cover
Contact Name
Nurul Kusumawardani
Contact Email
nurul.kusumawardani@almaata.ac.id
Phone
+6281902808231
Journal Mail Official
inpharnmed.journal@almaata.ac.id
Editorial Address
Jl. Brawijaya no.99, Tamantirto, Kasihan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal)
ISSN : 25806637     EISSN : 25807269     DOI : http://dx.doi.org/10.21927/inpharnmed
Core Subject : Health,
Pharmaceutics, Biopharmaceutics, Drug Delivery System, Physical Pharmacy, Chemical Pharmacy, Pharmaceutical Technology, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Pharmacology and Toxicology, Pharmacokinetics, , Pharmaceutical Chemistry, Pharmaceutical Biology, Community and Clinical Pharmacy, Regulatory Affairs and Pharmaceutical Marketing Research, and Alternative Medicines
Articles 146 Documents
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Gel Ekstrak Etanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Bahun, Nur Rohma Inayah; Fatmawati, Annisa; Jannah, Nurul; Bachri, Moch. Saiful
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5136

Abstract

Penuaan dini adalah proses penuaan kulit yang terjadi lebih cepat dari seharusnya, disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, terutama radikal bebas. Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan daun kelor (Moringa oleifera Lam) mengandung flavonoid seperti kuersetin, apigenin, rutin, kaempferol, hesperidin, dan nobiletin yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antioksidan formulasi gel kombinasi ekstrak daun jeruk nipis dan daun kelor dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Ekstraksi dilakukan melalui maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasi menjadi sediaan gel. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan evaluasi sifat fisik dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil evaluasi menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik gel, meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, dan daya sebar. Aktivitas antioksidan formula I (1:1) adalah 80,04 ppm, formula II (1:2) 143,67 ppm, formula III (2:1) 94,21 ppm, dan basis gel 328,26 ppm. Formula I dan III tergolong sebagai antioksidan kuat, sedangkan formula II tergolong antioksidan sedang. Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun jeruk nipis dan daun kelor dalam sediaan gel memiliki potensi sebagai antioksidan, terutama formula I dan III
Standardisasi Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Serbuk Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Osbeck) Ningsih, Nurfidiatun; Wulandari, Ari Susiana; Gunawan, Adhi
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5138

Abstract

Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Osbeck) merupakan salah satu varietas jeruk lemon yang ditanam secara komersial di Indonesia. Kebanyakan limbah kulit jeruk lemon hanya dibuang begitu saja, tampa dimanfaatkan secara optimal. Untuk menangani masalah sampah, salah satu usaha yang sering dilakukan yaitu mengolah atau mendaur ulang sampah menjadi produk atau bahan yang berguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah serbuk kulit jeruk lemon (KJL) (Citrus limon (L.) Osbeck) telah memenuhi standarisasi parameter spesifik dan non spesifik. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Standarisasi yang dilakukan ada dua yaitu standarisasi spesifik dan non-spesifik. Standarisasi spesifik terdiri dari uji identitas, organoleptik, dan kadar senyawa larut air dan etanol. Standarisasi non spesifik meliputi uji susut pengeringan, kadar air, dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa parameter spesifik organoleptis hasil berbentuk serbuk, warna kuning pucat, bau khas dan rasa pahit, penetapan senyawa larut air dengan hasil 9,3382% dan senyawa larut etanol dengan hasil 5,480%. Parameter non-spesifik didapatkan nilai rata-rata susut pengeringan 3,09 %, kadar air 6,26%, dan penetapan kadar abu 1,315%.
Penetapan Parameter Spesifik, Non-Spesifik, Penetapan Kadar Flavonoid Total, Fenolik Total Ekstrak Aseton Daun Pandan Wangi (Pandanus amarillyfolius Roxb) Sukmawati, Dewi Lanjar; Dwijaya, Diferens Putra; Saksono, Dimas Adityo; Riftina, Dita; Desi, Sundari
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5139

Abstract

Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) merupakan salah satu obat tradisional yang termasuk dalam genus pandanus dari suku Pandanaceae. Daun pandan memiliki manfaat yang berupa , menghitamkan rambut, menghilangkan ketombe, mengatasi rambut rontok, lemah saraf, tidak nafsu makan, rematik, sakit disertai gelisah, serta mengatasi pegal linu. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan ekstraksi, fraksinasi, dan standarisasi parameter spesifik dan non- spesifik ekstrak aseton dari  Daun pandan wangi, melakukan skrining fitokimia dan identifikasi dengan kromatografi lapis tipis, dan serta untuk menetahui kadar fenolik dan flavonoid total. Hasil uji parameter spesifik ekstrak aseton Daun pandan wangi berupa ekstrak kering, dangan warna hijau kecoklatan, berbau khas ekstrak, dan memiliki rasa yang pahit. Hasil Ekstrak aseton Daun pandan wangi memiliki kadar senyawa larut air 0,018% dan etanol 0,004%. Hasil skrining fitokimia menunjukan ekstrak daun pandan wangi positif mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Hasil kromatografi lapis tipis yang diamati dibawah sinar UV 254nm didapatkan hasil nilai RF 0,9375. Hasil uji parameter non-spesifik menunjukan susut pengeringan sebesar 1,52%, hasil bobot jenis 1,398 gr/ml, kadar abu 3,01% dan kadar abu tidak larut asam 0,108%. Hasil penetapan kadar flavonoid total  dan penetapan kadar fenolik total.
Kepuasan Pasien Umum dan Pasien BPJS Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit (RS) X Wilayah Bantu Ismail, Deni; Dwinta, Eliza; Putri, Imram Radne Rimba; Effendie, Elvy; Fauzi, Rizal
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v8i2.5229

Abstract

Penggunaan obat dengan peresepan merupakan hal yang penting dalam pelayanan kesehatan untuk tercapainya terapi pengobatan dan kepuasan pasien. Apoteker harus melakukan pengkajian resep sesuai persyaratan administrasi, persyaratan farmasetik, dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Pelayanan kefarmasian didefinisikan sebagai kegiatan terpadu yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan pasien didapatkan dari apa yang dirasakan pasien sebanding atau lebih besar dari harapan mereka. Bila kinerja dibawah harapan, pasien akan sangat kecewa, sebaliknya jika kinerja sesuai harapan pelanggan akan sangat puas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui analisis kualitas pelayanan kefarmasian berdasarkan pola peresepan dan tingkat kepuasan pasien BPJS dan umum di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen berupa deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional pada pasien BPJS dan umum dengan analisa data analisis gap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian pada RS X Wilayah Bantul memiliki kualitas sedang (53,8%). Hasil kepuasan terhadap pelayanan tersebut adalah tidak terdapat nilai rata-rata gap yang berbeda antara pasien BPJS (-0,4) dan umum (-0,4). Gap terbesar dimiliki oleh pasien BPJS yakni -0,62 pada aspek ketanggapan, dan pada pasien umum ditemukan gap terbesar ada pada aspek jaminan yaitu sebesar -0,56. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RS X Wilayah Bantul memiliki kualitas sedang dan pasien merasa belum puas akan kualitas tersebut.
Review Artikel: Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Jamu untuk Pengobatan Suminingtyas, Ifa Aris; Herlina, Tetie; Suprapti, Sri
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5555

Abstract

Jamu merupakan bagian obat tradisional yang penggunaannya dilakukan secara turun temurun merupakan warisan leluhur yang sampai saat ini kelestariannya tetap terjaga. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang saintifikasi jamu nasional sebagai upaya untuk mendukung pemanfaatan jamu yang aman, efektif dan bermutu. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi literatur terhadap penelitian yang menyelidiki tentang perilaku masyarakat dalam penggunaan jamu dan efektifitas penggunaan jamu bila digunakan dalam pengobatan. Metode yang digunakan adalah pelaporan naratif. Pencarian artikel diambil dari database online di web https://garuda.kemdikbud.go.id , penelitian hanya dilakukan di Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2024. Kata kunci yang digunakan dalam penelitian adalah: penggunaan jamu, jamu untuk pengobatan, penggunaan jamu tradisional. Hasil penelitian menunjukkan perilaku masyarakat dalam penggunaan jamu dalam pengobatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat pendidikan, pekerjaan, informasi, sumber informasi, usia dan dukungan dari orang lain. Tingkat kepatuhan terhadap penggunaan jamu dapat meningkatkan keberhasilan terapi. Peran pemerintah dalam program otonomi daerah merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan inovasi pengelolaan jamu
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kualitas Hidup Pasien PROLANIS Program Rujuk Balik Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Hipertensi di Puskesmas Minggir pada Masa Pandemi COVID-19 Rahmawati, Dewi Astri; Nurinda, Eva; Kusumawardani, Nurul; Wahyuningsih, Wahyuningsih
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5862

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus terus meningkat setiap tahunnya dan menjadi perhatian khusus. Pengetahuan pasien yang meningkat akan meningkatkan kesadaran diri dari segi kesehatan, mengubah gaya hidup lebih sehat, patuh dengan terapi yang dijalankan yang akan meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dengan kualitas hidup pasien PROLANIS PRB (Program Rujuk Balik) diabetes mellitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional non eksperimental dengan rancangan penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling pada sebanyak 79 responden menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dan kuesioner WHOQoL-BREF, kemudian data dianalisis dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup responden baik sebesar 41 orang (51,9%) dan kualitas hidup buruk sebesar 38 orang (48,1%). Tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat tinggi sebesar 44 responden (55,7 %), dan rendah sebesar 35 responden (44,3%). Hasil uji Chi-square antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup pada domain tingkat pengetahuan penyakit p-value=0,232(p>0,05), domain tingkat pengetahuan penggunaan obat p-value=0,620 (p>0,05), tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat p-value=0,598 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan penyakit dan penggunaan obat dengan kualitas hidup pasien PROLANIS Program Rujuk Balik diabetes mellitus tipe 2 dengan hipertensi di Puskesmas Minggir.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Lipgloss Menggunakan Ekstrak Kering Buah Delima (Punica granatum) Januarti, Ika Buana; Inta, Icing Gustriani; Sholeh, Aries Badrus
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5930

Abstract

Ekstrak kering buah delima berpotensi sebagai bahan aktif dalam kosmetik, khususnya lipgloss yang berfungsi mempercantik sekaligus merawat bibir. Formulasi lipgloss dengan ekstrak delima ini diharapkan memberikan manfaat ganda, yaitu estetika dan perawatan kulit bibir yang lebih sehat.  Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan lipgloss menggunakan ekstrak kering buah delima (Punica granatum) dengan konsentrasi 5% (F1), 10%, (F2) dan 15% (F3). Evaluasi stabilitas fisik dilakukan selama 4 minggu terhadap parameter organoleptis, homogenitas, pH, dan viskositas. Hasil menunjukkan bahwa sediaan lipgloss dengan ekstrak delima memberikan warna merah muda yang bervariasi sesuai konsentrasi. F1, F2 dan F3 memiliki sifat fisik (organoleptik, homogen, pH dan  viskositas) yang memenuhi syarat. Penambahan ekstrak delima tidak menurunkan mutu fisik sediaan selama penyimpanan 4 minggu pada suhu kamar. Ekstrak delima dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam sediaan lipgloss dan memiliki stabilitas fisik yang baik
Tren Global Penelitian Toll-like receptor 4 pada Penyakit Kardiovaskular: Analisis Bibliometrik 2017-2025 Amukti, Danang; Estiningsih, Daru; Herlina, Tetie; Kusumawardani, Nurul; Puspitasari, Ade; Amalia, Latifa; Suminingtyas, Ifa Aris; Nurinda, Eva; Nuryanti, Sundari Desi; Wulandari, Ari Susiana; Pratami, Ria Indah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i1.5989

Abstract

Toll-like receptor 4 (TLR4) memiliki peran penting dalam patogenesis penyakit kardiovaskular (PKV) melalui mediasi respons inflamasi. Meskipun peran molekul ini semakin dikenal, belum ada kajian bibliometrik komprehensif yang mengulas tren global publikasi terkait TLR4 dalam konteks PKV secara sistematis. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika publikasi ilmiah global tentang TLR4 pada PKV dalam kurun waktu 2017–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari database Scopus dengan kata kunci “Toll-like receptor 4” dan “cardiovascular”, difilter berdasarkan judul, abstrak, dan kata kunci, serta dibatasi pada dokumen berbahasa Inggris. Sebanyak 1.939 dokumen dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix (R) dan VOSviewer untuk mengevaluasi tren publikasi, produktivitas penulis, kontribusi negara dan institusi, pemetaan kata kunci, dan artikel yang paling berpengaruh. Tiongkok mendominasi jumlah publikasi (592 dokumen), sementara Amerika Serikat mencatat pengaruh ilmiah tertinggi melalui kolaborasi internasional dan jumlah sitasi. Penulis paling produktif adalah Li Y dan Wang Y, sedangkan institusi teratas adalah Mashhad University dan Capital Medical University. Peta kata kunci menunjukkan empat klaster utama: inflamasi-imunitas, stres oksidatif-apoptosis, metabolisme, dan model hewan. Artikel paling disitasi berasal dari jurnal bereputasi tinggi seperti Signal Transduction and Targeted Therapy dan Nature Reviews Rheumatology. TLR4 merupakan target utama dalam penelitian multidisipliner dan translasi pada penyakit kardiovaskular. Hasil studi ini dapat menjadi acuan penting untuk perumusan strategi riset lanjutan dan kolaborasi global yang lebih terarah.
Formulasi Sediaan Body Scrub Berbahan Cangkang Telur Ayam dengan Penambahan Minyak Zaitun sebagai Pelembab Alami Suleman, Abdul Wahid; Indra, Sri Rahayu Putri; Irwan, Irwan; Pratiwi, Rizky Indah
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6131

Abstract

Body scrub sebuah perawatan tubuh yang disebut juga sebagai facial untuk tubuh. Penggunaan bahan dasar body scrub dengan menggunakan bahan bahan alam salah satunya cangkang telur ayam dan minyak zaitun karena memiliki kandungan CaCo3 yang bersifat abrasif yang membantu mengangkat sel kulit mati dan penambahan minyak zaitun bertujuan untuk meningkatkan kelembapan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cangkang telur ayam dengan penambahan minyak zaitun dapat dijadikan sebagai sediaan body scrub yang stabil dan mengetahui konsentrasi paling efektif untuk sediaan body scrub. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eskperimental laboratorium dimana cangkang telur ayam dan minyak zaitun diformulasikan menjadi sediaan body dimana cangkang telur ayam dihaluskan untuk digunakan sebagai scrub sedangkan minyak zaitun digunakan sebagai pelembab. Formulasi mempunyai tiga konsentrasi cangkang telur ayam yaitu konsentrasi 20%, 30%, 40% dan kontrol negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cangkang telur ayam dengan penambahan minyak zaitun) sediaan body scrub F1,F2,F3 dan Kontrol negatif dapat dijadikan body scrub yang stabil dalam fisika kimia dan dapat dijadikan sebagai sediaan body scrub dan konsentrasi paling efektif dari keempat formulasi yaitu formulasi denga konsentrasi 30% yang dilihat dari persentase kelembapan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Perbedaan Expired Date dan Beyond Use Date pada Sediaan Obat di RT 004/RW 009 Kelurahan Bambu Apus Rizki Imansari, Aulia Nadya; Rahmi, Junaida; Nembo, Marselina Astitin
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v9i2.6357

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara Expired Date (ED) dan Beyond Use Date (BUD) dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat, seperti penyimpanan yang tidak tepat atau penggunaan obat yang sudah tidak layak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang perbedaan Expired Date (ED) dan Beyond Use Date (BUD) pada sediaan obat di RT 004/RW 009 Kelurahan Bambu Apus, Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 92 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden penelitian ini berusia 36–45 tahun (29,3%), berjenis kelamin perempuan (64,1%), berpendidikan perguruan tinggi (67,4%), dan bekerja sebagai karyawan swasta (50%). Hampir setengah responden berjenis kelamin perempuan memiliki pengetahuan baik (47,5), sedangkan sebagian besar laki-laki (57,6%), usia 26–35 tahun (56,5%) , berpendidikan SMA (46,4%), dan yang bekerja sebagai PNS (66,3%) serta ibu rumah tangga (50,0%) memiliki pengetahuan cukup. Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori cukup (42,4%), baik (38,0%), dan kurang (19,6%). Dari penelitian ini didapatkan bahwa hampir setengah masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang perbedaan Expired date (ED) dan Beyond Use Date (BUD). Dari penelitian ini diharapkan masyarakat meningkatkan pemahaman mengenai perbedaan Expired Date (ED) dan Beyond Use Date (BUD) melalui edukasi yang lebih intensif, sehingga dapat meminimalisir risiko kesalahan penggunaan dan penyimpanan obat.