interaktif, dan memperkenalkan layanan unggulan mereka. Strategi seperti penggunaan konten visual, testimoni pasien, dan acara daring terbukti efektif dalam memperkuat kesadaran merek. Melalui platform ini rumah sakit dapat menjangkau audiens yang lebih luas, menyampaikan informasi kesehatan secara interaktif, serta memperkenalkan layanan unggulan mereka Strategi seperti konten visual, testimoni pasien, dan acara daring terbukti memperkuat kesadaran merek. Meskipun demikian, tantangan seperti konsistensi pesan dan pengelolaan konten yang relevan masih perlu diperhatikan. Kesimpulannya, pemanfaatan media sosial secara strategis dapat meningkatkan brand awareness rumah sakit, memperkuat citra positif, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Pemanfaatan yang terintegrasi dengan pendekatan pemasaran digital dapat memberikan dampak positif terhadap kepercayaan dan loyalitas pasien, sekaligus memperkuat daya saing rumah sakit dalam industri kesehatan.
ANALISIS KETERLAMBATAN PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TELUK KUANTAN TAHUN 2023 Zulfatmawati, Sri; Rasyid, Zulmelia; Lita, Lita; Rahayu, Endang Purnawati; Ismainar, Hetty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38916

Abstract

Rata-rata waktu keterlambatan penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Kuantan adalah 10,7 menit dari waktu Standar Pelayanan Minimal. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit bahwa waktu yang tepat untuk penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan adalah ≤ 10 menit. Ketepatan waktu dalam penyediaan rekam medis merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menunjang pelayanan yang baik untuk pasien, namun beberapa hal membuat penyediaan rekam medis menjadi terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Kuantan Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus untuk menganalisis keterlambatan dalam penyediaan rekam medis dari faktor Sumber Daya Manusia (SDM), faktor Sarana dan Prasarana, faktor Standar Operasional Prosedur dan Faktor Sistem Pengelolaan Rekam Medis.Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, telaah dokumen dan wawancara kepada 6 orang Informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan petugas rekam medis RSUD Teluk Kuantan sudah sesuai dengan kebutuhan Rumah Sakit Tipe C, tetapi jumlah tenaga kerja rekam medis masih kurang sehingga menyebabkan beban kerja petugas menjadi tinggi, Sarana dan Prasarana pendukung dalam kegiatan pelayanan rekam medis yang masih kurang, penggunaan SIMRS yang belum optimal sehingga menyebabkan terhambatnya kegiatan pelayanan, Pelaksanaan kegiatan penyediaan dokumen rekam medis yang belum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Sistem Pengelolaan Rekam Medis yang belum ada.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS SUKATANI Febrianti, Destri; Zakia, Reza; Rahayu, Previarsi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38955

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensiyang terus meningkat secara global. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatankadar gula darah pada penderita DM tipe 2 adalah pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan yangtidak seimbang serta kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan resistensi insulin, yang berdampakpada peningkatan kadar glukosa dalam darah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderitaDM tipe 2 di Puskesmas Sukatani. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desaincross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 86 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dipilihmenggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan danaktivitas fisik yang diadaptasi dari Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), serta pengukurankadar gula darah menggunakan alat Easy Touch. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan kadar guladarah (p = 0,000; p < 0,05) serta hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah (p= 0,000; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan yang baik dan aktivitas fisik yangcukup berkontribusi dalam mengontrol kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Oleh karena itu,edukasi mengenai pengelolaan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik perlu ditingkatkan gunamencegah komplikasi akibat DM tipe 2.
HUBUNGAN KONSUMSI FAST FOOD DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA MAHASISWI Nurpratiwi, Yulidian; Sahid, Siti Maulidya; Ramadhan, Fahrian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38957

Abstract

Dismenore merupakan nyeri yang dialami saat menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Prevalensi dismenore di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu lebih dari 50%. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian dismenore adalah pola konsumsi makanan, terutama fast food, serta indeks massa tubuh (IMT). Fast food memiliki kandungan tinggi lemak trans dan natrium yang dapat meningkatkan produksi prostaglandin, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan nyeri haid. Selain itu, IMT yang tidak normal, baik underweight maupun overweight, dapat memengaruhi keseimbangan hormonal dan meningkatkan risiko dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi fast food dan IMT dengan kejadian dismenore pada mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 121 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai kejadian dismenore dan konsumsi fast food, serta pengukuran IMT. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi fast food dengan kejadian dismenore (p = 0,016; p < 0,05) dan antara IMT dengan kejadian dismenore (p = 0,038; p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka konsumsi fast food dan IMT berhubungan dengan kejadian dismenore. Oleh karena itu, pola makan sehat dan pengelolaan berat badan yang baik dapat menjadi strategi pencegahan untuk mengurangi risiko dismenore pada mahasiswi.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES TIPE 2 DI RS. DJAJAKUSUMAH SUKATANI Kadang, Yulta; Atikah, Nisrina; Ahmad, Farid
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38958

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Prevalensi DM tipe 2 yang tinggi menuntut perhatian khusus dalam pengelolaannya, terutama terkait kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di RS Djajakusumah Sukatani. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 54 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Hill-Bone yang telah dimodifikasi untuk menilai kepatuhan minum obat, dan analisis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 35 orang (64,8%) tidak patuh dalam minum obat, yang berkontribusi terhadap 35 orang (64,8%) mengalami hiperglikemia. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti ada hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat dan kadar gula darah. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya tingkat kepatuhan minum obat berpengaruh negatif terhadap kontrol kadar gula darah, yang dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti retinopati, nefropati, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang lebih baik serta dukungan sosial untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Intervensi yang komprehensif sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan Diabetes Mellitus tipe 2, serta mencegah komplikasi yang lebih serius di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi tenaga kesehatan dalam merancang program yang lebih efektif untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN GEJALA DEPRESI PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS TAMBELANG TAHUN 2024 Halim, Khobirul; Saputra, Ratno; Padaallah, Ananda Patuh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38961

Abstract

Tuberkulosis paru (TB Paru) merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia dan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental pasien. Banyak pasien TB mengalami gejala depresi akibat stigma sosial, lama pengobatan, dan efek samping obat yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan gejala depresi pada pasien TB Paru di Puskesmas Tambelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, yang melibatkan 58 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari dua bagian: bagian pertama mengukur tingkat dukungan keluarga, dan bagian kedua mengukur gejala depresi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk menentukan ada tidaknya hubungan antara dukungan keluarga dan gejala depresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% responden memiliki dukungan keluarga yang baik, sedangkan 31% tidak mendapatkan dukungan tersebut. Dari segi gejala depresi, 44,8% responden tidak mengalami depresi, 51,7% mengalami depresi ringan, dan 3,5% mengalami depresi sedang. Analisis bivariat mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan gejala depresi, dengan nilai p = 0,004. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dukungan keluarga memainkan peran penting dalam mengurangi gejala depresi pada pasien TB Paru. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga dalam proses perawatan sangat dianjurkan agar kualitas hidup pasien dapat meningkat dan proses penyembuhan dapat didukung dengan lebih baik.
OPERASI PLASTIK DALAM LENSA SYARIAH ISLAM : ANTARA KECANTIKAN DAN KESEHATAN Taralita, Tiara; Muhammad, Fatimah Azzahra; Salvani, Salvani; Pettalolo, Nur Aisya; Kasehung, Jordan G.; Permadi, Ichsanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38971

Abstract

Operasi plastik pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu rekonstruktif untuk memperbaiki fungsi tubuh akibat cedera atau cacat, dan estetika untuk mempercantik penampilan. Saat ini operasi plastik adalah cabang kedokteran yang semakin berkembang dan dikenal luas. Dalam pandangan agama Islam, operasi untuk alasan medis diperbolehkan, tetapi dilarang jika bertujuan untuk mengubah penampilan tanpa alasan medis yang jelas. Dengan meningkatnya operasi plastik di dunia, muncul berbagai tantangan seperti risiko bagi pasien dan penyalahgunaan praktik. Kajian ini membahas operasi plastik dari sudut pandang agama, hukum, dan etika agar dapat dilakukan secara aman dan sesuai aturan. Jenis penelitian merupakan metode literature review, yaitu menganalisis sejumlah artikel bersumber dari jurnal yang terindeks sinta dan scopus, dengan rentang waktu 5 tahun terakhir. Hasil Literature Riview ini bahwa Operasi plastik adalah prosedur medis yang rumit dengan berbagai aspek, mulai dari hukum dan agama hingga etika dan dampak sosial-psikologis. Bedah plastik diizinkan untuk tujuan medis, tetapi dilarang jika semata-mata untuk estetika. Dijelaskan bahwa dokter bedah plastik memiliki tanggung jawab hukum yang besar, termasuk memberikan informasi yang lengkap, menjalankan prosedur yang tepat, dan menangani komplikasi, karena bedah plastik dapat berdampak signifikan pada identitas dan citra diri seseorang, baik positif maupun negatif. Kesimpulannya, Operasi plastik terdapat dua jenis: rekonstruktif untuk memperbaiki fungsi tubuh, dan estetika untuk mempercantik penampilan. Dalam pandangan agama Islam, operasi diperbolehkan jika karena alasan medis, tapi dilarang jika ditujukan untuk mengubah bentuk tanpa alasan medis yang jelas. Di Indonesia, aturan dibuat untuk melindungi pasien dari risiko hukum dan komplikasi.