cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENAIKAN KASUS KEMATIAN BAYI DI RSUD SEJIRAN SETASON TAHUN 2024 Putri, Riskia Farasyfa; Megawati, Megawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49018

Abstract

Kasus kematian bayi, yang diukur melalui angka kematian bayi, merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan masyarakat dan keberhasilan program pembangunan kesehatan. Upaya untuk mencegah kematian bayi dapat dilakukan melalui pemantauan kehamilan yang baik, pemeriksaan antenatal (ANC) yang optimal, serta deteksi dini terhadap risiko seperti bayi berat lahir rendah (BBLR) dan asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan kasus kematian bayi di RSUD Sejiran Setason tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Sejiran Setason selama satu tahun terakhir. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 29 ibu pada kelompok kasus (bayi yang meninggal) dan 116 ibu pada kelompok kontrol (bayi lahir hidup). Data didapatkan dari data rekam medis rumah sakit yang disesuaikan dengan ceklist. analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara BBLR (p = 0,000), asfiksia (p = 0,000) dan kunjungan ANC (p = 0,000) dengan kejadian kematian bayi, sedangkan usia ibu dan pendidikan ibu tidak memiliki hubungan yang bermakna (p > 0,05). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa BBLR, asfiksia, dan kunjungan ANC berhubungan dengan kematian bayi. Oleh karena itu, disarankan agar instansi kesehatan meningkatkan pelayanan ANC, memberikan edukasi kepada ibu hamil, serta melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mencakup populasi yang lebih luas dengan variabel yang lebih mendalam.
ALUR PELAYANAN RESUME MEDIS SEBAGAI PENDUKUNG KLAIM ASURANSI DI RUMAH SAKIT DAERAH DR SOEBANDI JEMBER Agung, Arnoldus Anugerah; Rusdi, Achmad Jaelani; Suhariyono, Untung Slamet; Maharani, Happy Eprilia; Maharani, Devi; Mawadda, Widdy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49019

Abstract

Resume medis merupakan bagian penting dari rekam medis pasien yang berfungsi sebagai ringkasan riwayat pelayanan medis selama masa perawatan di fasilitas kesehatan. Dokumen ini memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjamin kesinambungan asuhan medis, tetapi juga sebagai persyaratan administratif dalam proses klaim asuransi, surat keterangan dokter, serta keperluan legal lainnya. Di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember, tingginya permintaan resume medis dari pasien dan pihak ketiga belum diimbangi dengan adanya sistem alur pelayanan yang tertulis dan sistematis. Kondisi ini menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan keterlambatan dalam pelayanan administratif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alur pelayanan resume medis yang efektif, efisien, serta mudah dipahami oleh pasien dan petugas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi di unit korespondensi dan tempat pelayanan umum (TPU). Hasil penelitian menunjukkan belum tersedianya standar operasional prosedur (SOP) yang terdokumentasi terkait proses permintaan resume medis. Sebagai solusi, peneliti merancang diagram alur pelayanan serta media edukatif berupa poster visual untuk menjelaskan proses permintaan resume medis secara ringkas dan informatif. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa penyusunan alur pelayanan resume medis yang terstruktur dapat meningkatkan kecepatan, transparansi, dan pemahaman masyarakat dalam mengakses hak administratif mereka, serta memperkuat integrasi pelayanan publik berbasis sistem informasi kesehatan di rumah sakit.
ANALISIS KUANTITATIF KELENGKAPAN PENGISISAN RME DI RUMAH SAKIT X BANYUWANGI Muslim, Saepul; Rusdi, Achmad Jaelani; Ma’ruf, Agus Syukron; Agustina, Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49020

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian penting dari sistem informasi kesehatan yang berfungsi dalam mendukung pelayanan klinis, administrasi, serta akreditasi rumah sakit. Namun, penerapan RME di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit X Banyuwangi, masih menghadapi berbagai kendala terutama terkait kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelengkapan pengisian RME pada unit poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, dan ahli gizi di Rumah Sakit X Banyuwangi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi sebanyak 1.435 pasien rawat inap bulan Mei 2025, dan sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelengkapan pengisian RME bervariasi pada tiap unit pelayanan. Di poliklinik, kelengkapan terendah ditemukan pada pengisian awal medis rawat jalan (0%), sedangkan tertinggi pada transfer pasien antar ruang (88%). Pada IGD, meski sebagian besar elemen mencapai kelengkapan di atas 95%, namun skrining nutrisi (38%) dan transfer pasien antar ruang (54%) masih rendah. Unit rawat inap menunjukkan kelengkapan tertinggi pada catatan observasi (97%), namun penilaian ulang nyeri (29%) serta diagnosa (39%) masih kurang optimal. Sementara itu, pada ahli gizi, skrining gizi lanjut cukup tinggi (85%), tetapi catatan ADIME gizi hanya 53%. Ketidaklengkapan ini terutama dipengaruhi oleh belum adanya SOP yang baku serta beban kerja tenaga kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan SOP pengisian RME dan peningkatan pelatihan tenaga kesehatan guna mendukung mutu dokumentasi medis dan pengambilan keputusan klinis yang lebih akurat.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA PESERTA DIDIK DI SMP N 8 MANADO Patoding, Putri Cicilia Lusinthania; Kolibu, Febi Kornela; Kairupan, Bernabas. H. R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49043

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat penting dimiliki oleh remaja sejak mereka mulai memasuki masa pubertas. Namun, di Indonesia, pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pendidikan, seperti melalui kegiatan penyuluhan, untuk mencegah berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Peserta Didik Di SMP Negeri 8 Manado. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan Full Eksperimen Design. Sebanyak 86 sampel diambil secara Porportionarte random sampling dengan variasi Propotional Stratified Random Sampling dari masing-masing siswa kelas VII dan kelas VIII. Peserta didik diberi kuesioner pretest dilanjutkan dengan penyuluhan, dan diberi kuesioner posttest dan untuk Kelompok Kontrol diberikan Kuesioner Pretest dan dilanjutkan dengan kuesioner Posttest. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed rank test. Hasil Penelitian yang didapatkan berdasarkan analisis univariat yaitu sebagian besar responden berusia 13 tahun dan mayoritas berjenis kelamin perempuan (62,8%). Tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sebelum diberikan perlakuan pretest dengan kategori baik (56,8%) dan setelah diberikan perlakuan (90,9%). Analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan Kesehatan Reproduksi P value= 0,000 (<0,05). Kesimpulan Diharapkan kepada sekolah dan puskemas setempat dalam bekerjasama dalam memberikan pengajaran dan Pendidikan kesehatan mengenai Kesehatan reproduksi bagi remaja agar pengetahun mereka mengenai Kesehatan reproduksi bisa lebih baik.
POLA MAKAN DAN TINGKAT STRES TERHADAP RISIKO SINDROM DISPEPSIA PADA REMAJA Putri, Mona Silvia; Pratama, Angga Satria; Mulfianda, Riyan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49071

Abstract

Dispepsia merupakan termasuk penyakit sindrom yang sering ditemukan dikalangan masyarakat khususnya usia remaja. Faktor yang menyebabkan kejadian dispepsia adalah pola makan dan tingkat stres yang berlebihan. Pola makan tidak teratur menjadi fakto predisposisi karena menghasilkan hormon gastrointestinal yang menyebabkan risiko sindrom dispepsia. Kemudian faktor stres dapat mempengaruhi saluran cerna yang mengakibatkan perubahan sekresi asam lambung sehingga mengalami dispepsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres terhadap risiko sindrom dispepsia pada remaja. Jenis penelitian deiskriptif koreilasi dengan deisain cross seictional stuidy. Populasi yaitu seluruh anak usia remaja sebanyak 645 orang. Kemudian teiknik peingambilan sampeil proporsional sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 87 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar angket. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ulee kareng Kota Banda Aceh pada tanggal 8 Mei - 3 Juni tahun 2024. Hasil penelitian hubungan pola makan terhadap risiko sindrom dispepsia pada remaja didapatkan p-value = 0,000 (p < 0.05) dan pengaruh tingkat stres terhadap risiko sindrom dispepsia pada remaja didapatkan p-value = 0,000 (p < 0.05). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan pola makan dan tingkat stres terhadap risiko sindrom dispepsia pada remaja. Diharapkan kepada responden agar melakukan pencegahan risiko sindrom dispepsia seperti menjaga pola makan yang baik dan menghindari terjadinya stres yang berlebihan.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PERAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA DI KLINIK JIWA RSUD dr. DORIS SYLVANUS Andrimupraja, Adetya Dwi; Meilitha Carolina; Priskila, Eva
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49072

Abstract

Self efficacy keluarga merupakan kemampuan anggota keluarga untuk mengatasi permasalahan, stres maupun pemecahan masalah dalam merawat anggota keluarga yang mengalami Skizofrenia. Kemudian juga dalam merawat pasien Skizofrenia membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kesabaran serta dibutuhkan waktu yang lama, sehingga perawatan pasien Skizofrenia memerlukan peran keluarga untuk merawat pasien Skizofrenia dirumah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan self efficacy dengan peran keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di Klinik Jiwa RSUD dr. Doris Sylvanus. Penelitian ini ialah penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 57 responden. Instrumen yang dipakai menggunakan kuesioner. Hasil uji statistik menggunakan uji Spearman Rank didapatkan p value = 0,000 < α (0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,679. Korelasi yang di dapat adalah positif dengan hubungan kuat dan searah, maka dasar pengambilan keputusan di atas, dapat disimpulkan Ha diterima dengan demikian dapat diartikan bahwa ada hubungan self efficacy dengan peran keluarga dalam merawat pasien skizofrenia di Klinik Jiwa RSUD dr. Doris Sylvanus. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah semakin tinggi self efficacy keluarga maka peran keluarga semakin baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk menambah menambah wawasan tentang self efficacy dengan peran keluarga dalam merawat pasien skizofrenia.
HUBUNGAN KETERAMPILAN PERAWAT DENGAN PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN PERIOPERATIF DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD dr. DORIS SYLVANUS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Sari, Kartina; Carolina, Meilitha; Priskila, Eva
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49085

Abstract

Latar Belakang : Keterampilan perawat merupakan hasil dari ilmu pengetahuan dari pengalaman klinik yang dijalaninya. Penerapan keselamatan pasien di rumah sakit terutama di ruang operasi memerlukan peran dan keterampilan perawat sebagai tenaga kesehatan yang sering bertemu pasien selama 24 jam. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan diterapkannya asuhan keperawatan perioperatif terutama Surgical Safety Cheklist (SSC) yang merupakan bagian dari Patient Safety, sebagai upaya untuk keselamatan pasien dan mengurangi jumlah angka kematian pasien diseluruh dunia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterampilan perawat dengan penerapan keselamatan pasien perioperatif di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Doris Sylvanus Provinsi Kalimantan Tengah. Metode : Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman Rank. Hasil : Berdasarkan hasil uji Spearman Rank, diperoleh nilai ρ = 0,000, yang berarti ρ < α = 0,05. Artinya, Ha diterima dan H₀ ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan perawat dengan penerapan keselamatan pasien perioperatif di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Doris Sylvanus tahun 2025. Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan perawat dengan penerapan keselamatan pasien perioperatif di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. Doris Sylvanus tahun 2025 Kata Kunci : Keterampilan, Keselamatan Pasien, Surgical Safety Checklist Daftar Pustaka : 25 (2011-2023)
TATALAKSANA PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN HIV AIDS DENGAN TOXOPLASMA CEREBRI Amanda, Efina; Wulandari, Evita Rosida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49103

Abstract

Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) merupakan komponen krusial dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pasien, terutama dengan menyesuaikan asupan makanan berdasarkan kondisi medis mereka. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala akibat infeksi virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Salah satu infeksi oportunistik serius pada pasien AIDS adalah toksoplasmosis serebri, yang menyerang sistem saraf pusat. Infeksi ini juga dapat menyebar dan merusak organ lain seperti paru-paru, mata, otot rangka, dan saluran pencernaan. Penelitian dilakukan sebagai penggambaran manajemen nutrisi pasien HIV/AIDS dengan komplikasi toksoplasmosis serebral. Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Fokus penelitian ini adalah penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien rawat inap di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Subjek dipilih secara purposif: seorang pasien perempuan berusia 31 tahun dengan diagnosis B20, toksoplasmosis serebral, epilepsi, penurunan kesadaran, dugaan tuberkulosis, dan pneumonia. Hasil penelitian ini menunjukkan asuhan gizi pasien mengalami malnutrisi. Selama proses observasi dan evaluasi, asupan makanan, data antropometri, parameter biokimia, serta kondisi fisik dan klinis masih di bawah standar normal. Penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) dengan intervensi diet TETP pada pasien belum menunjukkan perbaikan signifikan baik pada parameter biokimia, kondisi fisik dan klinis, maupun kecukupan gizi.
HUBUNGAN ANTARA LITERASI KESEHATAN MENTAL DENGAN STIGMA GANGGUAN JIWA PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Nisa, Ninda Khairul; Widodo, Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49108

Abstract

Stigma terhadap gangguan jiwa masih menjadi tantangan besar dalam upaya promosi kesehatan mental, termasuk di lingkungan akademik. Mahasiswa keperawatan, sebagai calon tenaga kesehatan, memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pelayanan keperawatan jiwa. Oleh karena itu, diharapkan mereka memiliki pemahaman dan sikap yang positif terhadap individu dengan gangguan jiwa. Salah satu faktor yang diyakini dapat memengaruhi stigma tersebut adalah literasi kesehatan mental, yaitu kemampuan individu dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi kesehatan mental untuk membuat keputusan yang tepat. Namun, tingkat pengetahuan belum tentu selalu sejalan dengan sikap yang ditunjukkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara literasi kesehatan mental dengan stigma gangguan jiwa pada mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan mengambil sampel sebanyak 77 mahasiswa. Instrumen penelitian untuk variable literasi kesehatan mental menggunakan Mental Health Literacy Questionnaire-Short version adult (MHLq-Sva) yang disusun oleh Campos et al. (2022) dan variabel stigma gangguan jiwa menggunakan Perceived-Devaluation Discrimination oleh Mora‑Ríos dan Ortega (2021). Berdasarkan analisis korelasi Spearman diperoleh hasil P-Value = 0.584 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, yang menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan mental dengan stigma gangguan jiwa.  
GAMBARAN KADAR ASAM URAT DAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA OBESITAS SENTRAL Apriliani, Adinda Tria Nur; Wahyutri, Endah; Prihandono, Dwi Setiyo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49111

Abstract

Obesitas sentral atau obesitas viseral adalah kondisi kegemukan yang ditandai dengan penumpukan lemak di bagian perut. Penumpukan lemak ini dapat meningkatkan kadar asam urat melalui pelepasan sitokin proinflamasi oleh jaringan adiposa, yang kemudian merangsang aktivitas enzim xantin oksidase sebagai pemicu pembentukan asam urat. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan hipertensi melalui mekanisme arteriolopati pada pembuluh darah preglomerular, yang mengganggu fungsi pengaturan otomatis arteriol aferen dan menyebabkan hipertensi glomerular. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kadar asam urat dan tekanan darah pada mahasiswa dengan obesitas sentral di Poltekkes Kemenkes Kaltim. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan potong lintang, melibatkan 28 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling. Sampel berasal dari mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis yang memenuhi kriteria obesitas sentral. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik pada tanggal 5 sampai 8 November 2024. Hasil menunjukkan bahwa 13 responden (46%) memiliki kadar asam urat tinggi, sedangkan 14 responden (50%) mengalami prehipertensi. Oleh karena itu, diperlukan upaya menjaga asupan makanan sehat disertai dengan olahraga rutin untuk mencegah komplikasi kesehatan lebih lanjut.