cover
Contact Name
Nurul Kusumawardani
Contact Email
nurul.kusumawardani@almaata.ac.id
Phone
+6281902808231
Journal Mail Official
inpharnmed.journal@almaata.ac.id
Editorial Address
Jl. Brawijaya no.99, Tamantirto, Kasihan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal)
ISSN : 25806637     EISSN : 25807269     DOI : http://dx.doi.org/10.21927/inpharnmed
Core Subject : Health,
Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, , Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, and Alternative Medicines
Articles 156 Documents
Hubungan Efektivitas Pemberian Video Edukasi dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi Aprinda Nurul Janah; Dian Oktianti
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6485

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Penting bagi pasien untuk memahami instruksi pengobatan agar tingkat kepatuhan dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian video edukasi terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bergas. Metode penelitian ini menggunakan rancangan non randomized control group pretest posttest design. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Total Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 30 responden dengan 15 responden sebagai kelompok kontrol dan 15 responden sebagai kelompok perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan kuesioner MMAS-8 . Berdasarkan MMAS-8 di Puskesmas Bergas pada kelompok kontrol sebelum intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (86,7%), sedang (13,3%), dan tinggi (0%). Sedangkan sesudah intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (80,0%), sedang (20,0%), dan tinggi (0%). Pada kelompok perlakuan sebelum intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (73,3%), sedang (26,7%), dan tinggi (0%). Sedangkan sesudah intervensi menunjukkan kepatuhan rendah (13,3%), sedang (60,0%), dan tinggi (26,7%). Hasil kepatuhan minum obat pada kelompok intervensi berdasarkan MMAS-8 dilakukan uji menggunakan paired sample t-test dan diperoleh nilai p<0,001 0,00 (p<0,05). Video edukasi dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Bergas secara siginifikan.
Inovasi Lilin Aromaterapi Berbasis Bunga Ontel (Artocarpus altilis Linn.) sebagai Repelan Nyamuk Ramah Lingkungan Muhimmatul Khoiriyah; Sch. Ari Widiastuti; Aula Daning Yulianti; Dimas Rafi Arjanuar
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6566

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Data Dinas Kesehatan DIY menunjukkan fluktuasi kasus yang tajam dalam lima tahun terakhir, dengan peningkatan hingga 4.027 kasus pada tahun 2024 dan penurunan menjadi 1.429 kasus pada 2025. Kondisi ini menegaskan perlunya strategi pengendalian vektor Aedes aegypti yang lebih efektif, aman, dan ramah lingkungan. Metode konvensional seperti fogging dan obat nyamuk bakar menghadapi kendala resistensi serta potensi toksisitas, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan memformulasikan lilin aromaterapi berbasis bunga ontel (Artocarpus altilis Linn.)Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan bunga ontel sebagai bahan aktif. Formulasi lilin menggunakan parafin padat sebagai basis, asam stearat sebagai pengeras, dan minyak mawar sebagai pengharum. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, waktu bakar, uji efektivitas terhadap Aedes aegypti melalui pengukuran onset knockdown dan onset mortalitas, serta uji kesukaan responden. Data dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lilin yang dihasilkan berwarna krem, homogen, dan memiliki aroma esensial yang menenangkan, dengan waktu bakar ±3 jam, lebih lama dibandingkan lilin konvensional. Uji efektivitas menunjukkan onset knockdown dan onset mortalitas yang lebih cepat, yaitu pada rentang 10–20 detik setelah lilin dinyalakan, dengan tingkat mortalitas mencapai 70% setelah 5 menit paparan. Uji kesukaan menunjukkan bahwa 76,6% responden menyatakan suka hingga sangat suka terhadap aroma dan performa lilin.Simpulan: lilin aromaterapi berbasis bunga ontel berpotensi sebagai repelan alami yang efektif, aman, dan ramah lingkungan, serta dapat dikembangkan sebagai produk kesehatan preventif untuk mendukung pengendalian DBD di masyarakat.
Efektivitas Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah dan Meningkatkan Berat Badan Pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin Daru Estiningsih; Esti Nurwanti; Nurul Kusumawardani; Sri Suprapti
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6568

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus tipe 2 meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan fungsional. Porang (Amorphophallus oncophyllus) mengandung glukomanan yang berpotensi sebagai terapi adjuvan diabetes. Mengetahui efek pemberian tepung porang terhadap kadar glukosa darah dan berat badan tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Penelitian eksperimental dengan desain *pretest-posttest randomized controlled group design* menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif (glibenklamid 0,1 mg/kgBB), porang dosis 40 mg/kgBB, dan porang dosis 400 mg/kgBB. Diabetes diinduksi dengan STZ 45 mg/kgBB intraperitoneal. Pengukuran glukosa darah dilakukan hari ke-0, 7, dan 14, sedangkan berat badan diukur hari ke-0, 3, 7, 10, dan 14. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dilanjutkan uji LSD (p<0,05). Kelompok porang dosis 400 mg/kgBB menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan dari 386,00±24,99 mg/dL menjadi 101,00±21,60 mg/dL (p<0,05), serta peningkatan berat badan dari 130,00±3,24 g menjadi 147,25±12,12 g. Hasil ini setara dengan kelompok glibenklamid dan lebih baik dibandingkan kelompok porang dosis 40 mg/kgBB. Tepung porang dosis 400 mg/kgBB efektif menurunkan glukosa darah dan meningkatkan berat badan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ.
Analisis Kejadian Medication Error Tahap Prescribing dan Transcribing pada Peresepan Antibiotik Oral Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Umum X Tahun 2025 Made Laksmi Meiliana; Okta Puspita; Denny Ardhianto
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6575

Abstract

Resep merupakan permintaan tertulis dari tenaga medis kepada apoteker untuk menyiapkan dan menyerahkan obat kepada pasien sesuai ketentuan yang berlaku. Ketidaklengkapan informasi pada resep dapat memicu medication error, yaitu kesalahan dalam proses pengobatan yang berpotensi membahayakan pasien dan menimbulkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui kejadian medication error tahap prescribing dan transcribing peresepan antibiotik oral pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum X tahun 2025, serta mengidentifikasi persentase kejadian tertinggi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimental observasional dengan rancangan penelitian Cross-Sectional. Sampel adalah 96 pasien rawat jalan yang menerima resep antibiotik oral di instalasi farmasi pada periode Juni 2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan kejadian medication error ditemukan pada seluruh tahap. Persentase dari kejadian medication error persepan antibiotik oral pasien rawat jalan di rumah sakit X yaitu pada tahap prescribing sebesar 50,0% dari 14 indikator, pada tahap transcribing didapatkan hasil yang terjadi sebesar 37,5% dari 8 indikator dengan persentase tertinggi pada tahap prescribing. Kesimpulan penelitian ini terdapat kejadian medication error peresepan antibiotik oral pasien rawat jalan di rumah sakit X tahun 2025 pada tahap prescribing dan transcribing dengan persentase tertinggi pada tahap prescribing yaitu 50,0% kejadian
Analisis Adverse Drug Reaction (ADR) Pengobatan Diabetes Melitus Nefropati Terhadap Clinical Outcome di RSUD Panembahan Senopati Bantul Nurhasanah Nurhasanah; Eva Nurinda; Sofyan Indrayana; Diki Aprianto A; Adhi Gunawan; Ari Susiana Wulandari; Muhimmatul Khoiriyah; Wahyu Yuliana Solikhah; Sundari Desi; Ade Puspitasari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6630

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis atau gangguan metabolisme kronis multifaktorial, ditandai dengan tingginya kadar gula darah terkait gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, protein akibat malfungsi insulin. Komplikasi yang ditimbulkan dari Diabetes Melitus akan menyebabkan pasien sebanyak 20% hingga 40% mengalami nefropati diabetik atau gagal ginjal stadium akhir. Dalam mengatasi konsekuensi akibat nefropati, maka obat merupakan pilihan yang diambil. Dari obat yang diberikan mempunyai efek obat berbeda setiap pasien, karena setiap obat memiliki mekanisme kerja dan tempat kerja yang berbeda yang akhirnya menyebabkan perubahan respon obat dan munculnya ADR. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Adverse Drug Reaction (ADR) pada diabetes melitus nefropati terhadap outcome klinik di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian berupa penelitian non eksperimental dengan menggunakan teknik retrospektif yaitu pengamatan kasus dari rekam medis pasien. Metode pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara ADR dengan clinical outcome berdasarkan nilai GDS pada pasien DM nefropati di RSUD Panembahan Senopati Bantul di hari pertama dan ketiga yang di tunjukan oleh nilai p value 0,621 dan 0,728 (p>0,05). Mayoritas responden mengalami ADR dari pengobatan yaitu sebanyak 37 responden (58,7%), sedangkan 26 responden (41,3%) lainnya tidak mengalami ADR dari pengobatan
Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Kadar Fenolik Total Ekstrak Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dengan Pelarut Etanol 70%, Etanol 96% dan n-Heksana Emelda Emelda; Yulia Mita Widyaningrum; Yuliani Setyaningrum; Ani Octaviani; Dewi Arnani Yuliana; Dhania Rizki Ahsanah; Dheka Ristana Seyawati; Faizah Nesya Ali Nur Aisyah; Febby Trianingsih; Rizal Fauzi
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6642

Abstract

Pandan wangi merupakan  jenis tumbuhan monokotil dari famili Pandanaceae dengan aroma wangi yang khas.  Daun pandan memiliki khasiat sebagai antibakteri, antidiabetes anti kanker, antioksidan, penambah nafsu makan dan biasa digunakan sebagai pemberi warna hijau pada masakan.  Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penetapan kadar flavonoid total dan kadar fenolik total ekstrak daun pandan dengan berbagai jenis pelarut yaitu pelarut etanol 70%, etanol 96% dan pelarut n-heksana.  Ekstrak diperoleh dengan maserasi menggunakan masing-masing pelarut (etanol 70%, etanol 96% dan n-Heksana).Pengujian kadar flavonoid total dan kadar fenolik total dengan metode Spektrofotometri UV-Vis.   Hasil pengujian kadar flavonoid total pada ekstrak pandan wangi dengan pelarut etanol 70%, etanol 96% dan n-Heksana masing-masing adalah 48,081 ± 1,256 mgQE/gram; 59, 413 ±. 0,116   mgQE/Gram; dan 4,544 ±.0,120 mgQE/Gram. Sedangkan hasil pengujian kadar fenolik total masing-masing adalah  104,645± 2,824 mgGAE/Gram; 56,917 ± 15,272 mgGAE/Gram; 0,199 ± 0,198 mgGAE/Gram.   
ANALISIS KORELATIF ATORVASTATIN TERHADAP FLUKTUASI GULA DARAH DAN PROFIL RESIKO KARDIOVASKULER PADA PASIEN STROKE ISKEMIK Erni Anikasari; Alissya Okta NA; Ade Giriayu Anjani; Fentyana Dwi Rilawati; Shofiatul Fajriyah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v10i1.6943

Abstract

Background: Stroke involves a rapid onset of neurological deficits that last for 24 hours or more or lead to death. While Atorvastatin is highly effective for secondary prevention in ischemic stroke patients, it may cause a diabetogenic side effect that can raise blood glucose levels. Objective: This study aims to assess the immediate changes in Random Blood Glucose (RBG) levels after starting Atorvastatin therapy in hospitalized ischemic stroke patients with a history of diabetes mellitus and hypertension. Methods: This was a retrospective, descriptive cohort study using purposive sampling. The sample included adult inpatients diagnosed with ischemic stroke, known diabetes mellitus, and hypertension who were prescribed Atorvastatin at Bhayangkara Hospital from January to June 2024. Patients with incomplete medical records were excluded. RBG levels were monitored over a short-term period of 3 days. Data were analyzed using descriptive statistics and a paired t-test to compare glucose levels before and after therapy. Results: Of the 28 eligible patients, most were male (16; 57.1%) and aged 55–64 years (15; 53.6%). The most common profile included ischemic stroke, diabetes mellitus, hypertension, and dyslipidemia (8 patients; 28.6%). The paired t-test showed no statistically significant difference between baseline and 3-day post-treatment RBG levels (p = 0.993; p > 0.05). Conclusion: In this small cohort, short-term (3 days) Atorvastatin therapy did not significantly increase RBG levels in ischemic stroke patients with diabetes mellitus. However, due to the small sample size (n=28) and short observation period, these results cannot be generalized, as long-term effects of statins on blood glucose usually take longer to manifest.
Evaluation of Hospital Pharmacy Information System Using the PIECES Framework at Dr. Adhyatma General Hospital Sri Suwarni; Eleonora Maryeta Toyo; Ari Widhiarso Widhiarso; Heru Dwi Purnomo; Big Greogory Kaitelapatay; Samuel Budi Harsono
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v10i1.6971

Abstract

Background: Information systems played a crucial role in improving efficiency and service quality in hospital pharmacy management. Effective medication management was essential to prevent medication errors and ensure medication availability. However, comprehensive, multidimensional evaluations remained limited. The PIECES framework was selected for its comprehensive assessment of system Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, and Service. Objective: This study evaluated the implementation of the Hospital Management Information System (SIMRS) at the Dr. Adhyatma General Hospital pharmacy using the PIECES framework and analyzed its correlation with user satisfaction. Methods: A non-experimental mixed-methods study was conducted using direct observations and expert-validated questionnaires. Using a total sampling method, 12 pharmacy staff members actively involved in medication management were included. Descriptive statistics were used to compute the PIECES dimension mean scores, and Spearman’s rank correlation was used to analyze their association with user satisfaction (p < 0.05). Results: The evaluated system demonstrated satisfactory capabilities across all PIECES dimensions, with an overall mean score of 4.19. The Information dimension scored highest (4.32), while Efficiency scored lowest (4.07), indicating a specific need to optimize workflow and usability. All dimensions were significantly and positively correlated with user satisfaction. Performance showed the strongest correlation (ρ = 0.82; p = 0.001), whereas Service showed the weakest, yet significant, association (ρ = 0.58; p = 0.041). Conclusion: The implementation of SIMRS effectively optimized pharmaceutical service management, operational efficiency, and clinical data accuracy. Due to limitations, including the small sample size and single-center design, the study recommended subsequent multicenter research with larger cohorts to validate these findings.
EKSTRAK BUAH Morinda citrifolia L. SEBAGAI BAHAN BIOAKTIF DALAM GEL TABIR SURYA: FORMULASI DAN ANALISIS NILAI SPF Dewi Dianasari; Nuri; Siti Muslichah; Endah Puspitasari; Anisatul Himmah; Cempaka Maryami Rakasiwi
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v10i1.6976

Abstract

Background: Exposure to ultraviolet (UV) radiation can cause skin damage. To mitigate this, sun protection is needed. Noni fruit (Morinda citrifolia L.) has the potential to protect the skin due to secondary metabolites, namely phenolics and flavonoids. Both possess antioxidant and UV-absorbing properties, contributing to the extract's photoprotective activity and sunscreen potential. Objective: This study aims to determine the optimal formula for sunscreen gel preparations using noni fruit extract, as well as the antioxidant capacity and SPF. Methods: The optimization used a 22-factorial design, with the tested response parameters including organoleptic properties, homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness, and viscosity. Results: Based on the research conducted, the optimal formula for the gel preparation is Carbopol at 1,959% and propylene glycol at 10,515%. The noni fruit extract gel at a concentration of 10% has an antioxidant capacity with an IC50 of 941,6100 ± 27,8651 μg/mL and an SPF of 21,1702 ± 0,7166. Conclusion: Noni fruit extract gel at a concentration of 10% has limited antioxidant activity but has a moderate SPF value for UV protection.
A Cross-Sectional Pharmacovigilance Study of Adverse Drug Reactions in Patients with Mental Health Disorders at the Social Rehabilitation Yogyakarta Chotijatun Nasriyah; Desy Amida RU
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v10i1.6978

Abstract

Background: Chronic mental health disorders require long-term psychopharmacotherapy, frequently necessitating complex psychotropic combination regimens that significantly elevate the risk of experiencing adverse drug reactions (ADRs).Objective: This study aimed to systematically identify specific ADR types, rigorously evaluate their clinical causality using the standardized Naranjo algorithm, and analyze the correlation between medication regimen complexity and the resulting causality scores.Methods: A descriptive, cross-sectional, observational study was conducted in July 2025 at the Social Rehabilitation Center Bina Karya and Laras (SRCBKL), Yogyakarta. A total sampling technique was successfully employed to recruit participants (N=27). Results: A total of 11 ADR types were identified, with drowsiness and tremors being the most prevalent clinical manifestations, affecting 85.2% of patients. Standardized causality analysis categorized 23 cases (85.2%) as possible, 3 (11.1%) as doubtful, and 1 (3.7%) as probable. Notably, the highest causality score was observed exclusively under clozapine monotherapy, whereas highly complex five-drug combination therapies were associated with doubtful classifications. Spearman’s rank correlation analysis revealed a moderate negative trend between the number of combined drugs within a regimen and Naranjo causality scores (), although this relationship was not statistically significant (). This negative correlation clinically highlights how overlapping side-effect profiles in combination therapies confound definitive drug-ADR attribution. Conclusion: ADRs are highly prevalent in psychiatric rehabilitation settings. While combination therapy remains a standard clinical necessity for complex cases, increasing regimen complexity significantly obscures causality assessments due to cumulative neuroreceptor blockades. These findings underscore the critical need for intensive pharmacovigilance and individualized medication monitoring to enhance patient safety and optimize therapeutic outcomes.