cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
STUDI KORELASI ANTARA PENGASUH BALITA DAN RIWAYAT ASI ESKLUSIF DENGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP USIA SEBAGAI CERMINAN STATUS GIZI DI WILAYAH PEDESAAN wariin, sulton; Faradina, Daniar Septianing; Silvanasari, Irwina Angelia; Maurida, Nurul; Vitaliati, Trisna; Basri, Achmad Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52337

Abstract

Keadaan gizi balita sangat penting dalam menilai kualitas kesehatan komunitas masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang mengalami hambatan keterbatasan layanan kesehatan dan informasi. Faktor pengasuhan dan praktik ASI eksklusif diduga memiliki keterkaitan penting terhadap status gizi balita, khususnya indikator IMT/U. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan riwayat ASI eksklusif dan pengasuh balita dengan (IMT/U) sebagai cerminan status gizi pada balita yang tinggal di wilayah pedesaan. Penelitian ini dirancang untuk menganalisis studi korelasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik sammpling menggunakan Random sampling untuk memilih responden dari balita dan orang tua. Analsisis statistik menggunakan Uji Spearman Rank untuk melihat hubungan antar variabel; variabel independen adalah status gizi yang didasarkan pada indeks IMT/U, dan variabel dependen adalah riwayat pemberian ASI eksklusif dan pengasuh balita. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat ASI eksklusif dengan status gizi balita (p = 0,048), di mana balita yang mendapatkan ASI eksklusif lebih banyak berada pada kategori gizi normal. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara pengasuh balita dengan status gizi (p = 0,030). Balita yang diasuh oleh ibu memiliki proporsi terbesar dalam kategori gizi normal dibandingkan dengan balita yang diasuh keluarga lain. Pengsuh balita dan riwayat ASI eksklusif berperan penting dalam menentukan status gizi balita di daerah pedesaan. Intervensi kesehatan masyarakat perlu memperkuat edukasi ASI eksklusif serta meningkatkan kompetensi pengasuh dalam mendukung tumbuh kembang dan pemenuhan nutrisi pada balita.
LITERATURE REVIEW : PEMBERIAN TERAPI AKUPRESUR TITIK TAICHONG TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI Amalia, Rizki; Nani, Desiyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52435

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global, mempengaruhi sekitar 1,28 miliar orang dewasa di seluruh dunia dan 34,11% penduduk Indonesia berusia ≥18 tahun. Terapi farmakologis konvensional menghadapi tantangan implementasi signifikan, meliputi ketidakpatuhan pasien akibat efek samping seperti batuk kering dan hipokalemia pada diuretik dengan tingkat adherence hanya 50-70%, biaya pengobatan jangka panjang yang tinggi, serta aksesibilitas tidak merata terutama di daerah terpencil dan populasi dengan tingkat sosial ekonomi rendah. Tinjauan literatur ini menganalisis efektivitas terapi akupresur titik Taichong (LR 3) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi menggunakan pendekatan systematic literature review dengan pencarian artikel melalui basis data PubMed, ProQuest, Semantic Scholar, ScienceDirect, dan Google Scholar periode 2015-2025 mengikuti pedoman PRISMA 2020. Dari 38.789 artikel teridentifikasi, penyaringan bertahap menghasilkan 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan akupresur titik Taichong efektif menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 6-22 mmHg dan diastolik 3-8,5 mmHg dengan perbedaan signifikan secara statistik (p<0,05). Durasi efektif adalah 3-15 menit per sesi menggunakan teknik hold-release (tahan 5 detik, lepas 1 detik) sebanyak 30 kali pengulangan, dengan frekuensi minimal sekali sehari atau setiap 2 hari selama minimal 3 hari berturut-turut. Akupresur titik Taichong (LR 3) terbukti efektif sebagai terapi komplementer yang dikombinasikan dengan terapi farmakologis dan modifikasi gaya hidup, serta menjadi pilihan self-care intervention mudah diaplikasikan untuk meningkatkan kontrol tekanan darah dan kualitas hidup pasien.
UJI EFEKTIVITAS HOLOGRAM 3D DALAM PEMBELAJARAN KESIAPSIAGAAN DI PESANTREN Kamila Dyanti, Tiara; Subandi, Andi; Martawinarti, Rts Netisa; Oktarina, Yosi; Sulistiawan, Andika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52481

Abstract

Proses belajar di pesantren umumnya masih berpusat pada metode ceramah, sehingga kesempatan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih visual dan menarik menjadi terbatas. Kondisi ini membuat motivasi belajar dan pemahaman siswa terhadap materi kesiapsiagaan belum optimal. Kehadiran media hologram 3D menawarkan cara penyampaian materi yang lebih hidup dan mudah dipahami. Penelitian ini dilakukan untuk menilai seberapa efektif media hologram 3D dalam meningkatkan usability, motivasi belajar, serta menurunkan beban kognitif siswa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif post-test only. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Pondok Pesantren As’ad, dengan jumlah sampel 30 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tiga instrumen, yaitu System Usability Scale (SUS), Instructional Materials Motivation Survey (IMMS), dan Paas Cognitive Load Scale. Data dianalisis secara deskriptif melalui nilai rata-rata, persentase, dan kategori penilaian. Media hologram 3D menunjukkan tingkat usability yang tinggi dengan nilai rata-rata 3,47. Motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi mencapai 73,3%, sedangkan beban kognitif tercatat pada kategori rendah hingga sedang dengan nilai rata-rata 1,53. Media hologram 3D terbukti efektif sebagai sarana edukasi, karena mampu menarik minat siswa, membantu pemahaman materi, dan tetap menjaga beban kognitif pada tingkat yang wajar. Media ini layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran kesehatan di lingkungan pesantren.
EFEKTIFITAS LATIHAN MENIUP BALLON TERHADAP SATURASI OKSIGEN PASIEN ANAK DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI DAERAH TROPIS SAMARINDA Kurniawati, Lailaturohmah; Arfiah, Arfiah; Nofiana, Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52626

Abstract

Infeksi pernafasan akut (ISPA) sangat terkait dengan kawasan tropis yang lembab dapat menyebabkan seorang anak mengalami gangguan dalam pernafasan. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering terjadi pada balita di Indonesia dan masih menjadi penyebab utama kesakitan serta kematian anak, Wilayah Samarinda menjadi wilayah hutan tropis yang terletak di Kalimantan Timur. Latihan tiup balon parameter menjadi salah satu cara untuk mengatasi infeksi nafas anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Latihan Meniup Balon terhadap peningkatan Saturasi Oksigen pada Anak dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Kawasan Tropis Samarinda. Metode penelitian studi kasus. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk intervensi peniupan balon dua hari sekali sampai pasien pulang. disertai melihat perubahan saturasi oksigen. Sampel penelitian berjumlah 2 responden yang merupakan balita usia 1-5 tahun dengan ISPA minimal 5 hari perawatan dianalisis secara deskriptif untuk melihat peningkatan skor saturasi o2 oxymetry sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perubahan saturasi oksigen pasien, rerata saturasi oksigen meningkat 3,67%. Kesimpulan: Efektifitas Latihan Meniup Balon efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen balita sebagai upaya pencegahan ISPA. Kegiatan semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di masyarakat serta menurunkan angka kejadian ISPA pada anak.
PENERAPAN TERAPI MENIUP BALON TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA ANAK USIA 5-7 TAHUN DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA DR. CIPTO SEMARANG SARUPY, WANDA; Kustriyanti, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52635

Abstract

Bronkopneumonia merupakan peradangan paru yang mengenai area sekitar bronkiolus, yaitu saluran yang menghubungkan bronkus dengan alveolus. Kondisi ini dapat menimbulkan obstruksi pada saluran pernapasan sehingga sebagian jaringan paru menjadi padat dan mengalami inflamasi. Penyebab bronkopneumonia dapat berupa infeksi bakteri, virus, maupun jamur. Salah satu bentuk intervensi tersebut adalah teknik pursed lips breathing, yaitu latihan pernapasan dengan cara menghembuskan napas melalui bibir yang dirapatkan. Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui Penerapan Terapi Meniup Balon Terhadap Status Hemodinamik Anak Dengan Bronkopneumonia Di Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang. Penulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan studi kasus. Studi kasus dalam penelitian ini terdiri dari dua individu dengan masalah bronkopneumonia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa hasil tingkat status hemodinamik dari 2 responden (100%) signifikan meningkat dengan persentase (100%) sebelum diberikan intervensi terapi meniup balon, sedangkan setelah diberikan intervensi terapi meniup balon kepada 2 responden (100%) menunjukkan bahwa adanya penurunan yang signifikan terhadap status hemodinamik dengan persentase (100%). Kesimpulannya, penerapan terapi meniup balon terhadap status hemodinamik anak dengan masalah bronkopneumonia yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut didapatkan hasil yang signifikan, hal ini ditunjukkan dari adanya perubahan status hemodinamik pasien yang membaik pada hari ketiga.  
REVIEW ARTIKEL : VALIDASI METODE ANALISIS SENYAWA AMOXICILLIN DALAM SAMPEL BIOLOGIS Octaviani, Triliana; Wangsyah, Firdaus Artha; Ramadhan, Adrianova; Alhidayah, Nachwa Humaira; Armaeristya, Baiq Narhea Genna; Ramadhan, Muhammad Imam Rizqullah; Ihsan, Ersi Arviana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52739

Abstract

Amoksisilin merupakan antibiotik golongan penisilin yang banyak digunakan dalam terapi infeksi, namun analisisnya dalam sampel biologis menghadapi tantangan karena sifatnya yang mudah terdegradasi serta adanya interferensi matriks kompleks. Kondisi ini menuntut metode analisis yang sensitif, selektif, dan tervalidasi secara komprehensif. Review artikel ini bertujuan untuk membandingkan berbagai metode analisis dan validasi penetapan kadar amoksisilin dalam sampel biologis, serta mengidentifikasi metode paling optimal untuk aplikasi bioanalitik. Kajian dilakukan melalui studi pustaka terhadap artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan tahun 2015-2025. Literatur dipilih berdasarkan kesesuaian topik dengan analisis amoksisilin dalam plasma, serum, urin, atau jaringan biologis. Variabel yang dikaji meliputi teknik preparasi sampel, instrumen analisis, parameter validasi (LOD, LOQ, linearitas, presisi, akurasi), dan hasil penetapan kadar. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk menilai performa tiap metode. Hasil menunjukkan bahwa HPLC-UV dan spektrofotometri masih digunakan, namun keduanya kurang sensitif untuk analisis konsentrasi rendah. Metode berbasis spektrometri massa, terutama LC-MS/MS dan UPLC-MS/MS, memberikan sensitivitas dan selektivitas tertinggi dengan LLOQ hingga 10 ng/mL, linearitas r² > 0,99, serta presisi dan akurasi dalam rentang yang memenuhi standar internasional. Preparasi sampel menggunakan deproteinasi atau SPE terbukti meningkatkan kebersihan matriks dan stabilitas analit. Kesimpulannya, metode spektrometri massa merupakan teknik paling unggul dalam analisis amoksisilin pada sampel biologis.
DAMPAK ANEMIA MATERNAL TERHADAP LUARAN PERSALINAN PREMATUR : TINJAUAN LITERATUR Nugraha, Rhena Thea; Atika, Atika; Andriyanti, Andriyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52864

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan maternal yang sering terjadi dan berhubungan dengan meningkatnya risiko komplikasi obstetri, termasuk persalinan prematur. Persalinan prematur merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal. Artikel ini bertujuan untuk menelaah bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara anemia maternal dan kejadian persalinan prematur melalui tinjauan literatur terhadap penelitian primer. Literature review ini menganalisis 16 studi primer dengan desain kohort prospektif, kohort retrospektif, kasus–kontrol, dan potong lintang. Analisis dilakukan berdasarkan desain penelitian, definisi anemia, waktu pengukuran hemoglobin, serta luaran persalinan prematur. Sebanyak 11 dari 16 studi menunjukkan bahwa anemia maternal, khususnya pada trimester pertama dan kedua, berhubungan dengan peningkatan risiko persalinan prematur. Studi dengan pengukuran hemoglobin hanya saat persalinan atau tanpa pengendalian faktor perancu cenderung menunjukkan hasil tidak signifikan. Dengan demikian, anemia maternal merupakan faktor risiko penting terhadap persalinan prematur, sehingga skrining dan penatalaksanaan anemia sejak awal kehamilan perlu diperkuat dalam pelayanan antenatal.
PERAN TERAPI BRONKODILATOR DALAM MENINGKATKAN FUNGSI PARU PADA PENDERITA PPOK Wardiani, Zahraisyya; Dewi, Wulan Permata; Gumilang, Sekar; Rhomanti, Kheisya Ilza; Salam, Furqon Rizki; Nurpadilah, Adilka; Ridwan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52875

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan kondisi inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara progresif dan persisten. Sebagai salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas global, pengelolaan gejala menjadi krusial karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis peran strategis terapi bronkodilator dalam meningkatkan fungsi paru serta kualitas hidup penderita PPOK. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian sistematis terhadap lima artikel penelitian relevan dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2020–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi bronkodilator tetap menjadi pilihan utama dalam manajemen farmakologis PPOK. Mekanisme kerjanya melalui relaksasi otot polos saluran napas terbukti efektif membuka bronkus, mengurangi resistensi aliran udara, dan menurunkan frekuensi eksaserbasi akut secara signifikan. Selain perbaikan parameter fungsi paru, penggunaan bronkodilator berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pengurangan gejala sesak napas (dyspnea) serta peningkatan toleransi terhadap aktivitas fisik harian. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bronkodilator merupakan pilar utama penanganan PPOK yang tidak hanya berfungsi memperbaiki kondisi fisiologis paru, tetapi juga berperan penting dalam menstabilkan kondisi pernapasan pasien dan memperlambat laju progresivitas penyakit dalam jangka panjang. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan kondisi inflamasi kronis pada saluran pernapasan yang mengakibatkan hambatan aliran udara secara progresif dan persisten. Sebagai salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas global, pengelolaan gejala menjadi krusial karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis peran strategis terapi bronkodilator dalam meningkatkan fungsi paru serta kualitas hidup penderita PPOK. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif melalui pencarian sistematis terhadap lima artikel penelitian relevan dari basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2020–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa terapi bronkodilator tetap menjadi pilihan utama dalam manajemen farmakologis PPOK. Mekanisme kerjanya melalui relaksasi otot polos saluran napas terbukti efektif membuka bronkus, mengurangi resistensi aliran udara, dan menurunkan frekuensi eksaserbasi akut secara signifikan. Selain perbaikan parameter fungsi paru, penggunaan bronkodilator berdampak positif pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pengurangan gejala sesak napas (dyspnea) serta peningkatan toleransi terhadap aktivitas fisik harian. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bronkodilator merupakan pilar utama penanganan PPOK yang tidak hanya berfungsi memperbaiki kondisi fisiologis paru, tetapi juga berperan penting dalam menstabilkan kondisi pernapasan pasien dan memperlambat laju progresivitas penyakit dalam jangka panjang.
ANALISIS OBAT GOLONGAN ANTIBIOTIK DAN ANALGESIK DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VISIBEL Dewi, Indah Kusuma; Setiana, Denis Smart; Hasanah, Anisa Jauzaa'; Kristianto, Brilyan Dwi; Amarylis, Elvina Widyasari; Iswandari, Selvi; Kaesa, Intan Nova; Azzahra, Auliya Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis perkembangan dan penerapan metode spektrofotometri visibel dalam analisis obat golongan antibiotik dan analgesik, guna memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan metode yang selektif dan akurat. Penelitian ini menggunakan studi literature review terhadap 24 artikel nasional dan internasional terbaru yang relevan, dengan fokus pada jenis senyawa yang dianalisis, matriks sampel, prinsip pembentukan warna atau kompleks, serta parameter validasi seperti linearitas, presisi, akurasi, LOD, dan LOQ. Hasil telaah menunjukkan bahwa spektrofotometri visibel banyak digunakan untuk analisis analgesik–antipiretik (misalnya parasetamol, kafein, tramadol, dan kombinasi propyphenazone) serta antibiotik (golongan β-laktam, aminoglikosida, dan tetrasiklin). Pendekatan yang umum digunakan meliputi pembentukan kompleks berwarna dengan reagen seperti ninhidrin, 1,10-fenantrolin, bromokresol green, dan pereaksi diazotisasi, yang terbukti menghasilkan metode sensitif dan stabil dengan tingkat linearitas tinggi (r ≥ 0,999) serta recovery sesuai standar Farmakope Indonesia dan ICH Q2(R1). Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan penelitian dalam pengembangan metode spektrofotometri visibel yang mampu secara simultan menganalisis antibiotik dan analgesik dalam satu sistem, khususnya pada matriks kompleks seperti kombinasi sediaan tablet. Kesimpulan penelitian ini bahwa pemanfaatan spektrofotometri, baik di daerah UV maupun tampak, telah menjadi metode yang dominan digunakan untuk penetapan kadar zat aktif dalam berbagai sediaan farmasi, terutama parasetamol dan kombinasi analgetik–antipiretik, disusul oleh beberapa studi terkait antibiotik seperti amoksisilin, gentamisin, tetrasiklin, kloramfenikol, serta aminoglikosida lain.
PENERAPAN KESELAMATAN KERJA PADA TIM KERJA DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) SULAWESI SELATAN Juliani, Arni; Todingan, Kurnia Marsevtin; Anas, M.; Kessi, Andi Tenriola Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52898

Abstract

Keselamatan kerja merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja sehingga harus mendapat perhatian khusus di tempat kerja untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan nyaman dalam bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Keselamatan Kerja pada Tim Kerja di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu keadaan atau fenomena secara objektif dengan menggunakan angka-angka untuk menghitung frekuensi, rata-rata atau persentase, tanpa melakukan manipulasi pada suatu variabel. Sampel dalam penelitian merupakan bagian dari populasi berjumlah 46 orang dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan APD yang berjumlah 22 responden atau sekitar 47,8% berada pada kategori kurang, Prosedur kerja yang aman yang berjumlah 24 responden atau sekitar 52,2% berada pada kategori sangat baik, penyediaan alat dan infrastruktur yang berjumlah 28 responden atau sekitar 60,9% dengan kategori baik. Dukungan psikososial yang berjumlah 27 responden atau sekitar 58,7% berada pada kategori baik, Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan yang berjumlah 39 responden atau sekitar 84,8% berada pada kategori baik dan pengetahuan K3 yang berjumlah 45 responden atau sekitar 97,8% dengan kategori sangat kurang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan keselamatan kerja pada tim kerja di Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Sulawesi Selatan sudah terlaksana dengan baik.