cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 966 Documents
Correlation Of Differentiated Learning Management to Students' Numeracy Literacy Ability in Realistic Mathematics Nuraida, Ida; Solihah, Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2493

Abstract

Penelitian korelasional ini bertujuan menyelidiki hubungan antara manajemen pembelajaran diferensiasi dan kemampuan literasi numerasi siswa dalam konteks pembelajaran matematika realistik di SMP Negeri 4 Ciamis. Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel siswa kelas VII, penelitian mengungkap hubungan signifikan yang sangat kuat antara kedua variabel tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran diferensiasi memberikan kontribusi sebesar 66% terhadap peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa. Hasil analisis statistik memperlihatkan korelasi yang positif dan signifikan, mengindikasikan bahwa implementasi pembelajaran diferensiasi yang efektif berperan penting dalam pengembangan literasi numerasi. Selain itu, penelitian mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi sebesar 34% terhadap variasi kemampuan literasi numerasi. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan manajemen pembelajaran diferensiasi yang terstruktur sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan literasi numerasi siswa dalam pembelajaran matematika realistik. This correlational study aims to investigate the relationship between differentiated learning management and students' numeracy literacy skills in the context of realistic mathematics learning at SMP Negeri 4 Ciamis. Through a quantitative descriptive approach with a sample of seventh-grade students, the study revealed a powerful and significant relationship between the two variables. The main finding shows that differentiated learning management contributes 66% to the improvement of students' numeracy literacy skills. Statistical analysis results show a positive and significant correlation, indicating that the implementation of effective differentiated learning plays an important role in the development of numeracy literacy. In addition, the study identified other factors that contribute 34% to the variation in numeracy literacy skills. In conclusion, this study emphasises the importance of implementing structured differentiated learning management as part of a strategy to improve students' numeracy literacy in realistic mathematics learning.
Ethnomathematics: An Exploration of Traditional Musical Instruments and Sundanese Batik Culture in Garut Regency Rahman, Sidiq Aulia; Kosasih, Usep; Auliya, Selma; Nurhayani, Sindi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2499

Abstract

Artikel ini membahas konsep etnomatematika melalui alat musik tradisional Celentung dan batik bermotif cupat manggu sebagai bagian dari budaya Sunda di Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika dengan mengidentifikasi unsur-unsur matematika yang terdapat dalam alat musik tradisional, serta pola geometris dan simetri dalam motif batik Garut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk memberikan penjelasan mendalam dan komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Selain itu, pendekatan etnografi diterapkan untuk memandu metodologi penelitian. Sumber data berasal dari tokoh masyarakat di Leles, Kabupaten Garut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa budaya Sunda kaya akan konsep matematika, seperti pola, pengukuran, dan proporsi, yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual dan menarik. This article explores the concept of ethnomathematics through the traditional Celentung musical instrument and the Cupat Manggu batik motif, both of which are part of Sundanese culture in Garut Regency. This study aims to describe the results of ethnomathematics exploration by identifying mathematical elements found in traditional musical instruments, as well as geometric patterns and symmetry in Garut batik motifs. This study employs a qualitative descriptive research design to provide an in-depth and comprehensive understanding of the phenomena under investigation. Furthermore, an ethnographic approach was applied to guide the research methodology. Data sources came from community leaders in Leles, Garut Regency. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, with the researcher herself as the primary research instrument. The data analysis method used refers to the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results reveal that Sundanese culture is rich in mathematical concepts, such as patterns, measurement, and proportion, which can be utilized as contextual and engaging mathematics learning media.
Development of Local Instruction Theory Teaching Materials to Improve Mathematical Problem-Solving Ability Wijayanti, Dwi Antari; Hajizah, Mimi Nur; Sampoerno, Pinta Deniyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2510

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi kurangnya bahan ajar kontekstual yang dapat mendukung kemampuan pemecahan masalah siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berbasis Local Instruction Theory (LIT) yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2024 di SMP Negeri 216 Jakarta. Subjek penelitian adalah 66 siswa kelas VIII yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi angket validasi ahli, angket respon siswa, dan tes pemecahan masalah matematis. Data dianalisis secara kuantitatif melalui skala Likert, uji normalitas dan homogenitas, serta uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi (87,72%), kepraktisan tinggi (88,9%), dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, ditunjukkan dengan perbedaan skor posttest yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahan ajar berbasis LIT mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran matematika secara lebih luas. This research was conducted to address the lack of contextual teaching materials that can support students' problem-solving abilities through meaningful learning experiences. The purpose of this research is to develop teaching materials based on Local Instruction Theory (LIT) that are valid, practical, and effective in improving mathematical problem-solving abilities. This research used a research and development (R&D) method with the ADDIE model, and was conducted from March to June 2024 at SMP Negeri 216 Jakarta. The research subjects were 66 eighth-grade students who were divided into experimental and control groups. Data collection techniques included expert validation questionnaires, student response questionnaires, and mathematical problem-solving tests. Data were analyzed quantitatively using a Likert scale, normality and homogeneity tests, and independent sample t-tests. The results showed that the developed teaching materials had a very high level of validity (87.72%), high practicality (88.9%), and were effective in improving problem-solving skills, as indicated by a significant difference in posttest scores between the experimental and control groups. This study concluded that LIT-based teaching materials were able to improve students' mathematical problem-solving skills and were recommended for broader implementation in mathematics learning.
Integrating Differentiated Learning Based on RME to Enhance Critical Thinking Among Elementary Learners Alim, Jesi Alexander; Hermita, Neni; Putra, Zetra Hainul; Sulastio, Agus; Oktaviani, Cici
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2591

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pembelajaran berdiferensiasi berbasis RME pada kemampuan berpikir kritis siswa kelas V sekolah dasar. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen. Penelitian dilaksanakan di kelas V dengan melibatkan 21 siswa dalam kelompok eksperimen dan 21 siswa dalam kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan kuesioner. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan dari penerapan RME terdiferensiasi terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, dilakukan analisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan nilai N-gain sebesar 61,08 untuk efektivitas penerapan pembelajaran terdiferensiasi, yang termasuk dalam kategori “cukup efektif”. Selain itu, nilai signifikansi yang diperoleh (sig = 0,00) menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis RME yang terdiferensiasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis RME yang terdiferensiasi cukup efektif dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini karena dalam pembelajaran terdiferensiasi, guru mengidentifikasi tingkat penguasaan masing-masing siswa dan menyajikan materi dengan tingkat kesulitan yang sesuai. The purpose of this study was to examine the effect of differentiated learning based on RME on the critical thinking skills of fifth-grade elementary school students. This study used quantitative methods with a quasi-experimental design. The study was conducted with fifth-grade students, involving 21 students in the experimental group and 21 students in the control group. Data were collected through tests, observations, and questionnaires. To determine whether the implementation of differentiated RME had a significant effect on improving students' critical thinking skills, a t-test was used. The results showed an N-gain value of 61.08 for the effectiveness of implementing differentiated learning, which falls into the "quite effective" category. Furthermore, the significance value obtained (sig = 0.00) indicates that the implementation of differentiated RME-based learning has a significant effect on students' critical thinking skills. Thus, it can be concluded that differentiated RME-based learning is quite effective and can improve students' critical thinking skills. This is because in differentiated learning, teachers identify each student's level of mastery and present material with an appropriate level of difficulty.
Learning Translation Using Gobak Sodor Game Nizar, Harisman; Zulkardi, Zulkardi; Putri, Ratu Ilma Indra; Mulyono, Budi; Susanti, Ely
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2607

Abstract

Translasi merupakan salah satu konsep dasar dalam transformasi geometri yang mengajarkan tentang pergerakan benda tanpa mengubah bentuk, ukuran, atau arah benda tersebut. Pemahaman yang baik tentang translasi dapat mengembangkan keterampilan visualisasi dan spasial siswa, yang relevan dengan berbagai disiplin ilmu seperti teknik, fisika, dan arsitektur. Penelitian ini mengintegrasikan pembelajaran translasi dengan konteks permainan gobak sodor. Penelitian ini menghasilkan lintasan pembelajaran yang berkontribusi bagi siswa untuk memahami konsep translasi. Metode design research yang digunakan, yang terdiri dari tahapan-tahapan, yaitu persiapan eksperimen, pelaksanaan eksperimen, dan analisis retrospektif. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yaitu secara kualitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas IX, pada tahap pilot experiment dengan 8 siswa dan pada tahapan teaching experiment terdiri dari 14 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian aktivitas berkontribusi untuk siswa memahami konsep translasi. Translation is a fundamental concept in geometric transformation, teaching the movement of objects without changing their shape, size, or direction. A good understanding of translation can develop students' visualization and spatial skills, which are relevant to various disciplines such as engineering, physics, and architecture. This study integrates translation learning with the context of the game of gobak sodor. This research produces a learning trajectory that contributes to students' understanding of the concept of translation. The design research method used consisted of the following stages: experimental preparation, experimental implementation, and retrospective analysis. Data collection techniques included documentation, observation, and interviews. Data analysis techniques used were qualitative. The study was conducted in grade IX, with eight students participating in the pilot experiment and 14 students participating in the teaching experiment. The results showed that the series of activities contributed to students' understanding of the concept of translation.
Learning Trajectory of Percentage Profit and Loss using Selling New Math Pempek Context E.I, E.I. Pusta Siligar; Putri, Ratu Ilma Indra; Zulkardi, Zulkardi; Hapizah, Hapizah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2618

Abstract

Berawal dari ketidakpahaman peserta didik tentang menentukan persentase untung atau rugi. Peserta didik mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep persentase dengan situasi nyata, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lintasan belajar menggunakan pendekatan PMRI dengan konteks menjual new math pempek untuk membantu peserta didik memahami konsep persentase untung dan rugi secara lebih mendalam. Penelitian ini melibatkan 25 siswa di MTs Darul Ulum dan menggunakan metode penelitian desain: preliminary design, experimental design, dan retrospective analysis. Data dianalisis secara retrospektif melalui jawaban lembar kerja siswa, video, dokumentasi berupa foto, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah lintasan belajar yang terdiri dari tiga kegiatan: (1) memperkirakan dan menghitung persentase keuntungan, (2) memperkirakan dan menghitung persentase kerugian, dan (3) menyelesaikan masalah persentase keuntungan dan kerugian yang lebih rumit. Dengan menggunakan pendekatan kontekstual, siswa lebih tertarik dan percaya diri dalam memahami materi, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. It all started with students' lack of understanding of determining profit or loss percentages. Students had difficulty connecting the concept of percentages to real-life situations, making learning less meaningful. This study aimed to create a learning trajectory using the PMRI approach in the context of selling New Math Pempek to help students understand the concept of profit and loss percentages more deeply. This study involved 25 students at MTs Darul Ulum and employed design research methods, including preliminary design, experimental design, and retrospective analysis. Data were analyzed retrospectively through student worksheet answers, videos, photo documentation, and interviews. The results of this study were a learning trajectory consisting of three activities: (1) estimating and calculating profit percentages, (2) estimating and calculating loss percentages, and (3) solving more complex profit and loss percentage problems. By adopting a contextual approach, students became more engaged and confident in understanding the material, thereby making learning more meaningful.
Analysis of Students’ Mathematical Problem-Solving Ability on Fraction Material Izzati, Nurma; Minhatul Maula
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2681

Abstract

Kemampuan dalam memecahkan masalah matematika merupakan aspek krusial yang perlu dikembangkan oleh siswa agar mampu mengaplikasikan konsep-konsep matematika dalam situasi kehidupan nyata, bukan hanya sebatas memahami teori. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan siswa kelas V di SDN 1 Dawuan, Kabupaten Cirebon, dalam memecahkan permasalahan matematika pada topik pecahan, dengan fokus pada aspek pemahaman masalah, perencanaan solusi, dan evaluasi hasil penyelesaian. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan enam siswa yang dikategorikan ke dalam tiga level kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan yaitu tes uraian berjumlah sembilan soal terkait pemecahan masalah dalam materi pecahan. Analisis data dalam penelitian ini mencakup tahapan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari enam peserta didik, sebanyak dua siswa (33%) tergolong dalam kategori kemampuan pemecahan masalah tinggi, empat siswa (67%) berada pada kategori sedang, dan tidak satu pun siswa yang termasuk dalam kategori rendah (0%). Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan yang baik, banyak yang masih mendominasi kategori sedang. Beberapa siswa tidak menuliskan informasi dan pertanyaan secara lengkap serta kesulitan dalam memilih operasi yang tepat. Selain itu, baik siswa kategori tinggi maupun sedang sering tidak memeriksa kembali jawaban mereka. Temuan ini menekankan pentingnya melatih siswa untuk menyelesaikan masalah dengan teliti dan memeriksa penyelesaian akhir. The ability to solve mathematical problems is a crucial aspect that students need to develop so they can apply mathematical concepts in real-life situations, not just understand the theory. This study aims to assess the ability of fifth-grade students at SDN 1 Dawuan, Cirebon Regency, in solving mathematical problems on the topic of fractions, with a focus on the aspects of problem understanding, solution planning, and evaluation of the results of the solution. A qualitative descriptive approach was used in this study, with six students categorized into three levels of high, medium, and low ability. The instrument used was a descriptive test consisting of nine questions related to problem solving in the material of fractions. Data analysis in this study included the stages of data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The research findings showed that of the six students, as many as two students (33%) were classified as having high problem-solving ability, four students (67%) were in the medium category, and none of the students were included in the low category (0%). Although most students showed good abilities, many still dominated the medium category. Some students did not write complete information and questions, and had difficulty choosing the correct operation. In addition, both high and medium category students often did not recheck their answers. These findings emphasize the importance of training students to solve problems carefully and check their final solutions.
Problem-Based Learning and Social Emotional Analysis of Students' Written Math Communication Nasuwa Mufidah, Evita; Cholily, Yus Mochamad; Athma Putri Rosyadi, Alfiani; In'am, Akhasul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi matematika tertulis siswa kelas VIII SMP terhadap materi kongruensi konstruksi segitiga. Pengumpulan data dilakukan melalui dua metode, yaitu tes tertulis untuk mengukur komunikasi matematis dan observasi untuk menilai aspek sosial-emosional siswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan klasifikasi berdasarkan kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam indikator komunikasi matematis. Berdasarkan hasil analisis, siswa dengan tingkat sosial-emosional yang tinggi menunjukkan komunikasi matematis yang tinggi, memungkinkan mereka untuk mengekspresikan dan menafsirkan ide matematika secara tertulis serta menggunakan simbol matematika dalam pemecahan masalah. Sebaliknya, siswa dengan tingkat sosial-emosional rendah menunjukkan kesulitan dalam mengekspresikan ide-ide matematika secara tertulis. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat sosial-emosional dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Implikasinya, guru perlu mempertimbangkan integrasi pendekatan sosial-emosional dalam pembelajaran untuk meningkatkan komunikasi matematis siswa secara optimal dan merata. This study aims to analyze the written mathematical communication of eighth-grade junior high school students regarding the topic of triangle construction congruence. Data collection was conducted through two methods: a written test to measure mathematical communication and observation to assess students' socio-emotional aspects using a problem-based learning model. This study employed a descriptive method with a qualitative approach. Data analysis techniques were carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with classification based on high, medium, and low categories in mathematical communication indicators. Based on the analysis results, students with high socio-emotional levels demonstrated strong mathematical communication, enabling them to express and interpret mathematical ideas in writing and use mathematical symbols in problem-solving. Conversely, students with low socio-emotional levels showed difficulty in expressing mathematical ideas in writing. The conclusions of this study indicate a relationship between socio-emotional levels and students' mathematical communication abilities. Consequently, teachers need to consider integrating socio-emotional approaches into learning to optimally and equitably improve students' mathematical communication.
Development of Moodle-Based E-Learning to Improve Students’ Mathematical Ability Rahadian, Dian; Sadikin, Nugraha Hasan; Nasrulloh, Iman; Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2708

Abstract

Pengembangan pembelajaran elektronik yang merata merupakan isu pendidikan yang krusial dalam menjawab tantangan digitalisasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem e-learning berbasis Moodle di SMK Bina Karya Mandiri untuk meningkatkan kemampuan matematis peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 35 peserta didik kelas X-Multimedia sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, angket, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi komprehensif mengenai kemampuan matematis dan pengalaman belajar peserta didik. Analisis data dilakukan dengan uji t satu pihak (one-tailed t-test) untuk mengukur peningkatan kemampuan matematis peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-learning berbasis Moodle efektif untuk meningkatkan kemampuan matematis peserta didik. Sistem e-learning ini berfungsi sebagai pelengkap dalam kegiatan belajar mengajar, terutama ketika pembelajaran tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan di sekolah. Namun demikian, pembelajaran yang ideal tetap memerlukan peran aktif guru secara langsung guna mencapai hasil belajar yang optimal. The development of equitable e-learning is a crucial educational issue in responding to the challenges of digitalization. This study aims to develop a Moodle-based e-learning system at SMK Bina Karya Mandiri to improve students’ mathematical abilities. The research method used was Research and Development (R&D) with a purposive sampling approach, involving 35 tenth-grade Multimedia students as the sample. Data were collected through tests, questionnaires, and documentation to obtain comprehensive information on students’ mathematical abilities and learning experiences. Data analysis was carried out using a one-tailed t-test to measure the improvement in students’ mathematical abilities. The results showed that the development of Moodle-based e-learning was effective in enhancing students’ mathematical abilities. This e-learning system serves as a complement to teaching and learning activities, especially when learning cannot be conducted according to the predetermined school schedule. Nevertheless, ideal learning still requires the active role of teachers in person to achieve optimal learning outcomes.
Effectiveness of Realistic Mathematics Education Assisted by Interactive Videos on Students’ Learning Outcomes and Motivation Asyari, Lutfi; Anugrah, Yova; Kusumaryono, Suyato; Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 1 (2025): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i1.2709

Abstract

Salah satu pendekatan efektif untuk menjembatani konsep matematika abstrak dengan situasi kehidupan nyata adalah Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas model pembelajaran RME berbantuan video interaktif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas V salah satu SDN di Garut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Quasi Experimental dan Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian meliputi 60 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes tulis. Analisis data dilakukan dengan statistika deskriptif dan uji t. Sebelum penerapan, motivasi belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 54,9%, meningkat menjadi 81,1% setelah perlakuan. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 69,73 menjadi 87,00 pada kelas eksperimen, sedangkan pada kelas kontrol hanya naik dari 69,67 menjadi 74,60. Hasil ini menunjukkan penerapan RME berbantuan video interaktif berpengaruh terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian merekomendasikan pemanfaatan teknologi pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif. One effective approach to bridge abstract mathematical concepts with real-life situations is Realistic Mathematics Education (RME). This study aims to examine the effectiveness of the RME model assisted by interactive videos in improving the motivation and mathematics learning outcomes of fifth-grade students at one of SDN in Garut. The research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental design and a Non-Equivalent Control Group Design. The subjects consisted of 60 students, divided into an experimental class and a control class. Data were collected through written tests and analyzed statistically using descriptive statistics and Independent Sample T-Test. Prior to implementation, students’ learning motivation in the experimental class was 54.9%, which increased to 81.1% after the treatment. The average learning outcomes improved from 69.73 to 87.00 in the experimental class, while the control class increased only from 69.67 to 74.60. These results indicate that the implementation of RME assisted by interactive videos has a significant effect on enhancing students’ motivation and learning outcomes. The study recommends utilizing educational technology to create more engaging, interactive, and effective learning experiences.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 2 (2012) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue