cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 614 Documents
Penguatan Praktik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada UMKM Dodol Bhuana Sari di Desa Selat, Karangasem, Bali Dwijuliasri, Kadek Ayu; Astuti, Ni Wayan Wahyu; Sarja, Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari; Adiaksa, I Made Anom; Pamularsih, Tyas Raharjeng; Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri; Puspita, Ni Made Ayu Maya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5040

Abstract

Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan memiliki peran penting dalam melindungi pekerja serta mendukung keamanan pangan dan kelancaran proses produksi. Namun, penerapan K3 pada sebagian besar UMKM masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM Dodol Bhuana Sari dalam menerapkan prinsip K3. Kegiatan diikuti oleh 12 peserta yang terdiri atas 1 pemilik usaha, 1 pengelola, dan 10 pekerja produksi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui edukasi K3, pelatihan penggunaan alat pelindung diri (APD), edukasi higiene dan sanitasi pangan, serta pendampingan ergonomi kerja selama proses produksi dodol. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur terhadap pemilik usaha dan pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pekerja terkait K3, penggunaan APD yang lebih konsisten, praktik higiene dan sanitasi yang lebih baik, serta penataan area kerja yang lebih teratur. Selain itu, pekerja menyampaikan adanya peningkatan kenyamanan kerja setelah pendampingan ergonomi dilakukan. Program ini menunjukkan bahwa pendampingan K3 berbasis partisipatif dapat menjadi upaya awal dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman pada UMKM pangan. Strengthening Occupational Safety and Health (OSH) Practices in the Dodol Bhuana Sari MSME in Selat Village, Karangasem, Bali Abstract Occupational health and safety (OHS) implementation in food-based Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) plays an important role in protecting workers while supporting food safety and production processes. However, OHS practices in many MSMEs remain suboptimal. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of workers at Dodol Bhuana Sari MSME in applying OHS principles. The activity involved 12 participants consisting of one business owner, one manager, and ten production workers. The program applied a participatory approach through OHS education, personal protective equipment (PPE) training, food hygiene and sanitation education, and ergonomic assistance during the dodol production process. Evaluation was conducted using participatory observation and semi-structured interviews with the owner and workers. The results showed increased worker understanding of OHS, more consistent PPE use, improved hygiene and sanitation practices, and better workplace organization. In addition, workers reported greater comfort during work after ergonomic adjustments were implemented. This program demonstrates that participatory OHS assistance can serve as an initial effort to support a safer and more comfortable working environment in food-based MSMEs.
Pendampingan Pengelolaan dan Pencatatan Keuangan Digital serta Strategi Pengembangan Usaha Produk Lengkuas untuk Mendukung Kemandirian Wirausaha Milenial padaPOKDARWIS Sungai Jawi Pebriani, Reny Aziatul; Praditya, Ni Wayan Priscila Yuni; Aprillia, Ina; Ramadhani, Suci; Anastasya, Miftha
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5042

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha anggota POKDARWIS Sungai Jawi melalui pendampingan pencatatan keuangan digital dan strategi diversifikasi produk lengkuas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya pencatatan keuangan usaha, pencampuran keuangan pribadi dan usaha, keterbatasan dalam menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dan dilaksanakan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta pada berbagai indikator, meliputi pemisahan keuangan usaha dan pribadi dari 45% menjadi 85%, kemampuan pencatatan pemasukan dan pengeluaran dari 40% menjadi 82%, penggunaan pencatatan digital sederhana dari 30% menjadi 78%, kemampuan menghitung harga pokok produksi dari 35% menjadi 80%, serta penetapan harga jual dari 38% menjadi 83%. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 44% pada aspek pencatatan keuangan digital, perhitungan biaya produksi, dan strategi pengembangan usaha. Selain itu, peserta mulai mampu mengidentifikasi peluang pengembangan produk lengkuas sebagai produk bernilai tambah berbasis potensi lokal. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, pendampingan akuntansi digital yang terintegrasi dengan strategi pengembangan usaha berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha dan mendukung penguatan kemandirian wirausaha milenial pada komunitas POKDARWIS Sungai Jawi. Enhancing Millennial Entrepreneurial Independence through Digital Financial Management, Record-Keeping Assistance, and Business Development Strategies for Galangal-Based Products: Evidence from POKDARWIS Sungai Jawi Abstract This community service activity aims to increase the capacity of financial management and business development of POKDARWIS Sungai Jawi members through assistance in digital financial recording and galangal product diversification strategies. The main problems faced by partners include the lack of optimal business financial records, the mixing of personal and business finances, limitations in calculating production costs and determining selling prices, and the low use of digital technology in business management. This activity was attended by 20 participants and was carried out using a participatory mentoring approach through the stages of problem identification, training, direct practice, and evaluation using pre-test and post-test. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and skills on various indicators, including the separation of business and personal finances from 45% to 85%, the ability to record income and expenses from 40% to 82%, the use of simple digital recording from 30% to 78%, the ability to calculate the cost of production from 35% to 80%, and the determination of selling prices from 38% to 83%. Overall, there was an average increase in participants' understanding of 44% in the aspects of digital financial recording, production cost calculation, and business development strategy. In addition, participants began to be able to identify opportunities for the development of galangal products as value-added products based on local potential. Based on the results of the evaluation of the activity, digital accounting assistance integrated with business development strategies contributes to increasing business management capacity and supporting the strengthening of millennial entrepreneurial independence in the Sungai Jawi POKDARWIS community.
PELATIHAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA AKADEMIK MAHASISWA Bafadal, Robyan Endruw; Bafadal, Robyan E; Sukmana, Oman; Susilo, Rachmad K. Dwi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5095

Abstract

Dalam PT sivitas akademik dituntut melaksanakan apa yang dikenal sebagai Tri Darma PT. Pelaksanaan ini kemudian akan bisa dilaksanakan dengan mengembangkan Budaya Akademik. Mengembangkan Budaya Akademik berarti membangun sebuah sikap ilmiah memecahkan masalah dengan cara ilmiah. Hal ini menjadi tantangan bagi PT pada masa kini ketika ditemukan banyak pelanggaran dalam tradisi ilmiah itu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis sebagai bagian dari membangun tradisi ilmiah. Pengabdian dilaksanakan di Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan Muhammadiyah Selong dengan pendekatan pengorganisasian komunitas yang terintegrasi dengan proses perkuliahan. Pelatihan ini dilaksanakan dengan jumlah peserta 35 orang dari Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan dilaksanakan di area kampus tepatnya kelas perkuliahan. Metode yang digunakan meliputi diskusi partisipatif, pendampingan, simulasi, dan refleksi kritis yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam kegiatan. Setelah melakukan pre test dan post test hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman kemampuan mahasiswa dalam menulis ilmiah untuk membangun Budaya Akademik. Scientific Article Writing Training to Improve Students' Academic Culture Abstract In higher education, the academic community is required to implement what is known as the Tri Dharma of Higher Education. This implementation can then be achieved by developing an Academic Culture. Developing an Academic Culture means fostering a scientific attitude toward solving problems scientifically. This presents a challenge for universities today, as numerous violations of this scientific tradition are being discovered. This community service activity aims to improve writing skills as part of building a scientific tradition. This training was carried out with 35 participants from the Public Administration Study Program and was held in the campus area, specifically in the lecture class. The methods used include participatory discussions, mentoring, simulations, and critical reflection that position students as active subjects in activities. The results of the community service demonstrated an increased understanding of students' scientific writing skills to foster an academic culture. After conducting a pre-test and post-test, the results of the community service showed an increase in students' understanding of their ability to write scientifically to build an Academic Culture.
Implementasi Good Agricultural Practices (GAP) Melalui Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi Jusriadi, Jusriadi; Hadid, Abd; Samudin, Sakka; Adrianton, Adrianton; Toana, Moh Hibban; Monde, Anthon; Muhardi, Muhardi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5103

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) melalui penyuluhan pertanian berkelanjutan di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah rendahnya pemahaman terhadap praktik pertanian yang baik, yang ditandai dengan penggunaan input kimia yang tidak tepat dan belum optimalnya pengelolaan usaha tani. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi. Materi penyuluhan mencakup pengenalan konsep GAP, teknik pemupukan berimbang berbasis analisis tanah, pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, serta teknik panen dan pascapanen yang baik. Penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan petani dari 39,7 menjadi 68,5 dengan persentase peningkatan sebesar 72,8%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengelolaan hama terpadu, sedangkan terendah pada aspek panen dan pascapanen. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian berbasis GAP efektif dalam meningkatkan pemahaman petani dan berpotensi mendorong penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan. Implementation of Good Agricultural Practices (GAP) through Sustainable Agricultural Extension in Dombu Village, Marawola Barat District, Sigi Regency Abstract This community service activity aimed to improve farmers’ knowledge in implementing Good Agricultural Practices (GAP) through sustainable agricultural extension in Dombu Village, Marawola Barat District, Sigi Regency. The main problem faced by farmers was the limited understanding of proper agricultural practices, indicated by the inappropriate use of chemical inputs and suboptimal farm management. The implementation method consisted of preparation, extension activities, and evaluation stages. The extension materials included the introduction to GAP concepts, balanced fertilization techniques based on soil analysis, integrated pest management (IPM), and proper harvesting and post-harvest techniques. The extension was delivered through interactive lectures and group discussions. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure the improvement of farmers’ knowledge. The results showed that the average knowledge score increased from 39.7 to 68.5, with an improvement percentage of 72.8%. The highest improvement was observed in integrated pest management, while the lowest was in harvesting and post-harvest aspects. These findings indicate that GAP-based agricultural extension is effective in enhancing farmers’ understanding and has the potential to promote sustainable agricultural practices.
Penguatan Ekonomi Rumah Tangga Nelayan Tradisional melalui Bantuan Sembako di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Arkanudin; Arkanudin, Arkanudin; Batuallo, Ignasia Debbye; Junida, Dwi Surti; Hildawati, Hildawati; Larasati, Azizah; Wicaksono, Azzomarayosra
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5113

Abstract

Kenaikan biaya operasional dan fluktuasi pendapatan telah meningkatkan kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan tradisional di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memperkuat ekonomi rumah tangga nelayan melalui bantuan sembako sebagai intervensi jangka pendek sekaligus mendorong stabilitas konsumsi keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi menurunnya daya beli, ketidakpastian pendapatan akibat faktor cuaca dan harga bahan bakar, serta terbatasnya akses terhadap jaring pengaman sosial.Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyaluran bantuan sembako secara terarah, serta pendampingan sederhana terkait pengelolaan pengeluaran rumah tangga. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bantuan sembako mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga nelayan dalam jangka pendek, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta memberikan ruang bagi rumah tangga untuk mengalokasikan pendapatan pada kebutuhan produktif lainnya. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran dalam pengelolaan keuangan sederhana di kalangan penerima manfaat.Simpulannya, bantuan sembako efektif sebagai intervensi awal dalam penguatan ekonomi rumah tangga nelayan tradisional, namun perlu dikombinasikan dengan program pemberdayaan berkelanjutan agar dampaknya lebih signifikan dan jangka panjang. Strengthening the Economic Capacity of Traditional Fishermen’s Households through Basic Food Assistance in Sungai Kakap Village, Sungai Kakap Subdistrict, Kubu Raya Regency Abstract Rising operational costs and income fluctuations have increased the economic vulnerability of traditional fishing households in Sungai Kakap Village, Kubu Raya Regency. The objective of this Community Service (PKM) activity is to strengthen household economies through basic food assistance (sembako) as a short-term intervention while promoting household consumption stability. The main problems identified include declining purchasing power, income uncertainty due to weather conditions and fuel price volatility, and limited access to social safety nets.The method employed is a participatory approach involving needs assessment, targeted distribution of basic food assistance, and simple mentoring on household expenditure management. Data were collected through field observations, interviews, and documentation during the implementation of the program.The results indicate that basic food assistance effectively reduces short-term household expenditures, improves household food security, and provides opportunities for families to allocate income toward more productive needs. In addition, there is an observable increase in awareness of basic financial management among beneficiaries.In conclusion, basic food assistance serves as an effective initial intervention in strengthening the economic capacity of traditional fishing households; however, it needs to be integrated with sustainable empowerment programs to achieve more significant and long-term impacts.
Edukasi Literasi Keuangan serta Kompetensi Digital bagi Mahasiswa dalam Mengembangkan Bisnis Inovatif di Era 5.0 Nurbudiyani, Iin; Fitriyanto, Muhammad Noor; Nimah, Nurun
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5126

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dan kompetensi digital mahasiswa dalam mengembangkan bisnis inovatif di era Society 5.0. Permasalahan utama yang dihadapi mahasiswa wirausaha adalah masih terbatasnya kemampuan dalam mengelola keuangan usaha secara sistematis serta pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal untuk pengambilan keputusan bisnis. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dan pendampingan aplikatif yang meliputi analisis kebutuhan, pelatihan literasi keuangan, pelatihan kompetensi digital, pendampingan implementatif, serta evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner persepsi peserta, pemetaan kategori kompetensi, dan analisis korelasi terhadap indikator pertumbuhan usaha yang dilaporkan oleh mitra. Mitra kegiatan terdiri atas 115 mahasiswa wirausaha yang telah menjalankan usaha berbasis digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar mitra berada pada kategori kompetensi digital sedang sebesar 47%, tinggi sebesar 29%, dan rendah sebesar 24%. Pada aspek literasi keuangan, 43% mitra berada pada kategori sedang, 38% tinggi, dan 19% rendah. Setelah kegiatan edukasi dan pendampingan, mitra melaporkan adanya peningkatan kinerja usaha yang ditunjukkan melalui peningkatan jangkauan pasar digital sebesar 70%, efisiensi operasional sebesar 68%, inovasi produk atau layanan sebesar 66%, peningkatan jumlah pelanggan sebesar 64%, dan peningkatan omzet sebesar 62%. Hasil analisis juga menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kompetensi digital dan pertumbuhan usaha, serta antara literasi keuangan dan pertumbuhan usaha. Dengan demikian, edukasi literasi keuangan dan kompetensi digital dapat menjadi strategi pendampingan yang relevan dalam memperkuat kapasitas kewirausahaan mahasiswa agar lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan di era digital. Financial Literacy Education and Digital Competence for Students in Developing Innovative Businesses in the Society 5.0 Era Abstract This community service activity aims to improve students' financial literacy and digital competence in developing innovative businesses in the Society 5.0 era. The main problems faced by student entrepreneurs are their limited ability to systematically manage business finances and the suboptimal use of digital technology for business decision-making. This activity uses an educational-participatory approach and applied mentoring that includes needs analysis, financial literacy training, digital competency training, implementation mentoring, and evaluation and reflection. Evaluation is carried out through participant perception questionnaires, competency category mapping, and correlation analysis with business growth indicators reported by partners. The activity partners consist of 115 student entrepreneurs who have run digital-based businesses. The results of the activity show that the majority of partners are in the medium digital competency category (47%), high (29%), and low (24%). In terms of financial literacy, 43% of partners are in the medium category, 38% are in the high category, and 19% are in the low category. Following the educational and mentoring activities, partners reported improved business performance, demonstrated by a 70% increase in digital market reach, 68% in operational efficiency, 66% in product or service innovation, 64% in customer base, and 62% in revenue. The analysis also demonstrated a significant positive relationship between digital competency and business growth, as well as between financial literacy and business growth. Therefore, financial literacy and digital competency education can be a relevant mentoring strategy in strengthening students' entrepreneurial capacity to be more innovative, adaptive, and sustainable in the digital era.
Pelatihan Dasar UI/UX Untuk Penyempurnaan Website Profil Siswa di SMK Negeri 1 Kendal Irawan, Dimas; Ulumuddin, Dimas Irawan Ihya; Bastian, Henry; Prabowo, Dwi Puji
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5127

Abstract

Transformasi digital menuntut lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi literasi digital, keterampilan desain, serta kemampuan membangun portofolio digital sebagai bekal memasuki dunia kerja. SMK Negeri 1 Kendal belum memiliki website profil siswa dan berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami standar desain User Interface (UI) dan User Experience (UX), terutama pada aspek konsistensi layout, navigasi, tipografi, dan responsivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dihadiri oleh 33 peserta dari siswa jurusan rekayasa perangkat lunak ini bertujuan meningkatkan kompetensi dasar UI/UX siswa dan guru melalui pelatihan berbasis praktik untuk menyempurnakan website profil siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan service learning yang dipadukan dengan design thinking dan project-based learning melalui tahapan sosialisasi, pembelajaran teoritis, workshop interaktif menggunakan Figma, evaluasi hasil desain, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada pemahaman peserta terhadap konsep UI/UX dengan rata-rata peningkatan dari 53% menjadi 83% atau sebesar 33 poin berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain itu, peserta mampu menghasilkan prototipe website yang lebih konsisten, responsif, dan berorientasi pada pengguna. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap penguatan portofolio digital siswa sebagai media personal branding serta meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi kebutuhan industri kreatif digital. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah terbukti efektif dalam mentransfer pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik. Basic UI/UX Training for Improving Student Profile Websites at SMK Negeri 1 Kendal Abstract Digital transformation requires vocational education graduates to have digital literacy competencies, design skills, and the ability to build a digital portfolio as provisions for entering the workforce. SMK Negeri 1 Kendal does not yet have a student profile website and based on observations, it shows that most students do not understand User Interface (UI) and User Experience (UX) design standards, especially in aspects of layout consistency, navigation, typography, and responsiveness. This community service activity attended by 33 participants from students majoring in software engineering aims to improve the basic UI/UX competencies of students and teachers through practice-based training to improve the student profile website. The implementation method uses a service learning approach combined with design thinking and project-based learning through stages of socialization, theoretical learning, interactive workshops using Figma, evaluation of design results, and ongoing mentoring. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of UI/UX concepts with an average increase from 53% to 83% or 33 points based on the results of the pre-test and post-test. In addition, participants were able to produce website prototypes that are more consistent, responsive, and user-oriented. This program also has a positive impact on strengthening students' digital portfolios as a means of personal branding and increasing their readiness to meet the demands of the digital creative industry. Collaboration between universities and schools has proven effective in transferring knowledge and improving the quality of practice-based learning.
Peran Mahasiswa Magang sebagai Paralegal Edukatif dalam Menjembatani Kesenjangan Akses Bantuan Hukum di Sulawesi Tengah Rahmadani, Rahmadani; Anggriani, Riri; Nurhalisa, Andi Dewi; Tumu, Ghyfari Ardana Putra; Pangemanan, Valentino Yarindo
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5129

Abstract

Akses terhadap keadilan merupakan hak dasar warga negara yang diwujudkan melalui layanan bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu. Namun, dalam praktiknya, masyarakat masih menghadapi hambatan administratif dan rendahnya pemahaman terhadap prosedur layanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa magang sebagai paralegal edukatif dalam pengertian terbatas, yaitu sebagai pendamping edukatif-administratif yang membantu masyarakat memahami prosedur bantuan hukum di bawah supervisi aparatur hukum. Kegiatan dilaksanakan di Bagian Bantuan Hukum Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode partisipatif. Program berlangsung selama tiga bulan, dengan observasi aktif selama delapan minggu terhadap 150 pengunjung layanan. Data diperoleh melalui observasi langsung, catatan harian magang, wawancara informal, dan telaah dokumen layanan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 70% pengunjung belum memenuhi persyaratan administratif saat kunjungan pertama dan sebagian besar hanya menyampaikan masalah secara lisan. Mahasiswa magang berperan dalam menjelaskan alur layanan, mendampingi pengisian dokumen, menyusun daftar periksa, dan menyederhanakan komunikasi hukum. Pendampingan ini membantu pengunjung melengkapi dokumen pada kunjungan berikutnya, mempercepat pelayanan awal dari sekitar 60 menit menjadi 30 menit, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap persyaratan bantuan hukum.  The Role of Student Interns as Educational Paralegals in Bridging the Gap in Access to Legal Aid in Central Sulawesi Abstract Access to justice is a fundamental right that can be realized through legal aid services for disadvantaged communities. However, in practice, many citizens still face administrative barriers and limited understanding of service procedures. This community service activity aims to describe the role of student interns as educational paralegals in a limited sense, namely as educational-administrative assistants who help the public understand legal aid procedures under the supervision of legal officers. The activity was conducted at the Legal Aid Division of the Legal Bureau of the Central Sulawesi Provincial Secretariat using a descriptive qualitative approach and participatory method. The internship program lasted for three months, with eight weeks of active observation involving 150 service visitors. Data were collected through direct observation, internship daily notes, informal interviews, and review of service documents. The results show that approximately 70% of visitors did not meet the administrative requirements during their first visit, and most relied only on verbal explanations of their legal problems. Student interns contributed by explaining service procedures, assisting document completion, preparing document checklists, and simplifying legal communication. This assistance helped visitors complete the required documents on subsequent visits, reduced the initial service time from approximately 60 minutes to 30 minutes, and improved public understanding of legal aid requirements.
The Effectiveness of Helix Collaboration-Based Seminars in Increasing Sharia Capital Market Literacy and Inclusion Frastuti, Melia; Muharir, Muharir; Salim, Amir; Mulyono, Hari; Razak, Nur Fatahiah Abd
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5158

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah melalui penyelenggaraan seminar berbasis Pendekatan Kolaborasi Helix yang melibatkan akademisi, praktisi, dan regulator. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya tingkat literasi keuangan syariah masyarakat yang belum sebanding dengan tingkat inklusinya, sebagaimana ditunjukkan oleh data SNLIK 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan Triple Helix melalui penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, serta praktik pengenalan investasi berbasis aplikasi digital. Kegiatan ini diikuti oleh 215 peserta yang terdiri dari dosen, guru, siswa, dan mahasiswa dari berbagai program studi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep, mekanisme, serta manfaat investasi di pasar modal syariah. Selain itu, kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan regulator menunjukkan efek positif dalam menciptakan pembelajaran yang komprehensif dan aplikatif. Acara ini juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan kemitraan. Dengan demikian, seminar berbasis kolaborasi ini dapat menjadi model strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal syariah secara berkelanjutan. The Effectiveness of Helix Collaboration-Based Seminars in Increasing Sharia Capital Market Literacy and Inclusion Abstract This community service activity aims to enhance sharia capital market literacy and inclusion through a seminar based on the Helix Collaboration Approach involving academics, practitioners, and regulators. The main issue addressed is the relatively low level of sharia financial literacy compared to its inclusion, as indicated by the 2024 National Survey of Financial Literacy and Inclusion (SNLIK). The method applied is the Triple Helix approach through educational material delivery, interactive discussions, and practical introduction to digital-based investment applications. The seminar involved 215 participants, including lecturers, teachers, students, and university students from various study programs. The results indicate an improvement in participants’ understanding of the concepts, mechanisms, and benefits of investing in the sharia capital market. Furthermore, collaboration among academics, practitioners, and regulators indicated positive effect in creating comprehensive and applicable learning experiences. This activity also contributes to the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in quality education, economic growth, innovation, and partnerships. Therefore, this collaborative-based seminar can serve as a strategic model for improving sharia capital market literacy and inclusion in a sustainable manner.
Pemberdayaan Masyarakat Sekotong Barat melalui Teknologi Membran Bioreaktor untuk Pengolahan Air Limbah Menjadi Air Bersih Dewi, Citra Ayu; Kurniasih, Yeti; Bilad, Muhammad Roil; Sakban, Abdul; Maemunah, Maemunah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5167

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, dan kemandirian masyarakat Desa Sekotong Barat dalam pengolahan air limbah melalui penerapan teknologi Membran Bioreaktor (MBR). Permasalahan utama mitra adalah pencemaran air akibat aktivitas penambangan emas tradisional, rendahnya kapasitas teknis masyarakat dalam pengolahan limbah, serta belum adanya model pengelolaan air olahan berbasis BUMDes. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Technology Transfer melalui workshop, pelatihan, praktik langsung, pendampingan intensif, dan evaluasi partisipatif. Mitra kegiatan meliputi PKK Desa Sekotong Barat, BUMDes Gita Nada, pemerintah desa, Karang Taruna, mahasiswa KKN-PMM, dan masyarakat terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknis peserta. Sebelum kegiatan, sebagian besar peserta belum mengenal teknologi MBR, sedangkan setelah kegiatan seluruh peserta memahami konsep dan fungsi MBR, serta sebagian besar mampu mencoba atau mengoperasikan alat secara mandiri. Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 57,35 pada pre-test menjadi 85,45 pada post-test dan menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik berdasarkan uji paired sample t-test yang dilaporkan pada bagian metode dan hasil. Pada aspek kualitas air, 15 dari 20 peserta mampu menghasilkan air olahan awal yang tampak lebih jernih berdasarkan indikator visual awal, yaitu warna, bau, kejernihan, dan berkurangnya partikel tersuspensi. Namun, evaluasi kualitas air pada kegiatan ini belum mengacu pada standar baku mutu air bersih karena belum dilakukan uji laboratorium terhadap parameter pH, TDS, kekeruhan, BOD/COD, merkuri/logam berat, dan mikrobiologi. Oleh karena itu, hasil air olahan belum dapat dinyatakan layak atau aman digunakan masyarakat sebelum pengujian lanjutan dilakukan. BUMDes menunjukkan kesiapan awal untuk mendukung keberlanjutan program, tetapi masih memerlukan penguatan SOP, operator, biaya operasional, mekanisme distribusi, dan legalitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi MBR, pelatihan partisipatif, pendampingan mahasiswa, dan penguatan kelembagaan desa berpotensi menjadi model awal pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna. Community Empowerment in Sekotong Barat through Membrane Bioreactor Technology for Wastewater Treatment into Clean Water Abstract This community service program aimed to improve the knowledge, technical skills, and self-reliance of the Sekotong Barat Village community in wastewater treatment through the application of Membrane Bioreactor (MBR) technology. The main problems faced by the community partners were water pollution caused by traditional gold mining activities, limited technical capacity in wastewater treatment, and the absence of a village-owned enterprise-based model for treated water management. The program employed a Participatory Technology Transfer approach through workshops, training, hands-on practice, intensive mentoring, and participatory evaluation. The partners involved included the PKK group of Sekotong Barat Village, BUMDes Gita Nada, the village government, youth organizations, KKN-PMM students, and affected community members. The results indicated that the training and mentoring improved participants’ knowledge and technical skills. Before the program, most participants were unfamiliar with MBR technology, whereas after the program all participants understood the concept and function of MBR, and most were able to try or operate the equipment independently. The average competency score increased from 57.35 in the pre-test to 85.45 in the post-test and showed a statistically meaningful difference based on the paired sample t-test reported in the methods and results sections. Regarding water quality, 15 out of 20 participants were able to produce preliminary treated water that appeared visually clearer based on the initial visual indicators, namely color, odor, clarity, and reduced suspended particles. However, the water quality evaluation in this program did not yet refer to clean water quality standards because laboratory testing of pH, TDS, turbidity, BOD/COD, mercury/heavy metals, and microbiological parameters had not been conducted. Therefore, the treated water cannot yet be declared suitable or safe for community use before further testing is performed. BUMDes demonstrated initial readiness to support program sustainability, but further strengthening is required in terms of SOPs, operators, operational costs, distribution mechanisms, and legality. This program indicates that the integration of MBR technology, participatory training, student mentoring, and village institutional strengthening has the potential to serve as an initial model of community empowerment based on appropriate technology.