cover
Contact Name
Muh. Arief Maulana
Contact Email
maulgonzalez89@gmail.com
Phone
+6285800002059
Journal Mail Official
maulgonzalez89@gmail.com
Editorial Address
Jalan Letjen Sudjono Humardani, Kampus No.1, Gadingan, Jombor, Kec. Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57521
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 26859130     EISSN : 26859122     DOI : 10.32585/advice.v2i2.1250
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling is a scientific journal managed by the Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Veteran Bangun Nusantara. This journal is a vehicle that can be used as a medium to share research results and ideas in the field of guidance and counseling. Which focuses on the following issues: 1. Group Guidance and Counseling 2. Individual Guidance and Counseling 3. Culture-based guidance and counseling 4. Religion-based Guidance and Counseling 5. Technology-based guidance and counseling 6. Media Guidance and Counseling 7. Evaluation and assessment of Guidance and Counseling 8. Research and development of Guidance and Counseling
Articles 80 Documents
TINGKAT KEDISIPLINAN MENAATI TATA TERTIB SISWA KELAS XI SMA NEGERI 14 SEMARANG Muliawati, Shinta; Rakhmawati, Dini
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i1.5144

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan mentaati tata tertib siswa kelas XI SMA Negeri 14 Semarang. Kedisiplinan dalam menataati tata tertib ini merupakan bentuk kesungguhan suswa dalam belajar di sekolah. Siswa yang memiliki kedisiplinan tinggi identik dengan bagaimana cara mereka mengenakan seragam sekolah yang sesuai dengan aturan. Siswa yang memiliki perilaku disiplin akan menaati tata tertib sekolah dengan perasaan senang, suka rela, dan tanpa paksaan orang lain. Mereka akan melakukan hal tersebut terus menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Penelitian ini mengambil pendekatan kuantitatif dengan metode skala. Adapun strategi pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan  probability sampling berdasarkan simple random sampling untuk memilih 268 siswa  kelas XI.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan mentaati tata tertib siswa kelas  XI di SMA Negeri 14 Semarang  tingkat presentase tertinggi yaitu 44,8%  sejumlah 120 siswa, kategori sangat tinggi yaitu 7,5% sejumlah 20 siswa, kategori tinggi 32,5% sejumlah 87, dan kategori rendah 41 siswa dengan presentase 15,3%. Hal ini dikarenakan berbagai hal diantaranya yaitu dari dalam diri siswa seperti pengetahuan, kesadaran, ketaatan, keinginan berprestasi, dan latihan berdisiplin. Faktor eksternal mencakup lingkungan, alat pendidikan, teman, saudara, kebiasaan dan pembinaan dari rumah, sarana yang menunjang, pengawasan, hukuman, nasihat, dan sebagainya. Simpulan penelitian ini yaitu rata-rata siswa memikili kriteria sedang dalam tata tertib di sekolah. Hal ini membuktikan bahwa masih adanya potensi siswa untuk melakukan aktivitas penyimpangan tata tertib sekolah.
Konseling Adlerian dalam Mengidentifikasi Penanganan Harga Diri Oetari, Aiuningtyas Yuni; Nishafa, Difani Khoirun; Susanto, Adianna Muthia; Alhabsyi, Bakhrudin
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i1.5146

Abstract

Adlerian counseling is a part of personality theory that focuses on self-esteem. In Adlerian counseling, there are various factors that can influence a person's personality, namely: life goals, lifestyle, creative power, feelings of inferiority, existential urges, social encouragement as well as inferior and superior. Self-esteem is an overall view and assessment of oneself that is sometimes in accordance with one's own wishes. The aim of this research is to understand feelings of low self-esteem and treatment that focuses on individual feelings and self-esteem. The results of this research include: 1. Emphasizing the importance of understanding social influences on the development of individual self-esteem; 2. This counseling emphasizes understanding individuals who are influenced by behavior and social relationships; 3. This counseling focuses on building self-confidence and adjusting thought patterns to be more positive.
Implementasi Layanan Bimbingan Karier untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa dalam Melanjutkan Studi Mahabbatullaina
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 1 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i1.5176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi layanan bimbingan karier untuk meningkatkan efikasi diri siswa kelas XII dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Metode penelitian  yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data penelitian ini meliputi 5 informan yaitu Guru BK, Guru Koordinasi Kelas, Kepala Sekolah dan 2 Siswa Kelas XII Tahun Ajaran 2022/2023. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode Fenomenologi Data Analisis (FDA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi layanan bimbingan karier mempunyai tahapan kegiatan yakni: Pertama, Perencanaan dilakukan dengan mengobservasi dan menganalisis lalu mengindentifikasi kebutuhan peserta didik melalui penyebaran Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) dan Angket Peminatan. Kedua, Pelaksanaan dilakukan dengan pertemuan lintas bersama orang tua dalam berdiskusi mengenai karier para siswa dan organisasi mahasiswa serta melakukan berkolaborasi bersama guru koordinasi. Ketiga, Penilaian dilakukan berupa Penilaian Segera (Laiseg). Keempat, Evaluasi dilakukan dengan mengisi angket evaluasi hasil layanan terlihat dari hasilnya yaitu para siswa sudah mempunyai keputusan yang baik dalam kariernya. Kelima, Tindak lanjut dilakukan dengan mengadakan pertemuan bersama orang tua.
Self-Efficacy vs Career Maturity: Quantitative Findings Among College Students Ishlakhatus Sa'idah
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i2.5827

Abstract

This study aims to determine the relationship between self-efficacy and career maturity in Islamic Guidance and Counseling Education (BKPI) students of IAIN Madura. Using a quantitative approach with a correlational method, this study involved 80 students of the 2020 intake. We collected data using two scales: a career maturity scale (27 items, = 0.887) and a self-efficacy scale (14 items, = 0.811). Data analysis was carried out using Spearman's rank correlation. The results showed a significance value of 0.045 (<0.05) and a correlation coefficient of 0.225, which indicated a positive and significant relationship between self-efficacy and career maturity. This means that the higher the self-efficacy, the higher the career maturity of students. Conversely, low self-efficacy is related to low career maturity. The conclusion of this study is to accept the alternative hypothesis (Ha).
Pentingnya Evaluasi Manajemen BK dalam Meningkatkan Keefektifan Pelayanan Konseling Putri Larasati, Sectio; Neviyarni; Firman; Muhammad Asyraf Che Amat
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i2.5995

Abstract

Manajemen pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling merupakan suatu hal yang harus mampu dilaksanakan dan direalisasikan oleh setiap konselor terhadap layanan yang diberikan kepada klien. Kurangnya keefektifan layanan tersebut dikarenakan tidak adanya evaluasi terahadap manejemen pelayanan. Hal ini menimbulkan kurangnya terentasakan permasalahan klien dari layanan yang diberikan. Fenomena yang ditemukan di lapangan dikarenakan permasalahan manajemen pelayanan seperti materi layanan  yang tidak sesuai dengan kebutuhan klien, sarana dan prasana  konseling yang tidak lengkap sehingga membuat klien merasa kurang nyaman dalam mengikuti pelayanan yang diberikan konselor, waktu pelaksanaan layanan yang kurang tepat, kekurangan klien pada saat pelaksanaan layanan khusus seperti bimbingan kelompok dan konseling kelompok, dan berbagai macam permasalahan lainnya. Oleh karena itu sangat penting konselor melakukan evaluasi manajemen pelayanan BK untuk setiap jenis dan kegaitan pendukung bimbingan dan konseling yang diselenggarakan. Sehingga dari layanan yang diikuti oleh klien dapat efektif dan membantu dirinya ke luar dari permasalahan yang dialaminya. Adapaun evaluasi manajemen yang perlu dilakuan konselor yaitu evaluasi perencaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi hasil pelaksaan pelayanan.
Memahami Kesiapan Konselor dalam Pemberian Layanan Bimbingan dan Konseling Kepada Klien Karneli, Yeni; Ainil Hakim, Firdha; Mudjiran
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i2.6021

Abstract

Kesiapan konselor merupakan elemen penting dalam keberhasilan layanan bimbingan dan konseling. Kesiapan ini terdiri dari aspek mental, emosional, dan profesional yang memungkinkan konselor memberikan solusi efektif terhadap berbagai permasalahan klien. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana kesiapan konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada klien. Pendekatan penelitian menggunakan metode literature review dengan analisis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder, seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel akademik terkait yang diperoleh melalui pencarian sistematis menggunakan kata kunci relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan konselor dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kompetensi profesional, stabilitas emosional, dan kemampuan interpersonal. Konselor yang kompeten mampu menyesuaikan pendekatan konseling sesuai kebutuhan klien sehingga menciptakan hubungan terapeutik yang kuat dan menjaga komunikasi efektif. Tantangan yang dihadapi meliputi keberagaman latar belakang klien, keterbatasan sumber daya, risiko kelelahan empati, dan tekanan etis yang rumit. Selain itu, lingkungan kerja yang mendukung dan fasilitas memadai berperan signifikan dalam meningkatkan kesiapan konselor. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pengalaman konselor dalam menangani berbagai kasus untuk memperkuat kepercayaan diri dan fleksibilitas mereka dalam menghadapi situasi baru. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan, supervisi klinis, serta peningkatan fasilitas konseling sebagai upaya mendukung kesiapan konselor.
RESILIENSI REMAJA DAMPAK BROKEN HOME DI SMP NEGERI 44 SEMARANG Alfina Rizky Nur Aini
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i2.6118

Abstract

Penelitian ini berlandaskan akan  kesulitan anak broken home untuk menerima keadaan dirinya, tidak dapat bangkit dari permasalahan masa lalu untuk menghadapi masa depan. Anak dampak broken home berhak memiliki kesempatan untuk menjadi anak yang resilien. Resiliensi menjadi kemampuan guna melakukan adaptasi, pertahanan juga mengatasi serta penyelesaian akan masalah pasca menghadapi kesengsaraan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui resiliensi yang dimiliki remaja dampak keluarga broken home di SMP Negeri 44 Semarang. Analisis data Interpretative Penemenological Analysis (IPA) menjadi metode Kualitatif Fenomenologis yang dipakai dengan penghimpunan data memakai wawancara secara lebih detail dan mendalam akan tiga informan remaja di sekolah menengah pertama. Mengacu akan hasil penelitian yang telah dijalankan terhadap tiga partisipan dari SMP Negeri 44 Semarang, maka dapat ditarik kesimpulan bahwasanya subjek sudah memiliki beberapa aspek resiliensi yang positif. Pada aspek I Am, adanya penerimaan terhadap kenyataan, harapan untuk masa depan. Pada aspek I Have, adanya dukungan sosial yang didapatkan dari teman dan lingkungan sekitar, walaupun kurangnya dukungan dari keluarga tidak membuat subjek begitu menyerah. Pada aspen I Can, subjek memiliki inisiatif dengan membaca buku dongeng di perpustakaan sekolah dan berolahraga badminton serta jogging, dengan melakukan aktivitas tersebut membantu menenangkan pikiran dan mengatasi perasaan emosional.
Integrasi Konseling Berbasis Logoterapi dalam Meningkatkan Ketahanan Hidup Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Purwokerto dengan Keterbatasan Sumber Daya Ekonomi Fahmi Fahrezi; Nurinawati Kurnianingsih; Amelia Nurul Aisyah; Alief Budiyono
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i2.6152

Abstract

This study explores the effectiveness of logotherapy-based counseling in enhancing the resilience of students in the Islamic Guidance and Counseling (BKI) program at UIN Purwokerto, who face economic resource limitations. The research subjects were five BKI students from UIN Purwokerto, selected through purposive sampling based on specific criteria: economic resource limitations, active participation in academic activities, and openness to undergoing logotherapy-based counseling. The research method used was qualitative with a case study approach, and data were collected through in-depth face-to-face interviews, supplemented by observations and documentation. The use of face-to-face interviews allowed the researcher to gather deeper information and capture the emotional nuances and experiences of the subjects directly, which is crucial in logotherapy-based research. Data were analyzed using thematic analysis. The results showed that logotherapy-based counseling helped students find meaning in the challenges they faced, improved their emotional regulation skills, and strengthened their adaptive coping strategies. The students also reported increased self-confidence and the ability to set realistic life goals despite their limitations. These findings emphasize the important role of counselors in providing logotherapy-based support to help students overcome economic resource constraints. This study recommends the development of logotherapy-based counseling modules that can be widely applied in higher education.
P Pengembangan Media Poster bermuatan Teknik Self-talk untuk Menumbuhkan Percaya Diri Siswa Novia Damayanti
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6 No 2 (2024): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v6i2.6225

Abstract

Sikap percaya diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan diri sendiri dalam menghadapi suatu tantangan, pengambilan keputusan serta pencapaian sebuah tujuan. Seseorang yang kurang memiliki sikap percaya diri akan menjadikan orang itu ragu atas kemampuannya sendiri, ragu dalam menyampaikan gagasan serta bimbang dalam menentukan keputusan. Bila ketidakpercayaan diri kurang diperhatikan akan menyebabkan sesorang menjadi kesulitan untuk pengembangan diri, kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain dan bahkan menyebabkan gangguan mental seperti kecemasan maupun depresi. Maka dari itu diperlukan adanya upaya untuk mencegah problematika tersebut agar siswa mampu berkembang untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau sering disebut dengan “Research and Development”. Metode penelitian ini merupakan suatu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk atau inovasi baru kemudian diuji keefektifan dari produk tersebut. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk yaitu media bimbingan dan konseling berbentuk poster yang berisi kalimat-kalimat self-talk. Hasil uji ahli bimbingan dan konseling mendapatkan jumlah rerata  persentase sebesar 82,81% dengan kategori yang dicapai adalah “sangat baik”. Hasil uji coba lapangan mendapatkan jumlah persentase sebesar 78,125% yang termasuk dalam kategori “sangat baik”. Berdasarkan keberterimaan yang tinggi tersebut, produk dapat digunakan atau diimplementasikan sebagai media pelayanan dasar kepada siswa. Pada penelitian selanjutnya, temuan penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk menguji keefektifan media poster sebagai media untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.
PENGEMBANGAN PANDUAN ASESMEN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DALAM MERENCANAKAN PROGRAM BK Romiaty, Romiaty; Apriatama, Dony; Pangestie, Esty Pan; Stevandy, Matias
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2023): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v5i1.3678

Abstract

Asesmen kebutuhan (need assesment) merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh konselor atau guru BK dalam merencanakan program BK tahunan atau semesteran di sekolah. Asesmen kebutuhan dilakukan agar program BK yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan konseli. Tujuan penelitian ini untuk membuat panduan analisa kebutuhan dalam merencanakan program BK pada di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode mixed method dengan pendekatan research and development (RnD). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menghasilkan panduan asesmen kebutuhan yang membantu memberikan panduan untuk para konselor atau guru BK disekolah dalam merencanakan program BK di kota Palangka Raya. Panduan Asesmen kebutuhan terdiri dari 3 (tiga) tahap yaitu a) identifikasi data yang dibutuhkan; b) Menentukan instrumen; c) Mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan mengintepretasikan data hasil asesmen. Seluruh perencanaan need assessment menggunakan bantuan aplikasi computer meliputi aplikasi browser, google formulir, dan google dokumen. Saran untuk guru BK atau Konselor disekolah diharapkan dapat terampil dalam memanfaatkan teknologi dalam merencanakan program BK di  sekolah.