cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
syarifmbojo2@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
bimaberilmu@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, RT. 009, RW. 003 desa Leu, Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)
ISSN : 27972879     EISSN : 27972860     DOI : https://doi.org/10.53299/jppi.v1i1
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) dengan p-ISSN: 2797-2879 dan e-ISSN: 2797-2860 merupakan jurnal pendidikan dan pembelajaran yang menerbitkan artikel hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, satuan pendidikan sekolah menengah, dan pendidikan tinggi, serta menerbitkan hasil kajian teori dan hasil penelitian dibidang pendidikan non-formal. Untuk mengirim artikel pada JPPI, silahkan sesuaikan dengan template dan ketentuan yang berlaku pada jurnal ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 477 Documents
Pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi dengan Model ASSURE pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pujiastuti, Rahayu; Retnosari, Ira Eko
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.442

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu poin penting dalam Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, rancangan modul ajar yang dibuat guru harus dapat memfasilitasi keberagaman kemampuan, minat, bakat, dan gaya belajar siswa. ASSURE sebagai model pengembangan modul ajar dirasa tepat digunakan karena memperhatikan keberagaman karakter siswa. Tujuan penelitian ini, yaitu mendeskripsikan kemampuan para mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi dengan model ASSURE. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa ketepatan isi modul ajar berdiferensiasi yang dikembangkan dengan model ASSURE. Sumber data penelitian ini, yaitu 21 mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Modul ajar yang dikembangkan mahasiswa dianalisis dengan teknik deskriptif; dengan menggunakan prinsip-prinsip model ASSURE, meliputi menganalisis karakteristik peserta didik (A); menetapkan tujuan (S); memilih metode, media, dan materi (S); menggunakan metode, media, dan materi (U); melibatkan keterlibatan peserta didik (R); mengevaluasi dan merevisi (E). Ketepatan isi modul ajar menjadi dasar untuk mendeskripsikan kemampuan para mahasiswa. Penganalisisan data menggunakan teknik deskriptif dibantu dengan penghitungan berupa persentase. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian memberi informasi bahwa kemampuan para mahasiswa dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi dengan model ASSURE memiliki kriteria ‘cukup’. Hal tersebut berdasarkan skor ketepatan isi modul ajar berdiferensiasi dengan model ASSURE yang dikembangkan oleh mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mencapai 69%. Pengembangan yang berhubungan dengan media tidak ada kendala, tetapi pengembangan yang berhubungan dengan materi dan metode masih ada kendala.
Pemerataan Pendidikan melalui Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi di Sekolah SMAN 1 Hu’u dan SMK Negeri 1 Hu’u Kabupaten Dompu Hajar, Qurban; Nursidrati, Nursidrati; Firmasyah, Edi; Baharudin, Baharudin; Awaluddin, Rizka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.443

Abstract

Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan atau implementasi dari kebijakan sistem zonasi PPDB yang menjadi salah satu upaya dalam pemerataan pendidikan pada sekolah menengah atas di wilayah kecamatan Hu’u kabupaten Dompu. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Hu’u dan SMK Negeri 1 Hu’u. Untuk memperoleh data yang diinginkan, peneliti melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dalam menganalisis data yang telah diperoleh, peneliti menggunakan model Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data dan melakukan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) terpenuhinya enam variabel Van Meter dan Van Horn dalam implementasi kebijakan sistem zonasi yaitu sebagai berikut : a) Aturan Kepala Disdikpora tentang Juknis Pelaksanaan PPDB SMA/SMK Negeri menjadi standar dan tujuan dari  implementasi kebijakan sistem zonasi PPDB SMA/SMK negeri. Namun, kebanyakan masyarakat ataupun wali murid kurang memahami isi peraturan tersebut. b) segala hal yang diperlukan dalam implementasi kebijakan ini sudah terpenuhi atau tercukupi melalui adanya panitia PPDB yaitu guru, karyawan dan OSIS, serta sarana prasarana yang mendukung; c) komunikasi antar pelaksana sistem zonasi PPDB di SMA Negeri 1 Hu’u dan SMK Negeri 1 Hu’u serta Disdikpora berjalan dengan lancar melalui adanyaa sosialisasi baik secara langsung maupun melalui grup whatsapp ataupun grup line; d) Dalam pengimplementasian sistem zonasi tidak semua berdasarkan zona daerah siswa, melainkan perengkingan dari hasil nilai UNBK; e) perlunya perbaikan dalam sistem zonasi; dan f) kondisi ekonomi di lingkungan SMA Negeri 1 Hu’u dan SMK Negeri 1 Hu’u rata-rata petani. 2) Dampak positif dari implementasi kebijakan sistem zonasi di SMA N 1 Hu’u dan SMK N 1 Hu’u yaitu input peserta didik pada sekolah tersebut merata dan meningkatnya motivasi belajar di sekolah favorit, sedangkan untuk dampak negatifnya yaitu bisa berpengaruh terhadap kehidupan sosial peserta didik dan kesenjangan sosial.
Pengaruh Media Mesin Hitung Pembagian terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran Matematika UPTD SDN Alaskokon 1 Amina, Siti; Pratiwi, Siska
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dampak penggunaan alat bantu mesin hitung pembagian terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas IV di UPTD SDN Alaskokon 1. Sebanyak 20 siswa dilibatkan sebagai subjek penelitian ini. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui tes dan angket. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta uji Paired Sample T-test dan MANOVA. Hasil dari uji Paired Sample T-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang menandakan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest (0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak). Kesimpulannya, terdapat perubahan signifikan dalam motivasi dan hasil belajar matematika siswa saat menggunakan alat bantu mesin hitung pembagian dibandingkan dengan tanpa alat bantu tersebut. Hasil pretest dan posttest konsisten menunjukkan bahwa penggunaan mesin hitung pembagian secara signifikan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika.
Analysis of The Implementation program Numeracy Literacy for Teacher Working Groups in Building a Literate Culture Humairah, Humairah; Khasanah, Linaria Arofatul Ilmi Uswatun; Riansyah, Daffa Maulana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.448

Abstract

This study aims to describe the analysis of the implementation programe numeracy literacy in teachers' working groups to build a culture of literacy in primary schools. This research used a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects were six teachers who had attended literacy and numeracy training at MIM 16 Payaman and MIM 05 Palirangan. Data collection techniques were conducted using interviews, observation, and documentation. The results showed that the literacy and numeracy program in the teachers' working group can apply tactical implementation strategies to literacy and numeracy skills in the physical, socio-emotional, and academic domains so this is the starting point for creating a culture of literacy in schools. Teachers can also carry out mapping, advocacy, mentoring, monitoring, and evaluation of literacy and numeracy activities carried out at school. Teachers can carry out various activities to implement a culture of numeracy literacy at school and home, such as creating a reading corner in the classroom. Teachers can integrate literacy and numeracy skills through tasks carried out by students according to what is obtained from the teacher's working group.
Memahami Pendekatan Dan Organisasi Kurikulum Panjaitan , Keiza; Tantri, Julita; Simatupang , Lasria Rovi; Selviana, Selviana; Kinanthi , Ajeng Cindy; Setiyadi , Bradley; Lestari , Agus
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.449

Abstract

Pendekatan dan organisasi kurikulum adalah cara sistematis dalam merancang, mengatur, dan menyampaikan konten pendidikan untuk memastikan pencapaian tujuan pembelajaran yang efektif dan koheren. Penelitian penting dilakukan tentang pendekatan dan organisasi kurikulum untuk menemukan metode terbaik yang dapat meningkatkan efektivitas dan relevansi pendidikan. Selain itu, penelitian ini membantu dalam pembuatan kurikulum yang dapat disesuaikan dengan perubahan zaman dan kebutuhan siswa. Ini memungkinkan peningkatan terus-menerus kualitas pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode kajian pustaka sistematis. Ini berarti membaca literatur review tentang buku, jurnal, atau publikasi lain yang berkaitan dengan subjek yang diteliti. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menjelaskan dua pendekatan kurikulum: Top Down, yang dirancang dan diterapkan oleh pejabat pendidikan, dan Grass Root, yang dimulai dari inisiatif guru atau sekolah berdasarkan kebutuhan lapangan. Organisasi kurikulum mencakup mengatur konten, kegiatan, dan pengalaman belajar dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk waktu, keseimbangan, ruang lingkup, urutan, kesinambungan, dan keterpaduan, untuk memastikan pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dengan adanya pendekatan kurikulum dan organisasi kurikulum mampu membantu instansi pendidikan ketika dilakukannya pengembangan kurikulum dapat berjalan dengan baik sesuai tujuan yang telah direncanakan.
Analisis Faktor-Faktor Pengaruh Keterampilan Berbicara dan Aspek Pendukungnya pada Siswa Kelas Tinggi di SDN 7 Dobo Kabupaten Kepulauan Aru: Studi Kasus di Pulau-Pulau Kecil Perbatasan Suryaningrum, Sumarah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.452

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa Sekolah Dasar (SD) terutama di daerah pulau-pulau kecil perbatasan, seperti di Kabupaten Kepulauan Aru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan berbicara siswa kelas tinggi di SDN 7 Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, serta aspek-aspek yang mendukung pengembangan keterampilan tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari siswa, guru, dan wali murid di SDN 7 Dobo. Objek penelitian adalah 15 siswa, 5 guru, dan 5 wali murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan metode pengajaran berperan signifikan dalam pengembangan keterampilan berbicara siswa. Selain itu, aspek-aspek seperti fasilitas pendukung, teknologi pendidikan, dan kegiatan ekstrakurikuler juga berperan penting dalam mendukung siswa kelas tinggi untuk dapat meningkatkan keterampilan berbicaranya.
Pengembangan E-LKPD Berbasis PBL pada Materi Bangun Datar Kelas IV SD Trijayanti, Rini; Misdalina, Misdalina; Jaya, Melinda Puspita Sari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.464

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam memahami mata pelajaran matematika terutama soal yang berkaitan dengan sifat bangun datar yang menyebabkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran berkurang sehingga tidak terjadinya komunikasi multiarah. Tujuan dari penelitian ini adalah agar menghasilkan produk E-LKPD Berbasis PBL Pada Materi Bangun Datar Kelas IV SD yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan model penelitian Research and Development (R&D).  Metode penelitian dan pengembangan digunakan untuk menghasilkan suatu produk dan menguji valid, praktis serta efektifitas dari produk tersebut dengan diujicobakan pada siswa kelas IV SD. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah E-LKPD Berbasis PBL. E-LKPD dikembangkan berdasarkan pada tahapan pengembangan ADDIE yakni analysis, design, development, implementation, evaluation. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan E-LKPD yang dilakukan telah dikembangkan dengan kategori valid, praktis dan efektif serta sangat layak digunakan. Hal itu berdasarkan lembar validasi oleh validator atau ahli, angket respon siswa dan tes hasil belajar siswa. Hasil analisis kevalidan memperoleh nilai persentase rata-rata sebesar 94,78%. Angket respon siswa sebesar 93,33% sangat layak serta 96% sangat praktis, dan hasil tes sebesar 70% dengan kategori efektif. Hal ini menunjukan bahwa pengembangan E-LKPD Berbasis PBL Pada Materi Bangun Datar Kelas IV SD valid, praktis, efektif serta sangat layak digunakan dalam pembelajaran.
Perbedaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka Belajar Fadil, Khaidir; Ikhtiono, Gunawan; Nurhalimah, Nurhalimah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.472

Abstract

Salah satu hal yang menunjang keberhasilan seorang guru dalam proses pembelajaran ialah tersedianya alat-alat pengajaran yang dapat dipakai oleh guru. Proses pembelajaran yang baik dan benar hendaknya dimulai dari penyusunan rencana penerapan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara rencana pelaksanaan pembelajaran di kurikulum 2013 dengan di kurikulum merdeka belajar. Metodologi penelitian yang dipakai ialah penelitian kualitatif. Melalui pemanfaatan metodologi penelitian perpustakaan. Literatur mencakup berbagai bahan tertulis, termasuk buku, dokumentasi, surat kabar, terbitan berkala, dan beberapa bentuk media tertulis lainnya. Literatur mencakup banyak teori, hukum, pernyataan, prinsip, perspektif, dan gagasan. Ini dapat dipakai untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah yang sedang diselidiki. Hasil penelitian menunjukan Perbedaan Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP) antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka terdapat di beberapa komponen seperti istilah yang dipakai jika dalam kurikulum 2013 masih menggunakan istilah RPP maka dalam kurikulum merdeka berganti istilah menjadi modul ajar. Dalam capaian pembelajaran di kurikulum 2013 masih menggunakan istilah Kompetensi inti (KI) dan Kompetensi dasar (KD) maka dalam kurikulum merdeka itu dibagi menjadi beberaoa fase yakni: Fase A: Kelas 1 dan 2; Fase B: Kelas 3 dan 4; Fase C; kelas 5 dan 6; Fase D; kelas 7,8,9; Fase E: kelas 10, dan Fase F; kelas 11 dan 12. Selanjutnya dalam penilaian dalam RPP tersebut di kurikulum 2013 masih menggunakan penilaian formatif dan sumatif yang menilai aspek kognitif, afektif dan psikomotorik siswa sedangkan dalam kurikulum merdeka penilaian yang di gunakan asesmen kompetensi minimum dan di tambah penilaian penguatan profil pelajar Pancasila. Kesimpulannya yaitu terdapat beberapa perbedaan istilah antara kurikulum 2013 dengan kurikulum Merdeka, mulai dari RPP menjadi modul ajar, KI dan KD berubah menjadi capaian pembelajaran serta istilah penilaian sumatif menjadi asesmen kompetensi minimum dan penguatan profil pelajar Pancasila.
Analisis Sikap Toleransi Siswa SDN 1 Balun dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (Ditinjau dari Dimensi Berkebhinekaan Global) Nurhidayat, M. Arif; Kharisma, Ahmad Ipmawan; Humairah, Humairah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.488

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kurangnya sikap toleransi yang dimiliki oleh siswa terhadap keberagaman yang dimiliki oleh teman sebayanya baik itu keberagaman agama, suku, budaya maupun sosial. Oleh karena diperlukan sikap toleransi untuk mengatasi munculnya sikap intoleransi pada siswa sekolah dasar. Dalam mengatasi permasalahan tersebut penulis perlu meneliti tentang analisis sikap toleransi dalam implementasi kurikulum ditinjau dari dimensi berkebhinekaan global di SD Negeri 1 Balun, dengan tujuan untuk mengetahui sikap toleransi siswa dalam implementasi kurikulum merdeka terutama pada penerapan dimensi berkebhinekaan global serta menemukan solusi berupa upaya menguatkan sikap toleransi pada diri siswa yang dilakukan oleh pihak sekolah. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas 4 SD Negeri 1 Balun. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap toleransi siswa SD Negeri 1 Balun sudah baik dilihat dari aspek karakter sikap toleransi yaitu aspek kedamaian, aspek menghargai perbedaan dan individu serta aspek kesadaran. Upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam penguatan sikap toleransi ialah  mengadakan kegiatan kunjungan rumah ibadah masing-masing agama, kegiatan buka puasa bersama dan paskah pelajar dengan semua siswa serta mengadakan kegiatan pentas seni untuk menanamkan sikap toleransi siswa terhadap keberagaman.
Analisis Kesalahan Penulisan dan Pengembangan Paragraf pada Skripsi Mahasiswa di Universitas Sam Ratulangi Sebayang, F. Ari Anggraini; Ginting, Hestika
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.499

Abstract

Sebagai bagian dari dunia akademik, mahasiswa diharuskan menunjukkan kemampuan penulisan dan pengembangan paragraf dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang berlaku. Penelitian ini menganalisa kesalahan-kesalahan penulisan dan pengembangan paragraf yang dilakukan oleh mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sam Ratulangi, Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan terhadap Bab 1 Latar Belakang skripsi mahasiswa. Hasil analisa menunjukkan bahwa kesalahan penulisan dan pengembangan paragraph yang dilakukan oleh mahasiswa dapat dikategorikan kedalam dua tingkatan, yaitu pada tingkat kalimat dan pengorganisasian gagasan. Pada tingkat kalimat, kesalahan-kesalahan yang ditemukan berupa tidak adanya subjek atau kata kerja utama, kesalahan penulisan huruf kapital, dan penggunaan tanda baca. Sementara itu, pada tingkat pengorganisasian gagasan, penelitian ini menemukan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa meliputi tidak adanya topik atau gagasan yang jelas, tidak adanya kalimat utama dan kalimat penjelas yang relevan, tidak digunakannya transisi atau alat kohesi yang logis, tidak adanya koherensi, serta tidak adanya kalimat simpulan yang jelas. Hasil penelitian ini mengindikasikan masih rendahnya pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam hal pengembangan paragraf dalam konteks karya ilmiah.

Page 9 of 48 | Total Record : 477