cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
EVALUASI PENGELOLAAN DAMPAK LINGKUNGAN BERDASARKAN PERMEN LH NO 16 TAHUN 2012 DI PUSKESMAS X KOTA BINJAI Damanik, Kemala Sari; Anindya, Nazla; Syafa R, Nur Ashilah; Ginting, Nurkholisah Br; Fadilla, Septiani Rizka; Liswana N, Linda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47450

Abstract

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan kajian ilmiah yang digunakan untuk menilai potensi dampak suatu kegiatan terhadap lingkungan sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana pengelolaan dampak lingkungan dilakukan di Puskesmas Kebun Lada, Kota Binjai, dengan mengacu pada kuesioner AMDAL dan peraturan yang berlaku. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan cross-sectional, melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, studi dokumentasi, serta penilaian menggunakan instrumen AMDAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair dikelola menggunakan IPAL biofilter, namun ditemukan kerusakan pada unit IPAL dan belum dilakukan pemantauan kualitas air limbah secara rutin. Pengelolaan limbah padat non-B3 dilakukan setiap hari, namun belum disertai dengan pemisahan antara limbah organik dan anorganik. Sementara itu, limbah B3 telah dikelola melalui proses pemilahan dan pengangkutan oleh pihak ketiga, tetapi belum tersedia fasilitas penyimpanan dingin, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh petugas belum maksimal. Fasilitas fisik dan sanitasi dinilai telah sesuai standar, namun tetap diperlukan pemeliharaan dan pemantauan yang lebih intensif. Secara keseluruhan, pengelolaan sudah berjalan, namun masih perlu ditingkatkan dalam aspek teknis dan kepatuhan regulasi.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUISIONER PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PERAWAT TERHADAP INKOMPATIBILITAS PENCAMPURAN SEDIAAN OBAT INTRAVENA Wiharti, Irda Rizky; Anjani , Rosi Hayyu; Fatkhiya, Musa Fitri; Efrilia, Erin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47481

Abstract

Pencampuran sediaan obat intravena merupakan hal yang sangat beresiko terjadi kesalahan. Kesalahan yang paling mungkin terjadi adalah terjadi inkompatibilitas pencampuran sediaan intravena. Inkompatibilitas obat merupakan perubahan yang dihasilkan pada obat yang dapat mempengaruhi keamanan, efektivitas, penampilan serta stabilitas obat. Salah satu cara untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku tenaga kesehatan terkait inkompatibilitas pencampuran sediaan obat intravena adalah dengan melalui survei. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pembuatan kuisioner standar yang dapat digunakan untuk penelitian tentang pengetahuan, sikap dan perilaku perawat terhadap inkompatibilitas pencampuran sediaan obat intravena. Item kuesioner dikembangkan melalui studi literatur. Penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson guna menguji validitas kuesioner, sedangkan uji reliabilitas penelitian ini menggunakan Chronbach’s-alpha. Responden yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 30 responden yang diberikan kuisioner untuk diisi menjadi sampel. Pengujian validitas instrumen dengan expert judgment menghasilkan beberapa perbaikan kalimat dari beberapa pertanyaan kuisioner. Sedangkan untuk menguji validitas, item pertanyaan pengetahuan sebanyak 22 pertanyaan yang valid karena r hitung lebih besar sama dengan r tabel, sedangkan pertanyaan sikap sebanyak 24 pertanyaan dan pertanyaan perilaku sebanyak 12 item pertanyaan. Sedangkan uji reliabilitas pengetahuan didapatkan nilai cronbach alpha ≥ 0,70 dinyatakan reliabel. Oleh karena itu, indikator yang valid dan reliabel dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan, sikap dan perilaku perawat terhadap inkompabilitas pencampuran sediaan obat intravena.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) PADA UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BHAYANGKARA DENPASAR Pradnyani, Putu Erma; Landang, Yorisno Supardi; Adiningsih, Luh Yulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47514

Abstract

Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) diakhir tahun 2023. Kepuasan Pengguna RME dapat berdampak pada penggunaan RME. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang mempengaruhi kepuasan penggunaan RME di poliklinik rawat jalan RS Bhayangkara Denpasar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 95 orang pengguna RME di Unit Rawat Jalan. Variabel dalam penelitian ini adalah karakteristik responden (usia, jenis kelamin, jenis pengguna RME, masa kerja, dan Tingkat Pendidikan), sikap petugas terkait penggunaan RME, harapan kinerja dari RME, kualitas informasi RME, dan kepuasan penggunaan RME (variable terikat). Uji regresi logistik menemukan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna RME di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar adalah sikap pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengguna RME dipengaruhi oleh faktor sikap pengguna, kualitas RME, dan harapan kinerja RME. Melihat hal tersebut maka penting bagi rumah sakit untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan RME.
JAV ARTISTS' RESPONSIBILITIES IN MAINTAINING SEXUAL HEALTH BY TESTING FOR HIV AND USING HIV PREVENTION DRUGS Arsyad, Taufiq
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47529

Abstract

Sektor hiburan dewasa dianggap sangat rentan terhadap penularan Virus Imunodefisiensi Manusia (HIV) akibat kontak seksual berulang dengan banyak pasangan. Studi ini menyelidiki tanggung jawab para pelaku industri JAV dalam menjaga kesehatan seksual, khususnya melalui praktik tes HIV rutin dan penerapan Pre-exposure Prophylaxis (PrEP). Desain penelitian kualitatif diterapkan dengan pendekatan tinjauan literatur sistematis. Studi relevan yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2025 diidentifikasi melalui pencarian di Portal Garuda, Google Scholar, Science Direct, PubMed, dan JSTOR. Data dianalisis menggunakan analisis konten induktif, memungkinkan identifikasi tema-tema utama melalui proses pengkodean dan kategorisasi. Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan tentang HIV/AIDS di kalangan populasi berisiko tinggi masih berada pada tingkat sedang (51%), sementara proporsi yang signifikan masih menunjukkan kesadaran yang rendah (41%) . Pelaksanaan tes HIV rutin menghadapi beberapa hambatan, termasuk stigma sosial, ketidakmauan untuk mengungkapkan identitas, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Demikian pula, adopsi PrEP terhambat oleh sensitivitas budaya dan kekhawatiran terkait privasi dan kerahasiaan. Meskipun demikian, strategi seperti pendidikan berbasis teman sebaya, penguatan literasi kesehatan, dan program pengurangan stigma telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi dan mendorong perubahan perilaku positif. Studi ini menyimpulkan bahwa kebijakan yang komprehensif dan didasarkan pada bukti, yang mengintegrasikan perspektif medis, sosial, dan etis, sangat penting untuk memastikan pencegahan HIV yang efektif di industri hiburan dewasa sambil sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dan menghormati hak individu.
ANALISIS KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Putri, Aulia; Kiswanto, Kiswanto; Yulizar, Yulizar; Darmawan, Darmawan; Luthfi, Fakhrurradhi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47534

Abstract

Pengelolaan sampah adalah salah satu faktor utama untuk menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kabupaten Aceh Barat memainkan peran penting dalam hal ini, namun produktivitas dan efektivitas kerja mereka masih menghadapi sejumlah masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini berfokus pada variasi produktivitas, target dan hasil kerja, ketepatan waktu, kualitas layanan, sumber daya manusia, fasilitas, dan sikap serta disiplin petugas kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sebanyak 10 informan telah dipilih secara purposive, termasuk kepala bagian pengelolaan sampah, petugas kebersihan, dan masyarakat sebagai pendukung. Untuk menguji validitas data, digunakan triangulasi, dan analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: Produktivitas, Target kerja, Pencapaian kerja, Ketepatan waktu, Sumber Daya Manusia, Kualitas pelayanan, Lingkungan kerja fisik, Kedisiplinan dan keramahan, Sarana dan prasarana, Pengelolaan sampah. Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Johan Pahlawan menunjukkan kemajuan yang baik, terutama dari aspek perencanaan dan SOP yang ada. Namun, di lapangan masih terdapat berbagai masalah, seperti kurangnya armada, ketidakaturan jadwal angkutan, kurangnya pendidikan kepada masyarakat, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Diperlukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistemik agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) Hardiyanti, Trirahmi; Zalianty, Novia; Jannah, Miftahul; Malau, Sangrasti; Sari, ApriyanimVusvita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47558

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi paru-paru yang berlangsung lama, yang ditandai dengan penyumbatan aliran udara yang semakin buruk dan berkesinambungan. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama masalah kesehatan dan kematian di seluruh dunia, terutama di antara orang dewasa dan lansia. Dalam penelitian ini, yang dilakukan melalui tinjauan literatur secara sistematis, tujuan utamanya adalah untuk mengenali dan merangkum berbagai faktor risiko yang berhubungan dengan PPOK. Proses evaluasi melibatkan penggunaan aplikasi Publish or Perish untuk menemukan artikel ilmiah dalam basis data Google Scholar. Peneliti mencari dengan kata kunci Faktor Risiko serta PPOK dan membatasi pencarian hanya pada publikasi dari lima tahun terakhir (2020–2025). Artikel yang memenuhi syarat inklusi akan dibahas, terutama yang mengkaji faktor risiko PPOK dan menerapkan metode penelitian yang berkualitas, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa sejumlah faktor risiko utama termasuk usia, jenis kelamin, faktor genetik, infeksi saluran pernapasan yang sering terjadi, paparan bahan kimia di tempat kerja, debu, asap, polusi udara, dan kebiasaan merokok. Selain itu, penggunaan bahan bakar biomassa serta kekurangan alfa1 antitripsin juga meningkatkan risiko terjadinya PPOK. Untuk menghindari dan mengatasi PPOK, fokus yang baik adalah mengurangi faktor risiko tersebut melalui pendidikan masyarakat, mendorong pola hidup sehat, mengontrol polusi udara, dan mengenali populasi yang berisiko tinggi di tahap awal. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk mengembangkan cara yang lebih efektif dalam mencegah dan mengobati PPOK di masa depan.
INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PPOK: TINJAUAN SISTEMATIS DAN META-ANALISIS Hardiyanti, Trirahmi; Febrianti, Anggi; Devita, Devita; Afifah, Seftiana Nur; Jumana, Jumana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47561

Abstract

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan kondisi inflamasi kronis yang bersifat progresif dan membutuhkan pengelolaan terapi jangka panjang. Penatalaksanaan PPOK umumnya melibatkan penggunaan kombinasi obat-obatan seperti bronkodilator, kortikosteroid inhalasi (ICS), antibiotik, dan agen farmakologis lainnya. Namun, penggunaan beberapa obat secara bersamaan meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat menurunkan efektivitas terapi dan menimbulkan efek samping serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis interaksi obat yang paling umum terjadi pada pasien PPOK melalui pendekatan tinjauan sistematis dan meta-analisis. Artikel diperoleh melalui pencarian literatur di tiga basis data elektronik (PubMed, Scopus, dan Cochrane) dengan metode seleksi berdasarkan panduan PRISMA 2020. Dari 1.200 artikel awal, 16 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan forest plot dan funnel plot. Hasil menunjukkan bahwa interaksi paling sering melibatkan ICS (fluticasone, budesonide) dengan inhibitor enzim CYP3A4 seperti ritonavir dan klaritromisin, bronkodilator β2-agonis dengan β-blocker nonselektif, kombinasi antikolinergik, serta theophylline dengan antibiotik makrolida. Efek klinis yang umum dilaporkan mencakup supresi adrenal, bronkospasme, pneumonia, dan toksisitas sistemik. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan terapi secara ketat pada pasien PPOK, terutama dalam penggunaan kombinasi obat. Apoteker klinis memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah interaksi obat untuk meningkatkan keamanan dan keberhasilan terapi. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap interaksi obat menjadi aspek penting dalam manajemen pasien PPOK.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DALAM MENURUNKAN RISIKO STROKE PADA LANSIA: literature review Aeni, Habibah Nurul; Pandiangan, Cruciana Septiara Marito; Putri, Nurani Nadira; Latifa, Anisa Nurul; Sistiarani, Colti; Nafisah, Lu’lu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47562

Abstract

Stroke adalah gangguan fungsi saraf lokal dan global yang muncul secara mendadak, bersifat progresif, dan cepat, serta disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak yang non traumatik. Tujuannya untuk mengkaji dan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan penurunan risiko stroke pada lansia berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan database yaitu Google Scholar dan PubMed. Kriteria inklusi meliputi publikasi dalam sepuluh tahun terakhir, berfokus pada hubungan aktivitas fisik dan penurunan risiko stroke pada lansia. Terdapat hubungan antara Tingkat aktivitas fisik dengan penurunan risiko stroke pada lansia. Aktivitas fisik sedang hingga berat lebih efektif untuk menurunkan risiko stroke pada lansia. Kajian ini menunjukkan bahwa lansia yang aktif secara fisik lebih rendah untuk mengalami stroke dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DAN SANTRI (STUDI DI ASRAMA PUTRA PONDOK PESANTREN UMMUL QURA AMUTAI) HELMINA, RISA; Dewi, Zulfiana; Yanti, Rusmini; Anwar, Rosihan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47585

Abstract

Diare masih menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan pesantren yang memiliki kepadatan penghuni dan keterbatasan fasilitas sanitasi. Rendahnya perilaku higiene dan sanitasi pada penjamah makanan dan santri diduga berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian diare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku higiene dan sanitasi pada penjamah makanan dan santri di Asrama Putra Pondok Pesantren Ummul Qura Amuntai. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 5 penjamah makanan yang diambil secara total sampling dan 58 santri melalui proportionate stratified random sampling. Variabel independen meliputi tingkat pengetahuan dan sikap, sedangkan variabel dependen adalah perilaku higiene dan sanitasi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Data santri dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman, sedangkan data penjamah makanan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,000) dan sikap (p = 0,000) dengan perilaku higiene dan sanitasi pada santri (p < 0,05). Pada penjamah makanan, peningkatan pengetahuan berasosiasi dengan perilaku higiene dan sanitasi yang lebih baik, meskipun sikap yang cukup positif belum sepenuhnya diikuti oleh perilaku yang konsisten. Penelitian ini menegaskan bahwa pengetahuan dan sikap berpengaruh signifikan terhadap perilaku higiene dan sanitasi. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan berkelanjutan sangat penting untuk memperbaiki dan mempertahankan perilaku higiene dan sanitasi pada penjamah makanan dan santri guna mencegah diare di lingkungan pesantren.
IDENTIFIKASI PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI KLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA SUKAPURA SUGIARTI, GITA; Putra, Daniel Happy; Yulia, Noor; Sonia, Dina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47604

Abstract

Kemajuan teknologi informasi yang cepat telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dibidang kesehatan dengan meningkatnya sistem rekam medis berbasis komputer. Dalam era kemajuan teknologi informasi, penerapan RME sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil wawancara awal terhadap staff dan kepala rekam medis mengatakan bahwa terdapat kendala yang biasa terjadi pada penggunaan RME diantaranya, seperti koneksi lambat dan down time sehingga menyebabkan petugas harus kembali bekerja secara manual. Dampak dari permasalah dapat menyebabkan kesulitan saat mengakses data pasien, dan menghambat efisiensi operasional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyelenggaraanRME di Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura dengan mengggunakan Metode analisis kualitatif dengan metode deskritif. populasi dan sampel peneletian ini sebanyak 6 orang. menggunakan metode probability sampling, variabel yang digunakan yaitu independent dan dependent, dengan melakukan observasi dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun penerapan rekam medis el ektronik telah membantu mempercepat pelayanan dan mempermudah proses pengelolaan data harian, terdapat masalah serius terkait jaringan dan server yang tidak stabil. Selain itu, rumah sakit belum memiliki SPO (Standar Operasional Prosedur) khusus untuk pengisian rekam medis elektronik, namun terdapat petunjuk teknis penggunaan aplikasi Zi-Care sehingga petugas menggunakan petunjuk tersebut sebagai pedomannya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan rekam medis elektronik (RME) di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura membantu mempercepat layanan dan pengelolaan data, tetapi masih terkendala oleh masalah jaringan, server yang tidak stabil, dan belum adanya Standar Prosedur Operasional (SPO) khusus