cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 3 (2023): July" : 20 Documents clear
Developing an e-Module on Blended Learning-based Calculus Courses Ningsih, Febria; Deswita, Ria
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.817

Abstract

Pengembangan e-modul mata kuliah kalkulus berbasis blended learning untuk mahasiswa Jurusan Tadris Matematika IAIN Kerinci menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini dilakukan karena terdapatnya hambatan didaktis khususnya untuk bahan ajar sebesar 64% yang menjadikan mahasiswa kesulitan untuk belajar. Pengembangan e-modul berbasis blended learning bertujuan menghasilkan e-modul yang dapat dikategorikan valid dan praktis agar dapat digunakan oleh mahasiswa. ADDIE merupakan desain dari penelitian dan pengembangan yang dilakukan. 30 orang menjadi subjek penelitian yang berasal dari mahasiswa jurusan tadris matematika IAIN Kerinci yang sudah dan sedang mengontrak mata kuliah kalkulus. Data diperoleh melalui teknik pemberian angket validitas dan angket praktikalitas lalu data dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan saran para ahli serta analisis kuantitatif untuk mengolah data hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis blended learning pada mata kuliah kalkulus valid dan praktis. The focus of this research is the development of a blended learning-based calculus course e-module for students of the Mathematics Tadris Department at IAIN Kerinci. This research was carried out because there were didactic barriers, especially for teaching materials of 64%, which made it difficult for students to learn. The development of e-modules based on blended learning aims to produce e-modules that can be categorized as valid and practical so that students can use them. ADDIE is the design of the research and development carried out. 30 people who became the research subjects came from students majoring in mathematics at IAIN Kerinci who had and were currently contracting calculus courses. The data were obtained by administering validity and practicality questionnaires. Then, the data were analyzed using a qualitative descriptive method to describe the advice of experts and quantitative analysis to process the results of the questionnaire data. The results of this study obtained e-modules based on blended learning in valid and practical calculus courses.
Letters in Algebra as The Transition from Arithmetic Thinking to Algebraic Thinking Wahyuni, Reni; Herman, Tatang; Fatimah, Siti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.818

Abstract

Huruf-huruf aljabar biasanya hanya dikenal sebagai variabel oleh siswa, padahal huruf-huruf aljabar ini memiliki ragam makna pada suatu permasalahan matematis. Pada penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki interpretasi siswa terhadap makna dari huruf-huruf aljabar dalam menyelesaikan masalah matematis dengan perspektif siswa dalam masa transisi berpikir aritmetik ke berpikir aljabar. Penelitian yang digunakan pada penelitian kualitatif dengan jenis penelitian pada penelitian fenomenologi. Partisipan penelitian ini merupakan 18 siswa SMP yang diambil dari tiga sekolah yang terdapat di Riau. Teknik pengumpul data pada penelitian ini adalah dokumen lembar kerja siswa, wawancara yang direkam secara audio dan video dan catatan lapangan penelitian. Berdasarkan temuan penelitian pada siswa kelas VII tersebut, ditemukan bahwa siswa menginterpretasikan huruf-huruf aljabar hanya sebagai pengganti dari bilangan tertentu. Siswa menjadikan huruf-huruf aljabar sebatas pengganti bilangan asli dibandingkan sebagai bilangan yang diperumum. Huruf-huruf aljabar yang dikaitkan dengan ekspresi aljabar dan operasi aljabar serta persamaan aljabar memberikan kesulitan bagi siswa dalam menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini disebabkan siswa belum mampu melihat bahwa huruf-huruf aljabar tersebut merupakan serangkaian konsep dasar aljabar generalized numbers bahkan pada konsep variabel. Algebraic letters are usually only known as variables by students, even though these algebraic letters have a variety of meanings in a mathematical problem. This study aims to investigate students' interpretation of the meaning of algebraic letters in solving mathematical problems from the perspective of students in the transition period from arithmetic to algebraic thinking. The type of research used in qualitative research is phenomenological research. The participants of this study were 18 junior high school students taken from three schools in Riau. Data collection techniques in this study were student worksheet documents, audio- and video-recorded interviews, and research field notes. Based on the research findings on the seventh-grade students, it was found that students interpret algebraic letters only as a substitute for certain numbers. Students make algebraic letters as a substitute for natural numbers rather than as generalized numbers. Algebraic letters associated with algebraic expressions, algebraic operations, and algebraic equations deliver difficulties for students in solving these problems. This is because students have not been able to see that these algebraic letters are a series of basic concepts of generalized numbers in algebra, even on the concept of variables.
Mathematical Representation Ability of Junior High School Students: A Case Study of Students’ Cognitive Ability through Realistic Mathematics Education Sari, Intan Kemala; Nasriadi, Ahmad; Amalia, Yuli; Musfiya; Setiawati, Farida Agus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.819

Abstract

Kemampuan representasi matematis sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa, serta bentuk representasi matematis yang muncul. Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap empat siswa SMP Kelas VII dengan kemampuan sedang, yang dilaksanakan dalam pembelajaran Mengenal Bentuk Aljabar. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil pada tahun ajaran 2022/2023 sebanyak tiga kali pertemuan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu angket, wawancara, dan lembar analisis pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII merupakan siswa tahap abstraksi awal sehingga kemampuan representasi matematis belum banyak muncul dan berkembang dengan baik. Adapun bentuk representasi yang muncul yaitu representasi simbolik dengan tipe rendah dimana masih terdapat Gap antara berpikir konkrit dengan kemampuan abstraksi awal. Beberapa hal yang mempengaruhi munculnya kemampuan representasi adalah motivasi yang tinggi dalam memecahkan masalah, metode belajar yang disajikan, dan kemampuan siswa dalam belajar matematika. Mathematical representation ability is very important to develop. This study aimed to analyze students' mathematical representation abilities, as well as the forms of mathematical representations that appear. This study used case studies of four Grade VII junior high school students with moderate abilities, which were carried out in Recognizing Algebraic Shapes. The research was carried out in the odd semester of the 2022/2023 academic year in three meetings. The data collection techniques utilized questionnaires, interviews, and problem-solving analysis sheets. The results showed that class VII students were students at the early abstraction stage, so their mathematical representation abilities had not emerged and developed well. The form of representation that appears was symbolic representation with a low type where there was still a gap between concrete thinking and initial abstraction abilities. Some of the things that influenced the emergence of representational abilities were high motivation in solving problems, the learning methods presented, and students' abilities in learning mathematics.
The Effect of Gender on Fifth-Grade Students’ Computational Thinking Skills Gunawan, Yahya; Putra, Zetra Hainul; Antosa, Zariul; Dahnilsyah; Tjoe, Hartono
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.820

Abstract

Computational thinking (CT) merupakan topik baru yang muncul dalam penelitian pendidikan matematika. Isu gender telah mendapat perhatian ilmiah untuk diselidiki di antara banyak faktor yang mempengaruhi CT siswa. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi pengaruh gender pada keterampilan CT siswa kelas lima sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode komparatif. Subjek penelitian ini adalah 120 siswa kelas V di Pekanbaru, Riau, Indonesia. Analisis data menggunakan uji parametrik untuk membandingkan keterampilan CT siswa secara umum dan tes non parametrik untuk membandingkan keterampilan CT siswa dalam empat kompetensi yaitu dekomposisi, berpikir algoritmik, pengenalan pola, dan abstraksi. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan berpikir komputasi yang rendah dan tidak ada perbedaan kemampuan berpikir komputasi yang signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan pada umumnya. Namun, pengenalan pola siswa laki-laki secara signifikan lebih tinggi daripada siswa perempuan. Ini menyiratkan bahwa pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan CT sebagai bagian dari kurikulum matematika di sekolah dasar. Computational thinking (CT) has become an emerging topic in mathematics education research. The gender issue has gained scholarly attention to be investigated among many factors affecting students' CT. Therefore, the present study seeks to explore the effect of gender on fifth-grade students' CT skills. This study applied quantitative research using the comparative method. The subjects were 120 fifth-grade students in Pekanbaru, Riau, Indonesia. Data analysis used the parametric test to compare students’ CT skills in general and the non-parametric test to compare students' CT skills in four competencies, decomposition, algorithmic thinking, pattern recognition, and abstraction. The findings indicate that students have low CT skills and no significant differences in CT skills between male and female students. However, male students' pattern recognition is significantly higher than female students. This implies that policymakers need to consider CT as part of the mathematics curriculum in primary schools.
Analysis of Mathematical Reasoning Ability in Trigonometry Materials Viewed from Students' Mathematical Resilience Iswanto, Ahmad; Faradillah, Ayu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.821

Abstract

Penelitian ini menganalisis kemampuan penalaran matematis pada materi trigonometri terkait resiliensi siswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga siswa kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif. Teknik yang digunakan dalam memvalidasi data adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator kemampuan penalaran yang paling tinggi adalah indikator melakukan perhitungan. Terlihat dari hasil jawaban bahwa subjek rata-rata mampu menghitung dengan benar sesuai dengan konsep yang digunakan, sedangkan indikator terendah adalah indikator membuat prediksi dan kesimpulan yang hanya sedikit yang mampu membuat model, mengilustrasikan , dan sederhanakan setiap soal yang diberikan. Hubungan antara kemampuan penalaran matematis dan resiliensi terlihat dari berbicara dan memastikan kesamaan antara jawaban tertulis dan lisan saat melakukan wawancara. Kemudian hasil yang ditemukan peneliti adalah respon dari jawaban S1 mampu dijawab secara lisan dengan tepat dan detail, sedangkan resiliensi untuk S2 dan S3 masih kurang saat menjelaskan hasil jawaban subjek karena sudah ada jawaban. itu tidak benar. Mereka tidak memahami jawaban mereka, mengakibatkan kurangnya rasa percaya diri dan keinginan untuk mencari ilmu dan wawasan. Oleh karena itu, penelitian ini berimplikasi bahwa guru dapat menyesuaikan dengan kemampuan penalaran matematis dan ketahanan siswa dalam menentukan metode pembelajaran. This study analyzes mathematical reasoning abilities in trigonometry material regarding student resilience. The participants in this study were three class X high school students. The method used in this study was descriptive-qualitative. The technique used in validating the data is the triangulation technique. The results showed that the highest indicator of reasoning ability was an indicator of performing calculations. It could be seen from the results of the answers that the subjects, on average, could calculate correctly according to the concepts used, while the lowest indicator was an indicator of making predictions and conclusions in which only a few were able to make models, illustrate, and simplify each of the problems given. The relationship between mathematical reasoning ability and resilience is seen from speaking and ensuring similarities between written and oral answers when conducting interviews. Then the results found by the researcher were that the responses from the S1 answers were able to be answered orally in a precise and detailed manner, while the resilience for S2 and S3 was still lacking when explaining the results of the subject's answers because there were answers that were not quite right. They did not understand their answers, resulting in a lack of self-confidence and will to seek knowledge and insights. Hence, this research implies that teachers can adjust to students' mathematical reasoning abilities and resilience in determining learning methods.
Ethnomathematics in the Main Building of Pendapa Sabha Swagata Blambangan Susanto; Setiawan, Toto’ Bara; Daniaty, Hestining
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.822

Abstract

Substansi dari etnomatematika erat kaitannya dengan matematika dan budaya. Etnomatematika adalah penerapan konsep matematika berdasarkan budaya sebagai hasil dari kebiasaan masyarakat. Etnomatematika dibutuhkan karena keberadaannya dekat dengan lingkungan sekitar dan dapat memberikan pemahaman pada peserta didik bahwa matematika tidak hanya dijumpai di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali etnomatematika pada bangunan utama Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu observer dan dua narasumber. Dua narasumber tersebut adalah sejarawan dan arkeolog Banyuwangi. Dokumentasi dilakukan oleh peneliti sendiri dengan menggunakan kamera perekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bagian-bagian bangunan utama Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi terdapat konsep-konsep matematika yang terdiri dari konsep sudut pada pintu dan jendela, segitiga dan trapesium pada ventilasi, limas segi empat pada atap, kongruen pada fasad dan langit-langit, refleksi dan rotasi pada motif lantai, serta konsep geometri lainnya. The principle of ethnomathematics is related to mathematics and culture. Ethnomathematics is the application of mathematics concepts based on culture due to people's habits. Ethnomatematics is necessary because its existence surrounding the environment might provide students with understanding that mathematics is not only found in schools. This study aimed to explore ethnomathematics in the main building of Pendapa Sabha Swagata Blambangan. This qualitative research used an ethnographic approach. The data collection methods used were observation, interviews, and documentation. The research participants were an observer and two sources. Observations were conducted at Penpada Sabha Swagata Blambangan. The two sources in the interview activities are historians and archaeologists from Banyuwangi. Documentation was carried out by the researcher himself using a camera recorder. The results of the study show that in the main building of Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi there are mathematical concepts such as angles in the doors and the windows, triangles and trapezoids in the ventilations, cuboids in the pillars, rectangular pyramids in the roofs, congruence in the facade and ceiling, reflections and rotations in the floor motifs, and other geometric concepts.
An Analysis of Frieze Patterns, Crystallographic Patterns, and Philosophical Values on Subahnale Woven Motifs Sukarare Village Fauzi, Lalu Muhammad; Ahyan, Shahibul; Supiyati, Sri; Hayati, Nila; Satriawan, Rody
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.823

Abstract

Budaya dengan keberagaman dan keunikan adat istiadat, kesenian dan kerajinannya, memberikan identitas bagi suatu daerah. Keunikan-keunikan budaya ini dapat dikaji untuk dijadikan sebagai bagian dari sumber belajar. Etnomatematika merupakan jembatan untuk mengeksplorasi matematika yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian penelitian ini berupaya untuk menganalisis pola frieze, pola kristalografi dan nilai-nilai filosofis yang terdapat pada motif kain tenun subahnale Desa Sukarare. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode etnografi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, dan wawancara dengan praktisi budaya, tokoh adat, pengerajin kain tenun dan budayawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif (reragian) kain tenun subahnale terbentuk dengan perpaduan bentuk-bentuk geometri yakni garis, segi tiga, segi empat dan segi enam. Bentuk geometri tersebut tersusun menggunakan model matematika yakni translasi, rotasi da refleksi. Adapun pola-pola yang terbentuk berupa 4 buah pola frieze yaitu pola 3, 4 ,6 dan 7. Selain itu terdapat juga pola Kristalografi yaitu pola p1, pm, dan p4m. Culture, with its diversity and unique customs, arts, and crafts, provides an identity for a region. This cultural uniqueness can be studied as part of learning resources. Ethnomathematics is a bridge to exploring mathematics that develops in society. Thus, this study seeks to analyze the frieze patterns, crystallographic patterns, and philosophical values in the subahnale woven fabric motifs in Sukarare Village. The method used in this research is the ethnographic method. Research data were collected through observation, literature study, and interviews with cultural practitioners, traditional leaders, woven cloth artisans, and humanists. The results showed that the motif (reragian) of the subahnale woven fabric was formed by a combination of geometric shapes: lines, triangles, rectangles, and hexagons. The geometric shapes are arranged using a mathematical model: translation, rotation, and reflection. The patterns formed are 4 frieze patterns, namely patterns 3, 4, 6, and 7. In addition, there are also crystallographic patterns, namely patterns p1, pm, and p4m.
Ethnomathematics: Exploration of Geometry from Karang Bayan Ancient Mosque in Elementary School Mathematics Learning Aini, Gina Mawaddatul; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.824

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi filosofis mengenai bangunan serta mengungkap etnomatematika konsep geometri pada Masjid Kuno Karang Bayan, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian etnografi yang akan menjelaskan salah satu bangunaan bersejarah islam di Lombok dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara secara mendalam. Subjek penelitian yaitu dua narasumber yang merupakan penghulu desa dan juru kunci/pemelihara masjid yang paham terhadap aspek sejarah filosofi serta stuktur pada bangunan masjid kuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna filosofi dan unsur-unsur matematika berupa bangun datar dan bangun ruang pada bagian-bagian masjid. Konsep geometri yang ditemukan pada arsitektur Masjid Kuno Karang Bayan antara lain: konsep bangun ruang prisma pada atap masjid, konsep balok ditemukan pada bagian lampen jejait masjid dan bagian tunjeng atap masjid, konsep persegi panjang ditemukan pada pintu masjid. This study was carried out to uncover the geometric concepts used in an old mosque in Karang Bayan, West Nusa Tenggara, and to explore philosophical ideas about architecture. This qualitative study discussed one of the old Islamic structures in Lombok using an ethnographic research design. Data collecting strategies were observation and in-depth interviews. The research topic involved two resources: the village chiefs and mosque keepers/maintainers who were knowledgeable about the philosophical and architectural history of the mosque. Findings demonstrated the presence of philophosis and mathematical features in the mosque's structural components as flat shapes and building spaces. The Geometry Concepts found in the architecture of the ancient Mosque of Karang Bayan included: 1) Prismal Concepts on the Roof of the Mosque; 2) the concept of the beam was found by the mosque lampen and the mosque roof section; 3) The rectangular concept was found at the mosque door.
Student Anxiety Level When Going to College in the Mathematics Education Study Program with Mathematics Scores Santoso, Fransiskus Gatot; Ariyanti, Gregoria
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.825

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (PSPM) UKWMS ketika akan berkuliah di PSPM terhadap nilai matematika di STTB SMA/SMK. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa PSPM (Kampus Kota Madiun) UKWMS Angkatan Tahun 2022 sebanyak 7 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuesioner. Kuesioner yang dibuat adalah kecemasan mahasiswa dalam menghadapi mata pelajaran matematika. Aspek kecemasan yang diteliti adalah aspek fisik, aspek mental, dan aspek perilaku. Metode analisis data dalam penelitian ini ialah statistik deskriptif karena data berupa angka-angka. Data ini berupa skor kecemasan mahasiswa dan nilai matematika di STTB SMA/SMK mahasiswa. Hasil penelitian ini diperoleh rataan skor kecemasan mahasiswa ketika akan berkuliah di PSPM berdasarkan aspek fisik sebesar 42,43 (kriteria tingkat kecemasan sedang), aspek mental sebesar 42,29 (kriteria tingkat kecemasan sedang), dan aspek perilaku sebesar 39,43 (kriteria tingkat kecemasan rendah). Secara keseluruhan rataan skor kecemasan mahasiswa ketika akan berkuliah di PSPM sebesar 124,14 (kriteria tingkat kecemasan sedang). Sedangkan rataan nilai matematika mahasiswa di STTB SMA/SMK sebesar 84,91. The purpose of this study is to determine the level of anxiety in students of the UKWMS Mathematics Education Study Program (PSPM) when going to study at PSPM mathematics grades in the high school/vocational school STTB. This type of research is descriptive. The research subjects were 7 MESP (Madiun City Campus) WMSCU Class of 2022 students. The data collection method used in this research is the questionnaire method. The questionnaire made is about student anxiety in facing math subjects. The aspects of anxiety studied are physical, mental, and behavioral. The data analysis method in this research is descriptive statistics because the data is in the form of numbers. This data is in the form of student anxiety scores and math scores in the STTB SMA / SMK students. The results of this study obtained an average student anxiety score when going to college at PSPM based on physical aspects of 42.43 (moderate anxiety level criteria), mental aspects of 42.29 (moderate anxiety level criteria), and behavioral aspects of 39.43 (low anxiety level criteria). Overall, the average score of student anxiety when studying at PSPM is 124.14 (moderate anxiety level criteria). Meanwhile, the average student's mathematics score at the high /vocational school STTB is 84.91.
Digibook and Novice Teachers’ Mathematical Belief Lestari, Puji; Supratman; Komara
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.826

Abstract

Belief matematis yang dipahami sebagai keyakinan terhadap mata pelajaran matematika, kenyataannya sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran matematika, khususnya terhadap hasil belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis belief matematis guru pemula dalam mengajar dan belajar matematika, ditinjau dari media Digibook yang telah dikembangkan. Sebanyak 9 guru pemula dengan belief matematis pada aspek belajar matematika yang berbeda menjadi subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk pada deskriptif kualitatif dengan pengambilan data berupa media Digibook yang dikembangkan oleh subjek, angket belief matematis yang sebelumnya telah divalidasi dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pemula dengan keyakinan belajar level platonis meyakini bahwa dalam belajar matematika, pemahaman akan konsep merupakan inti dari belajar. Hal ini berdampak pada cara mereka mengajar, meyakinkan siswa bahwa matematika bukan hanya prosedur. Bagi guru pemula dengan keyakinan belajar problem solving, belajar merupakan proses mengeksplorasi pengetahuan dan media pembelajaran berperan sebagai alat bantu, alat komunikasi dan alat pengembangan berfikir matematis. Hasil penelitian ini mengimplikasi bahwa guru pemula dengan semangat belajar dan mengajarnya serta keinginan dalam mengembangkan media pembelajaran mampu menghasilkan media Digibook yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswanya. Mathematical beliefs, which are understood as beliefs about mathematics subjects, are in fact very influential in the process of learning mathematics, especially on student learning outcomes. The purpose of this study was to analyze the mathematical beliefs of novice teachers in teaching and learning mathematics, in terms of the Digibook media that has been developed. A total of 9 (nine) novice teachers with mathematical beliefs in different aspects of learning mathematics were taken as the participants of this study. This study was a descriptive qualitative using Digibook media developed by the participants and a mathematical belief questionnaire that has been previously validated and semi-structured interviews as data collections. The results of this study showed that novice teachers with platonic level learning beliefs believed that in learning mathematics, understanding concepts was the core of learning. This affected the way they teach, convincing students that math was not just a procedure. For novice teachers with problem solving learning beliefs, learning was a process of exploring knowledge and learning media acts as a tool, a communication tool and a mathematical thinking development tool. The results of this study implied that novice teachers with their passion for learning and teaching and the desire to develop learning media were able to produce Digibook media in accordance with the characteristics and needs of their students.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue