cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 614 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bengkaung melalui Pelatihan Pembuatan Black Soap Berbasis Minyak Jelantah dan Karbon Aktif Hulyadi, Hulyadi; Sukarma, I Ketut; Samsuri, Taufik; Asy'ari, Muhammad; Azmi, Irham; Hunaepi, Hunaepi; Mirawati, Baiq; Fitriani, Herdiyana
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5835

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, melalui pelatihan pembuatan black soap berbasis minyak jelantah dan karbon aktif dari limbah ayakan arang kelapa. Permasalahan utama mitra adalah belum optimalnya pemanfaatan limbah ayakan arang kelapa yang diperkirakan mencapai 200 kg per hari dan limbah minyak jelantah dari kawasan kuliner dan pariwisata sekitar desa yang diperkirakan mencapai 50 liter per hari. Kegiatan dilaksanakan pada 18–19 April 2025 di Balai Desa Bengkaung dengan melibatkan 32 anggota PKK sebagai peserta. Metode kegiatan dirancang secara partisipatif melalui FGD, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi yang ditransfer meliputi aktivasi arang halus menggunakan larutan KOH 15%, pemurnian minyak jelantah melalui adsorpsi karbon aktif, serta pembuatan sabun padat melalui reaksi saponifikasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 41,6 (pretest) menjadi 79,3 (posttest) atau meningkat 90,6%. Sebanyak 27 dari 32 peserta (84,4%) berhasil membuat sabun secara mandiri, menghasilkan 64 batang prototipe black soap. Uji mutu menunjukkan pH rata-rata 9,3 (rentang 8,9–9,7) dan kadar air 14,2%, keduanya memenuhi standar SNI 06-3532. Program ini berkontribusi pada peningkatan literasi lingkungan, keterampilan produktif perempuan, peluang usaha rumah tangga, dan pengurangan pencemaran limbah, serta relevan dengan SDGs tujuan 3, 5, 8, 12, dan 13. Community Empowerment in Bengkaung Village through Black Soap Production Training Based on Waste Cooking Oil and Activated Carbon Abstract This community service program aims to empower women of the Family Welfare Movement (PKK) in Bengkaung Village, Batulayar District, West Lombok Regency, through training in black soap production using waste cooking oil and activated carbon derived from coconut charcoal sieve residues. The main partner problems are the underutilization of coconut charcoal residues estimated at 200 kg per day and waste cooking oil from culinary and tourism activities around the village estimated at 50 liters per day. The program was implemented on April 18–19, 2025, at the Bengkaung Village Hall, involving 32 PKK members as participants. Activities were designed using a participatory approach through focus group discussions, socialization, training, simple technology application, mentoring, and evaluation. The transferred technology includes chemical activation of fine charcoal using 15% KOH solution, purification of waste cooking oil through activated carbon adsorption, and solid soap production through saponification. Evaluation results showed an increase in average knowledge scores from 41.6 (pretest) to 79.3 (posttest), representing a 90.6% improvement. A total of 27 of 32 participants (84.4%) successfully produced soap independently, yielding 64 black soap prototypes. Quality tests showed an average pH of 9.3 (range 8.9–9.7) and moisture content of 14.2%, both meeting SNI 06-3532 standards. The program contributes to improved environmental literacy, women’s productive skills, household business opportunities, and waste pollution reduction, in alignment with SDGs Goals 3, 5, 8, 12, and 13.
Penyuluhan Teknis Perencanaan dan Pengawasan Infrastruktur Desa Bagi Aparatur Desa Pondokkasolandeuh, Kabupaten Sukabumi Sasmita, Agus; Budiono, Budiono; Widia, Winda; Arif, Faishol; Pulungan, Nur Zulaika Sofyani; Muhajilah, Jasmine Riezqy; Rijal, Muhammad Rafi Nuh
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5892

Abstract

Pembangunan infrastruktur pedesaan merupakan salah satu pilar pemerataan ekonomi nasional, namun keberhasilannya kerap terkendala keterbatasan kapasitas teknis aparatur desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mengenai prinsip dasar perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan infrastruktur desa, khususnya jalan, septic tank komunal, dan Tembok Penahan Tanah (TPT). Kegiatan dilaksanakan pada 15 Januari 2026 di Aula Kantor Desa Pondokkasolandeuh dan diikuti 30 peserta dari unsur perangkat desa, pengurus RT/RW, karang taruna, dan ibu PKK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan teknis interaktif berbasis Standar Nasional Indonesia (SNI), meliputi pemaparan materi, simulasi perhitungan volume dan RAB, serta diskusi studi kasus. Keberhasilan kegiatan diukur melalui kuesioner kepuasan lima butir berskala Likert, observasi partisipasi, dan sesi tanya jawab, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kuesioner terhadap 22 responden menunjukkan 98,2% peserta memberikan respons positif (setuju dan sangat setuju) terhadap seluruh butir penilaian. Kegiatan menghasilkan empat keluaran utama, yaitu terselenggaranya penyuluhan teknis, tersusunnya modul dan materi, terlaksananya diskusi teknis dengan respons positif peserta, dan ditandatanganinya Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Teknik Sipil Universitas Pakuan dan Pemerintah Desa. Kegiatan ini memberikan penguatan awal pemahaman aparatur desa dan membuka peluang pendampingan teknis berkelanjutan. Technical Training on Village Infrastructure Planning and Supervision for Village Officials in Pondokkasolandeuh Village, Sukabumi Regency Abstract Rural infrastructure development is a key pillar of national economic equality, yet its success is often hampered by the limited technical capacity of village officials. This community service (PkM) activity aims to improve the understanding of the officials of Pondokkasolandeuh Village, Parungkuda District, Sukabumi Regency, regarding the basic principles of planning, implementation, supervision, and the preparation of the Budget Plan (RAB) for village infrastructure work, particularly roads, communal septic tanks, and retaining walls (TPT). The activity was held on 15 January 2026 at the Pondokkasolandeuh Village Hall and attended by 30 participants from among village officials, RT/RW administrators, youth organizations, and the PKK. The method was interactive technical counseling based on the Indonesian National Standard (SNI), covering material presentation, simulation of volume and RAB calculations, and case-study discussion. Success was measured through a five-item Likert-scale satisfaction questionnaire, participation observation, and question-and-answer sessions, then analyzed descriptively. The questionnaire results from 22 respondents showed that 98.2% of participants responded positively (agree and strongly agree) to all assessment items. The activity produced four main outputs: the delivery of technical counseling, the preparation of modules and materials, technical discussions with positive participant responses, and the signing of an Implementation Agreement (IA) between the Civil Engineering Study Program of Universitas Pakuan and the Village Government. The activity provided an initial reinforcement of village officials' understanding and opened opportunities for sustainable technical assistance
Pengembangan Fondasi Desa Wisata Berangbang melalui Pemetaan Partisipatif dan Penguatan Pokdarwis I Nyoman Meirejeki; I Gede Nyoman Suta Waisnawa; Dwijuliasri, Kadek Ayu; I Gusti Ayu Agung Putri Krismayanthi; Suarta, I Ketut; Solihin, Solihin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5915

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Berangbang, Kabupaten Jembrana, dalam mengelola potensi pariwisata secara mandiri dan berkelanjutan. Masalah utama yang dihadapi mitra meliputi belum adanya pemetaan potensi desa yang komprehensif, fungsi kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang belum optimal, serta keterbatasan keterampilan masyarakat dalam memberikan pelayanan prima. Metode yang diterapkan dalam program ini mengintegrasikan pemetaan partisipatif berbasis komponen pariwisata 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary) dengan pelatihan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kelembagaan. Hasil identifikasi melalui pemetaan partisipatif berhasil mengelompokkan sebaran potensi alam (Munduk Nangka), potensi budaya-sejarah (Situs Sarkofagus), serta potensi spiritual-wellness (Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung dan Pura Ulun Danu Beji Taman Sari Yeh Panes). Pelaksanaan program pelatihan diikuti oleh 15 pengurus Pokdarwis dan pelaku wisata dengan fokus materi pada tata kelola kelembagaan serta keterampilan praktis pelayanan prima (excellent service). Hasil observasi selama kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif dari para peserta, disertai peningkatan pemahaman mengenai tata kelola destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Tindak lanjut yang mendesak untuk dilakukan pascakegiatan ini adalah penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pelayanan yang baku serta pengemasan paket wisata terpadu. Integrasi antara pemetaan komponen pariwisata dan penguatan kapasitas kelembagaan terbukti menjadi model pemberdayaan yang efektif dalam mendorong rintisan tata kelola pariwisata pedesaan yang berbasis komunitas. Participatory Mapping of Local Wisdom-Based Tourism Potential as a Foundation for Tourism Village Development in Berangbang Village, Jembrana Abstract This community service activity aims to enhance the capacity of the community in Berangbang Village, Jembrana Regency, to manage its tourism potential independently and sustainably. The primary challenges faced by the partner include the absence of a comprehensive village tourism potential mapping, sub-optimal institutional functioning of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), and limited community skills in delivering excellent service. The method applied in this program integrates participatory mapping based on the 4A tourism components (Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary) with human resource capacity-building training. Participatory mapping successfully identified and categorized various local potentials, including natural attractions (Munduk Nangka), cultural-historical assets (Sarcophagus Site), and spiritual-wellness sites (Pura Kahyangan Jagat Pucak Luhur Berangbang Agung and Pura Ulun Danu Beji Taman Sari Yeh Panes). The training program was attended by 15 Pokdarwis administrators and local tourism actors, focusing on institutional governance and practical skills in excellent service. Observation results during the activity indicated highly positive responses from the participants, alongside improved understanding of local wisdom-based destination management. Urgent follow-up actions required post-program include the formulation of standardized operating procedures (SOPs) for services and the development of integrated tour packages. The integration of tourism component mapping and institutional capacity building proves to be an effective empowerment model to foster community-based rural tourism governance
Digitalisasi Manajemen Bank Sampah Berbasis Sistem Informasi untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Adat Dlod Tukad, Kecamatan Sukawati Gianyar Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri; Saptarini, Ni Gusti Ayu Putu Harry; Astuti, Ni Wayan Wahyu
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6002

Abstract

Desa Adat Dlod Tukad telah membentuk tujuh unit bank sampah sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan mitra, pengelolaan bank sampah masih menghadapi beberapa kendala, yaitu proses administrasi yang masih dilakukan secara manual sehingga pengelolaan data nasabah, transaksi, dan pelaporan belum berjalan secara efektif, serta masih rendahnya pemahaman masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan bank sampah melalui pengembangan dan implementasi Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah berbasis web, pelatihan penggunaan sistem bagi pengelola, pelatihan pemilahan sampah, serta pemberian bantuan berupa tong sampah sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah. Pada pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan pada 29 Mei 2026, pelatihan pemilahan sampah dan penyerahan tong sampah pada 4 Juni 2026, serta pelatihan penggunaan sistem informasi pada 13 Juni 2026. Hasil monitoring dan evaluasi menggunakan metode observasi dan wawancara menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta telah mampu mengoperasikan Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah dan sekitar 85% peserta telah memahami teknik pemilahan sampah, sehingga target utama kegiatan telah tercapai. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan bank sampah serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Digitalization of Waste Bank Management for Sustainable Waste Management in Dlod Tukad Customary Village, Sukawati District, Gianyar  Abstract Dlod Tukad Traditional Village has established seven waste bank units as an effort to improve community-based waste management. However, based on observations and interviews with partners, several challenges were identified, including manual administrative processes that resulted in ineffective management of customer data, transaction records, and reporting, as well as the limited public understanding of waste segregation at the source. This community service program aimed to enhance the effectiveness of waste bank management through the development and implementation of a web-based Waste Bank Management Information System, training on system utilization for waste bank administrators, waste segregation training for the community, and the provision of waste bins as supporting facilities for waste management. In carrying out this community service, the program activities included program socialization on May 29, 2026, waste segregation training and waste bin distribution on June 4, 2026, and training on the use of the information system on June 13, 2026. Monitoring and evaluation results using observation and interview methods indicated that around 80% of the participants were able to operate the Waste Bank Management Information System, while around 85% of the participants demonstrated an understanding of proper waste segregation techniques. These results indicate that the primary objectives of the program have been achieved. The program is expected to improve the effectiveness of waste bank management while encouraging greater community participation in sustainable waste management practices