cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR RUBRUM) DALAM MENURUNKAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI RUANG RAWAT INAP KEBIDANAN RSUD BANGKINANG Irawati, Reni; Yanti, Rifa; Tanberika, Fajar Sari; Aifa, Wira Ekdeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49148

Abstract

Hiperemesis gravidarum di Indonesia tercatat sekitar 14,8% dari seluruh kehamilan, dengan prevalensi di Provinsi Riau meningkat dari 49,7% pada 2020 menjadi 53,24% pada 2022. Faktor penyebabnya meliputi kurangnya pengetahuan, pengalaman, stres, serta pola makan yang kurang tepat. Penanganan dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya dengan pemberian air jahe merah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jahe merah (Zingiber Officinale var Rubrum) dalam menurunkan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di ruang rawat inap kebidanan RSUD Bangkinang. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain quasi experiment one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 dengan populasi seluruh ibu hamil trimester 1 dengan hiperemesis gravidarum pada Oktober–Desember 2024 sebanyak 20 orang, dan sampel sebanyak 16 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi seluruh responden mengalami mual muntah berat. Setelah diberikan jahe merah, 75,0% mengalami mual muntah ringan, 18,7% mual muntah sedang, dan 6,3% tidak mengalami mual muntah. Uji statistik menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian jahe merah terhadap penurunan hiperemesis gravidarum dengan nilai p=0,000. Disarankan RSUD Bangkinang mempertimbangkan penggunaan jahe merah sebagai terapi nonfarmakologis alternatif dalam menangani hiperemesis gravidarum.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM DI RUANG RAWAT JALAN POLI KEBIDANAN RSUD BANGKINANG Yanti, Febri; Rahayu, Ary Oktora Sri; Aifa, Wira Ekdeni; Susanti, Komaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49149

Abstract

Emesis gravidarum merupakan salah satu keluhan kehamilan trimester pertama yang umum terjadi dan dapat mengganggu aktivitas serta asupan nutrisi ibu. Prevalensi emesis gravidarum di Indonesia mencapai lebih dari 50% pada ibu hamil trimester pertama. Salah satu upaya penanganan nonfarmakologis yang mulai banyak digunakan adalah aromaterapi lavender yang dikenal memiliki efek menenangkan dan antiemetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi lavender pada ibu hamil dengan emesis gravidarum di Ruang Rawat Jalan Poli Kebidanan RSUD Bangkinang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment two group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan selama Februari hingga Mei 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester pertama yang mengalami emesis gravidarum di ruang rawat jalan tersebut pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025, dengan jumlah sebanyak 32 orang. Sampel diambil secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 orang kelompok eksperimen yang diberikan aromaterapi lavender dan 16 orang kelompok kontrol yang diberikan rebusan daun mint. Instrumen penelitian berupa kuesioner Rhodes INVR dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas emesis gravidarum yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan aromaterapi lavender selama 3 hari, dengan nilai p=0,000. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Disarankan agar RSUD Bangkinang mempertimbangkan penggunaan aromaterapi lavender sebagai intervensi nonfarmakologis tambahan dalam pelayanan kebidanan.
EFEKTIVITAS GYMBALL DALAM MENGURANGI NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF PADA IBU BERSALIN DI RSUD BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR Nurhayati, Nurhayati; Aifa, Wira Ekdeni; Susanti, Komaria; Rahayu, Ary Oktora Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49150

Abstract

Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan salah satu masalah utama yang memengaruhi kondisi fisik dan psikologis ibu bersalin. Penanganan nyeri yang efektif dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan ibu selama persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan gymball sebagai metode non-farmakologis dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2025 dengan sampel sebanyak 16 ibu bersalin yang dipilih menggunakan total sampling. Data intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi gymball dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian intervensi gymball, 56,2% ibu bersalin mengalami nyeri sedang dan 43,8% mengalami nyeri berat. Setelah pemberian gymball, terjadi penurunan nyeri yang signifikan dimana 87,5% ibu bersalin merasakan nyeri ringan dan 12,5% masih mengalami nyeri sedang, tanpa ada yang mengalami nyeri berat. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi gymball dengan nilai p=0,000. Kesimpulannya, penggunaan gymball efektif dalam mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Disarankan RSUD Bangkinang untuk mengintegrasikan gymball sebagai metode standar dalam manajemen nyeri persalinan guna meningkatkan kenyamanan ibu selama proses persalinan.
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD BANGKINANG TAHUN 2025 Mentari, Yulia; Ruspita, Rika; Yanti, Rifa; Tanberika, Fajar Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49151

Abstract

Nyeri merupakan respons umum yang dirasakan pasien pasca operasi sectio caesarea (SC), yang dapat menghambat mobilisasi dini, proses menyusui, serta memperlambat pemulihan. Terapi nonfarmakologis seperti aromaterapi lavender dapat menjadi alternatif dalam manajemen nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Bangkinang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 pasien post operasi SC yang diambil secara total sampling. Pemberian aromaterapi lavender dilakukan dengan meneteskan 2-3 tetes minyak esensial pada tisu, kemudian dihirup selama 5 menit dan diamati efeknya selama 30 menit. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan setelah diberikan aromaterapi lavender. Sebelum intervensi, sebagian besar pasien mengalami nyeri sedang hingga berat, dan setelah intervensi mengalami penurunan menjadi nyeri ringan hingga tidak nyeri. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lavender berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah aromaterapi lavender efektif digunakan sebagai terapi komplementer dalam menurunkan nyeri post operasi sectio caesarea. Terapi ini dapat direkomendasikan untuk mendukung kenyamanan pasien, mempercepat pemulihan, serta mengurangi ketergantungan terhadap obat analgesik.
TATALAKSANA PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN HIV AIDS DENGAN TOXOPLASMA CEREBRI amanda, efina; Wulandari, Evita Rosida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49154

Abstract

Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) merupakan komponen krusial dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pasien, terutama dengan menyesuaikan asupan makanan berdasarkan kondisi medis mereka. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala akibat infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Salah satu infeksi oportunistik serius pada pasien AIDS adalah toksoplasmosis serebri, yang menyerang sistem saraf pusat. Infeksi ini juga dapat menyebar dan merusak organ lain seperti paru-paru, mata, otot rangka, dan saluran pencernaan. Penelitian dilakukan sebagai penggambaran manajemen nutrisi pasien HIV/AIDS dengan komplikasi toksoplasmosis serebral. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Fokus penelitian ini adalah penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien rawat inap di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Subjek dipilih secara purposif: seorang pasien perempuan berusia 31 tahun dengan diagnosis B20, toksoplasmosis serebral, epilepsi, penurunan kesadaran, dugaan tuberkulosis, dan pneumonia. Hasil penelitian ini menunjukkan asuhan gizi pasien mengalami malnutrisi. Selama proses observasi dan evaluasi, asupan makanan, data antropometri, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis masih di bawah standar normal. Penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) dengan intervensi diet TETP pada pasien belum menunjukkan perbaikan signifikan baik pada parameter biokimia, kondisi fisik dan klinis, maupun kecukupan gizi.
FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RSUD TOTO KABILA BONE BOLANGO Pakaya, nur Anisa; Ahmad, Riska; Katili, Rismunandar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49161

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 mewajibkan fasilitas kesehatan menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) sebelum 31 Desember 2023. Namun, di RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango, implementasinya belum optimal karena keterbatasan kompetensi tenaga kesehatan, sarana prasarana yang kurang memadai, ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus, serta formulir rekam medis yang belum lengkap. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penghambat implementasi RME di RSUD Toto Kabila. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri dari kepala rekam medis, petugas rekam medis, dokter, dan staf IT, kemudian dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan empat hambatan utama: keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penggunaan RME, kurangnya perangkat dan jaringan internet yang stabil, belum tersusunnya SOP, dan ketidaklengkapan formulir rekam medis. Kesimpulan keberhasilan implementasi RME memerlukan peningkatan kompetensi SDM, pemenuhan sarana prasarana, penyusunan SOP, dan standarisasi formulir agar pelayanan digital berjalan optimal.
OPTIMALISASI PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS DALAM MENGHADAPI ERA DIGITALISASI DATA RUMAH SAKIT DI RSIA SITTI KHADIJAH GORONTALO Olii, Yogi Triadmo; Antu, Moh. Ichsan A.; Ahmad, Riska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49162

Abstract

Perkembangan era digital mendorong rumah sakit untuk beralih dari pengelolaan arsip rekam medis fisik ke sistem Rekam Medis Elektronik (RME). Namun, di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo, penumpukan berkas rekam medis yang sudah tidak aktif masih terjadi akibat belum optimalnya pelaksanaan pemusnahan. Kondisi ini menimbulkan keterbatasan ruang penyimpanan, inefisiensi kerja, serta potensi gangguan keamanan dan kerahasiaan data pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pelaksanaan, kendala, dan kesiapan rumah sakit dalam optimalisasi pemusnahan berkas rekam medis pada era digitalisasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap lima informan, yang terdiri dari kepala instalasi rekam medis, petugas rekam medis, staf IT, dan manajemen. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun prosedur pemusnahan telah diatur melalui SOP, pelaksanaan belum maksimal karena keterbatasan sarana seperti mesin penghancur dokumen, kurangnya SDM khusus, dan minimnya pemahaman petugas terhadap regulasi retensi dan pemusnahan. Kesiapan digitalisasi sudah cukup baik dengan 90% data beralih ke RME, namun masih terdapat formulir manual yang digunakan. Disimpulkan bahwa optimalisasi pemusnahan memerlukan peningkatan fasilitas, penguatan kompetensi SDM, dan penegakan SOP secara konsisten untuk mendukung transformasi digital rumah sakit.
PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP BURNOUT PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO Naufala, Kharisma; Susanti, Indri Heri; Susanti, Indah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49170

Abstract

Burnout adalah kelelahan fisik, emosional, atau mental yang menyebabkan penurunan motivasi, kinerja, serta sikap negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Regulasi emosi berperan penting dalam mengelola kelelahan ini agar perawat tetap memberikan layanan kesehatan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap burnout pada perawat di ruang rawat inap RSI Purwokerto, menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan sampel sebanyak 53 perawat dengan teknik total sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner Emotional Regulation Questioner dan Maslach Burnout Syndrome Inventory yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Mayoritas karakteristik responden menunjukkan bahwa usia 20-30 tahun (66%), jenis kelamin perempuan (84,9%), pendidikan DIII Keperawatan (84,9%), dan masa kerja 1-5 tahun (60,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi kategori tinggi (56,6%), tingkat burnout dengan kategori ringan sebanyak 33 responden (62,3%). Hasil uji Spearman-rank menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat burnout perawat (p=0,001< 0,05) dan koefisien korelasi -0,443. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang sedang signifikan dan negatif antara regulasi emosi dengan burnout pada perawat di RSI Purwokerto
KISTA PARAOVARIAN PADA ANAK: SEBUAH LAPORAN KASUS Singh, Karnel; Triyuniati, Henni Wahyu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49172

Abstract

Kista paraovarian didefinisikan sebagai massa kistik yang terletak di ligamen latum atau mesosalping. Kista paraovarian jarang terjadi pada remaja, dengan insidensi sekitar 10%, dan umumnya bersifat jinak. Pertumbuhannya lambat dan progresif, meskipun dalam beberapa kasus dapat membesar dengan cepat. Gejala yang paling umum adalah nyeri perut bagian bawah yang bisa bersifat sementara atau intermiten. Untuk membahas mengenai kasus kista paraovarian, termasuk cara diagnosis dan tatalaksananya secara khusus pada pasien anak, kami melaporkan satu kasus kista paraovarian pada seorang anak usia 12 tahun yang menjalani laparatomi kistektomi. Pasien datang dengan keluhan nyeri pada perut kanan bawah sejak 2 minggu SMRS. Pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan regio iliaka kanan. Ultrasonografi abdomen didapatkan gambaran anechoic pada adneksa kanan dengan ukuran 6,5 cm x 6,41 cm x 6,8 cm dengan volume 150cc. Pemeriksaan patologi anatomi didapatkan hasil sesuai dengan gambaran kistadenoma serosum. Manajemen POC diputuskan oleh ginekolog berdasarkan ukuran kista, gejala, dan komplikasi. Secara umum, pendekatan konservatif dianjurkan untuk kista berukuran kecil sedangkan kista dengan ukuran yang besar dianjurkan agar dilakukan tindakan operatif.
ANALISIS DESKRIPTIF KOMPETENSI KETERAMPILAN KLINIS PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Anggarini, dennis pramesti; Romadhoni, Romadhoni; Arfiyanti, Mega Pandu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49175

Abstract

Peningkatan keterampilan klinis mahasiswa pada tingkat sarjana bukan hanya tujuan, namun juga merupakan dasar untuk menciptakan praktisi medis yang berkualitas tinggi di masa depan. Kemampuan klinis mahasiswa kedokteran dapat diukur dengan alat evaluasi ujian OSCE. Sangat sulit bagi pendidikan kedokteran untuk menjamin bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai konsep teoritis tetapi juga disertai kapabilitas memadai berkesinambungan. Jika salah satu nilai pada komponen penilaian tidak dikuasai maka akan gugur pada ujian, nilai yang tidak memenuhi standar kelulusan ujian akan mempengaruhi prestasi akademik. Capaian nilai dan komponen penilian keterampilan klinis mahasiswa kedokteran, merupakan gambaran sebagai refleksi dari kurikulum dan pendekatan pengajaran yang responsif terhadap tuntutan medis yang terus meningkat. Metode deskriptif dipergunakan dalam riset ini melalui pendekatan yang bersifat kuantitatif serta direalisasikan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang pada bulan Oktober 2023. Responden terdiri dari 101 orang mahasiswa program studi S-1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2019 yang masuk ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi. Responden diambil dari mahasiswa yang tercatat dibagian akademik, lolos evaluasi dua tahunan, dan memiliki nilai OSCE komprehensif blok 18 pada hari pertama dan kedua. Pengambilan sampel mempergunakan metode total sampling. Sumber data didapatkan dari data sekunder berupa nilai OSCE. Pengolahan data dengan analisis univariat. Dengan pengelompokan nilai sesuai dengan bobot penilaian yaitu dibagi menjadi 4 stasiun, yaitu stasiun A, B, C, D. Pada stasiun A capaian penilaian keterampilan klinis terendah yaitu pada komponen penilaian perilaku profesionalisme 11,5%. Pada stasiun B capaian penilaian keterampilan klinis terendah yaitu pada komponen penilaian tatalaksana farmakoterapi 26,5%. Pada stasiun C capaian penilaian keterampilan klinis terendah yaitu pada komponen penilaian tatalaksana farmakoterapi 16,0% dan komunikasi dan edukasi 16,0%. Pada stasiun D capaian penilaian keterampilan klinis terendah yaitu pada komponen penilaian tatalaksana farmakoterapi 25,5%.