cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 363 Documents
Inovasi Pembelajaran IPA Berbasis Game: Implementasi Media Domino Card untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII MTs Islamiyah, Suci; Sabli, Muhammad; Khamim, Siti
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4291

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konsep siswa. Keterbatasan penggunaan media dan alat peraga pembelajaran menyebabkan siswa kurang aktif dan mengalami kesulitan memahami materi yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa melalui pembelajaran berbasis permainan menggunakan media Domino Card. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas VIII B MTs Negeri 2 Bungo yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari 31% pada pra-siklus menjadi 59% pada siklus I dan meningkat menjadi 88% pada siklus II. Keaktifan siswa dalam pembelajaran juga meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Domino Card efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan penggunaan media Domino Card pada materi IPA lainnya.
Analisis Peran Kepala Sekolah dalam Mengoptimalkan Penggunaan Teknologi Digital di SDN 2 Talise Utari, Isma Dini; Gagaramusu, Yusdin Bin. M; Rahmawati, Dyah; Nashrullah, Nashrullah; Guci, Ammar Abdullah Joni
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4319

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tuntutan transformasi digital dalam pendidikan dasar yang menempatkan kepala sekolah sebagai aktor strategis dalam mendorong integrasi teknologi pada proses pembelajaran. Realitas di sekolah dasar menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya kompetensi digital guru, serta lemahnya budaya inovasi sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah, mengidentifikasi hambatan, serta mengkaji upaya optimalisasi penggunaan teknologi digital di SDN 2 Talise. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus. Teknik sampling menerapkan purposive sampling melalui pemilihan kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan yang terlibat langsung pada penggunaan teknologi digital. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah telah tampak pada aspek perencanaan, pengarahan, serta penyediaan fasilitas, tetapi implementasinya belum mampu mendorong transformasi pembelajaran digital secara optimal. Hambatan penelitian mencakup keterbatasan sarana, rendahnya kompetensi guru, resistensi terhadap perubahan, serta lemahnya manajemen perubahan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformasional dan supervisi akademik digital.
Pedagogical People Analytics Berbasis Artefak untuk Analisis Konseptual pada Pembelajaran Konfigurasi Elektron Rahmawati, Qoriah; Fadlullah, Fadlullah
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4331

Abstract

Pembelajaran kimia masih menghadapi tantangan dalam mengungkap proses berpikir siswa secara mendalam, terutama pada materi abstrak seperti konfigurasi elektron. Selama ini, learning analytics lebih banyak berorientasi pada data jejak perilaku belajar sehingga perkembangan pemahaman konseptual siswa belum tergambarkan secara utuh. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang mampu merepresentasikan proses berpikir siswa melalui bukti pembelajaran yang autentik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan kerangka Pedagogical People Analytics berbasis artefak pembelajaran untuk menganalisis perkembangan konseptual siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan melibatkan 32 siswa kelas X6 di SMAN 7 Tangerang Selatan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling pada materi konfigurasi elektron. Data dikumpulkan melalui artefak pembelajaran siswa pada setiap tahap pembelajaran dan dianalisis menggunakan pengodean terbuka, aksial, dan selektif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perkembangan konseptual siswa berlangsung melalui empat tahap, yaitu terfragmentasi, negosiasi makna, stabilisasi konsep, dan refleksi pemahaman. Artefak pembelajaran juga mampu memberikan gambaran autentik mengenai perkembangan proses berpikir siswa secara bertahap. Penelitian ini menegaskan bahwa Pedagogical People Analytics dapat menjadi pendekatan yang lebih kontekstual dan relevan secara pedagogis dalam mengungkap perkembangan konseptual siswa pada pembelajaran kimia.
Systematic Literature Review tentang Pendekatan Diferensiasi Berbantuan Media Digital Interaktif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Keterampilan Menulis Ilmiah Siswa SD Setyaningsri, Indang; Rusijono, Rusijono; Dewi, Utari
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4343

Abstract

Rendahnya motivasi belajar dan keterampilan menulis ilmiah siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran, terutama di era digital yang menuntut pembelajaran lebih adaptif, interaktif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi penerapan strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa sekaligus meningkatkan keterlibatan mereka dalam belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh pendekatan diferensiasi berbantuan media digital interaktif terhadap motivasi belajar dan keterampilan menulis ilmiah siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Data diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, dan ERIC dengan rentang tahun publikasi 2015–2024. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan diferensiasi mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa melalui penyesuaian konten, proses, dan produk pembelajaran. Sementara itu, media digital interaktif berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa melalui penyajian materi yang menarik, adaptif, dan interaktif. Integrasi kedua pendekatan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, yang ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi dan minat belajar siswa. Selain itu, keterampilan menulis ilmiah siswa juga mengalami peningkatan, terutama dalam aspek pengorganisasian ide, struktur penulisan, dan kemampuan menyampaikan gagasan secara sistematis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan diferensiasi berbantuan media digital interaktif merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan agar penelitian selanjutnya mengembangkan implementasi pendekatan diferensiasi berbantuan media digital interaktif melalui desain eksperimen yang lebih luas, melibatkan jenjang pendidikan berbeda, serta mengintegrasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk mendukung personalisasi pembelajaran secara lebih optimal.
Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Scratch Terintegrasi Problem Based Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa SMA Materi Energi Terbarukan Syafitri, Indriani; Putri, Desy Hanisa; Utama, Tiara Hardyanti
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4359

Abstract

Rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dan terbatasnya pemanfaatan sumber belajar interaktif yang dapat memfasilitasi pembelajaran bermakna merupakan pendorong utama penelitian ini. Penelitian berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis Scratch yang terintegrasi model Problem Based Learning (PBL) serta menilai kelayakan, efektivitas, dan respons siswa terhadap media yang dibuat pada materi energi terbarukan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE sebagai metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 35 siswa kelas X di sebuah SMA di Bengkulu Selatan, yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui lembar validasi ahli, tes kemampuan berpikir kritis, dan angket respons siswa. Analisis data menggunakan persentase kelayakan dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan media yang dikembangkan dengan rata-rata persentase sebesar 92,67% termasuk dalam kategori sangat layak. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran lebih tinggi dibandingkan sebelum pembelajaran dengan nilai N-gain sebesar 0,62 yang termasuk pada kategori sedang. Selain itu, rata-rata persentase respons siswa terhadap media Scratch sebesar 93,63%, berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar penelitian selanjutnya mengkaji penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch yang diintegrasikan ke dalam model PBL dalam skala yang lebih besar, baik dari segi ukuran sampel maupun tingkat pendidikan. Selain itu, pengembangan fitur media yang lebih interaktif, seperti penggabungan unsur gamifikasi atau umpan balik otomatis, diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian selanjutnya juga dapat berfokus pada dampak media ini terhadap kompetensi lain, seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan literasi digital, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas media yang dikembangkan.
Identifikasi Kesulitan Siswa Kelas V dalam Menyelesaikan Soal Pecahan Berdasarkan Perspektif Newman Fita Sabana Rahayu Rumayomi; Titi Anjarini; Ageng Triyono
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4184

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami informasi soal beserta menetapkan langkah penyelesaian menyebabkan kesalahan dalam proses penyelesaian soal matematika pada materi pecahan dilakukan oleh banyak siswa. Studi ini memiliki tujuan guna melakukan identifikasi terhadap tantangan yang dihadapi oleh siswa kelas V terhadap penyelesaian soal cerita pada materi pecahan menurut prosedur Newman. Studi ini mengimplementasikan metode deskriptif kualitatif dan dilakukan di SD Negeri Sindurjan Purworejo di semester pertama tahun ajaran 2025/2026. Subjek yang diteliti terdapat empat siswa yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling berlandaskan taraf kemampuan. Pengumpulan data melalui analisis dokumen berupa lembar jawaban siswa, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data merujuk pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahap mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, maupun menarik kesimpulan. Temuan penelitan ini memperlihatkan bahwasanya siswa melakukan kesalahan pada hampir seluruh tahap prosedur Newman, kecuali pada tahap membaca. Persentase kesalahan pada tahapan memahami, transformasi, serta keterampilan proses masing-masing sebesar 75%, sementara kesalahan penulisan jawaban akhir mencapai 100%. Kesalahan dalam keterampilan proses maupun penulisan jawaban akhir adalah yang paling dominan, yang disebabkan oleh minimnya keakuratan siswa dalam melaksanakan perhitungan dan juga tidak melakukan pengecekan terhadap hasil akhir. Hasil ini memperlihatkan diperlukannya pembelajaran yang cenderung berfokus pada keterampilan prosedural, pemahaman konsep, dan ketelitian terhadap penyelesaian soal cerita materi pecahan.
Pengembangan Majalah Augmented Reality (AR) untuk Mereduksi Miskonsepsi Siswa Sekolah Dasar pada Konsep Fotosintesis Tumbuhan Meiga Ristianto; Subuh Anggoro
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4228

Abstract

Masih banyaknya miskonsepsi siswa SD tentang fotosintesis menjadi dasar pengembangan majalah berbasis Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran yang interaktif. Kemampuan pemahaman konsep menjadi kunci penting dalam pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan majalah berbasis augmented reality untuk mereduksi miskonsepsi siswa pada materi fotosistesis tumbuhan. Jenis penelitian adalah research and development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu eksperimen dan kontrol masing-masing siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kedungbanteng dan SD Negeri 3 Kedungbanteng. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen menerapkan media majalah berbasis augmented realit sedangkan kelas kontrol menggunakan media powerpoint. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan tes. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif terdiri dari uji statistika normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian membuktikan bahwa media majalah berbasis augmented reality mencapai kategori valid dan praktis. Hasil uji statistika menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen dengan masing-masing nilai signifikansi 0,095 dan 0,422 lebih dari 0,05. Hasil uji t diperoleh nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Dengan demikian, pembelajaran yang menggunakan media majalah berbasis augmented reality efektif mereduksi miskonsepsi siswa pada materi fotosintesis tumbuhan. Penelitian ini direkomendasikan sebagai salah satu media pembelajaran inovatif yang dapat dimanfaatkan guru untuk meminimalkan miskonsepsi siswa sekolah dasar terkait konsep fotosintesis tumbuhan.
Pengembangan Media E-Book Heyzine Bermuatan Etnosains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kolaborasi pada Pembelajaran IPAS Siswa Sekolah Dasar Etik Lathifah; Gunawan Gunawan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4237

Abstract

Masih terbatasnya media pembelajaran IPAS yang bermuatan Etnosains dalam proses pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Ebook Heyzine bermuatan etnosains pada materi perubahan wujud zat yang memenuhi valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan model ADDIE serta desain quasi experimental yang melibatkan kelas eksperimen dan kontrol. Sampel diambil secara random sampling dari siswa kelas IV di Gugus Jenderal Soedirman, Kebasen, Banyumas sebanyak 56 siswa. Instrumen berupa tes berpikir kritis dan angket kolaborasi. Hasil menunjukkan bahwa media yang dikembangkan berada pada kategori valid dan praktis, dengan skor validitas ahli materi 84,5, ahli media 83,5, dan kepraktisan 88. Analisis statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen (sig > 0,05). Uji independent sample t-test menghasilkan signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Dengan demikian, E-book Heyzine bermuatan etnosains efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa.
Pengembangan E-Modul Berbasis Deep Learning IPAS untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik Kelas IV SDN 20 Rabadompu Timur Kota Bima Alda Alfariani; Hairunisa Hairunisa; Miftahul Jannah
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4279

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Modul Berbasis Deep Learning IPAS Untuk Meningkatkan Literasi Sains Peserta Didik Kelas IV Di SDN 20 Rabadompu Timur, Kota Bima. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurangnya media pembelajaran yang mengakibatkan pembelajaran terlihat satu arah, sebagian besar peserta didik terlihat ada yang paham dan ada yang kurang paham pada pembelajaran IPAS dinyatakan dengan adanya sekitar 3-4 peserta didik yang belum fasih dalam membaca. Penelitian ini menggunakan model Penelitian dan Pengembangan (R&D), khususnya model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Berdasarkan hasil analisis data dilakukan melalui validasi ahli materi memperoleh skor sebesar 87,18%, sedangkan validasi ahli media memperoleh skor sebesar 86,4%, keduanya masuk dalam kategori “Sangat Layak”. Kepraktisan melalui respon guru memperoleh skor sebesar 86,67%, sedangkan kepraktisan respon peserta didik memperoleh skor sebesar 89,4%. Keduanya termasuk dalam kelompok “Sangat Praktis”. Subjek penelitian terdiri dari 10 peserta didik kelas IV, guru IPAS, validator ahli materi dan ahli media. Teknik pengumpulan data melalui tahap wawancara dan observasi, instrumen kelayakan dan kepraktisan, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan media yang digunakan di kelas masih bersifat satu arah serta pembelajaran masih jarang menerapkan pembelajaran yang mengarah pada kehidupan sehari-hari, pada kelas IV penggunaan media digital masih menghadapi kendala terlihat pada penggunaan teknologi baru di terapkan melalui pelatihan dan pada proses pembelajaran belum diterapkan teknologi pada proses pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis melalui kelayakan dan kepraktisan mengonfirmasi bahwa E-Modul berbasis Deep Learning IPAS layak dan praktis digunakan dalam proses pembelajaran khususnya materi IPAS.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Tunarungu Ditinjau dari Self-Efficacy dengan Discovery Learning Berbantuan Web “Keping Bilah” Lutfi Handayani; Sugiman Sugiman
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4303

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Discovery Learning berbantuan aplikasi teknologi asistif berbasis web “Keping Bilah” terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tunarungu, ditinjau dari tingkat self-efficacy. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi desain Single Subject Research (SSR) tipe A-B-A. Penelitian dilaksanakan di SLB N Boyolali dengan melibatkan tiga siswa tunarungu jenjang SMA-LB. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis pada fase baseline A1, intervensi B, dan baseline A2, serta didukung oleh angket self-efficacy, observasi perilaku, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning berbantuan aplikasi “Keping Bilah” efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tunarungu. Peningkatan ini ditandai dengan kenaikan level skor yang signifikan, perubahan kecenderungan arah yang positif dan kestabilan data pada fase baseline akhir. Siswa dengan tingkat self-efficacy tinggi menunjukkan peningkatan yang lebih stabil dan konsisten dibandingkan siswa dengan self-efficacy rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi Discovery Learning dengan teknologi asistif visual berbasis web merupakan pendekatan yang efektif dan inklusif bagi siswa tunarungu. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah subjek yang lebih banyak, menguji aplikasi pada materi matematika lain, serta mengembangkan fitur aplikasi yang lebih adaptif sesuai karakteristik siswa tunarungu di berbagai jenjang pendidikan.