cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 22 Documents clear
IMPLEMENTASI LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI PERILAKU NEGATIF PADA SISWA KELAS XII DI MADRASAH ALIYAH 3 PIDIE Akmili, Urfia; Jarnawi, Jarnawi; Azhari, Azhari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.6769

Abstract

ABSTRACT Negative student behaviors, such as tardiness, truancy,classroom disruptions, use of harsh language, and low learning motivation, remain a challenge at Madrasah Aliyah 3 Pidie and require systematic handling through individual counseling services. This study aims to describe the implementation of individual counseling services in addressing the negative behavior of class XII students and evaluate its effectiveness in changing student behavior. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews with the principal, Guidance and Counseling (BK) teachers, and students, supported by documentation studies. The individual counseling process is carried out through stages of problem identification, exploration, intervention, follow-up planning, evaluation, and monitoring of progress. The results showed that individual counseling services are effective in reducing students' negative behavior. This is indicated by an increase in student discipline from 40% to 75% and a decrease in undisciplined behavior from 60% to 25%. These findings are in line with the client-centered counseling approach which emphasizes empathy, unconditional acceptance, and the counselor's authenticity in helping students understand and manage their behavior. This research confirms that individual counseling services not only function curatively, but also have a preventive and developmental role in shaping student character. ABSTRAK Perilaku negatif siswa, seperti keterlambatan, membolos, keributan di kelas, penggunaan bahasa kasar, serta rendahnya motivasi belajar, masih menjadi tantangan di Madrasah Aliyah 3 Pidie (MAN 3 Pidie) dan memerlukan penanganan yang sistematis melalui layanan konseling individu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan konseling individu dalam menangani perilaku negatif pada siswa kelas XII, serta mengevaluasi efektifitasnya terhadap perubahan perilaku siswa. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling (BK), dan siswa kelas XII yang telah mengikuti layanan konseling individu, serta di dukung oleh studi dokumentasi. Proses layanan konseling individu di laksanakan meluli tahapan identifikasi masalah, eksplorasi, interfensi, perencanaan tindak lanjut, evaluasi, dan pemantauan perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu efektif dalam mengurangi perilaku negatif siswa. Hal ini di tunjukkan oleh peningkatan kedisiplinan siswa dari 40% menjadi 75% serta perubahan perilaku tidak disiplin dari 60% menjadi 25%. Temuan ini sejalan dengan pendekatan client-centered counsiling yang menekankan empati, penerimaan tanpa syarat, dan keaslian konselor dalam membantu siswa memahami dan mengelola perilakunya. Penelitian ini menegaskan bahwa layanan konseling individu tidak hanya berfokus secara kuratif, tetapi juga memiliki peran preventif dan developmental dalam membentuk karakter siswa.
STUDI LITERATUR: TANTANGAN DAN SOLUSI PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA (2020–2025) Kosim, Ahmad; Ermawati, Eny; Sarwiyanti, Sarwiyanti; Wicaksono, Dirgantara
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8363

Abstract

This study aims to comprehensively examine the dynamics of challenges and solutions in the implementation of Distance Learning (DL) at the primary and secondary education levels in Indonesia during the period of 2020–2025. A narrative literature review approach was employed by analyzing 30 credible sources, including reputable national and international journal articles as well as official reports from relevant institutions. The synthesis of the literature reveals that the challenges of distance learning are multidimensional, encompassing limited technological access and infrastructure, insufficient digital pedagogical readiness among educators, declining student motivation and engagement, and disparities in family support, particularly in rural and disadvantaged (3T) areas. The findings also indicate significant learning loss resulting from the low quality of interaction in online learning environments. In response to these challenges, several solutions and best practices were identified, such as strengthening teachers’ digital literacy, implementing microlearning and project-based learning approaches, utilizing low-cost interactive media, and enhancing collaboration between schools and families. The study concludes that the effectiveness of distance learning is highly dependent on synergy among policy frameworks, teacher readiness, infrastructure support, and students’ learning environments. These findings are expected to serve as a foundation for the development of more inclusive, adaptive, and equitable digital education policies in the future. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dinamika tantangan dan solusi dalam implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia selama periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur naratif dengan menganalisis 30 sumber kredibel yang terdiri atas artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi serta laporan resmi lembaga terkait. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tantangan PJJ bersifat multidimensional, mencakup keterbatasan akses dan infrastruktur teknologi, ketidaksiapan pedagogis digital pendidik, penurunan motivasi dan keterlibatan siswa, serta ketimpangan dukungan keluarga, khususnya pada wilayah pedesaan dan daerah 3T. Temuan juga mengungkap adanya indikasi learning loss yang signifikan akibat rendahnya kualitas interaksi pembelajaran daring. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, berbagai solusi dan praktik baik diidentifikasi, antara lain penguatan literasi digital guru, penerapan microlearning dan pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan media interaktif berbiaya rendah, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas PJJ sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan, kesiapan pendidik, dukungan infrastruktur, dan lingkungan belajar siswa. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan digital yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan di masa depan.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SPLTV Julianingsih, Denok; Cholifah, Nur; Hariyani, Indaria Tri; Isnaini, Indri Dwi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8604

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ critical thinking skills is partly influenced by the selection of inappropriate learning models in the instructional process. This study aims to develop a mathematics learning module based on Problem-Based Learning (PBL) that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness for the topic of Systems of Linear Equations in Three Variables (SLETV) for Grade X students. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were 20 Grade X students of SMK Wijaya Putra Surabaya. The research instruments included validity sheets, practicality sheets, and effectiveness sheets. Based on the results of the mathematics learning module trial, the module was declared (1) valid based on expert validation with a percentage score of 95.5%, categorized as very valid; (2) practical based on teacher and student response questionnaires with a percentage of 83.75%, categorized as very good; and (3) effective, as evidenced by a limited trial involving 20 students at SMK Wijaya Putra, which showed an increase in test scores from 50.6 to 77.1. These results indicate that the developed learning module meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness and can be used in teaching the topic of SLETV. ABSTRAK Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik salah satunya dipengaruhi oleh pemilihan model pembelajaran yang kurang sesuai dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul pembelajaran matematika berbasis Problem-Based Learning (PBL) yang memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifan pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) untuk siswa kelas X. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahap, yaitu analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Subjek penelitian ini yaitu 20 siswa kelas X SMK Wijaya Putra Surabaya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kevalidan, lembar kepraktisan, dan lembar keefektifan. Berdasarkan hasil uji coba modul pembelajaran matematika, modul dinyatakan (1) valid berdasarkan penilaian validator dengan hasil persentase sebesar 95,5% yang berkategori sangat valid; (2) praktis berdasarkan angket respon guru dan siswa  sebesar 83,75%  yang berkategori sangat baik dan (3) efektif sebagaimana dibuktikan oleh uji coba terbatas pada 20 siswa di SMK Wijaya Putra, yang menunjukkan peningkatan skor tes dari 50,6 menjadi 77,1. Hasil ini menunjukkan bahwa modul pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif yang dapat digunakan dalam pembelajaran pada materi SPLTV.
KARAKTERISTIK KAIDAH KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR DALAM APLIKASI COOKPAD: RESEP MASAKAN HARIAN Arifah, Siti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8759

Abstract

ABSTRACT The linguistic features of procedural texts, particularly in the context of daily cooking recipes, have a highly specific communicative function, namely providing step-by-step guidance to readers so that an activity can be carried out with the expected results. The main objective of this study is to describe and analyze the characteristics of the linguistic features of procedural texts found in daily cooking recipes on the Cookpad application. Specifically, this study aims to identify and describe the use of procedural text linguistic features in selected Cookpad recipe samples. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design to analyze the characteristics of procedural text linguistic features in the Cookpad application: Daily Cooking Recipes. The qualitative approach was chosen because the study seeks to describe and analyze linguistic phenomena in depth in order to obtain accurate data. The research stages involved collecting procedural text data from cooking recipes on the Cookpad application, followed by qualitative data analysis through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the linguistic features of procedural texts include the use of numbering as indicators of stages or sequence, imperative verbs or command forms, temporal conjunctions, technical terms, and persuasive statements. The study concludes that the linguistic features of procedural texts in daily cooking recipes on the Cookpad application are simple and straightforward, making them easy for readers to understand and follow. These findings contribute to the field of education by serving as a reference for teachers and students in learning procedural texts in Indonesian language instruction at the secondary and upper-secondary education levels. ABSTRAK Kaidah kebahasaan teks prosedur Teks prosedur dalam konteks resep masakan terutama masakan harian memiliki fungsi komunikatif yang sangat khusus atau khas, yaitu memberikan panduan langkah demi langkah kepada pembaca agar dapat melakukan suatu kegiatan dengan hasil yang diharapkan. Tujuan utama penelitian ini untuk mendeskripsikan serta menganalisis karakteristik kaidah kebahasaan teks prosedur dalam aplikasi cookpad: resep masakan harian. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan penggunaan kaidah kebahasaan teks prosedur dalam sampel resep cookpad. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menganalisis karakteristik kaidah kebahasaan teks prosedur dalam aplikasi Cookpad: Resep Masakan Harian. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena kebahasaan secara mendalam sehingga menghasilkan data yang akurat. Tahapan penelitian dilakukan melalui pengumpulan data teks prosedur resep masakan dari aplikasi Cookpad, dilanjutkan dengan analisis data secara kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini berkaitan dengan penggunaan kaidah kebahasaan teks prosedur yang meliputi penggunaan penomoran sebagai petunjuk tahapan atau urutan, penggunaan kata perintah atau kata kerja imperatif, konjungsi temporal, kata-kata teknis, serta pernyataan persuasif. Penelitian menunjukkan bahwa kaidah kebahasaan teks prosedur dalam resep masakan harian pada aplikasi Cookpad bersifat sederhana dan lugas sehingga mudah dipahami serta diikuti oleh pembaca, dan temuan ini memberikan kontribusi bagi guru dan pelajar sebagai referensi pembelajaran teks prosedur dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang pendidikan menengah dan atas.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI POLYNOMIAL Rizal, Rizal; Ode Nining Setiyawan, Wa; Sahija, La
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8849

Abstract

ABSTRAK Pendidikan matematika memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21, namun pada praktiknya kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal. Matematika, khususnya materi aljabar seperti polinomial, menuntut siswa untuk menganalisis informasi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta menarik kesimpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi polinomial di kelas XI SMA Negeri 6 Baubau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara purposive dari siswa kelas XI pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis berbasis indikator kemampuan berpikir kritis matematis dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 70%, sementara kategori tinggi masih relatif rendah dan kategori rendah masih memerlukan perhatian khusus. Pada indikator interpretasi, siswa menunjukkan capaian yang cukup baik, namun pada indikator analisis, evaluasi, dan inferensi capaian siswa tergolong rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa belum konsisten dalam mengorganisasi informasi, mengevaluasi ketepatan strategi, serta menarik kesimpulan secara logis dalam menyelesaikan masalah polinomial. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa belum optimal, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas pemecahan masalah dan penguatan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran aljabar. ABSTRACT Mathematics education plays a strategic role in developing students’ critical thinking skills as an essential component of 21st-century competencies; however, in practice, these skills have not been optimally developed. Mathematics learning, particularly algebraic topics such as polynomials, requires students to analyze information, evaluate solution strategies, and draw logical conclusions. This study aims to analyze students’ critical thinking skills in mathematical problem solving on polynomial material in Grade XI of SMA Negeri 6 Baubau. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. The research subjects were Grade XI students selected purposively during the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through written tests designed based on indicators of mathematical critical thinking skills and supported by documentation of students’ work. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the majority of students are in the moderate category of critical thinking ability, accounting for 70% of the participants, while the high category remains relatively low and the low category still requires special attention. In terms of indicators, students demonstrated adequate achievement in interpretation; however, low achievement was found in analysis, evaluation, and inference. These findings indicate that students have not been consistent in organizing information, critically evaluating solution strategies, and drawing logical conclusions when solving polynomial problems. It can be concluded that students’ mathematical critical thinking skills are not yet optimal, highlighting the need for learning strategies that emphasize problem-solving activities and the development of higher-order thinking skills in algebra instruction.
DAMPAK FEAR OF MISSING OUT (FOMO) TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 GATAK PROGRAM KHUSUS Fitriyan, Yassir Hafidh; Shobahiya, Mahasri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8957

Abstract

This research explores the impact of Fear of Missing Out (FOMO) on social interactions and academic performance among students at SMP Muhammadiyah 1 Gatak Program Khusus. The rapid growth of social media platforms like Instagram, TikTok, and WhatsApp has led to increased anxiety among students who fear missing out on social trends and activities, which in turn affects their social behavior and academic engagement. This qualitative study, using interviews, classroom observations, and document analysis, reveals that FOMO significantly disrupts face-to-face interactions and decreases focus on academic tasks. However, FOMO also has a positive aspect when students apply it to competitive extracurricular activities. The study emphasizes the need for schools to implement educational programs that promote healthy social media use, improve offline social interactions, and create policies to help students balance online engagement with academic focus. The findings underline the importance of managing FOMO for both social well-being and academic success. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi dampak Fear of Missing Out (FOMO) terhadap interaksi sosial dan prestasi akademik siswa di SMP Muhammadiyah 1 Gatak Program Khusus. Pertumbuhan pesat platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp telah menyebabkan kecemasan di kalangan siswa yang takut ketinggalan tren dan aktivitas sosial, yang pada gilirannya memengaruhi perilaku sosial dan keterlibatan akademik mereka. Penelitian kualitatif ini, yang menggunakan wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumentasi, mengungkapkan bahwa FOMO secara signifikan mengganggu interaksi tatap muka dan mengurangi fokus pada tugas akademik. Namun, FOMO juga memiliki sisi positif ketika siswa mengarahkannya pada kegiatan ekstrakurikuler kompetitif. Penelitian ini menekankan perlunya sekolah untuk mengimplementasikan program pendidikan yang mempromosikan penggunaan media sosial yang sehat, meningkatkan interaksi sosial offline, dan menciptakan kebijakan yang membantu siswa menyeimbangkan keterlibatan online dengan fokus akademik. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya mengelola FOMO untuk kesejahteraan sosial dan kesuksesan akademik.  
PERSEPSI GURU PAI TENTANG TANTANGAN DAN PELUANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MAS PP DARUL MUKHLISIN Wati, Lisna; Harian, Sella; Ramadhani, Sinta; Hasibuan, Siti Wardani; Yuli, Yuli; Rambe, Mirza Syadat
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8958

Abstract

Digital transformation in education demands adaptation of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies, particularly in Islamic boarding schools (pesantren), which must balance technological advancements with character development. This study focuses on describing Islamic Religious Education (PAI) teachers' perceptions regarding the challenges and opportunities of utilizing digital technology as a learning medium at the Darul Mukhlisin Islamic Boarding School (MAS). Through a qualitative approach with descriptive methods, data was collected comprehensively using observation, documentation, and in-depth interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers. The results indicate that teachers generally have positive perceptions and believe technology can increase the effectiveness and appeal of learning through visualization of abstract material, expanded access to learning resources, and efficient evaluation. However, the reality on the ground reveals significant structural barriers, including limited device and network infrastructure, a digital competency gap among teachers, and restrictive Islamic boarding school policies regarding student device use. This study concludes that the integration of technology into Islamic Religious Education (PAI) learning at Islamic boarding schools (pesantren) has not been optimal, and its success depends heavily on the synergy between teacher competency enhancement, adequate facility support, and adaptive institutional regulations to bridge digital innovation with Islamic boarding school values. ABSTRAK Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adaptasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di lingkungan pesantren yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan persepsi guru PAI terkait tantangan dan peluang pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memiliki persepsi positif dan menganggap teknologi mampu meningkatkan efektivitas serta daya tarik pembelajaran melalui visualisasi materi abstrak, perluasan akses sumber belajar, dan efisiensi evaluasi. Kendati demikian, realitas di lapangan memperlihatkan adanya hambatan struktural yang signifikan, meliputi keterbatasan infrastruktur perangkat dan jaringan, kesenjangan kompetensi digital antar guru, serta kebijakan restriktif pesantren terkait penggunaan gawai oleh santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI di madrasah berbasis pesantren belum berjalan optimal dan keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan fasilitas yang memadai, serta regulasi institusional yang adaptif untuk menjembatani inovasi digital dengan nilai-nilai kepesantrenan.  
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN MELALUI MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA SISWA KELAS IX SMP Humaira, Husina; Sujinah, Sujinah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9003

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to address the low level of short story writing skills among ninth-grade students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif, Lhokseumawe, which has been influenced by the limited use of varied instructional media and students’ low motivation to write. The research focuses on strengthening students’ short story writing ability through the use of picture cards as visual learning aids. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages, involving 23 students as research participants. Data were collected through classroom observations and assessments of students’ written work, which were then analyzed using both quantitative and qualitative approaches. The findings indicate that the use of picture cards significantly improved students’ short story writing skills, as reflected in the increase in the average score from 71.22% in Cycle I to 86.65% in Cycle II. In addition to academic improvement, students also demonstrated positive growth in terms of engagement, focus, and enthusiasm during the writing process. These results suggest that picture cards function not only as visual supports but also as effective stimuli that foster students’ creativity and involvement. Therefore, picture cards can be considered an effective alternative instructional strategy for enhancing short story writing skills at the junior secondary school level. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan menulis cerpen siswa kelas IX SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Kota Lhokseumawe yang selama ini dipengaruhi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran yang variatif serta rendahnya motivasi menulis. Penelitian ini memfokuskan upaya pada penguatan keterampilan menulis cerpen melalui pemanfaatan kartu bergambar sebagai sarana visual yang menunjang kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi, serta melibatkan 23 siswa sebagai subjek penelitian. Data penelitian dikumpulkan melalui pengamatan terhadap aktivitas belajar serta evaluasi terhadap tulisan siswa, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan media kartu bergambar secara signifikan meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa, yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari 71,22% pada siklus I menjadi 86,65% pada siklus II. Di samping meningkatnya capaian akademik, siswa juga menunjukkan kemajuan yang positif dalam tingkat keterlibatan, fokus, dan semangat selama proses penulisan berlangsung. Hasil ini menegaskan bahwa kartu bergambar tidak sekadar menjadi media visual pendukung, tetapi juga berperan sebagai pemicu yang efektif dalam meningkatkan kreativitas dan keterlibatan siswa. Dengan demikian, penggunaan kartu bergambar dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa di tingkat SMP.
UPAYA MENGATASI KETERGANTUNGAN SISWA TERHADAP CHATGPT DALAM PEMBELAJARAN CERPEN KELAS XI DI SMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEER REVIEW DISCUSSION Elmirna, Nora; Sujinah, Sujinah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9004

Abstract

ABSTRACT The development of artificial intelligence, particularly ChatGPT, has provided convenience in writing instruction; however, its uncontrolled use has the potential to create dependency and reduce students’ creativity. This study aims to reduce students’ reliance on ChatGPT in short story writing instruction through the implementation of the Peer Review Discussion method among eleventh-grade students at SMA Negeri 02 Bombana. The study employed a Classroom Action Research design based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. In Cycle I, students were still allowed to use ChatGPT as a stimulus for generating initial ideas, whereas in Cycle II the use of ChatGPT was completely eliminated to encourage independent thinking. The findings indicate that in Cycle I, students’ short stories were still dominated by uniform language patterns and low levels of originality, and participation in peer review activities had not yet been optimal. In Cycle II, the strengthened implementation of Peer Review Discussion increased students’ active engagement in providing feedback, deepened their understanding of the intrinsic elements of short stories, and resulted in more varied and original written works. Overall, the quality of students’ short stories improved, and their dependence on ChatGPT decreased significantly. Thus, the Peer Review Discussion method proved effective in enhancing students’ creativity, independence, and short story writing skills amid the challenges posed by the use of AI technology in education. Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, memberikan kemudahan dalam pembelajaran menulis, namun penggunaannya yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan ketergantungan dan menurunkan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap ChatGPT dalam pembelajaran menulis cerpen melalui penerapan metode Peer Review Discussion pada siswa kelas XI SMA Negeri 02 Bombana. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I, siswa masih diperkenankan memanfaatkan ChatGPT sebagai pemicu ide awal, sedangkan pada siklus II penggunaan ChatGPT ditiadakan sepenuhnya untuk mendorong kemandirian berpikir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I cerpen siswa masih didominasi pola bahasa yang seragam dan tingkat orisinalitas yang rendah, serta partisipasi dalam kegiatan peer review belum optimal. Pada siklus II, penguatan Peer Review Discussion mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam memberikan umpan balik, memperdalam pemahaman unsur intrinsik cerpen, serta menghasilkan karya yang lebih variatif dan orisinal. Secara keseluruhan, kualitas cerpen siswa meningkat dan ketergantungan terhadap ChatGPT menurun secara signifikan. Dengan demikian, metode Peer Review Discussion terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan menulis cerpen siswa di tengah tantangan penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran.
PEMANFAATAN MEDIA ERROR CARDS DALAM MENGATASI KESALAHAN PENULISAN BAHASA INDONESIA YANG DIPENGARUHI BAHASA TOLAKI PADA SISWA KELAS IX SMP Rahma, Ulfa; Sujinah, Sujinah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9005

Abstract

ABSTRACT The dominant use of local languages in students’ daily lives often leads to linguistic interference in Indonesian language learning, particularly in writing skills. This study aims to identify the types of Indonesian writing errors influenced by the Tolaki language and to describe the use of error cards as a pedagogical strategy to address these errors among ninth-grade students at SMP Negeri 1 Uluiwoi. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through analysis of students’ written work, classroom observations, and interviews. The research stages included identifying writing errors, implementing error cards in the learning process, and analyzing changes in students’ writing ability and language awareness. The findings reveal that the dominant writing errors involve spelling, word choice, affix usage, and sentence structure, which are influenced by interference from the Tolaki language. The implementation of error cards enables students to recognize errors concretely, understand their underlying causes, and revise their writing in accordance with standard Indonesian language conventions, while also enhancing students’ engagement and accuracy in learning. Therefore, error cards are effective as a contextual instructional medium for reducing the influence of local languages and improving Indonesian writing skills in bilingual school settings. ABSTRAK Penggunaan bahasa daerah yang dominan dalam kehidupan sehari-hari siswa sering menimbulkan interferensi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada keterampilan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan penulisan Bahasa Indonesia yang dipengaruhi oleh Bahasa Tolaki serta mendeskripsikan pemanfaatan media error cards sebagai upaya pedagogis untuk mengatasi kesalahan tersebut pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Uluiwoi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui analisis hasil tulisan siswa, observasi proses pembelajaran, dan wawancara. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kesalahan penulisan, penerapan media error cards dalam pembelajaran, serta analisis perubahan kemampuan dan kesadaran berbahasa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan penulisan yang dominan meliputi kesalahan ejaan, pilihan kata, penggunaan imbuhan, dan struktur kalimat yang dipengaruhi oleh interferensi Bahasa Tolaki. Penerapan media error cards membantu siswa mengenali kesalahan secara konkret, memahami penyebab kesalahan, serta memperbaiki penulisan sesuai kaidah Bahasa Indonesia, sekaligus meningkatkan keaktifan dan ketelitian siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, media error cards efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran kontekstual untuk meminimalkan pengaruh bahasa daerah dan meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Indonesia di lingkungan sekolah bilingual.

Page 1 of 3 | Total Record : 22