cover
Contact Name
Musyaddad
Contact Email
musyaddadbdkplg@gmail.com
Phone
+6281368672369
Journal Mail Official
jurnalbdkpalembang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Demang Lebar Daun No.4436, Demang Lebar Daun, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Perspektif
ISSN : 19799624     EISSN : 27763900     DOI : https://doi.org/10.53746/perspektif.v14i2
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Perspektif 0n 2020 (p-ISSN: 1979-9624, e-ISSN: 2776-3900) the official scientific journal of Balai Diklat Keagamaan Palembang is entering its 13th year.The printed version was firstly published in 2007.From 2019 onwards, the electronic version was available two times (in june and December). The e-journal version accepts research and scientific papers from widyaiswara, researches, academics, teachers and other.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Revitalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Falsafah Bugis: Sipakatau Sipakalebbi Dan Sipakainge Hamzah, Idil; Marwati, Andi
Jurnal Perspektif Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v16i2.143

Abstract

Artikel ini membahas tentang revitalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam falsafah bugis: sipakatau sipakalebbi dan sipakainge, artikel ini menggunakan metode kualitatif yang dimana sumber datanya di dapatkan dari kepustakaan (Library research). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, Sipakatau, Sipalebbi,dan Sipakainge' merupakan falsafah budaya Bugis mengandung nilai-nilai dan menjadi pedoman tentang perilaku dan komunikasi dalam interaksi sosial masyarakat yang memiliki makna mendalam dan nilai- nilai ini sangat mempengaruhi karakter individu masyarakat Bugis, ketiga falsafahi ini didahului dengan imbuhan Si  yang berarti saling, ketiganya mengandung nilai-nilai moderasi diantaranya sipakatau yang mengandung nilai Musawah, yaitu bagaimana manusia memiliki emansipasi, dalam artian bersikap dan memiliki konsepsi (Humaize Humans) memanusiakan manusia, kedua sipakalebbi yang mengandung nilai Tasamuh yaitu bersikap toleransi ataupun menghargai dalam berbagai perbedaan dan keberagaman. Kemudian yang ketiga sipakainge yang memiliki arti saling mengingatkan yang mengacuh pada dua konsep sebelumnya, menghargai perbedaan, saling mengingatkan untuk tidak melakukan kesalahan ataupun hal-hal yang mengarah kepada sikap ektrimisme, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Sipakatau, Sipalebbi, dan Sipakainge'
Peran Balai Diklat Keagamaan Dalam Gerakan Literasi Nasional Pada Dimensi Literasi Baca Tulis Dan Literasi Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Media Penyuluhan Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi Suryadi, Suryadi
Jurnal Perspektif Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v16i2.144

Abstract

Sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam Gerakan Literasi Nasional (GLN), kementerian/lembaga memiliki peranan dan fungsi untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan ruang lingkup masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk memotret peran Balai Diklat Keagamaan (BDK) dalam GLN pada dimensi literasi baca tulis dan literasi digital masyarakat melalui Pelatihan Media Penyuluhan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Penelitian merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di BDK Padang. Informan berjumlah delapan orang, terdiri dari empat orang informan yang merupakan alumni pelatihan dan empat orang lainnya yang berasal dari anggota kelompok masyarakat sasaran masing-masing alumni. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh beberapa potret peran BDK dalam GLN setelah sebelumnya memetakan kontribusi pelatihan terhadap indikator GLN pada dimensi literasi baca tulis dan literasi digital masyarakat. Pada dimensi literasi baca tulis masyarakat, BDK berperan dalam (i) peningkatan jumlah bahan bacaan yang dibaca oleh masyarakat, dan (ii) peningkatan frekuensi membaca bahan bacaan setiap hari. Pada dimensi literasi digital masyarakat, peran BDK terlihat pada indikator (i) peningkatan pemanfaatan media digital dan internet dalam memberikan akses informasi dan layanan publik, dan (ii) peningkatan pemahaman masyarakat terkait penggunaan internet dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)
RELIGIULITAS: PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SMK Lathifah, Alvia Ainil Lathifah; Pujianti, Resa
Jurnal Perspektif Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v17i1.148

Abstract

Religiusitas pada ranah pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk sikap positif terhadap diri sendiri, koneksi dengan orang lain, dan kemampuan mengatasi perubahan dalam kehidupan siswa SMK. Studi ini mengkaji pengaruh religiusitas terhadap psychological well-being (kesejahteraan psikologis) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam konteks pendidikan, religiusitas memiliki peran yang signifikan dalam membentuk sikap positif terhadap diri sendiri, koneksi dengan orang lain, dan kemampuan mengatasi perubahan dalam kehidupan siswa SMK. Artikel ini  menggunakan kajian studi kepustakaan (library research) sebagai metode penelitian dengan pengumpulan sumber literatur, membaca, dan mengolah serta mengkaji beberapa literatur: buku, jurnal, disertasi, e-book, dan beberapa kasus yang relevan dengan topik. Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara religiusitas yang tinggi dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Hal ini terkait dengan sumber makna yang diberikan agama, perasaan berdaya dan kemampuan individu, makna dan tujuan hidup, serta identitas personal yang ditemukan dalam nilai-nilai agama. Namun, hubungan ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, budaya, dan dukungan sosial. Rekomendasi disarankan, yaitu integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, dukungan emosional dari guru dan konselor, serta pemberian panduan konkret kepada siswa SMK. Diharapkan langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan psychological well-being siswa SMK dan memberikan dasar yang kuat untuk perkembangan pribadi mereka dalam konteks pendidikan dan persiapan karir.
Menelisik Konstruksi Teori Dan Konsep Mental Process Dalam Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama Restendi, Dedi; Nugraha, Firman
Jurnal Perspektif Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v16i2.153

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah materi yang membahas mengenai mental process diberikan dalam pelatihan dan bagaimana konstruksi materi mental process dalam pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama, untuk menemukan jawaban tersebut peneliti menggunakan metode library reseach, hal menarik yang berhasil ditemukan dalam penelitian ini adalah bahwa materi yang membahas teori dan konsep tentang mental process diberikan kepada peserta pelatihan, konstruksi materi mental process yang diberikan kepada peserta dimulai dari materi The Map Is not The Territory yang dijadikan ilmu alat untuk membongkar asumsi – asumsi yang dijadikan sebagai kebenaran yang mutlak, kemudian materi Ladder of Inference yang menyadarkan peserta akan pentingnya melakukan refleksi atau mengulangi kembali tahapan berfikir atas suatu peristiwa sosial keagamaan untuk menghindari bias kognitif, selanjutnya materi U Theory, Scenario thinking dan Sytem thinking. Materi – materi mental process diberikan kepada peserta pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama bertujuan untuk membongkar kekeliruan berpikir dan asumsi subjektif atas keragaman dan perbedaan, Membangun kesadaran peserta akan pentingnya pola pikir, sikap dan perilaku yang inklusif dan meningkatkan pemahaman peserta tentang keberagaman sosial dan keagamaan.
Analisis Pengelolaan Kearsipan Di Balai Diklat Keagamaan Palembang Arida Oktaria, Mona
Jurnal Perspektif Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v16i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kearsipan pada Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Palembang. Kearsipan merupakan salah satu cara menyimpan dokumen masuk dan keluar di suatu Lembaga dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan melihat gambaran keadaan  pengelolaan kearsipan di Balai Diklat Keagamaan Palembang. Populasi studi ini adalah seluruh arsiparis di Balai Diklat Keagamaan Palembang berjumlah 9 arsiparis serta sampel yang diambil adalah keseluruhan jumlah dari populasi tersebut. Informasi dikumpulkan dengan metode observasi, kuesioner, wawancara dan dokumentasi, sementara metode analisis data menggunakan persentase untuk analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kearsipan di Balai Diklat Keagamaan Palembang telah berjalan baik. Setiap indikator menampilkan hasil yang baik dalam penerimaan surat, penyimpanan surat, pemeliharaan, pengamanan, penyusutan dan pemusnahan arsip dikategorikan baik. Dari keenam indikator umumnya menunjukkan hasil baik dan menandakan pengelolaan kearsipan di Balai Diklat Keagamaan Palembang telah dilaksanakan dengan baik
BUDAYA MELAYU DALAM KONTEKS NEGARA DAN BANGSA Kaderin, RIdwan; Abdullah, Muhammad Yahya
Jurnal Perspektif Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v17i1.156

Abstract

Tujuan penelitian berfokus pada karakteristik Budaya Melayu dalam tinjauan konteks Negara Bangsa, yang melibatkan negara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dalam menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditentukan. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat lima aspek utama yang menjadi karakteristik budaya melayu dalam konteks Negara Bangsa, pertama, bahasa melayu sebagai instrumen komunikasi memiliki problematika tersendiri ketika berada pada tataran politik, sosial dan budaya di masing-masing negara bangsa dalam konteks kemelayuan;, kedua, budaya sebagai wujud ciri kemelayuan di antara negara bangsa (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei  Darussalam) memiliki kemiripan, seperti wayang, angklung, reog dan lain-lain;, ketiga, etnisitas kemelayuan menjadi debateable, siapa orang melayu itu, karena tidak ada ciri khusus, tetapi hanya dilihat dari berbagai sisi keilmuan, seperti genetika, linguistik, geografis, dan antropologi, sehingga sampai sekarang belum diketemukan definisi pakem tentang etnis melayu;, keempat, melayu dalam konteks geografi mengindikasikan bahwa mayoritas orang melayu bertempat tinggal di pinggiran sungai, baik orang melayu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei  Darussalam, namun ada sebagian yang ada di daratan dan pegunungan;, dan,  Kelima dalam isu politik, kemelayuan memberikan corak dan warna dalam konteks negara bangsa, setidaknya terdapat transformasi mendasar di antara negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, yakni dalam sistem pemerintahan terjadi transformasi dari sistem kerajaan menjadi kesultanan dan terakhir mengembangkan sistem pemerintahan masing-masing tanpa mengesamping nilai-nilai budaya melayu.
PESANTREN BABUL ULUM PAMEKASAN: MENGHADIRKAN MODERASI BERAGAMA MELALUI BUDAYA MONDOK MADURA Mohammad Jailani, Mohammad Jailani; Miftachul Huda
Jurnal Perspektif Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v17i1.157

Abstract

Masyarakat Madura memiliki keragaman dalam mencari ilmu, terutama dalam menggali ilmu keislaman, khususnya pembelajaran kitab kuning seperti Jurumiah, Shorof, Safinatun Naja, Bidayatul Hidayah, dan Ta’limul Mutaallim. Tradisi ini sangat erat dengan budaya pondok pesantren, di mana generasi muda Madura lebih memilih mondok (belajar di lembaga keagamaan non-formal) daripada lembaga pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan masyarakat Madura, khususnya santri, dengan budaya mondok atau nyolog di pesantren, serta menguji pembelajaran bahasa Arab melalui kitab kuning. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus berbasis kualitatif, mengacu pada teori antropologi, budaya etnis Madura, dan moderasi beragama yang digagas oleh Prof. Irwan Abdullah dari UGM. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya mondok dan mengaji sangat kuat di Madura, didukung oleh banyaknya pondok, langgar, musholla, dan masjid. Pembelajaran kitab kuning di pesantren terus dikembangkan dan diapresiasi, bahkan dikuatkan melalui kontes baca kitab kuning. Budaya Madura, yang kaya akan tradisi keislaman dan moderasi beragama, relevan dengan pembelajaran bahasa Arab di pondok pesantren dan pendidikan modern di sekolah serta perguruan tinggi.
Transformasi Pelatihan : Pengembangan Materi Pelatihan Dari Segi Konten Melalui Massive Open Online Course (MOOC) Hikma Susanti, Nyimas
Jurnal Perspektif Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v16i2.158

Abstract

MOOC (Massive Open Online Course) berbasis transformasi digital adalah salah satu program pembelajaran jarak jauh menggunakan media internet. MOOC menjadi tren tersendiri dalam transformasi pelatihan yang modern, dari sekian banyak manfaat ataupun peluang yang diperoleh tentunya ada beberapa tantangan yang harus dilewati dalam penggunaannya yakni di bidang waktu dan proses pembuatan konten. MOOC sedikit berbeda dengan PJJ yang berlangsung secara synchronous, dimana pengajar dan peserta pelatihan perlu online secara bersamaan untuk dapat berinteraksi secara virtual. MOOC memadukan sistem pembelajaran synchronous tersebut dengan metode asynchronous, dimana peserta melakukan pembelajaran mandiri melalui konten pelatihan yang telah disediakan oleh penyelenggara dan pengajar pelatihan, baik dalam bentuk modul, bahan tayang, maupun materi video
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM NON FORMAL TINGKAT DASAR ANTARA MEUNASAH DAN TPA DI INDONESIA Rahmi, Syahira Alfiatur; Wati, Indah Kharisma; Zaakiyah, Salma
Jurnal Perspektif Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v17i1.167

Abstract

Meunasah sebuah lembaga nonformal yang telah berdiri selama belasan tahun lalu dan digunakan sebagai tempat dakwah, pendidikan, sosial budaya serta tempat musyawarah/mufakat, tetapi saat ini banyak terjadi pergantian fungsi meunasah dikarenakan adanya arus globalisasi begitu pula dengan TPA/TPQ merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berkaitan dengan pelajaran membaca Al-Quran, Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan sistem pendidikan Meunasah dengan sistem pendidikan TPA, serta merefleksikan sistem pengajaran meunasah pada sistem pendidikan TPA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (studi kepustakaan). Sumber data primer adalah Undang-undang sedangkan sumber data sekunder adalah buku dan jurnal. Teknik analisis data adalah deskriptif yang fokusnya menjelaskan meunasah sebagai lembaga pendidikan nonformal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan meunasah dan pendidikan TPA saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Meunasah dan TPA sama-sama berperan dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual.
STUDI HERMENEUTIK FEMINIS TERHADAP KISAH PEREMPUAN TANPA NAMA DALAM 2 SAMUEL 20:14-22 Saputra, Jefri Andri
Jurnal Perspektif Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Perspektif
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53746/perspektif.v17i1.168

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk membebaskan penulisan kisah-kisah sejarah dari perspektif yang patriarkhis. Beberapa catatan sejarah kerap mengintimidasi identitas dan pengalaman perempuan sehingga mereka hanya berperan sebagai pemeran tambahan dalam sebuah cerita. Akan tetapi, beberapa tokoh perempuan berjasa dalam sejarah dan penulis sejarah harus mengakuinya. Penulis berupaya membebaskan kisah kepahlawanan dari bias patriarkhi dengan menggunakan kisah perempuan tanpa nama dalam teks 2 Samuel 20:14-22. Teks ini berisi kepahlawanan perempuan di kota Abel untuk menyelamatkan kota dari kepungan tentara Israel, sekaligus membunuh pemimpin pemberontak yang mengancam dinasti Daud. Analisis terhadap teks 2 Samuel 20:14-22 menggunakan hermeneutik feminis dari Elizabeth S. Fiorenza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tanpa nama berjasa besar dan layak menjadi pahlawan. Kecerdasannya membaca situasi pengepungan kota, keberaniannya mengambil inisiatif, dan kebijaksanaannya dalam bernegosiasi dengan Yoab dan penduduk kota Abel, membuat cerita berakhir tanpa peperangan. Implikasi dari kisah ini adalah perempuan seharusnya dibebaskan dari stigma domestikasi dan inferioritas agar perempuan dapat menjadi tokoh publik yang superior sebagaimana laki-laki. Pembebasan ini akan memberikan jalan bagi apresiasi dan penghormatan perempuan sebagai pahlawan.