cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 363 Documents
Systematic Literature Review: Discovery Learning dan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar Muhammad Fajri; Panca Dewi Purwati; Nanik Wijayati; Decky Avrilianda
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis bukti empiris mengenai kontribusi discovery learning terhadap literasi sains siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA. Penelusuran artikel dilakukan melalui database Scopus dan Google Scholar pada rentang tahun 2019-2026 menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan discovery learning, scientific literacy, dan elementary school. Dari 775 artikel awal, diperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi setelah melalui proses deduplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta telaah full-text. Hasil sintesis menunjukkan bahwa discovery learning memberikan kontribusi positif terhadap literasi sains siswa sekolah dasar. Kontribusi tersebut terlihat pada peningkatan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar sains, serta kemampuan siswa dalam menafsirkan informasi dan bukti ilmiah. Efektivitas discovery learning juga cenderung lebih optimal ketika dipadukan dengan media digital, pendekatan etnosains, dan strategi literasi seperti Reading, Questioning, and Answering (RQA). Selain itu, keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran menjadi faktor penting yang memperkuat pengembangan literasi sains. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain penelitian yang lebih rigor, instrumen terstandar, serta konteks pembelajaran yang lebih beragam dalam pembelajaran IPAS sekolah dasar.
Pengembangan Bahan Ajar Etnomatematika Makanan Khas Mandar Berbantuan Digital pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Nurhasmawati Nurhasmawati; Hamzah Upu; Maya Sari Wahyuni
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4402

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan proses pengembangan serta menganalisis kualitas bahan ajar etnomatematika makanan khas Mandar berbantuan digital yang ditinjau dari tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive dengan jumlah peserta didik yaitu 10 uji coba terbatas dan 13 uji coba tahap I di kelas X SMK Negeri 1 Tappalang Barat. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli, lembar observasi keterlaksanaan dan aktivitas, angket respons peserta didik dan guru, serta tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata) dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan berhasil menghasilkan bahan ajar digital interaktif yang mengintegrasikan kearifan lokal kuliner Mandar ke dalam struktur materi SPLTV dan kualitas bahan ajar memenuhi kriteria valid dengan rata-rata skor 4,0–4,1; memenuhi kriteria praktis dengan rata-rata skor keterlaksanaan pembelajaran sebesar 1,8; serta memenuhi kriteria efektif melalui perolehan N-Gain yaitu 0,80 (kategori tinggi), tingkat aktivitas sebesar 88%, dan respons peserta didik sebesar 88%. Implikasi dari penelitian ini adalah tersedianya sumber belajar inovatif yang tidak hanya mengoptimalkan hasil belajar melalui pemanfaatan teknologi, tetapi juga berperan strategis dalam menumbuhkan apresiasi serta melestarikan identitas kebudayaan daerah bagi peserta didik di lingkungan pendidikan.
Implementasi Gamifikasi dalam Pembelajaran Matematika di Kelas VIII SMP Shidqia Islamic School: Analisis Deskriptif Kualitatif Taofik Hidayat; Edi Syanjaya; Aris Rahman; Muhamad Ali Muhdi; Assaeful Munawirudin; Hanif Amin; Lasia Agustina
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4405

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi gamifikasi dalam pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Shidqia Islamic School, mencakup proses implementasi, respons siswa, dan kendala yang dihadapi guru. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru matematika, angket respons siswa (25 butir, skala Likert 4 poin), dan dokumentasi. Angket diberikan kepada 29 siswa dari dua kelas (8 Andalusia dan 8 Sevilla). Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil menunjukkan gamifikasi telah diimplementasikan secara terstruktur menggunakan elemen poin, leaderboard, level, dan tantangan melalui platform Kahoot!, Quizizz, dan Wordwall. Respons siswa secara keseluruhan positif (rata-rata 3,21; 80,28%), dengan skor tertinggi pada aspek ketertarikan dan motivasi (3,45; 86,21%) dan terendah pada keterlibatan dalam pembelajaran (3,01; 75,17%). Kendala utama adalah manajemen waktu, sementara infrastruktur teknologi bukan menjadi hambatan. Disimpulkan bahwa gamifikasi efektif meningkatkan motivasi siswa namun perlu perbaikan dalam perencanaan alokasi waktu. Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan model gamifikasi yang lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan pembelajaran matematika.
Pengaruh Media Pembelajaran Augmented Reality Terintegrasi PowerPoint Interaktif terhadap Pemahaman Konsep Kesebangunan Siswa Kelas VII SMPN 1 Monta Innes Komariah; Syarifudin Syarifudin; Nurrahmah Nurrahmah; Mariamah Mariamah; Nanang Diana; Arif Rahman Hakim
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran PowerPoint yang terintegrasi dengan Augmented Reality (AR) terhadap pemahaman konsep kesebangunan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain Non-Equivalent Control Group Design yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 30 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep (pretest–posttest), lembar validasi ahli, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, serta uji Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas relatif setara, dengan rata-rata pretest kelas kontrol 43,8 dan kelas eksperimen 45,0. Setelah perlakuan, rata-rata posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 75,8, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 69,3. Uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001) dengan effect size besar (Cohen’s d = -1,194). Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kelas eksperimen sebesar 56% dan kelas kontrol 45,50%, keduanya dalam kategori sedang. Dengan demikian, media PowerPoint berbasis AR terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep kesebangunan siswa.
Pengaruh Penerapan Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap Keterampilan Berpikir Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII SMPN 04 Tebo Epa Epa; Sugeng Kurniawan; Ayu Wandari
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4413

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP masih didominasi ceramah sehingga konsep sains terasa abstrak dan sulit dikaitkan siswa dengan kehidupan sehari-hari. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterampilan berpikir siswa, terutama pada materi sistem pencernaan yang menuntut kemampuan analisis dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Sains Teknologi Masyarakat terhadap keterampilan berpikir siswa kelas 8 SMP Negeri 04 Tebo. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest non equivalent control group dan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 25 siswa kelas eksperimen dengan model STM dan 23 siswa kelas kontrol dengan model konvensional, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t independen, dan analisis N-Gain. Hasil menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen 0,69 kategori sedang, lebih tinggi dari kelas kontrol 0,50. Uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,00 sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Model STM terbukti efektif meningkatkan keterampilan berpikir siswa karena pembelajaran dikaitkan dengan isu teknologi dan sosial di lingkungan. Disimpulkan bahwa STM dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran IPA yang bermakna di SMP. Rekomendasi penelitian lanjutan adalah menguji model STM pada materi dan jenjang berbeda serta mengembangkan instrumen keterampilan berpikir yang lebih spesifik per indikator.
Efektivitas Flipped Learning Berbasis Google Sites terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Struktur Bumi Fressa Aprilia Zahwa; Muhammad Bohori; Sriani Sriani
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4415

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa pada materi Struktur Bumi, khususnya akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model flipped learning berbasis Google Sites terhadap pemahaman konsep siswa serta mengevaluasi kualitas instrumen menggunakan analisis Rasch Model. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kesetaraan kemampuan akademik dan kesiapan pembelajaran digital siswa. Sampel penelitian terdiri dari 52 siswa kelas VIII SMP yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. kelas eksperimen menerapkan flipped learning berbasis Google Sites, sedangkan kelas kontrol menggunakan flipped learning tanpa Google Sites. Instrumen penelitian berupa 10 soal esai pemahaman konsep yang dianalisis menggunakan software Winsteps melalui pendekatan Rasch Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan siswa pada kelas eksperimen mencapai 0,96 logit, sedangkan kelas kontrol sebesar −1,26 logit. Hasil Wright Map juga menunjukkan mayoritas siswa kelas eksperimen berada pada wilayah logit positif. Dengan demikian, flipped learning berbasis Google Sites terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi Struktur Bumi.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Canva terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Peserta Didik Sekolah Dasar Fadilah Fadilah; Nadia Tiara Antik Sari; Alfiana Nurussama
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4418

Abstract

Penelitian ini berdasrkan rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik sekolah dasar yang dilihat dari peserta didik yang merasa kesulitan dalam mempelajari matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Canva terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik sekolah dasar pada materi mengukur dan membandingkan sudut. Kelas yang digunakan pada penelitian ini yakni kelas VB sebagai kelas eksperimen menggunakan model PBL berbantuan media Canva, sedangkan kelas VA sebagai kelas kontrol menggunakan model Cooperative Learning tipe STAD berbantuan media YouTube. Metode penelitian yang digunakan yakni kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent pre-test post-test control group dan teknik yang digunakan dalam pemilihan sampel yakni purposive sampling, sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 46 peserta didik dengan masing-masing sebanyak 23 peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran menggunakan model PBL berbantuan media Canva berpengaruh sebesar 37% terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik sekolah dasar. Kemudian berdasarkan hasil rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 79,02, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 66,20. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model PBL berbantuan media Canva memberikan pengaruh dan peningkatan yang lebih baik terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik sekolah dasar kelas V.
Pengaruh Model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Pemahaman Konsep pada Materi Sistem Pencernaan Aspiatul Rohmah; Muhammad Solihin; Nidia Zuhara
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4419

Abstract

Pembelajaran IPA masih sering berfokus pada hafalan sehingga pemahaman konsep peserta didik belum optimal, khususnya pada materi sistem pencernaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Pemanfaatan konteks nyata dalam pembelajaran masih belum dilakukan secara maksimal sehingga peserta didik kesulitan menghubungkan konsep dengan pengalaman nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman konsep peserta didik pada materi sistem pencernaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain pretest-posttest nonequivalent control group. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling di MTsN 2 Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, terdiri dari kelas VIII E sebagai kelas eksperimen dan VIII F sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 30 peserta didik. Instrumen penelitian berupa tes esai yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, N-Gain, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 86,32% berkategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 42,94% berkategori sedang. Hasil uji Mann-Whitney memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas. Oleh karena itu, model CTL berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik.
Pengembangan Media Monopoli pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Dyah Puji Lestari; Muhammad Zaki; Ulfa Adilla
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4420

Abstract

Keterbatasan fasilitas laboratorium IPA di MTs N 2 Bungo menyebabkan proses pembelajaran masih didominasi oleh penyampaian teori sehingga peserta didik kurang aktif dan mengalami kesulitan dalam memahami materi abstrak, khususnya Rotasi Bumi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual guna mendukung proses pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli pada materi Rotasi Bumi di kelas VII MTs N 2 Bungo serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan respons peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 27 peserta didik kelas VII D MTs N 2 Bungo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket praktikalitas guru, dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran monopoli memperoleh persentase validasi sebesar 95% dari ahli materi dan 92% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Uji praktikalitas oleh guru memperoleh persentase sebesar 92,5% dengan kategori sangat praktis, sedangkan respons peserta didik mencapai 88,85% dengan kategori sangat tertarik. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran monopoli dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran IPA karena mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan media pembelajaran pada materi IPA lainnya serta menguji efektivitasnya terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Eksperimen pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V Sekolah Dasar Herlita Novitasari; Muhammad Sabli; Selvia Nelis
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4423

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh kondisi empiris berupa belum optimalnya capaian hasil belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di Sekolah Dasar Alam Muara Bungo, yang bersumber dari dominasi paradigma pembelajaran berpusat pada guru sehingga mengakibatkan rendahnya keterlibatan aktif peserta didik serta belum berkembangnya konstruksi pemahaman terhadap konsep-konsep yang bersifat abstrak. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini diarahkan untuk mengintervensi kegiatan belajar melalui implementasi metode eksperimen sebagai strategi pedagogis yang lebih partisipatif dan berbasis pengalaman langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup tahapan sistematis meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi sebagai mekanisme perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Subjek penelitian terdiri atas 16 peserta didik dengan teknik pengumpulan data melalui tes hasil belajar dan observasi terstruktur terhadap aktivitas pembelajaran. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh (total sampling), karena seluruh peserta didik kelas V dijadikan subjek penelitian. Teknik ini dipilih mengingat jumlah populasi yang relatif kecil sehingga semua anggota populasi dilibatkan dalam penelitian.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketuntasan belajar, yaitu dari 31,25% pada prasiklus, meningkat menjadi 56,25% pada Siklus I, dan mencapai 81,25% pada Siklus II. Implementasi metode eksperimen juga memperlihatkan penguatan pada aspek afektif dan sosial, yang tercermin melalui peningkatan keaktifan, kolaborasi, serta antusiasme peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode tersebut efektif dalam mengoptimalkan hasil belajar secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penerapan metode eksperimen pada materi IPAS lainya maupun jenjang pendidikan yang berbeda agar diperoleh gambaran yang lebih luas mengenai efektivitas metode ini. Selain itu, penelitian berikutnya diharapkan dapat memadukan metode eksperimen dengan media atau model pembelajaran inovatif lainya untuk meningkatkan hasil belajar serta kemampuan berpikir kritis dan keaktifan peserta didik secara optimal.