cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 248 Documents
ANALISIS META PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DALAM PENELITIAN MAHASISWA PGSD FKIP UIR Rahmi, Laili; Fitriyeni, Fitriyeni
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6797

Abstract

The rapid development of technology and 21st-century demands emphasize the need for innovation in elementary school learning media. However, no systematic study has examined how PGSD FKIP UIR students utilize such media in their research. This study aims to identify the types of media, learning content, and research methods used in student projects. A meta-analysis was conducted on 42 articles published in national ISSN-accredited journals between 2020 and 2022, sourced from SINTA and Google Scholar. The data were analyzed using descriptive quantitative techniques, including cross-tabulation and visualizations. Results show that most studies employed the Research and Development (R&D) method, with video-based media being most common. Social Studies (IPS) was the dominant subject. The trend peaked in 2021. These findings indicate a preference for technology-based, visually engaging media, although diversity in media types and subjects remains limited. The study suggests the need to enhance curriculum design and research supervision, and highlights the significance of media-based research in improving elementary education quality. ABSTRAK Perkembangan teknologi dan tuntutan abad ke-21 menekankan perlunya inovasi media pembelajaran di sekolah dasar. Namun, belum ada kajian sistematis yang menelaah bagaimana mahasiswa PGSD FKIP UIR memanfaatkan media tersebut dalam penelitian mereka. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis media, konten materi ajar, dan metode penelitian yang digunakan mahasiswa. Meta-analisis dilakukan terhadap 42 artikel yang dipublikasikan dalam jurnal nasional ber-ISSN pada tahun 2020–2022, diperoleh dari SINTA dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan tabulasi silang dan visualisasi data. Hasil menunjukkan mayoritas penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D), dengan media video sebagai pilihan utama. Materi dominan adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dengan tren tertinggi pada tahun 2021. Temuan ini menunjukkan kecenderungan pada media berbasis teknologi yang bersifat visual, meskipun variasi jenis media dan konten masih terbatas. Studi ini merekomendasikan penguatan kurikulum pengembangan media dan bimbingan penelitian, serta menegaskan pentingnya riset berbasis media untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
THE EFFECT OF 3N (NITENI, NIROKKE, NAMBAHI) ON ENGLISH VOCABULARY MASTERY OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Nur Zulaifah, Ika; Azizah, Dinar Martia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6828

Abstract

A solid vocabulary foundation is essential in learning English as a foreign language. This study examines the impact of the 3N method (Niteni, Nirokke, Nambahi), rooted in Ki Hadjar Dewantara’s educational philosophy, on English vocabulary mastery among elementary students. Using a one-group pre-test and post-test design, twelve fifth-grade students in a private English tutoring program in Yogyakarta participated in structured sessions. Vocabulary mastery was measured through four indicators: pronunciation, spelling, grammar, and meaning, based on Cameron’s framework. The 3N method was delivered in three stages: observing (Niteni), imitating (Nirokke), and creating (Nambahi), supported by comprehensible input. Results showed gains across all indicators, with the highest in meaning (gain 0.75) and spelling (gain 0.60). Behavioral improvements were also observed, including increased confidence and contextual vocabulary use. The findings indicate that the 3N method effectively enhances vocabulary skills both cognitively and behaviorally. This study provides novel empirical evidence on the integration of a culturally grounded instructional model with a linguistic measurement framework, offering a validated alternative for vocabulary instruction in early English education. ABSTRAK Penguasaan kosakata yang kuat merupakan dasar penting dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Penelitian ini mengkaji pengaruh metode 3N (Niteni, Nirokke, Nambahi), yang berakar pada filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, terhadap penguasaan kosakata Bahasa Inggris siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan desain satu kelompok pre-test dan post-test, sebanyak dua belas siswa kelas lima yang mengikuti program les privat Bahasa Inggris di Yogyakarta berpartisipasi dalam sesi pembelajaran terstruktur. Penguasaan kosakata diukur melalui empat indikator: pelafalan, ejaan, tata bahasa, dan makna, berdasarkan kerangka Cameron. Metode 3N diterapkan melalui tiga tahap: mengamati (Niteni), meniru (Nirokke), dan mencipta (Nambahi), dengan dukungan input yang dapat dipahami (comprehensible input). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada semua indikator, dengan skor tertinggi pada makna (gain 0,75) dan ejaan (gain 0,60). Perubahan perilaku juga diamati, termasuk meningkatnya kepercayaan diri dan penggunaan kosakata dalam konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa metode 3N efektif dalam meningkatkan keterampilan kosakata baik secara kognitif maupun perilaku. Penelitian ini memberikan bukti empiris baru mengenai integrasi model pembelajaran berbasis budaya lokal dengan kerangka pengukuran linguistik, sehingga menawarkan alternatif valid untuk pembelajaran kosakata pada pendidikan Bahasa Inggris anak usia dini.
IMPLEMENTASI REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS II SD ISLAM ASYSYAKIRIN KOTA TANGERANG Fitria Utami, Angelia; Eka Saputri, Rahmawati; Sa'odah, Sa'odah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6867

Abstract

The lack of enthusiasm and active participation among students in learning activities is a common challenge in elementary education, including in the second-grade class at SD Islam Asysyakirin, Tangerang City. This study aims to describe the implementation of rewards in enhancing students' learning motivation. A descriptive qualitative approach was used, involving 21 participants consisting of 10 second-grade students, 10 parents, and 1 homeroom teacher. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings show that the types of rewards given by the teacher include verbal rewards (praise such as "very good"), nonverbal rewards (gestures like smiles and thumbs-up), and physical rewards (stickers and stationery). Verbal rewards proved to be the most effective, marked by a 30% increase in student participation, a 25% increase in enthusiasm, and a 35% increase in task completion. Consistent reward-giving encouraged students to be more active, responsible, and enthusiastic in learning activities. These findings address the gap in previous studies, which mostly discuss rewards from a theoretical perspective, by providing empirical evidence from real classroom practice at the elementary level. The practical implication of this study suggests that a systematic reward implementation tailored to student characteristics can be an effective strategy for enhancing learning motivation from an early age. ABSTRAK Minimnya semangat dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar menjadi tantangan umum dalam pembelajaran di sekolah dasar, termasuk di kelas II SD Islam Asysyakirin Kota Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pemberian reward dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan partisipan sebanyak 21 orang, terdiri atas 10 siswa kelas II B, 10 orang tua, dan 1 guru kelas. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk reward yang diberikan guru meliputi reward verbal (pujian seperti "bagus sekali"), reward nonverbal (gestur seperti senyuman dan acungan jempol), serta reward fisik (stiker dan alat tulis). Reward verbal terbukti paling efektif, ditandai dengan peningkatan partisipasi siswa sebesar 30%, peningkatan antusiasme sebesar 25%, dan ketuntasan penyelesaian tugas sebesar 35%. Pemberian reward yang konsisten mendorong siswa untuk lebih aktif, bertanggung jawab, dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.Temuan ini mengisi celah penelitian terdahulu yang cenderung hanya membahas reward secara teoritis, dengan menghadirkan bukti empiris dari praktik kelas nyata di jenjang sekolah dasar. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan reward yang sistematis dan sesuai karakteristik siswa dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar sejak dini.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN BOJONGRENGED 1 Nurhayati Sholihah, Ismi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6890

Abstract

Science learning in elementary schools is still dominated by conventional methods that do not actively engage students, resulting in low learning outcomes. This issue is also found at SDN Bojongrenged 1, Tangerang Regency, where most fourth-grade students have not achieved the Minimum Mastery Criteria (KKM). This study aims to analyze the effect of the Problem Based Instruction (PBI) learning model on science learning outcomes, particularly on the topic of "types of energy and their transformations." The novelty of this research lies in the implementation of the PBI model in classrooms with limited space and minimal resources, a condition that is rarely the focus of previous studies. This study employed a quasi-experimental design with a nonrandomized control group pretest-posttest model, involving 43 students as a saturated sample. Data were collected using multiple-choice tests that had been validated and proven reliable, based on three cognitive indicators of Bloom’s taxonomy: knowledge (C1), comprehension (C2), and application (C3). The results showed a significant increase in the average score of the experimental class (from 46.05 to 87.27), compared to the control class (from 40.90 to 78.29). The paired sample t-test and independent sample t-test results showed significance values of 0.000 and 0.011 (p < 0.05), indicating that the PBI model had a significant effect on science learning outcomes.Thus, the PBI model has proven effective in improving students’ conceptual understanding of science in an active and contextual manner, and can serve as an alternative instructional strategy that adapts well to facility limitations in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar masih didominasi oleh metode konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Hal ini juga terjadi di SDN Bojongrenged 1 Kabupaten Tangerang, di mana mayoritas siswa kelas IV belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terhadap hasil belajar IPA pada topik "macam-macam energi dan perubahannya". Kebaruan penelitian terletak pada penerapan model PBI di ruang belajar terbatas dengan sumber daya minimal, kondisi yang jarang menjadi fokus penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan model nonrandomized control group pretest-posttest, melibatkan 43 siswa sebagai sampel jenuh. Data diperoleh melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi dan reliabel, berdasarkan tiga indikator kognitif taksonomi Bloom: pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan aplikasi (C3). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata kelas eksperimen (dari 46,05 menjadi 87,27), dibandingkan kelas kontrol (dari 40,90 menjadi 78,29). Uji paired sample t-test dan independent sample t-test menunjukkan signifikansi masing-masing 0,000 dan 0,011 (p < 0,05), yang menandakan bahwa model PBI berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA. Dengan demikian, model PBI terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA secara aktif dan kontekstual, serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang adaptif terhadap keterbatasan fasilitas di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA REPLIKA PETA KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 17 TILAMUTA Salamun, Febri Rahma Alisya; Amin, Basri; Nurainun, Nurainun
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6915

Abstract

This study aims to develop an engaging and interactive concrete learning medium in the form of a replica map of Indonesian cultural diversity for fourth-grade students in the IPAS subject, specifically on Indonesian cultural wealth, at SD Negeri 17 Tilamuta. The research employs the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The validation results indicate that the developed media is highly feasible, while practicality tests show that the media is very practical to use. Implementation analysis reveals that the use of the replica map of Indonesian cultural diversity successfully transformed the previously monotonous learning process into a more interactive and collaborative one. Students were directly involved in recognizing Indonesia’s cultural diversity through the replica map. Although its application received positive responses from both teachers and students, the media has limitations due to its still-limited trials, necessitating further development. Thus, the developed learning medium is not only feasible and practical for use in IPAS instruction but also serves as an innovative solution for introducing national culture, paving the way for broader and more sustainable implementation. ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran konkret berupa media replika peta keberagaman budaya Indonesia yang menarik dan interaktif untuk siswa pada mata pelajaran IPAS materi kekayaan budaya Indonesia kelas IV di SD Negeri 17 Tilamuta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development) dengan model penelitian pengembangan ADDIE yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat layak dan hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa media sangat praktis digunakan. Hasil analisis selama implementasi menunjukkan bahwa penggunaan media replika peta keberagaman budaya Indonesia mampu merubah proses pembelajaran yang sebelumnya monoton menjadi lebih interaktif dan kolaboratif. Siswa dilibatkan secara langsung dalam mengenal keberagaman budaya Indonesia melalui media replika peta keberagaman budaya Indonesia. Meskipun penerapannya mendapat respon positif dari Guru dan siswa, media ini memiliki keterbatasan pada uji coba yang masih terbatas, sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran IPAS tetapi juga menjadi salah satu solusi inovatif dalam memperkenalkan budaya bangsa serta membuka jalan bagi implementasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP UP BOOK DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) NO. 89 SIPATANA Ningsih, Sri Wulandari; Amin, Basri; Nurainun, Nurainun
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6916

Abstract

This study aims to develop a pop-up book as learning medium for the IPAS (Natural and Social Sciences) subject on the topic of Indonesian cultural heritage for fourth-grade students SDN No. 89 Sipatana Gorontalo City. The objective is to create a medium that meets both feasibility and practicality criteria. The research adopts the ADDIE development model, which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The feasibility of the pop-up book was assessed through expert validation involving media experts, content experts, and user experts (teachers). The results indicate that the pop-up book effectively captures students’ attention during the learning process. During a limited trial, students demonstrated positive responses, as reflected in both their active engagement in learning and responses to the distributed questionnaires. Additionally, teachers reported that the medium facilitated the teaching process, particularly in delivering abstract content. However, the study also identified a limitation in the material durability of the pop-up book, which may require extra maintenance when used repeatedly.  Despite this limitation, the findings suggest that the use of pop-up books can serve as an effective instructional strategy in IPAS learning, especially for topics related to Indonesian cultural heritage. ABSTRAKStudi ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran pop up book mata pelajaran IPAS pada materi kekayaan budaya Indonesia di kelas IV SDN No. 89 Sipatana Kota Gorontalo yang memenuhi dalam kriteria kelayakan dan kepraktisan. Dalam penelitian pengembangan media pembelajaran menggunakan model pengembangan ADDIE, yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Dalam validasi kelayakan media pop up book diuji oleh ahli media, ahli materi, dan ahli pengguna (Guru). Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran pop up book mampu menarik perhatian peserta didik dalam proses belajar mengajar. Selama uji coba terbatas, peserta didik menunjukkan respon positif melalui keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dan terhadap angket respon yang telah dibagikan. Selain itu, Guru menyatakan bahwa media ini mempermudah proses belajar mengajar, terutama menyampaikan materi yang berisfat abstrak. Sementara itu, terdapat keterbatasan ditemukan pada ketahanan bahan media pembelajaran pop up book, yang perlu perawatan lebih apabila digunakan secara berulang. Meskipun demikian, temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran pop up book dapat menjadi strategi dalam pembelajaran IPAS terutama dalam materi kekayaan budaya Indonesia.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN POWERPOINT MORPH UNTUK SISWA KELAS II SD NEGERI 2 SAWA Yunus, Ardiansyah; Razilu, Zila; Fajriani, Alfiah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7183

Abstract

This study aims to develop interactive learning media using PowerPoint Morph for second-grade students at SD N 2 Sawa, with a focus on Indonesian language subjects. In today's digital era, the use of technology in education is very important to improve learning effectiveness and create an attractive and interactive learning environment for students. The method used in this study follows the ADDIE development model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation.  The results of the analysis show that second-year students have difficulty understanding Indonesian language lesson material when using conventional learning media. Therefore, PowerPoint Morph was designed with an attractive and interactive display, using hardware such as laptops and mobile phones to increase student motivation to learn. Media testing shows that the developed PowerPoint obtained an excellent validation score from media experts, with a percentage of 89.72% after revision, and student test scores reached 91.40% for individuals and 95.20% for small groups. The conclusion of this study is that the development of interactive learning media using PowerPoint Morph is feasible to be applied in the learning process because it can increase students' interest and motivation to learn. Thus, PowerPoint Morph can be an effective alternative in supporting learning in elementary schools, especially in Indonesian language lessons. ABSTRAKPenelitian Ini Bertujuan Untuk Mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Powerpoint Morph Untuk Siswa Kelas II Di SD N 2 Sawa, Dengan Fokus Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam Era Digital Saat Ini, Pemanfaatan Teknologi Dalam Pendidikan Menjadi Sangat Penting Untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Dan Menciptakan Suasana Belajar Yang Menarik Dan Interaktif Bagi Siswa. Metode Yang Digunakan  Dalam  Penelitian  Ini  Mengikuti  Model  Pengembangan  ADDIE,  Yang  Mencakup  Analisis, Desain,  Pengembangan,  Penerapan,  Dan  Evaluasi.  Hasil Analisis  Menunjukkan  Bahwa  Siswa  Kelas  II Mengalami Kesulitan Dalam Memahami Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Ketika Menggunakan Media Pembelajaran  Konvensional. Oleh Karena Itu, Powerpoint Morph Dirancang Dengan Tampilan Yang Menarik Dan Interaktif, Menggunakan Perangkat Keras Seperti Laptop Dan Handphone Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Uji Coba Media Menunjukkan Bahwa Powerpoint Yang Dikembangkan Memperoleh Skor Validasi Yang Sangat Baik Dari Ahli Media, Dengan Persentase 89,72% Setelah Revisi, Dan Skor Uji Coba Siswa Mencapai 91,40% Untuk Individu Dan 95,20% Untuk Kelompok Kecil. Kesimpulan Dari Penelitian Ini Adalah Bahwa Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Menggunakan Powerpoint Morph Layak Diterapkan Dalam Proses Pembelajaran, Karena Dapat Meningkatkan Minat Dan Motivasi Belajar Siswa. Dengan Demikian, Powerpoint Morph Dapat Menjadi Alternatif Yang Efektif Dalam Mendukung Pembelajaran Di Sekolah Dasar, Khususnya Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia
PEMANFAATAN APLIKASI CANVA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 31 PONTIANAK BARAT Badariah, Siti; Hariyati, Hariyati; Hafiz, Rapaul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7207

Abstract

This research is motivated by the demands of digital transformation in education and the potential of the Canva application as an engaging visual learning medium, particularly for science subjects, which are often abstract. Despite its recognized potential, Canva's practical implementation in Indonesian elementary schools remains limited. The focus of this research is to examine the implementation of the Canva application as a science learning medium at SDN 31 West Pontianak, covering teacher knowledge, the planning process, classroom practice, and an evaluation of its strengths and limitations. The study used a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with three class teachers and the principal, as well as documentation of the learning media. Data analysis was conducted thematically. The results show Canva adoption driven by the Belajar.id account, with systematic implementation in planning and media diversification (LKPD, quizzes, videos). The main finding was a significant positive impact on students' learning motivation and understanding of abstract science concepts. Canva's strengths include ease of use and visualization, but internet connectivity is limited. It is concluded that Canva is an effective and impactful science learning medium, supported by teacher collaboration, but requires solutions to infrastructure challenges and sustainable access. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelangi oleh tuntutan transformasi digital dalam pendidikan dan potensi aplikasi Canva sebagai media pembelajaran visual yang menarik, khususnya untuk mata pelajaran IPA yang seringkali bersifat abstrak. Meskipun potensinya diakui, implementasi praktis Canva di sekolah dasar Indonesia masih terbatas dikaji. Fokus penelitian ini adalah mengkaji implementasi aplikasi Canva sebagai media pembelajaran IPA di SDN 31 Pontianak Barat, mencakup pengetahuan guru, proses perencanaan, praktik di kelas, serta evaluasi kelebihan dan keterbatasannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tiga guru kelas dan kepala sekolah, serta dokumentasi media pembelajaran. Analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adopsi Canva yang didorong oleh akun Belajar.id, dengan implementasi sistematis dalam perencanaan dan diversifikasi media (LKPD, kuis, video). Temuan utama adalah dampak positif signifikan pada motivasi belajar dan pemahaman konsep abstrak IPA oleh siswa. Kelebihan Canva meliputi kemudahan penggunaan dan visualisasi, namun terkendala konektivitas internet. Disimpulkan bahwa Canva merupakan media pembelajaran IPA yang efektif dan berdampak positif, didukung oleh kolaborasi guru, namun memerlukan solusi untuk tantangan infrastruktur dan keberlanjutan akses.
ENHANCING ENGLISH VOCABULARY MASTERY THROUGH GAME-BASED APPROACHES FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Faida, Fardan Rezkiawan; Wijianto, Agung
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7235

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the impact of game-based learning, specifically through the use of Simon Says and Flashcards, on improving English vocabulary mastery among elementary school students. Vocabulary mastery is a crucial component of English proficiency that supports students’ ability to understand, speak, read, and write effectively. However, many elementary school students struggle to acquire sufficient vocabulary, leading to low motivation and learning outcomes. This research was conducted at SDN 12 Kendari, involving 26 fifth-grade students. A pre-experimental design with a pre-test and post-test model was implemented over five sessions, focusing on the themes “Body Parts” and “Things in the Classroom” through Simon Says and Flashcards activities. The pre-test average score was 23.65, which significantly increased to 72.58 in the post-test. The Wilcoxon Signed Ranks Test showed a significance value of 0.001 (< 0.05), indicating a statistically significant improvement. These findings demonstrate that game-based learning not only enhances students’ vocabulary mastery but also provides practical insights for teachers in designing engaging and collaborative classroom activities. This approach can be effectively applied to foster motivation and improve English language skills among elementary school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak pembelajaran berbasis permainan, khususnya menggunakan Simon Says dan Flashcards, terhadap peningkatan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar. Kemampuan berbahasa Inggris, terutama penguasaan kosakata, sangat penting bagi siswa untuk dapat memahami, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Inggris. Namun, banyak siswa sekolah dasar mengalami kesulitan dalam menguasai kosakata, yang menyebabkan rendahnya motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 12 Kendari dengan melibatkan 26 siswa kelas V. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan model pre-test dan post-test selama lima kali pertemuan, menggunakan tema pembelajaran “anggota tubuh” dan “benda di kelas” melalui kegiatan Simon Says dan Flashcards. Hasil pre-test menunjukkan rata-rata 23,65, sedangkan post-test meningkat signifikan menjadi 72,58. Uji Wilcoxon Signed Ranks menghasilkan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis permainan tidak hanya efektif meningkatkan penguasaan kosakata, tetapi juga memberikan kontribusi bagi guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kolaboratif. Pendekatan ini dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan berbahasa Inggris siswa sekolah dasar.
PERANAN LITERASI MEMBACA DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP MANDIRI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Wiliwirman, Wiliwirman; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7286

Abstract

This research is motivated by the crucial role of reading literacy as a foundation for independent learning in the information age. However, there is a gap between the ideal potential for literacy and the low reading ability and independent learning attitudes of elementary school students in Indonesia, as reflected in the PISA results. This research focuses on an in-depth analysis of the role of reading literacy in developing independent learning attitudes in elementary school students through a synthesis of previous research. This study used the Systematic Literature Review (SLR) method with a qualitative approach. A systematic literature search was conducted in the Google Scholar, ERIC, ResearchGate, and DOAJ databases (2020-2025), followed by article selection based on inclusion and exclusion criteria. The analysis was conducted through the stages of identification, screening, eligibility, and analysis using content analysis techniques. The synthesis results indicate that reading literacy significantly fosters independent learning by increasing students' intrinsic motivation, active engagement in learning, and self-reflection. Key findings confirm that this positive relationship is strongly influenced by the role of teachers as facilitators, a literacy-rich learning environment, and active support from parents and schools. It was concluded that strengthening reading literacy is an effective strategy for developing independent learners in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial literasi membaca sebagai fondasi kemandirian belajar di era informasi, namun terdapat kesenjangan antara potensi ideal literasi dengan rendahnya kemampuan membaca dan sikap mandiri belajar siswa sekolah dasar di Indonesia, sebagaimana tercermin dalam hasil PISA. Fokus penelitian ini adalah menganalisis secara mendalam peranan literasi membaca dalam mengembangkan sikap mandiri belajar siswa sekolah dasar melalui sintesis penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Pencarian literatur sistematis dilakukan pada database Google Scholar, ERIC, ResearchGate, dan DOAJ (rentang 2020-2025), diikuti seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan melalui tahapan identification, screening, eligibility, dan analysis dengan teknik content analysis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa literasi membaca secara signifikan menumbuhkan kemandirian belajar dengan meningkatkan motivasi intrinsik, keterlibatan aktif dalam pembelajaran, dan kemampuan refleksi diri siswa. Temuan utama menegaskan bahwa hubungan positif ini sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator, lingkungan belajar yang kaya literasi, serta dukungan aktif dari orang tua dan sekolah. Disimpulkan bahwa penguatan literasi membaca merupakan strategi efektif untuk membentuk pembelajar mandiri di sekolah dasar.