cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 562 Documents
UNDERSTANDING ENGLISH TEACHERS’ KNOWLEDGE OF DEEP LEARNING INSTRUCTION IN INDONESIAN EFL CLASSROOMS M. Hasbi Al-Baihaqy; Yustika Nur Fajriah; Muhammad Taufik Hidayat
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14866

Abstract

Indonesia’s adoption of deep learning as the pedagogical orientation of its national curriculum places teachers at the centre of efforts to translate mindful, meaningful, and joyful learning into English language teaching practice. This study explores what English teachers know about deep learning instruction and how their knowledge shapes their reported practice. A qualitative case study was conducted in a single state Islamic senior secondary school, MAN 1 Garut, West Java. Data were collected through semi-structured interviews with two purposively selected English teachers. To strengthen the trustworthiness of the findings and reduce interpretive subjectivity, the data were systematically analysed using reflexive thematic analysis involving coding, theme development and review, and the tracing of interpretations back to the empirical data. The small number of participants was treated as a feature of the case study design, allowing in-depth examination of teachers’ experiences and reasoning within a specific context rather than statistical generalisation. The findings show that teachers’ knowledge of deep learning was unevenly developed. Although the three pillars were recognised terminologically, mindful learning was interpreted differently and did not fully correspond to the metacognitive meaning emphasised in policy discourse. In contrast, teachers demonstrated relatively strong procedural knowledge through their use of contextual, collaborative, and engagement-oriented teaching practices. The main finding is a gap between teachers’ ability to enact practices consistent with deep learning and their ability to articulate the theoretical principles underlying those practices. Participation in professional training had also not fully strengthened teachers’ confidence in identifying their existing practices as deep learning. These findings suggest that deep learning is being assimilated into teachers’ existing pedagogical repertoires rather than substantially reorganising them. Professional development should therefore strengthen principled knowledge by using teachers’ own successful practices as starting points for reflection and connecting those practices to explicit learning principles. ABSTRAK Penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai orientasi pedagogis kurikulum nasional Indonesia menempatkan guru sebagai aktor penting dalam menerjemahkan konsep pembelajaran yang penuh perhatian, bermakna, dan menyenangkan ke dalam praktik pembelajaran bahasa Inggris. Studi ini bertujuan mengeksplorasi pengetahuan guru bahasa Inggris tentang pengajaran pembelajaran mendalam dan bagaimana pengetahuan tersebut membentuk praktik yang mereka laporkan. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif yang dibatasi pada satu sekolah menengah atas negeri Islam, yaitu MAN 1 Garut, Jawa Barat. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan dua guru bahasa Inggris yang dipilih secara purposif. Untuk menjaga keterpercayaan temuan dan mengurangi subjektivitas interpretasi, data dianalisis secara sistematis menggunakan analisis tematik reflektif dengan proses pengodean, peninjauan tema, dan penelusuran keterkaitan antara data empiris dan interpretasi penelitian. Keterbatasan jumlah partisipan diposisikan sebagai karakteristik desain studi kasus yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap pengalaman dan penalaran guru dalam konteks tertentu, bukan sebagai dasar generalisasi statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan guru tentang pembelajaran mendalam bersifat tidak merata. Ketiga pilar pembelajaran dikenali secara terminologis, tetapi konsep mindful learning ditafsirkan secara berbeda dan belum sepenuhnya dipahami dalam pengertian metakognitif yang ditekankan dalam kebijakan. Sebaliknya, pengetahuan prosedural guru relatif kuat, terlihat dari kemampuan menerapkan berbagai praktik pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada keterlibatan siswa. Temuan utama menunjukkan adanya kesenjangan antara kemampuan guru dalam menerapkan praktik yang mendukung pembelajaran mendalam dan kemampuan mereka menjelaskan prinsip teoretis yang mendasari praktik tersebut. Bahkan, pengalaman mengikuti pelatihan belum sepenuhnya membangun keyakinan guru dalam mengidentifikasi praktiknya sebagai pembelajaran mendalam. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam cenderung diasimilasi ke dalam repertoar pedagogis yang telah dimiliki guru, sehingga pengembangan profesional perlu diarahkan pada penguatan pengetahuan berprinsip melalui refleksi terhadap praktik nyata guru dan pengaitan praktik tersebut dengan prinsip pembelajaran yang eksplisit.
PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI LINGKUNGAN MELALUI PENERAPAN MODEL PBL BERBASIS STEAM Ranika Putri Agustin; Nurita Apridiana Lestari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14882

Abstract

ABSTRACT Environmental literacy is an essential competency that students need to develop in order to understand environmental issues and actively participate in environmental conservation efforts. However, students’ environmental literacy skills still need improvement through the implementation of innovative and student centered learning models. This study aimed to analyze the improvement of environmental literacy skills through the implementation of a STEAM-based Problem-Based Learning (PBL) model on renewable energy topics. This study employed a quasi-experimental method using a nonequivalent control group design. The research sample consisted of 35 students in the experimental class and 32 students in the control class. Data were collected through an environmental literacy test administered as a pretest and posttest. The data were analyzed using normality and homogeneity tests, paired sample t-test, and N-Gain analysis. The results showed that students’ environmental literacy skills improved after participating in learning activities using the STEAM-based PBL model. The average score in the experimental class increased from 52,06 to 82,30, with an N-Gain score of 0,64 categorized as moderate, while the control class obtained an N-Gain score of 0,12 categorized as low. The paired-sample t-test showed a significant difference between the pretest and posttest scores. Improvements in the experimental class were observed in the cognitive aspect (N-Gain 0.71), affective aspect (0.70), and behavioral aspect (0.51). Thus, the STEAM-based PBL model was proven to improve students’ environmental literacy skills. ABSTRAK Kemampuan literasi lingkungan merupakan kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik untuk memahami berbagai permasalahan lingkungan dan berpartisipasi dalam upaya pelestariannya. Namun, kemampuan literasi lingkungan peserta didik masih perlu ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran inovatif dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan literasi lingkungan melalui penerapan model PBL berbasis STEAM pada materi energi terbarukan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan Noequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 35 peserta didik pada kelas eksperimen dan 32 peserta didik pada kelas kontrol. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan tes literasi lingkungan dalam bentuk pretest dan posttest. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji t berpasangan, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi lingkungan peserta didik mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan menggunakan model PBL berbasis STEAM. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 52,06 menjadi 82,30 dengan skor N-Gain sebesar 0,64 dengan kategori sedang. Sementara, pada kelas kontrol memperoleh skor N-Gain sebesar 0,12 dengan kategori rendah. Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Peningkatan pada kelas eksperimen terjadi pada aspek kognitif (N-Gain 0,71), afektif (0,70), dan behavior (0,51). Dengan demikian, model PBL berbasis STEAM terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi lingkungan peserta didik.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI E-POP UP BOOK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA A Fitriani; Muhammad Ali; Romi Adiansyah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14900

Abstract

ABSTRACT Variations in learning experiences are worth considering when biology content requires students to understand information through visual and dynamic representations. This study examines the use of Animasi E-Pop Up Book in teaching the reproductive system and its relationship to the learning interest of Grade XI students at SMAN 7 Bone. A total of 64 students participated, comprising 31 students from class XI F1 and 33 students from class XI F2, assigned to the experimental and control groups through purposive sampling. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group pretest–posttest design. Learning interest was measured using a questionnaire developed by the researchers covering interest, attention, engagement and active participation, and enjoyment; the instrument was deemed appropriate following validation by two expert lecturers. The mean score increased from 74.16 to 79.71 in the experimental group, whereas the control group showed only a slight change from 73.06 to 73.12. The data were normally distributed, but the variances between groups were not homogeneous; therefore, differences were examined using Welch's Independent Samples t-Test. The significance value of 0.001 (p < 0.05) indicates a difference in students' learning interest between the two groups. These findings position Animasi E-Pop Up Book as a relevant digital media alternative for supporting learning experiences and students' interest in reproductive system topics. ABSTRAK Variasi pengalaman belajar menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika materi biologi menuntut siswa memahami informasi melalui representasi visual dan dinamis. Penelitian ini menelaah penggunaan media Animasi E-Pop Up Book dalam pembelajaran sistem reproduksi dan kaitannya dengan minat belajar siswa kelas XI SMAN 7 Bone. Sebanyak 64 siswa terlibat, terdiri atas 31 siswa kelas XI F1 dan 33 siswa kelas XI F2 yang ditempatkan sebagai kelompok eksperimen dan kontrol melalui purposive sampling. Penelitian berlangsung dengan pendekatan kuantitatif melalui quasi experiment dan desain nonequivalent control group pretest–posttest. Minat belajar diukur menggunakan kuesioner yang dikembangkan peneliti dan mencakup ketertarikan, perhatian, keterlibatan dan keaktifan, serta perasaan senang; instrumen telah dinyatakan layak melalui validasi dua dosen ahli. Perubahan skor memperlihatkan kenaikan rata-rata kelompok eksperimen dari 74,16 menjadi 79,71, sedangkan kelompok kontrol hanya bergerak dari 73,06 menjadi 73,12. Data berdistribusi normal, tetapi varians antarkelompok tidak homogen, sehingga perbedaan diuji menggunakan Welch's Independent Samples t-Test. Nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05) menunjukkan adanya perbedaan minat belajar antara kedua kelompok. Temuan ini menempatkan Animasi E-Pop Up Book sebagai alternatif media digital yang relevan untuk mendukung pengalaman belajar dan minat siswa pada materi sistem reproduksi.
PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AL-ISLAM Tazkiyyah Jihan Fajroini; Ainun Nadlif
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14911

Abstract

ABSTRACT Students’ learning motivation in Pendidikan Al-Islam remains a concern when the learning process is dominated by conventional methods that provide limited opportunities for active student participation. This condition requires an interactive and student-centered learning model, particularly for the Fiqh of Funeral Care material, which requires attention and active involvement. This study aimed to analyze the improvement of students’ learning motivation through the implementation of the cooperative learning model Make a Match. This Classroom Action Research (CAR) was conducted at SMA Muhammadiyah 4 Porong on February 3, 2026, involving eleventh-grade students. The study employed the Kemmis and McTaggart model in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through activity and learning motivation observation sheets and motivation questionnaires, then analyzed using qualitative and quantitative descriptive approaches. The results showed that the initial condition of learning motivation was in the low category across all indicators, namely interest and attention, activity and participation, courage and self-confidence, as well as persistence and group cooperation. In Cycle I, interest and attention increased to the high category, activity and participation as well as persistence and cooperation were in the moderate category, while courage and self-confidence remained in the low category. Following improvements in Cycle II through strengthened game rules, guidance, and management of Make a Match activities, interest and attention reached the very high category, while the other three indicators reached the high category. Thus, the implementation of the Make a Match model was effective in improving students’ learning motivation in Pendidikan Al-Islam learning, particularly in the Fiqh of Funeral Care material. ABSTRAK Motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Al-Islam masih menjadi persoalan ketika proses pembelajaran didominasi metode konvensional yang kurang melibatkan peserta didik secara aktif. Kondisi tersebut memerlukan model pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada peserta didik, khususnya pada materi Fikih Perawatan Jenazah yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan motivasi belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 4 Porong pada 3 Februari 2026 dengan melibatkan peserta didik kelas XI. Penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas dan motivasi belajar serta angket motivasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal motivasi belajar berada pada kategori rendah pada seluruh indikator, yaitu minat dan perhatian, keaktifan dan partisipasi, keberanian dan percaya diri, serta ketekunan dan kerja sama kelompok. Pada Siklus I, minat dan perhatian meningkat menjadi kategori tinggi, keaktifan dan partisipasi serta ketekunan dan kerja sama berada pada kategori sedang, sedangkan keberanian dan percaya diri masih dalam kategori kurang. Setelah perbaikan tindakan pada Siklus II melalui penguatan aturan permainan, bimbingan, dan pengelolaan aktivitas Make a Match, minat dan perhatian mencapai kategori sangat tinggi, sedangkan tiga indikator lainnya mencapai kategori tinggi. Dengan demikian, penerapan model Make a Match efektif meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Al-Islam materi Fikih Perawatan Jenazah.
THE CORRELATION BETWEEN STUDENTS’ SELF-EFFICACY, LEARNING STYLES, AND THEIR ACADEMIC ACHIEVEMENT AT MAN 1 KENDARI Amalina Fauziyah; Hanna Hanna; Kamaluddin Kamaluddin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.15013

Abstract

ABSTRACT The relationship between students’ personal characteristics and English language achievement does not always emerge uniformly in a hybrid learning environment. This study examines the relationship between self-efficacy, learning styles, and English learning outcomes among tenth-grade students at MAN 1 Kendari. A total of 36 students participated in this correlational study, with data collected through self-efficacy and learning style questionnaires as well as documentation of students’ learning outcomes. The data were analyzed using descriptive and correlational statistics with the assistance of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The findings indicate that students’ self-efficacy generally fell within the moderate category, while the kinesthetic learning style was the most prevalent preference. Overall, self-efficacy did not show a significant relationship with English learning outcomes, nor did learning style. However, when the relationship between self-efficacy and learning outcomes was examined across learning style groups, a different pattern emerged among students with a visual preference. Within this group, self-efficacy showed a strong and positive correlation with learning outcomes (r = 0.630; p = 0.028), whereas the relationships within the kinesthetic and auditory groups were not significant. These findings indicate that the relationship between self-efficacy and English achievement is not independent of context but may vary according to students’ learning characteristics and the learning environment they experience. ABSTRAK Hubungan antara karakteristik personal siswa dan capaian bahasa Inggris tidak selalu terbentuk secara seragam dalam pembelajaran hybrid learning. Penelitian ini mengkaji keterkaitan efikasi diri dan gaya belajar dengan hasil belajar bahasa Inggris siswa kelas X MAN 1 Kendari. Sebanyak 36 siswa terlibat dalam penelitian korelasional dengan data yang diperoleh melalui kuesioner efikasi diri dan gaya belajar serta dokumentasi hasil belajar. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan korelasional dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa efikasi diri siswa cenderung berada pada tingkat sedang, sementara gaya belajar kinestetik menjadi preferensi yang paling banyak ditemukan. Secara keseluruhan, efikasi diri tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan hasil belajar bahasa Inggris, demikian pula gaya belajar. Namun, ketika hubungan efikasi diri dan hasil belajar dianalisis berdasarkan kelompok gaya belajar, pola yang berbeda terlihat pada siswa dengan kecenderungan visual. Pada kelompok tersebut, efikasi diri berkorelasi positif dan kuat dengan hasil belajar (r = 0,630; p = 0,028), sedangkan hubungan pada kelompok kinestetik dan auditori tidak signifikan. Temuan ini memperlihatkan bahwa keterkaitan efikasi diri dengan capaian bahasa Inggris tidak berdiri sendiri, tetapi dapat muncul secara berbeda sesuai karakteristik belajar siswa dan konteks pembelajaran yang mereka alami.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PBL-GI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MAPEL PROJEK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN Aulia Nazirah; Sumarno Sumarno; M. Yogi Riyantama Isjoni
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.15104

Abstract

Mastering critical thinking skills is an urgent necessity for Vocational High School (SMK) students to meet the challenges of the 21st-century workforce, which is characterized by complex problem-solving demands. This study aims to analyze the effectiveness of the Group Investigation-based Problem-Based Learning (PBL-GI) model in enhancing students' critical thinking skills within the Creative Projects and Entrepreneurship (PKK) subject. This quantitative study employed a one-group pretest-posttest design involving 22 students from class XI TKJ 1 at SMK Telkom Pekanbaru. Data were collected via critical thinking tests (essay questions on the Break-Even Point topic) administered before and after the intervention, as well as through observation sheets regarding the implementation of the learning process. The data were analyzed using the N-Gain test to measure the magnitude of the improvement in critical thinking skills. The results indicate that the PBL-GI model consistently and significantly improved students' critical thinking skills, shifting them from a low initial category to a moderate category (N-Gain scores of 0.5281 in the first session, 0.5336 in the second, and 0.5909 in the third). The progressive increase in N-Gain scores demonstrates that instruction integrating contextual problem-solving with cooperative group investigation positively impacts students' cognitive development. It is concluded that the Group Investigation-based Problem-Based Learning model is effective in enhancing the critical thinking skills of vocational high school students in the Creative Projects and Entrepreneurship subject. ABSTRAK Penguasaan kemampuan berpikir kritis bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan dunia kerja abad ke-21 yang sarat dengan kompleksitas pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Problem-Based Learning berbasis Group Investigation (PBL-GI) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain one group pretest-posttest design dengan subjek penelitian 22 siswa kelas XI TKJ 1 SMK Telkom Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis (soal uraian materi Break Even Point) sebelum dan sesudah perlakuan, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk mengukur besarnya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL-GI secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dari kategori awal rendah menjadi kategori sedang secara konsisten (N-Gain sebesar 0,5281 pada pertemuan I; 0,5336 pada pertemuan II; dan 0,5909 pada pertemuan III). Peningkatan nilai N-Gain tersebut secara bertahap membuktikan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan pemecahan masalah kontekstual dengan investigasi kelompok kooperatif memberikan dampak positif terhadap perkembangan kognitif siswa. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem-Based Learning berbasis Group Investigation terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMK pada mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan.  
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERINTEGRASI KETERAMPILAN ABAD 21 UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMA PADA MATERI EKOSISTEM Lia Laelatul Sholihath; Agus Yadi Ismail; Zaenal Abidin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.15194

Abstract

The low level of scientific literacy and the suboptimal integration of 21st-century skills in Biology learning highlight the need for innovative and interactive digital learning media. This study aimed to develop an interactive learning-based e-module integrated with 21st-century skills (4C: Critical Thinking, Creativity, Communication, and Collaboration), evaluate its validity and practicality, and analyze its effectiveness in improving senior high school students' scientific literacy on ecosystem topics. The study was conducted from January to May 2026 using a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Product effectiveness was evaluated using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The participants comprised 160 tenth-grade students from SMAN 1 Kasokandel and SMA Islam Al Mizan, Majalengka Regency, with 40 students in the experimental class and 40 students in the control class at each school. Data were collected through expert validation sheets, student response questionnaires, learning implementation observation sheets, and scientific literacy tests, and were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney U Test. The results showed that the e-module achieved a very high validity level, with an average feasibility percentage of 92.9%, comprising 93.7% from material experts, 87.5% from media experts, and 97.7% from Biology learning experts. The e-module was also considered highly practical, as indicated by a 100% positive response across all questionnaire items. The effectiveness test demonstrated a significant improvement in scientific literacy among students in the experimental classes at both schools (Asymp. Sig. = 0.000 < 0.05). The experimental classes achieved N-Gain scores of 0.73, categorized as high, at SMA Islam Al Mizan and 0.68, categorized as moderate, at SMAN 1 Kasokandel, exceeding the control classes' scores of 0.33 and 0.19, respectively. Therefore, the interactive e-module integrated with 4C skills is valid, practical, and effective in supporting the improvement of senior high school students' scientific literacy on ecosystem topics. ABSTRAK Rendahnya literasi sains serta belum optimalnya integrasi keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran Biologi menuntut pengembangan media pembelajaran digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis pembelajaran interaktif yang terintegrasi keterampilan abad ke-21 (4C: Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration), menguji validitas dan kepraktisannya, serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan literasi sains siswa SMA pada materi ekosistem. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Efektivitas produk diuji menggunakan quasi-experimental design dengan pola pretest-posttest control group design. Subjek penelitian melibatkan 160 siswa kelas X dari SMAN 1 Kasokandel dan SMA Islam Al Mizan Kabupaten Majalengka, masing-masing terdiri atas 40 siswa kelas eksperimen dan 40 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan tes literasi sains, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan rata-rata persentase kelayakan 92,9%, yang meliputi penilaian ahli materi sebesar 93,7%, ahli media sebesar 87,5%, dan ahli pembelajaran Biologi sebesar 97,7%. E-modul juga dinyatakan sangat praktis berdasarkan respons positif siswa sebesar 100% pada seluruh butir angket. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan literasi sains yang signifikan pada kelas eksperimen di kedua sekolah (Asymp. Sig. = 0,000 < 0,05). Nilai N-Gain kelas eksperimen mencapai 0,73 dengan kategori tinggi di SMA Islam Al Mizan dan 0,68 dengan kategori sedang di SMAN 1 Kasokandel, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang masing-masing memperoleh 0,33 dan 0,19. Dengan demikian, e-modul interaktif terintegrasi keterampilan 4C dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk mendukung peningkatan literasi sains siswa SMA pada materi ekosistem.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 1 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Dwi Intan Silviana; Ni Ketut Alit Suarti; Ni Made Sulastri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.15203

Abstract

ABSTRACT Bullying is one of the problems that continues to occur in school environments and may negatively affect students’ social and emotional development as well as their learning process. One factor that is assumed to be associated with bullying behavior is authoritarian parenting practiced by parents. This study aimed to determine the relationship between authoritarian parenting and bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 1 Kediri in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational method. The population consisted of 118 students, while the sample comprised 51 students selected using cluster sampling. Data were collected through questionnaires measuring authoritarian parenting and bullying behavior. The collected data were then analyzed using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of SPSS. The results showed that the calculated correlation coefficient (r) was 0.629, which was higher than the critical value (r) of 0.276, with a significance value of 0.001 < 0.05. These results indicate a significant and positive relationship between authoritarian parenting and bullying behavior among eleventh-grade students at SMAN 1 Kediri. Therefore, the higher the level of authoritarian parenting practiced by parents, the higher the students’ tendency to engage in bullying behavior. The findings highlight the importance of appropriate parenting practices in supporting students’ positive behavioral development. ABSTRAK Perilaku bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta proses belajar siswa. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan munculnya perilaku bullying adalah pola asuh otoriter yang diterapkan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 1 Kediri Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 118 siswa, dengan sampel sebanyak 51 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket untuk mengukur pola asuh otoriter dan perilaku bullying. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan nilai rhitung sebesar 0,629 lebih besar daripada rtabel sebesar 0,276, dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara pola asuh otoriter dengan perilaku bullying pada siswa kelas XI SMAN 1 Kediri. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter oleh orang tua, semakin tinggi pula kecenderungan siswa melakukan perilaku bullying. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan pola asuh yang tepat dalam mendukung perkembangan perilaku positif siswa.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN STRUKTUR KARYA ILMIAH MENGGUNAKAN LKPD Isti Nafisah Yuliastini; Dina Merdeka Citraningrum; Indah Ita Utami
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.15213

Abstract

The ability to systematically compose scientific writing is an important academic skill, yet many students still struggle to fully understand its structure, highlighting the need for learning media that can guide students through this structure in a gradual manner. This study aims to improve students' understanding of scientific writing structure through the use of Student Worksheets (LKPD) among eleventh-grade students of class XI F at SMA Muhammadiyah 3 Jember. The study employed a Classroom Action Research (CAR) method based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection across two cycles, conducted on 4 May 2026 (pretest), 6 May 2026 (Cycle I), and 11 May 2026 (Cycle II), involving 32 students as subjects. Data were collected through tests and observations, then analyzed using descriptive quantitative methods. The key findings revealed a significant improvement in students' understanding, with learning mastery increasing from 31.25% (pretest) to 84.38% (Cycle II), supported by refinements to the LKPD and the implementation of scaffolding, alongside increased student engagement and motivation. These findings indicate that scaffolding-based LKPD is effective in enhancing students' understanding of scientific writing structure. ABSTRAK Kemampuan menyusun karya tulis ilmiah secara sistematis merupakan keterampilan akademik penting yang masih sulit dikuasai oleh banyak siswa, sehingga diperlukan media pembelajaran yang membimbing pemahaman struktur tersebut secara bertahap. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman struktur karya tulis ilmiah melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada siswa kelas XI F SMA Muhammadiyah 3 Jember. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus, dilaksanakan pada 4 Mei 2026 (pretest), 6 Mei 2026 (Siklus I), dan 11 Mei 2026 (Siklus II) dengan subjek 32 siswa. Data diperoleh melalui tes dan observasi, dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Temuan utama menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa, dengan ketuntasan belajar meningkat dari 31,25% (pretest) menjadi 84,38% (Siklus II), didukung oleh perbaikan LKPD dan penerapan scaffolding, serta peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa. Dengan demikian, LKPD berbasis scaffolding terbukti efektif meningkatkan pemahaman struktur karya tulis ilmiah siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE PUZZLE TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Rezky Hironimus; Agapitus Hendrikus Kaluge; Maria Gracia Manoe Gawa
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.15269

Abstract

Mathematics learning at SMP Negeri 13 Kupang still requires more interactive learning methods to help overcome students’ learning difficulties. This study aimed to determine the implementation of learning and the effect of a cooperative learning model using the puzzle method on the mathematics learning achievement of seventh-grade students at SMP Negeri 13 Kupang. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental method and a one group pretest-posttest design. The research was conducted at SMP Negeri 13 Kupang during the second semester of the 2025/2026 academic year. The population consisted of all seventh-grade students from six classes, while the sample comprised 30 students of class VII A selected using simple random sampling. Data were collected through observations of learning implementation and a learning achievement test consisting of 30 multiple-choice questions administered before and after the treatment. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis and inferential statistics through the Kolmogorov-Smirnov normality test and paired sample t-test. The results showed that the implementation of the cooperative learning model using the puzzle method was categorized as good, and students’ learning achievement demonstrated good attainment. The t-test results showed a calculated t value of 45.869, while the critical t value was 2.045 at a 5% significance level. Since tcalculated > tcritical, H₀ was rejected and Hₐ was accepted. Therefore, there was a significant effect of the cooperative learning model using the puzzle method on the mathematics learning achievement of seventh-grade students at SMP Negeri 13 Kupang. This finding indicates that the puzzle method can serve as an interactive learning alternative to increase student engagement and support mathematics learning achievement. ABSTRAK Pelaksanaan pembelajaran matematika di SMP Negeri 13 Kupang masih memerlukan variasi metode pembelajaran yang lebih interaktif untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dan pengaruh model pembelajaran kooperatif dengan metode puzzle terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 13 Kupang pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang terdiri atas enam kelas, sedangkan sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas VII A yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes prestasi belajar berupa 30 soal pilihan ganda yang diberikan sebelum dan setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif menggunakan metode puzzle berada pada kategori baik dan prestasi belajar siswa menunjukkan pencapaian yang baik. Hasil uji t menunjukkan nilai thitung sebesar 45,869, sedangkan ttabel sebesar 2,045 pada taraf signifikansi 5%. Nilai thitung > ttabel sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif dengan metode puzzle terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 13 Kupang. Temuan ini menunjukkan bahwa metode puzzle dapat menjadi alternatif pembelajaran interaktif yang membantu meningkatkan keterlibatan siswa dan mendukung pencapaian prestasi belajar matematika.