cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ARTIKEL REVIEW : IDENTIFIKASI DRUG-RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) oktari, baiq khaeratinnisa; Putri, Fawwaz Aqila; Aryana, Baiq Putri; Ulfa, Marina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54699

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan suatu kondisi patologis ketika ada gangguan fungsi struktural jantung sehingga tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan oksigen jaringan. Kompleksitas terapi, komorbiditas, serta penggunaan obat dalam jumlah banyak (polifarmasi) menjadikan pasien CHF rentan mengalami Drug-Related Problems (DRP). Artikel review ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi, pola distribusi, faktor penyebab, serta dampak klinis DRP pada pasien CHF berdasarkan berbagai penelitian dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil telaah menunjukkan bahwa prevalensi DRP pada pasien CHF sangat tinggi, berkisar antara 44,5%–97%. Jenis DRP yang paling sering terjadi adalah interaksi obat, diikuti oleh indikasi tanpa obat, ketidaktepatan dosis, dan kebutuhan terapi tambahan yang belum terpenuhi. Obat yang paling berkontribusi terhadap DRP meliputi ACE inhibitor/ARB, beta-blocker, diuretik, MRA, serta antiplatelet–antikoagulan. Faktor risiko utama DRP terdiri dari polifarmasi, usia lanjut, adanya komorbid seperti hipertensi dan penyakit ginjal, serta ketidaksesuaian praktik terapi dengan guideline. DRP terbukti memberikan dampak klinis signifikan berupa peningkatan gejala, rawat ulang, ketidakefektifan terapi, hingga peningkatan mortalitas. Upaya penanganan DRP mencakup medication review, pemantauan fungsi organ dan elektrolit, perbaikan regimen obat, serta intervensi farmasis secara aktif. Artikel ini menegaskan bahwa identifikasi dan manajemen DRP pada pasien CHF sangat penting untuk mengoptimalkan keberhasilan terapi dan meningkatkan keselamatan pasien.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA KEDOKTERAN FK UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2022/2021 MENGENAI PROFIL FARMAKOLOGI OBAT MALARIA Turnip, Elbert Maher Nathanael Saragi; Susanto, Johan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara mengenai profil farmakologi obat malaria. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022/2021 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling menggunakan teknik convenience sampling, dengan jumlah responden sebanyak 129 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai profil farmakologi obat malaria, dengan persentase pengetahuan baik secara keseluruhan sebesar 69,77%. Pada aspek penggolongan obat malaria, tingkat pengetahuan baik diperoleh sebesar 72,87%. Aspek farmakokinetik menunjukkan tingkat pengetahuan baik sebesar 79,07%, sedangkan pengetahuan mengenai farmakodinamik obat malaria menunjukkan persentase tingkat pengetahuan baik sebesar 71,32%. Selain itu, tingkat pengetahuan baik mengenai dosis dan sediaan obat malaria sebesar 75,19%, pengetahuan mengenai efek samping obat malaria sebesar 86,82%, serta pengetahuan mengenai interaksi obat malaria sebesar 77,52%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022/2021 secara umum memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai profil farmakologi obat malaria.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MABELOPURA rahim, alfrizal; Rammang, Sisilia; Arniawan3, Arniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54783

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan insulin. Tujuan penelitian ini adalah didapatkan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mabelopura. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan desain analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus rawat jalan sebanyak 151 responden dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 60 responden. Dari total 60 responden, sebanyak 27 responden (45,0%) tergolong patuh terhadap diet, sedangkan 33 responden (55,0%) termasuk dalam kategori tidak patuh. Adapun responden dengan kadar gula darah normal berjumlah 34 orang (56,7%), sementara 26 orang (43,3%) memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Terdapat hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus d wilayah kerja UPTD Pusekesmas Mabelopura. Disarakan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi UPTD Puskesmas Mabelopura dalam meningkatkan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN FUNGSIONAL DAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN STROKE ISKEMIK Pencalang, Nasrullah Wahid; Wartono, Magdalena
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54792

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyebab utama disabilitas jangka panjang yang sering disertai gangguan psikologis, salah satunya depresi. Penurunan kemampuan fungsional akibat stroke dapat memengaruhi kemandirian pasien dan berpotensi meningkatkan risiko depresi. Namun, hubungan antara kemampuan fungsional dan tingkat depresi pada pasien stroke iskemik masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan fungsional dan tingkat depresi pada pasien stroke iskemik. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 79 pasien stroke iskemik. Kemampuan fungsional dinilai menggunakan Barthel Index dan tingkat depresi diukur dengan Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Analisis hubungan dilakukan menggunakan Likelihood ratio. Sebagian besar responden berusia 46–55 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Mayoritas responden memiliki kemampuan fungsional dependen ringan dan tingkat depresi minimal. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan fungsional dan tingkat depresi pada pasien stroke iskemik (p = 0,404). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kemampuan fungsional dan tingkat depresi pada pasien stroke iskemik.
IMPLEMENTASI PEMELIHARAAN FASILITAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Yulinda, Renicke Titania; Dhamanti, Inge
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54797

Abstract

Pemeliharaan fasilitas kesehatan di rumah sakit merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Dalam praktiknya sering kali terjadi kerusakan fasilitas yang dapat membahayakan pasien. Rumah sakit harus selalu memastikan dan mengoptimalkan fungsi fasilitas dengan melakukan pemeliharaan fasilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pemeliharaan fasilitas kesehatan di rumah sakit. Artikel ini merupakan artikel dengan sistem literature review. Data dikumpulkan dengan melakukan pencarian menggunakan Google Scholar. Data diperoleh secara naratif kemudian dianalisis secara sistematik berdasarkan kesamaan dan temuan utama. Didapatkan 7 artikel yang relevan kemudian yang kemudian dipilih. Menunjukkan bahwa tiga dari tujuh rumah sakit menyatakan hasil pemeliharaan rutin yang cukup baik. Hal tersebut karena pemeliharaan perawat rumah sakit yang baik, teknisi telah mengikuti pelatihan sehingga dapat mengoptimalkan dengan baik, adanya SOP yang dipatuhi, dan sebagainya. Kemudian empat dari tujuh rumah sakit menyatakan hasil pemeliharaan rutin yang harus dilakukan perbaikan. Hal tersebut didasari oleh kerusakan, pemeliharaan belum optimal, kesalahan penggunaan yang memperparah kerusakan, dan alat yang sudah tua. Rumah sakit harus memastikan fasilitas yang ada di rumah sakit dapat bekerja secara optimal, aman, dan tidak membahayakan keselamatan. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian secara berkelanjutan dengan melaksanakan pemeliharaan fasilitas di rumah sakit.
DETERMINAN PERILAKU GAYA HIDUP SEHAT : ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Safitri, Risma Tanti; Rohmawati, Zubaida; Sudyasih, Tiwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54822

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok usia produktif yang berperan penting dalam pembangunan, termasuk penerapan gaya hidup sehat. Namun, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan mahasiswa masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku gaya hidup sehat pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 835 mahasiswa. Sampel sebanyak 99 responden dihitung menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportionate stratified random sampling untuk menentukan jumlah sampel per program studi. Data dikumpulkan melalui kuesioner digital (Google Form) dan dianalisis menggunakan analisis univariat, yang akan digunakan untuk mendeskripsikan frekuensi Tingkat Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa terhadap perilaku gaya hidup sehat, serta analisis bivariat untuk menguji hubungan antara dua variabel, seperti hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (74,7%), cukup (24,2%), dan kurang (1,1%). Sebagian besar responden menjalani gaya hidup sehat (54,5%), cukup sehat (40,4%), dan tidak sehat (5,1%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku gaya hidup sehat (p = 0,025). Semakin tinggi tingkat pengetahuan, semakin besar kemungkinan mahasiswa memiliki perilaku hidup sehat. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan berkelanjutan di lingkungan kampus untuk mendorong penerapan gaya hidup sehat secara konsisten.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN PERKOLASI TERHADAP UJI FITOKIMIA DAN KLT DARI EKSTRAK DAUN PEPAYA JEPANG (CNIDOSCOLUS ACONITIFOLIUS) natasah, inka suci; Amananti, Wilda; Kusnadi, Kusnadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54869

Abstract

Daun pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder. Kandungan senyawa tersebut dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode maserasi dan perkolasi terhadap kandungan fitokimia dan profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak daun pepaya Jepang. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol 96%, kemudian ekstrak dianalisis dengan uji skrining fitokimia dan KLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode ekstraksi menghasilkan ekstrak yang mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Uji KLT menunjukkan nilai Rf yang sama pada kedua metode, yaitu 0,98 (hRf 98). Hal ini menunjukkan bahwa metode maserasi dan perkolasi sama-sama efektif dalam mengekstraksi senyawa metabolit sekunder dari daun pepaya Jepang.
PENGUATAN PROGRAM KLIK GITA SEBAGAI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN KARIES DINI PADA BALITA DI PUSKESMAS PULOAMPEL Dewi, Erlitha Azhari; Purnamawati, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54874

Abstract

Karies dini masih menjadi masalah kesehatan gigi yang dominan pada balita dan merupakan tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini berkaitan erat dengan rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Puloampel, capaian program edukasi kesehatan gigi balita belum optimal sehingga diperlukan penguatan intervensi promotive - preventif berbasis keluarga melalui Program KLIK GITA. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi awal pemeliharaan kesehatan gigi balita, tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku orangtua, serta mengidentifikasi hambatan pelaksanaan Program KLIK GITA sebagai dasar perumusan strategi penguatan promosi kesehatan gigi balita di tingkat puskesmas. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan campuran (mixed methods) melalui pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi kegiatan, dan telaah dokumen program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97% responden melaporkan masih tingginya keluhan gigi pada balita, disertai rendahnya praktik menyikat gigi sesuai anjuran dan keterlibatan orangtua dalam kegiatan edukasi kesehatan gigi. Pelaksanaan Program KLIK GITA belum berjalan secara sistematis akibat keterbatasan sumber daya manusia, media edukasi, dan frekuensi kegiatan. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi Program KLIK GITA melalui edukasi terstruktur, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan strategi komunikasi dengan orangtua sebagai dasar pengembangan intervensi promosi kesehatan gigi balita yang berkelanjutan.
PENGARUH DEVELOPMENTAL CARE TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA BAYI DI RUANGAN NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT (NICU) RSUD ANUTAPURA PALU Fajrah, Fajrah; Udiani, Ni Nyoman; Rammang, Sisilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54881

Abstract

Nyeri pada bayi merupakan respon fisiologis akibat Tindakan medis invasif yang sering terjadi selama perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Apabila nyeri tidak ditangani dengan tepat, dapat muncul gangguan perkembangan neurologis dan fisiologis jangka panjang. Pendekatan developmental care sebagai metode non farmakologis menekankan penyesuaian lingkungan dan perilaku perawatan untuk meminimalkan stres serta nyeri pada bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh developmental care terhadap intensitas nyeri pada bayi di ruang NICU RSUD Anutapura Palu. Penelitian menggunakan desain quasy experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Populasi ialah seluruh bayi yang dirawat di NICU RSUD Anutapura Palu pada Juli 2025. Sampel berjumlah 12 bayi yang dipilih melalui systematic sampling. Intervensi developmental care diberikan sesuai kondisi bayi, dan tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah tindakan menggunakan lembar observasi NIPS. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Terdapat penurunan intensitas nyeri yang bermakna setelah intervensi developmental care. Sebelum intervensi sebagian besar bayi mengalami nyeri sedang hingga berat, sedangkan setelah intervensi seluruh bayi mengalami nyeri ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), menandakan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi Developmental care berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada bayi di ruang NICU dan efektif sebagai metode non farmakologis untuk manajemen nyeri.
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA JAJANAN DI AREA BENTENG KUTO BESAK KOTA PALEMBANG Puspitasari, Nanda; Prasetyo, Dani; Hardiyanti, Trirahmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54884

Abstract

Makanan jajanan yang dijual di area terbuka berisiko tinggi terkontaminasi oleh bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada jajanan yang dijual di area Benteng Kuto Besak Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel berupa sosis, cireng, pempek, risol, bakso pedas, dan telur gulung dipilih karena banyak dikonsumsi masyarakat serta dijual dalam kondisi terbuka sehingga berisiko terkontaminasi. Proses pengenceran dilakukan menggunakan NaCl 0,9% kemudian ditanam pada media selektif, yaitu EMBA untuk identifikasi Escherichia coli dan MSA untuk identifikasi Staphylococcus aureus, dilanjutkan dengan uji biokimia IMViC, katalase, dan koagulase. Hasil pada media EMBA menunjukkan seluruh sampel menghasilkan koloni hijau metalik yang mengindikasikan adanya Escherichia coli meskipun hasil uji biokimia tidak sepenuhnya sesuai dengan ciri khas bakteri tersebut. Pada media MSA, semua sampel menunjukkan reaksi positif pada uji katalase, sedangkan uji koagulase memberikan hasil positif lemah pada sampel sosis dan telur gulung yang mengindikasikan kemungkinan adanya Staphylococcus aureus. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jajanan di area terbuka berpotensi tercemar bakteri yang dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan konsumen.