cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 614 Documents
PENDAMPINGAN MENULIS CERITA DENGAN TEKNIK MENIRU KARYA MASTER DI SMA RAUDLOTUL ULUM GANJARAN Khoirul Muttaqin; Muttaqin, Khoirul; Umamah, Atik; Nasihah, Durotun; Rani, Abd
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5452

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis cerita siswa, khususnya dalam mengembangkan ide, menyusun alur, membangun karakter tokoh, dan menggunakan bahasa yang efektif. Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui teknik copy the master pada 25 siswa kelas XI dan XII MA Raudlotul Ulum Ganjaran. Program dilaksanakan selama Januari–Juli 2025 menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahap pelatihan, workshop, praktik menulis, pendampingan intensif, dan evaluasi. Instrumen evaluasi berupa rubrik penilaian menulis cerita yang mencakup lima aspek, yaitu pengembangan ide, penyusunan alur, penokohan, penggunaan bahasa, dan kreativitas cerita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis pada seluruh aspek penilaian. Rata-rata skor pengembangan ide meningkat dari 66 menjadi 82, penyusunan alur dari 62 menjadi 80, penokohan dari 65 menjadi 83, penggunaan bahasa dari 63 menjadi 80, dan kreativitas cerita dari 65 menjadi 86. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam mengekspresikan gagasan melalui tulisan. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik copy the master efektif meningkatkan keterampilan menulis kreatif sekaligus mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Assistance in Writing Stories through the Copy the Master Technique to Strengthen the Creative Literacy of MA Raudlotul Ulum Ganjaran Students Abstract This community service activity is motivated by the low ability to write students' stories, especially in developing ideas, composing plots, building character characters, and using effective language. The activity aimed to improve the ability to write stories through the copy the master technique for 25 students in grades XI and XII of MA Raudlotul Ulum Ganjaran. The program will be carried out during January-July 2025 using a participatory-educational approach through training, workshops, writing practices, intensive mentoring, and evaluation. The evaluation instrument is in the form of a story writing assessment rubric which covers five aspects, namely idea development, plot preparation, characterization, language use, and story creativity. The results of the activity showed an increase in writing skills in all aspects of assessment. The average score for idea development increased from 66 to 82, plot structure from 62 to 80, characterization from 65 to 83, language use from 63 to 80, and story creativity from 65 to 86. In addition, students show greater enthusiasm and confidence in expressing ideas through writing. These findings show that the copy the master technique is effective in improving creative writing skills while supporting the strengthening of literacy culture in the school environment.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa PPG Calon Guru melalui Strategi Gallery Walk dalam Pembelajaran Aktif Kolaboratif Andriany, Liesna; Rahmadani, Elfira; Nisa, Khairun; Gulyanto, Bambang; Harahap, Dian Anggraini; Syafitri, Ely
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5486

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa PPG Calon Guru melalui strategi Gallery Walk dalam pembelajaran aktif kolaboratif. Permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa adalah belum optimalnya kemampuan menghubungkan teori pedagogik dengan rancangan pembelajaran aktif yang operasional, terutama dalam menyusun alur kegiatan, mengembangkan media, mengelola rotasi kelompok, dan merancang asesmen. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan dan pendampingan berbasis praktik dengan desain partisipatif, kolaboratif, dan reflektif. Peserta kegiatan adalah 18 mahasiswa PPG Calon Guru. Tahapan kegiatan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan Gallery Walk, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, simulasi microteaching, evaluasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi angket, lembar observasi, rubrik penilaian produk, lembar penilaian microteaching, lembar refleksi, dan dokumentasi kegiatan. Luaran kegiatan berupa perangkat pembelajaran berbasis Gallery Walk yang terdiri atas modul ajar/RPP, media gallery, LKPD, pertanyaan pemantik, dan rubrik penilaian. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek yang diukur, yaitu pemahaman konsep Gallery Walk dari 61,11% menjadi 86,67%, kualitas perangkat pembelajaran dari 63,33% menjadi 84,44%, keterampilan microteaching dari 62,22% menjadi 82,78%, serta kemampuan refleksi dan revisi dari 66,67% menjadi 88,33%. Dengan demikian, strategi Gallery Walk efektif digunakan untuk memperkuat kompetensi pedagogik calon guru dalam merancang pembelajaran aktif, kolaboratif, komunikatif, dan reflektif. Enhancing the Pedagogical Competence of Pre-Service Teacher Professional Education Students through the Gallery Walk Strategy in Collaborative Active Learning Abstract This community service program aimed to strengthen the pedagogical competence of Pre-Service Teacher Professional Education (PPG) students through the Gallery Walk strategy in collaborative active learning. The main problem faced by the students was their limited ability to connect pedagogical theory with operational active learning design, particularly in organizing learning activities, developing instructional media, managing group rotations, and designing assessments. The program employed a practice-based training and mentoring method with a participatory, collaborative, and reflective design. The participants consisted of 18 Pre-Service Teacher Professional Education students. The stages of the program included needs analysis, Gallery Walk training, mentoring in the development of learning tools, microteaching simulations, evaluation, and reflection. The instruments used in this program included questionnaires, observation sheets, product assessment rubrics, microteaching assessment sheets, reflection sheets, and activity documentation. The outputs of the program were Gallery Walk-based learning tools consisting of teaching modules/lesson plans, gallery media, student worksheets, guiding questions, and assessment rubrics. The results of the program showed improvements in all measured aspects, namely understanding of the Gallery Walk concept from 61.11% to 86.67%, quality of learning tools from 63.33% to 84.44%, microteaching skills from 62.22% to 82.78%, and reflection and revision skills from 66.67% to 88.33%. Therefore, the Gallery Walk strategy was proven effective in strengthening the pedagogical competence of prospective teachers in designing active, collaborative, communicative, and reflective learning.
Desa Tangguh Disinformasi Politik : Pendampingan Literasi Media Untuk Mengawal Pemilu Damai Di Daerah Pasca Konflik Rahmaniah, Syarifah Ema; Syarmiati, Syarmiati; Paramitha, Rizqi Ratna; Fadilah, Nurul; Erwando, Erwando
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5586

Abstract

Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas merupakan wilayah pascakonflik yang memiliki kerentanan terhadap polarisasi sosial dan penyebaran disinformasi politik menjelang pemilihan umum. Kondisi tersebut berpotensi memicu kembali ketegangan sosial apabila tidak diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring dan mengelola informasi politik secara kritis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi media politik masyarakat serta memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya pemilu yang damai dan demokratis. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Media and Political Literacy Empowerment (PMPLE) yang melibatkan 20 peserta terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, dan aparat desa. Kegiatan dilakukan melalui pemetaan sosial, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi literasi media, diskusi partisipatif, serta praktik sosial berupa gotong royong masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya disinformasi politik, pentingnya verifikasi informasi, serta peran masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial selama proses demokrasi. Hasil survei juga menunjukkan tingginya dukungan terhadap pemilu yang jujur dan adil (rata-rata skor 4,50), penolakan terhadap politik identitas (4,60), dan kecenderungan memilih calon berdasarkan kinerja dan program kerja (4,85). Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang relatif rendah terhadap praktik politik uang dan potensi konflik pascapemilu. Kegiatan ini berhasil memperkuat literasi media masyarakat, meningkatkan kesadaran politik yang demokratis, serta mendukung terciptanya lingkungan sosial yang lebih kondusif dan damai di wilayah pascakonflik. Resilient Village Against Political Disinformation: Media Literacy Assistance to Ensure Peaceful Elections in Post-Conflict Areas in Sentebang Village, Sambas Regency Abstract Sentebang Village, Jawai District, Sambas Regency, is a post-conflict area vulnerable to social polarization and political disinformation during electoral periods. Such conditions may trigger renewed social tensions if communities lack the capacity to critically assess and manage political information. This community service program aimed to enhance political media literacy and strengthen public awareness of the importance of peaceful and democratic elections. The program employed a Participatory Media and Political Literacy Empowerment (PMPLE) approach involving 20 participants representing community leaders, religious leaders, youth groups, women, and village officials. Activities included social mapping, Focus Group Discussions (FGDs), media literacy socialization, participatory discussions, and community-based social practices through collective community service activities. The results indicated improved participant understanding of the risks of political disinformation, the importance of information verification, and the role of citizens in maintaining social stability during democratic processes. Survey findings revealed strong support for fair and honest elections (mean score = 4.50), rejection of identity-based politics (4.60), and a preference for evaluating candidates based on performance and policy programs (4.85). Participants also demonstrated relatively low acceptance of vote-buying practices and a low tendency toward post-election conflict. Overall, the program successfully strengthened community media literacy, promoted democratic political awareness, and contributed to a more peaceful and cohesive social environment in a post-conflict community
Program Bank Sampah sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Asem Jaya Surabaya Maulidah, Fara Shabrina; Lusno, Muhammad Farid Dimjati
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5619

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang masih banyak dihadapi kawasan perkotaan di Indonesia. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan bahwa Indonesia diperkirakan menghasilkan sekitar 33,79 juta ton sampah pada tahun 2024. Community Development 2024 merupakan program pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan Masyarakat RW 04 Asem Jaya Surabaya dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui program bank sampah. Kegiatan ini dilaksanakan dari Februari hingga November 2024 melalui serangkaian tahapan yang mencakup survei awal, sosialisasi, pendampingan rutin bank sampah setiap dua minggu sekali, serta monitoring dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan lewat survei, pengamatan, wawancara, dan rekapitulasi hasil bank sampah, yang kemudian dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai partisipasi masyarakat dan hasil program. Survei awal yang melibatkan 14 responden menunjukkan kesiapan dan dukungan yang kuat terhadap program, dimana 92,9% responden pernah menyetorkan sampah untuk dipilah dan seluruh responden menyatakan mendukung pelaksanaan program bank sampah. Selama enam kali periode pemantauan, program ini berhasil mengumpulkan limbah sebanyak 1.624,7 kg dengan nilai ekonomis sebesar Rp2.797.200. Survei akhir terhadap 8 responden menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat baik, dengan 75% responden menyatakan sangat puas dan 25% responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan program. Temuan ini menunjukkan bahwa bank sampah adalah salah satu strategi efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendukung pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih berkelanjutan di tingkat komunitas. The Waste Bank Program as an Effort to Increase Community Participation in Household Waste Management in RW 04 Asem Jaya Surabaya Abstract Household waste remains one of the major environmental challenges facing urban areas in Indonesia. The National Waste Management Information System (SIPSN), managed by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), reports that Indonesia is projected to generate approximately 33.79 million tons of waste in 2024. Community Development 2024 is a community service program aimed at increasing the involvement of the RW 04 Asem Jaya Surabaya community in household waste management through a waste bank program. This initiative was carried out from February to November 2024 through a series of stages, including an initial survey, outreach, regular biweekly waste bank assistance, as well as monitoring and evaluation. Data collection was conducted through surveys, observations, interviews, and a review of waste bank results, which were then analyzed using quantitative and qualitative descriptive methods to assess community participation and program outcomes. An initial survey involving 14 respondents revealed strong readiness and support for the program, with 92.9% of respondents having previously dropped off waste for sorting and all respondents expressing support for the implementation of the waste bank program. Over six monitoring periods, the program successfully collected 1,624.7 kg of waste with an economic value of Rp2,797,200. A final survey of 8 respondents showed a very high level of satisfaction, with 75% of respondents stating they were very satisfied and 25% stating they were satisfied with the program’s implementation. These findings indicate that waste banks are an effective strategy for increasing community participation and supporting more sustainable household waste management at the community level.
Edukasi dan Pelatihan Penggunaan Kosmetik Halal Untuk Meningkatkan Intensi Membeli pada Gen Z di Kota Depok Rozza, Sylvia; Rimenda, Tetty; Fauzan, Rizal Rahman; Yasmin, Aliyyah; Azzahra, Amelia Putri; Syafrida, Ida
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5639

Abstract

Indonesia dan Malaysia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, berkomitmen untuk menjadi pemimpin dalam bisnis kosmetik halal global berdasarkan Memorandum of Cooperation (MoC) yang ditandatangani pada Juni 2023. Berdasarkan temuan studi yang dilakukan pada 2024, intensi untuk membeli kosmetik halal di kalangan Gen Z Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan Gen Z Malaysia. Wardah, sebagai produsen kosmetik halal terbesar di Indonesia, perlu meningkatkan penjualan kosmetiknya, terutama di kalangan Gen Z, untuk memenuhi komitmen pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pemimpin global dalam bisnis kosmetik halal. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema Lektor Kepala, edukasi dan pelatihan diberikan kepada 66 individu Gen Z untuk meningkatkan intensi mereka membeli kosmetik halal Wardah sebagai mitra dalam kegiatan ini. Untuk memperkuat intensi tersebut, Program Kelas Kecantikan (Beauty Class Program) juga dilaksanakan untuk mempromosikan kosmetik halal dan mengajarkan peserta cara tampil profesional saat memasuki dunia kerja, sehingga Gen Z merasa perlu menggunakan kosmetik Halal. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, ditemukan bahwa intensi pembelian Generasi Z telah meningkat. Dari hasil kegiatan ini, diharapkan penjualan Wardah kepada Generasi Z akan meningkat, sehingga dapat mewujudkan komitmen pemerintah menjadi pemimpin bisnis kosmetik halal dunia. Abstract Indonesia and Malaysia, as the countries with the largest Muslim populations in the world, are committed to becoming leaders in the global halal cosmetics business under a Memorandum of Cooperation (MoC) signed in June 2023. Based on the findings of a study conducted in 2024, the intention to purchase halal cosmetics among Indonesian Gen Z, is lower than that of Malaysian Gen Z. Wardah, as one of the largest halal cosmetics producer in Indonesia, needs to increase its cosmetics sales, particularly among Gen Z, to fulfill the government's commitment to make Indonesia a global leader in the halal cosmetics business. Through community service activities under a university community service program, education was provided to 66 Gen Z individuals to increase their intention to purchase Wardah halal cosmetics as partners in this initiative. To strengthen this intention, a Beauty Class Program was also conducted to promote halal cosmetics and teach participants how to present themselves professionally when entering the workforce, thereby making them feel the need to use halal cosmetics. Following the community service activities, it was found that Gen Z's purchasing intent had increased. Through this initiative, it is hoped that Wardah's sales to Gen Z will rise, thereby fulfilling the Indonesian government's commitment
Pemanfaatan Website dan Virtual Reality sebagai Media Edukasi Kesakralan Pura Jagatnatha Karangasem Waluyo, Yessi Aprilia; Subiksa, Gde Brahupadhya; Prayudha, I Putu Astya; Utama, I Putu Sagita Jaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5692

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan website dan Virtual Reality sebagai media edukasi dalam menjaga dan melestarikan kesakralan Pura Jagatnatha Karangasem. Permasalahan utama mitra terletak pada keterbatasan media informasi digital yang mampu menyampaikan sejarah, aturan kunjungan, tata krama, serta nilai kesakralan pura secara sistematis, terstruktur, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan rendahnya pemahaman pengunjung terhadap norma adat dan batasan ruang sakral di kawasan pura. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan mitra, perancangan dan pengembangan sistem, implementasi website dan Virtual Reality 360 derajat, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Website dikembangkan sebagai pusat informasi digital yang memuat konten sejarah, aturan kunjungan, etika, dan informasi pendukung lainnya, sedangkan Virtual Reality digunakan sebagai media visualisasi edukatif yang memungkinkan pengguna mengenal lingkungan pura tanpa harus memasuki area yang bersifat sakral. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua teknologi yang dikembangkan dapat diimplementasikan dengan baik dan berfungsi sesuai tujuan. Evaluasi awal terhadap empat responden yang terdiri dari pengelola pura dan perwakilan masyarakat menunjukkan bahwa mayoritas penilaian berada pada kategori sangat puas, yang mengindikasikan penerimaan positif terhadap program. Meskipun demikian, hasil evaluasi masih bersifat awal dengan jumlah responden terbatas sehingga belum dapat digeneralisasikan secara luas. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi website dan Virtual Reality efektif sebagai media edukasi wisata religi yang tidak hanya meningkatkan literasi digital, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian nilai budaya dan penguatan tata kelola ruang sakral berbasis teknologi digital. Utilization of Website and Virtual Reality as Educational Media for Preserving the Sacred Values of Pura Jagatnatha Karangasem Abstract This community service program aims to optimize the utilization of a website and Virtual Reality (VR) as educational media to preserve and maintain the sacred values of Pura Jagatnatha Karangasem. The main problem faced by the partner is the limited availability of digital information media capable of systematically and comprehensively delivering historical background, visiting rules, etiquette, and sacred values of the temple to both the community and tourists. This condition may lead to a low level of visitor understanding regarding customary norms and spatial restrictions within the sacred temple area. The implementation method adopts a participatory-educational approach consisting of several stages, including partner needs analysis, system design and development, implementation of the website and 360-degree Virtual Reality, socialization, training, and program evaluation. The website is developed as a digital information center containing historical content, visitation rules, etiquette guidelines, and other supporting information, while the Virtual Reality system serves as an immersive educational visualization tool that allows users to explore the temple environment without physically entering sacred areas. The results show that both developed technologies were successfully implemented and functioned as intended. An initial evaluation involving four respondents, consisting of temple managers and community representatives, indicates that the majority of responses fall under the “very satisfied” category, reflecting a positive acceptance of the program. However, the evaluation remains preliminary due to the limited number of respondents and therefore cannot be generalized to a broader population. This program concludes that the integration of website and Virtual Reality is an effective educational medium for religious tourism, which not only enhances digital literacy but also contributes to cultural preservation and strengthens the management of sacred spaces through digital technology.
Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengintegrasikan Pendidikan Karakter melalui Media Digital Berbasis TPACK Utama, Candra; Mashfufah, Aynin; Untari, Esti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5695

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan pendidikan karakter melalui media digital berbasis kerangka TPACK. Kegiatan dilaksanakan bersama guru SDN Sawojajar 3 Kota Malang melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelatihan dan workshop, implementasi terpantau, serta evaluasi dan tindak lanjut. Data evaluasi diperoleh dari 30 data berpasangan pretest-posttest, portofolio rancangan pembelajaran, observasi, refleksi peserta, dan dokumentasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata skor kompetensi dari 59,93 pada pretest menjadi 86,67 pada posttest. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data pretest berdistribusi normal, sedangkan data posttest tidak normal; karena itu, pengujian perbedaan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil uji Wilcoxon memperoleh p-value 0,000015, yang menunjukkan perbedaan bermakna setelah intervensi. Secara kualitatif, guru mampu menghasilkan rancangan pembelajaran, poster nilai, kuis reflektif, dan pengelolaan kelas digital yang lebih eksplisit menautkan nilai karakter dengan tujuan, aktivitas, media, dan asesmen. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan berorientasi produk yang disertai pendampingan dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat kompetensi guru, mendorong pembelajaran berkarakter, dan mendukung pencapaian SDG 4 pada konteks sekolah dasar. Strengthening Elementary School Teachers’ Competence in Integrating Character Education through TPACK-Based Digital Media Abstract This community service program aimed to strengthen elementary school teachers’ competence in integrating character education through TPACK-based digital media. The program was conducted with teachers at SDN Sawojajar 3 Malang City through four stages: preparation, training and workshop, monitored classroom implementation, and evaluation with follow-up mentoring. Evaluation data were collected from 30 paired pretest-posttest records, learning design portfolios, observation notes, participant reflections, and activity documentation. The results indicated that teachers’ mean competence score increased from 59.93 in the pretest to 86.67 in the posttest. The Shapiro-Wilk test showed that the pretest data were normally distributed, whereas the posttest data were not; therefore, the Wilcoxon Signed-Rank Test was used to examine the difference. The Wilcoxon result produced a p-value of 0.000015, indicating a statistically significant change after the intervention. Qualitative evidence showed that teachers were able to produce learning designs, value-based visual media, reflective digital quizzes, and digital classroom management plans that more explicitly aligned character values with objectives, activities, media, and assessment. The program demonstrates that product-oriented professional development combined with mentoring can effectively improve teachers’ competence, promote character-oriented learning, and support SDG 4 within the elementary school context.
Peningkatan Kreativitas Guru Sekolah Dasar dalam Merancang Karya Tulis Ilmiah Berbasis Action Research di Kota Malang Utama, Candra; Mashfufah , Aynin; Kusumaningrum, Shirly Rizki; Pristiani, Riska
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5742

Abstract

Keterampilan guru dalam merancang penelitian tindakan kelas merupakan bagian penting dari pengembangan profesional berkelanjutan karena guru perlu mengambil keputusan pembelajaran berdasarkan masalah kelas, data, dan refleksi sistematis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kreativitas profesional guru sekolah dasar dalam merancang karya tulis ilmiah berbasis action research, khususnya penelitian tindakan kelas, di SDN Purwantoro 1 Kota Malang. Kreativitas profesional dalam kegiatan ini dipahami sebagai kemampuan guru merefleksikan masalah pembelajaran, memilih tindakan yang relevan, menyusun rencana aksi, dan mengembangkan rancangan PTK secara sistematis. Program dilaksanakan melalui workshop dan pendampingan dengan pendekatan andragogi yang mencakup pengenalan konsep dasar PTK, prosedur pelaksanaan, penyusunan proposal, praktik analisis data kuantitatif dan kualitatif, penulisan laporan, serta refleksi bersama. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan desain satu kelompok pretest-posttest terhadap 24 guru, disertai observasi proses, dokumentasi, dan refleksi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor meningkat dari 48,58 pada pretest menjadi 68,88 pada posttest. Data pretest dan posttest berdistribusi normal, homogen, dan hasil uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan (t = -30,337; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan hasil positif bahwa pendampingan berbasis pengalaman kelas, diskusi kolaboratif, dan praktik penyusunan proposal dapat memperkuat pemahaman serta kesiapan guru dalam mengembangkan karya tulis ilmiah berbasis PTK. Program ini berkontribusi pada penguatan profesionalisme guru dan peningkatan budaya reflektif di sekolah dasar. Improving Elementary School Teachers’ Creativity in Designing Action Research-Based Scientific Writing in Malang City Abstract Teachers’ ability to design classroom action research is an essential component of continuous professional development because instructional decisions need to be grounded in classroom problems, data, and systematic reflection. This community service program aimed to strengthen elementary school teachers’ professional creativity in designing action research-based scientific writing, particularly classroom action research, at SDN Purwantoro 1 Malang City. In this program, professional creativity refers to teachers’ ability to reflect on instructional problems, select relevant actions, develop action plans, and design classroom action research systematically. The program was implemented through a workshop and mentoring using an andragogical approach, covering the basic concepts of classroom action research, procedural design, proposal development, quantitative and qualitative data analysis, report writing, and collaborative reflection. Program outcomes were evaluated using a one-group pretest-posttest design involving 24 teachers, supported by process observation, documentation, and participant reflection. The evaluation showed that the mean score increased from 48.58 in the pretest to 68.88 in the posttest. The pretest and posttest data were normally distributed and homogeneous, and the paired-samples t-test indicated a significant difference between the two scores (t = -30.337; p < 0.001). These findings indicate positive outcomes suggesting that classroom experience-based mentoring, collaborative discussion, and proposal writing practice can strengthen teachers’ understanding and readiness to develop classroom action research-based scientific writing. The program contributes to teacher professionalism and the development of a reflective culture in elementary schools.
Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence secara Etis dan Bertanggung Jawab dalam Penyusunan Makalah Akademik Mahasiswa Farmasi Bayani, Faizul; Jupriadi, Lalu; Muhali, Muhali; Prayogi, Saiful; Hulyadi, Hulyadi; Suryati, Suryati; Mashami, Ratna Azizah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5791

Abstract

Pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi semakin meningkat, termasuk dalam penyusunan makalah akademik mahasiswa. Namun, mahasiswa Farmasi masih menghadapi kendala dalam mencari referensi ilmiah yang valid, menyusun latar belakang, membuat sitasi, melakukan parafrase, dan menggunakan AI secara etis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi mahasiswa S1 dan D3 Farmasi semester 4 dalam menggunakan AI sebagai alat bantu penyusunan makalah pada mata kuliah Fitokimia 1 dan Fitokimia. Peserta terdiri atas [isi jumlah peserta] mahasiswa yang dibagi ke dalam tujuh kelompok. Metode kegiatan meliputi persiapan, pelatihan literasi dan etika AI, praktik prompt engineering, pencarian dan validasi referensi ilmiah, penyusunan makalah, presentasi kelompok, dan evaluasi produk akhir menggunakan rubrik deskriptif. Materi pelatihan mencakup batasan penggunaan AI, integritas akademik, validasi referensi melalui scite.ai atau aplikasi sejenis, parafrase, sitasi, dan struktur makalah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tujuh kelompok menghasilkan makalah pada topik poliketida, terpenoid, peptida, fenol, alkaloid, flavonoid, dan glikosida. Rata-rata skor akhir adalah 83,4 pada kategori baik. Capaian terkuat terdapat pada kesesuaian topik, sistematika, dan kedalaman pembahasan, sedangkan validasi referensi, konsistensi sitasi, dokumentasi penggunaan AI, dan penyuntingan bahasa masih perlu diperkuat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan AI berbasis etika berpotensi membantu mahasiswa menyusun makalah Fitokimia secara lebih sistematis dan mendorong kesadaran awal terhadap validasi sumber serta integritas akademik. Training on the Ethical and Responsible Use of Artificial Intelligence in Pharmacy Students’ Academic Paper Writing  Abstract The use of artificial intelligence (AI) in higher education is increasing, including in students’ academic writing. However, pharmacy students still face challenges in finding valid scientific references, developing background sections, applying citations, paraphrasing, and using AI ethically. This community service program aimed to guide fourth-semester undergraduate and diploma pharmacy students in using AI as a supporting tool for preparing academic papers in Phytochemistry 1 and Phytochemistry courses. The participants consisted of [insert number] students divided into seven groups. The program included preparation, AI literacy and ethics training, prompt engineering practice, scientific reference searching and validation, guided paper writing, group presentations, and final product evaluation using a descriptive rubric. The training materials covered acceptable AI use, academic integrity, reference validation using scite.ai or similar tools, paraphrasing, citation practices, and academic paper structure. The evaluation results showed that the seven groups produced papers on polyketides, terpenoids, peptides, phenols, alkaloids, flavonoids, and glycosides. The average final score was 83.4, categorized as good. The strongest aspects were topic relevance, paper organization, and depth of discussion, whereas reference validation, citation consistency, AI-use documentation, and academic editing still required improvement. This program indicates that ethics-based AI training can help students prepare more systematic Phytochemistry papers and foster early awareness of source validation and academic integrity.
Pelatihan Public Speaking bagi Pelaku UMKM Kuliner dan Suvenir di Kawasan Situ Bagendit Ramadhan, Aditya Fauzi; Nurhadi, Zikri Fachrul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5795

Abstract

Pelaku UMKM di kawasan wisata Situ Bagendit menghadapi kendala dalam kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan keterampilan mempresentasikan produk kepada wisatawan. Kondisi tersebut menyebabkan interaksi dengan pelanggan belum optimal dan promosi produk masih cenderung pasif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelatihan public speaking berbasis praktik langsung bagi pelaku UMKM kuliner dan suvenir di kawasan wisata Situ Bagendit serta mengkaji dampak awalnya terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan komunikasi peserta. Mitra sasaran kegiatan ini adalah 10 pelaku UMKM, yang terdiri atas 7 pelaku UMKM kuliner dan 3 pelaku UMKM suvenir. Metode kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui ceramah singkat, diskusi, role-play, simulasi presentasi produk, dan pendampingan langsung saat peserta berinteraksi dengan konsumen. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest-posttest dan observasi praktik komunikasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, yang tercermin dari kenaikan rata-rata skor pretest sebesar 58,5 menjadi 84,5 pada posttest. Hasil observasi juga menunjukkan perubahan perilaku komunikasi, seperti meningkatnya keberanian menyapa pelanggan, kemampuan menjelaskan produk secara lebih terstruktur, penggunaan komunikasi persuasif, serta peningkatan kepercayaan diri. Kegiatan ini memberikan dampak positif awal terhadap penguatan kapasitas komunikasi pelaku UMKM, meskipun dampak terhadap penjualan masih perlu diukur lebih lanjut melalui data omzet atau transaksi. Practice-Based Public Speaking Training for Culinary and Souvenir MSMEs in the Situ Bagendit Tourism Area Abstract MSME actors in the Situ Bagendit tourism area face challenges related to communication skills, self-confidence, and the ability to present their products to tourists. These limitations may lead to less active product promotion and suboptimal interaction with customers. This community service program aimed to analyze the implementation of practice-based public speaking training for culinary and souvenir MSMEs in the Situ Bagendit tourism area and to examine its initial impact on participants’ communication understanding and skills. The program involved 10 MSME actors, consisting of 7 culinary MSME actors and 3 souvenir MSME actors. The activity was implemented through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The training combined short lectures, discussions, role-play, product presentation simulations, and direct mentoring while participants interacted with customers. Evaluation was conducted using pretest-posttest assessment and observation of communication practices. The results showed an increase in participants’ understanding, as indicated by the improvement in the average pretest score from 58.5 to 84.5 in the posttest. Observations also indicated changes in communication behavior, including greater confidence in greeting customers, improved ability to explain products in a more structured way, the use of persuasive communication, and increased self-confidence. This program provided an initial positive impact on strengthening the communication capacity of MSME actors; however, its effect on sales still needs further measurement using turnover or transaction data.