cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ale2021@fatek.unpatti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena Kampus Poka Ambon - 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Archipelago Engineering
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 26203995     EISSN : 27987310     DOI : https://doi.org/10.30598/ale
Core Subject : Engineering,
Prosiding “Archipelago Engineering” adalah prosiding yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pattimura, sebagai sarana publikasi hasil Seminar Nasional "Archipelago Engineering (ALE)", yang merupakan dari hasil penelitian, studi kepustakaan dan sharing dalam bidang teknik mesin, teknik industri dan teknik kelautan serta teknik sipil dan perencanaan wilayah. Prosiding ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun penelitian terapan, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan teknologi. Informasi tentang pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui “peer-review process”. Artikel dipublikasikan pada Prosiding, setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel dan telah dipresentasikan pada Seminar Nasional ALE. Prosiding ini diterbitkan dalam setahun sekali.
Articles 182 Documents
STUDI PENGARUH SACRIFICIAL ANODE PADA KAPAL TERHADAP LAJU KOROSI Lekatompessy, Sonja T. A.; Metekohy, Obed; Ayal, Mansye Ronald
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.1-5

Abstract

Hal terpenting dalam proses perawatan kapal adalah pemeliharaan lambung kapal baja terutama pada bagian permukaan basah kapal mengalami proses korosi sangat cepat dibandingkan bagian yang lain. Penggunaan sacrificial anoda, satu di antaranya zink anoda, merupakan salah satu cara untuk mengurangi laju korosi. Berat zink anoda memegang peranan penting untuk mengetahui berapa jumlah sacrificial anoda yang harus dipasang pada bagian permukaan basah kapal dalam menahan laju korosi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh berat zink anoda terhadap laju korosi. Diperlukan data berat zink anoda yang terpasang pada kapal dan dan berat zink anoda hasil perhitungan secara teoritis. Analisis hasil perhitungan berdasarkan pemilihan zink anoda yang sesuai dengan kebutuhan dan juga dengan melihat berat zink anoda yang dapat menekan laju korosi. Hasil penelitian ini, dari grafik terlihat kapal pertama pada tahun ke-3 sampai tahun ke-5 ada penambahan berat zink anoda sebesar 64,365 kg, laju korosi menurun hingga mencapai 0.0339 mm/tahun pada tahun ke-4 dan ke-5. Kapal kedua, tahun ke-1 hingga tahun ke-5 tidak ada penambahan zink anoda, laju korosi meningkat hingga tahun ke-5 mencapai 0.0706 mm//tahun. Kapal ketiga, jumlah berat zink anoda terpasang tahun ke-1 hingga tahun ke-5 sangat kurang jumlahnya sebesar 32.472 kg, laju korosi terbesar pada tahun ke-2 sebesar 0.2523 mm/tahun
ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS TERHADAP KEPUASAN PEMILIK PROYEK MENGGUNKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS PADA PEKERJAN KONSTRUKSI DI KOTA AMBON Apriliani, Diandra K; Sangadji, Fauzan A; Buyang, C G
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.6-12

Abstract

Permasalahan kinerja konsultan pengawas di kota Ambon dapat dilihat dari proses pelaksanaan konstruksinya. Berdasarkan hasil wawancara dengan direksi lapangan, salah satu permasalahan yang sering dialami Satker PJN Wilayah 1 selama pelaksanaan proyek adalah permasalahan dalam hal pengawasan dan evaluasi dari pihak konsultan pengawas pada proyek pembangunan infakstruktur di kota Ambon. Selama proyek berlangsung konsultan tidak melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan secara rutin, membuat pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana kerja dan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. Berdasarkan sumber artikel berita RakyatMaluku.com, dikatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan di lapangan terungkap proses pekerjaan proyek Check Dam (2023) oleh Balai Wilayah Sungai di Negeri Batumerah dikatakan amburadul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pemilik proyek terhadap kualitas kinerja konsultan pengawas di Kota Ambon serta mengevaluasi kinerja tersebut. Metode penelitian menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dengan bantuan SPSS 30. Atribut pada penelitian ini berjumlah 27 atribut dan sampel pada penelitian ini berjumlah 72 responden. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan nilai IPA sebesar 0,95 atau 95% berada pada nilai Tki<100%.
ANALISIS PENERAPAN DINDING SANDWICH DENGAN VALUE ENGINEERING PADA PEMBANGUNAN KANTOR LURAH AHUSEN KECAMATAN SIRIMAU KOTA AMBON Tuasikal, Zainal A; Buyang, C G; Sangadji, Fauzan A
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.13-19

Abstract

Pada pembangunan sebuah gedung, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dihitung setelah perhitungan konstruksi bangunan. Hal tersebut terkait dalam pemilihan desain dan bahan yang digunakan dalam perencanaan bangunan konstruksi tersebut. Dalam pelaksanaannya, sering kali ditemukan berbagai kendala seperti kelebihan biaya yang mungkin akan merugikan pihak-pihak terkait dalam suatu pembangunan konstruksi. Seperti halnya dalam Proyek Pembangunan Kantor Lurah Ahusen Kecamatan Sirimau Kota Ambon yang memiliki biaya pekerjaan arsitektur lebih tinggi dibandingkan pekerjaan struktur. Untuk mencegah kelebihan biaya pada pekerjaan arsitektur tersebut, maka dilakukanlah suatu studi analisis dengan mencari alternatif material yang lebih murah agar kelebihan biaya pada pekerjaan arsitektur tersebut dapat di minimalisir. Salah satunya ialah dengan melakukan penerapan rekayasa nilai (value engineering). Metode penelitian ini menggunakan metode value engineering dengan 6 tahapan job plan yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap Analisa fungsi, tahap evaluasi, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari besar penghematan biaya material sandwich panel dengan value engineering. Pada proyek pembangunan Kantor Lurah Ahusen terdapat satu item pekerjaan yang direkayasa nilai yaitu pekerjaan dinding. Berdasarkan hasil analisa rekayasa nilai (Value engineering) dengan enam tahap job plan, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisis fungsi tahap evaluasi, tahap pengembangan, dan tahap rekomendasi. Didapat penghematan menggunakan alternatif material sandwich panel pada pekerjaan arsitektur dinding sebesar Rp. 137,241,650.00 atau 50,86 %, dari desain awal dengan selisih biaya penghematan yaitu sebesar Rp. 71,821,118,38, dari total biaya pekerjaan dinding yaitu Rp.209.062.768,38
DAMPAK REKLAMASI PANTAI TERHADAP LINGKUNGAN FISIK DAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KOTA TERNATE Kusman, Muhammad Reza; Darwis, Fitro; Mulya, Elfira Resti; Idrus, Sukarmin
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.20-25

Abstract

Reklamasi pantai menjadi salah satu solusi untuk mengatasi terbatasnya lahan di daerah pesisir, namun dampaknya terhadap lingkungan fisik dan sosial ekonomi masyarakat perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak reklamasi pantai terhadap lingkungan fisik dan sosial ekonomi masyarakat di wilayah kepesisiran Kota Ternate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reklamasi pantai di Kota Ternate membawa dampak positif dan negatif, baik terhadap lingkungan fisik maupun sosial ekonomi. Dampak negatif terkait dengan perubahan ekosistem pesisir, pengurangan ruang terbuka hijau, serta hilangnya sumber mata pencaharian tradisional. Namun, dampak positifnya mencakup peningkatan sektor pariwisata dan pertumbuhan infrastruktur. Penelitian ini menyarankan perlunya pengelolaan reklamasi yang berkelanjutan agar dampaknya tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.
PENILAIAN KERUSAKAN PANTAI DI KECAMATAN LEIHITU BARAT DAN PRIORITAS PENANGANANNYA Sipiel, Febrian Alexander; Warniyati, Warniyati; Sihombing, Tri Octaviani; Tutkey, Monica R
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.26-33

Abstract

Penilaian tingkat kerusakan bangunan pelindung pantai merupakan tahap awal dari bagian dari perencanaan Pengeloalan daerah pantai, dalam rangka pengaturan, pencegahan, perlindungan dan rehabilitasi kerusakan lahan, infrastruktur dan prasarana umum di daerah pantai. Penilaian tingkat kerusakan pantai dibutuhkan untuk menentukan prioritas kerusakan pantai yang memerlukan penanganan segera. Dalam penelitian ini dilakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan daerah pantai dan penentuan prioritas penanganannya pada Wilayah Pengamanan Pantai di Kecamatan Leihitu Barat. Daerah pantai di Kecamatan Leihitu Barat terdiri dari 5 negeri/desa dan dibagi menjadi 41 segmen. Setiap segmen bangunan pelindung pantainya pada setiap negeri/desa dipisahkan oleh muara sungai atau ujung dari bangunan pelindung pantai tersebut. Penelitian ini dilakuak dengan pengumpulan data kerusakan bangunan pantai, analisis data, pembobotan tingkat kerusakan daerah pantai dan tingkat kepentingan pantai, serta penentuan prioritas penanganannya. Parameter-parameter kerusakan pantai yang dianalisis meliputi kerusakan/kegagalan bangunan pantai berdasarkan Pedoman Penilaian Kerusakan Pantai dan Prioritas Penangannanya dengan kode EA-2. Berdasarkan hasil penilaian kerusakan daerah pantai, penilaian tingkat kepentingan dan penentuan prioritas penanganan, didapatkan bahwa kerusakan/kegagalan bangunan pantai yang sangat amat diutamakan penanganannya adalah, Negeri Hatu pada segmen V, VI dan segmen VII, Negeri Allang pada segmen IV, dan Negeri Larike yaitu pada segmen III dan VII. Penanganan yang disarankan adalah rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan pelindung pantai.
PENGARUH PANJANG PIPA EVAPORATOR R-32 TERHADAP UNJUK KERJA UNIT PEMBUAT ES Mulyadi, Zulrizal; Tupamahu, Cendy S.E; Tentua, Benjamin G.
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.34-39

Abstract

Pada mesin refrigerasi siklus kompresi uap (SKU), pipa evaporator merupakan alat yang berfungsi menurunkan suhu udara atau cairan melalui proses penguapan refrigeran. Oleh sebab itu ukuran panjang pipa evaporator dapat mempengaruhi kinerja dari sebuah mesin pendingin. Penentuan panjang pipa evaporator yang paling optimal diperlukan untuk mencapai temperatur evaporasi yang lebih rendah, efek pendinginan, dan coefficient off performance (COP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi panjang pipa evaporator terhadap unjuk kerja unit pembuat es menggunakan refrigerant R-32. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan memvariasikan panjang pipa evaporator 12,16 dan 20 meter yang di tempatkan didalam coolbox berkapasitas 100 Liter dan dicelupkan pada larutan brine 23% basis massa garam. Hasil perhitungan pengaruh panjang pipa evaporator terhadap unjuk kerja unit pembuatan es yaitu untuk panjang pipa evaporator 12 meter COP sebesar 3,412, panjang pipa evaporator 16 meter COP sebesar 3,401 dan untuk panjang pipa evaporator 20 meter COP sebesar 3,383. Dapat disimpulkan bahwa variasi panjang pipa evaporator dengan nilai COP optimal pada panjang pipa evaporator 12 meter dengan nilai COP sebesar 3,412 dengan nilai kerja kompresi (wk) sebesar 76,050 kJ/kg dan temperatur evaporasi sebesar 11,09℃ dan semakin panjang pipa evaporator semakin menurun nilai COP.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN DR. SIWABESSY BERDASARKAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN TAHUN 2024 Lawalata, Christini; Metekohy, Juliet G; Wangean, Febrino
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.40-47

Abstract

Jalan merupakan infrastruktur utama dalam pengembangan wilayah yang mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan mobilitas masyarakat. Jalan Dr. Siwabessy yang berlokasi di depan PDAM merupakan salah satu jalan utama dengan peran strategis dalam mendukung arus lalu lintas serta mobilitas penduduk di Kota Ambon. Dalam beberapa tahun terakhir, perkerasan lentur pada jalan tersebut mengalami kerusakan berupa retakan, lubang, dan deformasi yang disebabkan oleh ketidakmampuan menahan beban kendaraan berat dan kondisi cuaca ekstrem dan adanya tempat pengisian air disamping jalan yang mengakibatkan jalan sering terendam air. Kondisi ini menimbulkan keluhan masyarakat dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tebal perkerasan kaku yang optimal sebagai alternatif pengganti perkerasan lentur dengan menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan Tahun 2024. Data primer yang diperoleh yaitu data lalu lintas harian rata-rata (LHR) dan pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk mendapatkan nilai California Bearing Ratio (CBR). Analisis dilakukan untuk menentukan ketebalan perkerasan optimal dengan mempertimbangkan faktor kondisi tanah dasar, beban lalu lintas, serta spesifikasi material yang digunakan dengan umur rencana 40 Tahun Hasil penelitian. Diperoleh nilai CBR sebesar 3,07%, sehingga memerlukan perbaikan tanah dasar setebal 400 mm. untuk mencapai CBR desain 10%, Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN) untuk umur rencana 40 tahun sebesar 18.007.796, sehingga diperoleh tebal yaitu: Tebal beton semen 250 mm, Lapis fondasi beton kurus 150 mm, Lapis Drainase Agregat kelas A 200 mm dan Timbunan pilihan berbutir kasar 200 mm.
PENGARUH SOUND LEVEL TERHADAP KETEBALAN REINFORCE FIBRE GLASS PLASTIC PADA JARAK TUMPUAN 400 mm de Fretes, Eliza R.; Kelwulan, L. M.; Pelupessy, D. S.
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.48-53

Abstract

Ketebalan Pelat Fibre Reinforce Plastik (FRP) glass menentukan kekuatan konstruksi dari suatu kapal, selanjutnya mempengaruhi kekuatan kapal dan berpengaruh pada umur pakai kapal. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat kruisal bagi pemeilik kapal jika pengawasannya tidak serius dengan seksama diperhatikan, dalam beberapa masalah kapal yang terbuat dari FRP untuk menguji ketebalan pelat dilakukan pelobangan yang sangat berpengaruh pada kebocoran suatu kapal, apalagi pada kapal yang sedang beroperasi di laut. Gauge thicness yang ada di pasaran digunakan untuk mengukur ketebalan benda yang mempunyai permukaan yang licin atau bersih tanpa ada pori-pori. Untuk kapal yang mempunyai permukaan tidak mulus atau sebelahnya mulus dan bahagian lainnya tidak mulus terutama untuk kapal-kapal yang terbuat dari FRP, dimana pada satu sisi mulus karena adanya gelcoat sedangkan sisi yang lain tidak mulus. Metode yang dilakukan eksperimental dengan mengukur tingkat menvariasikan ketebalan FRP tanpa menggunakan damping dengan besar sound level yang dihasilkan. Hasil yang diperoleh adalah persamaan antara ketebalan dan sound level pada jarak 50 mm dan 100 mm. Yaitu Persamaan untuk jarak tumpun 400 mm dengan jarak sound level meter 50 mm pada sisi depan (coating) adalah tebal = 0,5429SL3 + 172,99SL2-18375 SL + 650671 dengan nilai R2=0,9997, untuk jarak tumpun 400 mm dengan jarak sound level meter 50 mm pada sisi belakang yang tidak ada coating (coating) adalah tebal 0,1322SL4 - 57,894SL3 + 9505SL2 – 693487SL + 2E+07 denan nilai R2 = 0,9951, untuk jarak tumpun 400 mm dengan jarak sound level meter 1000 mm pada sisi depan (coating) adalah tebal = 4,0234SL2-814,77SL+41253 dengan nilai R2= 0,9989, untuk jarak tumpun 400 mm dengan jarak sound level meter 1000 mm pada sisi belakang (tidak ada coating ating) adalah tebal = -17,094SL3 + 5241SL2 – 535648SL + 2E+07 dengan nilai R2= 0,9994 dapat disimpulkan bahwa makin besar jarak sound level meter terhadap benda kerja maka makin kecil besarnya sound level meter, keudukan permukaan material juga sangat berpengaruh pada besarnya sound level meter.
ANALISA PENGARUH KOMPOSISI PASIR SUNGAI NEGERI MAMALA TERHADAP KUAT TEKAN BATAKO latukau, Chairia; uzda, Rabiyatul; latuconsina, Ishak
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.54-64

Abstract

Batako adalah salah satu unsur bangunan berbentuk bata yang komposisi campuran utamanya berupa semen portland, air, dan agregat yang umumnya digunakan sebagai bahan dinding non-struktural. Selain komposisi campuran, yang mempengaruhi kualitas batako adalah jenis pasir yang digunakan, ada banyak jenis pasir yang ada di Kota Ambon salah satunya adalah pasir gunung negeri mamala. Berdasarkan hasil survei pada beberapa tempat produksi batako di Kota Ambon, Produsen batako cenderung kurang cermat dalam memperhatikan komposisi campuran yang digunakan, sehingga hal ini dapat mempengaruhi kualitas dari batako yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kelas batako berdasarkan nilai kuat tekan. Penelitian ini dilakukan dengan menguji kuat tekan dan penyerapan air batako dengan menggunakan lima buah sampel dari empat varian komposisi, dengan rasio perbandingan semen dan pasir 1: 6 antara pasir di cuci, 1:6 pasir tidak dicuci. 1 : 8 pasir dicuci 1 : 8 pasir tidak dicuci.
MACHINE LEARNING-BASED HIERARCHICAL CLUSTERING FOR PRIORITY CCUS ZONES IN INDONESIA Imasuly, Geovanny B.; Latuny, Wilma; Rikumahu, Marcia V.
ALE Proceeding Vol 7 (2025): Archipelago Engineering (ALE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.7.2025.65-75

Abstract

Indonesia's upstream oil and gas industry is facing significant challenges due to climate change, alongside the global shift toward clean energy transition to reduce CO₂ emissions and achieve the Net Zero Emission target by 2060. One of the key strategies in this effort is the implementation of Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).The adoption of the CCUS program is an integral part of SKK Migas' strategic plan to reach a production target of 1 million barrels of oil per day (BOPD) and 12 billion standard cubic feet of natural gas per day (BSCFD) by 2030. This study applies machine learning-based hierarchical clustering to analyze and classify CCUS project zones in Indonesia, utilizing data from the IEA CCUS Projects Database 2024. The methodology includes data collection, pre-processing, and clustering using a hierarchical algorithm to group projects with similar characteristics in CCUS implementation. The clustering process, interpreted through a dendrogram, considers key factors such as Announced Capacity (Mt CO₂/yr) and Estimated Capacity by IEA (Mt CO₂/yr). The Silhouette Coefficient after applying hierarchical clustering is 0.746, indicating well-defined cluster separation. The findings of this study provide valuable insights into the relationships among CCUS projects in Indonesia, categorizing them into priority zones. Additionally, this research supports strategic decision-making regarding CCUS project development, contributing to the achievement of the Net Zero Emission target and long-term energy security.