cover
Contact Name
Riswanto
Contact Email
sangsurya338@gmail.com
Phone
+6285838335446
Journal Mail Official
sangsurya338@gmail.com
Editorial Address
l. KH Dewantara No.116 Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro – Lampung Telpon : 0725 42445. (Hp. 085838335446)
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Sinar Sang Surya: Jurnal Pusat Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 28279654     EISSN : 2597484X     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/sss.v5i1.1474
Focus and Scope of the articles published in SINAR SANG SURYA: Journal of Research-based Community Service such as Community Empowerment, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning, Community Development. The partner community can be in the form of productive partners or non-productive partners
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 338 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) KAMPUNG RAMA DEWA MELALUI SOSIALISASI HIDROPONIK SEDERHANA Sepian Pambudi; I Gede Putu Kharma; M. Reynald Setiawan; Huan Riko Rahma Pratama; Vico Prabowo; Dhimas Adriyan Arby Wirayuda; Renaldi Kurniawan; Alda Winangu Ratri; Dina Ariyana; Amanda Fitria Lestari
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3248

Abstract

Hidroponi memiliki budidaya tanaman yang menggunakan air dab tidak menggunakan tanah sebagi media tanam(soilless). Sistem pertanian hidroponik menjadi alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktifitas pertanian terutama pada lahan yang sempit. Target sosialisasi hidroponik sederhana diwilayah Rama Dewa kususnya pada kelompok wanita tani untuk merubah masyarakat bahwa tidak semua sistem hidroponik memerlikan biaya yang mahal. Sistem hidroponik wick merupakan salahsatu model hidroponik sederhana yang dapat dipraktekan kepada semua kalangan masyarakat dilaksanakan pada tanggal 22 maret 2024 di Jl.Pentas Tari Bali, Rama Dewa, Kec. Seputih Raman Kabupaten Lampung tengah.Kata kunci: Hidroponik Sederhana, Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani
Meningkatkan Kesadaran Pertanian Organik pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalibening: Sebuah Studi Kasus Widowati, Hening; Sutanto, Agus; Septiana, Nani; Sari, Pipi Puspita; Setyaningsih, Eka
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3681

Abstract

ABSTRAK  Pertanian organik menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat modern. Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalibening memiliki potensi besar untuk mengadopsi pertanian organik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran pertanian organik di kalangan anggota KWT Kalibening, strategi peningkatan kesadaran tersebut, serta tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, survei, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran yang signifikan setelah dilakukan intervensi berupa pelatihan dan penyuluhan. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi peningkatan kesadaran ini meliputi edukasi, dukungan komunitas, serta akses terhadap informasi dan teknologi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi pemerintah dan LSM dalam merancang program peningkatan kesadaran pertanian organik di masyarakat pedesaan.Kata kunci: pertanian organik, KWT Kalibening, peningkatan kesadaranABSTRACT Organic farming is an important solution in facing various environmental and health challenges faced by modern society. The Kalibening Women Farmers Group (KWT) has great potential to adopt organic farming as part of their daily lives. This article aims to analyze the factors that influence awareness of organic farming among KWT Kalibening members, strategies for increasing this awareness, and the challenges faced. The method used is quantitative descriptive research with data collection techniques through interviews, surveys and focus group discussions (FGD). The research results showed that there was a significant increase in awareness after intervention in the form of training and counseling. The main factors influencing this increase in awareness include education, community support, and access to information and technology. It is hoped that this research can provide guidance for governments and NGOs in designing programs to increase awareness of organic farming in rural communities.Keywords: organic farming, KWT Kalibening, increasing awareness
Penguatan Bidang Ekonomi Kreatif Melalui Pelatihan E-Commerce dan Digital Marketing Pada Pemuda Karang Taruna Lilian Mega Puri; Fajri Arif Wibawa; Desi Budiono
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3013

Abstract

Permasalahan yang sering ditemukan pada pemuda pengurus karang taruna khususnya kepengurusan di bidang ekonomi kreatif memiliki beberapa produk kewirausahaan akan tetapi karena kurangnya pengetahuan maupun pengimplementasian dalam digital marketing dan e-commerce. Bisa dikatakan, produk yang dimiliki mangkrak tidak dipasarkan dengan baik, terutama pasca pandemi dimana masyarakat mengalami masa pemulihan ekonomi. Padahal produk-produk tersebut bisa jadi kekuatan pemulihan yang luar biasa jika diolah dengan baik. Karena itulah perlu adanya solusi yaitu dengan memberikan Penguatan Bidang Ekonomi Kreatif Melalui Pelatihan E-Commerce dan Digital Marketing yang diberikan kepada Pengurus Karang Taruna Pemuda Mandiri Rejomulyo, Metro Selatan, Lampung. Kontribusi pengabdi kepada masyarakat yaitu memberikan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan pengembangan kemampuan para pemuda-pemudi anggota karang taruna dibidang E-Commerce dan Digital Marketing. Pengabdian ini dilaksanakan kurang lebih selama 3 bulan dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta merupakan pemuda anggota karang taruna yang berjumlah sekitar 20 orang. Menuju perkembangan zaman era industri 5.0 yang menuntut semua masyarakat khususnya pemuda agar dapat mengakses informasi dan aktivitas secara online, maka diperlukan kemampuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengembangan kemampuan dibidang ekonomi kreatif khususnya di tengah pandemi covid-19 tentu akan sangat menunjang berbagai kegiatan karang taruna ditengah masyarakat yang lebih terarah.
Penyuluhan penggunaan pewarna sintetis dalam makanan bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat di Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah Yandri Yandri; Sutopo Hadi; Tati Suhartati; Hardoko Insan Qudus; Suripto Dwi Yuwono
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3205

Abstract

 ABSTRAK Saat ini, makanan dan minuman masih menggunakan pewarna, terutama yang terbuat dari bahan kimia sintetik. Warna produk dipengaruhi oleh penggunaan zat warna sintetik pada komponen makanan dan minuman sehingga membuat produk lebih menarik bagi konsumen. Namun penggunaan yang terus menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan. Masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, harus mengetahui dengan baik tentang pewarna sintetis, risikonya, dan tindakan pencegahan keamanan untuk mengatasi masalah ini. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Lampung untuk meningkatkan pemahaman ini adalah dengan melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK dan masyarakat setempat di Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, tentang risiko penggunaan pewarna sintetis pada makanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta; dengan menggunakan metode bertingkat diperoleh rata-rata peningkatan pengetahuan peserta pelatihan sebesar 50,43%, dari kelompok rendah (3,76) ke kategori sedang (7,40).  Kata kunci: pewarna makanan, pewarna sintetis, zat aditif  ABSTRACTNowadays, food and beverages still include colours, particularly those made from synthetic chemicals. The color of the product is impacted by the use of synthetic dyes in food and beverage components, making the product more appealing to consumers. But continued usage will have a negative effect on health. The community, especially PKK women, has to be well-informed about synthetic dyes, their risks, and safety precautions in order to solve this issue. One action the University of Lampung Community Service Institute may do to raise this understanding is to counsel PKK women and the local community in Wates Village, Bumi Ratu Nuban District, Central Lampung, on the risks associated with the use of synthetic colors in food. The evaluation's findings demonstrate that this activity was successful in raising participants' knowledge levels; using the multilevel method, there was an average gain of 50.43% in trainees' knowledge, moving them from the low group (3.76) to the medium category (7.40).Keywords:, food coloring, synthetic dyes, additives 
PENDAMPINGAN PERANGKAT DESA SIDODADI DALAM PENGGUNAAN MICROSOFT OFFICE (2019) Rudi Herdiansyah; latif erlangga putra abrori; fauzan ahmad fikri; bangun aji alfahri; dandi harianto; cipta binagara; Cinderella cinderella; willy adriati; arie dya nurbaya; sely purnama putri; arif hidayat
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3225

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata dengan judul Pendampingan perangkat Desa Sidodadi Dalam Penggunaan Microsoft Office 2019 bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada perangkat desa dalam penggunaan Microsoft Office 2019. Desa ini dipilih karena mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan teknologi di tingkat pemerintahan desa, Meskipun ada kendala dalam pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan perangkat lunak tersebut. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan teknologi informasi di lingkungan perangkat desa, Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan efisiensi dan efektivitas administrasi di tingkat desa, serta peningkatan keterampilan teknologi informasi. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan membuat laporan surat undangan resmi dengan Microsoft Word. Metode yang digunakan yaitu metode pelatihan pendekatan metode ini yaitu tim mengadakan pendampingan dan pelatihan dengan praktik dan simulasi. Luaran yang ingin dicapai yaitu: perangkat desa dapat menguasai Microsoft Office 2019 seperti menggunakan Microsoft Word, Excel dan Power Point. Kegiatan ini dilakukan di Balai Desa Sidodadi, dihadiri oleh perangkat desa serta Kepada Desa.
Implementasi Pendidikan Kesehatan Tentang Fase Klimakterium Dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Usia 35-65 Tahun di RW 05 Kelurahan Karangroto Kecamatan Genuk Kota Semarang Friska Realita
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3140

Abstract

Latar belakang : Klimakterium adalah periode peralihan dari fase reproduksi menuju fase usia tua dengan mengalami penurunan fungsi degenerative/endokrinologik. Tujuan : Mengetahui pengetahuan ibu tentang klimakterium dan menopause.  Metode : Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengetahui bagaimana perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet. Hasil : Terdapat perubahan rata-rata sebelum penyuluhan 0.10 dan simpang baku 0.305 dan rata-rata sesudah penyuluhan 0.87 dan simpang baku 0.346. Hasil uji statitistic menggunakan Wilcoxon didapatkan p value = 0.000 (<0,05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan tentang Fase Klimakterium. Kesimpulan : Kegiatan pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta, dengan rata-rata pengetahuan yang meningkat secara signifikan. Metode leaflet sebagai media edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang  klimakterium dan menopause.
PENERAPAN DAN PELATIHAN 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) PENGAJAR DAN SISWA/SISWI SMP GOTONG ROYONG PESAWARAN Ferizal Masra; Linda Barus; Suami Indarwati; Bambang Murwanto; Nawan Prianto
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3198

Abstract

Sampah menurut UU No. 18 tahun 2008, didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Faktanya, yang membuat sampah menjadi hal yang merugikan manusia adalah ketika sampah dengan berbagai jenis bercampur di suatu tempat yang terdiri dari sampah daun, sampah kertas, sampah plastik, sampah logam, dan lain sebagainya. Sampah-sampah tersebut selanjutnya dapat bereaksi secara kimia antara satu dengan lainnya yang dapat membentuk senyawa berbahaya. Dampak negatif yang ditimbulkannya semakin meningkat ketika produk senyawa berbahaya itu terserap ke tanah, ikut aliran air, ataupun terbebas ke udara yang dapat terhirup oleh makhluk hidup lain termasuk manusia yang tentunya juga sangat membahayakan bagi kesehatan makhluk hidup dan juga bagi ekosistem lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Pengajar dan Siswa/Siswi SMP Gotong Royong Pesawaran dalam mengelola sampah khususnya sampah anorganik dengan cara 3R (Reuse, Reduce, Recycle), untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan dapat bernilai ekonomis. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan teknis, serta dilanjutkan dengan pendampingan secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP Gotong Royong Pesawaran dapat memanfaatkan sampah anorganik menjadi sesuatu yang inovatif dan bernilai ekonomis. Kegiatan ini sangat diharapkan bisa dipraktekkan kedepannya, agar dampak negatif dari timbunan-timbunan sampah yang dapat merusak lingkungan dapat teratasi.
Penyuluhan penggunaan pewarna sintetis dalam makanan bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat di Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah Yandri Yandri; Sutopo Hadi; Tati Suhartati; Hardoko Insan Qudus; Suripto Dwi Yuwono
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3300

Abstract

Saat ini, makanan dan minuman masih menggunakan pewarna, terutama yang terbuat dari bahan kimia sintetik. Warna produk dipengaruhi oleh penggunaan zat warna sintetik pada komponen makanan dan minuman sehingga membuat produk lebih menarik bagi konsumen. Namun penggunaan yang terus menerus akan berdampak buruk bagi kesehatan. Masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, harus mengetahui dengan baik tentang pewarna sintetis, risikonya, dan tindakan pencegahan keamanan untuk mengatasi masalah ini. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Lampung untuk meningkatkan pemahaman ini adalah dengan melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK dan masyarakat setempat di Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, tentang risiko penggunaan pewarna sintetis pada makanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta; dengan menggunakan metode bertingkat diperoleh rata-rata peningkatan pengetahuan peserta pelatihan sebesar 50,43%, dari kelompok rendah (3,76) ke kategori sedang (7,40).
PENDAMPINGAN DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI DAN INOVASI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKALITAS Lusi Marlisa; Lilian Mega Puri; Syaifudin Latif Darmawan; Sulis Tia Nur
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3526

Abstract

Stunting merupakan salah satu dari lima masalah kesehatan utama di Indonesia. Salah satu faktor penyebab stunting adalah orang tua yang memberikan makanan tambahan (MPASI) kepada anak balita dengan lebih fokus pada sayur-sayuran daripada protein hewani karena harga protein hewani yang relatif tinggi. Di kota Metro, potensi ikan lele sebagai sumber protein hewani sangat melimpah, sehingga dapat menjadi alternatif dalam pencegahan stunting. Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan strategi edukasi serta inovasi pangan berbasis potensi lokal yang efektif dalam mencegah stunting pada anak usia dini. Kegiatan ini dilakukan melalui presentasi dan penjelasan langsung mengenai cara pengolahan abon ikan lele. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua tentang stunting dan cara mengolah ikan lele yang kaya akan protein hewani, sehingga mereka dapat lebih efektif mencegah stunting sejak dini.
PENGUATAN LITERASI BARU UNTUK MENINGKATKAN CRITICAL THINKING SKILLS WARGA BELAJAR PENDIDIKAN KESETARAAN DI PKBM HARATI Gita Anggraini; Anis Aulia Fitri; ⁠Nor Aida Oktaviana; Noorfa&#039;izah Rosyadah; M. Jumawan; Ria Salsabila
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3192

Abstract

PKBM Harati merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal di Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Lembaga ini menyelenggarakan pendidikan kesetaraan baik Paket A, Paket B, dan Paket C. Masih terdapat sejumlah masalah dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran. Masalah yang dihadapi warga belajar disebabkan oleh durasi waktu mereka putus sekolah cukup lama sehingga kesulitan untuk mencerna materi pelajaran dan memecahkan soal-soal latihan. Selain itu, warga belajar tidak fokus lagi pada pendidikan. Untuk mengatasi masalah tersebut maka tim pelaksana menawarkan solusi berupa penguatan literasi baru untuk meningkatkan critical thinking skills warga belajar. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pendampingan dan pemberdayaan. Kegiatan terdiri atas tiga tahapan yaitu tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Materi yang diberikan berupa literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia dengan metode ceramah, praktik, games, dan latihan. Kegiatan ini dilakukan oleh tim lima orang mahasiswa didampingi oleh satu orang dosen pendamping. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, warga belajar telah memiliki pemahaman tentang literasi baru dan dapat mengimplementasikannya dalam belajar.