cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN YANG DIRENCANAKAN OLEH GURU PADA MODUL AJAR IPAS KELAS V DI SDN 14 SUNGAI RAYA Handayani, Fitri; Setyowati, Dessy; Afryaningsih, Yunika
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7339

Abstract

This research is motivated by the importance of effective learning models in elementary schools, particularly in the context of the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka), which emphasizes a student-centered approach. However, initial observations at SDN 14 Sungai Raya indicated that the fifth-grade science learning module still tended to be teacher-centered. Therefore, this study focused on examining the learning models planned by teachers in the fifth-grade science learning module, identifying the type of model used (teacher-centered vs. student-centered), and evaluating its suitability with the principles of the Independent Curriculum. This study used a descriptive qualitative approach. The research stages included data collection through documentation analysis of two learning modules (Food Chain and Ecosystem Balance) and structured interviews with fifth-grade teachers. Data analysis focused on model identification (Inquiry and TGT were found) and classification of the learning steps. The results showed that although the selected learning models (Inquiry and TGT) had the potential to be student-centered, the main finding was that the planning in the learning modules still showed a dominant role of the teacher at several stages and had not optimally implemented the full model syntax to encourage student engagement. It was concluded that the learning planning in the teaching module was not fully aligned with the spirit of the Independent Curriculum, requiring further reflection and development to make it more interactive and student-centered. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya model pembelajaran yang efektif di sekolah dasar, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pendekatan berpusat pada siswa. Namun, observasi awal di SDN 14 Sungai Raya menunjukkan bahwa modul ajar IPAS kelas V masih cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengkaji model pembelajaran yang direncanakan oleh guru dalam modul ajar IPAS kelas V, mengidentifikasi jenis model yang digunakan (berpusat pada guru vs. siswa), dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui analisis dokumentasi terhadap dua modul ajar (materi Rantai Makanan dan Keseimbangan Ekosistem) serta wawancara terstruktur dengan guru kelas V. Analisis data difokuskan pada identifikasi model (Inkuiri dan TGT ditemukan) dan klasifikasi langkah pembelajarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun model pembelajaran yang dipilih (Inkuiri dan TGT) berpotensi berpusat pada siswa, temuan utama adalah perencanaan dalam modul ajar masih menunjukkan dominasi peran guru di beberapa tahapan dan belum optimal mengimplementasikan sintaks model secara penuh untuk mendorong keaktifan siswa. Disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran dalam modul ajar belum sepenuhnya selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka, sehingga diperlukan refleksi dan pengembangan lebih lanjut agar lebih interaktif dan berpusat pada siswa.
IMPLEMENTASI CERITA RAKYAT DALAM BUKU AJAR UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS PADA BUKU TIMUN MAS, MALIN KUNDANG, DAN DANAU TOBA Wulandari, Arum Citra; Nabila, Marisa Astri; Harahap, Safinatul Hasanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7340

Abstract

This research is motivated by the important role of folktales as a medium for instilling cultural values ??and character in elementary school students. However, their implementation in textbooks is often suboptimal. The focus of this study is to analyze the implementation of folktales in three elementary school textbooks: Timun Mas, Malin Kundang, and Danau Toba, to evaluate their effectiveness in supporting language learning and character education. The research used a descriptive qualitative method with a document study approach. Content analysis was conducted on aspects of narrative, moral values, language, and illustrations. The results show that all three textbooks successfully integrate folktales with coherent narratives, simple language, and engaging illustrations, effectively conveying character values ??such as courage, devotion to parents, and environmental awareness. However, key findings revealed significant deficiencies in interactive supporting activities, such as discussions or projects, which are essential for the internalization of values. It is concluded that the implementation of folktales in textbooks is good in terms of content, but requires enrichment of interactive activities and active teacher involvement to optimize their potential as effective and contextual character learning media. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting cerita rakyat sebagai media penanaman nilai budaya dan karakter pada siswa sekolah dasar, namun implementasinya dalam buku ajar seringkali belum optimal. Fokus penelitian ini adalah menganalisis implementasi cerita rakyat pada tiga buku ajar SD, yaitu Timun Mas, Malin Kundang, dan Danau Toba, untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mendukung pembelajaran bahasa dan pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi dokumen. Analisis isi dilakukan terhadap aspek narasi, nilai moral, bahasa, dan ilustrasi buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga buku ajar telah berhasil mengintegrasikan cerita rakyat dengan narasi yang runtut, bahasa sederhana, dan ilustrasi menarik, sehingga efektif dalam menyampaikan nilai karakter seperti keberanian, bakti pada orang tua, dan kesadaran lingkungan. Namun, temuan utama mengungkap adanya kekurangan signifikan pada aktivitas pendukung yang bersifat interaktif, seperti diskusi atau proyek, yang esensial untuk internalisasi nilai. Disimpulkan bahwa implementasi cerita rakyat dalam buku ajar sudah baik dari segi konten, namun perlu pengayaan aktivitas interaktif dan peran aktif guru untuk mengoptimalkan potensinya sebagai media pembelajaran karakter yang efektif dan kontekstual.
HUBUNGAN SOPAN SANTUN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA : HUBUNGAN SOPAN SANTUN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA WAHYUDDIN S. ADAM, MUH; MAULIDYAWANTI MOONTI , GUSFIN; SUKMAYANI, AYU
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i4.4302

Abstract

This study uses qualitative research, which means that it aims to understand the phenomenon in depth by analyzing data that is not in the form of numbers but in the form of text, video, or audio. In this study, researchers start from existing data, use relevant theories as explanations, and end with the formation of a "theory". And the results of this study conclude that the application of manners in high schools contributes significantly to building harmonious relationships, supporting the learning process, and influencing the formation of student character. However, the implementation of these values ??faces challenges from the influence of a less conducive environment. ABSTRAK Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang artinya yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam dengan menganalisis data yang tidak berbentuk angka namun berupa teks, video, atau audio. Dalam penelitian ini, peneliti memulai dari data yang ada, menggunakan teori yang relevan sebagai penjelasan, dan berakhir dengan pembentukan sebuah "teori". Dan hasil penelitia ini menyimpulkan bahwa penerapan sopan santun di sekolah menengah berkontribusi signifikan dalam membangun hubungan harmonis, mendukung proses pembelajaran, dan memengaruhi pembentukan karakter siswa. Meskipun demikian, implementasi nilai-nilai ini menghadapi tantangan dari pengaruh lingkungan yang kurang kondusif.  
PENYEBAB DAN DAMPAK KECURANGAN AKADEMIK: MENYONTEK DALAM UJIAN SEKOLAH SEBAGAI SOLUSI INSTAN: PENYEBAB DAN DAMPAK KECURANGAN AKADEMIK: MENYONTEK DALAM UJIAN SEKOLAH SEBAGAI SOLUSI INSTAN S ADAM, MUH WAHYUDDIN; RONDJO, NUR DWI NAFAN DINATA; LAYA, ALFINKA; RASYID, MARJAN; DJINGO, SRI MELIYANTI; KURNIAWATI, ASTRID
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4371

Abstract

Menyontek adalah sesuatu tindakan yang sering terjadi di kalangan pelajar. Menyontek merupakan suatu tindakan turun temurun dan perilaku yang tidak mencerminkan kejujuran. Menyontek tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah dasar. Melainkan sampai di tingkatan pertama, atas bahkan di dunia perkuliahan pun masih sering melakukan tindakan tidak jujur. Penelirian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil survei secara detail mengenai penyebab dan dampak menyontek pada siswa SMA. Hasil dari penelitian mengemukakandari 35 responden mengaku pernah menyontek karena takut akan kegagalan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang berbentuk kuesioner dalam bentuk Googlefrom. Dari penelitian ini bisa mengetahui penyebab dan dampak menyontek daalm ujian yang di anggap sebagai solusi instan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENENTUKAN KALIMAT UTAMA DALAM PARAGHRAF MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V MAHMUD, SRI NOVITA; HALIDU, SALMA; HUSAIN, RUSMIN; PULUKADANG, WIWY TRIYANTY; HASIM, EVI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4450

Abstract

This research aims to find out whether the application of the Problem Based Learning (PBL) model can improve students' ability to determine the main sentence in a paragraph in class V students at SDN 4 Kota Barat. The type of research used is Classroom Action Research (PTK), with data collection techniques in the form of observation, tests and documentation. Based on the results of initial observations, only 8 students (42%) were able to determine the main sentence in a paragraph well, while the other 11 students (58%) had not achieved this ability. In the implementation of cycle I, after implementing the PBL model, students' ability to determine the main sentence increased to 12 students (63%). In cycle II, the results increased, with 18 students (94%) succeeding in determining the main sentence well. The results in cycle II show that the expected performance indicators have been achieved. Thus, it can be concluded that the application of the PBL model is effective in improving the ability of fifth grade students at SDN 4 Kota Barat in determining the main sentence in a paragraph. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan kalimat utama dalam paragraf pada siswa kelas V SDN 4 Kota Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi awal, hanya 8 siswa (42%) yang mampu menentukan kalimat utama dalam paragraf dengan baik, sementara 11 siswa (58%) lainnya belum mencapai kemampuan tersebut. Pada pelaksanaan siklus I, setelah diterapkan model PBL, kemampuan siswa dalam menentukan kalimat utama meningkat menjadi 12 siswa (63%). Pada siklus II, hasilnya semakin meningkat, dengan 18 siswa (94%) yang berhasil menentukan kalimat utama dengan baik. Hasil pada siklus II menunjukkan bahwa indikator kinerja yang diharapkan telah tercapai. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN 4 Kota Barat dalam menentukan kalimat utama dalam paragraf.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA GAMBAR SERI DI KELAS III MAHMUD, PUTRI; HUSAIN, RUSMIN; HASIM, EVI; PULUKADANG, WIWY TRIYANTY; MONOARFA, FIDYAWATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4451

Abstract

This study aims to improve the speaking ability of third grade students of SDN 5 Bulango Selatan, Bone Bolango Regency through the use of picture series media. The method used is classroom action research (CAR) which is carried out in two cycles. Initial observations showed that students' speaking ability was still low, with many students having difficulty in conveying words according to the rules. In cycle I meeting I, out of 12 students observed, only 6 students (25%) were able to speak well using picture series media, while 14 students (75%) still had difficulties. After reflection and improvement of learning in cycle I meeting II, the number of students who were able to speak increased to 15 students (75%), while 5 students (25%) still had problems. Improvements continued to cycle II, where learning strategies were improved according to previous reflections. In cycle II meeting II, the results of the study showed a significant increase with 20 students (100%) being able to speak well, so the study was stopped because it had reached the success indicator. Thus, it can be concluded that the use of picture series media is effective in improving the speaking ability of third grade students of SDN 5 Bulango Selatan. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III SDN 5 Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango melalui penggunaan media gambar seri. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa masih rendah, dengan banyak siswa yang kesulitan dalam menyampaikan kata-kata sesuai kaidah. Pada siklus I pertemuan I, dari 12 siswa yang diamati, hanya 6 siswa (25%) yang mampu berbicara dengan baik menggunakan media gambar seri, sementara 14 siswa (75%) masih mengalami kesulitan. Setelah dilakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran pada siklus I pertemuan II, jumlah siswa yang mampu berbicara meningkat menjadi 15 siswa (75%), sedangkan 5 siswa (25%) masih mengalami kendala. Perbaikan berlanjut ke siklus II, di mana strategi pembelajaran diperbaiki sesuai dengan refleksi sebelumnya. Pada siklus II pertemuan II, hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dengan 20 siswa (100%) telah mampu berbicara dengan baik, sehingga penelitian dihentikan karena telah mencapai indikator keberhasilan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media gambar seri efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III SDN 5 Bulango Selatan.
ELEMEN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS IV SD SUGIANTI, NI KADEK; HUSAIN, RUSMIN; PULUKADANG, WIWY T.; MONOARFA, FIDYAWATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4452

Abstract

This study aims to improve the reading comprehension skills of fourth grade students of SD Negeri 2 Kabila through the application of the Snowball Throwing learning model. This study uses a quantitative approach with the classroom action research (CAR) method. The subjects of this study were 20 fourth grade students. Data on students' reading comprehension skills were collected through tests and analyzed quantitatively descriptively. The results of the study showed a significant increase in students' reading comprehension skills from cycle I to cycle II. In cycle I, 13 students (65%) achieved the set performance indicators, but had not met the 75% success criteria. In cycle II, there was an increase to 20 students (100%) who achieved the performance indicators, exceeding the set success target. This study concludes that the Snowball Throwing learning model is effective in improving the reading comprehension skills of fourth grade students of SD Negeri 2 Kabila. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 2 Kabila melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV. Data kemampuan membaca pemahaman siswa dikumpulkan melalui tes dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan membaca pemahaman siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, 13 siswa (65%) mencapai indikator kinerja yang ditetapkan, namun belum memenuhi kriteria keberhasilan 75%. Pada siklus II, terjadi peningkatan menjadi 20 siswa (100%) yang mencapai indikator kinerja, melampaui target keberhasilan yang ditetapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran Snowball Throwing efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD Negeri 2 Kabila.
BUKU CERITA BERGAMBAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN BARAT SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR FATMAWATI, RISDIANA ANDIKA; AFRYANINGSIH, YUNIKA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4453

Abstract

Individual character will develop well, if it gets the right reinforcement, namely in the form of education. As many as 60% of schools in implementing the Character Education Program (PPK) seem to “just have time and remember” and are not conceptualized. So that character education, which should be fully implemented and have an impact on the development of student character, cannot be fully felt. Therefore, researchers tried to develop picture storybooks with a local wisdom approach to West Kalimantan as a feasible character education media. This study used a modified research development design from the ADDIE development model. The ADDIE development model consists of 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of this picture storybook development research have been declared worthy of contributing to the development of character education learning media for elementary school students. The feasibility of West Kalimantan local wisdom-based picture storybooks resulting from the validation test resulted in an average score of 3.4 with details of the media feasibility score of 3.1, material feasibility of 3.65 and language feasibility of 3.5. ABSTRAKKarakter individu akan berkembang dengan baik, apabila memperoleh penguatan yang tepat, yaitu berupa pendidikan. Sebanyak 60% sekolah dalam pengimplementasian Program Pendidikan Karakter (PPK) terkesan “asal sempat dan ingat” dan tidak terkonsep. Sehingga Pendidikan karakter yang seharusnya bisa terlaksana secara utuh dan berdampak pada perkembangan karakter siswa, menjadi tidak bisa dirasakan sepenuhnya. Oleh sebab itu peneliti mencoba untuk mengembangkan buku cerita bergambar dengan pendekatan kearifan lokal Kalimantan Barat sebagai media pendidikan karakter yang layak. Penelitian ini menggunakan modifikasi desain pengembangan penelitian dari model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahapan, yaitu analisis (Analysis), desain (Design), pengembangan (Development), penerapan (Implementation), dan evaluasi (Evaluation). Hasil penelitian pengembangan buku cerita bergambar ini  telah dinyatakan layak memberikan kontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar. Kelayakan buku cerita bergambar berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat yang dihasilkan dari uji validasi menghasilkan skor rata-rata 3,4 dengan rincian skor kelayakan media 3,1, kelayakan materi 3,65 dan kelayakan bahasa 3,5.
METODE BERCERITA SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN DI KB PELITA HATI YUSNITA, YUSNITA; KENCANA, RITA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4542

Abstract

Early childhood education is a foundational stage of education that plays a strategic role in human resource development. Early childhood is considered a crucial and significant period in the educational process, as it has a major impact on subsequent learning stages. At this stage, children are in an optimal condition to develop various abilities, including physical, cognitive, language, socio-emotional, and spiritual aspects. Storytelling is one of the approaches used in early childhood education. The implementation of this method plays an important role in developing children's language skills. Through storytelling, children can be trained to express their thoughts or opinions and develop skills in continuing a story or fairy tale presented by the teacher. Therefore, teachers need to understand the role and function of storytelling in supporting children's language development optimally. This research focuses on the use of storytelling as an educational tool at KB Pelita Hati, involving the stages of planning, implementation, and evaluation. Teachers apply storytelling methods by encouraging children to engage in meaningful learning. One way to do this is by asking them to retell the knowledge they have acquired, whether from the school environment or real-life experiences. This approach aims to make children more active in the learning process, making learning activities more enjoyable and beneficial for their development. This study is a descriptive research with a quantitative approach, conducted at KB Pelita Hati. The subjects of this study were 14 students from KB Pelita Hati. The data were then analyzed using the formula P = ????/???? × 100% to determine whether the storytelling method as a learning tool for children reached 81.42%, categorized as "Very Well Developed" (BSB). Therefore, the storytelling method in KB Pelita Hati has developed very well. ABTRAK Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan dasar yang memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Masa usia dini dianggap sebagai periode krusial sekaligus penting dalam proses pendidikan, karena berpengaruh signifikan terhadap tahap pembelajaran selanjutnya. Pada tahap ini, anak berada dalam kondisi optimal untuk mengembangkan berbagai aspek kemampuan, termasuk fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan spiritual. Metode bercerita merupakan salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran anak usia dini. Penerapan metode ini memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Melalui bercerita, anak dapat dilatih untuk mengungkapkan pikiran atau pendapatnya serta mengembangkan keterampilan dalam melanjutkan cerita atau dongeng yang telah disampaikan oleh guru. Oleh karena itu, seorang guru perlu memahami peran dan fungsi metode bercerita dalam mendukung perkembangan bahasa anak secara optimal. Fokus penelitian ini adalah penggunaan metode bercerita sebagai alat Pendidikan di KB Pelita Hati dengan tahapan melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru menerapkan metode bercerita dengan mendorong anak untuk belajar secara lebih bermakna. Salah satu caranya adalah dengan meminta mereka menceritakan kembali pengetahuan yang telah diperoleh, baik dari lingkungan sekolah maupun pengalaman sehari-hari. Pendekatan ini bertujuan untuk membuat anak lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan dan memberikan manfaat bagi perkembangan mereka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pedekatan kuantitatif, yang dilakukan di KB Pelita Hati. subjek dalam penelitian ini adalah siswa KB Pelita Hati, sebanyak 14 siswa. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan P = ????/???? × 100% untuk melihat apakah metode bercerita sebagai alat pembelajaran anak berada pada angka 81,42% dengan kategori berkembangan sangat baik  (BSB), dengan demikian metode bercerita pada anak di KB pelita Hati berkembang sangat baik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING SISWA KELAS 4 SDN 13 TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO RENALDY BULANGO, MOHAMAD; HUSAIN, RUSMIN; TRIYANTY PULUKADANG, WIWY; HALIDU, SALMA; MONOARFA, FIDYAWATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i1.4543

Abstract

The Study aims to improve procedure text writing skills through the Project-Based Learning model for fourth-grade students at SDN 13 Telaga Biru, Gorontalo Regency. This study employs a classroom action study approach. Data collection techniques used include obsercation, tests, and documentation. The subjects of the study consisto f 24 fourth-grade students. In the first cycle, the first meeting showed that 29% of students were categorized as capable, while 71% were categorized as not capable. In the second meeting of the first cycle, the percentage of capable students increased to 54%, while those categorized as not capable decreased to 46%. In the first meeting of the second cycle, 70% of students were categorized as capable, while 30% were categorized as not capable. In the second meeting of the second cycle, the percentage of capable. These result indicate that the success indicators of the intervention have been met. Thus, it can be concluded that the use of the Project-Based Learning model can improve the procedure text writing skills of fourth-grade students at SDN 13 Telaga Biru, Gorontalo Regency. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah “Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Melalui Model Project Based Learning Siswa Kelas 4 SDN 13 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo”. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 dengan jumlah 24 orang. Pada siklus I pertemuan I kategori mampu berkisar 29% dan kategori tidak mampu berkisar 71%. Siklus I pertemuan II mengalami peningkatan kategori mampu berkisar 54% dan kategori tidak mampu berkisar 46%. Selanjutnya siklus II pertemuan I kategori mampu berkisar 70% dan kategori tidak mampu berkisar 30%. Siklus II pertemuan II mengalami peningkatan kategori mampu berkisar 91% dan tidak mampu berkisar 9%. Hal tesebut telah memenuhi indikator capaian keberhasilan Tindakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Project Based Learning maka dapat meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas 4 SDN 13 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.