cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 463 Documents
BERFIKIR TEORITIS DAN GRAND TEORI DALAM ILMU SOSIAL ULFA, SANTI NOFRIA; FITRISIA, AZMI; FATIMAH , SITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3737

Abstract

This article discusses critical thinking and grand theory in social sciences and their relationship in the social context of how to think theoretically in its application and development of grand theory in social sciences, writing this article uses a library method or literature study. Theoretical thinking uses a way to analyze, evaluate, and interpret information objectively to explain social phenomena that have the purpose of using abstract concepts and ideologies. Grand theory in social sciences seeks to provide a comprehensive framework of understanding of social structure, power dynamics, and the relationship between individuals and society. This article discusses how critical thinking and grand theory help in research studies or social scientists to analyze the truth and develop more relevant approaches through a review of the main theories in social sciences in the ever-evolving changes. It is concluded that critical thinking is an important element in formulating and developing grand theory in social sciences that can provide in-depth insights into social structure and social change. ABSTRAKArtikel ini membahas terkait berfikir kritis dan grand teori dalam ilmu sosial serta ketarkaitan keduanya dalam konteks sosial bagaimana berfikir teoritis dalam penerapannya dan pengembangan grand teori dalam ilmu sosial, penulisan artikel ini menggunakan motede kepustakaan atau studi literatur. Berfikir teoritis menggunaan cara untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menafsirkan informasi secara objektif untuk menjelaskan fenomena sosial yang memiliki tujuan penggunaan konsep-konsep dan ideologi abstrak. Grand teori dalam ilmu sosial berusaha untuk memberikan kerangka pemahaman yang menyeluruh mengenai struktur sosial, dinamika kekuasaan, serta hubungan antara individu dan masyarakat. Artikel ini membahas bagaimana berpikir kritis dan grand teori membantu dalam kajian penelitian atai ilmuan sosial untuk menganalisa kebenaran dan mengembangkan pendekatan yang lebih relevan melalui tinjauan terhadap teori-teori utama dalam ilmu sosial dalam perubahan yang terus berkembang. Maka disimpulkan bahwa berpikir kritis merupakan elemen penting dalam merumuskan dan mengembangkan grand teori dalam ilmu sosial yang dapat memberikan wawasan mendalam tentang struktur sosial dan perubahan sosial.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MAJEMUK BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS 1 SD BERBASIS TEKNOLOGI RAMBE, MAHADI KESUMA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3738

Abstract

This study aims to measure the effectiveness of a differentiated learning approach using technology to improve reading skills among first-grade elementary school students. The primary issue underlying this research is the low reading skills of students caused by varying levels of ability within the classroom and the lack of adaptive teaching methods. A differentiated learning approach was selected to address individual student needs by grouping  them based on their initial abilities, while technology-based media was utilized to enhance student engagement and comprehension through visual, auditory, and interactive activities. This research employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The subjects comprised 28 first-grade students, divided into three groups based on their reading abilities: beginner, intermediate, and advanced. The study was conducted in three key stages: a pretest to assess students' initial reading abilities, a four-session implementation of learning using technology-based media such as interactive videos, Canva, and Google Forms, and a posttest to measure learning outcomes. Observations were conducted during the sessions to record student engagement and responses to the media. The findings revealed a significant improvement in students' reading skills. The average pretest score of 6.5 increased to 8.25 in the posttest. The distribution of beginner-level students decreased from 50% to 20%, while advanced-level students increased from 10% to 30%. Technology-based media effectively enhanced student engagement, with an average score of 3.96 for visual engagement and 4.21 for media interaction. However, challenges were identified, including technical issues and the complexity of media for lower-ability students. The study concludes that a differentiated learning approach using technology is effective in improving reading skills, although improvements in media design are needed to ensure inclusivity for all ability levels. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pendekatan pembelajaran majemuk berdiferensiasi berbasis teknologi dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas 1 SD. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca siswa, yang disebabkan oleh perbedaan tingkat kemampuan dalam kelas serta kurangnya metode pembelajaran yang adaptif. Pendekatan majemuk berdiferensiasi dipilih untuk memenuhi kebutuhan individu siswa dengan mengelompokkan mereka berdasarkan kemampuan awal, sementara media berbasis teknologi digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa melalui visual, audio, dan aktivitas interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 28 siswa kelas 1 SD, yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan kemampuan membaca: pemula, menengah, dan lanjutan. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap utama: pretest untuk menilai kemampuan awal siswa, implementasi pembelajaran selama empat sesi menggunakan media berbasis teknologi seperti video interaktif, Canva, dan Google Forms, serta posttest untuk mengukur hasil pembelajaran. Observasi selama sesi pembelajaran digunakan untuk mencatat keterlibatan siswa dan respons terhadap media. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan membaca siswa. Rata-rata skor pretest sebesar 6.5 meningkat menjadi 8.25 pada posttest. Distribusi siswa pada level pemula menurun dari 50% menjadi 20%, sedangkan kategori lanjutan meningkat dari 10% menjadi 30%. Media berbasis teknologi terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dengan skor rata-rata Keterlibatan Visual (3.96) dan Interaksi Media (4.21). Namun, beberapa tantangan ditemukan, seperti kendala teknis dan kompleksitas media untuk siswa dengan kemampuan rendah. Simpulan utama penelitian ini adalah bahwa pendekatan pembelajaran majemuk berdiferensiasi berbasis teknologi efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa, meskipun perlu perbaikan pada media yang digunakan untuk memastikan inklusivitas bagi semua tingkat kemampuan.
PENDEKATAN TEORI BELAJAR KONTRUKTIVISME DALAM KURIKULUM MERDEKA MELALUI MEDIA ASMBLR 3D PADA MATERI FOTOSINTESIS YOGASWARA, MUHAMMAD REZA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3739

Abstract

This study explores the application of constructivism theory in the Independent Curriculum through 3D ASMBLR media on photosynthesis material. The focus of the study was to determine how 3D ASMBLR media can improve the understanding of fourth grade students of SDN 198/VI Ulak Makam, Tabir Ilir District, Merangin Regency. In constructivism-based learning, students play an active role in building knowledge through direct experience and social interaction. The Independent Curriculum provides flexibility in learning, in line with the objectives of 3D ASMBLR media which presents interactive visualizations to clarify complex photosynthesis concepts. This research method involved 25 students and consisted of three stages: planning, implementation, and evaluation. Data were obtained through observation, questionnaires, and evaluation tests before and after learning. The results showed a significant increase in student understanding and engagement. The average student score increased from 65 to 85 after using 3D ASMBLR. In addition, 92% of students reported that this media helped their understanding, while 88% felt more confident in group discussions. ASMBLR 3D media not only makes the learning process more interesting but also encourages collaboration and the development of critical skills and digital literacy. However, challenges in the form of technical issues and training needs for teachers are still found. Overall, this study confirms that the integration of technology in the Merdeka Curriculum can enrich the learning experience and significantly improve educational outcomes.. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi penerapan teori konstruktivisme dalam Kurikulum Merdeka melalui media ASMBLR 3D pada materi fotosintesis. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana media ASMBLR 3D dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN 198/VI Ulak Makam, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin. Dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme, siswa berperan aktif dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial. Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran, sejalan dengan tujuan media ASMBLR 3D yang menghadirkan visualisasi interaktif untuk memperjelas konsep fotosintesis yang kompleks. Metode penelitian ini melibatkan 25 siswa dan terdiri dari tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan tes evaluasi sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterlibatan siswa. Skor rata-rata siswa meningkat dari 65 menjadi 85 setelah menggunakan ASMBLR 3D. Selain itu, 92% siswa melaporkan media ini membantu pemahaman mereka, sementara 88% merasa lebih percaya diri dalam diskusi kelompok. Media ASMBLR 3D tidak hanya membuat proses belajar lebih menarik tetapi juga mendorong kolaborasi dan pengembangan keterampilan kritis serta literasi digital. Kendati demikian, tantangan berupa masalah teknis dan kebutuhan pelatihan bagi guru masih ditemukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka dapat memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan hasil pendidikan secara signifikan.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR PENGADILAN TATA USAHA NEGARA MAKASSAR IBRAHIM, IBRAHIM; TAMRIN, USMAN; AINI, NUR
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3741

Abstract

In modern organizations, employee performance is one of the key factors in achieving the goals and vision of the institution. A conducive work environment and high work motivation are important elements that can improve employee performance. This study aims to determine the effect of the work environment and work motivation on employee performance at the Makassar State Administrative Court Office. The population of this study was 55 employees with a saturated sample method, where all members of the population were sampled. The data analysis method used the Multiple Linear Regression Analysis method by testing the classical assumptions first. The results of the multiple regression analysis showed that the regression coefficient value of the work environment variable produced was 0.353 with a positive coefficient sign. This means that the work environment variable has an effect on employee performance. Meanwhile, the regression value of the work motivation variable produced was 0.151 with a positive coefficient sign. However, in the t-test and its significance, the work motivation variable showed no effect on employee performance. This shows that although both variables contribute simultaneously, the contribution of one variable may not be strong enough to significantly affect employee performance. So the synergy between the work environment and work motivation is what gives a big influence, and the focus of management must be on how both factors can be optimized together to improve employee performance. ABSTRAKDalam organisasi modern, kinerja pegawai menjadi salah satu faktor kunci dalam mencapai tujuan dan visi instansi. Lingkungan kerja yang kondusif dan motivasi yang kerja yang tinggi merupakan elemen penting yang dapat meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar. Populasi penelitian ini sebanyak 55 orang pegawai dengan metode sampel jenuh, Dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Metode analisis data menggunakan metode Analisis regresi linear berganda dengan melakukan pengujian asumsi klasik terlebih dahulu. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel lingkungan kerja yang dihasilkan sebesar 0,353 dengan tanda koefisien positif. Artinya variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Sedangkan, nilai regresi variabel motivasi kerja yang dihasilkan sebesar 0,151 dengan tanda koefisien positif. Namun pada pengujian t dan signifikansinya variabel motivasi kerja menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap kinerja pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kedua variabel berkontribusi secara simultan, kontribusi dari salah satu variabel mungkin tidak cukup kuat untuk mempengaruhi kinerja pegawai secara signifikan. Sehingga sinergi antara lingkungan kerja dan motivasi kerja adalah yang memberikan pengaruh besar, dan fokus manajemen harus pada bagaimana kedua faktor tersebut dapat dioptimalkan secara Bersama- sama untuk meningkatkan kinerja pegawai.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEBULU 1 KECAMATAN SEBULU, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA RAHMI, TASYA ALIYA; RUSDI, RUSDI; YULIAWATI , RATNA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3755

Abstract

High Blood Pressure or Hypertension is an increase in blood pressure in the arteries. Hypertension as a heterogeneous group of diseases can attack anyone from various age, social and economic groups. The aim of this research is to determine whether there is a relationship between knowledge and attitudes regarding the incidence of hypertension in the work area of Sebulu 1 Community Health Center, Sebulu District. The type of research used is Cross Sectional. The sample in this study was 68 people suffering from hypertension in the working area of the Sebulu 1 Community Health Center, with samples taken using a purposive sampling technique. Analyzed using the Chi Square test. The results of the research obtained a frequency distribution of knowledge regarding the incidence of hypertension, as many as 68 respondents, 14 respondents (20.6%) had poor knowledge of hypertension, 26 respondents (38.2%) had moderate knowledge of hypertension, and 28 respondents (41,2%) had good knowledge of hypertension (2%). Attitudes regarding the incidence of hypertension, as many as 68 respondents, attitudes towards hypertension were poor, there were 3 respondents (4.4%), attitudes towards moderate hypertension were 60 respondents (88.2%) and knowledge regarding hypertension was good as many as 5 respondents (7.4%). Based on the analysis tests that have been carried out, significant results were obtained with a p value <0.001, so the distribution shows that the relationship between knowledge and attitudes and the incidence of hypertension has a significant relationship. ABSTRAKTekanan Darah Tinggi atau Hipertensi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Hipertensi sebagai penyakit heterogeneous group of disease bisa menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur, sosial dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan dan sikap adanya kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sebulu 1 Kecamatan Sebulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas sebulu 1 berjumlah 68 orang dengan pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi Pengetahuan dengan kejadian hipertensi, sebanyak 68 responden pengetahuan dengan hipertensi buruk sebanyak 14 responden (20,6%), pengetahuan dengan hipertensi sedang sebanyak 26 responden (38,2%) dan pengetahuan dengan hipertensi baik sebanyak 28 responden (41,2%). Sikap dengan kejadian hipertensi, sebanyak 68 responden sikap dengan hipertensi buruk sebanyak 3 responden (4,4%), sikap dengan hipertensi sedang sebanyak 60 responden (88,2%) dan pengetahuan dengan hipertensi baik sebanyak 5 responden (7,4%).Berdasarkan Uji analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil siginifikan dengan nilai p<0,001 maka distribusi bahwa hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian hipertensi memiliki hubungan yang signifikan.
PENERAPAN STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR DALAM MENINGKATKAN KINERJA FRONT OFFICE DI HOTEL CAPA RESORT MAUMERE SANDRY, OKTAVIANUS NONG; MUSTAFA, INTAN; RETU, MARKUS KRISTIAN
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3782

Abstract

The rapid growth of the hotel industry increases competition among hotels. To maintain service quality, hotels must ensure optimal employee performance so that guests feel comfortable and want to return. Good hotel service requires clear guidelines, namely Standard Operating Procedures (SOP) which must be followed by all employees. The aim of the research is to analyze the implementation of SOPs at the Front Office of the Capa Resort Maumere Hotel, identify factors that influence the implementation of SOPs, and evaluate the impact of implementing SOPs on employee work performance. This research method is descriptive qualitative. Data was collected through interviews, observation and documentation. The research results show that the implementation of SOPs in improving Front Office performance is providing consistent training, improving internal communication, providing adequate resources and regular evaluation of SOPs. Therefore, to increase the effectiveness of SOP implementation, it is recommended that training be conducted regularly, internal communications be strengthened, adequate resources provided, and regular evaluation of SOPs carried out to ensure that procedures remain relevant and effective. This approach will not only improve staff performance but will also provide a better experience for guests. ABSTRAKPertumbuhan industri hotel yang pesat meningkatkan persaingan di antara hotel. Untuk menjaga kualitas layanan, hotel harus memastikan kinerja karyawan optimal agar tamu merasa nyaman dan ingin kembali. Pelayanan hotel yang baik memerlukan pedoman jelas, yaitu Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib diikuti oleh semua karyawan. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis penerapan SOP di Front Office Hotel Capa Resort Maumere, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan SOP, serta mengevaluasi dampak penerapan SOP terhadap kinerja kerja karyawan. Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan SOP dalam meningkatkan kinerja Front Office adalah memberikan konsistensi pelatihan, peningkatan komunikasi internal, penyediaan sumber daya yang memadai dan evaluasi rutin terhadap SOP. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas penerapan SOP, disarankan agar pelatihan dilakukan secara berkala, komunikasi internal diperkuat, sumber daya yang memadai disediakan, dan evaluasi rutin terhadap SOP dilaksanakan guna memastikan bahwa prosedur tetap relevan dan efektif. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan kinerja staf tetapi juga akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi tamu.
PERAN FILSAFAT ILMU DALAM MENGEMBANGKAN METODE PENELITIAN ILMIAH JABAR, SYABRAN; FITRISIA, AZMI; FATIMAH, SITI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3821

Abstract

Philosophy of science has a crucial role in building a framework of thinking that underlies the development of scientific research methods. This article aims to examine this role by highlighting three main aspects of the philosophy of science, namely ontology, epistemology and axiology, as a basis for the research process. This research uses a qualitative approach with a literature study method, analyzing relevant literature and philosophical theories of science. The study stages include explaining the relationship between philosophy of science and scientific methods, critical evaluation of the contribution of philosophy of science in validating and developing research methods, as well as examining the strengthening of philosophy in contemporary research practice. The results of the discussion show that the philosophy of science helps researchers clarify basic research concepts, determine appropriate paradigms, and ensure coherence between research objectives and the methods used. In addition, the philosophy of science encourages critical reflection on the basic assumptions of research so as to produce methods that are more relevant and adaptive to changes in the scientific context. The main conclusion of this article is that philosophy of science serves not only as a theoretical framework, but also as a practical tool in making methodological decisions, ultimately improving the quality and integrity of scientific research. This article is relevant for academics, researchers and practitioners who wish to deepen their understanding of the relationship between philosophy of science and research methods. ABSTRAKFilsafat ilmu memiliki peran krusial dalam membangun kerangka berpikir yang mendasari pengembangan metode penelitian ilmiah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran tersebut dengan menyoroti tiga aspek utama filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, sebagai landasan dalam proses penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis literatur dan teori-teori filsafat ilmu yang relevan. Tahapan kajian meliputi identifikasi hubungan antara filsafat ilmu dan metode ilmiah, evaluasi kritis terhadap kontribusi filsafat ilmu dalam validasi dan pengembangan metode penelitian, serta penelaahan terhadap implikasi filosofis pada praktik penelitian kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat ilmu membantu peneliti dalam memperjelas konsep dasar penelitian, menentukan paradigma yang sesuai, dan memastikan koherensi antara tujuan penelitian dengan metode yang digunakan. Selain itu, filsafat ilmu mendorong refleksi kritis terhadap asumsi-asumsi dasar penelitian sehingga menghasilkan metode yang lebih relevan dan adaptif terhadap perubahan konteks ilmiah. Simpulan utama dari artikel ini adalah bahwa filsafat ilmu tidak hanya berperan sebagai kerangka teoritis, tetapi juga sebagai alat praktis dalam pengambilan keputusan metodologis, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas dan integritas penelitian ilmiah. Artikel ini relevan bagi akademisi, peneliti, dan praktisi yang ingin memperdalam pemahaman tentang hubungan antara filsafat ilmu dan metode penelitian.
POSITIVISME: KONSEP, PERKEMBANGAN, DAN IMPLEMENTASI DALAM KAJIAN ILMU PENGETAHUAN DAN HUKUM HABIBANI, RHAYSYA ADMMI; FATIMAH, SITI; FITRISIA, AZMI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3831

Abstract

Positivism is a school of philosophy that emphasizes the importance of empirical observation and logic in developing knowledge. In science, positivism is the basis for the development of objective and measurable scientific methods. In law, positivism provides a foundation for understanding law as a system of rules originating from authorized authorities, without involving moral considerations or social values. This article examines the concept of positivism, its historical development, and its implementation in science and law. By conducting a critical analysis of positivist ideas, theoretical foundations, and their application in science and law, it can be concluded that positivism is still relevant as one of the main approaches in science. However, in science, an integrative approach that considers humanistic and multidisciplinary aspects can enrich the positivist method. However, in law, a method that combines moral principles and locality can improve the ability of law to meet the demands of a changing society. Thus, positivism is not the end of the search for knowledge and justice; it is a foundation that continues to develop in discussions with other approaches. Because of this flexibility, positivism is still relevant amidst the challenges and changes of an increasingly complex era. ABSTRAKPositivisme merupakan aliran filsafat yang menekankan pentingnya pengamatan empiris dan logika dalam mengembangkan pengetahuan. Dalam ilmu pengetahuan, positivisme menjadi dasar bagi pengembangan metode ilmiah yang objektif dan terukur. Dalam hukum, positivisme memberikan landasan untuk memahami hukum sebagai sistem aturan yang berasal dari otoritas berwenang, tanpa melibatkan pertimbangan moral atau nilai sosial. Artikel ini mengkaji konsep positivisme, sejarah perkembangannya, serta implementasinya dalam ilmu pengetahuan dan hukum. Dengan melakukan analisis kritis terhadap ide-ide positivis, landasan teoritis, dan penerapannya dalam ilmu pengetahuan dan hukum, dapat disimpulkan bahwa positivisme masih relevan sebagai salah satu pendekatan utama dalam ilmu pengetahuan. Namun, dalam ilmu pengetahuan, pendekatan integratif yang mempertimbangkan aspek humanistik dan multidisipliner dapat memperkaya metode positivis. Namun, dalam bidang hukum, metode yang menggabungkan prinsip-prinsip moral dan lokalitas dapat meningkatkan kemampuan hukum untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang terus berubah. Dengan demikian, positivisme bukan akhir dari pencarian pengetahuan dan keadilan; itu adalah pijakan yang terus berkembang dalam diskusi dengan pendekatan lain. Karena fleksibilitas ini, positivisme masih relevan di tengah tantangan dan perubahan zaman yang semakin kompleks.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KARIER TEKNIK MODELLING TERHADAPKEMATANGAN PILIHAN KARIER SISWA KELAS XI TKJ-1 SMK NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO’OA LAOLI, PIAN PUTRA JAYA; LASE, FAMAHATO; ZEBUA, ELIZAMA; DAMANIK, HOSIANNA R.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3842

Abstract

The aim of this research is to reveal the influence of career guidance services (X1) with modeling techniques (X2) on the maturity of career choices (Y), using associative strategy quantitative methods. The research location was SMK Negeri 1 Gunungsitoli Alo'oa, the research population was all class XI students and the sample was taken purposively as many as 64 people from two study groups. The data collection instrument was a closed questionnaire distributed to a number of respondents. The regression coefficient value of the career services variable is negative, namely 0.095, meaning that every 1.00% increase in career guidance services will be followed by an increase in career choice maturity of 0.095% assuming the other independent variables remain constant. The modeling technique (X2) partially has a significant effect on the maturity of career choices (Y). The regression coefficient value of the modeling technique (b2) is positive, namely 1.051, meaning that every 1.00% increase in the modeling technique will be followed by an increase in career choice maturity of 1.051% assuming the other independent variables remain constant. Variables X1 and X2 together have a significant effect on variable Y and every increase in X1 and The contribution of the influence of variables X1 and X2 to variable Y is 93.8%, while the remaining 7.2% is influenced by other variables that have not been studied. It is recommended for school counselors to provide career guidance services using modeling techniques to handle, develop and improve students' career maturity. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh layanan bimbingan karir (X1) dengan teknik modeling (X2) terhadap kematangan pilihan karir (Y) menggunakan metode kuantitatif strategi asosiatif. Lokasi penelitian adalah SMK Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI dan sampel diambil secara purposif sebanyak 64 orang dari dua rombongan belajar. Instrumen pengumpulan data adalah angket tertutup yang dibagikan kepada sejumlah responden. Nilai koefisien regresi variabel layanan karir bernilai negatif, yaitu 0,095 artinya setiap peningkatan layanan bimbingan karir sebesar 1,00% maka akan diikuti dengan peningkatan kematangan pilihan karir sebesar 0,095% dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Teknik modeling (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kematangan pilihan karir (Y). Nilai koefisien regresi teknik modeling (b2) bernilai positif, yaitu 1,051, artinya bahwa setiap peningkatan teknik modeling sebesar 1,00% maka akan diikuti dengan peningkatan kematangan pilihan karir sebesar 1,051% dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Y dan setiap peningkatan X1 dengan X2 sebesar 1,00% akan diikuti dengan peningkatan variabel Y sebesar 1,146. Sumbangan pengaruh variabel X1 dengan X2 terhadap variabel Y sebesar 93,8% sedangkan sisanya sebesar 7,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti. Disarankan kepada konselor sekolah untuk menyelenggarakan layanan bimbingan karir dengan teknik modeling untuk menangani, mengembangkan dan meningkatkan kematangan karir peserta didik.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK KONSELING BEHAVIORAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 6 IDANOGAWO ZEGA, SURIAWATI; LASE, FAMAHATO; DAMANIK, HOSIANNA R.; ZEBUA, ELIZAMA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3844

Abstract

Problems of developing and improving mental health can be addressed with group guidance services (BKp) behavioral counseling techniques. The aim of the research is to reveal the influence of BKp services (X1) and behavioral counseling techniques (X2) on improving mental health (Y), using associative strategy quantitative methods. The research location was SMP Negeri 6 Idanogawo, the research population was all class VIII students and the sample was taken purposively as many as 32 people. The data collection instrument was a closed questionnaire which was distributed to a number of respondents. Data were analyzed using multiple linear regression analysis to answer research questions according to the proposed hypothesis. The research results concluded that BKp services (X1) partially had a significant effect on improving mental health (Y). The regression coefficient value of the BKp service variable is negative, namely 5.279 and every increase in BKp services by 1.00% will be followed by an increase in mental health by 5.279%. Behavioral counseling techniques (X2) partially have a significant effect on improving mental health (Y). The regression coefficient value for behavioral counseling techniques is positive, namely 6.098 and every 1.00% increase in behavioral counseling techniques will be followed by an increase in mental health of 6.098%. Variables X1 and X2 together have a significant effect on variable Y and every increase in X1 and The contribution of the influence of variables X1 and X2 to variable Y is 91.80%, while the remaining 8.2% is influenced by other variables that have not been studied. It is recommended for school counselors to provide BKp services with behavioral counseling techniques to handle, develop and improve students' mental health. ABSTRAKMasalah pengembangan dan peningkatan kesehatan mental dapat dilakukan dengan layanan bimbingan kelompok (BKp) teknik konseling behavioral. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap pengaruh layanan BKp (X1) dan teknik konseling behavioral (X2) terhadap peningkatan kesehatan mental (Y), menggunakan metode kuantitatif strategi asosiatif. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 6 Idanogawo, populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII dan sampel diambil secara purposif sebanyak 32 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang dibagikan kepada sejumlah responden. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menjawab pertanyaan penelitian sesuai hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa layanan BKp (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesehatan mental (Y). Nilai koefisien regresi variabel layanan BKp bernilai negatif, yaitu 5,279 dan setiap peningkatan layanan BKp sebesar 1,00 % akan diikuti dengan peningkatan kesehatan mental sebesar 5,279 %. Teknik konseling behavioral (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesehatan mental (Y). Nilai koefisien regresi teknik konseling behavioral bernilai positif yaitu 6,098 dan setiap peningkatan teknik konseling behavioral sebesar 1,00 % akan diikuti dengan peningkatan kesehatan mental sebesar 6,098%. Variabel X1 dengan X2 secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Y dan setiap peningkatan X1 dengan X2 sebesar 1,00 % akan diikuti dengan peningkatan variabel Y sebesar 11,38. Sumbangan pengaruh variabel X1 dengan X2 terhadap variabel Y sebesar 91,80% sedangkan sisanya sebesar 8,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti. Disarankan kepada konselor sekolah untuk menyelenggarakan layanan BKp teknik konseling behavioral untuk menangani, mengembangkan dan meningkatkan kesehatan mental peserta didik.