cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.cjpe@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jl. Latamacelling No 19B, Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cokroaminoto Journal of Primary Education
ISSN : 26546426     EISSN : 26546434     DOI : -
The focus of this journal is primary education, which covers related aspects such as students, teachers, teaching materials, evaluation and assessment, curriculum, and lesson study.
Articles 370 Documents
Efektivitas Implementasi Metode Inkuiri Terbuka dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS di Sekolah Dasar Jamil, Jamil; Tahir, Arifin; Halim, Patmawati
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7440

Abstract

Urgensi Penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) seringkali disebabkan oleh metode pembelajaran yang cenderung pasif dan kurang menstimulasi pemikiran kritis siswa di sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan siswa, memfasilitasi konstruksi pengetahuan secara mandiri, dan meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Tujuan dan Metode Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode inkuiri terbuka dalam meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa sekolah dasar. Jenis pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen murni (true experimental design) menggunakan desain Posttest-Only Control Group Design.Populasi dan Sampel: Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 244 Lawo, Kabupaten Soppeng. Sampel penelitian dipilih secara purposive dan terdiri dari dua kelas 5 (V) yang dibagi menjadi: Kelompok Eksperimen: Memperoleh pembelajaran dengan metode inkuiri terbuka dan Kelompok Kontrol: Diajar menggunakan metode konvensional (ceramah dan penugasan). Instrumen Penelitian yaitu Instrumen utama yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes prestasi belajar IPS berbentuk pilihan ganda dan/atau uraian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dan Instrumen observasi untuk keaktifan siswa dalam penyampaian berbagai argumantasi Hasil Penelitian bahwa Analisis data menggunakan uji-t (t-test) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar kedua kelompok (p < 0,05). Siswa dalam kelompok eksperimen menunjukkan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan dan Implikasi:Hasil ini membuktikan bahwa metode inkuiri terbuka berkontribusi secara positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka dalam memahami materi IPS. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada siswa di tingkat sekolah dasar. Meskipun demikian, keterbatasan penelitian pada cakupan sampel tunggal sekolah memerlukan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas guna memperkuat bukti empiris temuan ini.
Penerapan Kegiatan Outdoor Activity untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Kelas IV SDN 358 Pangkasalu Indrianto, Iin; Masjid, Akbar Al; Nisa, Ana Fitrotun; Cahyani, Berliana Hanu
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7441

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan untuk menguji sejauh mana penerapan kegiatan Outdoor Activity dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi Bagian-bagian Tumbuhan dan Fungsinya di kelas IV SDN 358 Pangkasalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pembelajaran Outdoor Activity dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 358 Pengkasalu. Penelitian menggunakan desain Kemmis dan McTaggart dengan empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa, terdiri dari 11 laki-laki dan 14 perempuan, dengan fokus pada materi “Bagian-bagian Tumbuhan dan Fungsinya”. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara kuantitatif untuk mengukur ketuntasan belajar dan kualitatif untuk menilai keaktifan serta partisipasi siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap dari Siklus I hingga Siklus III. Pada Siklus I, rata-rata aktivitas siswa 70,17% dengan 52% siswa tuntas; Siklus II meningkat menjadi 73,68% dengan 68% siswa tuntas; dan pada Siklus III rata-rata aktivitas mencapai 94,73% dengan 84% siswa tuntas dan nilai rata-rata kelas 84, memenuhi target ketuntasan klasikal ≥75%. Penelitian ini membuktikan bahwa model Outdoor Activity efektif meningkatkan keaktifan, motivasi, dan pemahaman siswa, serta menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna.
Pembelajaran Partisipatif untuk Membangun Kepercayaan Diri: Studi Kasus Kegiatan Menampilkan Diri di Sekolah Dasar Yanti, Rosmalah; Hartono, Hartono; Rokhman, Fathur; Wagiran, Wagiran
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7442

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memperkuat kompetensi sosial-emosional siswa sejak dini agar mereka mampu menghadapi tantangan komunikasi dan interaksi sosial di masa depan.Kepercayaan diri merupakan kompetensi sosial-emosional yang penting untuk dikembangkan sejak usia sekolah dasar, terutama dalam konteks pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana kegiatan menampilkan diri di depan kelas dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kepercayaan diri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SD Negeri 23 Batara selama dua bulan. Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa kelas IV dan seorang guru kelas sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan unjuk diri seperti presentasi, bercerita, membaca puisi, serta pentas mini. Analisis data dilakukan secara induktif dengan menggunakan model analisis tematik: Transkripsi data, Reduksi data, Tahap pengkodean, Tahap interpretasi dan penarikan simpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menampilkan diri yang dilakukan secara rutin dan terstruktur mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa secara bertahap. Siswa yang semula pasif dan takut tampil mulai menunjukkan keberanian, kelancaran ekspresi verbal, serta respons positif terhadap apresiasi teman dan guru. Faktor pendukung utama meliputi suasana kelas yang inklusif, pemberian umpan balik positif, dan pendampingan emosional oleh guru. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter melalui pengalaman langsung. Disarankan agar kegiatan unjuk diri diintegrasikan dalam rutinitas pembelajaran sebagai strategi berkelanjutan untuk membangun kepercayaan diri siswa.
Pengaruh Penggunaan Media Kartu Kata terhadap Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Ta'gan, Puspita; Masjid, Akbar Al; Cahyani, Berliana Henu; Nisa, Ana Fitrotun
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7450

Abstract

Kemampuan menulis permulaan merupakan fondasi penting bagi keberhasilan literasi siswa di jenjang berikutnya, sehingga diperlukan media pembelajaran yang efektif untuk mendukung penguasaannya sejak dini. Salah satu media yang dianggap mampu memfasilitasi proses tersebut adalah media kartu kata. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk melihat dan mengetahui pengaruh media kartu kata terhadap kemampuan menulis permulaan siswa kelas I SDN 97 Bure Tanete. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, yaitu pemberian tes dengan menggunakan sistem pretest dan posttest. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu mengambil semua sampel yang ada. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas I SDN 97 Bure Tanete. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yaitu pretest dan posttest. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata pada pretest siswa adalah 60,35. Nilai posttest siswa adalah 80,20. Nilai signifikan p = 0,000 yang artinya taraf nilai signifikan pada p < 0,05. Maka hipotesis pada H0 ditolak dan hipotesis pada H1 diterima, yang artinya media kartu kata berpengaruh terhadap kemampuan menulis permulaan siswa kelas I SDN 97 Bure Tanete. Capaian pembelajaran yang dapat mencapai kategori tuntas, kemudian gain ternormalisasi 0,7 berada pada kategori tinggi. Sehingga penggunaan media kartu kata dapat mempengaruhi kemampuan menulis permulaan siswa kelas I SDN 97 Bure Tanete.
Persepsi Peserta Didik Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka (Fokus Riset: Pengalaman Belajar dan Sikap terhadap Pembelajaran Berdiferensiasi di Gugus 2 Kecamatan Cakranegara) Khaerurrafiah, Ery; Affandi, Lalu Hamdian; Syazali, Muhammad
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7483

Abstract

Berdasarkan wawancara awal, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara tantangan yang dihadapi guru seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan waktu merancang pembelajaran, dan variasi kemampuan peserta didik dengan pengalaman peserta didik yang merasa pembelajaran lebih aktif dan kolaboratif. Ketidaksesuaian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara proses perencanaan pembelajaran dan pengalaman belajar yang dirasakan peserta didik, sehingga diperlukan kajian khusus mengenai persepsi peserta didik terhadap implementasi kurikulum merdeka, khusunya yang berfokus pada pengalaman belajar dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta didik kelas IV dan V terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di Gugus 2 Kecamatan Cakranegara. Penelitian ini menggunakan pndekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Responden penelitian ini berjumlah 161 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang memuat dua aspek utama, yaitu pngalaman belajar dan sikap peserta didik terhadap penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji nonparametrim (Mann-Whithey U Test dan Kruskal-Wallis Test) untuk melihat pengaruh faktor demografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap implementasi Kurikulum Merdeka berada pada katehori cukup positif dengan nilai rata-rata 2.29±0.73. Sebagian besar peserta didik memiiki persepsi yang positif (84.4%). Berdasarkan aspek, aspek pengalaman belajar memperoleh nilai rata-rata 2.46±0.65, menunjukkan bahwa peserta didik merasa lebih aktif, terlibat dan nyaman mengikuti pembelajaran berdifrensiasi. Sementara itu, aspek sikap memperoleh nilai rata-rata 2.10±0.76 berada pada kategori cukup positif. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa hanya faktor pekerjaan orang tua yang berpengaruh signifikan terhadap persepsi, sedangkan faktor demografis lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Studi Ekologi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dalam Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik pada Jenjang Pendidikan Dasar Hakim, Anita; Suryadi, A.Fitriani; Bachtiar, Tauhidah; Satriani, Satriani; Ekawati, Mutmainnah; Laeliana, Nur
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7484

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini terletak pada bagaimana keterkaitan Pendidikan karakter di Pendidikan dasar terhadap pengenalan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan studi ekologi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) terhadap Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) peserta didik jenjang pendidikan dasar sebagai langkah awal dalam mewujudkan konsep Pendidikan karakter berbasis wawasan ekologi untuk menjembatani upaya pelestarian lingkungan dengan penguatan pembangunan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggambarkan keterkaitan hasil studi ekologi dengan 5 nilai utama PPK. Studi ekologi yang dilakukan berupa kajian sinekologi melalui observasi naturalistik dan data arsip yang difokuskan pada keanekaragaman dan pola interaksi kupu-kupu (Sub Ordo Rhopalocera). Pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling, berdasarkan klasifikasi familia papilionidae, pieriidae, nymphalidae, lycaenidae, dan riodinidae. Triangulasi data dilakukan dengan ahli yang membidangi konservasi untuk menguji keabsahan data yang telah didapatkan dari hasil kajian sinekologi. Data yang diperoleh dideskripsikan secara naratif kemudian dilakukan reduksi data dengan menentukan skala ordinal studi ekologi terhadap subnilai PPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi ekologi TN Babul memiliki keterkaitan dengan seluruh nilai utama PPK yang meliputi religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas dengan tingkat keterkaitan total 4,44 yang berada pada kategori sangat kuat.
Model Pembelajaran Abad 21 yang Efektif di Sekolah Dasar: Sebuah Systematic Literature Review Jusrianto, Jusrianto; Sinring, Abdullah; Kamaruddin, Syamsu A; Nur, Haspidawati
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7538

Abstract

Urgensi penelitian ini semakin menguat mengingat masih terbatasnya kajian komprehensif berbasis systematic literature review yang secara khusus memetakan efektivitas model pembelajaran abad ke-21 di sekolah dasar sebagai landasan pengambilan kebijakan dan praktik pembelajaran yang adaptif terhadap tuntutan global. Perkembangan pendidikan abad 21 menuntut perubahan pendekatan pembelajaran di sekolah dasar, terutama dalam penguatan keterampilan 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication). Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran abad 21 yang terbukti efektif di sekolah dasar melalui systematic literature review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA 2020. Artikel dikumpulkan dari basis data Scopus, Web of Science, dan SINTA dengan rentang tahun 2020–2025, menghasilkan 10 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek (PjBL), problem-based learning (PBL), STEM/STEAM, flipped classroom, dan digital inquiry merupakan model yang paling efektif meningkatkan 4C, literasi digital, dan motivasi belajar siswa. Tantangan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, sarana digital, serta ketidaksiapan infrastruktur sekolah. Kajian ini menghasilkan model konseptual “I4C-PBM” (Integration of 4C through Project-Based Model) sebagai kontribusi teoretis untuk penguatan pembelajaran abad 21 di sekolah dasar. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan inovasi pedagogi.
Peningkatan Hasil Belajar PPKn melalui Model Project Based Learning (PjBL) Terintegrasi Gamifikasi Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak di Kelas VI A SD Negeri 001 Bunyu Mariati, Mariati; Mustaji, Mustaji
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7550

Abstract

Penelitian ini mendesak dilakukan karena integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PPKn semakin diperlukan untuk menumbuhkan karakter peserta didik yang berakar pada budaya bangsa sekaligus adaptif terhadap perkembangan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), khususnya pada materi norma, hak, dan kewajiban. Pembelajaran yang masih berpusat pada guru menyebabkan siswa pasif, kurang terlibat dalam diskusi, serta kurang mampu mengaitkan konsep norma dengan konteks sosial-budaya yang ada di lingkungan mereka. Model Project Based Learning (PjBL) yang dipadukan dengan gamifikasi dan kearifan lokal Dayak dipandang memiliki potensi besar untuk meningkatkan partisipasi, kreativitas, dan pemahaman siswa secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI A SD Negeri 001 Bunyu pada materi norma, hak, dan kewajiban melalui penerapan model Project Based Learning berbasis budaya Dayak dengan integrasi elemen gamifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas siswa, tes hasil belajar, dan dokumentasi proses proyek digital berupa kampanye norma berbasis budaya lokal. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kedua aspek yang diamati. Aktivitas siswa pada Siklus I berada pada kategori cukup aktif dengan persentase 65%, dan meningkat menjadi 80% (aktif) pada Siklus II. Hasil belajar juga meningkat dari 62,96% ketuntasan pada Siklus I menjadi 85,18% pada Siklus II. Siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik dalam membedakan norma, hak, dan kewajiban serta mampu mengaitkannya dengan praktik budaya Dayak melalui produk kampanye digital yang kreatif. Kesimpulannya, penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis kearifan lokal Dayak yang dipadukan gamifikasi terbukti efektif meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sosial budaya siswa.
Pengaruh Penerapan Game Edukasi LOOKAA (Look and Answer) Materi Berbagai Pakaian terhadap Pemahaman Vocabulary Siswa Kelas V SD Negeri 1 Pringtulis Fajrullah, Muhammad Khomsun; Budisantoso, Heri Tri Luqman
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7646

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penguasaan kosakata (vocabulary) sebagai dasar utama dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Hasil observasi di SD Negeri 1 Pringtulis menunjukkan bahwa pemahaman kosakata bahasa Inggris siswa kelas V masih rendah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang bersifat konvensional dan berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif dalam mengikuti pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan game edukasi LOOKAA (Look and Answer) terhadap pemahaman vocabulary siswa kelas V SD Negeri 1 Pringtulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Pringtulis yang berjumlah 10 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes pemahaman vocabulary yang disusun berdasarkan indikator kemampuan mengenal, memahami, dan menggunakan kosakata dalam konteks yang sesuai. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) yang berarti ada perbedaan yang berarti antara kemampuan awal dan akhir peserta didik. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media game edukasi dapat meningkatkan fokus belajar, keterlibatan siswa, serta membantu memperkuat pemahaman kosakata secara lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas VI B SDK Maria Ferrari Rato, Elisabet Ertin; Maria, Sonya Kristiani; Bunga, Maria Herliyani Dua
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 8 No. 4 (2025): Oktober - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.8.4.2025.7671

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPAS dan kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menjadi permasalahan yang masih sering ditemukan di sekolah dasar. Siswa cenderung pasif, kurang bekerja sama, serta belum terlibat optimal dalam memahami konsep melalui diskusi. Urgensi penelitian ini adalah untuk menghadirkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan interaksi, kolaborasi, dan pemahaman siswa secara lebih merata. Salah satu model yang dipandang potensial adalah cooperative learning tipe Two Stay Two Stray (TSTS), yang menekankan aktivitas bertukar informasi antarkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model TSTS terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas VI B SDK Maria Ferrari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari tes pilihan ganda sebagai pengukur hasil belajar serta dokumentasi sebagai pendukung data pelaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif untuk melihat rata-rata dan ketuntasan belajar, serta analisis inferensial melalui uji normalitas dan uji paired sample t-test untuk menguji perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 63,85 pada pretest menjadi 83,85 pada posttest, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 50% menjadi 100%. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi < 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan model TSTS. Temuan ini membuktikan bahwa model cooperative learning tipe TSTS efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS karena mampu mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, berbagi informasi, dan bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep.