cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
EDUKASI DALAM PENGURANGAN LIMBAH MELALUI PENDEKATAN 3R (Reuse, Reduce, Recycle) DI INDUSTRI PANGAN SEKTOR UMKM Himmah, Nuriyah Faiqotul; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Sunaryo, Merry; Aldyandi, Devlin; Kusumawati, Mia; Farid, Umar; Yusuf, Dimas Syaifullah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48458

Abstract

Permasalahan limbah di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian penting, terutamadalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas produksi pangan. UMKM di Desa Kemiri, Mojokerto,yang bergerak di bidang makanan seperti katering, keripik, dan bakso, belum sepenuhnya menerapkan prinsippengelolaan limbah yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi dan mengkajiefektivitas pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengurangan limbah pada pelaku UMKM. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhpelaku UMKM di Desa Kemiri, dengan sampel sebanyak 27 pelaku usaha yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Variabel penelitian mencakup tingkat pengetahuan dan perilaku pelaku UMKM dalampengelolaan limbah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dandokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa edukasi berbasis 3R mampu meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnyapengelolaan limbah. Setelah diberikan edukasi, mayoritas pelaku usaha mulai menerapkan penguranganpenggunaan bahan sekali pakai, memanfaatkan kembali limbah organik, serta memilah sampah sesuai jenisnya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan edukatif melalui konsep 3R efektif dalam mengubahperilaku pelaku UMKM terhadap pengelolaan limbah, yang berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan danproduktivitas usaha.
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN SERAT, CAIRAN, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN POLA DEFEKASI PADA REMAJA DI SMA N 14 SEMARANG Noviastuti, Ismy; Octavia, Zana Fitriana; Hayati, Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48469

Abstract

Pola defekasi adalah kebiasaan atau pola pengeluaran feses dari tubuh, meliputi frekuensi dan konsistensi feses. Morbiditas 20 besar penyakit di puskesmas kota Semarang tahun 2023, termasuk diare dan gastroenteritis terduga menular berjumlah 251.561 kasus. Ketidakseimbangan faktor-faktor yang memengaruhi pola defekasi memperburuk kondisi kesehatan gastrointestinal, sehingga meningkatkan risiko komplikasi gangguan pola defekasi seperti diare dan konstipasi. Faktor-faktor yang memengaruhi pola defekasi termasuk asupan serat, cairan, dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan serat, cairan, dan aktivitas fisik dengan pola defekasi (frekuensi dan konsistensi) pada remaja di SMA Negeri 14 Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional study. Pengambilan data asupan serat dan cairan diperoleh dengan menggunakan formulir food recall 3x24 jam, aktivitas fisik diperoleh dari formulir physical activity level (PAL) 3x24 jam, dan pola defekasi memakai formulir stool diary dan bristol stool chart dengan waktu pengisian selama 7 hari. Analisis data bivariat dilakukan dengan uji Somers’d menggunakan program SPSS 26. Hasil analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan tingkat kecukupan serat dengan frekuensi defekasi (p = 0,333) dan konsistensi feses (p = 0,319), tidak terdapat hubungan tingkat kecukupan cairan dengan frekuensi defekasi (p = 0,130) dan konsistensi feses (p = 0,582). Ada hubungan aktivitas fisik dengan frekuensi defekasi (p = 0,038) dan konsistensi feses (p = 0,016). Kesimpulan berdasarkan uji statistik ditemukan ada hubungan aktivitas fisik dengan pola defekasi.
POTENSI KANDUNGAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS) UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI: SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW Yuliawan, Deny; Andari, I’ana Aulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48480

Abstract

Asupan makanan berbasis nabati dan efeknya terhadap tekanan darah dikaitkan dengan tekanan darah yang lebih rendah. Fokus terapeutik terhadap penurunan tekanan darah tinggi ditemukan didalam kandungan senyawa yang terdapat dalam buah-buahan salah satunya adalah mentimun (Cucumis sativus). Meskipun, mentimun digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional, masih sangat sedikit penelitian yang dilaporkan dalam bentuk literatur ilmiah tentang peran serta aktivitas terapeutiknya terhadap penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kandungan buah mentimun, kajian non farmakologis untuk aspek terapi pendamping bagi penderita hipertensi. Pencarian literatur yang luas dilakukan untuk menemukan dan mengumpulkan informasi terbaru tentang kandungan buah mentimun (Cucumis sativus), efek farmakologis dan aktivitas terapeutik pada tekanan darah. Basis data yang digunakan termasuk PubMed, PubMed Central dan Google Scholar dengan pencarian secara manual ataupun bantuan perangkat lunak Publish and Perish dengan rentang waktu tahun 2005 hingga 2025. Jurnal terpilih terintegrasi dengan Scopus dan DOAJ (Directory of Open Access Journals) yang disusun menggunakan pedoman PRIMA 2020. Hasil penelitian menemukan 9 jurnal yang dimulai dari uji ekstrak buah mentimun secara in vivo dan in vitro pada hewan coba hingga ke individu dengan hipertensi serta terdapat pembanding dengan menggunakan sumber buah lain. Seluruh hasil dari studi literatur terkait dengan potensi ekstrak buah mentimun, terbukti secara signifikan dalam menurunkan tekanan darah secara langsung maupun faktor resiko yang menjadi pemicu.  
HERPES ZOSTER OFTALMIKUS PADA PASIEN DENGAN GAGAL GINJAL KRONIS: SEBUAH LAPORAN KASUS Rusli, Yenny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48494

Abstract

Pendahuluan: Herpes zoster merupakan penyakit neurokutan dengan manifestasi erupsi vesikular berkelompok dengan dasar eritematosa disertai nyeri radikular unilateral yang umumnya terbatas di suatu dermatom. Herpes zoster merupakan manifestasi reaktivasi infeksi laten endogen virus varicella zoster (VZV) di dalam neuron ganglion sensoris radiks dorsalis, ganglion saraf kranialis, atau ganglion saraf otonom yang menyebar ke jaringan saraf dan kulit dengan segmen yang sama. Insiden dan keparahan penyakitnya meningkat dengan bertambahnya usia. Laporan Kasus: Seorang laki-laki, 53 tahun datang dengan keluhan lenting pada wajah bagian kiri sejak 3 hari yang terasa nyeri dan panas. Lenting tersebut awalnya muncul di atas bibir kiri, kemudian menyebar ke hidung dan kelopak mata kiri. Lenting berwarna kemerahan dan semakin lama semakin banyak. Pasien juga mengeluhkan mata kiri menjadi berair dan kelopak mata bengkak sehingga sulit untuk membuka mata. Pasien tidak mengeluhkan adanya gangguan penglihatan. Dua hari sebelum muncul lenting tersebut pasien mengeluhkan demam dan pusing. Pasien belum pernah mengalami keluhan tersebut sebelumnya. Pasien memiliki riwayat gagal ginjal kronis dan rutin hemodialisa. Pada pemeriksaan fisik ditemukan lesi pada regio wajah kiri dengan efloresensi berupa vesikel, pustul, dan krusta, berukuran 0,2-0,4 cm, bentuk bulat dengan susunan berkelompok, penyebaran regional, 1 dermatom, unilateral, jumlah multipel, dan berwarna eritema. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya anemia dan peningkatan ureum dan kreatinin. Pasien diberikan terapi antiviral, antiinflamasi, analgetik, dan antibiotik topikal. Kesimpulan: Pasien herpes zoster dengan gagal ginjal kronis memerlukan perhatian khusus terutama pada penyesuaian dosis terapi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI SMA NEGERI 1 LANGOWAN mawu, christine; Punuh, Maureen I.; Asrifuddin, Afnal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48509

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat sehingga memerlukan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Pengetahuan remaja tentang pengetahuan gizi adalah pemahaman seseorang tentang ilmu gizi, zat gizi, serta interaksi antara zat gizi terhadap status gizi dan kesehatan. Pengetahuan gizi yang kurang dapat dapat berdampak pada pola makan yang tidak tepat dan berujung pada masalah gizi seperti gizi kurang, gizi lebih, maupun obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisubungan antara pengetahuan gizi seimbang dan status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Langowan. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling, data dikumpulkan dari 110 responden yang terdiri dari siswa kelas X dan XI. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi seimbang serta pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan gizi seimbang yang kurang (62,7%) dan status gizi yang baik (64,5%), meskipun terdapat terdapat status gizi tidak baik sebanyak (34,5%). Analisis menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,022. Karena nilai p< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan status gizi. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan gizi berperan dalam memengaruhi status gizi remaja. Semakin baik pengetahuan seseorang tentang gizi seimbang, maka semakin besar kemungkinan individu tersebut memiliki kebiasaan makan yang sehat, sehingga status gizinya cenderung baik. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar sekolah meningkatkan program penyuluhan gizi. Selain itu, perlu adanya kerja sama dengan kantin untuk menyediakan pilihan makanan sehat dan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi remaja. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan gizi seimbang dan memperbaiki status gizi remaja secara keseluruhan.
REVIEW ARTIKEL: PEMANFAATAN BUAH BUAHAN DALAM MENCEGAH STUNTING DI INDONESIA Halim, Amran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48525

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama pada anak usia dini. Kondisi ini berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta produktivitas anak di masa depan. Rendahnya konsumsi buah-buahan yang merupakan sumber mikronutrien penting menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic review terhadap berbagai literatur ilmiah yang membahas pemanfaatan buah lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Indonesia, khususnya buah naga, pisang, alpukat, dan pepaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat buah tersebut mengandung nutrisi esensial seperti vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Inovasi pengolahan seperti puding, selai, cookies, dan MPASI dari buah-buahan ini telah diterapkan dalam berbagai program pengabdian masyarakat dan terbukti meningkatkan penerimaan anak terhadap pangan bergizi serta memberdayakan ekonomi keluarga. Kesimpulannya, pemanfaatan buah lokal sebagai intervensi gizi berbasis masyarakat sangat potensial untuk dimasukkan dalam strategi pencegahan stunting secara berkelanjutan di Indonesia.
ANALISIS FAKTOR PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI INDONESIA Pratama, Thea Aurelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48530

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih terjadi di berbagai negara berkembang, seperti Indonesia. Stunting merupakan masalah multifaktor yang dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. ASI eksklusif adalah praktik pemberian ASI saja kepada bayi sejak lahir hingga usia enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman lain,  termasuk air putih, kecuali obat-obatan dan tetes vitamin atau mineral. Pemberian ASI eksklusif dianggap sebagai salah satu fondasi utama untuk mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Indonesia pada tahun 2021 hingga 2025. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis untuk mengukur hasil studi mengenai dampak antara faktor pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di Indonesia pada tahun 2021 hingga 2025. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar dengan kata kunci “hubungan”, “ASI eksklusif”, dan “stunting”. Data diolah menggunakan software JASP untuk mengevaluasi bias dan sensitivitas. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, didapatkan rasio prevalensi sebesar e-0.44 = 0,643 (value 95% CI -0.66 – -0,22). Dapat diartikan bahwa faktor risiko balita yang mendapatkan ASI eksklusif untuk menderita stunting hanya sebesar 0,643 dibandingkan balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif termasuk sebagai faktor protektif terhadap stunting.  
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN DAN PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI RSUD BOLAANG MONGONDOW TIMUR Mokalu, Gloria; Wowor, Ribka E.; Mandagi, Chreisye K. F.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48536

Abstract

Tenaga Kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat, agar masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat sehingga akan terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembagunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi serta sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Tenaga kesehatan menjadi bagian tidak terpisahkan dari rumah sakit, karena mereka yang merawat pasien tidak hanya bantuan fisik tetapi aspek psikologis juga diberikan. Para tenaga kesehatan jika berkinerja buruk maka yang terjadi adalah menurunnya kualitas yang diberikan oleh para tenaga kesehatan yang akan berakibat pada citra rumah sakit dan puskesmas menjadi buruk, dan kinerja menjadi tolak ukur keberhasilan pelayanan kesehatan yang menunjukkan akuntabilitas lembaga pelayanan dalam kerangka tata pemerintahan yang baik. Oleh karena itu kinerja tenaga kesehatan menjadi perhatian serius dan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dan pemberian insentif terhadap kinerja tenaga kesehatan di RSUD Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan sepanjang bulan Maret – April 2025. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja dengan p value sebesar 0,013 (<0,05). Penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara pemberian insentif dengan kinerja tenaga medis dengan p value sebesar 0,023 (<0,05). Dimana semakin baik gaya kepemimpinan serta pemberian insentif dari rumah sakit maka kinerja tenaga kesehatan akan semakin baik.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG BAHAYA SEKS PRA NIKAH PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 KAWANGKOAN Jusuf, Nurlela; Adam, Hilman; Maino, Irny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48539

Abstract

Perilaku seksual berisiko tidak hanya menimbulkan dampak serius pada kesehatan fisik seperti infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi juga memberikan efek psikologis dan sosial yang signifikan, seperti gangguan kesehatan mental dan stigma sosial. Rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi tingginya angka perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang bahaya seks pra nikah pada peserta didik SMA Negeri 1 Kawangkoan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2025. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 564 peserta didik Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar peserta didik yaitu sebanyak 48 (8,5%)pengetahuan yang kurang baik mengenai seks pra nikah. Sebagian besar peserta didik memiliki sikap kurang baik terkait seks pra nikah yaitu sebanyak 539 (96,6%) dan 25 (4,4%) peserta didik memiliki sikap yang cukup.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS POIGAR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Potabuga, Murdini; Tucunan, Ardiansa A. T.; Mandagi, Chreisye K. F.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48548

Abstract

Kepuasan pasien dianggap sebagai tanda jika seorang pasien sudah terpenuhi harapanya, didapati layanan medis yang optimal secara memperhatikan kemampuan keluarga serta pasienya. Studi ini berjenis kuantitatif secara bermetode survey pendekatan cross sectional study. Total sampelnya mencakup 95 pasien rawat jalan yang ditentukan dari syarat eklusi serta inklusi. Lalu untuk datanya dikumpulkan dari angket yang sudah diujikan reabilitas serta validitasnya. Untuk menganalisa datanya akan memakai pengujian Chi-square berbantuan SPSS serta Microsoft Excel. Dari hasil analisa dengan mencakup lima dimensi mutu layanan kesehatan seperti, jaminan, kehandalan, empati, daya tanggap serta bukti fisik pada kepuasan pasien melalui pengujian Pearson Chi-Square dimana p value < (0,05) mengindikasikan ada kaitan antar persepsi mutu jasa pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Poigar Kab Bolaang Mongondow. Simpulan dari studi ini makin positifnya persepsi pasien pada mutu pelayanan yang diberi, sehingga akan meningkat juga tingkat kepuasanya. Ini mengindikasikan jika kualitas layanan yang dirasakan pasien berdampak pada kepuasanya untuk menerima layanan medis di puskesmas tersebut.