cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PROVINSI LAMPUNG Rossa, Putri Emylia; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Aditya, Muhammad; Kurniawaty, Evi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38194

Abstract

Dengan memberikan lebih banyak pengetahuan dan mendorong lebih banyak kepatuhan, edukasi bertujuan untuk mengurangi kemungkinan timbulnya masalah. Edukasi kesehatan juga dapat mengubah perspektif dan perilaku masyarakat dalam hal pencegahan penyakit. Ketika diukur dalam dua interval 5 menit yang terpisah, hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 140 mmHg atau lebih dan peningkatan tekanan darah diastolik sebesar 90 mmHg atau lebih. Peneliti bertujuan untuk mengetahui seberapa baik tingkat kepatuhan pasien hipertensi meningkat setelah menerima edukasi kesehatan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, yang mengikuti desain kuasi-eksperimental berdasarkan eksperimen seri waktu atau desain pra dan pasca-tes dengan satu kelompok. Metode seperti pengambilan sampel non-probabilitas berdasarkan pengambilan sampel insidental digunakan untuk mengumpulkan sampel. Nilai p-value sebesar 0,03 ditemukan dari hasil uji-t berpasangan. Jumlah kepatuhan hipertensi berbeda sebelum dan sesudah sekolah, seperti yang ditunjukkan oleh hasil p Value <0,05
PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA TIM DI PUSKESMAS yuli Darwati, Datik; Guslita, Ressy; Mudrikah, Miftah; Purwadhi, Purwadhi; Wijaya, Yani Restiani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38199

Abstract

Budaya organisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja tim di puskesmas, terutama dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Artikel ini mengulas berbagai literatur tentang penerapan budaya organisasi di sektor kesehatan, khususnya pada puskesmas. Budaya organisasi meliputi inovasi dan pengambilan risiko, orientasi pada hasil dan detail, kerja sama tim dan orientasi pada individu, komitmen, dan stabilitas. Melalui kajian literatur, artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan budaya organisasi yang tepat dapat meningkatkan kualitas pelayanan di puskesmas. Diharapkan adanya penguatan budaya organisasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di berbagai puskesmas.
HUBUNGAN MASA KERJA TERHADAP KADAR ENZIM CHOLINESTERASE DALAM DARAH PETANI PADI PENGGUNA PESTISIDA DI KELURAHAN TIRTORAHAYU KABUPATEN KULON PROGO evitasari, devi; Martuti, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38204

Abstract

Penggunaan pestisida di lingkup pertanian pada saat ini menjadi suatu peranan yang sangat penting. Penggunaan pestisida dengan indikasi yang tidak tepat dapat memicu keracunan. Menurunnya aktivitas enzim cholinesterase merupakan salah satu parameter untuk mengetahui terjadinya keracunan yang berasal dari pestisida. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya suatu hubungan antara masa kerja dihadapkan dengan kadar enzim cholinesterase dalam darah seorang petani padi yang juga menjadi pengguna pestisida di Kelurahan Tirtorahayu  Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini ialah penelitian dengan jenis berupa kuantitatif dan menggunakan pendekatan berupa Observasional analitik. Teknik pengambilan sampel dilaksanakan dengan cara purposive sampling dengan kriteria yang dilakukan pembagian menjaadi dua yakni inklusi dan eksklusi berjumlah 12 responden. Teknik pengumpulan data primer dilaksanakannya dengan melalui pengisian kuesioner tentang riwayat penggunaan pestisida dan menganalisa kadar pestisida dalam darah petani padi mempergunakan alat berupa Cobas integra 400 plus metode kinetik colorimetri DGKC. Data dianalisis mempergunakan metode analisis berupa statistik uji Spearman. Hasil dari cakupan penelitian memberi suatu petunjuk bahwa seluruh responden memiliki kadar enzim cholinesterase  yang masih berada dalam range 5,32-12,92 kU/L dan sebagian besar dari yang menjadi responden memiliki masa kerja 5 tahun. Kesimpulan dari lingkup penelitian ini yaitu tidak adanya suatu hubungan antara dua hal yakni pertama masa kerja dengan hal kedua berupa kadar enzim cholinesterase dalam darah petani padi pengguna pestisida dengan nilai Sig angka dalam desimal dengan besaran 0,432 (p0,05).
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CARDIFOLIA L) PADA PENYEMBUHAN LUKA AKUT MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS) Rahakratat, Ayub M N; Astuti, Ratih Arum; Irwandi, Irwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38212

Abstract

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2013), Prevalensi risiko dan diabetic foot ulcer (DFU) di Indonesia diperkirakan tinggi, karena pasien DM yang tidak terdiagnosis juga tinggi.penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui efektivitas ekstrak etan7ol daun binahong (A. cardifolia L). 2)sebagai penyembuh luka akut pada mencit (Mus musculus) Galur Balb/C dan Pada dosis berapakah yang menunjukan aktivitas penyembuhan luka terbaik Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Wahyuningtyas et al., 2019), ekstrak daun binahong dengan konsentrasi 5% mampu menyembuhkan luka akut dalam waktu 14 hari. Penelitian ini menggunakan sediaan larutan yang dimasukan kedalam wadah drop dengan tujuan membuat pemakaian lebih praktis dan higienis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized matched post test only control group design untuk melihat variabel terikat. Penelitian dilakukan secara in vivo dengan mengacak sampel dan dibagi dalam kelompok perlakuan.hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ekstrak daun binahong konsentrasi 5% dapat menyembuhkan luka akut pada mencit galur balb/c Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, peneliti memberi saran bahwa perlu dilakukan lebih lanjut terkait drop ekstrak daun binahong (Anredera Cardifolia L) terhadap penyembuhan luka dengan konsentrasi yang lebih bervariasi.
ANALISIS DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA HIPERTENSI DI PUSKESMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Emilda.S, Emilda S; Iskandar, Iskandar; Sartika, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38226

Abstract

Kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi sangat penting karena dengan minum obat antihipertensi secara teratur dapat mengontrol tekanan darah pada penderita hipertensi, sehingga dalam jangka panjang risiko kerusakan organ- organ seperti jantung, ginjal, dan otak dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan minum obat pada lansia  hipertensi di puskemas Ulee Kareng Banda Aceh. Penelitian ini study cross-sectional yang bersifat observasional deskriptif. Sampel 86 lansia penderita hipertensi. Alat pengumpulan data berupa kuesioner  baku MMAS-8. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan hasil analisis determinan jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat (p =0,32), determinan umur terhadap kepatuhan minum obat (p =0,36), determinan pendidikan terhadap kepatuhan minum obat (p =0,56), determinan pekerjaan terhadap kepatuhan minum obat (p =0,57), determinan motivasi terhadap kepatuhan minum obat  (p =0,36), determinan lama menderita terhadap kepatuhan minum obat (p =0,04), determinan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat (p =0,21). Berdasarkan hasil analisis data terdapat pengaruh antara lama menderita dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi dan tidak ada pengaruh antara jenis kelamin, umur, pekerjaan, pendidikan, motivasi, dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi.
PENERAPAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN PREEKLAMSIA DI PUSKESMAS LAMPULO Masthura, Syarifah; Fauziah, Fauziah; Malia, Anda Cahya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38227

Abstract

Preeklampsia adalah kondisi serius pada kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Penanganan non-farmakologis dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah pada preeklampsia, di antaranya adalah terapi rendam kaki air hangat. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan sebelum dan setelah diberikan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dalam pencegahan preeklamsia di Puskesmas Lampulo. Desain penelitian ini quasi-experimental dengan rancangan penelitian ini adalah one group pretest-posttest with control group design. Populasi penelitian yaitu sebanyak 31 ibu hamil dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 20 responden. Hasil uji paired test diketahui bahwa dari 20 responden  sebelum diberikan rendam kaki air hangat tekanan darah ibu hamil rata-rata sebesar 127/94 mmHg. Sedangkan setelah diberikan rendam kaki air hangat tekanan darah ibu hamil menurun menjadi rata-rata sebesar 125/90 mmHg. Hasil uji paired test memperoleh nilai P value < 0,000 yang artinya ada perbedaan sebelum dan setelah diberikan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Lampulo Tahun 2024. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh sebelum dan setelah diberikan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah preeklampsia pada ibu hamil.
PERBANDINGAN PEMBERIAN JUS TOMAT DAN APEL HIJAU TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA HIPERKOLESTEROLEMIA DI PUSKESMAS KUTA ALAM gunawan, imam; Iqbal, Muhammad; Desreza, Nanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38229

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Jus tomat dan apel hijau diyakini dapat menurunkan kadar kolesterol. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan pemberian jus tomat dan apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol pada hiperkolesterolemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam. Desain penelitian ini komparatif dengan rancangan penelitian ini adalah two group pretest-posttest with control group design. Populasi penelitian yaitu sebanyak 47 penderita, dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 20 responden terdiri dari 10 responden yang diberikan jus apel hijau dan 10 responden diberikan jus tomat. Hasil uji T paired memperlihatkan bahwa ada pengaruh sebelum dan setelah diberikan jus tomat (p value = 0,003) dan ada pengaruh sebelum dan setelah diberikan jus apel hijau (p value = 0,000)  terhadap kadar kolesterol pada hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Tahun 2024. Hasil uji T independent memperoleh nilai P value 0,822 yang artinya tidak ada perbedaan pengaruh pemberian jus tomat dan apel hijau terhadap kadar kolesterol pada hiperkolesterolemia di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Tahun 2024. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tidak ada perbandingan pemberian jus tomat dan apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol pada hiperkolesterolemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam. Disarankan bagi tenaga kesehatan dapat melakukan edukasi dan promosi kesehatan terkait manfaat konsumsi jus tomat dan apel hijau dalam menurunkan kadar kolesterol. Informasi ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat, terutama penderita hiperkolesterolemia, melalui berbagai media seperti penyuluhan, leaflet, atau media sosial.
ANALISIS PENDAPAT ULAMA ORGANISASI ISLAM DAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PANTI JOMPO A. Ario Mandehe; Nailah, Intan Hana; Hasanah, Khoula Shofil; Nisa, Neng Lina Rohamatun; Nursadiyah, Siti; Syirin, Zaenab; Faozi, Akhmad; Supriyadi, Tedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38250

Abstract

Panti jompo adalah tempat merawat orang tua yang tidak dapat dirawat anaknya. Namun, ada kasus di mana orang tua sengaja ditelantarkan, memicu fatwa seperti dari Dÿ''irat al-Iftÿ'' Jordan dan Syaikh ''Abd al-ÿamÿd al-Aÿrash yang menganggap menitipkan orang tua di panti jompo sebagai pengucilan. Diperlukan analisis ulama untuk mengubah persepsi keluarga dan masyarakat mengenai panti jompo.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan case study. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena panti jompo menurut perspektif Islam dan tenaga kesehatan, maka dari itu penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Dengan instrumen wawancara pada triagulasi yaitu ulama, tenaga kesehatan, dan pengurus serta klien panti jompo. PERSIS berpendapat bahwa memasukkan orang tua ke panti jompo tergantung kesepakatan keluarga. Jika keinginan orang tua, itu wajib. Jika anak menelantarkan, itu dosa. Pendapat ulama NU menyatakan panti jompo tidak dilarang, namun menyayangkan jika anak mampu merawat namun menitipkan orang tua di panti jompo. Ulama Muhammadiyah berpendapat sebaiknya orang tua dirawat di rumah oleh keluarga atau perawat, dan jangan dikirim ke panti jompo. Keberadaan panti jompo merupakan isu kompleks dengan pandangan beragam. Panti jompo menawarkan perawatan bagi lansia yang tidak memiliki dukungan keluarga. Cendekiawan Islam sepakat panti jompo tidak dilarang, namun menekankan pentingnya kesepakatan keluarga. Tenaga kesehatan berperan penting dalam merawat lansia, namun ikatan keluarga tetap harus diperkuat. Stigma negatif terhadap panti jompo perlu diatasi agar menjadi lingkungan sehat bagi orang tua.
TANTANGAN DAN ANTISIPASI BAGI ADMINISTRATOR/MANAGER KESEHATAN DI MASA KINI Noura, Vina; Zuhra, Fifia El; Fardani, Siti Nurhaliza; Siahaan, Dyva Patricia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38260

Abstract

Era digital membawa transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor kesehatan. Kemajuan teknologi menawarkan peluang untuk meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan kesehatan. Namun, transisi ini juga menghadirkan tantangan signifikan, terutama bagi manajer dan administrator kesehatan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sumber daya dan pelayanan. Masalah utama yang dihadapi mencakup keterbatasan pembiayaan untuk implementasi teknologi, distribusi fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang tidak merata, rendahnya kompetensi digital di kalangan sumber daya manusia, perubahan kebijakan yang sering terjadi tanpa persiapan yang matang, serta penggunaan sistem manajemen internal yang masih manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan-tantangan tersebut menggunakan metode literature review. Data dianalisis dari sumber yang relevan yang membahas tentang manajemen kesehatan di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran dan kurangnya pelatihan tenaga kesehatan menjadi hambatan utama dalam adopsi teknologi. Distribusi fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang tidak seimbang juga memperburuk ketimpangan pelayanan. Selain itu, perubahan kebijakan yang cepat sering kali menyulitkan implementasi di lapangan, sementara sistem manual menghambat efisiensi kerja. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan strategi holistik yang mencakup peningkatan anggaran, pelatihan sumber daya manusia, digitalisasi manajemen internal, dan perencanaan kebijakan yang matang. Dengan langkah-langkah ini, tantangan di era digital dapat diatasi, sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih baik dan efisien.
CHRONIC MYELOID LEUKEMIA Akbar, Nugraha Malik; Pratiwi, Rukmanggana Satya; Azmi, Naurah Arika; Supriantarini, Dita; Amatullah, Tazkiyah Arafah; Anggoro, Joko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38268

Abstract

Chronic Myelogenous Leukemia  (CML) merupakan suatu jenis kanker yang disebabkan oleh gangguan pada hematopoietic stem cell. CML adalah bentuk leukemia yang ditandai dengan peningkatan dan pertumbuhan yang tak terkendali dari sel myeloid pada sumsum tulang. CML merupakan gangguan stem sel sumsum tulang klonal, dimana ditemukan proliferasi dari granulosit matang (neutrofil, eosinofil, dan basofil) dan prekursor nya.Metode yang digunakan dalam penulisan tinjauan pustaka ini adalah studi literatur dari berbagai referensi. Pencarian literatur ini menggunakan basis data online yaitu, PubMed, Google Scholar, ProQuest dan Mendeley Search. CML pada umumnya lebih cenderung terjadi pada usia 53-60 tahun, namun usia rata-rata dianggap sebagai usia 40 tahun, walaupun dapat ditemukan pada usia muda dan biasanya lebih progresif. Penyebab dari CML adalah tidak jelas dengan peran penting dari faktor genetic dan lingkungan, seperti paparan terhadap radiasi dan sebagainya. Dalam perjalanan penyakitnya, CML dapat dibagi kepada biphasic dan triphasic course. Proses awalnya adalah kronik dan berlanjut ke fase blastik terminal. Leukemia mielositik kronik dibagi menjadi 3 fase, yaitu: fase kronik, fase akselerasi, dan fase krisis blast. Terapi yang digunakan dalam tatalaksana CML busulfan, Hidroxiurea, Imatinib (Gleevec), nilotinib (Tasigna), dasatinib (Sprycel), Interferon, Transplantasi sumsum tulang alogenik (stem cell transplantation, SCT).CML yang tidak diobati dan berlangsung lama akan menimbulkan komplikasi berupa hepatomegali, splenomegali, anemia yang memburuk.