cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 248 Documents
EKSPLORASI PEMAHAMAN KEAMANAN DIGITAL OLEH SISWA SD DALAM AKTIVITAS ONLINE Idris, Hikmah; Rukli, Rukli
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5574

Abstract

The advancement of information and communication technology has significantly influenced various aspects of life, including the field of education. Consequently, enhancing public understanding of digital security and ethics in online interactions has become a crucial priority, as these elements form the foundational pillars of a safe and healthy digital ecosystem in Indonesia. Awareness of the importance of digital literacy should ideally be cultivated from an early age, particularly at the elementary school level. Comprehensive digital literacy education serves as a vital foundation for shaping a generation that is not only technologically proficient but also responsible and wise in navigating the digital environment. This study adopts a qualitative descriptive approach. The aim of this research is to analyze elementary school students’ understanding of digital security in the context of online activities. Data collection techniques employed include interviews and observations, which were conducted to gather insights from the study participants. The findings suggest that students are developing a growing awareness of the importance of using the internet responsibly. The results further indicate that students understand how to safeguard personal information and create secure passwords. Additionally, they demonstrated alertness by seeking guidance from their parents and reporting interactions with unfamiliar individuals. ABSTRAK Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa pengaruh besar terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital dan etika dalam interaksi daring menjadi hal yang krusial, karena keduanya merupakan landasan utama dalam membangun ekosistem digital yang aman dan sehat di Indonesia. Kesadaran akan pentingnya literasi digital sebaiknya mulai dibangun sejak usia anak-anak, terutama di tingkat sekolah dasar. Pendidikan literasi digital yang menyeluruh menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya terampil menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kebijaksanaan dalam beraktivitas di dunia digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menganalisis pemahaman tentang keamanan digital oleh siswa sekolah dasar dalam aktivitas daring. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Metode pengumpulan data diterapkan guna mendapatkan informasi dari partisipan penelitian. Temuan studi ini menunjukkan bahwa para siswa memiliki kesadaran akan pentingnya penggunaan internet secara bijak. Hasil akhirnya mengindikasikan bahwa siswa telah memahami cara melindungi informasi pribadi dan menciptakan kata sandi yang aman. Selain itu, mereka juga menunjukkan sikap waspada dengan berkonsultasi kepada orang tua dan melaporkan interaksi dengan orang asing.
EKSPLORASI PERUBAHAN POLA BELAJAR SISWA DENGAN IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL Rukli, Rukli; Arfiani, Fifi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5601

Abstract

The lack of active and independent learning patterns among elementary school students poses a significant challenge in the digital era, which demands 21st-century skills. The predominance of passive, teacher-centered learning indicates a pressing need for instructional innovations aligned with technological developments. This study aims to explore changes in students’ learning patterns as a result of implementing digital literacy in the elementary school environment. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving 22 fourth-grade students at SD Negeri Kalia, Tojo Una-Una Regency, Central Sulawesi. The findings reveal a transformation from passive learning to more active, collaborative, independent, and reflective learning behaviors. Students became accustomed to using digital media to access information, take notes, and work in groups. Supporting factors for this shift include students’ motivation and the active role of teachers in facilitating learning, while the main obstacle was limited access to digital devices and internet connectivity. The study concludes that digital literacy plays a strategic role in shaping adaptive and effective learning patterns in the modern educational context. ABSTRAK Rendahnya pola belajar aktif dan mandiri di kalangan siswa sekolah dasar menjadi tantangan serius dalam era digital yang menuntut keterampilan abad ke-21. Pola belajar yang masih dominan bersifat pasif dan berpusat pada guru menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perubahan pola belajar siswa sebagai dampak dari implementasi literasi digital di lingkungan sekolah dasar. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 22 siswa kelas IV di SD Negeri Kalia, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi pola belajar dari yang semula pasif menjadi lebih aktif, kolaboratif, mandiri, dan reflektif. Siswa mulai terbiasa menggunakan media digital untuk mengakses informasi, menyusun catatan, dan bekerja dalam kelompok. Faktor pendukung perubahan ini meliputi motivasi siswa dan peran aktif guru dalam memfasilitasi pembelajaran, sedangkan hambatan utamanya adalah keterbatasan akses terhadap perangkat dan jaringan internet. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital memiliki peran strategis dalam membentuk pola belajar yang adaptif dan efektif di era pembelajaran modern.
ANALISIS CAPAIAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI PESERTA DIDIK DI SDN TEGALSARI 5 TAHUN 2025 Setiadi, Hanung
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5696

Abstract

The analysis of literacy and numeracy achievement is a crucial indicator for evaluating the quality of basic education, particularly at SDN Tegalsari 5 in 2025. Literacy and numeracy are not only fundamental competencies that students must master but also form the basis for critical thinking skills and readiness to face future challenges. This study aims to evaluate students' literacy and numeracy achievements based on the 2025 Annual Education Report of SDN Tegalsari 5 through a secondary data review method from official documents. The primary focus is on an 11% decline in literacy achievement and a 1.4% increase in numeracy compared to the previous year. Data shows literacy achievement of 88.89% and numeracy achievement of 81.48%. The significant decline in literacy is a major concern as literacy is the core of academic competencies, while the increase in numeracy indicates a positive development that should be maintained. The analysis provides an overview of the current learning conditions and serves as a basis for recommendations to develop more effective learning strategies. Recommendations include innovating literacy teaching methods, enhancing teacher training, engaging families and the school environment actively, and implementing ongoing monitoring. These findings aim to guide efforts to improve the quality of education at SDN Tegalsari 5 so that literacy and numeracy achievements continue to improve in the future ABSTRAK Analisis capaian kemampuan literasi dan numerasi merupakan indikator penting dalam mengukur mutu pendidikan dasar, khususnya di SDN Tegalsari 5 pada tahun 2025. Literasi dan numerasi tidak hanya menjadi kompetensi dasar yang wajib dikuasai peserta didik, tetapi juga menjadi fondasi bagi keterampilan berpikir kritis dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kemampuan literasi dan numerasi peserta didik berdasarkan Laporan Rapor Pendidikan SDN Tegalsari 5 Tahun 2025 melalui metode telaah data sekunder dari dokumen resmi. Fokus utama adalah pada penurunan capaian literasi sebesar 11% dan peningkatan numerasi sebesar 1,4% dibanding tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa capaian literasi mencapai 88,89% sedangkan numerasi sebesar 81,48%. Penurunan signifikan literasi menjadi perhatian utama karena literasi merupakan basis utama kompetensi akademik, sementara peningkatan numerasi menandakan kemajuan positif yang perlu dipertahankan. Hasil analisis ini memberikan gambaran kondisi pembelajaran saat ini dan dasar rekomendasi untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Rekomendasi mencakup pengembangan metode pembelajaran literasi yang inovatif, peningkatan pelatihan guru, keterlibatan keluarga dan lingkungan sekolah, serta penerapan monitoring berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat memandu upaya peningkatan mutu pendidikan di SDN Tegalsari 5 agar keberhasilan capaian literasi dan numerasi peserta didik semakin meningkat di masa mendatang.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JOYFUL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS III SD Sutria, M. Jimmi; Wardiah, Dessy; Imansyah, Farizal
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5810

Abstract

This study aims to identify significant differences in learning outcomes between third-grade students at SDN 205 Palembang who participated in learning using the Joyful Learning model and those who were taught without this model. All third-grade students at the school were included as the study population, while the sample was selected using the Cluster Random Sampling method. The research employed a quantitative approach. Data collection techniques included observation, testing, and documentation. To analyze the data and test the hypothesis, normality and homogeneity tests were conducted, along with statistical analysis using a t-test with Levene’s Test for Equality of Variances. The results showed that the average posttest score of students in the experimental class was 77.60%, while the control class had an average score of only 51.60%. Therefore, it can be concluded that the use of the Joyful Learning model in the experimental class led to higher learning achievement compared to the control class that did not use the model. Consequently, it can be concluded that implementing the Joyful Learning model is proven to be effective in teaching Indonesian language to third-grade students at SDN 205 Palembang. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan dalam hasil belajar antara siswa kelas III SDN 205 Palembang yang mengikuti pembelajaran dengan model Joyful Learning dan mereka yang belajar tanpa menggunakan model tersebut. Seluruh siswa kelas III di sekolah tersebut menjadi populasi penelitian, sedangkan pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode Cluster Random Sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, pemberian tes, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data dan membuktikan hipotesisDilakukan pengujian normalitas dan homogenitas, serta analisis data statistik menggunakan uji-t dengan jenis Levene’s Test for Equality of Variances. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest siswa pada kelas eksperimen mencapai 77,60%, sedangkan pada kelas kontrol hanya sebesar 51,60%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Joyful Learning di kelas eksperimen menghasilkan capaian belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan model tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Joyful Learning terbukti efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III SDN 205 Palembang.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA ARAB PADA SISWA Jul Kusniawati, Intan; Zuliana, Erni; Fauziah, Asti
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5829

Abstract

This research aims to examine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on the Arabic learning outcomes of Madrasah Ibtidaiyah students, with a focus on cognitive aspects, particularly in mastering mufradat (vocabulary) and qawa’id (grammar). The background of this study lies in the low student learning outcomes in Arabic, which are often limited to memorization without deep understanding. A gap exists between the ideal expectations of the Arabic curriculum—where students are expected to master all four language skills—and the actual conditions, where cognitive achievements remain low. The research method employed is classroom action research, conducted in two cycles that include planning, action, observation, and reflection stages. The results show that the implementation of the PjBL model can significantly improve student engagement, understanding, and cognitive outcomes in Arabic, particularly in vocabulary and grammar mastery. Through active involvement in contextual projects, students become more motivated and show better retention of the material. The study concludes that the PjBL model is effective and innovative in enhancing the quality of Arabic learning at the primary education level and can serve as an alternative solution for teachers to optimize the implementation of the Arabic curriculum. ABSTRAK Permasalahan rendahnya hasil belajar Bahasa Arab siswa, khususnya pada aspek kognitif seperti penguasaan mufradat (kosakata) dan qawa’id (tata bahasa), menjadi tantangan utama dalam proses pembelajaran di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pembelajaran yang diharapkan dengan kenyataan di lapangan, di mana siswa belum mampu memahami materi secara mendalam dan menerapkannya dalam konteks yang bermakna. Penelitian ini berfokus pada penerapan model Project Based Learning (PJBL) sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Arab siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengkaji berbagai jurnal ilmiah yang terbit sejak tahun 2015 untuk menggali efektivitas PJBL dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tahapan penting dalam penelitian ini meliputi identifikasi permasalahan, telaah literatur, sintesis temuan, dan penyusunan simpulan berbasis teori dan praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PJBL mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tugas, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Arab, model ini terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman mufradat dan qawa’id melalui kegiatan proyek yang kontekstual dan kolaboratif. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa penerapan PJBL secara terencana dan sistematis dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran Bahasa Arab di MI, khususnya dalam aspek kognitif, sekaligus membangun keterampilan abad ke-21 pada siswa.
EVALUASI KINERJA GURU DI MIS AL-MUKHLISIN KOTA JAMBI Susanti, Try; Nur Aziszah, Selvia; Apriyanti, Mia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6064

Abstract

This study evaluates teacher performance at MIS Al-Mukhlisin Jambi based on four core competencies: pedagogical, professional, social, and personal. It addresses gaps in current evaluation practices that remain administrative, exclude stakeholder input, and underutilize digital tools. Using a qualitative descriptive method, data were collected from six teachers, one principal, and ten students through observations, semi-structured interviews, and documentation. Analysis followed Miles and Huberman's thematic model. Findings show that 67% of teachers prepared structured lesson plans, yet 60% struggled with differentiated instruction. Only 40% regularly used digital resources, while 75% showed strong discipline and commitment. Authoritarian communication styles and limited stakeholder involvement were noted. The study recommends participatory, LMS-based evaluation strategies and enhanced evaluator training to improve teacher assessment and continuous professional growth. ABSTRAK Penelitian ini mengevaluasi kinerja guru di MIS Al-Mukhlisin Jambi berdasarkan empat kompetensi inti: pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Penelitian ini merespons kesenjangan dalam praktik evaluasi yang masih bersifat administratif, belum melibatkan pemangku kepentingan, dan kurang memanfaatkan teknologi digital. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari enam guru, satu kepala sekolah, dan sepuluh siswa melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model tematik Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa 67% guru menyusun rencana pembelajaran secara terstruktur, namun 60% masih kesulitan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Hanya 40% guru yang rutin menggunakan sumber belajar digital, sementara 75% menunjukkan disiplin dan komitmen yang kuat. Ditemukan pula gaya komunikasi otoriter dan minimnya keterlibatan pemangku kepentingan. Penelitian ini merekomendasikan strategi evaluasi partisipatif berbasis LMS serta peningkatan pelatihan evaluator untuk memperkuat penilaian kinerja dan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
LISTENING MADE FUN: HOW SHORT ENGLISH CARTOONS ENHANCE YOUNG LEARNERS’ COMPREHENSION Eka Putri, Zifa; Nuriska Cahyanti, Dian; Aida, Nida; Hidayani, Selnistia
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6084

Abstract

This study aims to examine how short English cartoon media enhance elementary school students' listening skills, addressing a research gap where previous studies primarily focused on motivation rather than measurable listening performance. This study adopts an embedded mixed-method design, collecting quantitative data via 10-item multiple-choice pre- and post-listening tests, and qualitative data from semi-structured interviews. The study involved 26 fifth-grade students at Curug State Elementary School, Serang, Banten. Learners received a cartoon video-based treatment using age-appropriate content such as Dora the Explorer and Peppa Pig. Quantitative results show an increase in average scores from 34.62 (pre-test) to 78.46 (post-test). Qualitative findings reveal that students comprehend material better through video than audio alone, gain new vocabulary, and are more enthusiastic due to the combination of audio, visuals, and on-screen text. These findings support the Cognitive Theory of Multimedia Learning and Dual Coding Theory, affirming the importance of multimodal approaches for young English learners. Overall, short cartoons are shown to be an effective and enjoyable method to boost listening comprehension and learner motivation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana media kartun Bahasa Inggris pendek meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa sekolah dasar, mengatasi kesenjangan penelitian di mana penelitian sebelumnya terutama berfokus pada motivasi daripada kinerja mendengarkan yang terukur. Penelitian ini mengadopsi desain metode campuran tertanam, mengumpulkan data kuantitatif melalui tes pilihan ganda 10-item sebelum dan sesudah mendengarkan, dan data kualitatif dari wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini melibatkan 26 siswa kelas lima di Sekolah Dasar Negeri Curug, Serang, Banten. Pembelajar menerima perawatan berbasis video kartun menggunakan konten yang sesuai dengan usia seperti Dora the Explorer dan Peppa Pig. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 34,62 (pra-tes) menjadi 78,46 (pasca-tes). Temuan kualitatif mengungkapkan bahwa siswa memahami materi lebih baik melalui video daripada audio saja, memperoleh kosakata baru, dan lebih antusias karena kombinasi audio, visual, dan teks di layar. Temuan ini mendukung Teori Kognitif Pembelajaran Multimedia dan Teori Pengodean Ganda, yang menegaskan pentingnya pendekatan multimoda bagi pelajar bahasa Inggris muda. Secara keseluruhan, kartun pendek terbukti menjadi metode yang efektif dan menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan dan motivasi belajar.
PERAN KEGIATAN PEMBIASAAN PAGI DALAM MENUMBUHKAN NILAI-NILAI KARAKTER DI SDN KANGGRAKSAN Pirmansyah, Drajat; Kurniasih, Nita; Ikrimah, Ikrimah; Prastika, Varenezza; Khodari, Rahmad
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6232

Abstract

This study aims to examine the implementation of morning routines at Kanggraksan State Elementary School in fostering character values among students, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. The study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study indicate that morning routine activities are conducted regularly and systematically with a variety of activities such as flag ceremonies, morning prayers, literacy, istighosah, infaq, gymnastics, and cleaning activities that effectively instill religious values, discipline, responsibility, independence, nationalism, and social awareness. The success of this program is supported by the active involvement of teachers, school principals, student participation, parental support, and the role of external parties such as PLP students. However, there are challenges such as the lack of discipline among some students and the tardiness of staff, which require strengthening consistency. Overall, morning routines play a strategic role in shaping positive character traits in students, reflecting behavioral changes toward greater discipline, self-confidence, independence, and concern for the surrounding environment. These findings underscore the importance of morning routines as an integral part of character education in elementary schools ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan pembiasaan pagi di SD Negeri Kanggraksan dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter peserta didik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan pagi berjalan rutin dan terstruktur dengan variasi aktivitas seperti upacara bendera, doa pagi, literasi, istighosah, infaq, senam, dan kegiatan kebersihan yang efektif menanamkan nilai religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Keberhasilan program ini didukung oleh keterlibatan aktif guru, kepala sekolah, partisipasi siswa, dukungan orang tua, serta peran pihak eksternal seperti mahasiswa PLP. Namun, terdapat hambatan berupa kurang tertibnya sebagian siswa dan keterlambatan petugas yang memerlukan penguatan konsistensi. Secara keseluruhan, pembiasaan pagi berperan strategis dalam pembentukan karakter positif siswa yang mencerminkan perubahan perilaku menjadi lebih disiplin, percaya diri, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Temuan ini menegaskan pentingnya pembiasaan pagi sebagai bagian integral dari pendidikan karakter di sekolah dasar.
MEDIA POHON KEJUJURAN UNTUK MENUMBUHKAN KARAKTER JUJUR SISWA SEKOLAH DASAR Wahyudi, Ziyad Abyan; Ningsih, Widia; Kurniasih, Nita; Ikrimah, Ikrimah; Luthfiyah, Luthfiyah; Hayati, Auliya Aenul
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6233

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the “honesty tree” media as a means of building honest character in fifth-grade elementary school students. The study uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through questionnaires and interviews, which were conducted at SDN 3 Kasugengan Lor. The results of the study indicate that most students demonstrate positive attitudes toward the value of honesty, both in academic activities such as completing assignments, in social interactions with peers, and in participating in other school activities. The “honesty tree” medium was deemed effective because it presents the value of honesty in a visual and interactive manner, thereby capturing students' interest and encouraging them to be more open and reflective about their behavior. The role of teachers is highly significant in guiding and setting an example, while support from the school environment further strengthens the process of cultivating honest behavior. Additionally, collaboration between schools, parents, and the community is an important supporting factor in instilling the value of honesty as part of educational culture. With the appropriate use of educational media and a supportive environment, honest character can be consistently shaped and instilled from a young age, providing a strong foundation for children's moral development in the future. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media “pohon kejujuran” sebagai sarana pembentukan karakter jujur pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan wawancara, yang dilaksanakan di SDN 3 Kasugengan Lor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menunjukkan sikap positif terhadap nilai kejujuran, baik dalam aktivitas akademik seperti mengerjakan tugas, dalam interaksi sosial dengan teman sebaya, maupun dalam mengikuti kegiatan sekolah lainnya. Media “pohon kejujuran” dinilai efektif karena menyajikan nilai kejujuran secara visual dan interaktif, sehingga mampu menarik minat siswa dan mendorong mereka untuk lebih terbuka serta reflektif terhadap perilaku mereka. Peran guru sangat signifikan dalam membimbing serta memberikan keteladanan, sementara dukungan dari lingkungan sekolah turut memperkuat proses pembiasaan perilaku jujur. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi faktor pendukung penting dalam menanamkan nilai kejujuran sebagai bagian dari budaya pendidikan. Dengan penerapan media pembelajaran yang tepat serta lingkungan yang mendukung, karakter jujur dapat dibentuk dan ditanamkan secara konsisten sejak usia dini, sehingga memberi fondasi kuat bagi perkembangan moral anak di masa depan.
PERAN PRAKTIK-PRAKTIK PEMBIASAAN DAN KEBIASAAN POSITIF DI SEKOLAH PADA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Habiibah, Habiibah; Muniifah, Muniifah; Ningsih, Widia; Luthfiyah, Luthfiyah; Zahro, Hani Muslihatun; Sitarianti, Tiyas Febbi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6234

Abstract

This study aims to analyze positive habits and practices in the school environment in order to shape students' character. The study was conducted at SDN Pelandakan 1 using a qualitative descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation of habit-forming activities such as flag ceremonies, religious activities, the 3S culture (Smile, Greet, Greet), student collaboration, as well as habits related to cleanliness and ethics. The results of the study indicate that consistent habit-forming practices play an important role in instilling character values, including discipline, responsibility, honesty, care for the environment, and respect for others. The roles of teachers, principals, and the entire school community are central as role models and drivers of positive culture. Additionally, parental involvement in the character education process further enhances the effectiveness of habit formation. In conclusion, positive habit formation integrated into daily school activities creates a conducive learning environment that supports the development of students with strong character, independence, and the ability to face future challenges ethically and with dignity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembiasaan dan kebiasaan positif di lingkungan sekolah dalam rangka membentuk karakter siswa. Studi dilakukan di SDN Pelandakan 1 dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas pembiasaan seperti upacara bendera, kegiatan keagamaan, budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam), kerja sama antar siswa, serta kebiasaan menjaga kebersihan dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembiasaan yang dilaksanakan secara konsisten berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter, antara lain disiplin, tanggung jawab, kejujuran, peduli terhadap lingkungan, dan sikap hormat terhadap sesama. Peran guru, kepala sekolah, serta seluruh warga sekolah sangat sentral sebagai teladan dan penggerak budaya positif. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan karakter turut memperkuat efektivitas pembiasaan. Kesimpulannya, pembiasaan positif yang terintegrasi dalam kegiatan sehari-hari di sekolah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pembentukan pribadi siswa yang berkarakter kuat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan secara etis dan bermartabat.