cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jagomipa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27976475     EISSN : 27976467     DOI : https://doi.org/10.53299/jagomipa.v1i1
Core Subject : Science, Education,
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA memiliki e-ISSN: 2797-6467 dan p-ISSN: 2797-6475, menerbitkan jurnal hasil kajian teori dan penelitian pada pendidikan matematika dan IPA, baik hasil kajian dan penelitian pendidikan secara umum maupun hasil kajian dan penelitian pembelajaran dalam bidang pendidikan matematika dan IPA. JagoMIPA menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan maupun template yang sudah disediakan oleh pengelola. JagoMIPA adalah jurnal akses terbuka dibawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu yang bertujuan menyebarkan keilmuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dan menunjang kegiatan dosen, guru, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan lainnya dibidang pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 363 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi Kuis Congklak pada Materi Zat Aditif di SMP Negeri 2 Suwawa Inda Safitri S. Kaharu; Tirtawaty Abdjul; Citron S. Payu; Trisnawaty Junus Buhungo; Masrid Pikoli; Supartin Supartin
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4322

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk sekaligus mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajaran aplikasi kuis congklak pada materi zat aditif. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi define, design, develop, dan disseminate. Subjek uji coba terbatas adalah 23 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Suwawa. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respons peserta didik, observasi aktivitas, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas media memperoleh skor rata-rata 3,83 dengan kategori sangat valid. Kepraktisan media ditunjukkan oleh keterlaksanaan pembelajaran selama dua pertemuan dengan rata-rata 87,5% dan respons peserta didik sebesar 89,78%, keduanya berada pada kategori sangat baik. Keefektifan media ditunjukkan oleh aktivitas peserta didik sebesar 91,35%, nilai N-Gain hasil belajar kognitif sebesar 0,82 pada kategori tinggi, hasil belajar afektif sebesar 89,89%, dan psikomotor sebesar 89,19%. Dengan demikian, media pembelajaran aplikasi kuis congklak pada materi zat aditif memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran IPA.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif IPAS Berbantuan Google Sites untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar Abdi Listianto; Gunawan Gunawan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4323

Abstract

Penelitian ini penting untuk meningkatkan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa melalui media interaktif berbasis Google Sites. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif IPAS berbantuan Google Sites pada siswa sekolah dasar yang memenuhi aspek valid, praktis, dan efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar. Penelitian dilaksanakan di wilayah Korwilcam Dindik Somagede, Banyumas. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model 4D yang terdiri dari tahap define, design, development, dan disseminate. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, angket, dan tes. Analisis data menggunakan bantuan aplikasi SPSS meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil validasi menunjukkan bahwa media berada pada kategori valid dengan rata-rata skor 84 dari ahli materi dan 84,83 dari ahli media. Uji coba terbatas pada 20 siswa menunjukkan bahwa media praktis digunakan dalam pembelajaran dengan teknik purposive random sampling. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 pada kemampuan berpikir kritis dan 0,002 pada kemandirian belajar (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif berbantuan Google Sites IPAS efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Dengan demikian, media yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Pengembangan Media Pop-Up Book Bercerita pada Mata Pelajaran IPAS, Siswa Kelas IV SD Negeri Genikan Indah Ayu Nugraheni; Nimas Puspitasari; Yogi Ageng Sri Legowo
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4326

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pengembangan media pop-up book berbasis cerita pada pembelajaran IPAS kelas IV SD, menilai kelayakan produk, serta melihat pengaruhnya terhadap pemahaman siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan tahapan meliputi identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan, validasi ahli, revisi, dan uji coba terbatas. Penelitian dilaksanakan pada 29–30 April 2026 di SD Negeri Genikan dengan melibatkan 10 siswa kelas IV. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket, kemudian dianalisis secara deskriptif persentase serta didukung data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan media ini mampu menjawab kesulitan belajar yang bersifat abstrak. Validasi ahli materi memperoleh 87% dan ahli media 92%, sedangkan uji coba menghasilkan efektivitas 89,4% dengan kategori sangat baik. Perpaduan cerita dan visual tiga dimensi membantu siswa memahami konsep lebih konkret, meningkatkan minat, serta keterlibatan belajar. Guru disarankan memanfaatkan media ini sebagai variasi pembelajaran. Kebaruan terletak pada integrasi narasi dan visual 3D. Media ini juga berpotensi dikembangkan ke bentuk digital, diterapkan pada mata pelajaran lain, serta diteliti lebih lanjut dengan cakupan subjek lebih luas untuk melihat dampaknya terhadap kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan media pop-up book yang lebih interaktif, melibatkan jumlah subjek yang lebih besar, serta menguji efektivitasnya dalam jangka panjang terhadap hasil belajar, motivasi, dan kemampuan kolaboratif siswa pada berbagai jenjang pendidikan.
Pengembangan Instrumen Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa SMA Asti Arifuddin; Baso Intang Sappaile; Mansyur Mansyur
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes matematika berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yang mengacu pada model Mardapi, yang meliputi tahap: menentukan spesifikasi instrumen tes, menulis instrument, telaah ahli, uji coba terbatas, uji coba luas, analisis, revisi, dan perakitan instrumen. Subjek penelitian terdiri atas 75 peserta didik pada uji coba terbatas dan 125 peserta didik pada uji coba diperluas. Instrumen yang dikembangkan berupa 16 butir soal pilihan ganda berbasis HOTS pada level kognitif C4, C5, dan C6 dengan materi fungsi dan lingkaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas teoritik yang sangat baik dengan nilai CVR 0,975 dan CVI sebesar 0,98. Secara empiris, 15 dari 16 butir soal dinyatakan valid (p < 0,05), sedangkan 1 butir soal dieliminasi. Reliabilitas instrumen sebesar 0,849 dengan kategori sangat tinggi. Tingkat kesukaran soal menunjukkan distribusi proporsional (33% mudah, 47% sedang, dan 20% sukar), serta daya pembeda berada pada kategori baik dan sangat baik. Dengan demikian, instrumen tes matematika berbasis HOTS yang dikembangkan dinyatakan valid, reliabel, dan layak digunakan untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik.
Pengembangan Media Monopoli Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kolaborasi pada Siswa Sekolah Dasar Ruby Andriny; Gunawan Gunawan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4348

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan untuk menghasilkan media berbasis kearifan lokal yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli berbasis kearifan loal yang memenuhi aspek valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi siswa Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model ADDIE meliputi analyze, design, develop, implement, and evaluate. Subjek penelitian adalah kelas IV sekolah dasar terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi, angket kepraktisan, tes kemampuan berpikir kritis, dan lembar observasi kolaborasi. Analisis data meliputi kulitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif meliputi uji normalitas, homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dan praktis berdasarkan penilaian ahli, guru, dan respon siswa. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) pada aspek berpikir kritis dan kolaborasi. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media monopoli berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa. Media berbasis permainan yang terintegrasi dengan kearifan lokal mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna, sehingga mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Rekomendasi penelitian selanjutnya melibatkan sampel yang lebih luas, mengembangkan instrumen evaluasi yang lebih komprehensif, dan mengkaji dampak jangka panjang penggunaan media serta pengembangan media berbasis digital dan eksplorasi variabel lain seperti motivasi belajar, kreativitas, dan literasi budaya juga perlu dilakukan.
Tren Penerapan Media Pemrograman Visual Berbasis Scratch dalam Meningkatkan Computational Thinking pada Pembelajaran IPA: Analisis Bibliometrik Nazzala Hurin Talitha Aflah; Muhamad Taufiq
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4357

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tren publikasi ilmiah terkait Scratch, CT, dan pembelajaran IPA secara bibliometrik selama periode 2016–2026, sekaligus menelaah efektivitas Scratch dalam meningkatkan CT berdasarkan kajian empiris. Data diperoleh melalui penelusuran basis data Scopus menggunakan kata kunci "Scratch" AND "computational thinking" AND "science education", menghasilkan 208 rekaman awal yang disaring menjadi 80 dokumen final. Analisis dilakukan menggunakan VOSviewer melalui pendekatan co-occurrence analysis serta analisis deskriptif berbasis Scopus untuk mengidentifikasi distribusi publikasi berdasarkan tahun, bidang subjek, dan negara. Hasil bibliometrik menunjukkan tren publikasi fluktuatif dengan dua puncak tertinggi pada 2018 dan 2023 masing-masing sebanyak 12 dokumen. Amerika Serikat mendominasi kontribusi publikasi, diikuti Spanyol dan Yunani. Bidang Social Sciences (48,8%) dan Computer Science (31,1%) mendominasi distribusi subjek. Analisis co-occurrence mengungkap "computational thinking" dan "scratch" sebagai node sentral, sementara "science education" teridentifikasi sebagai kluster yang sedang tumbuh. Hasil review terhadap sepuluh studi empiris menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya peningkatan CT yang signifikan melalui penggunaan Scratch dalam berbagai konteks pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan kesenjangan penelitian yang signifikan sekaligus peluang besar bagi pengembangan penelitian, khususnya di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan studi empiris berbasis konteks lokal, penerapan desain longitudinal, perbandingan berbagai pendekatan pedagogis, serta eksplorasi dimensi afektif seperti motivasi, efikasi diri, dan beban kognitif peserta didik untuk mengoptimalkan integrasi Scratch dalam pembelajaran IPA.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Serupa PISA Materi Perbandingan Trigonometri Nawang Ayu Tanzerina; Purwanto Purwanto; Indriati Nurul Hidayah
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4379

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X dalam menyelesaikan soal matematika serupa PISA pada materi perbandingan trigonometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di MAN 1 Kota Malang dengan melibatkan 32 siswa kelas X. Selanjutnya, subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling untuk mewakili kategori kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui pemberian soal serupa PISA, kemudian jawaban siswa dianalisis berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan subjek dengan kemampuan pemecahan masalah tingkat tinggi mampu menyelesaikan soal dengan seluruh tahapan Polya. Subjek dengan kemampuan pemecahan masalah tingkat sedang mampu menyelesaikan soal hingga tahapan melaksanakan rencana dengan memperoleh hasil. Sementara itu, subjek dengan kemampuan pemecahan masalah tingkat rendah mampu pada tahapan memahami masalah dan belum mampu menyusun rencana penyelesaian. Temuan ini menunjukkan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada pencapaian hasil akhir, tetapi juga pada proses berfikir siswa dalam menyelesaikan soal matematika, khususnya pada soal serupa PISA pada materi perbandingan trigonometri.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Geometri Berbasis Etnomatematika melalui Model Discovery Learning Norminggus Leo Hale; Marsigit Marsigit
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4385

Abstract

Pembelajaran geometri di SMP masih memerlukan perangkat pembelajaran yang mampu menghadirkan keterkaitan antara materi matematika, pengalaman keseharian, serta nilai budaya lokal peserta didik. Keterbatasan perangkat pembelajaran yang secara terpadu mengintegrasikan etnomatematika dengan model pembelajaran aktif menjadi dasar perlunya pengembangan modul ajar dan LKPD yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk pembelajaran berupa modul ajar serta LKPD geometri bermuatan etnomatematika dengan menggunakan konteks pintu rumah adat Suku Lok melalui model Discovery Learning untuk pembelajaran matematika jenjang SMP. Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian pengembangan atau Research and Development dengan mengacu pada model 4-D yang meliputi pendefinisian, perancangan, pengembangan, serta penyebarluasan. Peserta uji coba terbatas ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu empat mahasiswa Program Magister Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta yang berperan dalam kegiatan peer teaching. Perangkat pengumpul data mencakup lembar penilaian ahli dan lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran. Temuan studi memperlihatkan bahwa modul ajar memperoleh skor rerata 4,4 sedangkan LKPD mendapatkan skor rerata 4,3, yang menunjukkan bahwa keduanya termasuk pada kualifikasi sangat valid. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan rerata keterlaksanaan mencapai 78,5% dan termasuk kategori baik. Berdasarkan temuan tersebut, perangkat pembelajaran geometri berbasis etnomatematika melalui model Discovery Learning dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif perangkat pembelajaran yang sistematis, kontekstual, dan berbasis budaya lokal. Perangkat ini berpotensi membantu guru mengaitkan konsep geometri dengan kearifan lokal, khususnya melalui konteks pintu rumah adat Suku Lok.
Eksplorasi Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Matriks Ditinjau dari Self-Confidence Hafizah Aqilah; Elah Nurlaelah; Jarnawi Afgani Dahlan
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4397

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih tergolong rendah, sedangkan kemampuan tersebut penting dalam pembelajaran matematika. Salah satu faktor yang memiliki keterkaitan dengan kemampuan berpikir kritis matematis adalah self-confidence. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas XI di salah satu SMA di Riau berdasarkan tingkat self-confidence yang dimiliki. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kritis matematis pada materi matriks yang terdiri dari 6 soal yang sesuai dengan indikator kemampuan berpikir kritis matematis, angket skala self-confidence yang terdiri dari 23 pernyataan, dan pedoman wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi metode untuk memperoleh data yang lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self-confidence tinggi memiliki kemampuan berpikir kritis matematis yang lebih baik dibandingkan siswa dengan self-confidence sedang dan rendah. Siswa dengan self-confidence sedang menunjukkan kemampuan berpikir kritis matematis berkategori cukup, sedangkan siswa dengan self-confidence rendah, hasil kemampuan berpikir kritis matematisnya berkategori kurang. Demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat self-confidence siswa, maka semakin baik pula kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
Meningkatkan Kegembiraan (Joyful learning) melalui Media Pembelajaran Powtoon pada Materi Gerak dan Gaya Sella Febi Permatasari; Muhammad Solihin; Ayu Wandari
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4398

Abstract

Rendahnya kegembiraan belajar siswa tidak hanya berdampak pada menurunnya partisipasi dalam pembelajaran, tetapi juga dapat menghambat terciptanya pengalaman belajar yang bermakna. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan pembelajaran melalui penggunaan media Powtoon yang mampu menyajikan materi secara menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kegembiraan belajar siswa melalui penerapan media Powtoon pada pembelajaran IPA materi gerak dan gaya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VIII D. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase kegembiraan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon mampu meningkatkan kegembiraan belajar siswa secara bertahap pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus, persentase kegembiraan siswa sebesar 61,54% dengan kategori cukup. Setelah diterapkan media Powtoon pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 72,12% dengan kategori baik, kemudian meningkat lagi pada pertemuan 2 menjadi 79,81% dengan kategori baik. Pada siklus II pertemuan 1 persentase mencapai 80,77% dengan kategori sangat baik, dan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 88,46% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon efektif dalam meningkatkan kegembiraan belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi gerak dan gaya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggembangkan penggunaan media pembelajaran berbasis pawtoon pada materi IPA lainnya maupun pada pelajaran yang lain.