cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN RISPERIDONE TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH PADA PASIEN SKIZOFERNIA Fabian, Jose; Merijanti, Lie T.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55015

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang ditandai oleh gejala psikosis dan memerlukan terapi jangka panjang, salah satunya menggunakan risperidone. Meskipun efektif dalam mengontrol gejala, risperidone diketahui berpotensi menyebabkan perubahan metabolik, termasuk peningkatan indeks massa tubuh (IMT). Beberapa penelitian menunjukkan adanya kenaikan berat badan yang signifikan pada tahap awal terapi, namun temuan lain justru tidak menemukan perubahan bermakna, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi apakah penggunaan risperidon berkaitan dengan perubahan IMT pada pasien skizofrenia. Penelitian dilakukan di RS Ernaldi Bahar, Palembang, antara Agustus dan November 2025, dengan desain observasional analitik dan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 89 pasien yang menggunakan risperidon dan memiliki data tinggi serta berat badan terbaru dimasukkan ke dalam studi. Data dikumpulkan dari rekam medis serta pengukuran langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada usia 18–59 tahun (93,3%) dan berjenis kelamin laki-laki (74,2%). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara IMT sebelum dan sesudah penggunaan risperidone dengan nilai p < 0,001, di mana 67 dari 89 pasien mengalami peningkatan IMT. Temuan ini menunjukkan bahwa risperidone berhubungan dengan perubahan IMT secara signifikan pada populasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan risperidone berpengaruh terhadap peningkatan IMT pada pasien skizofrenia, sehingga pemantauan status nutrisi perlu dilakukan secara berkala untuk mencegah risiko metabolik jangka panjang.
Analisis ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMA NEGERI 2 TEGAL TENTANG EDUKASI GEMA CERMAT Dewi Indriyani; Prabandari, Sari; Mahardika, Muladi Putra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55036

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama dalam praktik swamedikasi. Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan obat yang tepat dan aman. Edukasi GeMa CerMat diharapkan dapat mendukung penggunaan obat secara rasional, khususnya di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah pemberian edukasi GeMa CerMat. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi GeMa CerMat, sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang (61,1%). Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan, dimana mayoritas siswa berada pada kategori baik (69,4%). Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,05), sehingga edukasi GeMa CerMat terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang penggunaan obat yang benar.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA BALITA TENTANG PENCEGAHAN DIARE MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI DESA X KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2025 Odella, Olivia Christina; Novianti, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55044

Abstract

Diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia dan merupakan penyebab kematian yang tertinggi ketiga pada anak di bawah 5 tahun. Berdasarkan data WHO tahun 2024, tercatat sekitar 443.832 balita meninggal dunia akibat diare setiap tahunnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pengetahuan para orang tua terkait pencegahan diare, terutama mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, sanitasi lingkungan, serta pemberian makanan dan air yang aman. Untuk meningkatkan pengetahuan orang tua balita mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan diare melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, yang dinilai melalui perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan orang tua balita tentang pencegahan diare sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Penelitian ini bersifat pre eksperimental one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 19 orang tua balita yang berada di Desa X. Penarikan sampel berdasarkan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan pada orang tua, di awal dan di akhir penyuluhan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Diperoleh 100% dari peserta mencapai post-test dengan minimal nilai 70, serta terdapat selisih peningkatan skor rata-rata sebesar 21.05 poin yang diperoleh dari pre-test dan post-test yang diberikan. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua balita tentang pencegahan diare. Edukasi serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meminimalisir angka kejadian diare pada balita.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN BODY SHAMING PADA SISWA DI SMA NEGERI 6 PALU Astria, Astria; Kurniawan, Bayu Eka; Rammang, Sisilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55074

Abstract

Siswa tidak terlepas dari pengaruh tren gaya hidup yang dapat memicu perilaku negatif, salah satunya body shaming yang sering berkaitan dengan tampilan fisik. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terbentuknya perilaku tersebut. Bagian kesiswaan SMA Negeri 6 Palu melaporkan adanya kasus ejekan terkait warna kulit dan bentuk tubuh pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan body shaming pada siswa SMA Negeri 6 Palu. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah siswa kelas X dan XI berjumlah 562 orang, dengan sampel 85 responden yang dipilih menggunakan cluster sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden mendapatkan pola asuh authoritative (80,0%) dan memiliki body shaming kategori positif (55,3%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,033 (<0,05). Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan body shaming pada siswa SMA Negeri 6 Palu. Sekolah diharapkan menyelenggarakan edukasi terkait body shaming dan penguatan mental remaja serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MABELOPURA rahim, alfrizal; Rammang, Sisilia; Arniawan, Arniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55096

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan insulin. Tujuan penelitian ini adalah didapatkan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mabelopura. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan desain analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus rawat jalan sebanyak 151 responden dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 60 responden. Dari total 60 responden, sebanyak 27 responden (45,0%) tergolong patuh terhadap diet, sedangkan 33 responden (55,0%) termasuk dalam kategori tidak patuh. Adapun responden dengan kadar gula darah normal berjumlah 34 orang (56,7%), sementara 26 orang (43,3%) memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Terdapat hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus d wilayah kerja UPTD Pusekesmas Mabelopura. Disarakan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi UPTD Puskesmas Mabelopura dalam meningkatkan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN FOTO THORAX DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Nahadin, Putri Aulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55098

Abstract

Layanan foto thorax termasuk dalam pelayanan penunjang medis yang esensial dalam proses diagnosis penyakit. Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan terkait waktu tunggu pelayanan foto thorax, yaitu maksimal tiga jam sejak pendaftaran hingga hasil diterima pasien. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di beberapa rumah sakit Indonesia belum sepenuhnya sesuai standar. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian waktu tunggu pelayanan foto thorax dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan pelayanan. Penyusunan artikel ini dilakukan melalui pendekatan studi literatur. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda dengan kombinasi kata kunci yaitu “Waktu Tunggu” OR “Waiting Time” AND “Foto Thorax” OR “Chest X-Ray” AND “Radiologi” OR “Radiology” AND “Rumah Sakit” OR “Hospital”. Artikel yang dipilih memenuhi kriteria inklusi, yaitu diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015–2025), berbentuk artikel penelitian asli, tersedia dalam bentuk teks lengkap dan bersifat akses terbuka, serta artikel mempunyai ruang lingkup waktu tunggu pelayanan di instalasi radiologi rumah sakit. Dari enam artikel yang memenuhi kriteria, ditemukan bahwa sebagian rumah sakit belum memenuhi standar waktu tunggu ≤3 jam. Keterlambatan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk keterbatasan tenaga medis, ketidakefisienan alur pelayanan, kurangnya sosialisasi kebijakan, kondisi pasien lanjut usia, keterlambatan pembacaan hasil, dan belum terintegrasinya sistem informasi rumah sakit. Waktu tunggu pelayanan foto thorax pada pasien rawat jalan masih menjadi tantangan di banyak rumah sakit. Upaya perbaikan diperlukan melalui peningkatan jumlah dan kompetensi SDM, optimalisasi manajemen pelayanan, penguatan kebijakan internal, pembaruan infrastruktur, serta integrasi sistem digital untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan radiologi.
EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025 Nadia, Tri Indah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55102

Abstract

Stres kerja pada perawat merupakan permasalahan yang sering terjadi akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi dan dapat berdampak negatif pada kondisi fisik, psikologis, serta kinerja perawat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan stres kerja adalah melalui penatalaksanaan terapi musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan terapi musik terhadap penurunan tingkat stres kerja perawat pada kelompok eksperimen di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan Desain Quasi Eksperimen Pretest-Posttest With Control Group. Populasi dalam penelitian ini Adalah seluruh perawat di Rumah Sakit Bakti Timah yang berjumlah 160 perawat. Sampel penelitian berjumlah 20 perawat yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penatalaksanaan terapi musik diberikan pada kelompok eksperimen selama 1x dengan durasi kurang dari 20 menit, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan pada hasil Uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat stres kerja sebelum dan sesudah penatalaksanaan terapi musik pada kelompok eksperimen dengan nilai p-value = 0,007 (<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan yang signifikan. Kesimpulkan penelitian ini adalah penatalaksanaan terapi musik efektif dalam menurunkan tingkat stres kerja perawat pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Terapi musik dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung yang sederhana dalam manajemen stres kerja di rumah sakit dan berbiaya rendah.
PENDEKATAN COMPUTER-AIDED DRUG DESIGN TERHADAP TURUNAN CARYOPHYLLENE KEMANGI (OCIMUM X AFRICANUM) SEBAGAI INHIBITOR BCL-2 Krisnantari, Ni Luh Novelia; Listyani, Tiara Ajeng; Fitriawati, Anna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55133

Abstract

Kanker lambung menyebabkan sekitar 700.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia dan menempati urutan kedua dalam hal frekuensi. Terapi konvensional menggunakan venetoclax memiliki efek yang spesifik sebagai inhibitor B-Cell Lymphoma (BCL-2), namun sering dilaporkan efek samping neurotropenia, trombositopenia, hingga risiko tumor lysis syndrome (TLS). Minyak atsiri tanaman kemangi (Ocimum x africanum) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai inhibitor BCL-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi senyawa turunan caryophyllene minyak atsiri kemangi sebagai kandidat inhibitor BCL-2 pada kanker lambung secara in silico. Penelitian ini menggunakan metode komputasi molecular docking dengan PyRx-AutoDock Vina, visualisasi ikatan residu asam amino dengan BIOVIA Discovery Studio Visualizer, prediksi parameter absorpsi, distribusi, metabolisme, ekskresi (ADME) dengan SwissADME berdasarkan Lipinski’s Rules, dan prediksi toksisitas berdasarkan Cramer Rules dengan ToxTree. Desain senyawa obat baru dari caryophyllene menunjukkan hasil nilai binding affinity -6.4 kkal/mol, Root Mean Square Deviation (RMSD) 1.76 Å, ikatan asam amino yang serupa dengan ligan natif, prediksi ADME sesuai parameter Lipinski’s Rules dan toksisitas sesuai parameter Cramer Rules. Dari penelitian ini yaitu bahwa senyawa baru turunan caryophyllene dapat digunakan dalam pengembangan sebagai kandidat obat oral baru sebagai inhibitor BCL-2, tetapi diperlukan uji lebih lanjut.
HUBUNGAN DYSMENORRHEA PRIMER DENGAN AKTIVITAS BELAJAR SISWI DI SMA 5 MODEL PALU Nuraini, Nuraini; Elfiyunai, Ni Nyoman; Rahmayanti, Elifa Ihda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55162

Abstract

Studi pendahuluan mengatakan banyaknya remaja putri yang mengalami dysmenorrhea primer pada saat proses belajar mengajar akan selalu meminta izin untuk beristirahat di Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan dysmenorrhea primer dengan aktivitas belajar siswi di SMA 5 Model Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswi kelas X dan kelas XI SMA 5 Model Palu sebanyak 313 siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 75 responden dengan cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mengalami dysmenorrhea berat sebanyak 29 orang (38,7%), dan yang mengalami aktivitas belajar sangat terganggu sebanyak 34 orang (45,3%). Hasil analisis menggunakan uji chi-square didapatkan hasil nilai p 0,004<0,05, yang diartikan bahwa ada hubungan antara dysmenorrhea primer dengan aktivitas belajar siswi di SMA 5 Model Palu. Terdapat hubungan yang signifikan antara dysmenorrhea primer dengan aktivitas belajar siswi di SMA 5 Model Palu.
Studi STUDI PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI APOTEK HASANAH Ain, Anisa Qurotul; Pradandari, Sari; Mahardika, Mulyadi Putra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55188

Abstract

Pengelolaan produk farmasi yang baik sangat penting untuk memastikan obat tersedia untuk masyarakat. Namun, di Apotek Hasanah ada masalah terkait stok, yakni adanya obat yang menumpuk mendekati tanggal kedaluwarsa dan beberapa obat yang kosong cukup lama. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif kualitatif melalui observasi, pencatatan dokumen, dan wawancara mendalam dengan Apoteker dan pekerja Tenaga Teknis Kefarmasian untuk menilai sistem perencanaan dan pengadaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa proses perencanaan di Apotek Hasanah dilakukan dengan mengumpulkan data pemakaian dari bulan sebelumnya, frekuensi kunjungan, permintaan pasien, dan pola penyakit dengan memakai kombinasi metode konsumsi dan epidemiologi, sesuai dengan standar Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem manajemen obat di Apotek Hasanah telah berjalan teratur dengan memberikan prioritas pada kategori obat yang cepat laku untuk menghindari kekosongan, meski masih diperlukan pengawasan rutin terhadap distribusi dan administrasi untuk menjaga mutu layanan dan kepercayaan masyarakat.