cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 614 Documents
Penerapan Teknologi Pascapanen Bunga Lokal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Desa Jingah Habang Ilir, Kabupaten Banjar Aprianty, Lilyan; Putra, Muhammad Zidan Veri Setianur; Ikhbariyadi, Muhammad Naufal; Pajeriyanto , Pajeriyanto; Mardhiyah, Rodhiyatam; Laskar, Muhammad Rioga Batara; Azzahrah, Syafira Nabilah; Halifah, Ratu; Refita , Bunga Salsabila; Stephen, Paul; Setiawan, Bagus; Rahimah, Siti; Khalizah, Siti; Purba , Dermawati Feronika; Lestari, Cahaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4822

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani bunga di Desa Jingah Habang Ilir, Kabupaten Banjar, melalui diversifikasi produk berbasis bunga lokal (melati, mawar, kenanga) menjadi produk non-pangan bernilai tambah. Kebaruan program terletak pada integrasi teknologi pascapanen, diversifikasi produk (bath bomb, bath salt, sabun padat, lulur alami, dan ecoprint), serta penguatan pemasaran digital dan branding dalam satu model pemberdayaan berbasis transfer teknologi yang melibatkan mahasiswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dengan kategori sedang berdasarkan analisis n-gain, dengan peningkatan tertinggi pada pelatihan pembuatan lulur sebesar 63,93%, serta peningkatan kemampuan desain kemasan dan pemasaran digital sebesar 46,78%. Program ini mendukung pencapaian MBKM dan IKU perguruan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas teknis dan pemasaran masyarakat berbasis bunga lokal, dengan terbentuknya akun e-commerce aktif dan produk siap jual sebagai indikator kesiapan wirausaha awal, meskipun dampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan jangka panjang memerlukan pemantauan lanjutan. Application of Post-Harvest Technology of Local Flowers to Improve Farmers' Welfare in Jingah Habang Ilir Village, Banjar Regency  Abstract This community service program aims to enhance the capacity of flower farmers in Jingah Habang Ilir Village, Banjar Regency, through the diversification of local flower-based products (jasmine, rose, and kenanga) into value-added non-food products. The novelty of the program lies in the integration of post-harvest technology, product diversification (bath bombs, bath salts, solid soap, natural scrubs, and ecoprint), and strengthening digital marketing and branding within a technology transfer-based empowerment model involving students. The implementation methods included socialization, training, mentoring, and evaluation. The results indicated a moderate increase in participants' knowledge and skills based on n-gain analysis, with the highest improvement observed in the natural scrub training (63.93%), followed by soap production (53.37%) and digital marketing training (46.78%). The program also supports the achievement of MBKM and university Key Performance Indicators (IKU) through student involvement in community empowerment. Overall, the program effectively enhanced participants' technical and marketing capacities, as evidenced by the establishment of active e-commerce accounts and market-ready products as early indicators of entrepreneurial readiness, although the long-term impact on income and welfare requires further monitoring.
Efforts to Prevent Bullying Through Socialization Activities at SMA Negeri 06 Bombana Mulganing, Mulganing; Nurtani, Nurtani; Tiara, Tiara; Nisa, Ayu; Afdhal, M; Ilmi, Ahmad Fadil; Musto, Aldin; Kamur, Sudarwin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4824

Abstract

Perundungan (bullying) masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap kesehatan psikologis, hubungan sosial, serta prestasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan bullying di SMA Negeri 06 Bombana. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Februari 2026 dengan melibatkan 35 siswa dan 3 guru menggunakan metode sosialisasi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, permainan edukatif, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pemberian angket sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengidentifikasi berbagai bentuk bullying, termasuk verbal, fisik, dan sosial, serta memahami dampaknya terhadap korban. Faktor penyebab bullying yang teridentifikasi meliputi lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan, dan rendahnya kesadaran siswa terhadap konsekuensi perilaku tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar sekitar 35% setelah mengikuti sosialisasi. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran siswa untuk mencegah, melaporkan, dan menolak tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Kegiatan sosialisasi berbasis edukasi anti-bullying dan penguatan karakter terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa, sehingga berpotensi menjadi strategi preventif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Efforts To Prevent Bullying Through Socialization Activities At State Senior High School 06 Bombana Abstract Bullying remains a persistent problem in school environments and negatively affects students’ psychological well-being, social relationships, and academic achievement. This community service program aimed to improve students’ understanding of the forms, impacts, and prevention strategies of bullying at SMA Negeri 06 Bombana. The program was conducted on February 7, 2026, involving 35 students and 3 teachers through an interactive socialization approach consisting of lectures, discussions, educational games, and question-and-answer sessions. Data were collected through observations, interviews, and pre- and post-activity questionnaires. The findings revealed that students were able to identify various forms of bullying, including verbal, physical, and social bullying, and understand their negative consequences for victims. The identified contributing factors included peer influence, inadequate supervision, and limited awareness of the harmful effects of bullying. Evaluation results indicated an approximately 35% increase in students’ understanding following the intervention. Furthermore, students demonstrated greater awareness and willingness to prevent, reject, and report bullying incidents within the school environment. The findings suggest that anti-bullying education integrated with character-building activities is effective in enhancing students’ awareness and understanding and can serve as a preventive strategy for creating a safe, supportive, and inclusive school environment
Pemberdayaan Transmigran Melalui Penerapan Sistem Pertanian Adaptif Berbasis Padi Apung, Tata Air Mikro, Dan Pengelolaan Perikanan Di Lahan Tergenang Desa Papuyuan Kabupaten Balangan Firdaus, Adhitya; Adrianto, Muhammad Subhan Dwi; Nisa, Rahayu; Lestari, Jumiati Indah; Hasanah, Maulida; Febriana, Annisa Dwi; Hairani, Hairani; Fikrulia, Hidayah Jihan; Ghifari, Muhammad; Regandara, Ellysia Putri; Ekawati, Diah; Adawiyah, Rabi'atul; Hadi, Abdul; Mubarak, Ahmad Nazhif; Andani, Nazwa Putri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.4843

Abstract

Desa Pupuyuan memiliki karakteristik lahan rawa dengan kondisi jenuh air yang membatasi produktivitas pertanian padi konvensional. Kondisi ini juga menyimpan potensi sumber daya perikanan dan tanaman lokal. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui penerapan sistem padi apung, pengolahan ikan dan genjer menjadi produk bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan mahasiswa sebagai pendamping. Pendekatan partisipatif digunakan agar masyarakat dapat memahami dan menerapkan teknologi yang diperkenalkan secara mandiri. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap program tergolong tinggi, dengan 90% responden menyatakan puas dan tertarik. Sistem padi apung dinilai sesuai dengan kondisi lahan tergenang karena mampu mengatasi masalah banjir. Selain itu, pengasapan ikan dan pengolahan genjer menjadi keripik mampu meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan hasil produksi. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan biaya awal, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta kendala logistik dan infrastruktur. Berdasarkan hal tersebut, teknologi sederhana berbasis potensi lokal efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan ekonomi masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat. Increasing the Capacity of Transmigrants Through an Adaptive Farming System Based on Floating Rice and Fish Smoking in Flooded Land in Pupuyan Village, Balangan Regency Abstract Pupuyuan Village is characterized by swampy, water-saturated conditions that limit the productivity of conventional rice farming. These conditions also hold potential for local fisheries and plant resources. This community empowerment program aims to optimize local potential through the implementation of a floating rice system, processing  fish and genjer into economically valuable products. Implementation method include  needs surveys, outreach, training, hands-on practice, and monitoring and evaluation using a participatory approach. Activities involve the community, village officials, and students as facilitators. A participatory approach is used to  enable the community to understand and independently implement the introduced technology. Results and discussions indicate a high level of community acceptance of the program, with 90% of respondents expressing satisfaction and interest. The floating rice system is considered suitable for inundated land conditions because it can address flooding issues. In addition, smoking fish and processing genjer into chips can increase added value and extend the shelf life of produce. Challenges faced include limited initial costs, uneven community participation, and logistical and infrastructure constraints. Based on this, simple technology based on local potential is effective in improving community knowledge, skills, and economics. The program’s sustainability requires ongoing mentoring and active community involvement.
Penggunaan Media Pembelajaran Power Point untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa di SMPN 4 Latambaga Mudassir, Mudassir; Yusneti, Yusneti; Wahdania, Wahdania; Rahma, Hidayatul; Eluay, Papuani Merdekawati; P, Ibrahim; Ramly, Amisbah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4856

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui pemanfaatan media pembelajaran PowerPoint di SMPN 4 Latambaga. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan guru sebagai mitra utama dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pembuatan serta penggunaan media PowerPoint yang interaktif dalam proses pembelajaran, dengan sasaran guru dan siswa kelas VIII yang berjumlah 14 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan berupa analisis kebutuhan dan koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan melalui pelatihan penggunaan PowerPoint serta pendampingan praktik pembelajaran di kelas, dan diakhiri dengan evaluasi serta refleksi kegiatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi guna melihat perubahan keaktifan belajar siswa serta respons guru terhadap program yang dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa secara bertahap setelah penerapan media PowerPoint dalam pembelajaran; siswa menjadi lebih antusias, aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat dalam kegiatan kelas. Selain itu, guru juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam merancang dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi. Lebih lanjut, program ini turut mendorong terbentuknya budaya pembelajaran yang lebih interaktif di lingkungan sekolah, yang ditandai dengan mulai diterapkannya media serupa pada berbagai mata pelajaran. Dengan demikian, program pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan inovatif di SMPN 4 Latambaga, sehingga keberlanjutannya didukung melalui komitmen sekolah serta kolaborasi antar guru agar pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dapat terus berkembang. Community Service Program: The Utilization of PowerPoint Media to Enhance Students’ Learning Activeness at SMPN 4 Latambaga Abstract This community service program aims to enhance students’ learning activeness through the use of PowerPoint as an instructional media at SMPN 4 Latambaga. The program was implemented by involving teachers as the main partners through training and mentoring activities focused on designing and utilizing interactive PowerPoint presentations in the learning process, targeting both teachers and eighth-grade students with a total of 14 participants. The implementation method consisted of several stages, namely preparation (needs analysis and coordination with the school), execution (training on the use of PowerPoint and mentoring during classroom practice), and evaluation and reflection. Data were collected through observation, interviews, and documentation to identify changes in students’ learning activeness as well as teachers’ responses to the program. The results indicate a gradual improvement in students’ learning activeness following the implementation of PowerPoint-based instruction; students became more enthusiastic, actively asked questions, engaged in discussions, and participated in classroom activities. In addition, teachers demonstrated improved competence in designing and utilizing technology-based instructional media. Furthermore, the program contributed to fostering a more interactive learning culture within the school, as evidenced by the adoption of similar media across various subjects. Therefore, this community service program provides a positive contribution.
Implementasi Bak Sampah Plastik Daur Ulang sebagai Sarana Edukatif untuk Peningkatan Kesadaran Lingkungan Siswa di Sekolah SMP NEGERI 2 WOLO Vira, Vira; Juita, Ratna; Yasa, Putu Agus Merta; Wahyu, Wahyu; Fradesta, Ifal; Meisaroh, Siti; Sabrin, Lao de Maklum; Ratna
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4891

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penyediaan bak sampah khusus untuk sampah plastik daur ulang sebagai sarana edukatif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan siswa di SMP Negeri 2 Wolo. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas fisik di lingkungan sekolah yang mendukung pembiasaan pengelolaan sampah secara berkelanjutan, khususnya pemisahan sampah plastik dari jenis sampah lainnya. Oleh karena itu, penyediaan bak sampah khusus diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam menumbuhkan perilaku peduli lingkungan pada siswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 25 siswa dan 5 guru sebagai peserta. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka, wawancara, dan observasi lapangan. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode untuk meningkatkan keabsahan temuan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa penyediaan bak sampah khusus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran lingkungan siswa yang terlihat pada aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku. Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah plastik. Selain itu, muncul sikap peduli terhadap kebersihan sekolah dan perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Peran aktif guru dalam memberikan arahan, pembiasaan, dan keteladanan turut mendukung keberhasilan kegiatan. Dengan demikian, penyediaan bak sampah khusus untuk sampah plastik daur ulang tidak hanya berfungsi sebagai sarana kebersihan, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual yang efektif dalam membentuk kebiasaan peduli lingkungan secara berkelanjutan. The Provision of Specialized Recyclable Plastic Waste Bins as an Educational Tool to Enhance Students' Environmental Awareness at SMP Negeri 2 Wolo Abstract This activity aims to analyze the implementation of providing specialized trash bins for recyclable plastic waste as an educational tool to enhance students' environmental awareness at SMP Negeri 2 Wolo. This activity is motivated by the limited physical facilities in the school environment that support sustainable waste management habits, particularly the separation of plastic waste from other types of waste. Therefore, the provision of specialized trash bins is expected to be a practical solution in fostering environmentally friendly behavior in students. The activity was carried out using a descriptive qualitative approach involving 25 students and 5 teachers as participants. Data collection was conducted through open questionnaires, interviews, and field observations. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, and strengthened by triangulation of sources and methods to improve the validity of the findings. The results show that the provision of specialized trash bins has a positive impact on increasing students' environmental awareness, as seen in the aspects of knowledge, attitudes, and behavior. Students showed an increased understanding of the importance of maintaining environmental cleanliness and managing plastic waste. In addition, a caring attitude toward school cleanliness emerged, along with more responsible behavior in disposing of waste in the bins provided. The active role of teachers in providing guidance, habituation, and role modeling also supported the success of the activity. Thus, the provision of specialized bins for recyclable plastic waste functions not only as a cleanliness facility but also as an effective contextual learning medium in forming sustainable environmental care habits.
Implementasi Program Edukasi Lingkungan Melalui Pengadaan Bak Sampah Organik dan Anorganik Pada SMP Negeri 1 Samaturu Rahmat, Alibin; Triputri, Yesci; Az-Zahra, Widya Saleh; Hasanah, Uswatu; Sakka, Aidil; Abdullah, Kautsar; Triani, Triani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4913

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah masih menjadi isu yang harus mendapat perhatian, khususnya terkait rendahnya pemahaman siswa dalam memilah sampah organik dan anorganik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa dalam mengelola sampah melalui program edukasi lingkungan dan pengadaan bak sampah terpilah di SMP Negeri 1 Samaturu. Metode yang digunakan meliputi pendekatan penyadaran melalui sosialisasi, pendidikan melalui penyampaian materi interaktif, serta pelatihan melalui praktik langsung pemilahan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam membedakan jenis sampah serta perubahan perilaku dalam membuang sampah sesuai kategorinya. Selain itu, tersedianya fasilitas bak sampah organik dan anorganik mendukung penerapan kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku peduli lingkungan secara berkelanjutan. Implementation of Environmental Education Program Through Procurement of Organic and Inorganic Waste Bins at SMP Negeri 1 Samaturu Abstract Waste management issues in school environments remain a significant concern, particularly due to students’ low understanding of waste segregation between organic and inorganic types. This community service activity aims to improve students’ awareness and ability in managing waste through an environmental education program and the provision of segregated waste bins at SMP Negeri 1 Samaturu. The methods used include awareness through socialization, educational approaches through interactive material delivery, and training through direct waste sorting practices. The results indicate an improvement in students’ understanding of waste classification and behavioral changes in disposing of waste according to its type. In addition, the availability of organic and inorganic waste bins supports the implementation of positive habits within the school environment. Therefore, this program not only enhances knowledge but also fosters sustainable environmentally responsible behavior.
Empowering SDN Empan Students through Visual-Based Kencana English Tourism Village to Enhance English Vocabulary Skills Umar; Melvyca Wai; Jihan Nurmala; Dara Adinda Khalista; Rabiatun; Umar, Umar; Wai, Melvyca; Nurmala, Jihan; Khalista, Dara Adinda; Rabiatun, Rabiatun
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4921

Abstract

Pariwisata merupakan sektor unggulan yang membutuhkan kesiapan komunikasi global sejak dini. SDN Empan menghadapi kendala rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris pariwisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginternalisasi kosakata bahasa Inggris melalui program "Kencana English Tourism Village" dengan memanfaatkan media visual landmark lokal. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif terhadap 13 siswa (kelas IV, V, dan VI). Instrumen evaluasi menggunakan Direct Oral Vocabulary Test untuk mengukur penguasaan 20 kosakata fasilitas pariwisata. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan capaian rata-rata penguasaan kosakata secara kuantitatif dari skor pre-test 43,9 menjadi 82,1 pada post-test. Internalisasi kosakata terjadi melalui proses rekognisi visual terhadap objek yang familiar secara emosional, sehingga meningkatkan keberanian siswa dalam berinteraksi. Simpulannya, pengajaran bahasa Inggris berbasis konteks lokal secara terukur meningkatkan kapasitas linguistik siswa di kawasan wisata. Empowering SDN Empan Students through Visual-Based Kencana English Tourism Village to Enhance English Vocabulary Skills Abstract Tourism is a leading sector requiring global communication readiness from an early age. SDN Empan faces challenges regarding students' low mastery of tourism-related English vocabulary. This community service program aims to internalize English vocabulary through the "Kencana English Tourism Village" initiative by utilizing local visual landmarks. The method employed was participatory mentoring with a Visual-Based Learning approach involving 13 students from grades IV, V, and VI. The evaluation instrument consisted of a Direct Oral Vocabulary Test to measure the mastery of 20 tourism-related terms. The results demonstrated a quantitative increase in average vocabulary mastery, with the pre-test score rising from 43.9 to 82.1 in the post-test. Vocabulary internalization occurred through strong visual recognition of emotionally familiar objects, which reduced students' affective filters and enhanced their communicative confidence. In conclusion, context-based English instruction measurably enhances the linguistic capacity of primary school students in tourism-oriented areas.
Pemberdayaan Komunitas Pengrajin Kain Tenun Berbasis Aplikasi AGET di Desa Pringgasela Lombok Timur Tohri, Ahmad; Sukmana, Oman; Dwi Susilo, Rachmad K
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.4972

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas pengrajin kain tenun di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, melalui implementasi aplikasi AGET (Application, Guide, Entrepreneurship, and Tourism) sebagai platform digital terintegrasi. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi lemahnya manajemen usaha, pemasaran yang masih konvensional, rendahnya literasi digital, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi dalam mendukung aktivitas produksi dan distribusi. Program ini melibatkan 48 anggota komunitas pengrajin yang tergabung dalam Kelompok Nine Penenun (KNP) dan Kelompok Tenun Batik Sasambo (KTBS), dengan durasi kegiatan selama empat bulan, yaitu dari Mei hingga Agustus 2025. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara siklikal melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan implementasi teknologi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator dengan nilai N-gain sebesar 0,61 (kategori sedang), didukung oleh hasil uji paired sample t-test yang signifikan (p < 0,05) serta nilai effect size (Cohen’s d = 1,21) yang termasuk kategori besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis teknologi yang dipadukan dengan pendampingan partisipatif memiliki potensi efektif dalam meningkatkan kapabilitas digital dan daya saing usaha komunitas pengrajin berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan. Empowering the Weaving Artisan Community through the AGET Application in Pringgasela Village, East Lombok Abstract This community service program aimed to strengthen the capacity of the weaving artisan community in Pringgasela Village, East Lombok Regency, through the implementation of the AGET (Application, Guide, Entrepreneurship, and Tourism) platform as an integrated digital ecosystem. The primary challenges encountered by the community included weak business management practices, reliance on conventional marketing approaches, limited digital literacy, and inadequate utilization of technology to support production and distribution activities. The program involved 48 artisans affiliated with the Nine Penenun Group (KNP) and the Sasambo Batik Weaving Group (KTBS), and was conducted over a four-month period from May to August 2025. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach encompassing cyclical stages of planning, action, observation, and reflection, implemented through training sessions, participatory mentoring, and technology integration activities. The findings revealed improvements across all measured indicators, with an N-gain score of 0.61, categorized as moderate improvement. These results were further supported by a statistically significant paired sample t-test (p < 0.05) and a large effect size (Cohen’s d = 1.21). In addition, 75% of participants were able to independently operate the AGET application, while marketing outreach expanded beyond the local area to the regional level. These findings suggest that a technology-driven approach combined with participatory assistance demonstrates considerable potential in enhancing digital capabilities and strengthening the business competitiveness of local wisdom-based artisan communities in a sustainable manner.
Implementasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam Mewujudkan Lingkungan Sekolah Sehat dan Berkelanjutan di MAN 2 Kolaka Irnanda, Tanti; Septiani, Septiani; Razak, Abdul; Mardiana, Mardiana; septi, Septiani
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5020

Abstract

Program Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat sekaligus sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan TOGA sebagai alat pembelajaran kontekstual di MAN 2 Kolaka guna mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan siswa dan guru melalui edukasi lingkungan, praktik penanaman, serta pemeliharaan tanaman TOGA di area sekolah yang telah disediakan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara sederhana terhadap peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi TOGA mampu meningkatkan keterlibatan dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah. Siswa menunjukkan respons positif melalui partisipasi aktif dalam penanaman dan perawatan tanaman, serta meningkatnya pemahaman mengenai manfaat tanaman obat dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Observasi juga menunjukkan perubahan perilaku siswa yang lebih peduli terhadap kebersihan dan penghijauan sekolah. Selain menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tertata, dan sehat, program ini juga mendukung proses pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan. Namun, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan dalam aspek pengelolaan, partisipasi warga sekolah, dan integrasi dengan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, program TOGA memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mendukung pendidikan lingkungan dan pembangunan sekolah sehat berkelanjutan. Implementation of Family Medicinal Plants (TOGA) in Creating a Healthy and Sustainable School Environment at MAN 2 Kolaka Abstract The Family Medicinal Plants (TOGA) Program is an effort to support the creation of a healthy school environment and serve as a medium for environmentally-based learning. This community service program aims to implement TOGA as a contextual learning tool at MAN 2 Kolaka to create a healthy and sustainable school environment. The method used is a qualitative approach through the stages of preparation, implementation, evaluation, and program sustainability. Activities are carried out by involving students and teachers through environmental education, planting practices, and maintaining TOGA plants in a designated school area. Data is collected through observation, documentation, and simple interviews with participants. The results of the activity indicate that TOGA implementation has increased student engagement and awareness of the school environment. Students demonstrated positive responses through active participation in planting and caring for the plants, as well as an increased understanding of the benefits of medicinal plants and the importance of maintaining a clean environment. Observations also indicate changes in student behavior, leading to greater concern for school cleanliness and greenery. In addition to creating a greener, more organized, and healthier environment, this program also supports environmentally-based contextual learning processes. However, the program's sustainability still requires strengthening in aspects of management, school community participation, and integration with learning activities. Thus, the TOGA program has the potential to be an effective learning medium in supporting environmental education and the development of sustainable healthy schools.
Optimalisasi Media Poster sebagai Sarana Edukasi Pencegahan Bullying pada siswa SMKN 1 Kolaka Utara Asmawati, Asmawati; Pratiwi, Putri; Bahrie, Muhammad Danus; Citra, Citra; Pratiwi, Nadiyah; Sopira, Sopira; Sopiandy, Dede
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5021

Abstract

Perilaku bullying masih menjadi isu yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan siswa, baik dari aspek psikologis, sosial, maupun akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemahaman dan kesadaran siswa dalam mencegah bullying melalui pemanfaatan media poster sebagai sarana edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Kolaka Utara pada tanggal 24 Februari 2026 dengan melibatkan 50 siswa kelas X dan XI. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media poster digital digunakan sebagai media utama yang dipadukan dengan kegiatan diskusi serta analisis bersama siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, respons verbal siswa, dan diskusi kelompok. Indikator evaluasi kegiatan meliputi kemampuan siswa dalam menyebutkan bentuk-bentuk bullying, memahami dampak yang ditimbulkan, serta menjelaskan langkah-langkah pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu mengenali berbagai bentuk bullying dan memberikan respons positif terhadap upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan media poster yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif dapat membantu siswa menunjukkan pemahaman dan kesadaran yang lebih baik terkait pencegahan bullying di lingkungan sekolah berdasarkan hasil observasi, respons verbal, dan diskusi selama kegiatan berlangsung. Optimizing Poster Media as a Means of Bullying Prevention Education for Students of SMKN 1 North Kolaka Abstract Bullying remains a common issue in schools and negatively impacts student development, including psychological, social, and academic aspects. This community service activity aims to support students' understanding and awareness in preventing bullying through the use of posters as an educational tool. This activity was conducted at SMKN 1 Kolaka Utara on February 24, 2026, involving 50 students in grades X and XI. The method used was descriptive qualitative with a participatory approach that included planning, implementation, and evaluation. Digital posters were used as the primary medium, combined with discussions and analysis with students. Data collection techniques were carried out through observation, student verbal responses, and group discussions. Evaluation indicators for the activity included students' ability to name the forms of bullying, understand their impacts, and explain preventive measures. The results of the activity showed that most students were able to recognize various forms of bullying and responded positively to bullying prevention efforts in the school environment. In addition, students demonstrated active participation throughout the activity. These findings indicate that the use of posters combined with a participatory approach can help students demonstrate a better understanding and awareness regarding bullying prevention in the school environment based on the results of observations, verbal responses, and discussions during the activity.