cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.cjpe@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jl. Latamacelling No 19B, Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cokroaminoto Journal of Primary Education
ISSN : 26546426     EISSN : 26546434     DOI : -
The focus of this journal is primary education, which covers related aspects such as students, teachers, teaching materials, evaluation and assessment, curriculum, and lesson study.
Articles 416 Documents
Pengembangan LKPD Berbasis Deep learning dalam Mendukung Literasi Baca Tulis Siswa Sekolah Dasar Vika Widiana Lestari; Henry Aditia Rigianti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8015

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi baca tulis siswa sekolah dasar serta keterbatasan bahan ajar yang mendorong keterlibatan aktif dan pemikiran mendalam menjadi tantangan dalam pembelajaran saat ini. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang secara sistematis dan mampu mendukung proses pembelajaran bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis deep learning dengan mengacu pada tahapan pengembangan model 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate, serta menilai kelayakan dan dukungannya terhadap literasi baca tulis siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan subjek penelitian guru dan peserta didik kelas V SD Muhammadiyah Ambarbinangun. Data dikumpulkan melalui instrumen wawancara, angket, dan tes pretest-posttest. Teknik analisis data meliputi perhitungan persentase kepraktisan menggunakan skala Likert, penilaian kelayakan produk oleh ahli materi dan ahli media, serta perbandingan hasil pretest dan posttest peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki kelayakan sangat tinggi berdasarkan penilaian ahli materi (90%) dan ahli media (82,67%), serta kepraktisan yang sangat baik menurut respons guru (100%) dan peserta didik (99,7%). Peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik dari pretest 52,27 menjadi posttest 72,05 menunjukkan efektivitas LKPD dalam meningkatkan kemampuan literasi baca tulis. LKPD berbasis deep learning mendorong siswa untuk aktif membaca, menganalisis informasi, dan menuliskan pemahaman secara sistematis. Kesimpulannya, LKPD ini layak digunakan sebagai bahan ajar yang mendukung literasi baca tulis siswa, meskipun penelitian ini masih terbatas pada satu kelas dan satu mata pelajaran, sehingga pengembangan lebih lanjut disarankan untuk memperluas implementasinya.
Pengaruh Model Pembelajaran Experiential Learning terhadap Keterampilan Menulis dan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Maria Noviana Martalina; Sendi Ramdhani; Novi Andri Nurcahyono
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8038

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya menulis dan berpikir kritis siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan kurang memberikan ruang bagi siswa untuk mengalami, berefleksi, serta mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Experiential Learning terhadap keterampilan menulis berpikir kritis siswa sekolah dasar, sekaligus menguji hubungan antara kedua variabel tersebut secara empiris.. Model Experiential Learning, yang menekankan proses belajar melalui pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif, diyakini mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, partisipatif, dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design, . Sampel dalam penelitian ini diambil dari SD Santa Ursula Jakarta yang terletak di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan menulis narasi dan tes berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji t dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Experiential Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan menulis siswa dengan nilai signifikansi 0,049 (< 0,05) dan terhadap berpikir kritis dengan nilai signifikansi 0,042 (< 0,05). Selain itu, terdapat korelasi positif yang signifikan antara keterampilan menulis dan berpikir kritis dengan nilai signifikansi 0,002 (< 0,05) dan Fhitung sebesar 11,404, yang menunjukkan bahwa semakin baik keterampilan menulis siswa, semakin tinggi pula berpikir kritisnya. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan model Experiential Learning efektif dalam mengembangkan dua keterampilan penting tersebut secara bersamaan. Dengan demikian, pembelajaran berbasis pengalaman nyata tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa secara akademis, tetapi juga mengembangkan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), kreativitas, serta kemandirian belajar. Penelitian ini merekomendasikan agar guru menerapkan model Experiential Learning sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, karena model ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Penerapan Model Paradigma Pedagogy Reflektif pada Pembelajaran PKN untuk Meningkatkan Sikap Disiplin Siswa Sekolah Dasar Aldo Aldo; Hermawan Wahyu Setiadi
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8050

Abstract

Urgensi penerapan Model Paradigma Pedagogi Reflektif dalam pembelajaran PKN terletak pada kemampuannya menumbuhkan kesadaran kritis dan internalisasi nilai, sehingga secara efektif meningkatkan sikap disiplin siswa secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis penerapan model reflective pedagogy dalam meningkatkan sikap kedisiplinan siswa kelas V SD Muhammadiyah Ambarbinangun, Kabupaten Bantul. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya sikap kedisiplinan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, terutama terkait kepatuhan terhadap aturan kelas, tanggung jawab belajar, dan ketepatan waktu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang berlangsung secara spiral dan berkesinambungan. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas V dan dilaksanakan pada bulan Oktober–November 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan instrumen lembar observasi serta angket sikap kedisiplinan dengan instrumen kuesioner tertutup berbentuk skala Likert, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan persentase. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan sikap kedisiplinan siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 146,22 pada siklus I menjadi 152,45 pada siklus II. Persentase ketuntasan kedisiplinan juga meningkat dari 86,36% menjadi 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa model reflective pedagogy efektif dalam meningkatkan sikap kedisiplinan siswa.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Kelas IV di SD Muhammadiyah Integratif Dukun Aida Fitri Riyani; Budiharti Budiharti
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8067

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada tuntutan Pendidikan abad ke-21 yang menempatkan kemampuan berpikir kritis sebagai kompetensi esensial, khususnya dalam pembelajaran matematika yang berperan penting dalam melatih penalaran dan pemecahan masalah. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru dan kurang memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan model pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif, seperti pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), guna mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD Muhammadiyah Integratif Dukun pada tahun ajaran 2024–2025. Penelitian ini penting dilakukan mengingat kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial abad ke-21, sementara praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru sehingga kurang mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Sebanyak 48 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen. Instrument penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis matematika dalam bentuk soal uraian yang telah melalui uji validitas dan reabilitas. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji t sampel independen digunakan untuk menganalisis data menggunakan SPSS 27 pada tingkat signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai Sig. pretest sebesar 0,079 (>0,05) dan nilai Sig. posttest sebesar 0,007 (<0,05). Skor rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 80, yang lebih tinggi daripada skor kelompok kontrol yaitu 70. Oleh karena itu, teknik pembelajaran kooperatif NHT mendorong pertumbuhan kemampuan berpikir kritis matematika siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran AssemblrEDU berbasis Augmented Reality pada Materi Memahami Fenomena Alam Bagi Anak Usia Dini di TKIT Al Karima Nada Shalsa Bylla; Yuniarti Yuniarti; Iin Maulina
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8084

Abstract

Pembelajaran fenomena alam pada anak usia dini masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam penyampaian konsep yang bersifat abstrak dan sulit divisualisasikan menggunakan media pembelajaran konvensional. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman konseptual anak serta terbatasnya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan AssemblrEDU untuk membantu anak usia dini memahami fenomena alam secara konkret dan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development dengan model Analysis, Design, dan Development. Subjek penelitian melibatkan guru dan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Al-Karima Kabupaten Kubu Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket validasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, pedoman wawancara, serta angket penilaian kelayakan media oleh ahli materi dan ahli media. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menghitung persentase kelayakan media dan secara kualitatif melalui analisis deskriptif terhadap masukan dan saran validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sebesar 85% dari ahli materi dan 86% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Media dinilai mampu memvisualisasikan fenomena alam secara jelas, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif anak usia dini. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan AssemblrEDU layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran sains anak usia dini dan berpotensi mendukung peningkatan pemahaman konsep fenomena alam secara bermakna.
Pengembangan Komik Digital Sebagai Media Penunjang Pembelajaran Mendalam pada Dimensi Kewargaan Siswa Sekolah Dasar Risma Amaliya; Sony Zulfikasari
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8102

Abstract

Masalah utama yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah karena rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kewargaan serta pendekatan pembelajaran yang masih cenderung monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk berupa media pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai penunjang dalam pembelajaran mendalam pada dimensi kewargaan.. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Selanjutnya teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, serta kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen skala likert dalam 5 kategori skor penilaian yang digunakan dalam lembar validasi dan angket respons pendidik dan peserta didik. Hasil pengembangan komik digital memenuhi kriteria layak oleh ahli media dan ahli materi. Uji kelayakan oleh ahli media mendapatkan nilai rata-rata 92,1% dengan kategori sangat baik. Selanjutnya dari ahli materi diperoleh nilai rata-rata sebesar 92,8% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Adapun respon dari pendidik dan peserta didik juga menunjukkan nilai yang cukup baik yakni dengan rata-rata sebesar 96,2% dan 86,9% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, rata-rata keseluruhan hasil riview para ahli dan respon pengguna terhadap media komik digital yang dikembangkan sebesar 92% termasuk ke dalam kategori sangat baik. Oleh karena itu, dengan hasil nilai yang diperoleh dari pengembangan media komik digital sebagai penunjang pembelajaran mendalam pada dimensi kewargaan dinyatakan layak digunakan oleh peserta didik dalam pembelajaran.
Peran Guru dalam Mengatasi Perilaku Bullying pada Sekolah Ramah Anak Siswa Kelas III di SDN Bahagia 05 Jihan Deana Safitri; Suharjuddin Suharjuddin
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8108

Abstract

Bullying masih menjadi permasalahan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dasar dan berdampak pada perkembangan sosial, emosional, serta psikologis peserta didik. Interaksi antarsiswa yang intens, perbedaan karakter, serta kemampuan pengendalian emosi yang belum matang membuat siswa rentan terlibat dalam perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku bullying pada siswa kelas III serta menganalisis peran guru dalam pencegahan dan penanganannya pada konteks sekolah ramah anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru kelas III sebagai informan utama dan siswa sebagai informan pendukung. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying terjadi dalam bentuk fisik, verbal, dan psikologis. Guru berperan penting dalam pencegahan melalui penanaman nilai karakter dan pembiasaan sikap saling menghargai, serta dalam penanganan melalui pendekatan edukatif, pembinaan, dan kerja sama dengan orang tua. Peran guru yang konsisten mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang ramah anak. Disimpulkan bahwa peran guru yang konsisten dalam pencegahan dan penanganan bullying menjadi kunci terciptanya lingkungan sekolah dasar yang aman dan ramah anak.
Peningkatan Pemahaman Belajar Matematika Peserta Didik melalui Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe STAD Abdul Wahab; Kurratul Aini; Nur Azizah; Maulidatun Nabilah; Arifatul Aini
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.7941

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman matematika peserta didik, sehingga diperlukan model pembelajaran yang efektif. Model kooperatif tipe STAD diharapkan dapat meningkatkan pemahaman melalui kerja sama dan interaksi aktif. Pembelajaran matematika penting untuk mengembangkan berpikir kritis, namun masih didominasi metode konvensional sehingga pemahaman peserta didik rendah. Oleh karena itu, model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) diterapkan untuk mendorong keaktifan, kolaborasi, dan meningkatkan pemahaman belajar matematika. Penelitian ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman matematika peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP Islam Ar-Raudhah. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik pada setiap siklus. Rata-rata skor pada tahap pra-siklus sebesar 0,5, meningkat menjadi 1,6875 pada siklus I, dan kembali naik menjadi 2,3125 pada siklus II. Persentase peningkatan pemahaman dari pra-siklus ke siklus I mencapai 31,25%, dari siklus I ke siklus II sebesar 21,08%, sedangkan peningkatan secara keseluruhan dari pra-siklus hingga siklus II sebesar 52,08%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan pemahaman matematika peserta didik sekaligus menumbuhkan keaktifan dan kerja sama selama proses pembelajaran.
Pengembangan Media English Vocabulary Card Berbasis Model Make a Match untuk Meningkatkan Pemahaman Kata Benda Bahasa Inggris Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Nova Dwi Handayani; Petra Kristi Mulyani
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8054

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada rendahnya pemahaman kosakata Bahasa Inggris peserta didik sekolah dasar yang memerlukan inovasi media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, dan mengetahui keefektifan media English Vocabulary Card berbasis model Make a Match dalam meningkatkan pemahaman kata benda Bahasa Inggris peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli, angket, serta tes pretest dan posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, Paired Sample T-Test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan 90,9% dengan kategori sangat layak berdasarkan penilaian ahli. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti media pembelajaran efektif meningkatkan pemahaman kata benda Bahasa Inggris peserta didik. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,69 berada pada kategori sedang yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penggunaan media. Dengan demikian, media English Vocabulary Card berbasis model Make a Match layak dan efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman kosakata Bahasa Inggris peserta didik sekolah dasar.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD YPPK Santo Paulus Fitria Kakisina; Ahmad Yulianto; Asrul Asrul
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.1.2026.8134

Abstract

Peran orang tua memiliki urgensi yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa sekolah dasar, terutama dalam membentuk kebiasaan belajar dan sikap positif terhadap pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran orang tua dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD YPPK Santo Paulus Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, dan dkumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua siswa kelas V. Analisis data kualitatif dilakukan dengan mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas V SD YPPK Santo Paulus Kabupaten Sorong yaitu: 1) memberikan nasihat dengan menyempatkan waktu untuk datang sering terkait kehadiran anak di sekolah sehingga orang tua saling memperhatikan anak di rumah terutama dalam hal belajar. Selain itu mengingatkan agar anak bisa saling menghargai satu dengan yang lain dan tidak membuat keributan saat teman sedang belajar. 2) Memberikan perhatian memperhatikan anak dengan mengontrol waktu belajar anak sehingga nantinya bisa mendapatkan nilai yang bagus, PR yang diberikan guru ada yang kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh. 3) Orang tua memenuhi kebutuhan anak contohnya seperti alat tulis. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan dan pola asuh orang tua yang positif berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar.