cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 10 Documents clear
THE EFFECT OF 3N (NITENI, NIROKKE, NAMBAHI) ON ENGLISH VOCABULARY MASTERY OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Nur Zulaifah, Ika; Azizah, Dinar Martia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6828

Abstract

A solid vocabulary foundation is essential in learning English as a foreign language. This study examines the impact of the 3N method (Niteni, Nirokke, Nambahi), rooted in Ki Hadjar Dewantara’s educational philosophy, on English vocabulary mastery among elementary students. Using a one-group pre-test and post-test design, twelve fifth-grade students in a private English tutoring program in Yogyakarta participated in structured sessions. Vocabulary mastery was measured through four indicators: pronunciation, spelling, grammar, and meaning, based on Cameron’s framework. The 3N method was delivered in three stages: observing (Niteni), imitating (Nirokke), and creating (Nambahi), supported by comprehensible input. Results showed gains across all indicators, with the highest in meaning (gain 0.75) and spelling (gain 0.60). Behavioral improvements were also observed, including increased confidence and contextual vocabulary use. The findings indicate that the 3N method effectively enhances vocabulary skills both cognitively and behaviorally. This study provides novel empirical evidence on the integration of a culturally grounded instructional model with a linguistic measurement framework, offering a validated alternative for vocabulary instruction in early English education. ABSTRAK Penguasaan kosakata yang kuat merupakan dasar penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penelitian ini mengkaji pengaruh metode 3N (Niteni, Nirokke, Nambahi), yang berakar pada filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, terhadap penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan desain satu kelompok pre-test dan post-test, sebanyak dua belas siswa kelas lima yang mengikuti program les privat Bahasa Inggris di Yogyakarta berpartisipasi dalam sesi pembelajaran terstruktur. Penguasaan kosakata diukur melalui empat indikator: pelafalan, ejaan, tata bahasa, dan makna, berdasarkan kerangka Cameron. Metode 3N diterapkan melalui tiga tahap: mengamati (Niteni), meniru (Nirokke), dan mencipta (Nambahi), dengan dukungan input yang dapat dipahami (comprehensible input). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada semua indikator, dengan skor tertinggi pada makna (gain 0,75) dan ejaan (gain 0,60). Perubahan perilaku juga diamati, termasuk meningkatnya kepercayaan diri dan penggunaan kosakata dalam konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa metode 3N efektif dalam meningkatkan keterampilan kosakata baik secara kognitif maupun perilaku. Penelitian ini memberikan bukti empiris baru mengenai integrasi model pembelajaran berbasis budaya lokal dengan kerangka pengukuran linguistik, sehingga menawarkan alternatif valid untuk pembelajaran kosakata pada pendidikan Bahasa Inggris anak usia dini.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN POWERPOINT MORPH UNTUK SISWA KELAS II SD NEGERI 2 SAWA Yunus, Ardiansyah; Razilu, Zila; Fajriani, Alfiah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7183

Abstract

This study aims to develop interactive learning media using PowerPoint Morph for second-grade students at SD N 2 Sawa, with a focus on Indonesian language subjects. In today's digital era, the use of technology in education is very important to improve learning effectiveness and create an attractive and interactive learning environment for students. The method used in this study follows the ADDIE development model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation.  The results of the analysis show that second-year students have difficulty understanding Indonesian language lesson material when using conventional learning media. Therefore, PowerPoint Morph was designed with an attractive and interactive display, using hardware such as laptops and mobile phones to increase student motivation to learn. Media testing shows that the developed PowerPoint obtained an excellent validation score from media experts, with a percentage of 89.72% after revision, and student test scores reached 91.40% for individuals and 95.20% for small groups. The conclusion of this study is that the development of interactive learning media using PowerPoint Morph is feasible to be applied in the learning process because it can increase students' interest and motivation to learn. Thus, PowerPoint Morph can be an effective alternative in supporting learning in elementary schools, especially in Indonesian language lessons. ABSTRAKPenelitian Ini Bertujuan Untuk Mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Powerpoint Morph Untuk Siswa Kelas II Di SD N 2 Sawa, Dengan Fokus Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam Era Digital Saat Ini, Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan Menjadi Sangat Penting Untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Dan Menciptakan Suasana Belajar Yang Menarik Dan Interaktif Bagi Siswa. Metode Yang Digunakan  Dalam  Penelitian  Ini  Mengikuti  Model  Pengembangan  ADDIE,  Yang  Mencakup  Analisis, Desain,  Pengembangan,  Penerapan,  Dan  Evaluasi.  Hasil Analisis  Menunjukkan  Bahwa  Siswa  Kelas  II Mengalami Kesulitan Dalam Memahami Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Ketika Menggunakan Media Pembelajaran  Konvensional. Oleh Karena Itu, Powerpoint Morph Dirancang Dengan Tampilan Yang Menarik Dan Interaktif, Menggunakan Perangkat Keras Seperti Laptop Dan Handphone Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Uji Coba Media Menunjukkan Bahwa Powerpoint Yang Dikembangkan Memperoleh Skor Validasi Yang Sangat Baik Dari Ahli Media, Dengan Persentase 89,72% Setelah Revisi, Dan Skor Uji Coba Siswa Mencapai 91,40% Untuk Individu Dan 95,20% Untuk Kelompok Kecil. Kesimpulan Dari Penelitian Ini Adalah Bahwa Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Powerpoint Morph Layak Diterapkan Dalam Proses Pembelajaran, Karena Dapat Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Siswa. Dengan Demikian, Powerpoint Morph Dapat Menjadi Alternatif Yang Efektif Dalam Mendukung Pembelajaran Di Sekolah Dasar, Khususnya Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia
PEMANFAATAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 31 PONTIANAK BARAT Badariah, Siti; Hariyati, Hariyati; Hafiz, Rapaul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7207

Abstract

This research is motivated by the demands of digital transformation in education and the potential of the Canva application as an engaging visual learning medium, particularly for science subjects, which are often abstract. Despite its recognized potential, Canva's practical implementation in Indonesian elementary schools remains limited. The focus of this research is to examine the implementation of the Canva application as a science learning medium at SDN 31 West Pontianak, covering teacher knowledge, the planning process, classroom practice, and an evaluation of its strengths and limitations. The study used a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with three class teachers and the principal, as well as documentation of the learning media. Data analysis was conducted thematically. The results show Canva adoption driven by the Belajar.id account, with systematic implementation in planning and media diversification (LKPD, quizzes, videos). The main finding was a significant positive impact on students' learning motivation and understanding of abstract science concepts. Canva's strengths include ease of use and visualization, but internet connectivity is limited. It is concluded that Canva is an effective and impactful science learning medium, supported by teacher collaboration, but requires solutions to infrastructure challenges and sustainable access. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelangi oleh tuntutan transformasi digital dalam pendidikan dan potensi aplikasi Canva sebagai media pembelajaran visual yang menarik, khususnya untuk mata pelajaran IPA yang seringkali bersifat abstrak. Meskipun potensinya diakui, implementasi praktis Canva di sekolah dasar Indonesia masih terbatas dikaji. Fokus penelitian ini adalah mengkaji implementasi aplikasi Canva sebagai media pembelajaran IPA di SDN 31 Pontianak Barat, mencakup pengetahuan guru, proses perencanaan, praktik di kelas, serta evaluasi kelebihan dan keterbatasannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga guru kelas dan kepala sekolah, serta dokumentasi media pembelajaran. Analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adopsi Canva yang didorong oleh akun Belajar.id, dengan implementasi sistematis dalam perencanaan dan diversifikasi media (LKPD, kuis, video). Temuan utama adalah dampak positif signifikan pada motivasi belajar dan pemahaman konsep abstrak IPA oleh siswa. Kelebihan Canva meliputi kemudahan penggunaan dan visualisasi, namun terkendala konektivitas internet. Disimpulkan bahwa Canva merupakan media pembelajaran IPA yang efektif dan berdampak positif, didukung oleh kolaborasi guru, namun memerlukan solusi untuk tantangan infrastruktur dan keberlanjutan akses.
ENHANCING ENGLISH VOCABULARY MASTERY THROUGH GAME-BASED APPROACHES FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Faida, Fardan Rezkiawan; Wijianto, Agung
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7235

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the impact of game-based learning, specifically through the use of Simon Says and Flashcards, on improving English vocabulary mastery among elementary school students. Vocabulary mastery is a crucial component of English proficiency that supports students’ ability to understand, speak, read, and write effectively. However, many elementary school students struggle to acquire sufficient vocabulary, leading to low motivation and learning outcomes. This research was conducted at SDN 12 Kendari, involving 26 fifth-grade students. A pre-experimental design with a pre-test and post-test model was implemented over five sessions, focusing on the themes “Body Parts” and “Things in the Classroom” through Simon Says and Flashcards activities. The pre-test average score was 23.65, which significantly increased to 72.58 in the post-test. The Wilcoxon Signed Ranks Test showed a significance value of 0.001 (< 0.05), indicating a statistically significant improvement. These findings demonstrate that game-based learning not only enhances students’ vocabulary mastery but also provides practical insights for teachers in designing engaging and collaborative classroom activities. This approach can be effectively applied to foster motivation and improve English language skills among elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak pembelajaran berbasis permainan, khususnya menggunakan Simon Says dan Flashcards, terhadap peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar. Kemampuan berbahasa Inggris, terutama penguasaan kosakata, sangat penting bagi siswa untuk dapat memahami, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Inggris. Namun, banyak siswa sekolah dasar mengalami kesulitan dalam menguasai kosakata, yang menyebabkan rendahnya motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 12 Kendari dengan melibatkan 26 siswa kelas V. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan model pre-test dan post-test selama lima kali pertemuan, menggunakan tema pembelajaran “anggota tubuh” dan “benda di kelas” melalui kegiatan Simon Says dan Flashcards. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata 23,65, sedangkan post-test meningkat signifikan menjadi 72,58. Uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis permainan tidak hanya efektif meningkatkan penguasaan kosakata, tetapi juga memberikan kontribusi bagi guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kolaboratif. Pendekatan ini dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan berbahasa Inggris siswa sekolah dasar.
PERANAN LITERASI MEMBACA DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP MANDIRI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Wiliwirman, Wiliwirman; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7286

Abstract

This research is motivated by the crucial role of reading literacy as a foundation for independent learning in the information age. However, there is a gap between the ideal potential for literacy and the low reading ability and independent learning attitudes of elementary school students in Indonesia, as reflected in the PISA results. This research focuses on an in-depth analysis of the role of reading literacy in developing independent learning attitudes in elementary school students through a synthesis of previous research. This study used the Systematic Literature Review (SLR) method with a qualitative approach. A systematic literature search was conducted in the Google Scholar, ERIC, ResearchGate, and DOAJ databases (2020-2025), followed by article selection based on inclusion and exclusion criteria. The analysis was conducted through the stages of identification, screening, eligibility, and analysis using content analysis techniques. The synthesis results indicate that reading literacy significantly fosters independent learning by increasing students' intrinsic motivation, active engagement in learning, and self-reflection. Key findings confirm that this positive relationship is strongly influenced by the role of teachers as facilitators, a literacy-rich learning environment, and active support from parents and schools. It was concluded that strengthening reading literacy is an effective strategy for developing independent learners in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial literasi membaca sebagai fondasi kemandirian belajar di era informasi, namun terdapat kesenjangan antara potensi ideal literasi dengan rendahnya kemampuan membaca dan sikap mandiri belajar siswa sekolah dasar di Indonesia, sebagaimana tercermin dalam hasil PISA. Fokus penelitian ini adalah menganalisis secara mendalam peranan literasi membaca dalam mengembangkan sikap mandiri belajar siswa sekolah dasar melalui sintesis penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Pencarian literatur sistematis dilakukan pada database Google Scholar, ERIC, ResearchGate, dan DOAJ (rentang 2020-2025), diikuti seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan melalui tahapan identification, screening, eligibility, dan analysis dengan teknik content analysis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa literasi membaca secara signifikan menumbuhkan kemandirian belajar dengan meningkatkan motivasi intrinsik, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, dan kemampuan refleksi diri siswa. Temuan utama menegaskan bahwa hubungan positif ini sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator, lingkungan belajar yang kaya literasi, serta dukungan aktif dari orang tua dan sekolah. Disimpulkan bahwa penguatan literasi membaca merupakan strategi efektif untuk membentuk pembelajar mandiri di sekolah dasar.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN YANG DIRENCANAKAN OLEH GURU PADA MODUL AJAR IPAS KELAS V DI SDN 14 SUNGAI RAYA Handayani, Fitri; Setyowati, Dessy; Afryaningsih, Yunika
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7339

Abstract

This research is motivated by the importance of effective learning models in elementary schools, particularly in the context of the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), which emphasizes a student-centered approach. However, initial observations at SDN 14 Sungai Raya indicated that the fifth-grade science learning module still tended to be teacher-centered. Therefore, this study focused on examining the learning models planned by teachers in the fifth-grade science learning module, identifying the type of model used (teacher-centered vs. student-centered), and evaluating its suitability with the principles of the Independent Curriculum. This study used a descriptive qualitative approach. The research stages included data collection through documentation analysis of two learning modules (Food Chain and Ecosystem Balance) and structured interviews with fifth-grade teachers. Data analysis focused on model identification (Inquiry and TGT were found) and classification of the learning steps. The results showed that although the selected learning models (Inquiry and TGT) had the potential to be student-centered, the main finding was that the planning in the learning modules still showed a dominant role of the teacher at several stages and had not optimally implemented the full model syntax to encourage student engagement. It was concluded that the learning planning in the teaching module was not fully aligned with the spirit of the Independent Curriculum, requiring further reflection and development to make it more interactive and student-centered. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya model pembelajaran yang efektif di sekolah dasar, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pendekatan berpusat pada siswa. Namun, observasi awal di SDN 14 Sungai Raya menunjukkan bahwa modul ajar IPAS kelas V masih cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengkaji model pembelajaran yang direncanakan oleh guru dalam modul ajar IPAS kelas V, mengidentifikasi jenis model yang digunakan (berpusat pada guru vs. siswa), dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui analisis dokumentasi terhadap dua modul ajar (materi Rantai Makanan dan Keseimbangan Ekosistem) serta wawancara terstruktur dengan guru kelas V. Analisis data difokuskan pada identifikasi model (Inkuiri dan TGT ditemukan) dan klasifikasi langkah pembelajarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun model pembelajaran yang dipilih (Inkuiri dan TGT) berpotensi berpusat pada siswa, temuan utama adalah perencanaan dalam modul ajar masih menunjukkan dominasi peran guru di beberapa tahapan dan belum optimal mengimplementasikan sintaks model secara penuh untuk mendorong keaktifan siswa. Disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran dalam modul ajar belum sepenuhnya selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka, sehingga diperlukan refleksi dan pengembangan lebih lanjut agar lebih interaktif dan berpusat pada siswa.
IMPLEMENTASI CERITA RAKYAT DALAM BUKU AJAR UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS PADA BUKU TIMUN MAS, MALIN KUNDANG, DAN DANAU TOBA Wulandari, Arum Citra; Nabila, Marisa Astri; Harahap, Safinatul Hasanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7340

Abstract

This research is motivated by the important role of folktales as a medium for instilling cultural values ??and character in elementary school students. However, their implementation in textbooks is often suboptimal. The focus of this study is to analyze the implementation of folktales in three elementary school textbooks: Timun Mas, Malin Kundang, and Danau Toba, to evaluate their effectiveness in supporting language learning and character education. The research used a descriptive qualitative method with a document study approach. Content analysis was conducted on aspects of narrative, moral values, language, and illustrations. The results show that all three textbooks successfully integrate folktales with coherent narratives, simple language, and engaging illustrations, effectively conveying character values ??such as courage, devotion to parents, and environmental awareness. However, key findings revealed significant deficiencies in interactive supporting activities, such as discussions or projects, which are essential for the internalization of values. It is concluded that the implementation of folktales in textbooks is good in terms of content, but requires enrichment of interactive activities and active teacher involvement to optimize their potential as effective and contextual character learning media. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting cerita rakyat sebagai media penanaman nilai budaya dan karakter pada siswa sekolah dasar, namun implementasinya dalam buku ajar seringkali belum optimal. Fokus penelitian ini adalah menganalisis implementasi cerita rakyat pada tiga buku ajar SD, yaitu Timun Mas, Malin Kundang, dan Danau Toba, untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mendukung pembelajaran bahasa dan pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi dokumen. Analisis isi dilakukan terhadap aspek narasi, nilai moral, bahasa, dan ilustrasi buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga buku ajar telah berhasil mengintegrasikan cerita rakyat dengan narasi yang runtut, bahasa sederhana, dan ilustrasi menarik, sehingga efektif dalam menyampaikan nilai karakter seperti keberanian, bakti pada orang tua, dan kesadaran lingkungan. Namun, temuan utama mengungkap adanya kekurangan signifikan pada aktivitas pendukung yang bersifat interaktif, seperti diskusi atau proyek, yang esensial untuk internalisasi nilai. Disimpulkan bahwa implementasi cerita rakyat dalam buku ajar sudah baik dari segi konten, namun perlu pengayaan aktivitas interaktif dan peran aktif guru untuk mengoptimalkan potensinya sebagai media pembelajaran karakter yang efektif dan kontekstual.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, KERJASAMA, DAN HASIL BELAJAR PADA MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LENTERA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nashiroh, Nashiroh; Maimunah, Maimunah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7133

Abstract

ABSTRACT This research aims to improve learning activities, cooperative skills, and student learning outcomes through the application of a combination of Problem Based Learning, Team Games Tournament, and Course Review Horray models in IPAS learning. This research was conducted as a Classroom Action Research (CAR) with a focus on qualitative approaches and descriptive methods, which was carried out in 4 meetings with 28 students in grade IV of SDN Pasar Lama 1 Banjarmasin. Data collection was carried out through observation and interviews. The results showed an increase in all aspects studied: Teacher activity increased from 87.50% in the first meeting to 100% in the last meeting, student activity from 57.69% in the first meeting, to 92.31% in the last meeting. Cooperation skills from 46.15% at the first meeting, to 92.31% at the last meeting. Likewise, the aspect of learning outcomes went from 34.61% at the first meeting, to 88.46% at the last meeting. These findings show that the application of the LENTERA learning model is effective in increasing student activity, cooperation skills and student learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar siswa melalui penerapan kombinasi model Problem Based Learning, Team Games Tournament, dan Course Review Horray dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini dilakukan sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan fokus pada pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan pada siswa kelas IV SDN Pasar Lama 1 Banjarmasin sebanyak 28 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh aspek yang diteliti: Aktivitas guru meningkat dari 87,50% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan terakhir, aktivitas siswa dari 57,69% pada pertemuannpertama, menjadi 92,31% pada pertemuan terakhir. Keterampilan kerja sama dari 46,15% pada pertemuan pertama, menjadi 92,31% pada pertemuan terakhir. Begitupula dengan aspek hasil belajar dari 34,61% pada pertemuani pertama, menjadi 88,46% pada pertemuan terakhir. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran LENTERA efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa, keterampilan kerjasama  dan capaian hasil belajar siswa.
PENGALAMAN GURU DALAM MENERAPKAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SD Rohmah, Lathifatur; Chusna, Cahya Amalia; Izzah, Armiya Nur Lailatul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7193

Abstract

This study aims to determine teachers' experiences in implementing Project Based Learning (PjBL) in science learning in elementary schools, regarding how teachers become facilitators in the classroom, face challenges, and teach professionally. PjBL is a learning method that emphasizes student activeness through real projects planned by teachers to train creativity, collaboration, and critical thinking. Although PjBL is known to be effective in increasing student motivation and skills, teachers' experiences in implementing it still require in-depth understanding to support optimal learning practices. The method used in this study is descriptive phenomenology, with in-depth interviews as data collection techniques. The research subjects consisted of three elementary school teachers who implemented PjBL in science subjects. Meanwhile, the data analysis technique used meaning reduction techniques, theme identification, and synthesis of the essence of experience, thus describing the teachers' experiences in depth. The results of this study indicate that each teacher has different experiences in implementing PjBL. The challenges faced by teachers include time management, individual guidance, and limited facilities/infrastructure. The essence of the teachers' experiences shows that PjBL is a learning strategy that requires adaptation, creativity, and careful planning, while also providing a positive impact on student development holistically. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman guru dalam menerapkan Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar, tentang bagaimana guru menjadi fasilitator dikelas, menghadapi tantangan, dan mengajar secara profesional. PjBL merupakan salah satu metode pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa melalui proyek-proyek nyata yang direncanakan guru untuk melatih kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis. Meskipun PjBL dikenal efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterampilan siswa, pengalaman guru dalam menerapkannya masih memerlukan pemahaman mendalam untuk mendukung praktik pembelajaran yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi deskriptif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari tiga guru SD yang menerapkan PjBL pada mata pelajaran IPAS. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik reduksi makna, identifikasi tema, dan sintesis esensi pengalaman, sehingga menggambarkan pengalaman guru secara mendalam.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru mempunyai pengalaman masing-masing yang berbeda selama menerapkan PjBL. Adapun tantangan yang dihadapi guru meliputi manajemen waktu, bimbingan individual, dan keterbatasan sarana/prasarana. Esensi pengalaman guru menunjukkan bahwa PjBL merupakan strategi pembelajaran yang menuntut adaptasi, kreativitas, dan perencanaan matang, sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa secara holistik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN MELALUI MODEL CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS IV SDN Mokoagow, Sri Nora Aulia; Pulukadang, Wiwy Trianty; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Husain, Rustam I.
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7699

Abstract

This study was motivated by the low essay writing ability of elementary school students, particularly fourth-grade students at SDN 12 Anggrek, North Gorontalo Regency. Many students still perceive writing as a difficult task due to limited skills in identifying main ideas, organizing storylines, and selecting appropriate vocabulary and sentence structures. To address these challenges, the Contextual Teaching and Learning (CTL) model was implemented as an instructional approach that connects learning materials with students’ real-life experiences, thereby making the writing process more meaningful and engaging. The purpose of this research was to determine the effectiveness of the CTL model in improving students’ essay writing skills. The study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles. Data were collected through essay writing tests, classroom observations, and documentation. The findings revealed a consistent improvement in students’ performance across the cycles. In Cycle I, Meeting I, 6 students (50%) achieved the competency criteria, which increased to 8 students (67%) in Meeting II. In Cycle II, the number of students meeting the criteria rose to 10 students (83%). These results indicate that the CTL model is effective in enhancing the essay writing ability of fourth-grade students at SDN 12 Anggrek. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis karangan pada siswa sekolah dasar, khususnya siswa kelas IV SDN 12 Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan menulis masih dianggap sulit oleh sebagian besar siswa karena keterbatasan dalam menemukan gagasan pokok, menyusun alur cerita, serta memilih kata dan kalimat yang tepat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) sebagai pendekatan pembelajaran yang mengaitkan materi dengan pengalaman nyata siswa sehingga proses menulis menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan model CTL dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan teknik pengumpulan data melalui tes menulis karangan, observasi proses pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis dari setiap siklus. Pada siklus I pertemuan I, sebanyak 6 siswa (50%) mencapai kategori mampu, meningkat menjadi 8 siswa (67%) pada pertemuan II. Pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai kategori mampu bertambah menjadi 10 siswa (83%). Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model CTL efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas IV SDN 12 Anggrek.

Page 1 of 1 | Total Record : 10