cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 966 Documents
The Correlation of Junior High School Students’ Self-Confidence and Mathematical Problem-Solving Ability Monalisa, Lioni Anka; Indah Kristiana, Arika; Wihardjo, Edy; Hussen, Saddam; Annastasia Putri, Fiorent
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1692

Abstract

Abstrak Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh siswa, dan kepercayaan diri diyakini memiliki kontribusi signifikan terhadap pencapaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri (self-confidence) dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah 87 siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Jember pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan melalui angket kepercayaan diri dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Berdasarkan analisis deskriptif, nilai rata-rata kepercayaan diri siswa adalah 96,08 dengan kategori dominan berada pada tingkat sedang (74,71%). Hasil analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat kepercayaan diri siswa, maka semakin baik kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal-soal matematika secara problematis. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif siswa, seperti penguatan rasa percaya diri guna mendukung keberhasilan akademik, khususnya dalam pembelajaran matematika. Abstract Mathematical problem-solving ability is one of the essential competencies students must possess, and self-confidence is believed to significantly contribute to its achievement. This study aims to determine the correlation between self-confidence and junior high school students’ mathematical problem-solving ability. The research employed a quantitative method with a correlational design. The subjects were 87 eighth-grade students at SMP Negeri 12 Jember during the even semester of the 2023/2024 academic year. Data were collected through a self-confidence questionnaire and a mathematical problem-solving test. Based on descriptive analysis, the average self-confidence score was 96.08, with the majority (74.71%) falling into the average category. The results of the correlation analysis showed a positive relationship between self-confidence and mathematical problem-solving ability. The conclusion of this study indicates that the higher the level of students’ self-confidence, the better their ability to solve mathematical problems. The implications of these findings highlight the importance of learning strategies that focus not only on cognitive aspects but also on students’ affective domains, such as enhancing self-confidence to support academic success, particularly in mathematics learning.
Statistics Learning Media Innovation B-Tube (Combination Blog and YouTube) Irvan, Irvan; Simangunsong, Alfauzan Ramadhanny; Nasution, Marah Doly
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1748

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran digital dengan mengombinasikan web-blog dan YouTube. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) Level 1 oleh Sugiyono. Subjek dari penelitian ini 30 siswa kelas VIII SMP IT Mutiara tahun ajaran 2023/2024. Jenis data penelitian ini kuantitatif dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media, materi, dan bahasa, angket respon pengguna guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Kombinasi Blog dan YouTube (B-Tube) valid digunakan, praktis dan efektif meningkatkan hasil belajar matematika. Berdasarkan analisa hasil uji produk menunjukan skor ahli media 4.78 (sangat valid), ahli materi 4.50 (valid), ahli 4.67 (sangat valid). Respon pengguna guru dan siswa menunjukkan persentase kepraktisan sebesar 100% dengan kategori sangat praktis. Uji efektifitas  menggunakan N-Gain menunjukkan hasil N-Gain Skor sebesar 0.73 atau N-Gain (%) sebesar 73 dengan kriteria tinggi berdasarkan kriteria N-Gain menurut Melzer. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa media B-Tube dalam pembelajaran statistika valid digunakan, praktis dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Abstract The purpose of this research is to develop digital learning media by integrating web blogs and YouTube. The study follows the Research and Development (R&D) Level 1 method by Sugiyono. The subjects are 30 eighth-grade students at SMP IT Mutiara during the 2023/2024 academic year. The research data is quantitative and analyzed using descriptive and statistical methods. The instruments used include validation sheets for media, material, and language experts, as well as questionnaires for teacher and student user responses, and learning outcome tests. The results indicate that the combination of Blog and YouTube (B-Tube) is valid, practical, and effective in enhancing mathematics learning outcomes. Based on the product test analysis, the media experts rated it 4.78 (very valid), the material experts 4.50 (valid), and the language experts 4.67 (very valid). The response from teachers and students indicated a 100% practicality rate, categorizing it as very practical. The effectiveness test, using N-Gain, showed an N-Gain score of 0.73 or N-Gain (%) of 73, which falls under the high criteria based on Melzer's N-Gain criterion. This study shows the results that B-Tube media in statistics learning is valid, practical and effective in improving mathematics learning outcomes.
Development of Didactical Teaching Materials on Circle Concepts Based on Realistic Mathematics Education Salsabila, Ellis; Mimi Nur Hajizah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1785

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar desain didaktis materi lingkaran berbasis Pendidikan Matematika Realistik (RME) untuk peserta didik SMP kelas VIII. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah kurangnya bahan ajar yang mengintegrasikan pendekatan kontekstual seperti RME, yang dapat membantu siswa memahami konsep matematika dengan cara yang lebih relevan dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari empat tahapan: define, design, develop, dan disseminate. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Data yang diperoleh dari validasi ahli dan uji coba tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menilai kelayakan bahan ajar yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar desain didaktis materi lingkaran berbasis RME memperoleh penilaian yang sangat layak, dengan rata-rata penilaian sebesar 91,4% dari seluruh tahapan uji coba. Oleh karena itu, bahan ajar ini dinyatakan valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan bahan ajar berbasis RME dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan efektif dalam membantu siswa memahami konsep-konsep matematika. Abstract This study aims to develop a didactical design of teaching materials on the topic of circles based on Realistic Mathematics Education (RME) for eighth-grade junior high school students. The problem addressed in this research is the lack of teaching materials that integrate contextual approaches such as RME, which can help students understand mathematical concepts in a more relevant and applicable way in everyday life. This research employs a development method using the 4D model, which consists of four stages: define, design, develop, and disseminate. Data collection techniques were conducted through expert validation and small and large group trials. The data obtained from these validations and trials were then analyzed descriptively and quantitatively to assess the feasibility of the developed teaching materials. The results of the study indicate that the didactical design of teaching materials on the topic of circles based on RME received a very feasible rating, with an average score of 91.4% from all trial stages. Therefore, these teaching materials are considered valid and feasible for use in mathematics learning at the junior high school level. The implications of this research suggest that the development of RME-based teaching materials can enhance the quality of mathematics learning, making it more contextual and effective in helping students understand mathematical concepts.
Analysis of Mathematical Logic and Computational Thinking Abilities of Informatics Engineering Students on Learning Achievement in Calculus Courses Triana Harmini; Siti Suprihatiningsih
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1787

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kemampuan logika matematika dan berpikir komputasional dengan prestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah Kalkulus. Studi ini melibatkan 66 siswa semester pertama Program Studi Teknik Informatika pada tahun akademik 2022/2023.  Tes untuk mengukur kemampuan berpikir logika dan komputasional serta instruksi untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar adalah bagian dari metode pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson bivariat dan regresi linear berganda, dengan pengujian prasyarat yang mencakup uji normalitas, homoskedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara berpikir komputasional dengan prestasi belajar (r = 0,715), antara logika matematika dengan prestasi belajar (r = 0,781), serta antara berpikir komputasional dan logika matematika (r = 0,661). Temuan ini mengindikasikan pentingnya integrasi kemampuan logika matematika dan berpikir komputasional dalam proses pembelajaran Kalkulus, yang dapat diupayakan melalui pendekatan pedagogis yang tepat serta pengembangan media pembelajaran yang mendukung. Abstract This study aims to examine the relationship between mathematical logic skills and computational thinking with students' academic performance in the Calculus course. This study involved 66 first-semester students of the Computer Engineering Study Program in the 2022/2023 academic year. Tests to measure logical and computational thinking abilities, as well as instructions for collecting data on learning achievements, are part of the data collection methods. Data analysis was conducted using bivariate Pearson correlation and multiple linear regression, with prerequisite tests including normality, homoscedasticity, multicollinearity, and autocorrelation tests. The analysis results show a significant relationship between computational thinking and academic achievement (r = 0.715), between mathematical logic and academic achievement (r = 0.781), as well as between computational thinking and mathematical logic (r = 0.661). These findings indicate the importance of integrating mathematical logic skills and computational thinking in the learning process of Calculus, which can be pursued through appropriate pedagogical approaches and the development of supportive learning media.
Design of Mathematics Teaching Materials Based on Local Wisdom for Strengthening Mathematical Literacy on Social Arithmetic Material Prabawati, Mega Nur; Santika, Satya; Mulyani, Eva
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1868

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil awal kemampuan literasi matematis siswa, merancang dan mengembangkan bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan literasi matematis, dan mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE, yang meliputi lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis, tingkat literasi matematika siswa kelas 9 di empat sekolah menengah pertama (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) ditemukan pada level 2-3, berdasarkan kerangka kerja PISA. Pada tahap desain, dibuatlah rencana pembelajaran yang mengintegrasikan unsur-unsur kearifan lokal Tasikmalaya. Pada tahap pengembangan, handout interaktif dibuat dengan menggunakan Canva, dengan menggabungkan pilihan font, warna, dan grafik tematik. Soal pre-test/post-test dan kuesioner persepsi siswa juga dikembangkan dan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, yang menghasilkan nilai kelayakan sebesar 92% (sangat layak). Siswa menyelesaikan pre-test sebelum menggunakan handout dan post-test setelahnya, diikuti dengan kuesioner tentang kepraktisan dan persepsi. Analisis data menunjukkan peningkatan rata-rata penguasaan pembelajaran dari 50,84% (pre-test) menjadi 71,18% (post-test). Siswa memberikan tanggapan yang sangat positif mengenai isi, desain, dan relevansi budaya dari materi. Abstract This study aims to identify students' initial profiles of mathematical literacy skills, design and develop mathematics teaching materials based on local wisdom to enhance mathematical literacy, and describe students’ learning outcomes after using these materials. The research employs a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which includes five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. In the analysis phase, the mathematical literacy level of 9th-grade students at four junior high schools (SMPN 1 & 2 Sukahening, SMPN 6 & 14 Tasikmalaya) was found to be at levels 2–3, based on the PISA framework. During the design phase, lesson plans were created that integrated elements of Tasikmalaya’s local wisdom. In the development phase, interactive handouts were created using Canva, incorporating thoughtful choices of fonts, colors, and thematic graphics. Pre-test/post-test questions and student perception questionnaires were also developed and validated by a content expert and a media expert, resulting in a feasibility score of 92% (highly feasible).The implementation took place over four class sessions across the selected schools. Students completed a pre-test before using the handouts and a post-test afterward, followed by a questionnaire on practicality and perception. Data analysis showed an increase in average learning mastery from 50.84% (pre-test) to 71.18% (post-test). Students gave highly positive responses regarding the content, design, and cultural relevance of the materials.
Realistic Mathematics Assisted with Learning Management System in Improving Students' Reflective Thinking Ability Apiati, Vepi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1874

Abstract

Abstrak Kemampuan berpikir reflektif merupakan salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika di abad ke-21. Salah satu pendekatan yang dinilai mampu mendorong pengembangan kemampuan ini adalah Realistic Mathematics Education (RME). Pendekatan ini menekankan pada keterkaitan antara konsep matematika dan konteks aktivitas harian siswa, hal ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya menangkap materi secara konseptual, tetapi juga mengevaluasi proses berpikirnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika realistik berbantuan Learning Management System (LMS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa dan mengetahui kelayakan dari modul ajar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang diadaptasi dari Borg dan Gall. Prosedur pengembangan terdiri atas beberapa tahapan, yakni: pengumpulan data awal, tahap perencanaan, pembuatan prototipe awal, uji coba terbatas, revisi berdasarkan hasil uji coba pertama, uji coba skala luas, revisi lanjutan, uji coba operasional akhir, dan penyempurnaan produk sebagai hasil akhir. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI di SMA Darussalam Tasikmalaya sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket kelayakan modul ajar, dan soal kemampuan berpikir reflektif. Analisis data dilakukan dengan penilaian pada hasil tes kemampuan berpikir reflektif dan penskoran pada angket kelayakan modul ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan mendapat penilaian layak dari ahli materi dan ahli media. Selain itu, penggunaan modul ajar ini mampu meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa, sebagaimana tercermin dari peningkatan skor tes kemampuan berpikir reflektif siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul ajar matematika realistik berbantuan LMS mampu menciptakan suasana belajar yang kontekstual, menarik, dan efektif dalam mendukung pemahaman matematika yang lebih dalam. Dengan demikian, modul ini dapat dijadikan referensi oleh para pendidik dalam merancang pembelajaran matematika yang bermakna dan sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital. Abstract Reflective thinking ability is one of the skills that need to be developed in mathematics learning in the 21st century. One approach that is considered capable of encouraging the development of this ability is Realistic Mathematics Education (RME). This approach emphasizes the relationship between mathematical concepts and the context of students' daily activities, this allows students to not only grasp the material conceptually, but also evaluate their own thinking process. This study aims to develop a realistic mathematics learning module assisted by the Learning Management System (LMS) to improve students' reflective thinking skills and determine the feasibility of the teaching module. The method used in this study is Research and Development (R&D) with a development model adapted from Borg and Gall. The development procedure consists of several stages, namely: initial data collection, planning stage, initial prototype creation, limited trials, revisions based on the results of the first trial, large-scale trials, further revisions, final operational trials, and product refinement as the final result. This study involved grade XI students at SMA Darussalam Tasikmalaya as subjects. Data collection was carried out using a questionnaire instrument for the feasibility of the teaching module, and reflective thinking ability questions. Data analysis was carried out by assessing the results of the reflective thinking ability test and scoring on the module feasibility questionnaire. The results of the study showed that the developed teaching module received a decent assessment from material experts and media experts. In addition, the use of this teaching module was able to improve students' reflective thinking abilities, as reflected in the increase in students' reflective thinking ability test scores. These findings indicate that the LMS-assisted realistic mathematics teaching module is able to create a contextual, interesting, and effective learning atmosphere in supporting a deeper understanding of mathematics. Thus, this module can be used as a reference by educators in designing meaningful mathematics learning that is in accordance with the demands of education in the digital era.
Transpotition Didactic Design in Mathematics Learning: A Hermeneutic Phenomenology Muzaki, Ahmad; Masjudin, Masjudin; Pujilestari, Pujilestari; Nissa, Ita Chairun; Yuliyanti, Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1951

Abstract

Abstrak Meskipun banyak penelitian telah mengeksplorasi pentingnya pecahan dalam kurikulum sekolah dasar, penelitian mengenai topik ini di tingkat sekolah menengah pertama masih terbatas, terutama dalam mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dan merancang pendekatan alternatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi hermeneutik. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 1 Narmada Lombok Barat yang terdiri dari 29 siswa kelas VIII. Peneliti berperan sebagai instrumen utama yang didukung dengan beberapa alat seperti tes operasi pecahan, pedoman wawancara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa rendahnya kemampuan siswa dalam mengoperasikan bilangan bulat, khususnya perkalian dan pembagian, merupakan faktor utama kesulitan belajar. Rancangan didaktis terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama meliputi beberapa kegiatan yaitu Ayo Tebak dan Ayo Baca. Tahap kedua meliputi kegiatan-kegiatan seperti Mari Mencari, Mari Berdiskusi, dan Mari Menyimpulkan. Tahap ketiga terdiri dari kegiatan Ayo Latihan dan Refleksi Diri. Tahapan ini dikembangkan untuk memperkuat pemahaman terhadap prasyarat tersebut melalui kegiatan yang melibatkan penentuan kelipatan persekutuan terkecil dan faktor persekutuan terbesar. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan agar guru matematika mengadopsi berbagai situasi didaktik berbasis masalah dalam pembelajaran pecahan. Abstract Although numerous studies have explored the role of fractions in the elementary school curriculum, research at the junior high school level remains limited, especially in identifying factors contributing to students' learning difficulties and developing alternative instructional approaches to address these challenges. This study aimed to examine both aspects. A hermeneutic phenomenology method was employed, with participants consisting of 29 eighth-grade students from SMPN 1 Narmada in West Lombok. The researcher acted as the primary instrument, supported by tools such as fraction operation tests and in-depth interview guidelines. The findings indicated that students’ difficulties stemmed primarily from their weak understanding of integer operations, particularly multiplication and division. To address this, a three-stage didactic design was implemented. The first stage included activities like "Let’s Guess" and "Let’s Read." The second stage incorporated "Let’s Search," "Let’s Discuss," and "Let’s Conclude." The final stage consisted of "Let’s Practice" and "Self-Reflection." These stages were designed to strengthen prerequisite knowledge through exercises on determining the least common multiple and greatest common factor. The study recommends that mathematics teachers integrate problem-based didactic strategies into fraction instruction.
Student Profile of Mathematical Communication Process of Prospective Mathematics Teachers Reviewed from Self-Confidence Gunawan, Gunawan; Ferdianto, Ferry; Untarti, Reni; Akhsani, Lukmanul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1958

Abstract

Abstrak Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek afektif yang penting dalam meningkatkan komunikasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi matematis calon guru matematika dalam memecahkan masalah berdasarkan kepercayaan diri. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Instrumen penelitian terdiri dari angket, tes, dan wawancara. Hasil angket kepercayaan diri dikategorikan dalam tinggi, sedang, dan rendah. Setiap kategori mengambil satu orang sebagai responden. Analisis data menggunakan tahap reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan siswa kategori kepercayaan diri tinggi dan sedang memiliki karakteristik proses komunikasi yang baik. Siswa menggunakan simbol dengan tepat untuk menjelaskan informasi dan masalah yang diketahui serta menuliskan jawaban secara terperinci. Siswa kategori kepercayaan diri rendah membutuhkan bantuan untuk menerjemahkan informasi dan simbol matematika. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam menyelesaiakan masalah dengan tepat. Kondisi ini menunjukkan bahwa tahap identifikasi informasi dan representasi masalah sebagai kunci awal proses komunikasi matematika. Abstract Self-confidence is one of the important affective aspects in improving mathematical communication. This study aims to analyze the mathematical communication process of prospective mathematics teachers in solving problems based on confidence. The method used is qualitative. The subject of the study is a student of Mathematics Education, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. The research instrument consisted of questionnaires, tests, and interviews. The results of the confidence questionnaire are categorized into high, medium, and low. Each category takes one person as a respondent. Data analysis uses reduction, presentation, and conclusion stages. The results showed that students in the high and medium confidence categories had the characteristics of a good communication process. Students use symbols appropriately to explain known information and problems and write down answers in detail. Students in the low confidence category need help translating mathematical information and symbols. This results in difficulties in solving problems appropriately. This condition shows that the stage of information identification and problem representation is the initial key to the mathematical communication process.
Exploring Students' Visualization Skills concerning Learning Styles Konstansia Hermiati; Tupulu, Nasri; Suprihatiningsih, Siti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.1970

Abstract

Abstrak Kemampuan visualisasi merupakan aspek krusial dalam memahami materi dimensi tiga. Tujuan penelitian ini yaitu menggambarkan kemampuan visualisasi siswa sekolah menengah atas dalam pembelajaran materi dimensi tiga berdasarkan gaya belajar. Subjek penelitian kualitatif ini dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay berdasarkan indikator ketrampilan visualisasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, kategorisasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan visualisasi siswa berbeda berdasarkan gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar visual menunjukkan kemampuan visualisasi yang sangat baik yaitu menyelesaian masalah, pencarian pola, pengonsepan, pengimajinasian, dan memvisualkan. Siswa dengan gaya belajar auditori menyelesaikan masalah, pencarian pola, dan memvisualkan, namun belum optimal dalam pengimajinasian dan pengonsepan. Siswa dengan gaya belajar kinestetik menyelesaian masalah dan pencarian pola, sedangkan mengimajinasikan hanya tercapai sebagian, dan pengonsepan serta memvisualkan belum terpenuhi secara memadai. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan erat antara gaya belajar dan pencapaian kemampuan visualisasi dalam memahami materi dimensi tiga. Abstract Visualization ability is a crucial aspect in understanding three-dimensional material. The purpose of this study is to describe the visualization ability of high school students in learning three-dimensional material based on learning styles. The subjects of this qualitative study were selected using the purposive sampling method. The data collection technique used an essay test based on visualization skill indicators. Data analysis techniques include data collection, data categorization, data presentation and drawing conclusions. The results of the study showed that students' visualization abilities differed based on learning styles. Students with a visual learning style showed very good visualization abilities, namely solving problems, finding patterns, conceptualizing, imagining, and visualizing. Students with an auditory learning style solved problems, finding patterns, and visualizing, but were not optimal in imagining and conceptualizing. Students with a kinesthetic learning style solved problems and searching for patterns, while imagining was only partially achieved, and conceptualizing and visualizing had not been adequately fulfilled. These findings indicate a close relationship between learning styles and the achievement of visualization abilities in understanding three-dimensional material.
Learning Trajectories of Different Denominator Fractions with Ote-ote Ainin, Niva Al Kuril; Amir, Mohammad Faizal; Wulandari, Fitria
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 4 (2024): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i4.2506

Abstract

Abstrak Pecahan berpenyebut berbeda adalah subtopik pecahan yang sangat berkontribusi dalam menjelaskan konsep dasar pecahan. Namun, bagi siswa sekolah dasar menantang karena didasarkan dari konsep yang membutuhkan representasi beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan learning trajectories (LT) pada pecahan berpenyebut berbeda dengan konteks Ote-ote.  Ote-ote merupakan makanan khas Jawa Timur yang berbentuk mirip dengan lingkaran. Partisipan penelitian ini adalah 26 siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Jimbaran Wetan, Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah desain research dengan tahapan: preparation, implementation, dan retropective analysis. Data dikumpulkan melalui lembar kerja siswa, observasi, dan tes. Teknis analisis data menggunakan triangulasi sumber. LT yang dikembangkan terdiri dari empat aktivitas, yaitu: (1) pengenalan pecahan, (2) penjumlahan pecahan berpenyebut sama (3) pecahan senilai, dan (4) penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda. Aktivitas LT membangun pemahaman siswa mengenai pecahan berpenyebut berbeda, umumnya dalam kategori memuaskan. Abstract Different denominator fractions is a subtopic of fractions that greatly contributes to explaining the basic concept of fractions. However, it is challenging for primary students because it is based on a concept that requires multiple representations. This study aims to develop learning trajectories (LT) on different denominator fractions in the context of Ote-ote. Ote-ote is a typical East Java food shaped similarly to a circle. The participants of this study were 26 grade 5 students from Sekolah Dasar Negeri Jimbaran Wetan, Sidoarjo. The study design used was research design with stages: preparation, implementation, and retrospective analysis. Data were collected through student worksheets, observation, and tests—technical data analysis using source triangulation. The developed LT consists of four activities, namely: (1) introduction of fractions, (2) addition of common denominator fractions, (3) equivalent fractions, and (4) addition of different denominator fractions. The LT activities construct students' understanding of different denominator fractions, generally in the satisfactory category.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue