cover
Contact Name
Riswanto
Contact Email
sangsurya338@gmail.com
Phone
+6285838335446
Journal Mail Official
sangsurya338@gmail.com
Editorial Address
l. KH Dewantara No.116 Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro – Lampung Telpon : 0725 42445. (Hp. 085838335446)
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Sinar Sang Surya: Jurnal Pusat Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 28279654     EISSN : 2597484X     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/sss.v5i1.1474
Focus and Scope of the articles published in SINAR SANG SURYA: Journal of Research-based Community Service such as Community Empowerment, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning, Community Development. The partner community can be in the form of productive partners or non-productive partners
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 338 Documents
Pelatihan Telepati (Ternak Lele Praktis) Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Pada Kelompok Tani Hijau Daun Kelurahan Karangrejo Kota Metro Provinsi Lampung Mulyani Mulyani; Widya Sartika Sulistiani; Dasrieny Pratiwi; Suharno Zen
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2774

Abstract

ABSTRAK Ternak/budidaya ikan dalam wadah ember menjadi solusi potensial bagi budidaya perikanan dan pertanian di lahan yang sempit dengan penggunaan air yang lebih hemat, mudah dilakukan oleh masyarakat di rumah masing-masing dengan modal yang relatif kecil, serta akhirnya mampu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat. Keterbatasan lahan membuat masyarakat lebih memilih membeli daripada beternak dan menanam sendiri. Padahal dengan teknik ternak ikan lele praktis (telepati) seharusnya masyarakat bisa memanfaatkan lahan pekarangan yang minim tersebut untuk beternak ikan dan bercocok tanam sayuran. Teknik ini menjadi solusi terhadap keterbatasan lahan akhir-akhir ini dan bisa juga dijadikan sebagai wadah untuk berwirausaha sendiri. Pangan menjadi kebutuhan pokok cukup banyak memberikan peluang usaha. Seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat pada sumber pangan bergizi tinggi, maka hal ini perlu diimbangi dengan ketersediaan bahan pangan bergizi yang cukup. Berdasarkan hasil survey di Kelompok Tani Hijau Daun Kelurahan Karangrejo Metro Utara telah memiliki kolam yang terbuat dari terpal atau kolam permanen dari semen untuk budidaya ikan air lele dan membutuhkan ruang yang luas. Selain biaya pembuatan kolam yang memerlukan dana yang cukup besar.Solusi yang ditawarkan kepada mitra pada kegiatan ini yaitu memberi pengetahuan tentang teknik budidaya ikan lele yang praktis (telepati) dengan media ember. Selain itu juga memberikan pelatihan secara langsung pembuatan kit produk budidaya ikan lele yang praktis (telepati) dengan media ember. Metodenya dengan presentasi dan diskusi. Dibagikan brosur tentang teknik budidaya lele yang praktis, serta praktek/demonstrasi langsung pembuatan kit produk TTG budidaya lele yang praktis. Luaran kegiatan pengabdian berupa Publikasi ilmiah pada Jurnal Sang Surya LPPM UM Metro, publikasi media massa, dan brosur TTG. Kata kunci: sayuran, pangan, telepati,ABSTRACT Livestock/fish farming in buckets is a potential solution for aquaculture and agriculture on narrow land with more efficient use of water, easily carried out by people in their own homes with relatively small capital, and finally able to meet the nutritional needs of the community. Limited land makes people prefer to buy rather than raise livestock and grow their own. Whereas with practical catfish farming techniques (telepathy) the community should be able to take advantage of the minimal yard area for raising fish and growing vegetables. This technique is a solution to limited land these days and can also be used as a platform for self-employment. Food being a basic need provides quite a lot of business opportunities. As people's awareness of highly nutritious food sources grows, this needs to be balanced with the availability of sufficient nutritious food. Based on the results of a survey at the Green Leaf Farmers Group, Karangrejo Sub-District, Metro Utara, they already have ponds made of tarpaulin or permanent ponds made of cement for catfish farming and require a large space. In addition to the cost of making a pool that requires substantial funds.The solution offered to partners in this activity is to provide knowledge about practical catfish farming techniques (telepathy) using bucket media. In addition, it also provides hands-on training on making practical catfish farming product kits (telepathy) using bucket media. The method is by presentation and discussion. Brochures were distributed regarding practical catfish farming techniques, as well as hands-on practice/demonstration of making practical catfish farming product kits. The output of community service activities is in the form of scientific publications in the Sang Surya Journal, LPPM UM Metro, mass media publications, and brochures. Keywords: : vegetables, food, telepathy.
PENGGUNAAN CHATGPT & DUO LINGO UNTUK MENCIPTAKAN PENGALAMAN BELAJAR KEISLAMAN YANG MENARIK BAGI ANAK ANAK PANTI ASUHAN BUDI UTOMO KOTA METRO Arif Hidayat; Sudarmaji Sudarmaji; Dedi Irawan; Mustika Mustika; Gunayanti K.S, Siregar; Dani Anggoro; Danang Prabowo
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2775

Abstract

ABSTRAKProgram Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “Penggunaan ChatGPT & Duo Lingo Untuk Menciptakan Pengalaman Belajar Keislaman Yang Menarik Bagi Anak-Anak Panti Asuhan Budi Utomo Kota Metro” memiliki tujuan dan manfaat khusus bagi adik-adik siswa Panti Asuhan Budi Utomo Kota Metro antara lain mengenalkan sistem tersebut sebagai wadah untuk mencari informasi, pembelajaran yang interaktif, latihan bahasa, dan sangat membantu pencarian solusi. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Budi Utomo Kota Metro adalah metode PAR (Participatory Action Research). Metode PAR dipilih untuk mengembangkan keberanian anggota dalam merubah kondisi yang dialami saat ini supaya menjadi lebih baik di masa depan dengan membawa perubahan (transformation) value di masyarakat. Detail dari pendekatan metode ini yaitu tim mengadakan penjelasan materi dan disimulasikan praktik secara langsung. Kemudian dilanjutkan dengan membuka sesi pertanyaan serta melihat hasil praktek dari adik-adik panti Asuhan Budi Utomo Kota Metro. Dengan praktik ataupun simulasi bisa dilihat hasil percobaan siswa-siswi apakah berhasil atau tidak. Luaran yang ingin dicapai yaitu: melakukan dakwah teknologi informasi kepada Anak-Anak Panti Asuhan agar mereka dapat merasa lebih terlibat dalam proses pencarian informasi, pembelajaran keislaman, serta pengambilan keputusan. Mereka dapat mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang topik-topik yang diinginkan. Selain itu penggunaan DuoLingo sebagai wadah untuk pembelajaran bahasa online gratis, seperti latihan pembelajaran bahasa inggris dan bahasa Arab dengan berbagai tingkatan. Kata Kunci: ChatGPT, Duo Lingo, PKM Chat GPT. ABSTRACT The Community Service Program entitled "Using ChatGPT & Duo Lingo to Create an Interesting Islamic Learning Experience for Children of the Budi Utomo Orphanage in Metro City" has specific objectives and benefits for younger students of the Budi Utomo Orphanage in Metro City, including introducing the system It serves as a forum for finding information, interactive learning, language training, and is very helpful in finding solutions. The method used in community service activities at the Budi Utomo Orphanage in Metro City is the PAR (Participatory Action Research) method. The PAR method was chosen to develop the courage of members to change the conditions they are currently experiencing so that they become better in the future by bringing about a change (transformation) of values in society. The details of this method approach are that the team held an explanation of the material and simulated hands-on practice. Then it was continued by opening a question session and seeing the results of the practice of the younger siblings of the Budi Utomo Orphanage in Metro City. With practice or simulation, the results of the students' experiments can be seen whether they are successful or not. The outputs to be achieved are: conducting information technology da'wah to Orphanage Children so that they can feel more involved in the process of seeking information, learning about Islam, and making decisions. They can ask questions, and get a better understanding of the topics they want. Apart from that, DuoLingo is used as a place for free online language learning, such as English and Arabic learning exercises at various levels.Keywords: ChatGPT, Duo Lingo, PKM Chat GPT.
UPAYA PENINGKATAN UMUR SIMPAN HASIL PANEN JAGUNG MANIS MELALUI TEKNOLOGI PENGOLAHAN MENJADI DODOL Neti Kesumawati; Rita Hayati; Rita Feni; Maheran Mulyadi; Edy Marwan
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2776

Abstract

ABSTRAK Kelurahan Batu Galing merupakan kelurahan yang terdapat di Kabupaten Rejang Lebong yang baru beberapa tahun ini ramai ditempati penduduk. Sebelumnya kelurahan ini hanya merupakan daerah pertanian yang hanya dikunjungi penduduk di waktu mereka bercocok tanam. Mata pencaharian penduduk sebagian besar petani dan sebagian lainnya pegawai negeri , pedagang dan pengrajin, dan sebagainya. Salah satu hasil pertanian yang banyak terdapat di Kelurahan Batu Galing adalah jagung manis. Mengingat jagung manis merupakan komoditi yang cepat mengalami kerusakan maka perlu dicarikan alternatif untuk mengatasi produk yang berlebihan. Salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut adalah mengolah jagung manis menjadi dodol.    Rendahnya motivasi dan pengetahuan petani kelurahan Batu Galing tentang pembuatan dodol jagung manis harus ditingkatkan melalui penyuluhan maupun pelatihan dengan sasaran pengabdian adalah  ibu-ibu PKK kelurahan Batu Galing.. Atas dasar ini, maka staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu memilih lokasi ini sebagai sasaran pengabdiaan kepada masyarakt. Kegiatan pengabdiaan masyarakat ini dibantu oleh mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN. Metode pendekatan yang diterapkan dalam program ini, dengan menggunakan metode penyuluhan dan demontrasi pembuatan dodol jagung manis Dari evaluasi, penerapan teknologi tepat guna melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan dodol dodol jagung manis berjalan dengan lancar serta adanya peningkatan  pengetahuan dan ketrampilan dari ibu-ibu PKK. Kata kunci : Jagung manis, dodol jagung manis, produk olahan     ABSTRACT Batu Galing Sub-District is a sub-district located in Rejang Lebong Regency, which has only recently been bustling with residents. Previously this kelurahan was only an agricultural area which was only visited by residents when they were cultivating. The livelihoods of the population are mostly farmers and some are civil servants, traders and craftsmen, and so on. One of the agricultural products that are widely available in Batu Galing Village is sweet corn. Bearing in mind that sweet corn is a commodity that quickly deteriorates, it is necessary to find alternatives to deal with excessive product. One alternative solution to this problem is to process sweet corn into lunkhead. The low motivation and knowledge of Batu Galing Village farmers about making sweet corn dodol must be improved through counseling and training. On this basis, the teaching staff of the Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Bengkulu, chose this location as a target for community service. To expedite community service activities, the service team is assisted by students who are carrying out KKN. The approach method used in this program, using counseling and demonstration methods for making sweet corn dodolKeywords: Sweet corn, sweet corn dodol, processed products
PENDAMPINGAN REALISASI KEBUN KELOMPOK WANITA TANI KELURAHAN TEJOSARI KECAMATAN METRO TIMUR Friska Octavia Rosa; Agus Wibowo; Adya Rosa Prasasti
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2777

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat Tejosari mengembangkan potensi yang ada melalui Kelompok Wanita Tani merawat dan membangun kebun KWT menjadi lebih terawat dan berinovasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di kelurahan Tejosari RT.21 RW.28 yang dijalankan bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro dan warga RT 21. Terbatasnya gerak dan langkah masyarakat untuk merealisasikan kebun KWT maka kegiatan pengabdian ini merupakan pendampingan terhadap hal tersebut dengan melakukan inovasi untuk kebun KWT, agar kebun ini dapat menarik minat para masyarakat untuk bahu-membahu merawat dan melestarikan kebun. Metode yang kami gunakan yaitu melakukan penyusunan rencana kerja awal, identifikasi masalah dan sasaran serta pendampingan realisasi inovasi kebun KWT. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdian adalah kesiapan kebun KWT untuk dikelola dan lebih menarik. Sehingga nantinya dapat dilakukan pendampingan lebih lanjut untuk dikembangkan agar kebun KWT dapat lebih bernilai ekonomis. Kata kunci: Tejosari, Pendampingan, KWT ABSTRACTThe community service that is carried out aims to contribute to the Tejosari community in developing existing potential through the Women Farmer Group caring for and building KWT gardens to become more well-maintained and innovative. This community service is carried out in the Tejosari sub-district RT.21 RW.28 which is run together with Muhammadiyah Metro University students and residents of RT 21. The community's movement and steps are limited in realizing the KWT garden, so this service activity is assistance in this regard by innovating for the KWT garden, so that this garden can attract the interest of the community to work together to care for and preserve the garden. The method we use is to prepare an initial work plan, identify problems and goals and assist the realization of KWT garden innovations. The result of the community service carried out by the service team is the readiness of the KWT gardens to be managed and more attractive. So that further assistance can be carried out later to be developed so that KWT plantations can have more economic value. Keywords: Tejosari, Assistance, KWT
PELATIHAN PENGGUNAAN SCANNER DAN MAINTENANCE MOBIL INJEKSI UNTUK GURU-GURU SMK DI KOTA METRO Kemas Ridhuan; Sulis Dri Handono; Asroni Asroni; Tri Cahyo Wahyudi; Dwi Irawan; Mafruddin Mafruddin; Eko Budiyanto; Eko Nugroho
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2779

Abstract

ABSTRAK  Sistem Electronic Fuel Injection (EFI) dan ECU (elektronic control unit) pada mobil berfungsi mengatur jumlah bahan bakar yang digunakan, system pengapian dan beberapa perangkat lainnya. Penggunaan sistem ECU pada kendaraan bermotor khususnya mobil mampu meningkatkan kinerja mobil itu sendiri. Perangkat ECU merupakan salah bentuk perkembangan teknologi dibidang otomotif. Namun perkembangan teknologi tersebut harus diimbangi dengan pemahaman dari pengguna maupun mekanik mobil sehingga apabila terjadi kerusakan pada kendaraan khususunya mobil dapat terdeteksi dan dilakukan perbaikan. Kerusakan ECU dan perangkat atau komponen lain pada sistem injeksi dapat dilakukan pemeriksaan melalui proses scanner dengan bantuan perangkat komputer atau scanner. Yang menjadi kendala saat ini yaitu belum semua mekanik atau bengkel mampu menggunakan alat scanner tersebut untuk pemeriksaan kendaraan khususnya mobil. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan dan wawasan khususnya tentang proses scanner mesin mobil. Berdasarkan pertimbangan tentang kurangnya pengetahuan dan wawasan mengenai proses scanner untuk mesin mobil maka perlu dilakukan pelatihan tentang cara penggunaan dan perawatan alat scanner kepada para tenaga pendidik (guru) khususnya SMK otomotif. Dengan adanya pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan dari tenaga pendidik (guru) yang nantinya akan diajarkan kepada siswa/siswi sehingga dapat meningkatkan kuailtas lulusan. Pelatihan dilakukan dengan memberikan materi, penjelasan serta pelatihan yang diikuti oleh mitra (guru-guru SMK). Dengan adanya pelatihan maka dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam perawatan, pemeriksaan dan perbaikan sistem injeksi pada mesin mobil menggunakanperalatan scanner. Kata Kunci : Pelatihan, scanner, injeksi, Guru SMK. ABSTRACT The Electronic Fuel Injection (EFI) system and the ECU (electronic control unit) on the car function to regulate the amount of fuel used, the ignition system and several other devices. The use of the ECU system in motor vehicles, especially cars, can improve the performance of the car itself. The ECU device is a form of technological development in the automotive field. However, these technological developments must be balanced with understanding from users and car mechanics so that if there is damage to the vehicle, especially the car, it can be detected and repaired. Damage to the ECU and other devices or components in the injection system can be checked through a scanner process with the help of a computer or scanner. The problem now is that not all mechanics or workshops are able to use the scanner to inspect vehicles, especially cars. This happens because of a lack of knowledge and insight, especially about the process of car engine scanners. Based on considerations about the lack of knowledge and insight about the scanner process for car engines, it is necessary to conduct training on how to use and maintain scanner tools for educators (teachers), especially automotive vocational schools. With the training, it is expected to increase the knowledge and insight of educators (teachers) which will later be taught to students so that they can improve the quality of graduates. The training is carried out by providing materials, explanations and training which is attended by partners (vocational teachers). With the training, it can increase the knowledge and skills of partners in the maintenance, inspection and repair of injection systems on car engines using scanner equipment.Keywords: Training, scanner, injection, SMK teachers.
Penyuluhan penggunaan bahan pengawet sintetis dalam makanan bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat di Desa Bumi Raharjo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah Sutopo Hadi; Tati Suhartati; Yandri Yandri
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2780

Abstract

ABSTRAK Bahan kimia, terutama pengawet, semakin banyak digunakan dalam makanan. Penggunaan bahan kimia dalam bahan makanan memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia, terutama jika bahan tambahan yang melanggar hukum digunakan, yang merupakan ancaman besar bagi kesehatan mereka. Potensi bahaya bahaya meningkat dengan banyaknya bahan tambahan yang tidak boleh digunakan dalam makanan. Masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, harus memiliki pemahaman yang komprehensif tentang zat aditif, risiko, dan tindakan pencegahan keamanan untuk mengatasi masalah ini. Salah satu strategi untuk menyebarluaskan pengetahuan tersebut adalah dengan memberikan penyuluhan tentang pengawet sintetis pada makanan bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat setempat di Desa Bumi Raharjo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. Pendekatan ceramah dan tanya jawab akan digunakan sebagai metode kegiatan, dan praktik pengenalan bahan pengawet makanan juga akan disertakan. Penilaian awal dan akhir digunakan dalam desain evaluasi. Menurut temuan kajian, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengawet makanan sintetis di Desa Bumi Raharjo, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah. Kata kunci: bahan pengawet alami, bahan pengawet kimia, zat aditif ABSTRACTChemicals, particularly preservatives, are being used more and more in food items. The use of chemicals in food items has a significant impact on people's life, especially when unlawful additions are used, which poses a major threat to their health. The potential of harm increases with the number of additives that are not allowed to be used in food. The community, especially PKK women, has to have comprehensive understanding of additives, risks, and safety precautions in order to solve this issue. One strategy to spread this knowledge is to provide counseling sessions on synthetic preservatives in food for PKK women and the local population in Bumi Raharjo Village, Bumi Ratu Nuban District, Central Lampung. The lecture and question-and-answer approach will be utilized as the activity method, and practice recognizing food preservatives will also be included. Initial and final assessments are used in the evaluation design. According to the assessment findings, the program was successful in raising community awareness about synthetic food preservatives in Bumi Raharjo Village, Bumi Ratu Nuban District, Central Lampung.Keywords: synthetic preservatives, chemical preservatives, additives
Pelayanan Kesehatan Kampung Sehat Nasyiatul Aisyiyah Kota Pontianak di Kelurahan Mariana, Kota Pontianak Ufi Ruhama; Ryani Yulian; Syarifah Vira Cahya Ramadhanti
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2781

Abstract

ABSTRAK Kampung Merak merupakan Kampung binaan Nasyiatul Aisyiyah Kota Pontianak. Kesadaran warga Kampung Merak untuk memeriksakan Kesehatan di Puskesmas masih tergolong rendah. Banyak permasalahan yang muncul di lingkungan Kampung ini, terutama di sekitar lokasi SD dan SMP Muhammadiyah 3, sehingga memerlukan layanan kesehatan yang memadai. Saat ini pelayanan kesehatan untuk warga masih belum berjalan optimal, sehingga diperlukan edukasi, konsultasi serta pemeriksaan kesehatan secara  berkala. Melalui pelayanan kesehatan dalam program pengabdian ini yang meliputi layanan indeks masa tubuh; layanan pemeriksaan asam urat, pemeriksaan gula darah, dan edukasi, serta layanan konsultasi kesehatan maka akan membantu warga dalam mengontrol kesehatannya. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala serta warga diberikan rapor kesehatan warga Muhammadiyah kelurahan Mariana. Upaya mengimplementasikan Kampung Sehat di kelurahan Mariana ini adalah edukatif-preventif, konsultatif, partisipatif, dan rekreatif, berupa pencegahan dengan edukasi, layanan konsultasi serta keikutsertaan warga dalam berpartisipasi menciptakan Kampung merak sehat di Kelurahan Mariana.  Kata kunci (dicetak tebal): Pelayanan Kesehatan, Kampung Merak, Nasyiatul Aisyiyah ABSTRACTKampung Merak is a village under the guidance of Nasyiatul Aisyiyah, Pontianak City. The awareness of the residents of Merak Village to have their health checked at the Puskesmas is still relatively low. There are many problems that arise in this Kampung environment, especially around the Muhammadiyah 3 Elementary and Middle School locations, so that it requires adequate health services. Currently, health services for residents are still not running optimally, so education, consultation and regular health checks are needed. Through health services in this service program which includes body mass index services; services for uric acid checks, blood sugar checks, and education, as well as health consultation services will help residents control their health. This activity is carried out periodically and residents provide health reports for Muhammadiyah residents in the Mariana village. Efforts to implement the Healthy Village in Mariana Village are educative-preventive, consultative, participatory and recreative, in the form of prevention through education, consulting services and community participation in creating interventions for the Healthy Merak Village in Mariana Village. Keywords: Health Services, Merak Village, Nasyiatul Aisyiyah
Pelatihan Bahasa Inggris Bagi Pemandu Wisata Suoh Lampung Barat Fenny Thresia; Nedi Hendri
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2782

Abstract

ABSTRACT Selama pandemic 2019-2022 jumlah kunjungan wisatawan baik domestic ataupun luar negeri menurun drastic. Selain itu pengembangan pariwisata membutuhkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang tersebut, seperti pemahaman bahasa Inggris, agar masyarakat khususnya pemuda yang dapat menjadi pemandu wisata bisa berinteraksi dengan wisatawan luar negeri dan mendapat keuntungan dari sektor tersebut. Mengingat daerah wisata Lampung barat merupakan daerah wisata yang masih sangat baru dan belum sepenuhnya terjamah pengelolaan baik. Masyarakat masih mengalami kesulitan dalam berkomunikasi berbahasa Inggris dengan para wisatawan luar negeri. Hal ini harus di tata karena cepat atau lambat, dunia pariwisata di kabupaten Lampung barat akan terus berkembang dan itu membutuhkan kesiapan baik dari Sumber daya manusianya dan juga sarana dan prasarana wisata yang terus dibangun. Mengingat destinasi wisata Lampung Barat khususnya Suoh yang memiliki keramikan dan air panas belum tereksplore dan terekspose dengan baik.  Kata Kunci: Bahasa Inggris, Keramikan,Lampung Barat,Suoh, Wisata ABSTRACTDuring the 2019-2022 pandemic, the number of domestic and foreign tourist visits decreased drastically. In addition, the development of tourism requires the knowledge and skills of the public in these fields, such as the understanding of English, so that the public, especially young people who can be tourist guides, can interact with foreign tourists and benefit from the sector. Given that the tourist area of the western Lampung is a very new and not fully managed tourism area. People still have difficulty in communicating in English with foreign tourists. This must be in order because sooner or later, the world of tourism in the western district of Lampung will continue to develop and it requires the preparation of both its human resources and also the facilities and tourist facilities that are continuously built. Given the tourist destinations of the Western Lampung, especially Suoh, which has water and hot water not yet explored and well exposed. Keywords: English, Keramikan, Suoh, Tourism, West Lampung.
Potensi Pengembangan Keterampilan Menjahit Untuk Produksi Merchandise Kain Flannel Pada Dasawisma Dusun IV Sidodadi Yeni Rahmawati ES; Rina Agustina; Tiara Anggia Dewi; Anis Yulia Nisa; Fadila Taulanita Arif; Diana Wati
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2783

Abstract

ABSTRAK  Beberapa ibu-ibu dasawisma di dusun IV Desa Sidodadi memiliki keterampilan dalam menjahit. Potensi keterampilan menjahit ini jika dikembangkan dan dimanfaatkan dengan baik, maka dapat menjadi salah satu usaha yang menghasilkan. Salah satu produk yang dapat dihasilkan dengan ketrampilan menjahit adalah usaha produksi merchandise kain flannel. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan membuat merchandise kain flannel pada ibu-ibu dasawisma di dusun IV desa Sidodadi kecamatan Pekalongan Lampung Timur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yakni demonstrasi dan praktek langsung. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 25 orang. Hasil dari pengabdian ini adalah bertambahnya pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu dasawisma di dusun IV desa Sidodadi dalam membuat merchandise kain flannel. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan hasil pendapatan.  Kata kunci : kain flanel merchandise ABSTRACT Several dasawisma women in hamlet IV of Sidodadi Village have skills in sewing. If the potential of this sewing skill is developed and utilized properly, it can become a profitable business. One of the products that can be produced with sewing skills is the production of flannel merchandise. This service aims to provide knowledge and skills in making flannel merchandise to dasawisma women in hamlet IV, Sidodadi village, Pekalongan sub-district, East Lampung. The method used in this service is demonstration and direct practice. The number of training participants was 25 people. The result of this service is the increased knowledge and skills of Dasawisma women in Hamlet IV of Sidodadi village in making flannel merchandise. Thus, it is expected to increase revenue yields.  Keywords: flannel, merchandise
Pelatihan Guru Muda Muhammadiyah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di Kota Metro Yasmika Baihaqi; Riswanto Riswanto; Ade Gunawan
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i2.2785

Abstract

ABSTRAK  Satuan pendidikan yang memilih Kurikulum Merdeka, implementasinya dapat disesuaikan dengan kesiapan masing-masing. Satuan pendidikan menentukan pilihan (pilihan 1: Mandiri Belajar/ pilihan 2: Mandiri Berubah/ pilihan 3: Mandiri Berbagi). Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) kota Metro memiliki anggota pemuda Muhammadiyah yang rata-rata mengabdi menjadi guru di sekolah Muhammadiyah di Kota Metro. Kondisi lapangan menunjukan bahwa belum semua guru muda di sekolah Muhammadiyah memahami penerapan Kurikulum Merdeka. Mereka banyak mengalami kesulitan dalam hal memahami CP (Capaian Pembelajaran), TP (Tujuan Pembelajaran), ATP (Alur Tujuan Pembelajaran), Modul ajar, Asesmen diagnostik Awal, Asesment sumatif dan formatif, Pelaporan Hasil belajar, dan lain sebagainya. Meskipun pemerintah telah menyediakan Platform Merdeka Mengajar melalui akun belajar.id untuk memafasilitasi guru belajar secara mandiri, namun belum mampu memfasilitasi pemhaman mereka mengenai kurikulum merdeka. Oleh karena itu, untuk memberikan penguatan pemahaman guru khususnya guru-guru Muda di sekolah Muhammadiyah kota Metro. Upaya ini dapat dilakukan melalui pemberian kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknis) kepada guru muda muhammadiyah di Kota Metro. Tujuannya yaitu Menguatkan pemahaman tentang konsep dan implementasi Kurikulum Merdeka dan Menyiapkan sekolah muhammadiyah untuk mengoptimalkan komunitas belajar yang menguatkan Implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini mendukung pencapaian IKU 3 dosen berkegiatan di luar kampus. Hasil yang diperoleh kegiatan ini diikuti kurang lebih 476 peserta secara daring berasal dari beberapa kabupaten/kota wilayah provinsi Lampung. Luara yang diharapkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini berupa laporan, publikasi artikel pada jurnal ilmiah, publikasi kegiatan pada media massa dan video kegiatan.Kata kunci : Implementasi Kurikulum Merdeka, Muhammadiyah, pendidikan ABSTRACT Educational institutions that choose the Merdeka Curriculum, its implementation can be adjusted according to their readiness. The educational institutions have three options to choose from: Option 1: Independent Learning, Option 2: Transformational Independent Learning, or Option 3: Collaborative Independent Learning. The Metro City branch of the Muhammadiyah Youth Organization (PDPM) has members who serve as teachers in Muhammadiyah schools in Metro City. The current situation indicates that not all young teachers in Muhammadiyah schools fully understand the implementation of the Merdeka Curriculum. They face difficulties in understanding Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran), Learning Objectives (Tujuan Pembelajaran), Learning Objective Flow (Alur Tujuan Pembelajaran), Teaching Modules, Initial Diagnostic Assessment, Summative and Formative Assessments, Learning Result Reporting, and so on. Although the government has provided the Merdeka Mengajar Platform through the belajar.id account to facilitate self-learning for teachers, it has not been able to facilitate their understanding of the Merdeka Curriculum. Therefore, to strengthen the understanding of teachers, especially young teachers in Muhammadiyah schools in Metro City, efforts can be made through conducting Technical Guidance (Bimtek) activities for young Muhammadiyah teachers in Metro City. The objectives of these activities are to strengthen the understanding of the concept and implementation of the Merdeka Curriculum and prepare Muhammadiyah schools to optimize a learning community that reinforces the implementation of the Merdeka Curriculum. This activity supports the achievement of the third Key Performance Indicator (IKU) for faculty members to engage in activities outside the campus. The results of this activity were attended by approximately 476 participants online from several districts and cities in the Lampung province. The expected outcomes of this community service are a report, publication of articles in scientific journals, publication of activities in mass media, and a video documenting the activities.)Keywords: Kurikulum Merdeka, Muhammadiyah School, Education