cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
KOMUNIKASI PEMASARAN KRIYA TENUN IKAT SEBAGAI PENDUKUNG KEBERLANJUTAN INDIKATOR PARIWISATA DI KABUPATEN SIKKA INTAN, AGUSTINA NONA; RETU, MARKUS KRISTIAN; SEDU, VIKTOR ARYESTIAN; MUSTAFA, INTAN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3851

Abstract

Woven fabric is a handicraft that has been passed down from generation to generation and has become a local cultural identity. Woven fabric can be used at traditional events, parties or when welcoming guests. Each motif on woven fabric has cultural meaning and moral values ??that can support tourism sustainability. The aim of this research is to determine marketing communications for weaving crafts as supporting the sustainability of tourism indicators in Sikka Regency. The method used in this research is a qualitative descriptive method with data collection techniques using interview, observation and documentation methods. The data analysis technique is carried out by reducing, presenting the data and drawing conclusions. The results of the research show that the implementation of marketing communication strategies for weaving crafts supports the sustainability of tourism indicators, namely products, prices, places and promotions which include sales promotions and individual sales. Apart from that, digital media can also be used to increase the tourist attraction of woven sarongs. Carry out marketing through cultural performances which are regularly held every year and do marketing through educational tours about weaving crafts. ABSTRAKKain tenun merupakan hasil kerajinan tangan yang diwariskan secara turun temurun dan menjadi identitas budaya setempat. Kain tenun dapat dipakai pada acara adat, pesta ataupun pada saat menyambut tamu. Setiap motif pada kain tenun memiliki makna budaya dan nilai moral yang dapat mendukung keberlanjutan pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi pemasaran kriya tenun sebagai pendukung keberlanjutan indikator pariwisata di Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi, menyajikan data dan manarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi pemasaran kriya tenun sebagai pendukung keberlanjutan indikator pariwista yaitu meliputi produk, harga, tempat dan promosi yang meliputi promosi penjualan dan penjualan perorangan. Disamping itu juga dapat menggunakan media digital untuk meningkatkan daya tarik pariwisata terhadap sarung tenun. Melakukan pemasaran melalui pentas budaya yang rutin diadakan setiap tahun dan melakukan pemasaran melalui wisata edukasi tentang kerajinan tenun.
GAMBARAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN (CATIN) PEREMPUAN TENTANG STUNTING DI KUA WEDI SUGITA, SUGITA; P., DWI RETNA; ERLYANA, ANGGITA RISMA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3964

Abstract

Brides-to-be (CATIN) are the foundation of a family. Before marriage, brides-to-be need to prepare their health condition to ensure a healthy pregnancy, give birth to healthy future generations, and create a quality family. Knowledge of brides-to-be (CATIN) about stunting is crucial to prevent health problems in children. This study aims to determine the level of knowledge of brides-to-be (CATIN) about stunting at KUA Wedi. The study employed a quantitative descriptive method with a cross-sectional approach. Data were collected using a questionnaire with a total sample of 32 respondents selected through a total sampling technique. Descriptive statistics were used to analyze the data. The findings revealed that knowledge based on age 20–35 years consisted of 47% of respondents with good knowledge and 47% with poor knowledge. Based on education, 50% of respondents with a secondary education level had poor knowledge. Most respondents who were working had poor knowledge at 47%. From the perspective of nutritional status, 38% of respondents with normal nutritional status had good knowledge. Experience in obtaining information influenced the level of knowledge; 53% of respondents who never received information had poor knowledge, while respondents who received information through mobile phones predominantly had good knowledge at 53%. In conclusion, the level of knowledge of brides-to-be (CATIN) at KUA Wedi about stunting was categorized as poor at 50%, fair at 3%, and good at 47%. ABSTRAKCalon pengantin (CATIN) merupakan awal terbentuknya keluarga. Sebelum menikah, calon pengantin perlu mempersiapkan kondisi kesehatan agar dapat menjalani kehamilan sehat, melahirkan generasi penerus yang sehat, dan menciptakan keluarga berkualitas. Pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan tentang stunting sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan mengenai stunting di KUA Wedi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dengan total sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berdasarkan usia 20–35 tahun terdiri dari 47% responden dengan pengetahuan baik dan 47% dengan pengetahuan kurang. Berdasarkan pendidikan, 50% responden dengan pendidikan menengah memiliki pengetahuan kurang. Sebagian besar responden yang bekerja memiliki pengetahuan kurang sebesar 47%. Dari status gizi, 38% responden dengan gizi normal memiliki pengetahuan baik. Pengalaman mendapatkan informasi memengaruhi tingkat pengetahuan; 53% responden yang tidak pernah mendapatkan informasi memiliki pengetahuan kurang, sedangkan responden yang mendapatkan informasi melalui HP mayoritas memiliki pengetahuan baik sebesar 53%. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan calon pengantin (CATIN) perempuan di KUA Wedi mengenai stunting adalah kurang sebesar 50%, cukup sebesar 3%, dan baik sebesar 47%.
POLA KONSUMSI MAHASISWA PMI 3A TERHADAP TAYANGAN POLITIKA RESEARCH AND CONSULTING LESTARI, EDITH INDAH; HIDAYANTI, SAIRA; MARKHATUN, RISTI; RAHMA, NAKITA; NISA, PIA KHOIRATUN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3971

Abstract

The study reviewed PMI 3A student consumption pattern for Politika Research and Consulting on youtube, which presented analysis of social and political issues. With its extensive background in information media use of youtube, it is aimed at understanding student consumption patterns and their impact on understanding political issues. Research employs a qualitative approach with interviews, observation and content analysis. Studies suggest that the images influence students' cognitive understanding of political issues, shape a critical attitude toward public policy, and raise social consciousness. However, biases in content also generate subjective perceptions that influence student decision-making. To say, youtube can be an effective educational medium, but it requires digital literacy to prevent information error and build more objective understanding ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pola konsumsi mahasiswa PMI 3A terhadap tayangan Politika Research and Consulting di YouTube, yang menghadirkan analisis isu sosial dan politik. Dengan latar belakang maraknya penggunaan YouTube sebagai media informasi, penelitian ini bertujuan untuk memahami pola konsumsi mahasiswa serta dampaknya pada pemahaman isu- isu politik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tayangan tersebut memengaruhi pemahaman kognitif mahasiswa terhadap isu politik, membentuk sikap kritis terhadap kebijakan publik, dan meningkatkan kesadaran sosial. Namun, bias dalam konten juga memunculkan persepsi subjektif yang memengaruhi pengambilan keputusan mahasiswa. Kesimpulannya, tayangan YouTube dapat menjadi media edukatif yang efektif, namun memerlukan literasi digital untuk mencegah kesalahan informasi dan membangun pemahaman yang lebih objektif.
SISTEM APLIKASI PERSURATAN PADA KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KOTA PALOPO MELISHA, MELISHA; AFDALIA, NUR; SYAHRIR, SYAHRIR
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4005

Abstract

The Palopo City Regional Office of the Ministry of Religion is the Ministry in charge of religious affairs. The Palopo City Ministry of Religion Regional Office has an important section in public service information, namely the One Stop Integrated Service Center section, which is a section that collects all forms of information related to activities in the field of mail information at the Paloo City Ministry of Religion Regional Office. PTSP employees will collect and process data on incoming and outgoing letters in writing correspondence using conventional methods. Based on the existing problems, an information system will be built that can help PTSP employees at the Regional Office of the Ministry of Religion, Palopo City. Based on the results of the black box test, this system runs well and as expected. Based on the User Acceptance Test (UAT) carried out by system users at the Regional Office of the Ministry of Religion, Palopo City, overall this system is easy to understand and meets expectations. ABSTRAKKantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palopo adalah Kementerian yang membidangi urusan keagamaan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palopo memiliki sebuah bagian penting dalam Informasi pelayanan publik yaitu bagian Pusat Pelayanan Terpadu Satu Pintu yaitu sebuah bagian yang mengumpulkan segala bentuk Informasi yang berhubungan dengan kegiatan dalam bidang Informasi surat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Paloo. Pegawai PTSP akan mengumpulkan dan mengolah data surat masuk dan surat keluardalam pembuatan surat menyurat masih menggunakan cara yang konvensional. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka akan dibangun sebuah sistem Informasi yang dapat membantu para pegawai bagian PTSP di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palopo. Berdasarkan hasil uji blackbox sistem ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan pengujian User Acceptance Test (UAT) yang telah dilakukan oleh pengguna sistem di Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Palopo mengatakan secara keseluruhan sistem ini mudah dipahami dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
TRANSFORMASI DIGITAL DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN DALAM BIROKRASI: TANTANGAN DAN PELUANG DALIMUNTHE, IRA SHANTY; FITRISIA, AZMI; FATIMAH, SITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4006

Abstract

Digital transformation in bureaucracy is an unavoidable phenomenon in the current era of globalization and technological advancement. This process not only changes the way the government delivers public services, but also demands fundamental changes in leadership philosophy. In this context, visionary, participatory, and adaptive leadership becomes very important. This study aims to explore the challenges and opportunities faced by the bureaucracy in the digital transformation process, and how leadership philosophy can influence the success of the transformation. Many civil servants are worried about losing their jobs due to automation, which results in resistance to the implementation of new technologies. In addition, inadequate technological infrastructure is a major obstacle to the implementation of effective digital systems. The role of leadership philosophy in this context is crucial. Visionary leadership is able to provide clear direction and motivate employees to adapt to change. Digital transformation in bureaucracy presents interrelated challenges and opportunities. Success in facing these challenges depends heavily on the leadership philosophy applied. With the right approach, the bureaucracy can transform to be more efficient, responsive, and able to meet the needs of this digital society era. This study is expected to provide insight for leaders and policy makers in formulating effective strategies to face digital transformation in the public sector. ABSTRAKTransformasi digital dalam birokrasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari di era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini. Proses ini tidak hanya mengubah cara pemerintah dalam menyampaikan layanan publik, tetapi juga menuntut perubahan mendasar dalam filsafat kepemimpinan. Dalam konteks ini, kepemimpinan yang visioner, partisipatif, dan adaptif menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh birokrasi dalam proses transformasi digital, serta bagaimana filsafat kepemimpinan dapat mempengaruhi keberhasilan transformasi tersebut. Banyak pegawai negeri yang merasa cemas akan kehilangan pekerjaan mereka akibat otomatisasi, yang mengakibatkan resistensi terhadap penerapan teknologi baru. Selain itu, infrastruktur teknologi yang tidak memadai menjadi penghambat utama dalam implementasi sistem digital yang efektif. Peranan filsafat kepemimpinan dalam konteks ini sangat krusial. Kepemimpinan yang visioner mampu memberikan arahan yang jelas dan memotivasi pegawai untuk beradaptasi dengan perubahan. Transformasi digital dalam birokrasi menghadirkan tantangan dan peluang yang saling berkaitan. Keberhasilan dalam menghadapi tantangan tersebut sangat bergantung pada filosofi kepemimpinan yang diterapkan. Dengan pendekatan yang tepat, birokrasi dapat bertransformasi menjadi lebih efisien, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para pemimpin dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi yang efektif untuk menghadapi transformasi digital di sektor publik.
PEMIKIRAN FILSAFAT POSTMODERN DALAM MEMBANGUN PEMERINTAHAN YANG INKLUSIF HANIFAH, ZARMA; FATIMAH, SITI; FITRISIA, AZMI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4007

Abstract

The development of inclusive governance is both a challenge and a necessity in Indonesia, a country marked by immense cultural, religious, and ethnic diversity. This article analyzes the application of postmodern philosophical principles, such as pluralism and deconstruction, in fostering more inclusive governance. Using a qualitative approach and literature review, the study explores how decentralization and bureaucratic reform in Indonesia can adopt postmodern values to enhance representation and public participation. The findings indicate that while these principles are relevant, their implementation faces obstacles, including social inequality, limited infrastructure, and centralized policy dominance. Thus, strengthening local government capacities, systematic monitoring, and equitable resource distribution are essential for the successful adoption of postmodernism-based inclusive governance in Indonesia. This article aims to contribute theoretically and practically to the development of public policies adaptive to societal diversity. ABSTRAKPembangunan pemerintahan inklusif menjadi tantangan sekaligus kebutuhan di Indonesia yang memiliki keberagaman budaya, agama, dan etnis yang sangat tinggi. Artikel ini menganalisis penerapan prinsip-prinsip filsafat postmodern, seperti pluralisme dan dekonstruksi, dalam membangun pemerintahan yang lebih inklusif. Melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka, artikel ini mengeksplorasi bagaimana desentralisasi dan reformasi birokrasi di Indonesia dapat mengadopsi nilai-nilai postmodern untuk meningkatkan keterwakilan dan partisipasi masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip ini, meskipun relevan, masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan sosial, keterbatasan infrastruktur, dan dominasi kebijakan terpusat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas pemerintah daerah, pengawasan yang sistematis, serta dukungan sumber daya yang lebih merata untuk memastikan keberhasilan implementasi pemerintahan inklusif berbasis postmodernisme di Indonesia. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kebijakan publik yang adaptif terhadap keberagaman masyarakat.
STUDI LITERATUR : ILMU PENGETAHUAN BERDASARKAN KONSEP, CIRI, STRUKTUR, DAN HAKIKAT ILMU ERIZONA, WAWAN; FITRISIA, AZMI; FATIMAH, SITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4008

Abstract

Science has a very important role in the development of human civilization, both in providing an understanding of the world and in creating solutions to social, economic, and technological problems. This study aims to analyze the concept, characteristics, structure, and nature of science by referring to various recent studies. The results of the study indicate that science not only functions as a tool to obtain objective and testable knowledge, but also as a means to respond to ever-growing social needs. Through the application of systematic scientific methodology, science can contribute innovation and practical solutions that are beneficial to society. The discussion in this study emphasizes that science, with all its characteristics, must continue to develop to face new challenges that arise along with the progress of the times. In addition, this study also reveals the importance of the role of the structure of science consisting of various interrelated disciplines, creating a collaborative space to produce a more holistic understanding. In conclusion, a deep understanding of the concept, characteristics, structure, and nature of science is very important to strengthen its application in social life, as well as provide a positive impact in creating better social change.  ABSTRAKIlmu pengetahuan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan peradaban manusia, baik dalam memberikan pemahaman terhadap dunia maupun dalam menciptakan solusi terhadap masalah sosial, ekonomi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, ciri, struktur, dan hakikat ilmu pengetahuan dengan mengacu pada berbagai penelitian terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan yang objektif dan dapat diuji, tetapi juga sebagai sarana untuk merespons kebutuhan sosial yang terus berkembang. Melalui penerapan metodologi ilmiah yang sistematis, ilmu pengetahuan dapat menyumbangkan inovasi dan solusi praktis yang bermanfaat bagi masyarakat. Pembahasan dalam penelitian ini menekankan bahwa ilmu pengetahuan, dengan segala karakteristiknya, harus terus berkembang untuk menghadapi tantangan baru yang muncul seiring dengan kemajuan zaman. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap pentingnya peran struktur ilmu pengetahuan yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu yang saling berhubungan, menciptakan ruang kolaborasi untuk menghasilkan pemahaman yang lebih holistik. Kesimpulannya, pemahaman yang mendalam mengenai konsep, ciri, struktur, dan hakikat ilmu pengetahuan sangat penting untuk memperkuat penerapannya dalam kehidupan sosial, serta memberikan dampak positif dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih baik.
PENGEMBANGAN E- MODUL BERBASIS FLIPPBOOK 3D UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJARSISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI UPTD SMP NEGERI 1GUNUNGSITOLI WAU, ROSARIA JINI; LAOLI, BEZISOKHI; LASE, ASALI; HAREFA, YEARNING
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4009

Abstract

This research is based on the researcher's observation on the implementation of grade VII learning at UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli. which has been experiencing problems in the learning process, so that students' interest in learning is still lacking, especially in social studies subjects. The objectives of the research are: (1) to find out the development of 3D-flippbook-based e-modules to improve student learning outcomes (2) to find out the feasibility of 3D-flippbook-based e-modules to improve student learning outcomes. (3) to determine the effectiveness of 3D flippbook-based e-modules to improve student learning outcomes. This study uses the research and development (R&D) method used to produce a specific product, and test the effectiveness of the product. The feasibility test of this media is based on the acquisition of material experts, media experts, linguists, using the validation sheet of material experts, media experts, and linguists, the results of the study stated that the Flippbook 3D-based e-module on economic activity materials by material experts obtained a percentage of 0.96% by linguists of 94.5% and media experts of 0.96% which each has very valid criteria. For the results of the individual test, a percentage of 77% was obtained with very practical criteria and in the field test, a percentage of 82% was obtained with very practical criteria. and on the effectiveness of learning media using learning outcome tests with the percentage of student learning completeness reaching 75% with effective criteria. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi dari pengamatan peneliti pada pelaksanaan pembelajaran kelas VII di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli. yang selama ini mengalami permasalahan dalam proses pembelajaran, sehingga minat belajar siswa masih kurang khususnya dalam mata pelajaran IPS. Adapun tujuan dari penelitian yaitu: (1) untuk mengetahui pengembangan e-modul berbasis flippbook 3D untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik  (2) untuk mengetahui  kelayakan e-modul berbasis flippbook 3D untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. (3) untuk mengetahui  keefektifan e-modul berbasis flippbook 3D untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah peneitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Uji kelayakan media ini berdasarkan peniaian ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dengan menggunakan lembar validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, hasil penelitian menyatakan bahwa e-modul berbasis Flippbook 3D pada materi kegiatan ekonomi oleh ahli materi diperoleh presentase 0,96%  oleh ahli bahasa sebesar 94,5%  ahli media sebesar 0,96%  yang masing-masing berkriteria sangat valid. Untuk hasil pada uji perorangan didapatkan presentase sebesar  77% dengan kriteria sangat praktis dan pada uji lapangan didapatkan presentase 82% dengan kriteria sangat praktis, dan pada efektifitas media pembelajaran menggunakan tes hasil belajar dengan presentase ketuntasan belajar peserta didik mencapai 75%  dengan kriteria efektif.
TAKSONOMI ILMU PENGETAHUAN : ILMU ITU BERANEKA RAGAM SPESIALISASI DAN DISIPLIN INTERDISIPLINER JULIANTI, JULIANTI; FITRISIA, AZMI; FATIMAH, SITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4010

Abstract

This article discusses the significance of the taxonomy of knowledge as a framework for classifying and organizing the diverse and ever-evolving disciplines of science. The taxonomy of knowledge functions as a systematic tool that maps the relationships between disciplines, facilitates interdisciplinary collaboration, and provides a foundation for education and research. In an increasingly complex and interconnected world, the role of knowledge taxonomy is more relevant than ever, particularly in addressing global challenges such as climate change, health crises, and digital transformation. This study employs a library research approach, collecting and analyzing relevant literature. The findings reveal that knowledge taxonomy not only helps in understanding the diversity of specializations but also fosters innovation through interdisciplinary collaboration. This article also highlights the strategic role of knowledge taxonomy in education, particularly in developing structured curricula, as well as in research to identify knowledge gaps that may lead to new discoveries. Ultimately, the taxonomy of knowledge plays a crucial role in integrating various disciplines to create comprehensive and innovative solutions. By continuously developing adaptive classification frameworks, knowledge taxonomy is expected to support the holistic and timely advancement of science. ABSTRAKArtikel ini membahas pentingnya taksonomi ilmu pengetahuan sebagai kerangka untuk mengelompokkan dan mengorganisasi berbagai disiplin ilmu yang terus berkembang. Taksonomi ilmu berfungsi sebagai alat sistematis yang memetakan hubungan antar disiplin, memfasilitasi kolaborasi lintas bidang, dan memberikan landasan bagi pendidikan serta penelitian. Dalam dunia yang semakin kompleks dan terhubung, peran taksonomi ilmu semakin relevan, terutama dalam menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, krisis kesehatan, dan transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa taksonomi ilmu tidak hanya membantu memahami keragaman spesialisasi, tetapi juga mendorong inovasi melalui kolaborasi interdisipliner. Artikel ini juga menyoroti peran strategis taksonomi ilmu dalam pendidikan, khususnya dalam pengembangan kurikulum yang terstruktur, serta dalam penelitian untuk mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan yang berpotensi menghasilkan temuan baru. Pada akhirnya, taksonomi ilmu memainkan peran penting dalam mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan solusi yang komprehensif dan inovatif. Dengan terus mengembangkan kerangka klasifikasi yang adaptif, taksonomi ilmu diharapkan mampu mendukung kemajuan ilmu pengetahuan secara holistik dan relevan dengan kebutuhan zaman.
FRAMING PEMBERITAAN ERUPSI GUNUNG LEWOTOBI DI TRIBUNFLORES.COM DAN KOMPAS.COM ASE, REGINALDIS KRISNADITYA; BASTIAN, MAYELUS DORI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.4011

Abstract

The natural disaster event of the eruption of Mount Lewotobi has consistently attracted media attention and has received significant coverage over the past month. Due to its substantial impact, the disaster event is considered to have high news value and is deemed worthy of being conveyed to the public. This research uses a descriptive qualitative method with Miles & Huberman's analysis. The purpose of this study is to examine how TribunFlores.com and Kompas.com frame the news coverage of the Lewotobi volcanic eruption using Robert Entman's framing analysis. The research object is the news articles related to the natural disaster event published in these media outlets. The results of the analysis regarding the application of Robert Entman's framing theory in the news coverage of the Lewotobi volcanic eruption on the online media TribunFlores.com and Kompas.com on November 4, 2024, show a significant difference between the two media outlets in how they framed the news. This difference lies in their focus on mitigation efforts and the solutions presented. Kompas.com tends to emphasize solutions and mitigation efforts, whereas TribunFlores.com focuses more on the suffering and conditions of the victims. ABSTRAKPeristiwa bencana alam letusan Gunung Lewotobi selalu menarik perhatian media dan mendapat pemberitaan signifikan selama sebulan terakhir. Karena dampaknya yang cukup besar, peristiwa bencana tersebut dinilai mempunyai nilai berita yang tinggi dan dinilai layak untuk disampaikan kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis Miles & Huberman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana TribunFlores.com dan Kompas.com membingkai pemberitaan letusan gunung berapi Lewotobi dengan menggunakan analisis framing Robert Entman. Objek penelitiannya adalah artikel-artikel berita terkait peristiwa bencana alam yang dimuat di media-media tersebut. Hasil analisis penerapan teori framing Robert Entman dalam pemberitaan letusan gunung berapi Lewotobi di media online TribunFlores.com dan Kompas.com pada 4 November 2024 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua media tersebut dalam hal bagaimana mereka membingkai berita itu. Perbedaan ini terletak pada fokus mereka pada upaya mitigasi dan solusi yang disampaikan. Kompas.com cenderung menekankan pada solusi dan upaya mitigasi, sedangkan TribunFlores.com lebih fokus pada penderitaan dan kondisi para korban.