cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 614 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM SITANGAN (SOSIALISASI 6 LANGKAH CUCI TANGAN) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DAN PEMAHAMAN AKAN KEBERSIHAN DIRI PADA SISWA SDN JEJEL, DESA JEJEL, KEC. NGIMBANG, KAB. LAMONGAN Faradiah Syauqina Damayanti; Damayanti, Faradiah Syauqina; Setyowati, Dini
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5224

Abstract

Program SITANGAN (Sosialisasi 6 Langkah Cuci Tangan) merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan siswa sekolah dasar dalam menerapkan enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO. Permasalahan utama yang ditemukan di SDN Jejel, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan adalah rendahnya pemahaman siswa mengenai teknik cuci tangan yang benar serta belum adanya pembiasaan perilaku hidup bersih secara terstruktur di lingkungan sekolah. Program dilaksanakan menggunakan metode edukasi partisipatif berbasis demonstrasi, praktik langsung, lagu edukasi, dan pendampingan kelompok kecil oleh mahasiswa. Kegiatan dilakukan pada tanggal 16 dan 19 Juli 2025 dengan melibatkan sekitar 120 siswa SDN Jejel. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa setelah program dilaksanakan. Berdasarkan observasi praktik, sebagian besar siswa mampu memahami urutan enam langkah cuci tangan dan dapat mempraktikkannya secara mandiri. Selain itu, partisipasi dan antusiasme siswa selama kegiatan juga meningkat dibandingkan sebelum program berlangsung. Penggunaan media edukasi interaktif dan pendekatan praktik langsung terbukti membantu siswa lebih mudah memahami materi dan membentuk kebiasaan hidup bersih. Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan masih menghadapi beberapa kendala seperti kondisi siswa yang kurang kondusif saat pemaparan materi dan ketersediaan sabun cuci tangan yang belum selalu tersedia di sekolah. Secara keseluruhan, program SITANGAN menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis praktik dan habituasi dapat menjadi upaya promotif yang efektif dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar. Implementation of the SITANGAN Program (Socialization of the Six-Step Handwashing Technique) as an Effort to Improve Awareness and Understanding of Personal Hygiene among Students of SDN Jejel, Jejel Village, Ngimbang District, Lamongan Regency Abstract The SITANGAN (Six-Step Handwashing Socialization) program was a community service activity aimed at improving the awareness, knowledge, and skills of elementary school students in practicing the WHO-recommended six-step handwashing technique. The main problems identified at SDN Jejel, Ngimbang District, Lamongan Regency, were the students’ limited understanding of proper handwashing techniques and the lack of structured clean and healthy living habits within the school environment. The program was implemented using participatory educational methods, including demonstrations, direct practice, educational songs, and small-group mentoring conducted by university students. The activities were carried out on July 16 and 19, 2025, involving approximately 120 students from SDN Jejel. Based on observations during the activities, students demonstrated improved understanding and skills related to the six-step handwashing technique after participating in the program. Most students were able to understand the correct sequence of handwashing steps and perform them independently during practice sessions. In addition, students’ participation and enthusiasm increased compared to before the implementation of the program. The use of interactive educational media and direct practice approaches helped students better understand the material and encouraged the development of clean and healthy habits. However, several challenges were encountered during the implementation, including difficulties in maintaining students’ attentiveness during material presentations and the inconsistent availability of handwashing soap at the school. Overall, the SITANGAN program demonstrated that practice-based and habituation-oriented health education can serve as an effective promotive strategy for improving clean and healthy living behaviors among elementary school students.
Professional Development Training Based-Innovation Technology and Pedagogy for Vocational English Language Teachers Wijaya, Beni; Zakaria, Zakaria; Darmaliana, Darmaliana; Kusmartini, Sri Endah; Yeny, Eli; Rienvillia, Nafizsha Donna; Alditria, Amalia Hayyu; Eriyanto, Syavira Riski
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5245

Abstract

Through innovative technology and pedagogy-based training, this community service program sought to improve the professional competency of vocational English teachers. The primary issue found was the inadequate use of cutting-edge digital technology and student-centered pedagogy in vocational English classrooms, which had an impact on both student engagement and teaching effectiveness. Focus Group Discussions (FGD), seminars, and workshops were used in a professional development program for fifteen English instructors at SMKN 2 Palembang in order to address this problem. Teachers were able to investigate technology-enhanced learning platforms, creative teaching methods, digital assessment tools, and vocational-context English education through the program's collaborative and participatory techniques. Observations, interviews, surveys, and reflective assessment sheets were used to gather data. The results showed that teachers' comprehension and practical abilities in incorporating cutting-edge technology and pedagogy into classroom activities had considerable improvement from 13.33% before the training to 86.67% after the training. Teachers showed greater assurance when utilizing digital technologies to create interactive, student-centered learning resources. The sustainability of technology-based professional development programs was positively perceived by the participants. The program came to the conclusion that innovative technology and pedagogy-based training successfully enhanced the professional competency of vocational English teachers and promoted more flexible, interesting, and pertinent English learning strategies in vocational education settings.
Pelatihan Riset Praktis Berbasis Tools digital dan Artificial intelligence bagi Mahasiswa Manajemen dan Akuntansi Pasolo, Muhammad Ridhwansyah; Prasetianingrum, Septyana; Sutisman, Entar; Sutisna, Entis; Pasolo, Fahrudin; Noy, Ismail R; Husen, Sjamsiar; Suratini, Suratini; Saling, Saling; Wibowo, Herry Adi Setya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5252

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yapis Papua dalam memulai penyusunan proposal tugas akhir secara lebih terarah melalui pemanfaatan tools digital dan artificial intelligence (AI) secara etis. Permasalahan mitra mencakup keterlambatan penyusunan proposal, kesulitan mahasiswa dalam menentukan topik penelitian, keterbatasan penelusuran literatur ilmiah, serta penggunaan ChatGPT yang belum disertai verifikasi sumber dan pemahaman integritas akademik. Kegiatan dilaksanakan pada November 2025 selama satu hari, pukul 09.00 sampai 15.00 WIT, dengan melibatkan 80 mahasiswa yang mengambil mata kuliah tugas akhir. Metode pelaksanaan menggunakan pelatihan partisipatif berbasis praktik langsung. Peserta dibagi dalam kelompok kecil maksimal lima orang dan didampingi delapan fasilitator. Materi kegiatan mencakup penelusuran artikel melalui Google Scholar dan Publish or Perish, demonstrasi pemetaan isu dengan VOSviewer, pengamatan fenomena empiris, pengenalan media sosial dan netnografi, serta penggunaan ChatGPT untuk membantu penyusunan outline dan rancangan awal proposal. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi, dokumentasi, dan informasi tindak lanjut dari program studi, bukan melalui pre-test, post-test, atau rubrik penilaian formal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dalam lima hari setelah pelatihan, 30 mahasiswa telah mendaftarkan proposal untuk ujian proposal, terdiri atas 18 mahasiswa Akuntansi dan 12 mahasiswa Manajemen. Mahasiswa lainnya melanjutkan proses bimbingan, dan pada akhir semester seluruh peserta berhasil mengikuti ujian proposal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan riset praktis berbasis tools digital dan AI etis dapat menjadi strategi awal untuk mendorong percepatan penyusunan proposal tugas akhir melalui mekanisme akademik program studi. Strengthening Research Skills of Management and Accounting Students through Digital Tools and Artificial intelligence Abstract This community service activity aimed to assist Management and Accounting students at the Faculty of Economics and Business, Universitas Yapis Papua, in starting their final project proposal preparation more systematically through the ethical use of digital tools and artificial intelligence (AI). The partner’s problems included delays in proposal preparation, students’ difficulties in selecting research topics, limited ability to search scholarly literature, and the use of ChatGPT without sufficient source verification and academic integrity awareness. The activity was conducted in November 2025 for one day, from 09.00 to 15.00 Eastern Indonesia Time, involving 80 students enrolled in the final project course. The implementation method used participatory training with hands-on practice. Students were divided into small groups of a maximum of five members and were assisted by eight facilitators. The training covered article searching through Google Scholar and Publish or Perish, research issue mapping demonstration using VOSviewer, empirical observation, introduction to social media and netnography, and the use of ChatGPT to support the development of outlines and initial proposal drafts. Evaluation was conducted through observation, discussion, documentation, and follow-up information from the study programs, rather than through pre-tests, post-tests, or formal scoring rubrics. The results showed that within five days after the training, 30 students had registered their proposals for proposal examination, consisting of 18 Accounting students and 12 Management students. The remaining students continued the supervision process, and by the end of the semester all participants had completed their proposal examinations. This activity indicates that practical research training supported by digital tools and ethical AI can serve as an initial strategy to accelerate final project proposal preparation through the academic mechanisms of the study programs.
Pelatihan Oshibana Berbasis Keragaman Tumbuhan untuk Penguatan Kreativitas Siswa dan Edukasi SDGs di SMAN Taruna Nala Malang Irawati, Mimien Henie; Rohman, Fatchur; Antika, Linda Tri; Prasetyawati, Fila; Mardin, Herinda; Fahri, Naufal Wima Al; Abrar, Ahmad; Jeramat, Eufrasia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5260

Abstract

Kreativitas dan kesadaran lingkungan siswa merupakan kompetensi esensial untuk mendukung pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Namun, pendidikan biologi di sekolah masih didominasi pendekatan teoretis sehingga pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan sebagai media pembelajaran kreatif belum dioptimalkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kreativitas dan kesadaran siswa terhadap tumbuhan melalui pelatihan oshibana berbasis keanekaragaman tumbuhan di SMA Negeri Taruna NALA Malang. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui tahapan edukasi keanekaragaman hayati, demonstrasi teknik oshibana, pembuatan karya secara langsung, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 150 siswa kelas X. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian karya, angket respons siswa, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90,7% siswa berpartisipasi aktif selama pelatihan. Penilaian karya menunjukkan bahwa 90% karya oshibana berada pada kategori baik hingga sangat baik berdasarkan aspek orisinalitas, komposisi visual, kerapian, pemanfaatan variasi tumbuhan, dan kesesuaian tema lingkungan. Hasil angket menunjukkan bahwa 90,5% siswa menyatakan kegiatan menarik dan menyenangkan, 85,5% menyatakan kegiatan membantu memahami materi biologi secara lebih kontekstual, dan 94,5% menyatakan kegiatan meningkatkan ketertarikan terhadap tumbuhan dan lingkungan. Selain itu, 90,0% siswa menyatakan kegiatan membantu mereka mengenal keanekaragaman tumbuhan di lingkungan sekitar, sedangkan 89,88% siswa menyatakan lebih memahami pentingnya menjaga dan memanfaatkan tumbuhan secara bertanggung jawab. Secara keseluruhan, respons positif siswa mencapai 90,0%, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, pelatihan oshibana berpotensi menjadi model pembelajaran kreatif berbasis lingkungan yang mendukung implementasi SDGs di sekolah. Oshibana Training Based on Plant Diversity to Strengthen Student Creativity and SDGs Education at SMAN Taruna Nala Malang Abstract Students' creativity and environmental awareness are essential competencies to support 21st-century learning and the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs). However, biology education in schools is still dominated by a theoretical approach, so the use of plant diversity as a creative learning medium has not been optimized. This community service activity aims to strengthen students' creativity and awareness of plants through plant diversity-based oshibana training at SMA Negeri Taruna NALA Malang. The method used is a practice-based participatory training through the stages of biodiversity education, demonstration of oshibana techniques, direct creation of works, mentoring, and evaluation. The activity participants numbered 150 grade X students. Data were collected through observation, work assessment, student response questionnaires, and activity documentation, then analyzed descriptively. The results of the activity showed that 90.7% of students actively participated during the training. The work assessment showed that 90% of oshibana works were in the good to very good category based on aspects of originality, visual composition, neatness, use of plant variations, and suitability for environmental themes. The questionnaire results showed that 90.5% of students stated that the activity was interesting and enjoyable, 85.5% stated that the activity helped them understand biology material more contextually, and 94.5% stated that the activity increased their interest in plants and the environment. In addition, 90.0% of students stated that the activity helped them recognize plant diversity in their surroundings, while 89.88% of students stated that they better understood the importance of protecting and using plants responsibly. Overall, the positive response from students reached 90.0%, exceeding the established success indicators. Thus, oshibana training has the potential to become a creative, environment-based learning model that supports the implementation of SDGs in schools.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Organik Lingkungan Sekolah melalui Pembuatan Gantungan Kunci Resin Bernilai Ekonomi di SMA Taruna Nala Witjoro, Agung; Armanda, Fahmy; Mistianah, Mistianah; Mukti, Taufiq Satria; Firdaus, Zahra; Irawati, Mimien Henie; Rohman, Fatchur; utami, NURUL HIDAYATI
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5263

Abstract

Limbah organik berupa bunga dan daun kering di lingkungan sekolah sering belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai bahan baku produk kreatif yang bernilai edukatif dan ekonomis. Kondisi serupa dijumpai di SMA Negeri Taruna Nala Malang yang memiliki area hijau luas, tetapi limbah botani yang dihasilkan belum dikelola secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik lingkungan sekolah melalui pelatihan pembuatan gantungan kunci resin, sekaligus memperkuat kesadaran keberlanjutan dan keterampilan kewirausahaan siswa. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Education for Sustainable Development (ESD) yang diintegrasikan dengan project-based learning (PjBL) terhadap 100 siswa yang dibagi dalam kelompok kerja. Pelaksanaan program meliputi tahap persiapan, pengumpulan bahan baku limbah botani, pengeringan dan fabrikasi resin, serta refleksi pelaksanaan. Evaluasi dilakukan menggunakan daftar hadir, lembar observasi, lembar penilaian produk, dan angket respons peserta dengan indikator keberhasilan meliputi kehadiran peserta, keberhasilan produk, serta respons positif peserta terhadap kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator keberhasilan tercapai di atas target minimal. Kehadiran peserta mencapai 100%, 90% peserta berhasil menghasilkan gantungan kunci resin dengan kategori layak, dan 90% peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan, terutama dalam aspek pemahaman pemanfaatan limbah organik dan pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Hasil refleksi juga menunjukkan bahwa kegiatan ini mampu menumbuhkan kreativitas, ketelitia berbasis potensi lokal. Dengan demikian, pelatihan pembuatan gantungan kunci resin berbahan limbah botani terbukti efektif sebagai bentuk pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang aplikatif, edukatif, dan berkelanjutan serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Optimization of Organic Waste Utilization in the School Environment Through the Creation of Economically Valuable Resin Keychains at SMA Taruna Nala Abstract Organic waste in the form of dried flowers and leaves in school environments is frequently underutilized, despite its potential as a raw material for creative products with educational and economic value. A similar condition was observed at SMA Negeri Taruna Nala Malang, which has extensive green areas, yet the botanical waste generated has not been managed productively. This community service activity aimed to optimize the utilization of school organic waste through training in resin keychain production, while simultaneously strengthening students' sustainability awareness and entrepreneurial skills. The activity was implemented using an Education for Sustainable Development (ESD) approach integrated with project-based learning (PjBL), involving 100 students organized into working groups. The program stages included preparation, collection of botanical waste materials, drying and pressing of plant materials, resin fabrication, and implementation reflection. Evaluation was conducted using attendance records, observation sheets, product assessment rubrics, and participant response questionnaires, with success indicators encompassing participant attendance, product feasibility, and positive participant response toward the activity. The results indicated that all success indicators were achieved above the established minimum targets. Participant attendance reached 100%, 90% of participants successfully produced resin keychains categorized as feasible, and 90% of participants provided positive responses toward the activity, particularly regarding understanding of organic waste utilization and the importance of sustainable environmental management. Reflection results also demonstrated that this activity was able to foster creativity, meticulousness based on local potential. Thus, training in resin keychain production using botanical waste proved effective as an applicable, educational, and sustainable school-based community service model, contributing to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs).
Pendampingan Digitalisasi Koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Puspasari, Shinta; Gustriansyah, Rendra; Sanmorino, Ahmad; Rachmansyah, Rachmansyah; Khadafi, M. Khrisna Brilian; Putra, Aditya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5349

Abstract

Digitalisasi koleksi museum merupakan upaya strategis dalam mendukung pelestarian warisan budaya benda melalui pemanfaatan teknologi informasi. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang sebagai institusi pelestarian budaya memiliki berbagai koleksi benda bersejarah yang merepresentasikan identitas budaya masyarakat, khususnya Palembang. Namun, pengelolaan inventaris masih menghadapi kendala berupa keterbatasan dokumentasi digital, belum tersusunnya data koleksi secara sistematis, serta terbatasnya kemampuan pengelola dalam pengarsipan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendukung revitalisasi pengelolaan koleksi melalui pendampingan digitalisasi inventaris berbasis teknologi digital. Metode pelaksanaan meliputi observasi, identifikasi koleksi, dokumentasi visual, pencatatan metadata, serta pengelolaan data koleksi menggunakan Microsoft Excel. Selain itu, dilakukan pendampingan teknis kepada staf museum dalam digitalisasi visual koleksi museum. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa sebanyak 100 benda budaya koleksi museum SMB II berhasil didokumentasikan secara sistematis. Kegiatan ini sebagai langkah awal dalam degitalisasi koleksi museum SMBII dan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan koleksi, mendukung pelestarian budaya benda, serta diharapkan dapat memperluas akses informasi budaya bagi pengelola museum secara berkelanjutan. Assistance in the Digitalization of the Collections of the Sultan Mahmud Badaruddin II Museum in Palembang Abstract Digitizing museum collections is a strategic effort to support the preservation of tangible cultural heritage through the use of information technology. The Sultan Mahmud Badaruddin II Museum (SMB II) Palembang, as a cultural preservation institution, has a diverse collection of historical objects that represent the cultural identity of the community, especially Palembang. However, inventory management still faces obstacles such as limited digital documentation, the lack of systematic collection data, and limited management skills in digital archiving. This community service activity aims to support the revitalization of collection management through assistance with digital technology-based inventory digitization. Implementation methods include observation, collection identification, visual documentation, metadata recording, and collection data management using Microsoft Excel. In addition, technical assistance was provided to museum staff in the visual digitization of museum collections. The results of the assistance activity indicate that 100 cultural objects from the SMB II museum collection have been successfully documented systematically. This activity is the first step in digitizing the SMBII museum collection and is expected to improve the efficiency of collection management, support the preservation of tangible cultural objects, and is expected to expand access to cultural information for museum managers in a sustainable manner.
Implementasi Program PLP dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMAN 1 Tanggetada Potto, Novianti; Marillah, Dima; Maharani, Keyza Devina; Sarmila, Sarmila; Ribau, Arlisa Daeng; Hasna, Wa; Rafli, Rafli; Reskiawan, Bimas
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5395

Abstract

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi keguruan secara langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program PLP dalam mendukung kualitas pembelajaran di SMAN 1 Tanggetada. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi padatnya jadwal mengajar guru pamong serta keterbatasan infrastruktur pendukung pembelajaran, khususnya akses internet dan pasokan listrik yang belum optimal. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan langsung selama 36 hari dengan melibatkan tujuh mahasiswa Universitas Sembilanbelas November Kolaka dari berbagai program studi kependidikan. Data kegiatan diperoleh melalui observasi partisipatif, dokumentasi lapangan, dan wawancara dengan kepala sekolah serta guru pamong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa PLP memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran melalui penerapan metode pembelajaran aktif, pendampingan kegiatan akademik, serta bantuan dalam pelaksanaan tugas administrasi pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, siswa menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang lebih baik selama proses pembelajaran, sementara guru pamong dan pihak sekolah merasakan manfaat berupa dukungan dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran. Keterbatasan akses internet disiasati melalui optimalisasi metode pembelajaran interaktif secara luring. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem pembelajaran di sekolah serta mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) bidang pendidikan. Implementation of the PLP Program in Supporting the Improvement of Learning Quality at SMAN 1 Tanggetada Abstract The School Field Introduction Program (Pengenalan Lapangan Persekolahan/PLP) serves as a platform for university students to apply their teaching competencies directly in school settings. This community service activity aimed to describe the implementation of the PLP program in supporting learning quality at SMAN 1 Tanggetada. The partner school's main challenges included the heavy teaching workload of mentor teachers and limitations in educational infrastructure, particularly internet access and electricity supply, which constrained the implementation of technology-based learning. The program was conducted through a participatory approach and direct mentoring over a period of 36 days, involving seven students from Universitas Sembilanbelas November Kolaka representing various teacher education programs. Data were collected through participatory observation, field documentation, and interviews with the school principal and mentor teachers. The findings indicate that the presence of PLP students contributed to the learning process through the implementation of active learning strategies, academic assistance, and support for instructional administration. Based on observations and interview results, students demonstrated improved engagement and participation during classroom activities, while teachers and school administrators perceived benefits in managing learning activities. Limited internet access was addressed through the optimization of face-to-face interactive learning methods. Overall, the program contributed positively to the school's learning ecosystem and supported the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) in the field of education.
Penguatan Kompetensi Guru PJOK Kota Mataram dalam Merancang Pembelajaran Berbasis Literasi Fisik dan Karakter Siswa Maulidin, Maulidin; Salabi, Muhamad; Wardani, Intan Kusuma; Supriadin, Supriadin; Rachman, Irna Ningsi Amalia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5422

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan kesehatan (PJOK) Kota Mataram untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik olahraga, tetapi juga mengintegrasikan literasi fisik dan penguatan karakter siswa. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman dan keterampilan guru PJOK dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis literasi fisik dan karakter. Metode pelaksanaan menggunakan pelatihan partisipatif melalui focus group discussion, praktik penyusunan perangkat, telaah produk, dan pendampingan berbasis produk. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada 26 Mei 2026 di Kampus Universitas Pendidikan Mandalika dengan mitra KKG PJOK Kota Mataram. Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru PJOK Sekolah Dasar yang mewakili masing-masing kecamatan di Kota Mataram dan menghasilkan 4 rancangan perangkat pembelajaran serta satu modul pembelajaran literasi fisik. Data kegiatan dikumpulkan melalui observasi, catatan diskusi, dokumentasi, refleksi peserta, dan telaah rancangan perangkat pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan telaah produk dan refleksi peserta, hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan pemahaman guru terhadap dimensi literasi fisik, integrasi nilai karakter, penyusunan tujuan pembelajaran holistik, serta pengembangan asesmen autentik. Capaian telaah produk menunjukkan bahwa rancangan perangkat telah memuat tujuan pembelajaran holistik, aktivitas partisipatif, integrasi nilai karakter, rubrik asesmen autentik, dan lembar refleksi siswa. Pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran PJOK yang aktif, inklusif, reflektif, dan mendukung pencapaian pendidikan berkualitas. Strengthening the Competence of Physical Education Teachers in Mataram City in Designing Physical Literacy- and Character-Based Learning Abstract This community service program was motivated by the need of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) teachers in Mataram City to design learning that is not only oriented toward mastering sports techniques but also integrates physical literacy and student character development. This program aimed to strengthen PJOK teachers’ understanding and skills in developing learning tools based on physical literacy and character education. The implementation method used participatory training through focus group discussions, learning tool development practices, product review, and product-based mentoring. The activity was conducted offline on May 26, 2026, at the Universitas Pendidikan Mandalika campus in collaboration with the PJOK Teacher Working Group (KKG) of Mataram City. The program was attended by 20 elementary school PJOK teachers representing each subdistrict in Mataram City and resulted in four learning tool designs and one physical literacy learning module. Data were collected through observation, discussion notes, documentation, participant reflections, and reviews of the developed learning tool designs, and were then analyzed using descriptive qualitative analysis. Based on product reviews and participant reflections, the results showed an improvement in teachers’ understanding of the dimensions of physical literacy, the integration of character values, the formulation of holistic learning objectives, and the development of authentic assessment. The product review results indicated that the learning tool designs included holistic learning objectives, participatory activities, integration of character values, authentic assessment rubrics, and student reflection sheets. This community service program contributes to improving the quality of PJOK learning that is active, inclusive, reflective, and supportive of the achievement of quality education.
Pelatihan Mind Mapping untuk Mendukung Proses Brainstorming dalam Perancangan Desain Komunikasi Visual Yulius, Yosef; Lubis, Hestia Nunciata; Halim, Bobby; Putri, Arini Chelsea; Wardoyo, Faftah Talulah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5438

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan terstruktur dalam proses perancangan desain komunikasi visual melalui pelatihan mind mapping sebagai teknik brainstorming berbasis design thinking. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan peserta dalam mengembangkan ide dan menyusun konsep desain secara sistematis sehingga proses perancangan cenderung tidak terarah dan kurang memiliki landasan komunikasi visual yang kuat. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan 30 peserta dari Komunitas DKV AKAP melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, praktik penyusunan mind mapping, pengembangan konsep desain, dan evaluasi karya visual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 25 peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat dan 5 peserta menyatakan bermanfaat. Selain itu, sebanyak 23 peserta menyatakan kemampuan kreativitas dan pengembangan ide mengalami peningkatan setelah menggunakan teknik mind mapping, sedangkan 7 peserta menyatakan masih memerlukan pengembangan lanjutan. Pada aspek antusiasme, sebanyak 26 peserta mengikuti kegiatan sampai selesai dan 4 peserta mengalami keterlambatan mengikuti sesi pelatihan. Hasil karya peserta juga menunjukkan peningkatan pada aspek kejelasan konsep, hubungan ide visual, dan penyusunan strategi komunikasi desain. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan mind mapping sebagai teknik brainstorming dinilai efektif dalam mendukung proses perancangan desain komunikasi visual yang lebih sistematis, kreatif, dan komunikatif. Mind Mapping Training to Support the Brainstorming Process in Visual Communication Design Development  Abstract Community service activity aims to improve creative and structured thinking skills in the visual communication design process through mind mapping training as a brainstorming technique based on design thinking. The main problem faced by the community partner was the participants’ limited ability to systematically develop ideas and organize design concepts, causing the design process to become less directed and conceptually weak. The activity was conducted in a hybrid format involving 30 participants from the DKV AKAP Community through stages of needs identification, material presentation, mind mapping practice, concept development, and visual design evaluation. The results showed that 25 participants considered the activity very beneficial, while 5 participants considered it beneficial. In addition, 23 participants stated that their creativity and idea development skills improved after applying the mind mapping technique, while 7 participants stated that they still required further development. In terms of participation enthusiasm, 26 participants attended the activity until completion, while 4 participants joined the sessions late. The participants’ design works also demonstrated improvements in conceptual clarity, visual idea relationships, and communication strategy development. Based on these findings, the application of mind mapping as a brainstorming technique is considered effective in supporting a more systematic, creative, and communicative visual communication design process.
Demonstration Based Training: Pembuatan eco-enzym dalam Upaya Pemanfaatan Sampah Organik di SDN Brawijaya Banyuwangi Putri, Novita Surya; Laili, Roudlotun Nurul; Roshanti, Dian; Wilujeng, Atik Pramesti; Syahbana, Ali; Efendi, Achmad; Firmanti, Tria Anisa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5447

Abstract

Masalah pengolahan sampah merupakan salah satu prioritas masalah di berbagai Negara dan Indonesia. Penanganan sampah oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi belum mencakup semua total sampah yang ada di Banyuwangi, masyarakat masih sedikit yang menyadari bahwa pengolahan sampah yang kurang baik akan berpengaruh terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengolahan sampah sejak dini dimulai dari siswa sekolah dasar dengan melakukan pendidikan dan pelatihan pembuatan eco-enzyme dari sampah organik. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 4 tahap meliputi, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring dan tahap evaluasi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDN 4 Penganjuran Banyuwangi kelas VI sejumlah 55 siswa. Hasil pre-test dan post-test dengan pertanyaan kualitatif tentang pengetahuan siswa terkait eco-enzyme menunjukkan perubahan pemahaman sebelum dan sesudah mendapatkan informasi tentang eco-enzyme yaitu mampu menjelaskan pengertian, manfaat, sejarah dan pembuatan eco-enzyme. Pengabdian masyarakat selanjutnya diharapkan dapat ditambahkan pemantauan proses pemanenan eco-enzyme setelah 3 bulan. Demonstration-Based Training on Making Eco-Enzymes for Organic Waste Utilization at SDN 4 Penganjuran Banyuwangi Abstract Waste management is a priority issue in various countries, including Indonesia. Waste management by the Banyuwangi Regency government has not yet covered all the total waste in Banyuwangi, and few people are aware that poor waste management will impact the environment and health. The purpose of this community service is to increase public awareness about waste management from an early age, starting with elementary school students, by providing education and training on making eco-enzymes from organic waste. This community service method is carried out in 4 stages: preparation, implementation, monitoring, and evaluation. This community service was carried out at SDN 4 Penganjuran Banyuwangi, grade VI, with 55 students. The results of the pre-test and post-test, along with qualitative questions about students' knowledge of eco-enzymes, demonstrated a change in understanding before and after receiving information about eco-enzymes, specifically in their ability to explain the meaning, benefits, history, and manufacture of these enzymes. It is hoped that further community service can be added to monitoring the eco-enzyme harvesting process after 3 months.