cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
GAMBARAN KELELAHAN KERJA PADA PETANI DI DESA KONTUMERE KECAMATAN KABAWO Sunarti, Sunarti; Mautang, Theo W.E.; Suarjana, I Wayan Gede
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47052

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mengalami kelelahan kerja kategori sedang 46 responden (63,0%), diikuti kelelahan kerja ringan 26 responden (35,6%) dan kelelahan berat 1 responden (1,4%). Kelelahan kerja lebih banyak dialami oleh petani dengan usia dewasa 42 responden (57,5%), masa kerja lama 43 responden (58,9%), dan status gizi normal 57 responden(78,1%) serta seluruh responden terpapar sinar ultraviolet selama bekerja. Berdasarkan penelitian dapat di simpulkan sebagai berikut: Karakteristik individu seperti umur, jenis kelamin, dan masa kerja menunjukkan distribusi yang bervariasi terhadap tingkat kelelahan. Petani lansia (46–65 tahun) lebih banyak mengalami kelelahan sedang dan berat dibandingkan kelompok usia dewasa. Petani perempuan juga menunjukkan kecenderungan mengalami kelelahan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Masa kerja berpengaruh terhadap tingkat kelelahan, di mana petani dengan masa kerja >10 tahun lebih banyak mengalami kelelahan sedang dan berat dibandingkan yang baru bekerja.Seluruh responden terpapar sinar ultraviolet (UV) selama bekerja, yang diduga menjadi salah satu faktor eksternal penyebab utama kelelahan kerja yang dirasakan oleh petani. Berdasarkan status gizi, mayoritas petani berada dalam kategori gizi normal (78,1%). Namun, petani dengan status gizi kurang atau kurus lebih dominan mengalami kelelahan sedang, sedangkan petani dengan status gemuk lebih banyak mengalami kelelahan ringan.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Jumria, Jumria; Rahman, Asep; Kairupan, B. H. Ralph
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47062

Abstract

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan derajat kesehatan individu maupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pendekatan cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Maret 2025 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2021 sampai angkatan 2024 berjumlah 989 dan sampel adalah bagian dari populasi yaitu mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berjumlah 106 mahasiswa yang diambil dengan menggunakan metode Proportionate stratified random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hubungan antar variabel di uji statistik menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik rendah 50% dan kualitas tidur buruk 66%. Berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. dengan nilai nilai P = 0,013 (P<0,05).
SURVEI KEPADATAN JENTIK NYAMUK AEDES SP PADA TEMPAT PENAMPUNGAN AIR (TPA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOYA KECAMATAN TONDANO SELATAN Luter, Elna; Manoppo, Jonesius Eden; Pongoh, Lucyana Leonita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47068

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit endemis yang terus menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Minahasa. Tingginya insiden kasus DBD berkaitan erat dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes Sp. pada tempat penampungan air (TPA) di lingkungan pemukiman. Tempat perindukan utama nyamuk berupa tempat-tempat penampungan air baik di dalam dan disekitar rumah yang disebut kontainer sebagai habitat perkembangbiakan Aedes Sp. Jentik Aedes aegypti dapat ditemukan pada genangan air bersih dan tidak mengalir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes Sp. di wilayah kerja Puskesmas Koya, Kecamatan Tondano Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan single larva method. Sampel terdiri dari 100 rumah yang dipilih secara cluster sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada TPA di dalam dan luar rumah, kemudian dihitung indeks entomologis meliputi House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI), dan Angka Bebas Jentik (ABJ). Hasil penelitian menunjukkan HI sebesar 29%, CI sebesar 11,85%, dan BI sebesar 38%. Berdasarkan klasifikasi WHO, kepadatan jentik berada pada kategori sedang (Density Figure 4). ABJ tercatat sebesar 71%, yang masih berada di bawah ambang batas aman nasional ≥95%. Jenis TPA yang paling banyak ditemukan jentik adalah ember (16%). Kesimpulannya, tingkat kepadatan jentik nyamuk Aedes Sp. di wilayah tersebut cukup signifikan dan berpotensi meningkatkan risiko penularan DBD, sehingga diperlukan intervensi kesehatan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) MENGGUNAKAN PEWARNAAN BAYAM MERAH PENYIMPANAN 0, 6 DAN 24 JAM Daeng Parany, Nurjana; Putri, Novita Eka; Putri, Widaninggar Rahma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47075

Abstract

Kecacingan merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang umum ditemukan di daerah tropis akibat infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) terutama cacing nematoda usus yang penularannya terjadi melalui tanah. Diagnosis kecacingan umumnya menggunakan metode natif dengan pewarna eosin. Namun, eosin bersifat toksik sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Maka dari itu, dibutuhkan pewarna lain yang alami. Salah satu pewarna alami adalah bayam merah (Amaranthus tricolor L) dengan kandungan antosianin, senyawa pigmen merah yang bersifat antioksidan. Penelitian ini dilaksanakan agar mengetahui kualitas pewarnaan telur cacing STH mempergunakan pewarnaan alternatif bayam merah berdasarkan waktu penyimpanan pewarnaan. Penelitian bersifat eksperimental dengan desain Static Group Comparison. Sampel berupa feses positif telur cacing STH diuji menggunakan 6 kali pengulangan untuk masing-masing waktu penyimpanan 0, 6, dan 24 jam, serta dibandingkan dengan pewarnaan eosin 2%. Data dianalisis mempergunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann- U Whitney. Perolehan penelitian memperlihatkan adanya perbedaan signifikan antara pewarnaan bayam merah berdasarkan waktu penyimpanan 0, 6, dan 24 jam dengan nilai (p= 0,000 < 0,05). Namun, tidak ada perbedaan signifikan antara pewarnaan bayam merah 0 jam dan eosin 2% dengan nilai (p=1,000 > 0,05). Disimpulkan bahwa air perasan bayam merah penyimpanan 0 jam mempunyai kualitas yang baik dalam mewarnai telur cacing STH meskipun kualitasnya belum sebaik eosin 2%.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE PADA USIA PRODUKTIF : LITERATURE REVIEW Al fasih, Hana Mumtazah; Febrianti, Syaira Aisha; Rahman, Cahya Aulia; Witdodo, Pandu Suryonoto; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47084

Abstract

Stroke tidak hanya menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan pada usia lanjut, tetapi kini menunjukkan tren peningkatan pada kelompok usia produktif. Penulisan artikel ini dilakukan dengan tujuan untuk mereview faktor risiko dominan yang berkontribusi terhadap kejadian stroke pada usia produktif di masyarakat Indonesia berdasarkan kajian literatur ilmiah terkini. disusun dengan pendekatan Literature review, menggunakan referensi dari publikasi ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016 hingga 2025. Seluruh sumber diperoleh melalui pencarian pada basis data Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed. Artikel dipilih melalui proses skrining, kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil terhadap sepuluh artikel menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling dominan mencakup faktor hipertensi, kurangnya aktivitas fisik, diabetes melitus, dan perilaku merokok. Faktor tambahan seperti stres, obesitas, konsumsi makanan berlemak, serta riwayat keluarga juga memiliki peran dalam kejadian stroke usia produktif. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa kejadian stroke pada usia produktif merupakan hasil dari kombinasi kompleks berbagai faktor risiko klasik dan khusus. Oleh karena itu, pendekatan promotif dan preventif yang personal dan berbasis karakter individu sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian stroke sejak usia muda.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TURNOVER INTENTION TENAGA KERJA RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Ramadhani, Fauziah Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47089

Abstract

Pendahuluan: Tingginya angka turnover intention di kalangan tenaga kesehatan rumah sakit menjadi isu krusial karena berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien. Hal ini dapat mengganggu stabilitas struktur organisasi serta menimbulkan berbagai kerugian institusional. Beberapa faktor yang memengaruhi turnover intention meliputi beban kerja, stres kerja, kepuasan kerja, lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan pengembangan karier. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis factor yang mempengaruhi turnover intention tenaga kerja rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sumber data berasal dari jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan tema turnover intention pada tenaga kesehatan rumah sakit. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa beban kerja yang terlalu tinggi menjadi faktor dominan dalam meningkatkan turnover intention. Beban kerja berdampak pada meningkatnya stres kerja, menurunnya kepuasan dan motivasi kerja, serta akhirnya berpengaruh negatif terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, teori hierarki kebutuhan Maslow dapat digunakan sebagai pendekatan konseptual untuk memahami dan mencegah turnover intention. Temuan lain juga menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kurang mendukung dan gaya kepemimpinan yang otoriter turut memperkuat niat tenaga kesehatan untuk meninggalkan pekerjaannya. Simpulan: Pemenuhan kebutuhan individu dalam proses kerja, sebagaimana dijelaskan dalam teori Maslow, berpotensi menurunkan turnover intention tenaga kesehatan. Oleh karena itu, pihak manajemen rumah sakit perlu mengadopsi pendekatan yang memperhatikan kesejahteraan dan kebutuhan psikologis tenaga kerja guna meningkatkan retensi dan mutu layanan.
PENGARUH VARIASI WAKTU FIKSASI TERHADAP GAMBARAN MORFOLOGI SEDIAAN APUSAN DARAH TEPI (SADT) DENGAN PEWARNAAN GIEMSA Wati, Untari dewi Kurnia; Ismarwati, Ismarwati; Anggraeni, Rosmita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47093

Abstract

Pemeriksaan Sediaan Apusan Darah Tepi (SADT) dengan pewarnaan Giemsa digunakan untuk mengevaluasi bentuk dan kondisi sel darah dalam mendiagnosis penyakit. Proses fiksasi dengan menggunakan methanol absolute sebelum pewarnaan harus dilakukan dengan tepat agar sel darah tidak rusak atau muncul artefak. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh fiksasi selama 3 menit dan 4 menit terhadap morfologi eritrosit, leukosit, dan trombosit pada SADT. Penelitian eksperimental dengan desain penelitian one shot case study. Populasi penelitian yaitu mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Sampel yang digunakan sebanyak 18 sampel yang dihitung dengan rumus federer dan dipilih secara simple random sampling. SADT difiksasi dengan methanol absolute, kemudian diwarnai dengan Giemsa. Data diuji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk dan dibandingkan dengan uji Kruskal–Wallis (α = 0,05). Morfologi SADT waktu fiksasi 3 menit didapatkan hasil sel eritrosit sebagian besar baik dengan 15 preparat (83,3%), leukosit sebagian besar baik dengan 12 preparat (66,7%), serta trombosit didapatkan hasil cukup baik dengan 8 preparat (44,4%). Waktu fiksasi 4 menit morfologi sel eritrosit sebagian besar baik dengan 15 preparat (83,3), leukosit 13 preparat (72,2%) memiliki hasil yang baik, serta trombosit 10 preparat (55,6%) memiliki hasil baik. Data tidak terdistribusi normal karena nilai sig. < 0,05 dan uji Kruskal‑Wallis diatas nilai signifiksai yaitu p > 0,05. Fiksasi dengan methanol absolute selama 3 menit dan 4 menit tidak memberikan pengaruh terhadap hasil morfologi sel eritrosit, leukosit, dan trombosit pada SADT dengan pewarnaan Giemsa. Waktu fiksasi 3 menit sudah cukup optimal untuk melihat morfologi sel darah pada SADT.
LITERATURE REVIEW: DAMPAK NEGATIF PERILAKU SEDENTARY LIFESTYLE TERHADAP KESEHATAN FISIK REMAJA DI INDONESIA Sholihah, Fidyatus; Efiani, Lina Mai; Drajat, Pandu Satria; Marsaoly, Asti Fitria; Rezeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47108

Abstract

Perilaku sedentary lifestyle atau gaya hidup menetap menjadi perhatian utama dalam kesehatan remaja di Indonesia karena adanya peningkatan prevalensi penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes melitus. Gaya hidup ini ditandai dengan rendahnya aktivitas fisik dan tingginya durasi duduk atau berbaring tanpa disertai pengeluaran energi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak negatif dari perilaku sedentary lifestyle terhadap kesehatan fisik remaja di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Kajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2021 hingga 2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, yaitu membahas dampak sedentary lifestyle terhadap kesehatan fisik remaja Indonesia dan memiliki desain penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui pencarian di database PubMed, ResearchGate, dan Garuda, lalu dianalisis menggunakan metode anotasi bibliografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh artikel menyatakan adanya hubungan signifikan antara sedentary lifestyle dan peningkatan risiko gangguan kesehatan fisik seperti obesitas, status gizi lebih, sindrom metabolik, serta diabetes melitus. Aktivitas sedentari yang dominan meliputi penggunaan gawai, menonton televisi, dan minimnya olahraga. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perilaku sedentary lifestyle memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik remaja di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi serta intervensi gaya hidup aktif untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular sejak usia remaja.
PENINGKATAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA ANAK-ANAK Indrika, Putri Abielia Larasati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47127

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensinya terus meningkat seiring dengan berbagai faktor risiko yang saling terkait. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kejadian pneumonia pada anak-anak di Indonesia serta merumuskan strategi pencegahan yang relevan. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, laporan kesehatan resmi, dan data statistik dari lembaga terpercaya. Hasil: Tiga faktor utama yang ditemukan sebagai kontributor signifikan terhadap kejadian pneumonia adalah polusi udara, status gizi buruk, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Anak-anak dengan gizi kurang dan tinggal di lingkungan tercemar memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi. Kesimpulan: Pencegahan pneumonia pada anak memerlukan pendekatan multidimensi, termasuk perbaikan lingkungan, pemenuhan gizi yang baik, dan peningkatan akses layanan kesehatan. Edukasi masyarakat dan penguatan kebijakan kesehatan menjadi strategi kunci untuk menurunkan angka kejadian secara berkelanjutan.
NALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH SISWA SMAN 2 TONDANO Silubun, Yolanti Rinaya; Munthe, Deviana Pratiwi; Sari, Tika Bela
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47147

Abstract

Hubungan seksual yang dilakukan oleh remaja sebelum pernikahan dikenal sebagai seks pranikah remaja. Hubungan seksual yang dilakukan remaja sekarang ini cukup memprihatinkan, karena perilaku kebebasan seks dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada siswa SMA Negeri 2 Tondano. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 2 Tondano yang berjumlah 67 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada siswa di SMA Negeri 2 Tondano antara lain pengetahuan dengan nilai p value = 0,001, peran orang tua dengan nilai p value= 0,002, sumber informasi (media) dengan nilai p value = 0,000 dan teman sebaya dengan nilai p value = 0,019. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, peran orang tua, sumber informasi (media) dan teman sebaya berhubungan dengan perilaku seks pranikah remaja.