cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
STUDI IN VITRO EKSTRAK KULIT BATANG TALI KUNING (A. cocculus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Hardiansyah, La Ode; Muslihin, A.M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37849

Abstract

Radikal bebas merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia. Penelitian ini mengkaji potensi antioksidan dari ekstrak kulit batang tali kuning (A. cocculus) sebagai upaya untuk menemukan alternatif pengobatan alami dengan beberapa variasi pelarut pengekstraksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksan kulit batang tali kuning (A. cocculus). Penelitian uji antioksidan menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dan diukur menggunakan alat spektrofotometer UV-Visibel . Sampel berasal dari daerah Misool Timur, Papua Barat Daya. Proses ekstraksi menggunakan teknik maserasi. Sampel tanaman diekstraksi menggunakan tiga pelarut yang berbda yaitu metanol, etil asetat, dan n-heksan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid pada ekstrak kulit batang tali kuning dengan pelarut pengekstraksi etil asetat dan metanol, sedangkan pada pelarut n-heksan positif alkaloid dan steroid. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 ekstrak metanol sebesar 36,92 ?g/mL dan ekstrak etil asetat sebesar 23,53 ?g/mL. Untuk hasil analisis ekstrak n-heksan menunjukkan aktivitas antioksidan yang tergolongng kuat dengan nilai IC50 sebesar 55,85 ?g/mL. Nilai ini mengindikasikan potensi ekstrak metanol, etil asetat, dan n-heksan sebagai antioksidan yang baik dibandingkan dengan vitamin C IC50 = 1,40 ?g/mL Kesimpulan bahwa pada ekstrak metanol dan ekstrak etil asetat terdapat tiga golongan senyawa yaitu flavonoid, alkaloid dan terpenoid, sedangkan pada ekstrak n-heksan terdapat dua golongan senyawa yaitu alkaloid dan steroid. Aktivitas antioksidan terkuat ada pada ekstrak etil asetat kulit batang tali kuning dengan didapatkan nilai IC50 sebesar 23,53 ?g/mL.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DAN EATING DISORDER DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA AKHIR Br Said, Nurhazizah; Sari, Inda Puspitasari; Lauchan, Agil Maritho; Sheillawany, Anggun; Resita, Amelia; Elvina, Elvina; Febrian, Anggi; Wijaya, Arini Aisyahfira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37853

Abstract

Stres merupakan faktor psikologis yang dapat mempengaruhi pola makan seseorang, yang berisiko menyebabkan gangguan makan (eating disorder). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan gangguan makan serta status gizi pada responden. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stres, gangguan makan, dan status gizi pada 80 responden yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres dengan kategori sedang (88%), diikuti oleh stres ringan (5%) dan stres berat (6,2%). Selain itu, 93,8% responden mengalami gangguan makan, sementara 6,2% lainnya tidak mengalaminya. Dalam hal status gizi, 45% responden memiliki status gizi normal, 45% underweight, 15% overweight, dan 17,5% obesitas. Uji statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan gangguan makan, dengan p-value 0,038 (p < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara gangguan makan dan status gizi dengan p-value 0,313 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah stres memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan makan, sementara gangguan makan tidak berhubungan dengan status gizi pada responden.
PROTON PUMP INHIBITOR SEBAGAI PROFILAKSIS STRESS ULCER PADA PASIEN BEDAH DIGESTIF DI RSUD R.T.NOTOPURO SIDOARJO Arsita Setyani, Endang Tri; Mukti, Asri Wido; Purbosari, Ira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37878

Abstract

Profilaksis stress ulcer diberikan pada pasien dengan kondisi kritis atau pada pasien pembedahan untuk mencegah perdarahan. Profilaksis stress ulcer yang digunakan salah satunya obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI). Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui pola penggunaan obat PPI sebagai profilaksis stress ulcer meliputi jenis obat, dosis obat dan lama pemberian. Metode penelitian dilakukan secara observasional dengan pengambilan data rekam medik retrospektif dari bulan Januari 2018 – Desember 2023 dan dianalisis secara deskriptif, di dapat 32 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian jenis obat yang digunakan sebagai profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif adalah monoterapi dengan obat omeprazole pada 28 pasien dan kombinasi berupa omeprazole dengan ranitidine pada 2 pasien. Dosis penggunaan profilaksis stress ulcer pasien bedah digestif yaitu omeprazole 2x40 mg/ml dan esomeprazole 1x40mg/ml. Lama pemberian profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif adalah kurang lebih 7 hari dan dapat dilanjutkan dalam dosis terapi. Dari penelitian ini disimpulkan pemberian profilaksis stress ulcer pada pasien bedah digestif berdasarkan jenis, dosis dan lama pemberian sudah sesuai.
EFEKTIVITAS MODUL PRAKTIKUM DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA PADA IMPLEMENTASI PROMOSI KESEHATAN DI KEMENKES POLTEKKES PADANG Munthe, Sorpiyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37910

Abstract

Efektivitas Modul Praktikum Dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Pada Implementasi Promosi Kesehatan Di Kemenkes Poltekkes Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas modul praktikum dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa tingkat tiga Prodi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan di Poltekkes Kemenkes Padang. Modul praktikum ini dirancang berdasarkan pendekatan Taksonomi Bloom yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, serta diselaraskan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa dengan update program kesehatan yang diselenggarakan oleh Kemenkes RI. Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya integrasi teori dan praktik dalam pembelajaran promosi kesehatan, sehingga diperlukan modul praktikum yang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan melibatkan 30 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Proses pengembangan modul meliputi analisis kebutuhan, desain modul, uji coba, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan tes evaluasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul praktikum ini efektif dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa pada ketiga aspek pembelajaran. Pemahaman konsep mahasiswa (kognitif) meningkat signifikan dengan rata-rata peningkatan nilai evaluasi sebesar 25% setelah penggunaan modul. Sikap positif terhadap pembelajaran (afektif) juga mengalami peningkatan, dengan 87% responden memberikan umpan balik positif terkait struktur dan konten modul. Selain itu, keterampilan praktis mahasiswa (psikomotor) dalam penyuluhan dan komunikasi kesehatan meningkat secara signifikan, sebagaimana diobservasi melalui simulasi praktik. Kesimpulannya, modul praktikum implementasi promosi kesehatan terbukti efektif dalam mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa.
GAMBARAN CROSSMATCH METODE COLUMN AGGLUTINATION TEST DENGAN INKUBASI DAN TANPA INKUBASI PADA PASIEN TALASEMIA Sukma, Latifah; Hadi, Wahid Syamsul; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37917

Abstract

Talasemia merupakan penyakit langka yang memiliki kelainan pada darah dan membuat penderitanya mengalami anemia parah serta memiliki resiko pembengkakan hati juga limpa. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah yang menyumbang angka penyandang talasemia yang cukup besar di Jawa Tengah, setidaknya ada sekitar 220 pasien talasemia. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk pasien talasemia yang dapat menyembuhkan secara total selain melakukan transfusi. Pemeriksaan pada crossmatch sampel pasien talasemia sering terjadinya inkompatibilitas yaitu antigen pada darah donor dan antibodi pada serum pasien tidak bereaksi dengan optimal sehingga terjadi aglutinasi, karena pasien talasemia sering mendapatkan transfusi berulang sehingga membentuk antibodi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran crossmatch dengan inkubasi dan tanpa inkubasi pada pasien talasemia. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif experimental dengan desain One-shot case study. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 14 sampel. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan hasil crossmatch menggunakan sampel darah pasien talasemia dengan inkubasi dan tanpa inkubasi. hasil yang didapatkan yaitu kompatibel sebesar 64,3%, inkompatibel sebesar 35,7% dengan proses inkubasi begitupun juga proses tanpa inkubasi didapatkan hasil dengan besaran yang sama. Tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara hasil crossmatch metode column agglutination test dengan inkubasi dan tanpa inkubasi.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN MANTANGAN (MERREMIA PELTATA (L) MERR) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Mulatasih, Endah Ratnasari; Ardini, Dias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37923

Abstract

Tumbuhan infasif adalah spesies asing atau tumbuhan asli yang mampu secara massif mengkolonisasi habitatnya serta dapat menjadi ancaman pada keanekaragaman hayati. Salah satu tumbuhan invasif yang ada adalah mantangan atau Merremia peltata (L.) Merr. Meski dikenal infasif, tumbuhan mantangan memiliki berbagai kegunaan untuk pengobatan. Pada penelitian ini digunakan sampel daun mantangan yang berasal dari Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Tujuan dilakukannya penelitian ialah untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun mantangan (Merremia peltata (L.) Merr.) terhadap bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dengan berbagai konsentrasi yaitu 0,01%, 0,03%, dan 0,05%. Kloramfenikol 30 µg digunakan sebagai kontrol positif. Penelitian ini merupakan uji laboratorium dengan pengulangan sebanyak enam kali. Pada penelitian ini, tanaman mantangan dimaserasi dengan etil asetat untuk mendapatkan ekstrak kasar daun mantangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan organoleptis pada ekstrak daun mantangan (Merremia peltata (L.) memperlihatkan bahwa ekstrak berwarna hijau tua, kental dan berbau khas. Kemudian didasarkan dari hasil skrining fitokimia dapat diketahui bahwa pada ekstrak etil asetat daun mantangan memiliki senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid/steroid, fenolik dan senyawa saponin. Ekstrak etil asetat mampu mencegah atau menghambat pertumbuhan dari bakteri Staphylococcus aureus. Dengan adanya zona hambat yang berbeda terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus menunjukan bahawa adanya efek antibakteri pada ekstrak daun mantangan (Merremia peltata (L.). Zona hambat ekstrak etil asetat dari daun mantangan terdeteksi pada media pertumbuhan dengan konsentrasi 0,01%, 0,03%, 0,05% dan kontrol positif berturut-turut sebesar 1,71 mm, 5,85 mm, 7,46 mm, dan 18,33 mm.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN TERAPI SENAM DIABETIK DI UPT PTW JOMBANG Uswatun, Nadifah; Pratiwi, Tiara Fatma; Sudarso, Sudarso; Wijaya, H. Arif; Fitriyah, Erna Tsalatsatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37930

Abstract

Lanjut usia (lansia) atau yang disebut dengan gerontik adalah bagian dari proses tumbuh kembang. Penyakit yang dapat dialami oleh seorang lansia cukup kompleks seiring dengan perubahan yang dialami secara biologis atau psikologis, salah satunya yaitu Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus atau kencing manis didefinisikan sebagai suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang dapat ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah yang disebabkan karena defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan gerontik pada klien Diabetes Mellitus dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah menggunakan terapi senam diabetik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada 2 klien dengan penyakit dan masalah keperawatan yang sama dan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Hasil responden setelah dilakukan asuhan keperawatan berupa senam diabetik selama15-30 menit selama 7 hari berturut-turut yaitu pada klien 1 masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi pada hari ke 4 dengan GDA : 176 mg/dL menunjukkan mulai stabil tetapi masih dalam keadaan dipantau, sedangkan klien 2 masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi sebagian pada hari ke 1-6 dengan nilai GDA : 262 mg/dL menunjukkan kadar glukosa sudah dibatas normal dan masih dipantau. Hasil dari penelitian ini adalah senam diabetik efektif menurunkan kadar glukosa darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus apabila dilakukan dengan frekuensi teratur dan berulang.
8PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP DIETARY DIVERSITY MP- ASI ANAK USIA 6-24 BULAN KAB. MAROS NURMA, TIA; Nurcahyani, Icha Dian; Masithah, St.; wahyuni, Fitri; Selvia, Selvia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37935

Abstract

Kurangnya pengetahuan ibu terhadap keanekaragaman makanan dapat mempengaruhi perumbuhan anak karena setiap makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga menerapkan keanekaragaman makanan pada MPASI itu penting. Untuk mengetahui bagaimana gambaran Dietery Diversity Mp- ASI anak usia 6- 24 bulan di Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment, desain penelitian ini menggunakan Desain Grup Pretest Posttes observasi dilakukan pada awal (pretest) dan akhir kegiatan (posttest). Berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon pada  penelitian ini, di dapatkan nilai signifikansi p=0.000 (P<0,05) sehingga dapat di simpulkan bahwa adanya pengaruh edukasi gizi terhadap dietary MP-ASI  anak usia 6-24 bulan  Gambaran dietary diversity MP-ASI anak usia 6 -24 bulan di Kabupaten Maros sebagian besar berada di kategori cukup dan terdapat pengaruh pada pemberian edukasi pada responden dimana tingkat pengetahuan setelah dari edukasi meningkat
PENGARUH LAMA PENGOVENAN JAHE (Zingiber Officinale Rosc) TERHADAP MINYAK JELANTAH TERADSORPSI KARBON AKTIF RANTING KELOR SEBAGAI MINYAK URUT ANTIINFLAMASI aulia, firda; Riyanta, Aldi Budi; Prabandari, Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37946

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan biasa disebut dengan minyak jelantah (wasle cooking oil). Minyak jelantah mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Minyak jelantah dengan perubahan sifat ini tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan. Minyak jelantah akan menjadi limbah yang berbahaya jika tidak didaur ulang. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi bahan baku pembuatan minyak herbal yang teradsorpsi karbon aktif ranting kelor dengan modifikasi tumbuhan alami lainnya yaitu jahe sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode oven. Untuk mengetahui lama pengeringan jahe yang baik, guna menghasilkan efektivitas minyak herbal sebagai antiinflamasi. Lama pengeringan jahe yang digunakan yaitu 12 jam, 24 jam dan 36 jam. Uji minyak herbal dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak herbal berbahan dasar jahe dengan waktu pengovenan 24 jam menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik, ditandai dengan pengurangan volume edema yang signifikan pada uji mencit.
PERBEDAAN PENGARUH SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE DISERTAI NEUROMUSCULAR TAPING DENGAN LATIHAN STRETCHING DISERTAI NEUROMUSCULAR TAPING TERHADAP PENURUNAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH Syatibi, M. Mudatsir; Kuntono, Heru Purbo; Noerdjanah, Noerdjanah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37955

Abstract

Punggung bawah menanggung beban paling besar ketika seseorang melakukan gerakan fungsional, hal ini disebabkan punggung bawah bertindak sebagai aksis sentral dalam melakukan gerakan atau aktivitas fungsional keseharian. Cidera yang mengakibatkan nyeri  punggung bawah (NPB) akan menghambat segala bentuk aktivitas bahkan produktivitas seseorang.   Nyeri merupakan persepsi rasa tidak nyaman yang sering dikaitkan dengan kerusakan jaringan, namun pada kenyataannya nyeri juga berkaitan dengan aspek psikologis/emosi seseorang, sehingga pendekatan yang komprehensif sangat dibutuhkan, yakni pendekatan yang ditujukan pada aspek fisiologis sekaligus aspek psikologisnya. Metode experimental dengan two group pre and post test design. Hasil uji normalitas dengan saphiro-wilk  diperoleh nilai p<005 sehingga data  berdistribusi tidak normal. Uji beda dengan Wilcoxon antara data sebelum dan sesudah perlakukan baik pada kelompok 1 dan kelompok 2 diperoleh nilai p<0.05 yang berarti kedua perlakuan sama-sama dapat menurunkan nyeri. Pada uji beda menggunakan Mann-whitney terhadap data sesudah perlakuan antara kelompok 1 dan kelompok 2 diperoleh  nilai p<0.05 yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara nilai VAS sesudah perlakukan kelompok 1 dan kelompok 2.  Simpulan pemberian  Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan NeuroMuscular Taping (NMT) lebih baik dalam penurunan keluhan nyeri pasien nyeri punggung bawah dibandingkan dengan latihan stretching dan NMT.