cover
Contact Name
I KETUT MUDITE ADNYANE
Contact Email
adnyane@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
acta.vet.indones@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ACTA VETERINARIA INDONESIANA
ISSN : 23373207     EISSN : 23374373     DOI : -
Core Subject : Health,
Acta Veterinaria Indonesiana (Indonesian Veterinary Journal) mempublikasikan artikel-artikel dalam bentuk: penelitian, ulasan, studi kasus, dan komunikasi singkat yang berkaitan dengan berbagai aspek ilmu dalam bidang kedokteran hewan, biomedis, peternakan dan bioteknologi. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Acta Veterinaria Indonesiana diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Hewan bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia. Terbit dua kali dalam satu tahun pada bulan Januari dan Juli. [ISSN 2337-3202, E-ISSN 2337-4373]
Arjuna Subject : -
Articles 332 Documents
Bacterial Pneumonia sebagai Salah Satu Penyebab Kematian Lumba Lumba Hidung Botol Indo-Pasifik (Tursiop aduncus) Indrawati, Agustin; Maharani, Jeni; Fadillah, Nurul; Arum, Diah Sekar; Yenri, Hamdika; Velayati, Risqika Aqla; Fadlilah, Ulfi Nurul; Naldi, Jefri; Nurhasanah, Afifah
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.523 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.2.37-42

Abstract

Lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) merupakan jenis lumba-lumba yang banyak ditemukan di perairan Indonesia. Kelestarian T. aduncus perlu mendapat perhatian karena populasinya yang semakin menurun. Upaya pelestarian yang telah dilakukan adalah melalui konservasi. Gangguan respirasi pada lumba-lumba sering ditemukan dan berakibat fatal, salah satu penyakit yang sering ditemukan adalah pneumonia. Pneumonia jenis bronchopneumonia merupakan salah satu gejala infeksi pada paru yang disebabkan oleh bakteri, virus ataupun jamur. Tujuan penelitian ini adalah melakukan isolasi dan identifikasi bakteri yang berperan dalam kejadian pneumonia. Sampel berasal dari seekor lumba lumba jantan yang ada di Pusat Konservasi Mamalia air. Tahapan penelitian ini antara lain isolasi dan identifikasi bakteri dari organ paru-paru yang menunjukkan gejala patologis. Hasil isolasi dan identifikasi ditemukan 2 spesies Gram positif yaitu Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus serta 4 spesies Gram negatif, yaitu Pseudomonas alcaligenes, Actinobacillus delphinicola, Klebsiella sp. dan Serratia marcesens.
Evaluasi Elektrokardiogram dan Radiografi Paru Domba Diimplan Scaffold Biphasic Calcium Phosphate/Alginate Gunanti .; Kiagus Dahlan; Shavrillia Angesti; Selma Afifa; Nuzula Ramadian; Sugganya Ravi; Soesatyoratih .
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.71 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.2.43-51

Abstract

Biomaterial merupakan suatu bahan yang digunakan untuk membantu persembuhan tulang sehingga mempunyai resiko terhadap organ jantung dan paru. Penanaman implan tulang dapat menyebabkan bone cement implantation syndrome yang dapat mempengaruhi aktivitas jantung. Degradasi implan pada tulang dapat menyebabkan efek pada paru. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pada hasil elektrokardiografi jantung dan radiografi paru domba (Ovis aries) yang diimplan scaffold biphasic calcium phosphate/alginate pada tulang tibia. Penelitian ini menggunakan 3 ekor domba jantan berusia 1.5 tahun dengan berat rata-rata 20 kg. Penanaman implan scaffold BCP/alginate dilakukan secara aseptis pada sepertiga proximal medial tulang tibia. Perekaman EKG pada domba dilakukan dalam keadaan sadar dan posisi berbaring lateral recumbency serta pemeriksaan radiografi dengan standar pandang left lateral recumbency dilakukan pada sebelum dan sesudah operasi, hari ke-7, 30, 60, dan 90 sesudah operasi. Parameter yang dievaluasi berupa amplitudo dan durasi gelombang P, durasi komplek QRS, durasi interval PR, amplitudo R, amplitudo T, durasi interval QT, durasi segmen ST, dan gambaran radiografi toraks. Data elektrokardiogram diolah menggunakan Microsoft Excel 2007 dan IBM Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Data variabel dianalisis secara statistik dengan menggunakan metode One Way Analyse of Variant (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan pada selang kepercayaan 95%. Aktivitas elektrokardiografi jantung dan gambaran radiografi paru domba tidak mengalami perubahan setelah memperoleh penanaman implan scaffold BCP/alginate.
Evaluasi Elektrokardiogram dan Radiografi Paru Domba Diimplan Scaffold Biphasic Calcium Phosphate/Alginate ., Gunanti; Dahlan, Kiagus; Angesti, Shavrillia; Afifa, Selma; Ramadian, Nuzula; Ravi, Sugganya; ., Soesatyoratih
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.71 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.2.43-51

Abstract

Biomaterial merupakan suatu bahan yang digunakan untuk membantu persembuhan tulang sehingga mempunyai resiko terhadap organ jantung dan paru. Penanaman implan tulang dapat menyebabkan bone cement implantation syndrome yang dapat mempengaruhi aktivitas jantung. Degradasi implan pada tulang dapat menyebabkan efek pada paru. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan pada hasil elektrokardiografi jantung dan radiografi paru domba (Ovis aries) yang diimplan scaffold biphasic calcium phosphate/alginate pada tulang tibia. Penelitian ini menggunakan 3 ekor domba jantan berusia 1.5 tahun dengan berat rata-rata 20 kg. Penanaman implan scaffold BCP/alginate dilakukan secara aseptis pada sepertiga proximal medial tulang tibia. Perekaman EKG pada domba dilakukan dalam keadaan sadar dan posisi berbaring lateral recumbency serta pemeriksaan radiografi dengan standar pandang left lateral recumbency dilakukan pada sebelum dan sesudah operasi, hari ke-7, 30, 60, dan 90 sesudah operasi. Parameter yang dievaluasi berupa amplitudo dan durasi gelombang P, durasi komplek QRS, durasi interval PR, amplitudo R, amplitudo T, durasi interval QT, durasi segmen ST, dan gambaran radiografi toraks. Data elektrokardiogram diolah menggunakan Microsoft Excel 2007 dan IBM Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Data variabel dianalisis secara statistik dengan menggunakan metode One Way Analyse of Variant (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan pada selang kepercayaan 95%. Aktivitas elektrokardiografi jantung dan gambaran radiografi paru domba tidak mengalami perubahan setelah memperoleh penanaman implan scaffold BCP/alginate.
Analisis Proteomik Cairan Sinovial Sendi Domba: Efektivitas Metode dan Profil Protein Fungsional Kusdiantoro Mohamad; Wiwit Ridhani Rahmaniyah; I Ketut Mudite Adnyane; Mokhamad Fahrudin; Arief Boediono
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.317 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.2.52-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode deplesi dan digesi protein, serta menganalisis proteom cairan sinovial (SF) sendi pada domba sehat menggunakan kromatografi cair–tandem spektrometri massa. Cairan SF dikoleksi dari enam ekor domba garut betina, umur ±4 tahun, berat 35-40 kg, dan sehat secara klinis. Deplesi protein berkelimpahan tinggi dilakukan dengan metode spin column menggunakan TOP 12 dan metode proteospin, sementara digesi protein dengan tiga metode, yaitu digesi in solution, in gel, dan in-solution + filter-aided sample preparation (FASP). Metode yang terbaik kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi peptida menggunakan ultra performance liquid chromatography. Metode deplesi proteospin dengan digesi protein in-solution + FASP merupakan metode terbaik berdasarkan nilai coverage dan sequest HT. Hasil analisis proteomik terkarakterisasi 52 protein pada database spesies domba. Anotasi gen ontologi menggunakan DAVID analysis menunjukkan bahwa protein-protein SF tersebut merupakan komponen sel terutama sebagai eksosom ekstraseluler, fungsi molekuler sebagai aktivitas inhibitor endopeptidase tipe-serin dan pengikat ion kalsium; serta proses biologis sebagai angiogenesis dan koagulasi darah atau pembentukan fibrin. Analisis KEGG pathway menunjukkan protein SF berperan utama pada jalur kaskade koagulasi dan komplemen.
Analisis Proteomik Cairan Sinovial Sendi Domba: Efektivitas Metode dan Profil Protein Fungsional Mohamad, Kusdiantoro; Rahmaniyah, Wiwit Ridhani; Adnyane, I Ketut Mudite; Fahrudin, Mokhamad; Boediono, Arief
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.317 KB) | DOI: 10.29244/avi.8.2.52-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode deplesi dan digesi protein, serta menganalisis proteom cairan sinovial (SF) sendi pada domba sehat menggunakan kromatografi cair–tandem spektrometri massa. Cairan SF dikoleksi dari enam ekor domba garut betina, umur ±4 tahun, berat 35-40 kg, dan sehat secara klinis. Deplesi protein berkelimpahan tinggi dilakukan dengan metode spin column menggunakan TOP 12 dan metode proteospin, sementara digesi protein dengan tiga metode, yaitu digesi in solution, in gel, dan in-solution + filter-aided sample preparation (FASP). Metode yang terbaik kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi peptida menggunakan ultra performance liquid chromatography. Metode deplesi proteospin dengan digesi protein in-solution + FASP merupakan metode terbaik berdasarkan nilai coverage dan sequest HT. Hasil analisis proteomik terkarakterisasi 52 protein pada database spesies domba. Anotasi gen ontologi menggunakan DAVID analysis menunjukkan bahwa protein-protein SF tersebut merupakan komponen sel terutama sebagai eksosom ekstraseluler, fungsi molekuler sebagai aktivitas inhibitor endopeptidase tipe-serin dan pengikat ion kalsium; serta proses biologis sebagai angiogenesis dan koagulasi darah atau pembentukan fibrin. Analisis KEGG pathway menunjukkan protein SF berperan utama pada jalur kaskade koagulasi dan komplemen.
Folikel Pre-Ovulatori Sapi PO Dara yang Distimulasi Menggunakan PMSG Dosis Rendah Krido Brahmo Putro; Amrozi .; Adi Winarto; Arief Boediono; Wasmen Manalu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.8.3.1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan folikel sapi PO dara yang distimulasi menggunakan PMSG dosis rendah (dosis non-superovulasi) dan perolehan folikel dominan pre-ovulatori sebagai informasi dasar untuk penerapan intrauterine programming pada sapi. Sapi PO dara berjumlah sembilan ekor dibagi ke dalam tiga kelompok dosis PMSG yaitu kontrol (NaCl 0.9% sebagai placebo), dosis PMSG 0.5, dan 1.0 IU/kg BB. Injeksi PMSG dilakukan pada awal gelombang folikel ke-2 berdasarkan perubahan dinamika ovari yang dikonfirmasi menggunakan USG diikuti injeksi PGF2α 48 jam kemudian. Perkembangan folikel sejak injeksi PMSG hingga terbentuknya pre-ovulatori folikel (POF) diamati dan dipetakan menggunakan USG. Jumlah POF tertinggi terdapat pada dosis PMSG 1.0 IU/kg BB (4.67+1.67) secara signifikan (P<0.05), sedangkan POF yang terbentuk pada dosis PMSG 0.5 IU/kg BB berjumlah satu, sama dengan kelompok kontrol (P>0.05). Meskipun jumlah POF yang terbentuk berjumlah satu, namun rataan diameter dan volume kelompok sapi dosis 0.5 IU/kg BB lebih besar 16.13% dan 57.14% secara berurutan dibandingkan kelompok kontrol, diikuti oleh dosis 1.0 IU/kg BB dengan nilai tertinggi secara signifikan (P<0.05). Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa PMSG 0.5 IU/kg BB dapat terkontrol sehingga dapat digunakan sebagai metode pendekatan intrautering programming pada hewan monotokus.
Toksisitas Perkembangan Ekstrak Daun Torbangun: Pengaruhnya terhadap Persentase Kematian dan Keterlambatan Osifikasi Fetus Mencit Elma Alfiah; Rizal Damanik; Katrin Roosita; Mokhamad Fahrudin
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.8.3.8-14

Abstract

Daun torbangun (Coleus amboinicus Lour.) memiliki berbagai manfaat dalam meningkatkan kesehatan manusia, namun belum terdapat penelitian yang memberikan informasi mengenai keamanan penggunaan daun torbangun pada masa kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian ekstrak daun torbangun pada masa kebuntingan mencit terhadap perkembangan fetus yang digambarkan dengan kematian sebelum dan setelah implantasi, serta keterlambatan osifikasi rangka pada fetus mencit. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor mencit betina bunting yang diberikan ekstrak daun torbangun dari hari pertama hingga hari ke-18 kebuntingan. Dosis yang diberikan adalah sebanyak 0; 0.56; 1.68; dan 3.36 g/kg berat badan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak dengan dosis 3.36 g/kg BB menunjukkan perbedaan dalam peningkatan jumlah kematian sebelum dan setelah implantasi (P<0.05) dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Pemberian ekstrak dengan dosis minimum 0.56 g/kg BB dapat menyebabkan keterlambatan osifikasi pada fetus. Persentase fetus dengan keterlambatan osifikasi meningkat seiring dengan penambahan dosis. Konsumsi ekstrak daun torbangun pada masa kehamilan perlu dihindari karena berpotensi menyebabkan efek samping berupa kematian dan keterlambatan osifikasi pada fetus.
Pengaruh Pemberian PGF2α terhadap Peningkatan Kualitas Spermatozoa Kambing Boerka Amalia Sutriana; Fuza Khoiriah; Husnurrizal .; Tongku Nizwan Siregar; Rasmaidar .; Herrialfian .
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.8.3.15-21

Abstract

Usaha untuk meningkatkan produktivitas ternak kambing Boerka di antaranya dengan melakukan inseminasi buatan (IB). Untuk meningkatkan kualitas spermatozoa yang akan digunakan untuk IB maka diberikan hormon prostaglandin F2 alfa (PGF2α). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian PGF2α terhadap peningkatan motilitas spermatozoa kambing Boerka. Dalam penelitian digunakan 3 ekor kambing Boerka yang berumur ±2-3 tahun. Pelaksanaan perlakuan dirancang menggunakan pola latin square 3 x 3 sehingga hewan akan menerima suntikan P1 (1,5 ml NaCl fisiologis), P2 (37,5 μg PGF2α), dan P3 (75 μg PGF2α) dengan interval waktu perlakuan adalah 30 menit sebelum koleksi semen. Sampel semen dikoleksi dengan menggunakan vagina buatan dan diamati warna, konsistensi, volume, konsentrasi, motilitas, viabilitas, dan motilitas spermatozoa. Motilitas spermatozoa diamati setelah 4 jam di dalam refrigerator. Data warna dan konsistensi semen dilaporkan secara deskriptif, sedangkan volume, motilitas semen segar, dan motilitas spermatozoa setelah 4 jam di dalam refrigerator dianalisis dengan analisis varian pola bujur sangkar latin (RSBL) yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa warna dan konsistensi semen yang dikoleksi pada semua kelompok perlakuan adalah krem dengan konsistensi kental. Rataan (±SD) volume semen; konsentrasi spermatozoa (106/ml); motilitas semen segar (%); dan motilitas semen setelah penyimpanan pada P1 vs P2 vs P3 masing-masing adalah 0,90±0,4 vs 0,70±0,3 vs 0,90±0,3 ml (P>0,05); 2303,33±327,15 vs 2336,67±332,91 vs 2576,67±261,02 (P>0,05); 84,00±5,1 vs 73,33±11,54 vs 80,00±0,0% (P>0,05); 63,67±4,5 vs 53,33±4,7 vs 66,67±2,2% (P<0,05). Disimpulkan bahwa pemberian 75 μg PGF2α dapat meningkatkan motilitas spermatozoa kambing Boerka setelah penyimpanan dalam regrigerator selama 4 jam.
Karakteristik Morfologi Rusa timor (Rusa timorensis) dengan Pemeliharaan Ex Situ di Kota Kupang Inggrid Trinidad Maha; Rizky Y Manafe; Filphin A Amalo; Yulfia N Selan
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.1.1-13

Abstract

Rusa merupakan salah satu sumber daya genetik yang ada di Indonesia. Keberadaan populasi rusa timor semakin menurun sebagai akibat adanya perburuan liar untuk berbagai kepentingan. Usaha yang dilakukan agar populasi rusa di alam tetap lestari ialah dengan melakukan pengembangan rusa timor melalui konservasi ex situ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi rusa timor dan sistem pemeliharaan pada penangkaran di Kota Kupang. Sampel yang digunakan adalah 35 ekor rusa timor yang dipelihara pada dua penangkaran di Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan pengukuran menggunakan pita ukur meliputi: pengukuran panjang badan (cm), tinggi badan (cm), lingkar dada (cm), panjang ekor (cm), panjang telinga (cm), panjang kepala (cm), panjang ranggah (cm), dan bobot badan (kg) menggunakan rumus winter. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara rusa timor jantan dan betina. Secara morfologi, rusa timor jantan memiliki warna dasar kuning kecoklatan pada seluruh area tubuh dan tidak memiliki corak tertentu, sedangkan rusa timor betina memiliki warna coklat, dan berwarna coklat keabuan pada area ventral yaitu bagian kaki, perut, dagu dan bagian bawah leher. Secara morfometri, menunjukan adanya perbedaan nyata pada bagian-bagian luar tubuh rusa jantan dan betina yaitu : bobot badan, lingkar dada, panjang badan, dan tinggi badan. Rusa timor dewasa di Kota Kupang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan rusa timor dewasa di Manokwari. Anak rusa timor di Kota Kupang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar bila dibandingkan dengan anak rusa timor di Ciawi. Sistem pemeliharaan rusa timor pada dua kawasan penangkaran di Kota Kupang merupakan penangkaran semi terkurung (mini ranch) yang dipelihara di area pekarangan rumah.
Potensi Infusa Kemiri (Aleurites moluccana) sebagai Analgesik dan Stimulator Stamina Fajar Anaba; Andriyanto; Ni Luh Putu Ika Mayasari
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.1.14-20

Abstract

Kesehatan merupakan hal penting untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Penurunan kesehatan dan daya tahan tubuh mengakibatkan timbul rasa nyeri serta mudah terserang penyakit. Pengobatan herbal digunakan sebagai pengobatan alternatif yang lebih aman dan terjangkau dibandingkan pengobatan nonherbal dari bahan-bahan kimia. Kemiri merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat dan sering digunakan sebagai pengobatan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mempelajari efektivitas infusa kemiri sebagai analgesik dan stimulator stamina dalam berbagai dosis pada mencit. Uji efektivitas analgesik ditinjau menggunakan metode hot water immersion tail-flick test dan uji efektivitas stamina menggunakan metode natatory enhausen. Penelitian ini menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dikelompokkan menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberi infusa kemiri dengan dosis 1, 2, dan 4 g/kg BB. Setiap kelompok terdiri atas 5 ekor. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian didapatkan dosis efektif pada uji analgesik adalah 4 g/kg BB dengan waktu respons nyeri ekor terlama yaitu 7.840±0.477 detik dan pada uji stamina adalah 1 g/kg BB yang ditunjukkan dengan durasi berenang terlama yaitu 145.00±20.65 detik. Kemiri memiliki efektivitas terhadap analgesik dan stimulator stamina.