cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
TEKNIK PEMERIKSAAN UJI LATIH JANTUNG DALAM MENILAI DEPRESI SEGMEN ST PADA PASIEN DENGAN RIWAYAT ANGINA PEKTORIS TIDAK STABIL Kurniyamiasis, Dati; Pudyastuti, Erlina; Fredy, Felix Chikita; Novita, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42316

Abstract

Angina Pektoris Tidak Stabil (APTS) adalah kondisi berisiko tinggi yang disebabkan oleh berkurangnya suplai oksigen ke otot jantung, yang dapat mengarah pada kematian mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Uji Latih Jantung (ULJ) sebagai metode non-invasif dalam mendeteksi iskemia pada pasien APTS. Bentuk penelitian adalah laporan kasus terhadap dua pasien dengan riwayat APTS yang menjalani pemeriksaan ULJ menggunakan protokol Bruce di Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien pertama, Tn. N, memiliki hasil ULJ negatif dengan ST depresi upsloping <1 mm yang tidak bermakna, sedangkan pasien kedua, Ny. S, menunjukkan hasil ULJ positif dengan ST depresi horizontal dan downsloping 2 mm yang signifikan. ULJ dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam mendeteksi indikasi iskemia pada pasien dengan riwayat APTS, serta memberikan rekomendasi untuk evaluasi lanjutan seperti angiografi koroner. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius pada pasien APTS.  
HUBUNGAN KONSUMSI ULTRA-PROCESSED FOOD DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI ASIA : NARRATIVE REVIEW Juliani, Kurnia Dwi; Dwijayanti, Isniati; Siahaan, Maya Fernandya; Damanik, Muthia Farah Diba
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42514

Abstract

Konsumsi makanan jenis UPF saat ini mengalami peningkatan di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi, tren globalisasi, urbanisasi dan industri. Salah satu kelompok masyarakat yang sering mengonsumsi makanan UPF ialah kalangan remaja, dimana remaja banyak menghabiskan waktu di sekolah sehingga mudah untuk mengakses dan membeli makanan UPF. Konsumsi makanan UPF yang tidak terkontrol dapat menyebabkan asupan energi yang berlebihan dan dapat berakibat pada perubahan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hubungan UPF dengan status gizi pada remaja di wilayah Asia. Metode: Jenis penelitian ini berupa narrative review yang menggunakan sumber data sekunder berupa artikel nasional dan internasional melalui pencarian database Google Scholar, Pubmed dan DOAJ. Pencarian artikel didasarkan atas kriteria inklusi, yaitu penelitian cross sectional study dengan uji korelasi, lokasi penelitan di Negara Asia, subjek berusia 10-18 tahun (remaja), artikel harus menjelaskan uji hubungan antara variabel UPF dengan variabel status gizi. Hasil: dari total tujuh penelitian yang dianalisis, enam diantaranya menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi ultra processed food dan status gizi. Beberapa mekanisme yang mungkin terjadi antara lain karena kandungan UPF yang padat energi dapat menurunkan energy expenditure, mempengaruhi kontrol produksi insulin dan simpanan zat gizi di sel lemak. Konsumsi UPF yang meningkat dapat berdampak pada masalah gizi remaja Asia.  
TREATMENT SUCCESS DESCRIPTION OF MULTIDRUG RESISTANCE TUBERCULOSIS IN MAKASSAR CITY wahyuningsih, sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42522

Abstract

Keberhasilan Pengobatan merupakan indikator pencapaian utama pengendalian program tuberkulosis di pelayanan kesehatan. Keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor dari penderita maupun faktor pelayanan kesehatan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui gambaran keberhasilan pengobatan Multidrug Resistance Tuberculosis (MDRTB) di Kota Makassar. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling dengan jumlah 64 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penderita yang berhasil pengobatan MDR-TB berjenis kelamin tertinggi yaitu laki-laki (61%). Kelompok usia tertinggi yaitu 36-44 tahun (26.5%). Suku tertinggi yaitu suku makassar (53%). Tingkat Pendidikan tertinggi yaitu tamat SMA (43.8%). Status pekerjaan tertinggi yaitu tidak bekerja (37.5%). Tempat dinyatakan MDR-TB tertinggi di Rumah Sakit (75%). Lama pengobatan MDR-TB tertinggi jangka panjang (84.4%). (100%) responden menyatakan merasakan efek samping obat, efek yang dirasakan yaitu muntah. (100%) responden menyatakan memperoleh peran PMO. (93.8%) responden memiliki motivasi yang tinggi dan (6.3%) memiliki motivasi sedang. (95.3%) responden memperoleh dukungan keluarga yang tinggi dan (4.7%) memperoleh dukungan keluarga yang sedang selama menjalani pengobatan. Oleh karena itu diharapkan bagi petugas kesehatan agar lebih meningkatkan program pengendalian TB dalam upaya keteraturan pengobatan MDR-TB dengan melakukan pengawasan terhadap pasien yang mengalami kegagalan pengobatan (dropout) sehingga akan meningkatkan keberhasilan pengobatan dan memutus rantai penularan MDR-TB.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERMASALAHAN PENERAPAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PADA INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT Mistri, Shinta Putri; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42584

Abstract

Rumah sakit sebagai instansi kesehatan yang paripurna memiliki kewajiban menyelenggarakan pelayanan, salah satunya pelayanan kefarmasian. Dalam perjalanannya, pelayanan tersebut seringkali mengalami permasalahan akibat ketidaksesuaian dengan SPM Rumah Sakit, khususnya unit farmasi. Banyaknya faktor penyebab permasalahan tersebut, tergantung indikator mutu mana yang tidak sesuai dengan implementasinya, yakni antara waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan, kepuasan pasien, kesalahan pemberian obat, ataupun penulisan resep sesuai formularium. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya permasalahan di unit farmasi yang tidak sesuai dengan SPM Rumah Sakit dan memberikan gagasan strategi penanganan terkait dengan tepat. Metode yang digunakan dalam artikel ini menggunakan literature review dengan penelusuran melalui Pubmed, Researchgate, dan Google Scholar. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa terdapat 5 permasalahan yang terjadi di Unit Farmasi Rumah Sakit pada beberapa wilayah di Indonesia dengan faktor penyebabnya yang tidak sesuai indikator SPM Rumah Sakit. Sebanyak 5 faktor yang berpengaruh terhadap permasalahan tersebut merupakan faktor internal rumah sakit, diantaranya seperti kurangnya SDM dan ketidaklengkapan SOP, serta faktor internal petugas yang meliputi kompetensi petugas yang kurang berpengalaman, kelalaian petugas, dan rendahnya kepatuhan terhadap SPM Rumah Sakit. Kesimpulan artikel ini adalah  diketahui 2 garis besar faktor penyebab permasalahan di unit farmasi akibat tidak sesuai dengan indikator SPM Rumah Sakit yang meliputi faktor internal rumah sakit dengan 2 faktor besar dan faktor internal petugas dengan 3 faktor besar, serta penawaran solusi disetiap faktor-faktor penyebab masalah, sehingga dapat membantu meningkatkan optimalisasi pelayanan kefarmasian di rumah sakit seluruh Indonesia.
HUBUNGAN TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMA AL-CHASANAH JAKARTA BARAT Yerika, Debi; Sumartiningsih, Maria Susila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42595

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan dalam mengenali perasaan diri sendiri serta orang lain secara tepat. Perilaku bullying merupakan perilaku agresif dan berulang yang dilakukan dengan tujuan menyakiti korban yang lebih lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Al-Chasanah Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian  kuantitatif dengan desain analitik korelasional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, populasi dalam  penelitian sebanyak 154 yang berasal dari kelas XI dan XII dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 61 responden. Intrument yang digunakan adalah lembar kuisioner kecerdasan emosional dan kuisioner perilaku bullying. Hasil uji statistik chi square menunjukkan nilai p value = 0,078, dimana a > 0.05. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara tingkat kecerdasan emosional dengan perilaku bullying pada remaja di SMA Al-Chasanh Jakarta Barat. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan  penelitian ini dapat menjadi refrensi selanjutnya.
IMPLEMENTASI TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL DALAM PROGRAM KASIH UNTUK PENCEGAHAN HIPERTENSI DI KERTOSARI Hargiyanto, Ernadila Diasmarani; Susanti, Lala Citra; Dewitasari, Nabila Putri; Pratiwi, dan Damai Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42651

Abstract

Dari hasil pengukuran tekanan darah tahun 2021 di Ponorogo terdapat 141.967 laki-laki dan 144.135 perempuan penderita hipertensi berusia >15 tahun. Jumlah penderita hipertensi di Desa Kertosari selalu meningkat pada bulan Juni sampai Juli selama 3 tahun berturut-turut yaitu tahun 2021 sampai dengan tahun 2023. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mendeskripsikan Implementasi Teori Pembelajaran Sosial pada Program “KASIH” Terkait Pencegahan Hipertensi di Desa Kertosari. Masyarakat Kecamatan Kertosari, Ponorogo, Jawa Timur. Metode yang digunakan, yaitu observasi disertai catatan mengenai kondisi atau perilaku objek sasaran. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang yang berusia 15 – 59 tahun. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa program “KASIH” merupakan program pencegahan hipertensi yang terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu “GAGAH” atau sosialisasi aksi anti hipertensi, “HIPER” atau Hidangan Khusus Pencegah Hipertensi, dan “LEMBAR KERTAS” ATAU Leaflet Resep Masakan Bebas Hipertensi. . Berdasarkan aspek perhatian, retensi, produksi, dan motivasi dalam Teori Pembelajaran Sosial ditemukan bahwa sasaran program tertarik dengan pendidikan yang diberikan. Peneliti memberikan pengulangan pada saat edukasi dengan memberikan pertanyaan kepada sasaran dan menggunakan media demonstrasi berupa penyumbatan pembuluh darah. Peneliti juga memotivasi masyarakat untuk menjaga pola makan dan rutin berolahraga dibantu oleh Tenaga Kesehatan di Kertosari. Namun aspek produksi belum dapat terpenuhi dalam kegiatan “HIPER” sehingga peneliti hanya memaksimalkan pendistribusian Leaflet Resep Masakan Bebas Hipertensi atau “LEMBAR KERTAS” kepada masyarakat. Kesimpulannya implementasi teori pembelajaran sosial pada program “KASIH” terdiri dari aspek perhatian, retensi, dan motivasi. Namun aspek produksi belum bisa terpenuhi karena keterbatasan waktu.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN PESERTA BPJS DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD TENGKU RAFIAN Rosyadi, Imron; Lestari, Nanda Wilda; Selpa, Selpa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42737

Abstract

Mutu pelayanan dalam sebuah rumah sakit sangat dipengaruhi oleh pelayanan bidang keperawatan. Hal ini menjadi perhatian pihak manajemen dalam menjaga kualitas dan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Salah satu indicator mutu pelayanan rumah sakit adalah kepuasan pasien. Kepuasan yang dirasakan pasien merupakan bentuk cerminan dari baik dan buruknya pelayanan keperawatan yang telah diberikan. Kepuasan pasien dalam pelayanan keperawatan dapat dipengaruhi oleh jaminan kesehatan seperti BPJS kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan peserta BPJS dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Tengku Rafian. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap RSUD Tengku Rafian dengan populasi sebanyak 910 orang. Adapun teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive sampling yaitu 100 orang dengan kriteria inklusi: pasien rawat inap selain ICU dan Perinatologi yang menggunakan jaminan kesehatan BPJS, pasien yang telah menjalani hari rawatan minimal 3 hari.  Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dan hasil penelitian diolah menggunakan Chi-square test. Adapun hasil dalam penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Tengku Rafian (p-value = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan peserta BPJS dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Tengku Rafian.
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERJADINYA DENGUE SHOCK SYNDROME (DSS) PADA PASIEN DBD ANAK RISK FACTORS ANALYSIS FOR DENGUE SHOCK SYNDROME (DSS) IN CHILDHOOD DHF PATIENTS Putri, Wikan Ikhsani; Ramaningrum, Galuh; Ratnaningrum, Kanti; Prihandani, Oky Rahma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42746

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan dan berpotensi mengakibatkan Dengue Shock Syndrome (DSS). Kondisi DSS meningkatkan angka mortalitas pada kasus DBD anak, namun studi yang menganalisis faktor risiko DSS masih terbatas. Studi ini memiliki tujuan untuk menganalisis faktor risiko DSS pada pasien DBD anak. Penelitian ini memakai metode studi observasional analitik dengan pendekatan case control dengan perbandingan sampel kasus:kontrol sejumlah 1:1. Jumlah sampel yaitu 90 orang. Sampel diambil menggunakan total sampling dan simple random sampling. Data sekunder diperoleh dari rekam medis RSUD dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah. Variabel yang diteliti meliputi jenis kelamin, usia, status gizi, hemokonsentrasi, terombosit, leukosit, dan lama demam sebelum masuk rumah sakit. Analisis data menerapkan uji chi-square serta analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis bivariat dengan uji chi-square faktor risiko yang terbukti mempengaruhi kejadian DSS yaitu hemokonsentrasi (p=0,000;OR=18,81;CI=4,05-87,22), status gizi (p=0,004;OR=4,18;CI=1,64-10,66), dan lama demam sebelum masuk rumah sakit (p=0,011;OR=3,37;CI=1,40-8,08). Sedangkan faktor risiko usia, jenis kelamin, trombosit, dan leukosit tidak berpengaruh terhadap DSS. Hemokonsentasi, status gizi, dan lama demam sebelum masuk rumah sakit meningkatkan risiko DSS.
MORFOLOGI SEL DARAH PADA SADT TIPIS MENGGUNAKAN EKSTRAK BUNGA SENDUDUK (MELASTOMA MALABATHRICUM L.) anggreani, Lisa; Aprianie, Wiwin; Hidayati, Larantika; Romaidha, Iqlila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42790

Abstract

Teknik pemeriksaan hematologi salah satunya yaitu sediaan Apusan Darah Tepi (SADT) menggunakan darah antikoagulan EDTA yang dioles dan diwarnai untuk melihat morfologi komponen sel darah seperti leukosit, eritrosit, dan trombosit. Mutu pewarnaan SADT dengan Giemsa merupakan salah satu baku mutu keabsahan hasil pemeriksaan SADT. Penggunaan Giemsa mengandung senyawa metilen biru dan eosin. Metilen biru bersifat karsinogenik, sulit diuraikan, dan berbahaya bagi kesehatan. Hal ini memerlukan pengembangan pewarna pengganti yang ramah lingkungan yang berasal dari tanaman terutama mengandung senyawa antosianin. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui morfologi sel darah menggunakan pewarna alternatif berbahan ekstrak bunga seduduk (Melastoma malabathricum L.). Jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian dekstriptif. Jenis variabel penelitian menggunakan kelompok pengontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol yaitu pewarnaan SADT menggunakan giemsa 10% dan kelompok perlakuan yaitu pewarnaan SADT menggunakan ekstrak bunga senduduk pada tingkat konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Filtrat Melastoma malabathricum L. didapatkan dari proses maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut yang ditambah HCl 1% (9:1) dan dilakukan pemekatan ekstrak dengan rotary evaporator. Hasi penelitian menunjukkan hanya eritrosit yang terlihat pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% namun tidak terwarnai dengan optimal. Kesimpulan ekstrak bunga senduduk tidak menunjukan potensi sebagai pewarna alternatif pada SADT Tipis.
ANALISIS PENGARUH VALUE STREAM MAPPING DAN 5S METHODOLOGY TERHADAP WAKTU TUNGGU PASIEN RAWAT JALAN DI RSK BEDAH BIMC NUSA DUA Maulana, Irvan; Winarti, Eko; Sunardi, Sunardi; Haryuni, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42816

Abstract

Pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, dengan waktu tunggu pasien menjadi aspek utama dalam layanan rawat jalan. Waktu tunggu yang lama dapat berdampak negatif pada kualitas pelayanan, kepuasan pasien, dan kepercayaan terhadap sistem kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan Value Stream Mapping dan 5S Methodology terhadap waktu tunggu pasien rawat jalan di RSK Bedah BIMC Nusa Dua. Permasalahan pada penelitian ini adalah waktu tunggu yang lama dapat mempengaruhi kualitas pelayanan, kepuasan pasien, serta kepercayaan terhadap sistem kesehatan. Metode pada penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan desain quasi-experiment non-equivalent control group, melibatkan 100 pasien yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=50) dan kelompok kontrol (n=50). Intervensi dilakukan dengan menerapkan Value Stream Mapping untuk memetakan proses layanan dan 5S Methodology untuk meningkatkan organisasi dan efisiensi. Data waktu tunggu pada setiap tahap layanan diukur dengan stopwatch dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pendaftaran berkurang 39,3% dari rata-rata 17,62 menit menjadi 10,74 menit, dan waktu antrian berkurang 52,3% dari 23,70 menit menjadi 11,32 menit. Analisis statistik dengan uji Independent T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,05), dengan rata-rata perbedaan waktu sebesar 4,64 menit. Kesimpulannya pada penelitian ini yaitu penerapan Value Stream Mapping dan 5S Methodology terbukti efektif dalam mengurangi waktu tunggu pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan, meskipun tantangan seperti kekurangan staf tetap ada. Penggunaan teknologi, seperti sistem penjadwalan online, juga direkomendasikan untuk mendukung perbaikan berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan.