cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI SEIMBANG DEHUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN ANEMIA PADA REMAJANGAN ANEMIA PADA REMAJA Devi, Endang Puspita Sari; Andrian, Feni; Apriyana, Eka; Khasanah, Riza Usfatun; Prajaningtiyas, Eka; Ningrum, Reni Oktavia; Sugiyarti, Tin; Wahyuni, Eka; Yuniati, Ria; Kurnia, Ekyaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38095

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja, terutama akibat anemia defisiensi zat besi. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan kejadian anemia pada remaja. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 30 siswa kelas X dan XI di SMK Al Kirom dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang. Data dianalisis menggunakan uji Kendall’s tau-b untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dan status anemia dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, 50% memiliki tingkat pengetahuan baik, dan 50% lainnya memiliki tingkat pengetahuan cukup. Berdasarkan status anemia, 56,7% responden tidak mengalami anemia, sementara 43,3% mengalami anemia ringan. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dan status anemia (koefisien korelasi = 0,816; p = 0,000), mengindikasikan bahwa tingkat pengetahuan yang lebih baik berkorelasi dengan status anemia yang lebih baik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan tentang gizi seimbang dengan kejadian anemia pada remaja. Hasil ini menekankan pentingnya edukasi gizi sebagai upaya pencegahan anemia, khususnya di kalangan remaja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program edukasi gizi yang lebih efektif di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesehatan remaja.
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL LEAN HOSPITAL MANAGEMENT Niartiningsih, Andi; Malik, Nurintan; Nurfadhilah, Nurfadhilah; Nurfitriani, Nurfitriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38098

Abstract

Salah satu cara mengeliminasi waste atau aktivitas non-value added dan meningkatkan patient safety dengan mengimplementasikan konsep dan prinsip Lean hospital management yang berkelanjutan. Lean hospital management telah dipergunakan secara luas di bidang kesehatan, dengan konsep ini dapat menciptakan nilai maksimum bagi pasien dengan mengurangi pemborosan dan menunggu, melalui kegiatan yang terorganisir dalam bentuk pemikiran dan nilai, pada akhirnya mengarah pada transformasi perilaku dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis waktu tunggu pelayanan obat dengan menggunakan model Lean Hospital Management  di Apotek Rawat Jalan RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kualitatif dengan menggunakan pedoman wawancara pada 10 orang  informan dan pada kuantitatif  menggunakan lembar pengamatan 110 sampel resep di apotek. Untuk menguji kualitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian pada proses pelayanan obat dengan value stream mapping menunjukkan ratio value added terhadap non value added melebihi 30%. Ditemukan enam jenis waste dalam pelayanan obat, yakni overproduction. Transportation, motion, waiting, defect dan extra processing. Disarankan untuk manajemen rumah sakit agar melakukan desain strategi perbaikan dengan relayout, pelatihan petugas, pembuatan SPO, pembuatan flow chart, SIM RS, penambahan petugas pelaksanan dan melakukan evaluasi sehingga hasilnya lebih terukur untuk dijadikan informasi dalam pengambilan keputusan.
PERSPEKTIF ISLAM TERHADAP IVF: ANTARA KEBUTUHAN MEDIS DAN ETIKA SYARIAH Pradipta, Dea Vega; Rahmawati, Alya; Sayaroh, Farikha Aulia; Shalimar, Jesika; Shalawati, Shally; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38102

Abstract

Bayi tabung (In Vitro Fertilization) merupakan suatu tindakan yang mengacu pada kebutuhan medis untuk membantu pasangan yang sedang menghadapi masalah kesuburan melalui teknologi reproduksi dengan mengambil sperma dari pihak suami dan sel telur dari pihak istri, kemudian menyatukannya di luar tubuh (in vitro). Namun demikian, etika syariah mempertimbangkan dampak dan hukum dari tindakan ini karena sering kali terjadi kesenjangan antara kebutuhan medis penggunaan bayi tabung dengan larangan syariah yang menekankan pentingnya menjaga garis keturunan, serta larangan donasi sperma atau sel telur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana hukum Islam mengatur praktik bayi tabung, termasuk implikasi etika dan moralnya. Metode: Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (observasi) dan wawancara. Hasil: Hasil wawancara dengan narasumber pertama yaitu seorang bidan menjelaskan tentang tahapan bayi tabung dan bagaimana faktor keberhasilan bayi tabung. Narasumber kedua yaitu seorang ibu rumah tangga memaparkan tentang alasan memilih bayi tabung dikarenakan adanya masalah pada tuba fallopi dan pentingnya pemahaman agama. Narasumber ketiga, wakil ketua MUI, menyatakan bahwa bayi tabung dibolehkan dalam Islam dengan syarat-syarat tertentu dan menekankan kesiapan mental pasangan. Wawancara ini memberikan wawasan tentang berbagai pertimbangan dalam menjalani bayi tabung. Kesimpulan: tindakan bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) dalam perspektif Islam dapat diterima jika dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, terutama dengan memperhatikan aspek-aspek maqasid syariah, seperti perlindungan agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.
PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP KELELAHAN KERJA KARYAWAN KONVEKSI PT. MAGNUM ATTACK KOTA MALANG Lagu, Eginius Yoang; Wahyuni, Ike Dian; Joegjiantoro, Rudy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38105

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri konveksi, seperti di PT Magnum Attack Kota Malang sangat penting untuk mencegah kelelahan kerja pada karyawan. Kelelahan kerja sering disebabkan oleh faktor fisik, seperti beban kerja yang tinggi, posisi tubuh yang tidak ergonomis, serta lingkungan kerja yang buruk, seperti suhu yang tidak nyaman, pencahayaan yang kurang, dan kebisingan. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan menggunakan metode Analitik Observasional dan pendekatan study potong- silang (Cross-Sectional). Populasi karyawan PT Magnun Attack Kota Malang secara keseluruan berjumlah 38 orang dengan pembagian masing-masing bagian yaitu 16 orang di bagian menjahit, 13 orang di bagian produksi, dan 9 orang di bagian distribusi. uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel sikap kerja memiliki signifikansi sebesar 0,032< 0.05, yang berarti sikap kerja berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja karyawan. Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa variabel kualitas tidur memiliki angka signifikansi sebesar 0,038< 0.05, yang berarti kualitas tidur berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja karyawan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu pada pagi hari sebesar 24?, siang hari 30?, dan sore hari 28? semuanya memenuhi standar yang ditetapkan oleh Permenkes 70 tahun 2016, yaitu antara 18? hingga 30?. Dengan angka signifikansi sebesar 0,017< 0.05, dapat disimpulkan bahwa suhu yang sesuai berkontribusi pada pengurangan tingkat kelelahan kerja. Kelembaban di PT. Magnum Attack Kota Malang memiliki pengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja karyawan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kebisingan pada pagi hari mencapai 50,75 dB, siang hari 63,74 dB, dan sore hari 68,7 dB, semua masih berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh Permenkes 70 tahun 2016 (? 85 dB). Dengan angka signifikansi sebesar 0,037< 0.05.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BEBAS DI SMA 10 DESA KAMARIAN Windari, Arindiah Puspo; Sinay, Herlien
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38147

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja mengenai seks bebas di SMA 10 Seram Bagian Barat. Survei yang dilakukan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kemenkes pada Oktober 2013 menunjukkan bahwa perilaku seks bebas di kalangan remaja Indonesia cukup mengkhawatirkan, dengan 63% remaja pernah melakukan hubungan seksual di luar pernikahan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimen, khususnya desain One Group Pre-test Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA 10 Kamarian, dengan total 84 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan promosi kesehatan, tingkat pengetahuan siswa meningkat. Sebanyak 31% siswa memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan 31% lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan siswa mengenai seks bebas diuji menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil Asymp.Sig < 0,05. Nilai Sig sebesar 0,00 menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan promosi kesehatan terhadap pengetahuan remaja mengenai seks bebas di SMA 10 Desa Kamarian.  
POTENSI PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) SEBAGAI ANTIKANKER SECARA IN VITRO Rahmatullah, Lalu Mas'ud; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38158

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang disebabkan karena sel-sel di dalam tubuh membelah secara tidak terkendali. Kemoterapi dengan menggunakan obat konvensional merupakan salah satu cara yang biasa digunakan untuk mengobati kanker. Akan tetapi, kemoterapi dapat menimbulkan efek negatif dan penggunaan yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi obat. Oleh karena itu, perlu dikembangkan agen antikanker baru yang berasal dari alam dengan efek yang lebih efektif dan efek toksik yang minimal. Centella asiatica merupakan salah satu tumbuhan yang telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antikanker dengan kandungan metabolit sekundernya, seperti asam asiatik, asam medacasside, turunan glikosida ester triterpen berupa asiaticoside, sceffloleoside, dan madecassoid. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis potensi Centella asiatica sebagai antikanker secara in vitro yang diharapkan dapat berguna dalam pengembangan obat herbal. Metode yang digunakan untuk menyusun artikel ini adalah dengan melakukan literatur review terkait dengan pemanfaatan pegagan sebagai antikanker. Review dilakukan dengan cara mengumpulkan data penelitian yang tersedia dalam Google Scholar, PubMed, dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci yang sesuai. Artikel kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan bahwa Centella asiatica dapat berperan sebagai antikanker usus besar, mulut, payudara, ovarium, nasofaring, lambung, paru-paru, dan tulang (osteosarkoma) karena kemampuannya yang dapat menghambat viabilitas atau kemampuan sel kanker untuk hidup, tumbuh, dan berkembang melalui modulasi enzim, faktor pertumbuhan, faktor transkripsi, protein apoptosis, dan jalur pensinyalan yang pada akhirnya memicu apoptosis dan penghambatan proliferasi sel-sel kanker. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Centella asiatica telah terbukti mampu menjadi bahan baku yang potensial dalam pengembangan obat herbal untuk mengatasi kanker.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) SECARA IN VITRO : LITERATURE REVIEW Putri, Latifa Rahma; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38165

Abstract

Infeksi mikroba telah menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat karena dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Infeksi mikroba adalah gangguan yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi tubuh. Terapi umum yang digunakan untuk pengobatan infeksi mikroba adalah antimikroba. Salah satu alternatif pengobatan yang dapat digunakan adalah produk alami dari tanaman obat. Tanaman obat memiliki keunggulan diantaranya adalah harga terjangkau, mudah ditemukan, memiliki khasiat, dan efek samping yang minimal. Pegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman yang digunakan secara tradisional untuk mengobati penyakit infeksi akibat mikroba. Berbagai penelitian sebelumnya telah melaporkan bahwa pegagan memiliki aktivitas antimikroba melalui pengujian secara in vitro terhadap beberapa mikroba seperti Bacillus cereus, serovar Typhimurium, Aspergillus niger dan lainnya. Review ini bertujuan untuk menganalisis potensi pegagan sebagai antimikroba secara in vitro yang diharapkan bermanfaat dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. Metode yang digunakan dalam penyusunan literature review ini adalah dengan melakukan pencarian dan pengumpulan artikel penelitian terkait aktivitas pegagan sebagai antimikroba pada basis data yang tersedia yaitu Google Scholar dan Pubmed dengan memasukkan kata kunci “Centella asiatica”, “pegagan”, “antimicrobial”, “antimikroba”, dan “in vitro” lalu dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan bahwa pegagan memiliki aktivitas sebagai antimikroba. Hal ini dapat diamati pada data artikel penelitian yang melakukan pengujian in vitro. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pegagan memiliki aktivitas sebagai agen antimikroba terhadap beberapa bakteri seperti Aspergillus niger, Bacillus subtilis, E. coli, S. typhi, S. aureus, B. subtilis, S. sonnei dan lainnya. Oleh karena itu, pegagan dapat menjadi solusi alternatif pengembangan agen antimikroba berbahan alam.
PROGRAM PROMOTIF PENANGGULANGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KADER PKK DESA CIHANJUANG, BANDUNG BARAT Wati, Risa Laras; Panulat, Pandu Dwi; Prabaningtyas, Ayu Rizki; Andasari, Ririn; Aziz, Abdul; Salihun, Saleha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38169

Abstract

Keluhan muskuloskeletal adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh berbagai kelompok usia, ditandai dengan rasa ketidaknyamanan pada anggota gerak tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko cedera pada bagian anggota gerak tubuh lainnya, salah satunya adalah area lutut. Fisioterapi sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi bidang keterapian fisik, memiliki peran penting dalam upaya kesehatan promotif dan preventif dalam penanggulangan keluhan muskuloskeletal pada masyarakat luas. Artikel ini membahas tentang promosi kesehatan dalam penanggulangan keluhan muskuloskeletal melalui pendekatan promotif dan preventif yang dikemas dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini dikemas dalam edukasi dan diskusi interaktif disertai simulasi praktik gerakan latihan penguatan otot pada peserta kader PKK Desa Cihanjuang. Pre dan  post  test  yang  dilakukan  pada peserta  didapatkan nila  cukup  baik  meskipun  terdapat Penurunan  nilai  dari beberapa  peserta  pada  saat post test  hal  ini  dipengaruhi  oleh  beberapa faktor  yang  ditemui  di  lapangan  seperti peserta dengan usia lanjut, dari aspek kognitif juga berpengaruh. Program pengabdian kepada masyarakat ini perlu ditingkatkan dari aspek skala dan perlu keberlanjutan secara komprehensif agar tujuan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat tercapai dengan maksimal.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Dwi Winarti, Tutik; Trigantara, Regista; Fatmawati , Diana Noor
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38173

Abstract

Kondisi pasien yang masuk ruang ICU dalam keadaan kritis, mengancam nyawa, mendadak dan tidak direncanakan, sehingga menyebabkan keluarga pasien nengalami stressor kecemasan. Komunikasi terapeutik merupakan salah satu cara yang dilakukan perawat untuk mengurangi tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara komunikasi teraputik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di Ruang Intensive Care Unit di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Deskriptif analitik cross sectional melibatkan 80 responden diseleksi dengan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner komunikasi terapeutik dan kuesioner kecemasan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Analisa data menggunakan uji Spearman Rho dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukan 58 responden atau 72,5% melaksanakan komunikasi terapeutik dalam kategori baik dan 52 responden atau 65,0% memiliki kecemasan dalam kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien dengan nilai p=0,001 atau p<0,05 dan r = -0,351. Disarankan bagi perawat untuk terus meningkatkan komunikasi dan edukasi kepada keluarga pasien melalui Teknik komunikasi terapeutik guna mengurangi beban kecemasan yang dialami selama masa perawatan pasien di Ruang ICU RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO TERHADAP STATUS GIZI REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II MAROS nadia, nadia; St. Masithah, St. Masithah; Wahyuni, Fitri; Syafruddin, H
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38186

Abstract

Setiap individu di negara ini berhak atas perlindungan konstitusional di mana saja dan dalam situasi apa pun, termasuk anak didik di lembaga pemasyarakatan. Mereka sebagai subjek hukum juga berhak menerima semua jaminan yang disediakan oleh negara. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 mengenai pemasyarakatan, dinyatakan bahwa salah satu hak narapidana adalah menerima pelayanan kesehatan dan makanan yang memadai. Pelayanan kesehatan dan makanan yang sesuai dengan standar kesehatan haruslah higienis, bergizi, dan mencukupi kebutuhan tubuh sesuai dengan usia dan kondisi tertentu. Selain memenuhi kriteria dasar tersebut, penting juga untuk memperhatikan metode memasak, suhu makanan saat disajikan, serta jenis bahan makanan yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara asupan zat gizi makro terhadap status gizi remaja di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Maros. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan status gizi dari segi asupan energi (p = 0,001),  asupan proteini (p = 0,001), asupan lemak (p = 0,000), asupan karbohidrat (p = 0,000 ) Terdapat hubungan asupan zat gizi makro terhadap status gizi remaja dilembaga pembinaan khusus anakkelas II Maros